Good Response = Next Chapter | Low Response = Late Update
.
Title : Klan Xuè ( Huang Zi Tao is Xuè Zi Tao )
Part 20
Author : Titan18
Genre : Family - Friendship - Crime – Romance - Angst
Cast : Huang Zi Tao / Xuè Zi Tao - other EXO Member, etc.
Disclaimer : All cast belong to them Management ! i just owned the story ^^
Warning : BOYS LOVE!
Good Response = Next Chapter | Low Response = Late Update
.
.
DON'T LIKE so DON'T READ
Simple Rule?! ^^
.
.
.
.
G –Dragon yang bernama lengkap Kwon Jiyong.
dan, Huang Shi Hoo.
.
Huang Shi Hoo –adalah mantan Yakuza, berpisah dengan Mantan Istrinya seorang wanita berdarah korea Kwon Yuri sejak empat tahun usia pernikahan mereka.
Tentu saja Kwon Jiyong adalah Anaknya, G –Dragon lebih memilih menggunakan marga ibunya. Hubungan kedua orang itulah yang membuat Tao harus memutar bola matanya, ini lucu?! Ya. Tao merasa mempunyai kesamaan dengan Sepupu barunya itu, mereka memakai marga ibu mereka?! Hm.
Sungguh kejutan yang menyenangkan bagi Huang Zi Tao.
Akhirnya dia sadar kenapa orang itu berniat membunuhnya. Bahkan orang itu sudah dapat memperkirakan reaksi dari para klan Xue sendiri. Hanya saja kenapa harus Pamannya yang menjadi sosok orang itu.
Satu hal yang membuat Tao jengah, dia Huang Zi Tao bahkan saat menjadi seorang Xue Zi Tao sama sekali tak tahu akan kehadiran satu-satunya paman dari pihak Ibunya.
Xue Zi Tao terlalu hidup dalam dunianya sendiri.
Tao bahkan tak menyadari keeksistensi hidup Pamannya.
Semuanya terungkap dengan kejeniusan Oh Sehun dan Analisis Kris yang hebat, –Yeap, data yang mereka dapatkan berdasarkan hasil mencuri cacatan FBI atas bantuan ex-partner Kris yaitu Kim Yesung.
Peristiwa beberapa tahun lalu.
..
Huang Shi Hoo adalah satu-satunya Kakak Kandung Huang Zi Zi –Ibu kandung Tao, saat pertama kali bertemu dengan Tuan Xue saat itu Ibu Tao masihlah berstatus seorang Dokter biasa. Awalnya Shi Hoo yang masih berada di bawah jaringan Yakuza menolak keras hubungan adiknya dengan pemimpin Klan terbesar itu.
Bukan apa-apa, bagi mereka para pemegang dunia hitam terdapat persaingan batin yang kuat.
Tapi apa daya, pesona Ayah kandung Tao saat itu sangatlah luar biasa. Pesonanya membuat Shi Hoo tak punya pilihan lain selain mengikhlaskan adik satu-satunya.
Semuanya baik-baik saja, hingga saat itulah awal dari segalanya.
Dimana takdir Klan Xue berada dibawah kendali Sang Malaikat baru didalam klan Legendaris tersebut, anak kelima Tuan Xue dan Istrinya.
Xue Zi Tao –bayi tanpa dosa yang lahir sempurna, bahkan sejak didalam kandungannya pun kehadirannya sudah dinantikan seluruh penghuni dunia hitam.
Malaikat maut bagi klan Xuè.
Pilihan para tetua Klan yang tersembunyi, namja dengan tanda lahir khusus –dimana darah murni Xue mengalir didalamnya.
Lingkaran yang menjadi tanda penguasa Xue yang tak dapat dimiliki oleh keturunan Xue lainnya kecuali Tuan Xue saat ini. Lingkaran hitam dibawah matanya, membuatnya terkenal dikalangan penggemar dan kerap disamakan dengan kekhasan Panda yang menggemaskan.
Panda eyes –bukti bahwa Xue Zi Tao adalah Pewaris kerajaan Klan Xue yang legendaris.
Hanya saja semuanya tak mudah, karena berita kehamilan pewaris sesungguhnya Klan Xue membuat beberapa pihak tak suka mulai melakukan segala cara untuk menggagalkan atau istilah tepatnya mencari cara kotor agar Nyonya Xue –Huang Zi Zi keguguran.
Hal yang percuma karena Tuan Xue benar-benar menjaga istrinya yang sangat disayanginya itu.
Segalanya tak akan semudah itu, stress yang berat membuat Kandungan Zi Zi terganggu dan lemah. Semangat sebagai seorang Ibu membuatnya tetap selamat saat melahirkan bayinya itu, walaupun setelah itu kesehatan sang Nyonya Xue itu mulai menurun.
Inilah yang membuat Huang Shi Hoo geram, Zi Zi adalah wanita yang disayanginya sebelum menikahi Kwon Yuri. Sejak positive dikatakan hamil Xue Zi Tao –bahkan Shi Hoo sama sekali tak dapat menemui adiknya.
Tidak pernah sekalipun.
Huang Zi Zi seolah dikurung didalam Mansion Xue yang megah.
Hanya keturunan Xue dan Lau lah yang dapat bergerak bebas.
Kebencian Huang Shi Hoo semakin bertambah. Huang Shi Hoo membenci Xue Zi Tao –sangat membenci sosok bayi mungil itu sejak pertama kali melihatnya.
..
'Cih'
Tao mengistirahatkan tubuhnya di ranjang single miliknya, pikirannya lelah. Semuanya terlalu rumit.
Balas dendamkah yang ingin Huang Shi Hoo lampiaskan padanya?
..
Tao menampilkan seringai khasnya,
"Jadi, kau sudah tahu siapa yang mencoba mengadu domba klanku dan kelompok Sicillian milikmu?"
Mr. Zlo memberi secarik kertas pada namja manis itu, Key segera menunduk mengambil dan membacakannya untuk Tao.
"Kwon Jiyong ?" tanya Key bingung, hanya nama itu yang tertera.
Huang Zi Tao berdiri tanpa pamit dan bergerak keluar ruangan hingga Mr. Zlo hanya menggelengkan kepalanya berusaha memaklumi sifat pewaris utama Klan Legendaris Xue.
( Klan Xue - Part 16 )
..
Apa ini yang Pemimpin Sicillian itu maksudkan –Mr. Zlo ? Apa pria paruh baya itu tahu bahwa Pamanlah dibalik penyerangan ini?Pantas saja Mr. Zlo memberikannya nama Kwon Jiyong, senior EXO itu tak ada hubungannya dalam masalah ini.
Karena Huang Zi Tao yakin seratus persen Kwon Jiyong tak tahu siapa sosok asli ayahnya itu, dan Sunbaenya itu tentu tak sadar bahwa Zi Tao adalah sepupunya sendiri.
Ya, G –Dragon tak akan ada dalam daftar hitam Huang Zi Tao.
"Semakin merepotkan" lirihnya.
Pesan singkat dari Xue Wu Zun membuat Tao khawatir, para tetua Klan Xue sudah mengambil langkah.
.
Fuqin tak dapat menyelamatkan posisimu saat ini Tao, para tetua sudah memutuskan Tiga Bulan lagi kau akan mengambil alih Kekuasaan Fuqin. Bersiaplah hingga saat itu tiba.
.
Xue Zi Tao mengutuk para tetua Klan yang tak punya hati menurutnya, para pria dengan usia yang lebih pantas dibawah tanah seperti itu lebih baik mati.
Mereka terlalu mengaturnya, dan Tao tak suka itu.
Satu hal lagi membuatnya berpikir, Pamannya tak akan diam –dan hal itu berarti Huang Zi Tao harus semakin menambah pengawasannya dan melindungi para membernya juga.
Saat ini hanyalah Tao –Kris –Sehun dan sang Leader Suho lah yang tahu rahasia ini.
Tapi yang menjadi obsesinya adalah membuktikan kejadian sebenarnya yang terjadi saat dirinya masih menjadi Xue Zi Tao berumur Enam Belas Tahun –sebuah kejadian dimana Huang Zi Zi tewas dihadapannya.
Karena pamannya terlibat penting dalam hal ini.
.
.
.
.
1 bulan berlalu, Seoul –South Korean.
.
.
EXO Room.
.
.
Dalam ruang istirahat berisi 12 namja membuat suasana lumayan ramai, para member EXO baru saja selesai melakukan Pengambilan gambar untuk CF iklan mereka.
Untung saja ini aktivitas on air terakhir mereka sebelum fokus pengambilan Klip MV terbaru mereka minggu depan.
Tao meringis kelelahan, namja itu memforsir tubuhnya secara berlebihan. Kurang tidur membuat kantung matanya semakin terlihat dan harus ditutupi lapisan make-up tebal—pantas saja namja manis walaupun terlihat sangar ini mempunyai kantung mata hitam yang membuat penggemarnya menyebutnya Panda.
EXO benar-benar melakukan hal terbaik selama satu bulan ini, tentu saja mereka ingin memberikan penampilan yang terbaik untuk penggemar melalui Album baru ini. Latihan yang keras demi persiapan Album baru mereka menguras kondisi, mengingat waktu yang semakin cepat berlalu.
.
PLUK ...
"Kau tidak apa-apa peach? Bersandarlah dibahuku dulu" ujar Kris yang baru saja mendudukan dirinya disamping Tao.
Tao menurut, namja panda itu menyandarkan kepalanya dan menutup mata sejenak. Tak menyadari bahwa keduanya membuat Lay menatap mereka sekejap sebelum kembali melanjutkan obrolan bersama Baekhyun dan Chanyeol.
Drrtt..Drrtt..
Ponsel Tao bergetar, namja itu membuka matanya spontan dan mengambil ponsel disaku celananya.
"Ne .. Hyung?" Tao antusias, tanpa sadar dia sedikit memekik kecil.
"..."
"Benarkah?"
"..."
"Aku masih dilokasi syuting hyung, masuklah" bertepatan dengan ucapannya, pintu ruang EXO itu terbuka. Seorang namja tampan masuk, matanya menyeringai jahil kearah sofa Tao dan Kris yangg duduk.
"Changminie Hyung ... Bogoshippo" Tao melompat dan berlari memeluk sosok itu erat, bertingkah manja dihadapan Changmin yang terlihat sangat menyayanginya.
"Annyeong Hyung, duduk dulu. Tao kau ini harusnya jangan menyambut Changmin hyung seperti ini" tegur Suho lembut.
Changmin hanya menggangguk sopan sepertinya dia dan Tao membuat keduanya menjadi sorotan sekejap, matanya melirik kearah Kris yang menatapnya datar.
Bodoh—batin Changmin.
Justru Tao malah tak memperhatikan kedua namja tinggi yang saling melirik.
.
.
.
.
Tao memainkan kedua senjata ditangannya dengan mudah,
DORR! DORR!
Dua tembakan tepat mengenai sasaran hologram dalam sekejap dan menghilang,
SRETT ...
Pisau kecil yang berada disaku kecilnya entah sejak kapan melesat menuju hologram lain dan CRASH... bayangan itu menghilang dan Pisau tadi sudah terjatuh dilantai.
Namja itu berlari melompati sebuah bangku melakukan sebuah gerakan berputar sebelum menendang tepat objek sasaran.
PROK .. PROK ..
Tepukan tangan yang terdengar didalam ruangan itu membuat Tao mengelap peluh didahinya,
"Cukup peach, kau terlalu memaksakan dirimu"
Kris yang masih berdiri didepan pintu segera menekan sebuah tombol besar didekat pintu~ SLIP.
Ruangan virtual yang telah dimodifikasi teknologi canggih itu seketika padam, menyisakan kekosongan diruang besar itu.
Wu Yi Fan menarik tubuh langsing itu, menarik Tao kehadapannya dan mengusap keringatnya dengan Handuk kecil yang dibawanya.
Tao tersenyum kecil, Wu Yi Fan tak bercanda. Namja itu benar-benar selalu berada dimanapun Tao berada, Kris tak pernah membiarkan Tao jauh dari pengawasannya. Keduanya duduk berdampingan pada sebuah sofa kecil, satu-satunya sofa didalam ruangan latihan khusus itu –tentu saja masih didalam ruangan apartemen Kyuhyun.
Tao menelan sedikit air dari botolnya,
"Apa saat ini kau menyukai seseorang Tao?" –
"Hah? Akuhh..Uhuk.."
Kris buru-buru menyodorkan kembali minumannya dan menepuk punggung Tao agar berhenti tersedak.
Tao memandang kearah Kris dengan horror –namja itu sedang tidak bercanda, Tao dengan mudah membaca ekspresi bahwa Kris –Wu Yi Fan serius dengan pertanyaan kali ini. Senyum simpul terhias disudut bibirnya, "Kenapa tiba-tiba gege?"
Kris mengutuk pandangan lembut Tao yang diarahkan padanya, -Oh Ayolah kenapa Kris baru sadar kalau Panda kesayangannya itu bisa terlihat semenawan ini.
Wu Yi Fan mengalihkan pandangannya, tak ingin memandang sosok yang membuat seluruh perhatiannya teralihkan pada mahluk manis dihadapannya saat ini.
"Apa aku tak boleh tahu?" ada nada Arrogant pada ucapan itu, khas sang Dduizzhang.
Tao terdiam sebentar, kesunyian menyapa keduanya. Mengusap surai rambutnya yang berwarna merah saat ini –tuntutan konsep Comeback Album EXO yang baru.
"Peach"
Huang Zi Tao memutar bola matanya, sejak kapan Kris semenuntut ini padanya.
Bahkan Kris terus memanggilnya Peach .. Saat Tao memprotesnya pun Kris dengan keras kepalanya tak ingin berhenti memanggilnya seperti itu.
.
"Aku tak suka, semuanya sudah memanggilmu Baby .. Panda .. Tao –er .. jadi jangan protes jika aku memanggilmu seperti itu"
.
"Aku tak tahu kau mempunyai hobi melamun akhir-akhir ini Peach" seru Kris lagi.
Oh Great!
Tao memandang lagi Kris yang menatapnya balik, "Aku suka style rambutmu ini gege –kau tampan".
"Jangan mengalihkan pembicaraan, dan aku memang Tampan"
"Hahaha... Baiklah gege, jadi dari mana kau tahu aku sedang menyukai seseorang?"
Sekilas –tubuh Kris menegang.
"Jadi benar kau sedang menyukai seseorang?" tuntut namja itu lagi.
"Hidupku –sudah Rumit, saat ini keadaanku tidak memungkinkan untuk menyukai seseorang." Hanya jawaban inilah yang terlintas dibenak Tao –jawaban logis.
Jawaban yang sejak awal sudah disiapkannya –kisah cintanya tak pernah mulus. Kris tampak tak puas, dia tahu maksud Panda kesayangannya itu –hanya saja apa Tao tak pernah dengan serius menyukai seseorang?
Tak ingin keadaan semakin kaku membuat Tao sedikit tertawa, "Ngomong-ngomong apa Manajer Hyung datang ke Dorm tadi?"
Kris mendengus, selalu saja –Huang Zi Tao lagi-lagi mengalihkan pembicaraan.
.
BRAK!
Pintu dibuka dengan kasar –membuat kedua Namja itu terkaget.
"Sebaiknya kalian ikut aku"
Suho membalikkan tubuhnya, dari waut wajahnya saja kedua namja yang dimaksud tahu ada sesuatu yang salah.
Kris dan Tao berpandangan sebentar, tanpa komando keduanya berdiri dan mengikuti langkah sang Leader yang memasuki sebuah ruangan lain didalam apartemen Kyuhyun.
.
Tak ada yang lain kecuali Suho dan Sehun ditambah Kris dan Tao.
TING~
Bunyi sebuah email baru pada akun email di laptop Sehun membuat Kris was-was, ada yang tidak beres. Handphone sang leader tersambung, menandakan bahwa E-mail itu berasal dari ponsel sang leader. Sehun meng-klik tab baru dan memutar lampiran file yang ternyata berisi video,
Sebuah Video Call tersambung otomatis.
Raut wajah Kris menegang, dengan cepat dirinya dan Tao mendekati laptop dan kembali saling berpandangan.
Beberapa namja entah siapa itu memakai beberapa topeng hitam berdiri di beberapa sudut ruangan –sebuah gudang yang tak terpakai dilihat dari kondisi berantakan tempat itu.
Kamera semakin mendekat pada objek satu-satunya seorang namja yang memakai pakaian yang terasa familiar bagi keduanya.
.
Tao menunduk saat wajah Lay –Zhang Yi Xing terpampang dilayar.
Seseorang datang mengangkat wajah Lay yang menunduk dan tampak bingung –
PLAK –Orang itu menampar Zhang Yi Xing dan menarik rambutnya membuat keempat member EXO didalam ruangan dapat melihat wajah Lay jelas.
"Lay" tukas Kris –wajah namja tampan itu mengeras.
Tao menarik laptop itu mendekat padanya, membuat wajahnya terekam dalam sambungan webcam tersebut dan dirinya yakin Lay dapat melihatnya dari laptop yang dipegang –seseorang yang menarik rambut Lay –.
"Hai ?" seru Tao dengan wajah melembut.
'Tao –er' ujar Lay menampakkan wajah yang dapat disangsikan oleh Kris, Suho dan Sehun bahwa namja Unicorn itu sangat ketakutan saat ini.
Tao memegang bahu Kris –memberikan ketenangan bahwa mereka akan mengetahui hal apa yang sedang terjadi saat ini.
"Aku minta maaf dengan semua ini Lay ge –
PLAK –seseorang di tempat Lay berada kembali menampar wajah namja itu.
–Kita akan membebaskanmu, Aku berjanji" tambah Tao tenang dan tak terpengaruh sama sekali dengan keadaan Membernya.
Namja itu perlahan mundur, membuatnya dan Kris terlihat dalam video camera.
TING~
Sebuah backsound animasi yang tampak funny terdengar melalui speaker ponsel, video tersebut berubah menjadi sebuah gambar 'Zhang Yi Xing' seakan-akan dipenggal kepalanya dan membuat darah terpiaskan keseluruh layar dan mati.
Setelah beberapa detik sebuah panggilan tak dikenali dan menampilkan tanda '? –UNKNOWN' dilayar terdengar melalui speaker.
'Dimana Xue Zi Tao berada?'
Suara yang sudah pasti sengaja disamarkan terdengar, Huang Zi Tao melirik Kris –tentu saja Tao sudah mengerti bahwa dialah yang dimaksudkan.
Pengecut –batin Tao.
"Aku disini"
Kris melototi ke arah kamera "Jika kau mau –"
"Diam, Diamlah gege ... Baiklah dengar, siapapun kau kita bisa bernegosiasi" cegah Tao lebih cepat.
Membuat Kris hanya mampu menahan napas frustasi –sama seperti Suho dan Sehun.
'Hahahaha... Seseorang disampingmu itu tampak takut jika sesuatu terjadi pada 'Zhang Yi Xing' bukan? –
Aku tak membuat penawaran untuk mendapatkan penawaran balik darimu Zi Tao'
Terdengar sedikit jeda dari sebelah sana.
"Aku akan melakukan apapun yang kau mau" seru Tao lagi –wajahnya terlihat datar dan tenang.
'Kau harus bisa membuktikannya'
Tao melirik sang Leader EXO –Kim Joonmyeon dan tersenyum menenangkan,
"Tidak masalah" jawabnya kemudian.
'Benarkah? Karena itulah masalah sebelumnya Zi Tao –kau selalu 'gagal untuk dibunuh' bukan?'
"..."
Tak mendengar jawaban yang dikehendakinya , seseorang dengan suara tersamarkan itu tertawa.
'Bolehkah aku berbicara dengan seseorang disampingmu Zi Tao?'
Kris melangkah sedikit lebih depan "Aku disini".
'Keluarkan senjatamu –letakkan didepan kamera dimana aku dapat melihatmu'
Kris mengkilatkan pandangannya, namja itu mengambil sebuah pistol yang masih berada ditangan Tao saat berlatih tadi.
Keadaan diposisi kubu EXO tampak tegang, Suho berdiri dengan wajah pucat. Berbanding terbalik dengan Sehun yang terlihat menyadari sesuatu dan namja itu tampak mengotak-atik sesuatu dari sebuah komputer lain dengan sebuah kabel yang tersambung dari Laptop yang dipakai Kris dan Tao saat ini.
'Sekarang –masukkan pistolnya kedalam mulutmu' perintah seseorang.
Kris melihat kearah pistol itu sebentar.
Sebuah tampilan kotak kecil didalam layar menampilkan video dimana 'Zhang Yi Xing' berada, namja itu duduk masih dalam keadaan terkat dengan dikelilingi penjaga.
'Potong jarinya' perintah seseorang.
Dengan jelas Kris –Tao –Suho –dan Sehun membulatkan matanya saat jari telunjuk milik Lay dipaksa ditegakkan dengan sebuah gunting besar menjepitnya.
'Hiks...Andwe...' Lay menangis dan berteriak histeris disana.
"SHIT ... Akan kulakukan! ... Jangan sakiti dia" potong Kris
Dengan gerakkan perlahan , Tao terkejut saat Kris benar-benar memasukan pistol tadi ke dalam rongga mulutnya sendiri.
'Sekarang letakkan jari-jarimu ke pelatuknya'
Kris mematuhinya,
SRET...
Tao mendorong tubuh Kris hingga pistolnya terjatuh, sang namja manis itu mendekat kearah camera.
"Dengar... Jangan sakiti Lay gege dan jangan libatkan orang lain" Ujarnya dengan kilat wajah membunuh, sorot matanya tampak dingin bahkan Sehun yang sedang memperhatikan computer didepannya tersedak mendengar nada suaranya.
Tao tahu mereka tak akan dapat berbuat apa-apa, mereka disana bisa saja menyakiti Lay sebelum Tao ataupun Klannya menyelamatkan sang namja Unicorn. Kekehan terdengar dari sana membuat Huang Zi Tao mengumpat tak senang, Tao tak suka ada yang main-main dengannya –tidak seorangpun yang boleh menyentuh properti Huang Zi Tao.
Properti Huang Zi Tao termasuk EXO.
Dan Zhang Yi Xing adalah membernya –dan itu berarti mereka telah lancang mencari gara-gara dengan Malaikat Maut Klan Xue.
'Aku menginginkanmu, pukul delapan malam ini –Sebuah gedung kecil di selatan pantai Myoongguk'
Tao mengangguk yakin.
'Jangan melakukan hal yang tak berguna Zi Tao –atau kau akan mendapatkan sebuah email yang tidak akan Kalian sukai'
PLIP ...
Percakapan dan tampilan video berakhir.
Huang Zi Tao menatap kearah tiga orang itu, "Kita akan bergerak"
Suho mengangguk, Kris duduk dan menenggelamkan wajahnya sendiri, Sehun masih mengotak-atik sesuatu saat Tao mendekat padanya.
"Mendapatkan sesuatu Sehunnie?"
Wajah datar milik Sehun tampak berubah –Oh Sehun meringis, Aura sang Kungfu Panda tampak mengintimidasinya.
"Ya, lokasi Linenya berasal dari titik lokasi pesisir Seoul. Sinkronisasi suara 100% sama persis dengan Huang Shi Hoo, omong-omong Pamanmu itu tiba di Seoul sejak dua hari lalu"
Sudut bibir Huang Zi Tao terangkat, "Kau pintar"
Namja bermata panda itu berbalik, menatap sang Leader yang sudah lebih baik mengendalikan emosinya.
Tao menunduk kecil dan berbisik ditelinga sang Leader, "Mereka tak akan menyakitinya –Zhang Yi Xing. Jadi sekarang Ikut aku dan jelaskan kenapa Lay berada ditangan Mereka ... Suho –ssi"
Suho meneguk ludahnya, bukan karena gugup ketahuan menghatirkan Lay. Hanya saja sang Leader merasa ada yang lain dalam nada suara Maknae EXO M itu, sesuatu itu seolah mengatakannya bahwa hal ini tak akan berujung baik.
Huang Zi Tao –Suho harus mengakui bahwa Tao saat ini tampak menyeramkan, auranya menakutkan.
"Sudah saatnya...
–mengembalikan ketenangan seorang Huang Zi Tao"ucap Tao sebelum keluar ruangan, meninggalkan ketiga membernya sendirian.
Suho paham, Kris maupun Sehun menyadari hal ini, Huang Zi Tao ... TIDAK ... Xue Zi Tao ... Namja manis ini mulai membuka topengnya secara perlahan.
Tak akan ada yang dapat menebak apa yang dipikirkan oleh Pewaris Klan Xue ini.
.
.
.
.
KLEK!
Pintu dorm terbuka, Tao berjalan tenang melewati Xiumin dan Chen yang sedang menikmati salah satu Drama Korea di TV ruang tengah apartemen. Kris menyusulnya dalam diam, Suho lah yang paling terakhir datang dan menutup pintu.
"Kau kenapa Suho hyung?" Tanya Kai, namja itu mengenakan celana training dan kaos biasa bertanya dari arah dapur.
Sang Dancing Machine berjalan mendekat kearah Sang Leader yang terlihat menyeret langkah penuh beban, tangannya memegang segelas air es. waktu baru menunjukan pukul setengah dua belas.
Tao tersenyum sinis dan membiarkan saja saat Kris menariknya agar menduduki sofa mereka yang besar.
"Panggilkan yang lain, ada yang harus kuberitahukan pada kalian"
Xiumin menatap curiga, "Ada apa Suho?"
"Sekarang Kai, suruh mereka kumpul disini sekarang juga"
SENYAP.
Kyungsoo datang disusul Chanyeol dan Baekhyun, tak lama Luhan yang tampak baru saja bangun menyusul dan duduk dalam pangkuan Xiumin.
CKLEK ...
Pintu utama kembali terbuka, Oh Sehun menyusul dengan laptop yang menjadi perlengkapan pentingnya akhir-akhir ini.
"Lay diculik"
.
Krik.
Krik.
Krik.
.
"APAAAA ?"
Chanyeol mendekat, "Bisa kau jelaskan apa yang terjadi Hyung?"
"Suho Hyung, Kris Hyung dan Oh Sehun kalian tahu sesuatu bukan? Huang Zi Tao jelaskan apa maksud kalian sebenarnya" tanya Kai dengan suara yang keras.
"Ini salahku, jadwal kita diliburkan untuk persiapan MV dan Lay memintaku menemaninya diluar pagi ini. Tentu saja kami menyamar, aku mengendarai mobil Klan Xue yang ditinggalkan pada kita. Aku tak tahu apa yang terjadi, kami masih berada di dalam mobil dengan baik-baik saja. Tiba-tiba sebuah mobil mengklakson dan memberi tanda agar berhenti, aku menurutinya dan BLANK ... Saat aku terbangun Lay sudah tidak ada bersamaku, Ponselku tiba-tiba mendapat E-mail dan menyuruhku memberi tahu hal ini pada Tao"
"Kau gila Hyung, kau sendiri mewanti-wanti agar kita tak ceroboh keluar tanpa pengawasan dan kau dengan bodohnya pergi?"
"Maafkan aku"
"Lalu kapan kejadiannya? kenapa kau baru memberitahu kami sekarang?" tuntut Luhan, namja itu terlihat sadar sepenuhnya sekarang.
"Sekitar satu jam lalu, aku harus mengemudi balik ke Dorm yang membutuhkan banyak waktu"
Sekali lihat saja para Member tahu bahwa Leader mereka merasa bersalah, hanya saja bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi. Mereka bahkan merasa ketenangan selama beberapa waktu belakangan ini.
Menyalahkan Suho? Hal itu tidak mungkin.
Tao melirik jam di dinding, 'Buang-buang waktu' pikirnya.
"Dengarkan aku" Tao menarik seluruh perhatian kearahnya, "Aku butuh bantuan kalian"
.
.
.
.
JEPRET
JEPRET
Xiumin mengarahkan lensa kamera pada sebuah rumah megah yang tertutupi pagar yang cukup tinggi.
JEPRET
JEPRET
Rumah itu sekilas berukuran kecil, tapi sangatlah elegan. Cocok untuk dihuni seorang pria single yang menjadi intaian mereka saat ini.
"Kau yakin rumah itu kosong Hyung?" tanya Kyungsoo.
"Ya, tampaknya warga sekitarpun tak terlalu memperdulikan keadaan sekitar. Mereka berhasil masuk kedalam rumah itu dengan aman." jawab Xiumin
Namja yang ditanyai itu masih menoleh kearah kiri dan kanan untuk memastikan dugaannya, "AH, beritahu pada Luhan"
Kyungsoo tersenyum dan mengaktifkan line headset –komunikasi satu jalur yang jika di aktivkan hanya berfungsi untuk member EXO saja.
.
.
.
.
Tak jauh dari posisi Kyungsoo dan Xiumin yang memilih mengintai dari balik mobil, didalam sebuah kafe kecil yang hanya terpisah dua jarak bangunan dari tempat lokasi 'rumah' yang mereka intai seorang namja manis duduk menikmati segelas 'Choco Buble tea' dengan dandanan yang cukup tertutup.
Untunglah –style seperti itu sudah cukup lumrah bagi warga sekitar.
"Arraseo" bisiknya.
Namja itu menelan cepat liquid berwarna cokelat itu secepatnya sebelum berlalu seelah meninggalkan beberapa lembar uang 'won' diatas meja.
Masih dengan menunduk dan berbisik namja itu terus sambil sesekali menyentuh sesuatu dibalik telinganya,
BRUGH!
Dengan sengaja Xi Luhan menabrakan tubuhnya pada seorang namja yang juga memakai pakaian yang hampir sama seperti dia, tertutup + kacamata hitam + lilitan scarf dengan dilengkapi sebuah topi hitam.
"Maafkan aku" ujarnya acuh tanpa berbalik dan meneruskan langkahnya keluar restoran.
Seseorang yang ditabraknya terdengar mengumpat kecil dan berjalan kaki keluar kafe menuju arah yang berlawanan dengan Xi Luhan.
Luhan menyentuh earphonenya, "Got it! G –Dragon menuju rumahnya".
Baekhyun membukakan pintu mobilnya dari dalam dan mempersilahkan Luhan yang segera membukan topinya begitu berada aman didalam mobil.
"Kau lama, Luhannie Hyung"
Luhan memutar bola matanya, "Kita akan kemana?"
"Posisi Chen dan Chanyeol"
.
.
.
.
"Pintunya dikunci" jelas Kai yang mencapai pintu utama rumah mewah minimalis milik G –Dragon.
"Sudah pasti"
Sehun menyamakan posisinya dengan Kai, namja itu tampak menghubungkan mesin kecil pengaman pintu dengan sebuah kabel pada laptopnya dan tampak menekan beberapa keybord sebelum tersenyum.
Kris melirik melihat kode yang berhasil dipecahkan Sehun dan mengetiknya pada mesin pengunci tadi, membuat Kai memutar bola matanya.
KLIK
Password berhasil diretas, ketiga orang itu berhasil memasuki rumah tanpa membuat Alarm berbunyi. Sesuai dugaan G –Dragon benar-benar hidup sendiri di rumah ini.
Keduanya mencari posisi nyaman sembari menunggu kedatangan sang pemilik rumah.
"Wow... ruangannya mewah sekali, aku merasa cemburu dengan G –Dragon sunbae" celoteh Kai masih memandangi interior ruangan.
Kris tampak tak peduli, wajah namja itu terlihat datar.
Sehun tersenyum sedikit, "Dia lebih senior dibanding kita, jelas saja Kkamjong"
Kai berdecih saat mendengar panggilan sehun padanya, "Ah, kenapa harus kita yang menjemput sunbae itu?."
Kris menatap Kai tajam dan dingin, "Berisik". Membuat Sehun dan namja yang dimaksud menutup rapat bibir mereka.
Sang Dduizzhang nampaknya sedang kesal.
Entahlah kesal karena Zhang Yi Xing atau karena Pandanya Huang Zi Tao memilih pergi bersama Suho.
"Ah... kerja bagus Luhannie" seru Sehun pelan, namja itu tampak mengagguk beberapa kali saat mendengar suara Xi Luhan melalui earphone.
Sehun menatap Kris dan Kai, memberi kode bahwa orang yang mereka tunggu hampir tiba.
.
.
.
.
Seorang namja manis berjalan masuk kedalam sebuah losmen kecil yang berada dipinggiran kota Seoul, kompleks sekitarnya tampak sepi mengingat kawasan ini cukup kumuh dan tertutup.
BRUK!
"Ahh..." ringis Tao, wajahnya tampak kesakitan saat sosok tubuh pria yang cukup besar menabraknya di dekat meja lobby.
"Kau tidak apa-apa?" pelafalan bahasa korea itu tampak belepotan, tapi masih cukup dimengerti.
Tao yang saat itu memakai topi dan kacamata hitam menggelengkan kepalanya lemah, menatap wajah orang itu dan menggeleng lagi.
Sesosok namja yang lebih kecil mendekati keduanya, "Waru –san, sudah saatnya kita pergi" ajak orang itu dalam bahasa Jepang yang jelas dimengerti oleh Huang Zi Tao.
Tao melirik posisi jari orang jepang yang dipanggil Waru –san tadi,
Yakuza hn? Menarik.
Orang itu membantu Tao berdiri dan segera berlalu dengan namja korea yang memanggilnya tadi, Tao mendekat kearah sang resepsionis dan berdehem mencari perhatian yeoja yang mempunyai penampilan seperti bitch itu.
"Maaf, apa kau tahu apa yang dilakukan kedua orang tadi?"
Yeoja itu tampak menatap Tao curiga, sebelum membulatkan matanya saat dengan diam-diam Huang Zi Tao menyelipkan beberapa uang ratusan dibalik jaketnya.
"Ah –kenapa kau ingin tahu?" yeoja itu tersenyum genit.
'Terlalu lama' Tao mengangkat sebelah alisnya, melihat bahwa tak ada lagi orang dilobby kecil losmen itu membuat Tao semakin berani.
BLUSH
Wajah yeoja itu memerah saat Tao melepas kacamatanya dan menatapnya dengan pandangan seduktiv, bahkan saat Tao memasuki pintu kecil dan membuat kedua orang itu berdempetan yeoja itu tak dapat menolaknya.
Tao memamerkan smirknya, "Kau tahu siapa aku Agasshi ?"
Yeoja itu tersenyum, "Yang pasti kau bukan karyawan bukan? tempat ini khusus karyawan, Tampan"
'Baguslah'
Tao menunduk, menyamai wajahnya dengan tinggi sang yeoja. Sedikit melakukan eye contact sebelum membawa bibirnya ke arah perpotongan leher dan telinga yeoja itu.
"Kau tahu apa yang mereka berdua lakukan disini?" bisik Tao mengulang pertanyaan yang sama.
Yeoja itu mengangguk, aroma dan suara lembut Huang Zi Tao membuatnya melayang. "Tuan Waru sering melakukan transaksi disini, beberapa jam yang lalu orang itu membawa seorang dalam keadaan terikat –dari ciri-cirinya pasti namja"
"Dimana orang yang mereka bawa?"
Yeoja itu menggeleng santai, posisi Tao terlihat sangat intim.
"Mereka membawanya beberapa saat yang lalu..."
Tao menggumam dan menjauhkan wajahnya masih dalam jarak yang tak terlalu jauh, Huang Zi Tao kembali tersenyum dan membuat yeoja itu tersenyum malu.
CRASH
Tubuh yeoja itu limbung dan Tao dengan cepat menangkapnya, sorot mata tak percaya dan kaget oleh sang yeoja diabaikan Huang Zi Tao.
"Ugh..."
Dalam posisi duduk, Tao melentangkan tubuh yeoja itu dilantai dan menjauhkan pergelangan tangan kiri yeoja itu. Keduanya sama sekali tak terlihat karena terhalang posisi meja.
"K -Kau.." Bisik yeoja itu lemah.
Bahkan si yeoja malang merasa tak mampu berbicara saat darah terus mengalir keluar dari garis luka tangannya.
Tao menatapnya tenang dan datar, tersenyum saat melihat hasil manis yang dibuatnya.
'Aku kurang berlatih' ringis Tao, memang benar. Darah segar yang mengalir dari luka baru yang dibuat Tao dipergelangan tangan yeoja itu membuktikan betapa hampir sempurnanya jejak yang dibuatnya.
Sedikit kesalahan, karena jarinya masih saja terkena sedikit noda darah kental itu.
"Aku tak mengiris nadimu terlalu dalam dan membuatmu mati sekejap, kau beruntung Agasshi karena itu cobalah tetap fokus. Dalam lima menit kemudian kau akan merasa kantuk yang menyerangmu" Tao menatap yeoja itu dengan pandangan biasa, tak lagi seduktiv.
Yeoja itu semakin bergetar ketakutan, tubuhnya terasa kaku.
Sama saja bukan? Jika tak ditolong dalam lima menit Yeoja itu akan tetap mati. Dan percayalah menyaksikan dirimu tak berdaya seperti ini lebih menyakitkan.
'Namja brengsek',
SRET
Tao memperbaiki pakaian yeoja yang sedikit terbuka itu sebelum berdiri dan menyimpan pisau lipatnya yang terkena darah dibalik saku jaket yang dipakainya, kemudian berdiri dan memakaikan kacamatanya lagi.
Tak ada yang melihatnya curiga, tempat hitam yang sering menjadi tongkrongan dunia bawah itu tampak sepi.
.
.
.
.
Suho memandang Maknae EXO M begitu namja manis itu sudah berada didalam mobilnya,
"Sepertinya mereka sudah memindahkannya lagi, Pamanku masih bekerja sama dengan Sahabatnya yang seorang Yakuza" ucap Tao santai.
Sang Leader mengangguk mengerti dan kembali menstarter mobil Tao, berpura-pura tak melihat Tao yang membersihkan jari-jarinya dengan Tissue dalam mobil.
Noda darah yang mengental cukup menyadarkan Suho bahwa Maknaenya itu pasti telah melakukan sesuatu.
"Huh, Yui nee –chan akan kaget saat tahu salah satu anggotanya berhianat dengan mantan anggotanya sendiri" tambah Tao begitu mobil yang dikemudikan Suho mulai menjauhi pemukiman itu.
"Kau bilang sesuatu Tao?"
Tao menggelengkan kepalanya, "Bukan apa-apa Hyung, kita jemput Kris dan yang lain. Aku penasaran sekali ingin melihat sepupuku secara langsung" sahutnya.
Kim Joonmyeon menarik napas lega, tubuhnya sudah tak sekaku tadi. Hanya mendengar Tao memanggilnya Hyung membuat atmosfir lebih bersahabat.
"Apa kepopuleranku belum cukup Hyung?"
Suho masih tetap memfokuskan pandangannya pada jalanan, "Hm kita cukup dikenal"
"Oh –tapi masih ada yang belum mengenalku eoh" ringisan Huang Zi Tao membuat Suho sedikit menoleh.
"Apa maksudmu?"
Tao melirik jam tangannya, 'Dua menit lagi'.
"Tidak apa-apa, resepsionis di penginapan tadi tak mengenalku"
"Oh"
.
.
Lampu merah membuat mobil yang dikendarai mereka berhenti sebentar,
"Sepertinya Kris tampak marah tadi?"
Tao mengangkat alisnya, memandang sang Leader dengan wajah bertanya.
"Hah... Kalian berdua kekanakan" seru Suho.
"Apa maksudmu Hyung? Aku dan Kris ge" tanyanya penuh selidik.
"Abaikan, apa alasanmu membiarkan Kris bersama Kai dan Sehun?"
Tao mendecih, "Dia itu spesial agent, masalah menculik dan memaksa tentu saja Kris yang paling cocok dalam pekerjaan itu" jawaban yang diberikan secara tidak langsung mengatakan bahwa Suho tidak cocok mengambil bagian itu.
Sang Leader hanya meringis, belakangan ini Maknaenya yang manis benar-benar hanya dilayar TV saja. Tao bahkan tak segan-segan mengintimidasi para membernya tanpa diketahui olehnya sendiri.
"Ngomong-ngomong Hyung, kau dan Lay pergi kemana tadi pagi?"
Suho tampak salah tingkah, "Ah... itu katanya dia bosan dan ingin berkeliling Seoul"
Tao tersenyum kecil, "Sejak kapan kalian berdua sedekat itu?" serunya jahil.
Suho menatap Tao bingung, "Kau seharusnya sadar Panda, Kalian berdua –Kau dan Kris selalu bersama belakangan ini dan hampir tak terpisahkan"
DEG!
"Jelas saja Lay yang biasanya menempel pada Kris jadi sendiri" diakhir ucapannya Tao dapat merasakan kekecewaan sang Leader.
Huang Zi Tao tersenyum kecut.
Yah seharusnya Tao sadar bahwa selalu ada 'Lay' diantara 'Kris' dan 'Tao', tapi itu dulu... dulu sebelum permintaan Kris atas janji mereka di mansion Xue di Korea.
"Berjanjilah untuk selalu berada disisiku, agar Aku dapat melindungimu"
"Hyung, kau mencintai Lay bukan?"
Kim Joonmyeon kembali menoleh, ini pertama kalinya Tao bertanya langsung padanya.
"Ya" akunya, wajah sang Leader memerah malu.
"Jangan khawatir, seperti kataku tadi. Lay akan baik-baik saja"
Suho mengangguk kikuk, walaupun tampak tenang mereka semua menghawatirkan kondisi Unicorn EXO itu.
Kondisi Lay berbeda dengan mereka semua, namja itu lemah.
"G –Dragon akan bersedia kita bawa?"
"Aku tak peduli, sedikit saja Huang Shi Hoo menyentuh Lay gege... Aku tak yakin akan ada nama besar G –Dragon di dunia Hiburan lagi" jawab Tao sembari memandang Suho dengan pandangan menusuk.
'Uhhh' batin Suho tersedak, seharusnya dia lebih baik diam saja.
Tao memandang jalanan dibalik kaca hitam mobil, "Aku hanya tak akan membiarkan orang yang kusayangi pergi, lagi".
Jawaban yang Ambigu.
.
.
.
.
Gerbang Mewah itu terbuka lebar, Mobil yang dikendarai Suho dan Tao masuk mulus tanpa hambatan sama sekali.
Keduanya masuk kedalam rumah yang pintunya sama sekali tidak terkunci, "Ada apa ini?" tanya Suho kaget saat melihat Sunbae mereka G –Dragon dalam keadaan tak sadar.
Sehun meringis, menunjuk kearah Kai agar sahabatnya saja yang menjelaskan.
"Kris Hyung membuatnya pingsan"
Tao memandang tak peduli, sementara Suho semakin menuntut.
"Apa Kalian sama sekali tak membujuknya dulu? atau G –Dragon menolak ikut kita"
Sehun berdiri mendekati Leader dan berbisik lirih, "Moodnya sedang buruk, Bahkan saat G –Dragon sunbae tiba Kris Hyung langsung membuatnya tak sadarkan diri. Seram sekali, bahkan G –Dragon belum sempat mencerna kenapa ada orang lain dirumahnya"
"Lebih cepat lebih baik –kata Kris Hyung" tambah Sehun.
Kai memberi kode pada Suho dengan gerakan kepala ke arah Kris yang juga sedang menatap Suho tajam.
Suho menggeleng pasrah ... Sesuai dugaannya, Kris benar-benar tak akan bisa bersikap professional jika sedang cemburu pada Pandanya.
Tao mendekati sosok Sepupunya, "Kai, angkat dia dan bawa masuk kedalam mobilku dan Suho"
Suho terbatuk, "Aku akan tinggal bersama Sehun dan Kai memastikan kondisi rumah aman tanpa ada bukti kalau G –Dragon ermm... di culik. Kau bersama Kris saja, kami akan menyusul."
Kris menggumam rendah.
Huang Zi Tao mengangkat bahunya cuek, membiarkan saja saat Kris yang entah sejak kapan berada didekatnya dan bersiap mengangkat tubuh sepupu barunya.
"Aku tak tahu kalau sepupuku ini sangat tampan" ucap Tao, namja itu melirik sepupunya dengan penuh minat. G –Dragon jelas lebih tua daripada Huang Zi Tao hanya saja sepertinya Tao lebih terlihat tinggi.
Krik.
Krik.
Krik.
Suho menepuk dahinya ... Tidak lagi.
"Ehem,,, lebih baik kalian pergi. Kita masih harus memaksa G –Dragon untuk menjadi sandera kita"
Tao mempoutkan bibirnya saat Kris lebih dulu berjalan meninggalkan ruangan dengan menggendong sepupunya, "Dasar, seharusnya gege mengajakku juga".
.
.
.
.
..
"Apa yang kau rencanakan?" tanya namja itu penasaran
Huang Zi Tao tersenyum sekilas ke arah Key, tak ada raut sombong yang sempat terpatri saat berhadapan dengan Ketua Sicillian tadi.
"Gebrakan Frontal" jawabnya kalem.
( KX - Part 16 )
..
Tao tengah melamun, Kris tersenyum melirik namja disampingnya. Namja yang telah menghabiskan waktu beberapa tahun bersama namja manis itu tentu saja tahu ada hal yang dipikirkannya.
Mungkin bagi pandangan para member EXO lain setelah terungkapnya siapa Huang Zi Tao sebenarnya, namja itu terlalu susah untuk terbaca. Bahkan hawa dan suasana yang dibawa Tao membuat member lainnya canggung.
Hal yang membuat mereka sadar, kenapa saat pertemuan mereka dengan sosok pemalu Tao yang dulu bahkan aroma intimidasi menggelegar kuat hanya dari sekali tatapan teduh yang Tao layangkan untuk mereka.
Pandangan yang membuat Kris mendoktrin pikirannya, 'Aku akan melindunginya'.
Membuat Wu Yi Fan merasakan perasaan kasih sayang yang terasa berbeda, membuatnya begitu menyayangi sosok rapuh itu dulu.
"Aku akan membunuhnya, Huang Shi Hoo." Ucapan Tao menyadarkan Kris bahwa namja manis itu telah kembali dalam dunia mereka -Dunia nyata.
"Hn"
"..."
Kris menimbang, ada beberapa hal yang ingin dia utarakan.
Kadang Kris merindukan sosok polos dan pemalu Pandanya dulu, bagaimana kemanjaan Huang Zi Tao yang membuatnya tak tahan hanya karena sebuah tingkah Aegyo.
"Kau berbohong Xue Zi Tao, tujuanmu bukanlah Lay. Karna fokusmu saat ini adalah membalas kematian Ibumu"
Tao merasa kedutan di ujung bibirnya,membentuk sebuah senyum simpul yang terlihat sempurna. "Kau tidak pernah terjebak, kau pintar Gege. Aku heran kenapa kau lebih memilih menjadi seorang idola, EXO bukanlah tempatmu".
Senyuman Kris menghilang.
"Jangan memikirkan sesuatu hal yang tak berguna, Kau tidak perlu cemas Peach. Ini pilihanku, termasuk membiarkanmu memanfaatkanku"
Tao menghembuskan nafas beratnya, berdehem dan memberikan tatapan polosnya.
Kris melepaskan sebelah tangannya pada kemudi, tangannya dengan cerdas menyatukan ruas jari-jarinya dengan sebelah tangan Tao yang bebas. Membuat Tao tersenyum kekanakan, merasakan kehangatan yang mengalir disela skinship yang mereka lakukan.
Lupa bahwa calon sandera mereka yang sedang terlelap akibat Pingsan hasil karya Wu Yi Fan bisa saja terbangun.
Mengabaikan bagaimana cuaca Seoul siang ini, awan yang menghitam dilangit membuat Matahari seolah tersembunyi. Suasana mendung disela petir yang menggelegar hingga terdengar didalam mobil itu. Hari ini akan hujan, ya kalau tak salah Tao sempat mendengar ramalan cuaca pagi ini saat tak sengaja melewati ruang TV yang ditonton siapa tadi? Tao lupa.
Matanya memejam, ada perasaan mengganjal dihatinya.
Rasa benci, muak dan rasa jijik pada sosok itu. Tao mencoba menghembuskan nafasnya berkali-kali.
Jangan sampai Tao kelepasan, Tao tak ingin sisi jahatnya lebih mendominasinya.
'Yeoja tadi... Ah sudahlah'batin Tao tak peduli. Tao merasakan hal lain begitu melihat bagaimana tak berdayanya korban kesengajaannya tadi, Namja manis itu tahu kesalahannya.
Xue Zi Tao adalah Huang Zi Tao, Maknae EXO M.
Tao terlalu lama sabar, menunggu saat-saat dimana semuanya jatuh kedalam genggamannya.
Sedikit lagi, segalanya kembali semula.
Termasuk pion-pionnya yang berharga, EXO.
"Aku menyayangimu gege"
See ?! Inilah maksud Wu Yi Fan, dulu Tao-nya akan berkata lembut dengan semburat merah di pipi ranumnya. Membuat predikat AB Style itu terlihat manis dan menggemaskan.
Sekarang Kris kadang frustasi, dengan siapakah sosok yang sedang berbicara dihadapannya ini? Huang Zi Tao ataukah Xue Zi Tao?!
Pola namja itu tak tertebak.
For God's Sake.. Tao sekarang berkata menyayanginya.. menyayangi Wu Yi Fan dengan pandangan datar tak berarti.
Kris tak suka diabaikan, dan sekarang Tao entah beberapa kali namja itu mengabaikannya. Tao tak lagi selalu mengandalkannya seperti dulu, kadang membuat Kris uring-uringan sendiri.
Kris harus memutar otak jeniusnya ribuan bahkan jutaan di mana batas maksimalnya mampu untuk menganalisa apa maksud dari setiap gerak ucapan yang dibuat Namja manis itu.
Kris merasakan bebannya kali ini cukup berat,
.
Pertama :
Pastikan Huang Zi Tao -Pandanya -Peachnya tak akan melukai membernya sendiri.
.
Kedua :
Pastikan Membernya dapat menyelamatkan Lay sebelum keadaan menjadi lebih parah.
.
Hmm.. Omong-omong Zhang Yi Xing..
Kris jadi teringat kejadian tadi pagi, well sebelum namja itu diculik.
..
Kris menikmati Black Coffe buatannya sendiri dalam diam, keadaan Dorm pagi ini cukup sepi.
Namja tampan itu hanya memakai celana training dipadu kaos hitam biasa, yah... walaupun tetap terlihat sempurna.
Of course.. Wu Yi Fan.
Kris baru akan menyusul Tao ke apartemen Kyuhyun yang pemiliknya sendiri entah sedang berada dimana saat itu, tertunda karena seseorang yang menarik ujung bajunya.
Membuat Kris yang belum menyadari siapa pelakunya sudah siap melancarkan tatapan tajamnya.
GREP
"Kris..ge"
Hn? Lay?!
Kris berbalik, memandang namja unicorn itu dengan wajah yang lebih bersahabat.
"Ada apa Lay?"
Namja itu berdiri gugup, keduanya berdiri tepat didepan pintu Dorm mereka yang sedikit terbuka.
"Kau.. dan Tao.. Apa kau menyukai Tao?"
DEG!
Saat itulah Kris sadar kesalahan apa yang selama ini membuatnya resah, kenapa Namja didepannya ini seolah menyadarkannya. Kenapa tak ada yang menanyakan hal ini secara langsung padanya selama ini?
Kris memandang Lay pengertian, tiba-tiba Kris merasa bersalah.
Wu Yi Fan tak buta, Lay mencintainya. Itu sudah pasti. Namja manis didepannya selalu memasang wajah yang sama dilayangkan para fangirl nya.
"Bagiku kau adalah sahabatku, kau juga rekan favoritku, kau adalah rekan member yang paling aku percaya. Aku tidak ingin lebih dari itu."
Lay benci kekalahan. Namja itu menunduk, secara tidak langsung apakah Yi Fan ...
"Tidak... Kau salah berpikir jika aku menyukai Tao" cegah Kris seolah dapat mengetahui pikiran namja itu dengan senyuman arrogant dibibirnya.
Kris membalikan tubuhnya, cepat melalui pintu satu-satunya dan menutupnya.
KLEK.
"Aku tidak menyukainya, Aku mencintainya" tukas Kris pelan sembari memasukkan password apartemen Kyuhyun yang dihafal oleh mereka.
..
( De Javu Moment KT )
Tao berjalan santai meninggalkan Lay sendiri, wajahnya memancarkan senyum yang cantik –sangat cantik.
"Aku tidak menyukainya, Aku mencintainya" bisik Tao pelan.
( Klan Xue - Part 10 )
\O.O/
.
.
.
.
CKIT
BRUM..
"Berhenti melamun peach"
Tao tersentak, matanya mulai memperhatikan kondisi sekitarnya. Mobil itu menepi disebuah bangunan kecil sebuah pedesaan yang terlihat sederhana, mungkin rumah dihadapannya ini adalah satu-satunya rumah terbagus dibandingkan kondisi pemukiman yang tak jauh dari lokasi mereka.
Mobil yang dipakai Baekhyun dan Chanyeol CS sudah lebih dulu terparkir mulus.
Begitu Kris berlalu keluar mobil lebih dulu dengan menggendong tubuh G -Dragon, Tao tahu ketakutannya terasa nyata.
Bayangan yeoja dengan darah mengalir dan pandangan tak berdaya membuat Tao merasakan kehausan sendiri...
DEG!
'Tidak, seharusnya aku tak boleh membunuhnya' sesalnya.
SIAL.
Tao merasakan keanehan itu melingkupinya.. Nafsu membunuhnya kembali.. Rasa haus darahnya sama seperti sebelumnya, yang membuatnya disegani oleh Seluruh Organisasi Hitam lainnya. Bagaimana kakak-kakaknya begitu tunduk dibawahnya, kenapa Klan Xue begitu menganak emaskan dirinya.
'Malaikat Maut Klan Xue'.
Julukan itu bukan karangan semata, karena Xue Zi Tao adalah Pembunuh.
Tao bahagia saat melihat korbannya tak berdaya dibawahnya, Tao merasa puas hanya dengan melihat setitik darah mencoreng anggota tubuh mereka.
Tao memasang lagi wajah datarnya, namja manis itu menghirup udara sebanyak yang dia bisa.
ARGH... Tao butuh pelampiasan.
Huang Zi Tao tak pernah merasakan jantungnya berdebar setengah mati seperti ini, matanya tampak tak fokus.
'Bersabarlah Tao... Empat tahun bukan waktu yang mudah bukan? Selama ini kau berhasil menekan perasaan untuk membunuhmu itu.' batinnya.
Tok .. Tok ..
Tao terkejut sekali lagi dan terburu-buru membuka pintu mobilnya, Kris berdiri angkuh menatapnya dengan ekspresi tak terbaca.
"Apa kau harus kujemput dulu Peach ?"
Hah?
Tubuh langsing Tao tak berontak saat Kris dengan gentlenya menggandengnya menjauhi mobil.
Pengendaliannya sempurna, Tao sadar pengendalian dirinya sempurna hanya jika Kris berada disekitarnya. Selama Wu Yi Fan berada dalam radius yang mencakupi dirinya -Huang Zi Tao akan baik-baik saja.
Ugh.. Semakin lama perasaanku pada Kris semakin kuat. Oh Tuhan.. Aku mencintainya.
Kris dan janji keduanya, Kris akan kembali padanya. Kris akan selalu ada untuknya?! Kris akan melindunginya.
Beban dihatinya mengurang, membuat Tao menyamankan tubuhnya saat merasakan rengkuhan possesive Kris dipinggangnya semakin erat. Tak peduli betapa tatapan jengah dan menggoda dari Baekhyun dan Chanyeol dan member EXO lainnya kearah mereka berdua.
Walaupun memang, Tao sadar pandangan para membernya tak sekuat fisik mereka.
Mereka memikirkan nasib Zhang Yi Xing.
Huang Zi Tao menampilkan seringaian saat tak sengaja obsidiannya bertubrukan dengan kerlingan tajam dengan penuh tuntutan, "Nah, Jiyong Hyung .. Hm.. Jiyong gege .. Kupikir gege masih tidur, Bermimpi buruk eoh?"
"..." G -Dragon memandang seluruh manusia didalam ruangan kecil itu, wajahnya tampak terkejut -marah dan bingung.
Kris dengan berat hati membiarkan Tao melepaskan diri, menunduk kearah tubuh namja yang sedang terikat sempurna.
"Beradalah dipihakku, kali ini saja"
Angin berhembus terlalu kuat, membuat jendela yang terbuka sedikit berbunyi akibat pergesekan antara tiang penyangga. Udara cukup dingin di Siang itu, padahal mereka sama sekali tak menyalakan kipas atau jenis AC satupun.
Tes.
Tes.
SRET...
Hujanpun turun dengan kecepatan yang tak dapat diukur, terlalu lebat.
Tao menunduk dihadapan sosok tak berdaya itu, "Kumohon gege, bantu kami"
Xiumin , Kyungsoo dan lainnya menatap tak percaya kearah Huang Zi Tao. Namja manis mereka menunduk dihadapan Sosok yang seharusnya menjadi Sandera mereka.
Membuat pandangan iba sekilas terlihat dalam bola mata sandera mereka, walaupun namja itu sama sekali tak mengerti situasi apa sebenarnya yang sedang menimpanya.
Hanya Wu Yi Fan yang berdiri tegak, raut wajahnya tak berubah dan memandang datar sebagaimana Tao -Pandanya menampakkan kerapuhan yang terlihat jelas. Bahkan dapat dilihat jelas oleh mata telanjang sekalipun, namja manis dengan lingkaran matanya yang khas itu ... MENANGIS.
Air mata PALSU.
'Untung saja Chen mengikat orang itu' batin Kris. Dia tak akan membayangkan bagaimana jika Sunbae mereka itu tidak diikat, dengan kondisi Tao yang polos dan murni seperti itu bisa saja G -Dragon tergerak untuk menyentuh pandanya. Pelukan penenangan mungkin, atau mengusap air matanya ?
SHIT!
Percayalah... Huang Zi Tao saat ini terlihat begitu tak berdaya.
Ugh... Wajah penuh aegyo itu.
.
.
- To Be Continued -
.
.
Happy Birthday Tao #PrinceQingTAODay
Kris dan Tao selamanya ^^ AMIN
Author's Note :
Almost 7k words lebih untuk chap ini. Spesial Tao's uri Barbie's Face + Panda's eyes + Cat's Lip Birthday~ Yehet \O.O/
Chapter ini bahasanya sudah tidak ketinggian(?) lagi kan? Jadi apa bisa lebih dimengerti T.T ?
Entahlah, author kehilangan mood untuk membuat sudut pandang dari member lain -except Kris. Author fokuskan segala situasi dilihat dari tolak ukur Huang Zi Tao di FF ini T.T
Gomawo chingudeul yang masih setia dengan FF KX ini... maaf karena lama tidak diupdate hehe *deepbow
Untuk Chapter depan author berencana akan membahas alasan dan fakta sebenarnya yang terjadi beberapa tahun lalu, saat Xue Zi Tao meninggalkan Klan Xue dan kematian palsu Huang Zi Zi.
Jangan tanya lagi siapa itu Yui Nee –chan ?! Masih ingat bukan sosok Putri ketua Yakuza –organisasi Mafia Jepang?! Yeap itu dia.
Big ThanksKisseu buat reviewer chap 19, Buat yang sudah mengfavoritekan & memfollow FF KX Titan18 jeongmal gomapta.
Mind to Review? (x) Sorry jika terdapat Typo(s)
Good Response = Next Chapter | Low Response = Late Update
