Chapter 20
The Unbeatable God
.
.
.
"Sial, ini mustahil! Bagaimana bisa Deathviper dikalahkan!" Umpat Diviner kesal saat menyadari ledakan hebat yang menewaskan rekannya, Deathviper.
"Sudah kubilang padamu bukan? Yang dia lawan itu, bukanlah Rider biasa. Dialah makhluk terkuat didunia ini. Kamen Rider Overlord." Balasku.
"Omong kosong! Akulah Makhluk terkuat didunia ini! Aku dewa! Kamen Rider Diviner! Aku yang mengirim kalian semua kemari! Aku lah Dewa kalian didunia ini!" Sanggahnya lagi. "Biarlah, setidaknya Genosurviver milikku akan mengalahkan mereka!"
Aku terkekeh pelan. "Sayang sekali, tapi kali ini dia berhadapan dengan Genm. Monster gado-gado mu itu tak punya kesempatan menang."
"Apa yang membuatmu begitu yakin!?"
"Karna dialah, DEWA YANG TAK TERKALAHKAN!"
.
.
Kimewaza! Mighty Action Critical Finish!
Genm melambung tinggi kemudian melacarkan tendangan supernya pada Geno Surviver. Monster Chimera itu kena, namun tak ada dampak yang ditimbulkan. Malah Genm yang terpukul mundur. Serangan Gemn seakan sia-sia.
"Ah sial!" umpatnya kesal. Ia langsung mengambil langkah mundur dan berlindung dibalik sebuah batu besar. Menyiapkan gashat dan rencana yang akan ia jalankan untuk mengalahkan monster itu. Ukuran tubuh Genosurviver yang jauh lebih besar dari Genm membuat Genm kesulitan. Ini lebih seperti bertarung melawan Gamedeus yang dalam wujud supernya.
"Keluarlah Rider lemah! Hanya itu yang kau punya?" Pancing monster Chimera dengan kepala berupa ular kobra besar berwarna ungu itu. Dikarenakan banyaknya kabel dan ukuran tubuhnya yang besar, Genosurviver menjadi sedikit kesulitan bergerak. Jadi sedari tadi ia hanya menunggu Genm menyerangnya dan menyerang balik Rider itu disaat ada celah.
Gachan! Level up!
Mighty Jump! Mighty Kick! Mighty Action X!
A Gacha!
Shakariki! Shakariki! Bad Bad! Shaka to Riki to Shakariki Sports!
"Sesuai permintaanmu!" Dari balik batu besar, melompatlah Genm dengan wujud LV 3 miliknya. Kini tubuhnya dilengkapi dengan armor-armor berwarna cerah dengan senjata menyerupai roda sepeda yang ia sebut Trick Flywheel dibagian bahunya.
Genm melemparkan Trick Flywheel di kedua sisi bahunya pada Genosurviver. Namun sama seperti sebelumnya, serangannya benar-benar tak ada artinya. Bahkan menggores tubuh monster itu pun tidak. "Cih!"
Kedua Trick Flywheel itu kembali pada Genm layaknya bumerang. Genm pun melanjutkan serangan dengan terus melempari Genosurviver menggunakan bumerangnya sambil berlari mengitari monster itu. Ia masih memikirkan cara untuk mengalahkan Genosurviver selain menggunakan cara 'itu'.
"Hahahaha, hanya itu yang kau punya? Sekarang giliranku!" Genosurviver mengaum keras. Lengan kanannya yang ia ambil dari capit Volcancer ia layangkan kearah Genm. Genm yang terlalu fokus menyerang tak menyadari serangan balasan dari Genosurviver. Alhasil, capit besar itu menghantam armor dada Genm hingga hancur dan membuat rider itu terpental, melambung jauh kebelakang.
A Gacha!
Jet! Jet! In the sky! Jet! Jet! Jet Combat
Menyadari nyawanya yang saat ini dalam bahaya, Genm mencabut gashat Sharakiri Sport dan menggantinya dengan Jet Combat. Dengan begitu, armor miliknya berganti menjadi armor dengan motif pesawat terbang. Dilengkapi dengan sepasang gatling gun pada kedua tangannya. Berkat armor itu ia terbang mengudara diangkasa. Menyelamatkan nyawanya dari jatuh terhempas.
"Mari kita coba yang ini!" Dengan armor barunya Genm terbang kearah Genosurviver. Dari ketinggian ia tembaki monster itu membabi buta. Genosurviver lantas membalas dengan menembakkan bola api dari kepala naga Dragreder yang tertanam ditubuhnya. Mereka saling serang dan saling balas.
Tak disangka oleh Genm. Sepasang sayap yang berlainan warna mengembang di punggung monster itu. Yang satunya berwarna hitam milik Darkwing, sementara yang satunya berwarna emas dan putih. Kini dengan kedua sayap itu Genosurviver ikut terbang mengejar Genm. Namun lagi, akibat tubuhnya yang terlalu besar, kecepatannya pun tak mampu menyamai Genm.
Keduanya saling kejar dilangit. Tak henti-hentinya mereka melancarkan serangannya masing-masing. Genm menembaki Genosurviver. Sementara monster itu membalas dengan semburan api Dragreder. Sesekali juga Genosurviver melayangkan capit Volcancernya ke arah Genm. Tapi berkat kelincahan Genm, tak satupun serangan monster chimera itu yang berhasil mengenainya.
Genm bermanuver terbang tinggi keatas secepat yang ia bisa, diikuti oleh Genosurviver. Kemudian ia menukik tajam kebawah dan mendarat tepat dibelakang sayap monster itu. Ia lepas kedua gashat yang kini terpasang di Gamer Driver miliknya. Lalu ia pasangkan sepasang Gashat yang lain.
A Gacha!
Danger! Danger! Death the Crisis! Dangerous Zombie!
Sekali lagi wujud Genm berubah. Kali ini wujudnya berubah menjadi ala gaya post-apocalypse berhiaskan armor-armor yang terkesan brutal. Ditangannya juga dipersiapkan dengan senjata berupa sepasang sabit yang ia namakan Gashacon Sparrow.
[Dangerous Critical Strike!]
"Rasakan ini!"Dengan kedua sabit yang telah diperkuat, ia tebas kedua sayap Genosurviver hingga putus. Alhasil keduanya pun jatuh dari ketinggian. Lagi-lagi Genm mencabut gashat di kepala sabuknya dan menggantinya dengan yang lain. Namun kali ini gashatnya terlihat sedikit berbeda dari sebelumnya. Sedikit lebih besar. "Grade 1,000,000,000 !"
Maximum Gashat!
Gachan! Fu~me~tsu!
Saijoukyuu no Kami no Sainou! Genm! Genm
God Maximum X
BRAKKK
Keduanya jatuh mendarat naas di tanah. menciptakan retakan besar ditanah dan menyebabkan kabut berterbangan. Tak terlihat jelas apa yang sedang terjadi. Semuanya tertutup oleh kabut debu yang tebal. Hanya suara batu berjatuhan yang terdengar.
Perlahan kabut menipis. Memperlihatkan situasi keduanya, hanya saja kali ini ada sosok yang berbeda disana. Sosok yang mengenakan Exosuit. Genm yang kini dalam wujud supernya. Berdiri mantap dalam lindungan Exosuitnya. Sementara Genosurviver masih terbaring ditanah. Terbenam dalam lubang yang tercipta olehnya disaat jatuh.
Genosurviver segera bangkit dan melesat menghadang tubuh Exosuit Genm. Kini kekuatan keduanya setara. Jadi meskipun agak sulit, namun Genm berhasil menahan tubuh chimera itu. Sekuat tenaga ia banting tubuh monster itu ketanah. Genosurviver pun balik menyerang dengan semburan api Dragreder dan semprotan racun Venoviper(Venosnaker).Dilanjutkan dengan pecutan ekor Genosurviver, dibalas dengan pukulan super milik Genm yang mendarat diwajah monster itu.
Mereka saling serang tanpa henti. Semburan api, Pukulan, Sabetan capit, tendangan super, cambukan ekor, dan cakaran terus mereka lancarkan. Keduanya benar-benar imbang. Tak ada yang mau mengalah. Sedikit demi sedikit Exosuit milik Genm mulai rusak. Beberapa bagian sudah retak. Sementara Genosurviver juga mulai luka-luka ditonjoki oleh Genm.
[Kimewaza!]
Genm melompat keluar dari Exosuit miliknya, melambung tinggi ke langit biru. Bersamaan dengan itu, kumparan energi berwarna hitam dan ungu muncul menyelimuti dirinya. Segera saja ia ambil pose tendangan khasnya.
[God Maximum Critical Blessing]
Dengan kecepatan tinggi, dengan kaki yang berselimutkan energi kegelapan, ia melesat mendaratkan tendangan supernya tepat ke kepala ular si monster chimera. Monster itu, Genosurviver pun tak mau kalah. Dengan memusatkan seluruh kekuatan ditubuhnya ke kepala Venoviper, ia counter tendangan Genm dengan tembakan energi miliknya.
Kedua serangan dahsyat itu bertubrukan. Lantas saja bentrokan energi terjadi dan memicu pecahnya ledakan hebat. Menyapu habis para pejuang, Mirror Monster, pepohonan dan rerumputan yang ada dalam radiusnya. Membumi hanguskan daerah itu.
Genm terlempar jauh. Beruntung Exosuitnya memiliki fitur auto-pilot yang menyelamatkan nyawanya. Sementara disisi lain, Genosurviver benar-benar cedera parah dibuat oleh ledakan barusan. Capit Volcancer musnah. Tubuh bagian bawahnya hancur lebur. Hanya bagian kepala yang masih tersisa. Itupun dalam keadaan rusak berat.
"Kau menyerah?" Tanya Genm dengan nafas tertatih-tatih. "Kau sudah kalah Genosurviver…."
Genosurviver mendesis keras. "Tanpa kubilang pun kau pasti sudah tahu jawabannya bukan?" Jawabnya sembari bangkit dengan tenaga yang tersisa. "Jikapun harus mati, setidaknya aku ingin mati memperjuangkan apa yang aku anggap benar. Kau pun begitu bukan?"
"Apa yang kau anggap benar katamu? Entahlah, aku hanya bertarung demi Masterku…."
"Kalau begitu kau lah yang kalah…."
Monster Chimera itu meraung keras untuk yang kedua kalinya. Kali ini semacam lubang hitam muncul ditubuhnya dan menghisap banyak sekali Mirror Monster. Semakin lama, tubuh Genosurviver kian mengembang sampai kemudian meledak karna sudah terlalu over. Genm hanya diam menyaksikan hal itu. Seolah ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. Ya. Ucapan Genosurviver barusan mengganggu konsentrasinya. "Sesuatu yang kau anggap benar?" batinnya bertanya-tanya.
Tubuh Genosurviver meledak. Namun bukannya hancur, tubuhnya malah berubah bentuk menjadi semakin mengerikan. Berwujud menyerupai Genocider seukuran 40 meter, hanya saja tersusun dari ratusan Mirror Monster yang saling melebur. Seperti Beryudora, hanya saja berwujud Genocider. "Dengan bayaran nyawaku, inilah Wujud terkuatku,wujud terakhirku.GenoDestroyer! Jika menurutmu kau benar, maka hancurkanlah monster ini. Ini bukan tubuhku lagi. Dan sebentar lagi, akupun juga tak akan punya kuasa atas tubuh ini lagi. Sayonara! "
Genm terbelalak melihat wujud besar itu. Tak hanya dia, Diend, Astaroth, Photon, Ainz, dan semua orang yang terlibat dalam perang itu, bahkan Diviner sekalipun. Tak pernah ia kira monster itu punya wujud semacam ini. Dan kini, wujud itu menjelma menjadi monster penghancur yang akan menghancurkan segala yang ada dihadapannya.
"Master…aku tak sanggup lagi…." Ucap Genm pasrah pada Photon melalui K-Pad milik yang tersambung pada Exosuit itu. "Aku kalah…Maaf….."
"Begitukah menurutmu? " Balas Photon dari K-Pad miliknya. "Tak ada pilihan lain, pakai ini!"
Usai balasan dari Photon, semacam objek-objek virtual berbentuk abstrak muncul di hadapan Genm. Objek itu kemudian menyatu dan membentuk sebuah benda berwujud kubus yang khas. Yang kemudian terpasang dibagian atas Gamer Driver milik Genm. "Anggap saja ini hadiah dariku. Harga pakainya mahal banget lho, jadi tolong pergunakan dengan baik ya. Tapi biarlah, lakukan saja apa yang menurutmu benar. Genm, Aku percaya padamu!"
"Master…Terima kasih banyak…."
[Symphony Orchestra]
Docking! Bakkaan!
Fu~me~tsu!
[Choir]
Eien no~!
Kami no yo~o ni!
Shin no kami wa mewosamasu~!
Tubuh Genm bersinar terang. Ia terbang melayang, Merentas langit tinggi, terlepas dari Exosuit miliknya. Kepingan-kepingan baja yang tercipta dari kumparan energi dahsyat ikut melayang bersamanya. menatap hamparan langit biru nan luas. Bebas. Tenang. Harmoni yang indah berkelakar dalam diri Genm. Membawanya pada tingkat kedamaian tertinggi. Ke tingkat para dewa.
Supreme God Muteki Ge~n~mu~!
Tubuh Genm menjelma menjadi putih perak. Armor-armor yang tadinya melayang bersama Genm kini menyatu dengannya. Satu per satu kepingan metal itu terpasang di tubuh Genm. Merubah Genm menjadi sosok yang tampak lebih indah. Begitu berkilau. Begitu menawan. Membuat semua mata memandang keelokkannya.
"Inilah apa yang aku yakini benar!"Secepat cahaya Genm melesat dan menyerang tubuh raksasa Genodestroyer bertubi-tubi. Serangan demi serangan yang ia lancarkan sukses mendarat ditubuh monster itu. Sedikit demi sedikit Genm berhasil membabat habis Mirror Monster yang menempel ditubuhnya. Sebelum kemudian ia sudahi dengan sebuah pukulan super yang ia hantamkan tepat pada wajah monster itu. "Bertarung demi masterku!"
"Akan aku akhiri ini!" Genm mendarat mulus di tanah. Ia tekan sebuah tombol yang ada pada bagian atas gashat Muteki miliknya.
[Kimewaza!]
[Supreme God Critical Blessing!]
Sekujur badan Genm bercahaya. Energi alam disekitarnya mengalir pada dirinya. Pusaran energi terbentuk. Memusat pada kakinya. Sebelum kemudian Genm kembali melayang tinggi diudara dan melesat kearah Genodestroyer dengan tendangan penghabisannya. Tubuh Genodestroyer yang terlalu besar tak memungkinkan dirinya untuk menghindar. Alhasil, dia pun kena.
Tak ada ledakan. Malah tubuh monster itu kini terang benderang. Partikel-partikel cahaya muncul 'menguap' dari tubuhnya. Sedikit demi sedikit, satu per satu Mirror Monster yang menyatu ditubuhnya terurai menjadi serpihan cahaya. Menyisakan Genosurviver yang kemudian mengalami downgrade menjadi Genocider. Kekuatannya dinetralkan oleh Genm hingga ke tingkat terendah.
[Subarashii~]
Sekali lagi semua orang disana membelalak tak percaya dengan apa yang baru saja mereka lihat. Tak terkecuali Genosurviver / Genocider sendiri. Padahal tadinya ia telah dimakan habis oleh wujud Chimera terkuatnya. 'Kekuatan macam ini' ia membatin takjub. Segera saja ia bersujud pada Genm mengakui kekalahannya. Genm menaklukkan monster itu, tanpa membunuhnya.
