Author: Thewi Choi
Genre: FriendShip, Romance, little humor
Warning : YAOI!
Rating: Teen
POV: author
"Ohshin High School"© 2013 by Thewi Choi
Summary: Ini adalah kisah kehidupan sekolah biasa seorang siswa bernama Do Kyungsoo. /Malam sunyi Kyungsoo berubah ramai karena kedatangan teman-teman abstraknya. Besoknya Kyungsoo terkurung digudang sekolah. Semua panik mencarinya. Kejadian cukup membuat Jongin kehilangan akal sehat. /CP 20 : Someone
. YAOI. Kyungsoo!MAIN
.
.
#Chapter 20
Kris sedang menatap bunga-bunga cantik yang ada didepannya dengan tajam. Keringat dingin mengalir dari keningnya. Matanya berkedut-kedut tidak nyaman.
.
Sedetik...
.
Dua detik ...
.
5 detik ...
.
!0 det ...
.
Krrriiingg!
Telepon yang ada disaku belakang Kris bergetar. Dengan wajah yang tak berubah namja jabrik itu mengangkat teleponnya. Matanya masih tetap bertahan pada bunga didepannya.
"Yoooo... Krissss!" Kris menjauhkan teleponnya kaget. Suara berisik ini...
"Xiumin disiniii! Kyungsoo sedang pesta nih. Datang ya?" Ujar Xiumin riang. Kris menatap sangar teleponnya. Benarkan? Komplotan abstrak Kyungsoo.
"Dapat nomorku dimana, Saekia! Undang pantatmu!" Dengan kejamnya Kris mematikan sambungannya. Kris menggeram sebal, dan tanpa sadar meremukkan ponselnya.
"Ah..." kaget Kris. Dia tidak sadar merusak ponselnya lagi.
"YA! Kau merusaknya lagi?! Kau pikir memelinya pakai daun?! Hukuman tambah 30 menit!" Teriak wanita berambut sebahu yang tak lain adalah ibunya.
Kris mendesah. Dia sudah memandangi bunga aneh ini kurang lebih 20 menit, sekarang hukumannya ditambah.
'Kyungsoo Sial'
.
"Selamat Siaaang..." Luhan tersenyum ketika Kyungsoo menganga lebar.
"Hominaaah..." desis Lay mengintip dari bahu Luhan. Rombongan ini benar-benar membuat Kyungsoo kaget. Astaga!
"SEDANG APA KALIAAAN?!" Teriak Kyungsoo lagi sambil menunjuki muka Tao yang tersenyum menyebalkan.
"Kami? Kata Baekhyun ada pesta..." ujar Xiumin seraya duduk enteng disamping Baekhyun yang mengangguk kencang.
"Tidak ada ya. Ya sudah, kita buat pesta sendiri saja" sambut Chen sambil melengos didepan Kyungsoo.
"APA? Lakukan dirumah kalian sana!" usir Kyungsoo sebal. Namja mungil menghentak-hentakkan kakinya sebelum akhirnya duduk pasrah disofanya. Luhan terkekeh lalu menutup pintu rumah Kyungsoo dan segera mengambil tempat dikaki sofa. Berselonjoran nyaman disana.
"Kris tadi mencak-mencak lagi. Padahal aku mengajaknya pesta. Dasar orang tua!" dengus Xiumin. Seandainya Mereka tahu penderitaan terselubung Kris.
"Remote..." ujar Luhan sambil merampasnya dari tangan Beakhyun. Baekhyun cemberut melihat Luhan yang dengan polosnya memindah saluran televisi.
"Ya! Hyung!" rengek Baekhyun. Iya, Baekhyun memang galak, tapi tidak pada orang-orang tertentu.
"Sttt... Man City Hampir mulai..." ujar Luhan sambil menjauhkan remotenya dari jangkauan Baekhyun. Luhan si cantik sangat menyukai bola ternyata.
"Oh, benar. Lawannya MU kan?" sahut Chen.
"Ohh, yang seragam merah-merah itu?" tanya Tao kepo sambil membuka sebungkus snack yang diambilnya tanpa ijin dimeja makan. Kyungsoo menatap malas tamu-tamu tidak tahu malu itu.
"Tolong nonton dirumah kalian saja" gumamnya datar.
"AH, MULAI!" Girang Luhan. Kyungsoo dikacangi. Ternyata Luhan yang baiknya bagai malaikat bisa berubah hanya karena bola. Ckckc...
Dan kemudian Luhan sama-sekali tidak bergeming dari depan televisi.
"Anyeoong... Apa aku terlambat?" Sapa Seseorang tepat didepan pintu. Jongin tersenyum tipis dengan Chanyeol berada disampingnya. Sepertinya Chanyeol membuka pintu tanpa permisi lagi. Lagi pula kapan sih Si Chanyeol itu punya sopan santun.
Kyungsoo tercengang sejenak menatap Jongin yang nampak tidak enak masuk tanpa permisi.
'Aku menyukaimu...' tiba-tiba sepatah kata dari Jongin beberapa hari yang lalu melintas diotaknya.
'Blussh'
Kepala Kyungsoo berasap.
"Priinceee..." Pekik Tao sambil berputar-putar mengitari Jongin.
"Berisik!" Pekik Baekhyun sambil melempar sandal rumah Kyungsoo.
Kyungsoo tersenyum bodoh sambil bertatapan dengan Jongin.
'Tidak buruk juga rupanya...hehee' pikirnya.
.
"AHHHH!" desahan kecewa Luhan terdengar yang paling keras ketika tim kesayangannya gagal mencetak gol.
"Sayang sekali...!" timpal Chanyeol yang duduk disampingnya.
Kyungsoo masih tersenyum-senyum bodoh sambil mencuri pandang pada Jongin yang duduk tak jauh darinya. Bahkan wajah tegangnya saja sangat tampan.
"Hyung, air liurmu menetes tuh" bisik Baekhyun yang ada disampingnya. Kyungsoo gelagapan lalu menatap sebal Baekhyun. Dia tidak sebodoh itu juga kan.
"Sepupuku tampankan Hyung?" bisik Baekhyun lagi. Kyungsoo mendesis lalu menyenggol Baekhyun jengkel.
"Aku merestui mu loh" Kyungsoo menatap diam Baekhyun. Pipinya memerah lagi secara tiba-tiba.
"Hubungan kami ti-tidak seperti itu kok" bela Kyungsoo.
Samar-samar Kyungsoo mendengar Jongin yang ingin ketoilet pada Chanyeol. Baekhyun tersenyum jahil.
"Hyyunggg, Aku mau colaaa!" rengeknya. Kyungsoo terkaget.
"Kau kira ini restoran?!" Sengit Tao. Xiumin menggeleng lalu menggeplak kepala Tao karena berteriak disamping telinganya.
"Ambilkaan..." rengeknya lagi namun kali ini dia berkedip genit pada Kyungsoo. Kyungsoo menatap bingung Baekhyun. Apa-apaan?
"Sudah, ambilkan saja. Kalian ribut!" Ujar Luhan tanpa mengalihkan matanya dari televisi.
"Biar kutemani..."sahut Chen tiba-tiba.
"JANGAN!" Teriak Baekhyun cepat. Semua mata kini tertuju pada Baekhyun.
"M-maksudku Biar Kyungsoo Hyung saja. Kau kan seddang sibuk. Hehe..." Dusta Baekhyun.
"..."
.
"Ishh... Bocah tengik!" ujar Kyungsoo seraya mengambil dua botol cola yang tersisa dikulkasnya. Tepat saat namja mungil itu menutup pintu kulkas, Jongin sudah berdiri tepat didepannya.
Kyungsoo menatap Jongin kaget.
"Aku mengagetimu ya?" ujarnya sambil tertawa. Kyungsoo refleks menggeleng cepat.
"Benarkah?" tanya Jongin seraya mendekatkan wajahnya pada Kyungsoo. Mencoba mencari tahu. Mereka berdua tiba-tiba saja tersentak ketika menyadari mereka terlalu dekat. Perlahan wajah keduanya memerah.
"B-baguslah. Aku tidak mau dianggap hantu olehmu" Jongin menarik wajahnya cepat. Tangan kanannya berada didepan mulutnya. Sedikit menutupi wajah merahnya.
Sejenak ruang makan itu terasa hening. Suasana canggung menyeruak.
"Tentang perkataanku diperpustakaan. Hmmm... Apa itu mengganggumu?" tanya Jongin pelan. Tangannya menggaruk tengguknya tidak nyaman.
Kyungsoo menunduk.
"A-ani... Sedikit mengejutkan. Tapi itu terdengar baik" cicit Kyungsoo. Jongin tersenyum lembut.
"Terima kasih" sambung Kyungsoo. Dia tak pernah merasa aneh seperti ini. Rasanya perutnya bergejolak tidak karuan. Ini menganggu, tapi menyenangkan.
Jongin menarik Wajah Kyungsoo. Membiarkan mata mereka bertatapan dalam.
Kyungsoo merasakan jemari Jongin mengelus pipinya lembut.
"Aku menyukaimu, Soo. Tapi Chanyeol..." Gumam Jongin rendah. Kyungsoo menatap sayu Jongin. Namja mungil itu sama sekali tidak mempunyai niat untuk membuat Jongin menunggu. Tapi entah kenapa dia merasa Jonginlah yang mengulur waktu. Dan sekarang dia tahu kenapa.
"Hyung..." Kyungsoo menangkup tangan Jongin. Lalu tersenyum tipis.
"Aku -"
Kyungsoo memotong ucapannya ketika dia mendengar suara langkah kaki mendekat. Keduanya nampak melepaskan tangan satu-sama lain. Mereka nampak mempunyai pikiran yang sama.
Hubungan ini belum bisa ditunjukkan dipublik.
"Oii..." Chanyeol menyapa dengan gesture aneh. Kyungsoo dan Jongin terkekeh ketika mendengar lengkingan Chanyeol tentang 'buang air' sambil berlari kekamar kecil.
.
"Wooahh... Mashitaa!" gumam Xiumin dengan mulut penuh. Pertandingan bola sudah berakhir beberapa menit yang lalu. Kini mereka sedang menikmati makan malam dadakan yang sebenarnya dilakukan terpaksa oleh si tuan rumah.
Kyungsoo nampak sedang membakar daging dengan telaten. Halaman belakang rumahnya berubah menjadi ramai dengan kicauan teman-temannya.
"Hyuung... Ini kurang mataang!" Ujar Baekhyun setengah berteriak sambil mengangkat sepotong daging dengan garpu.
"Aigooo, si tengik itu cuma malas-malasan saja" ujar Tao sebal. Xiumin mendesis.
"Memangnya kau tidak? SANA! Bantu yang lain!" Ujar Xiumin sambil menendang Tao dari ayunan yang ada dipelataran Kyungsoo.
Chanyeol terlihat membenahi kursi-kursi tak jauh dari pemangangan bersama Jongin sambil sesekali berbincang tentang universitas yang akan mereka pilih.
Luhan terlihat membantu Kyungsoo. Ternyata kemampuan memasang Luhan tidak bisa diremehkan. Enaknya punya dua koki handal. Lidah mereka pasti sangat termanjakan malam ini.
Lay? Jangan ditanya, namja mistis itu hanya duduk dibawah pohon seperti orang idiot sambil memantrai setiap jengkal halaman rumah Kyungsoo. Namun sesekali dia datang ke meja untuk mencomot sepotong daging dengan tidak bersalahnya.
"Aku tadi sudah mengajak Sehun kesini loh?" ujar Luhan sambil membalik sepotong daging yang masih merah. Kyungsoo bergumam menanggapi perkataan Luhan.
"Tapi sepertinya dia sibuk" lanjutnya.
"Benarkah? Padahal kalau ada Sehun kan dana pasti terjamin. Dia pasti mau membiayai kerugianku, cemilanku selama sebulan habis. Paling tidak dia pasti membelikan daging kualitas nomor satu" dumel Kyungsoo.
"..." Tanpa tahu orang yang mereka gosipkan mendengarnya. Sehun membeku dengan angin dingin menyapu tubuhnya. Padahal dia datang dengan niat agar Kyungsoo lebih respect padanya. Tetapi...
'dia hanya memikirkan makanan' pikirnya.
"Oi, Sedang apa kau?" tanya Chanyeol pada Sehun. Sehun menoleh dengan mata tajam.
"Pergi belilah daging nomor 1! Dan cemilan super banyak!" desis Sehun rendah sambil melemparkan dompetnya pada Chanyeol yang kebingungan.
"Aaaaa? Ap-"
"pergi"
.
Dziiiing!
mata Sehun berkilat.
"B-baik"
Chen yang sedang menyesap kopinya dikursi santai hanya berdecak. Ternyata Sehun mulai ketularan bodoh.
"Sedang apa kau? SANA! Bantu yang lain!" dumel Xiumin yang kali ini menendang Chen yang malas-malasan. Chen menggerutu sambil bergabung dengan yang lain dihalaman rumah.
Xiumin menggeleng kencang ketika Sebuah suara femine mengagetkannya. Namja berisi itu menoleh dan menemukan seorang wanita muda dengan pakaian modis sedang meneneteng belanjaan sambil memanggil-manggil Kyungsoo.
"Kyuungsooo sayaaang..." Katanya berayun-ayun. Xiumin kemudian berpikir. 'Mungkin kakaknya'.
"Anyeongseyoo, noona" Sapa Xiumin. Yeoja yang berparas manis itu tersenyum.
"Temannya Kyungsoo ya? Waaah, pesta besar rupanya. Jahat sekali si Chanyeol tidak memberitahu ada pesta dirumah Kyungsoo!" Xiumin lagi-lagi berpikir. 'Oh, Kakaknya Chanyeol'.
"Kyung...Kyung..." Pekik yeoja itu sambil berlarian kemudian bergelantungan dibahu Kyungsoo. Semua orang disana hanya memandang aneh yeoja itu. Mengingatkan pada seseorang.
"Kakak Chanyeol..."gumam Xiumin pada yang lain. Jongin mencoba-coba mengingat-ingat. Chanyeol kan tidak punya kakak.
"Ohhh, Ahjumaa..." pekik Kyungsoo kaget. Luhan sedikit kebingungan lalu membungkuk sopan dibalik pemanggang.
"Isssh, Kyuung! Noona panggil Noona!" interupsinya.
"Anyeongseyoo..." Sapa Luhan. Yeoja itu tersenyum tanpa melepaskan pelukannya pada Kyungsoo.
"Anyeoong! Maaf ya tiba-tiba menganggu kalian" ujarnya ringan. Luhan menggeleng.
"Anioo, noona. Noona mencari adiknya ya?" Tanya Luhan. Kyungsoo meringis aneh. Yeoja itu malah tersenyum kelewat lebar.
"Adik? Ooh, Iyaa.. Adik. Chanyeol dimana?"
"Dia belanja... Oh itu dia..." Sahut Chen.
Chanyeol terlihat kembali sambil menggumamkan ponselnya yang ketinggalan dimeja makan.
"Ooooh!" Chanyeol hampir memekik melihat yeoja yang sedang enak-enakan memeluk Kyungsoo.
"EOMMAA!" Pekiknya.
"Mwoya?-_-"
Jduuar...!
Semua yang mendengarnya tampak terperanjat. Wanita Cantik nan muda ini adalah ibunya Chanyeol si raksasa buas?
"O'oh... K-kepaakuh~" Bakhyun hampir jatuh dengan lebaynya. Yeoja yang bernama asli Tifanny itu tersenyum hingga matanya menyipit cantik.
"Tidak apa. Aku tahu aku muda. Panggil Noona saja tidak masalah" Ujar Tiffany genit sambil menggelus-ngeluskan pipinya pada Kyungsoo.
"Kyungsooo Chagi kasian sekali pasti kepanasan yaa dekat-dekat api begini?" Gumamnya sambil merapikan rambut Kyungsoo. Namja mungil itu hanya menatap Tiffany sambil merengut. Untung lebih tua, jika tidak pasti sudah ditendang olehnya seperti yang sering terjadi pada Chanyeol.
"Eoommaaa! Jangan genit. Kyungsoo susah bergerak!" teriak Chanyeol sambil menunjuk-nunjuk Tiffany.
"Apa sih? Tadi pagi kau sembunyikan dimana Sepatuku heoh?!" tuding Tiffany.
"Tidak tahu?! Ibu sendiri yang lebih dahulu menyembunyikan atmku!"
"Ngarang! Itu milik ayahmu aku tahu itu!"
Semua hanya bisa sweetdrop melihat cek-cok ibu anak ini. Hampir tidak percaya jika ibu anak yang terlihat seperti kakak-adik ini adu mulut didepan banyak orang.
"Benar-benar mirip Chanyeol" Gumam Jongin sambil menggelengkan kepalanya.
"Ada dua Chanyeol dikota ini. Mengerikan! Satu Chanyeol saja bikin kesal" Sahut Tao sambil menyumpit daging yang masih mengepul dimeja makan.
'sulit dipercaya' batin mereka berbarengan.
Umur ibu Chanyeol memang masih terbilang cukup muda. Dia melahirkan Chanyeol saat berumur 17 tahun. Yeoja cantik itu menikah muda, kemudian bercerai saat Chanyeol berumur 15 tahun.
Meski bercerai tapi mantan suami-istri itu masih tetap akur. Kadang Ayah Chanyeol datang tiap minggu untuk menengok Chanyeol. Bahkan sesekali liburan ke camp perkemahan berdua sambil memancing. Dan disaat seperti itu lah Chanyeol akan mengambil atm ayahnya dengan wajah tak berdosa.
Hingga saat ini Tiffany masih betah mempertahankan status jandanya. Begitu pula dengan mantan suaminya. Padahal Chanyeol sama-sekali tak melarang keduanya untuk berkeluarga lagi. Jangan ditanya berapa banyak lelaki tertarik dengan kecantikan Tiffany, namun entah kenapa dia menolak semuanya.
Kyungsoo mendesah. Ya Tuhan, perderitaan Kyungsoo bertambah malam ini.
.
.
Siang itu sedang terik. Kelas Kyungsoo baru saja menyelesaikan kelas olahraga. Jika sebelumnya jam olahraga dikelas kyungsoo selalu berbarengan dengan kelas Chanyeol, maka kali ini tidak. Dikarenakan ujian akhir semakin dekat, maka siswa kelas 3 difokuskan untuk ujian.
"Kyung, aku duluan ya? Tidak apa ya mengembalikan bola sendirian?" tanya Luhan sambil meringis.
"Oh, mau ketoilet? Ya sudah sana. Jangan ditahan, tidak sehat"nasihat Kyungsoo. Luhan mengangguk lalu berlari dengan menangkupkan telapak tangannya meminta maaf. Kyungsoo mengibaskan tangannya seakaan mengatakan 'tidak apa' pada Luhan.
Kyungsoo menghela nafasnya. Gudang sekolah agak menyeramkan, tetapi ini giliran Kyungsoo untuk merapikan alat olahraga. Mau tidak mau Kyungsoo harus melaksanakan tugasnya.
Kyungsoo sedikit agak bergidik ketika sudah memasuki gudang yang terletak digedung belakang sekolah itu. Apalagi dia sendirian sekarang.
Tepat ketika Kyungsoo meletakkan bola ditempatnya suara debaman pintu terdengar nyaring. Kyungsoo menoleh dengan wajah panik. Perasaannya tidak enak, dan benar saja pintu gudang sudah terkunci rapat. Meninggalkan Kyungsoo yang berteriak panik digudang sekolah.
.
Hampir setengah jam semenjak Kyungsoo terkurung digudang. Jam pelajaran selanjutnya sudah dimulai. Tao terlihat bingung dengan ketidak-hadiran Kyungsoo. Ponsel Kyungsoo tidak bisa dihubungi sehingga mereka semakin bingung. Begitu juga teman-temannya. Bahkan Chen mengirimi Chanyeol pesan singkat sekedar menanyakan keberadaan Kyungsoo. Jelas sekali jika ponsel Chanyeol sekarang pasti dinonaktifkan untuk kenyamanan belajarnya.
Luhan juga tidak kembali kekelas, namun dia sempat mengirimkan pesan pada Xiumin bahwa dia sedang diruang kesehatan. Namja cantik itu terpeleset hingga kakinya agak sedikit sakit.
Bahkan hingga satu jam kemudian belum ada kabar dari Kyungsoo. Sehun pun mulai gusar. Bagaimana pun dinginnya Sehun, dia takkan pernah bisa benar-benar mengacuhkan si Cerewet itu. Namja albino itu pun segera keluar dari kelas berniat mencari Kyungsoo ketika guru yang mengajar keluar dari kelas.
Tao, Xiumin, dan Chen berpandangan. Akhirnya mereka juga berlari keluar kelas mengikuti Sehun. Seluruh penghuni kelas kebingungan dengan tingkah ke-empat orang terdekat Kyungsoo itu. Bolos sekali-kali tidak apa demi mencari Kyungsoo.
Kris berdecak sambil mengusak kepalanya kasar. Sedikit banyak dia juga mengkhawatirkan si cerewet yang sering menganggunya itu. Dengan kasar dia pun beranjak dari duduknya.
Lay melirik Kris dalam diam.
"Kyungsoo..."lirihnya. Lay juga khawatir.
.
"Sehun!" sebuah suara besar menggema dilorong sekolah itu. Sehun, Tao, Xiumin, dan Chen menoleh dan menemukan Chanyeol dan Jongin sambil berlari menghampiri.
"Apa Kyungsoo belum kembali?" tanya Chanyeol serius.
"Tidak. Terakhir aku melihatnya saat jam olahraga." jawab Chen.
"Ini salahku. Seandainya aku tidak meninggalkan kekelas terlebih dahulu" panik Xiumin. Sehun berdecak.
"Tidak ada gunanya menyalahkan diri. Yang terpenting kita temukan Kyungsoo terlebih dahulu" sahut Sehun datar.
"Dia bukan tipe pembolos. Aku rasa dia dalam masalah sekarang"tanggap Tao.
"Mau sampai kapan bergosip? Berpencarlah sekarang" desis Kris dingin sambil melewati kumpulan itu.
.
Kyungsoo kini terduduk dibalik pintu sambil menyembunyikan wajahnya diantara lututnya. Tubuhnya sedikit bergetar. Dia ketakutan terkurung sendirian digudang yang gelap. Udara pengap juga sangat terasa, membuat sesak pernafasan.
Ponsel yang ada digenggamannya sama sekali tidak berfungsi sekarang. Signal yang sangat minim membuatnya tidak berguna.
"ngin... Jongin hyung... hiks"
.
Jongin yang sedang panik nampak menapaki gedung sekolah ditimur. Barangkali Kyungsoo ada disana. Tapi tetap saja nihil.
Jongin mengusap wajahnya kasar. Dia benar-benar kacau sekarang.
"Kyungsoo... Dimana kau..."
Dalam keputusasaan, Jongin pun mengingat sesuatu. Ponsel yang dibelikannya untuk Kyungsoo adalah pasangan dari ponsel miliknya sendiri. Yang didalamnya terpasang Chip pelacak satu-sama lain, yang bahkan berfungsi jika ponselnya mati atau signal hilang. Fitur yang baru saja dikembangkan yang masih sangat langka.
Jongin segera mengambil ponselnya lalu membuka salah satu aplikasi yang menunjukkan sebuah peta kecil. Dengan tidak sabaran dia mencari koordiat Kyungsoo.
Terdengar suara 'pip' dari ponselnya. Sebuah titik merah menunjukkan sebuah tempat tak jauh dari sana. Jongin nampak mengingat-ingat tempat itu.
"Gedung belakang sekolah" gumamnya. Segera namja tampan itu berlari cepat keluar dari gedung timur.
"Kyungsoo! Kyungsoo!" Jongin berteriak-terik ketika dia memasuki gedung belakang. Kyungsoo yang mendengar segera mengangkat wajahnya yang basah.
"Kau dengar? Jawab aku Kyung..." teriaknya sambil menggedor-gedor satu persatu pintu yang ada didepannya.
"Hyyung! Jongin Hyyung!" Sahut Kyungsoo diantara tangisannya.
Jongin segera berlari mendekati arah suara Kyungsoo.
"Kyungsoo! Kau didalam?"Teriak Jongin sambil mengedor pintu yang digembok itu dengan kasar.
"Hyuung, Keluarkan aku Hyung! Aku takut...Hiks..." Jongin bergetar ketika mendengar isakan Kyungsoo dari balik pintu.
"Menjauhlah dari pintu, Kyung. Bertahanlah sebentar!"Ujarnya seraya membolak-balik gembok yang mengunci pintu itu.
Jongin benar-benar panik. Dengan Langkah besar dia mengambil sebuah tangki pemadam kecil yang tergantung tak jauh dari sana.
"Mundur Kyung!" Sebuah suara debaman keras terdengar saat Jongin mulai membenturkan benda berat itu pada gembok yang tergantung kuat. Kyungsoo mundur dengan wajah yang masih basah.
"Hyung..." lirihnya.
"Se-di-kit lagi..." gumam Jongin disela-sela nafasnya yang memburu.
Suara keras itu akhirnya terdengar Chanyeol dan Kris yang kebetulan lewat disana. Mereka pun masuk dan sedikit terpaku saat melihat Jongin kesetanan menghancurkan gembok yang ada didepannya.
Usaha Jongin berbuah manis, gembok itu pun terbuka.
"Kyungsoo!" Kyungsoo yang sedang terduduk didepan itu pun mengangkat wajahnya yang beruraian air mata. Jongin terdiam, dia benar-benar tidak ingin air mata diwajah Kyungsoo.
"Hyyung..." lirih Kyungsoo kerika Jongin tiba-tiba memeluknya.
"Kau tidak apa? Kau baik-baik saja kan?" tanyanya seraya melepas pelukannya. Kyungsoo mengangguk dengan air mata yang tidak mau berhenti.
"Aku takut. D-disini gelap. Banyak tikus dan kecoa. Aku kira aku akan mati disini...Hiks..."tutur Kyungsoo tersedu-sedu. Jongin hampir tertawa. Kyungsoo ini lucu sekali, bahkan ketika suasana genting dia masih memperhatikan tikus dan kecoa. Benar-benar mirip anak perempuan.
Jongin mengusap wajah Kyungsoo sayang.
"Sudah. Jangan menangis. Nanti jelek" ujarnya.
Chanyeol terdiam menatap Jongin dan Kyungsoo yang sepertinya tidak menyadarinya. Entahlah dia merasa ada yang aneh. Namja tinggi itu berusaha menghilangkan segala prasangkanya.
"Kyungsoo...!" ujarnya seraya berjongkok dihadapan Kyungsoo.
"Chanyeol...Hiks..."Isak Kyungsoo. Namja tinggi itu kemudian merangkul tubuh Kyungsoo erat.
"Stt... Jangan menangis. Kau sudah aman kok" gumamnya menenangkan Kyungsoo. Jongin mengusap tengguknya tidak nyaman. Namja tan itu pun berdiri seraya menatapi Chanyeol yang memeluk Kyungsoo.
Jongin tersenyum lembut ketika Kyungsoo menatapnya dibalik punggung lebar Chanyeol.
Chanyeol berbalik lalu menatap Jongin.
"Terima kasih sudah menemukannya" ujar Chanyeol. Jongin lagi-lagi tersenyum. Kata-kata itu membuatnya seperti orang asing.
Kris yang masih ada disana mendesah keras.
"Merepotkan. Suasana macam apa ini"desisnya kesal.
"Kyungsoo! Apa Kyungsoo sudah ditemukan?" Tao tiba-tiba saja muncul tepat didepan pintu utama gedung itu. Kris makin jengkel.
"Sudah. Sana kembali kekelas!"Usirnya seraya menarik kerah belakang Tao. Tao melotot Kris saat melakukan kontak fisik dengannya. Ada apa ini? Jangan-jangan Kris mau memukulinya setelah ini.
"Oii, Kyungsooo!" Pekik Tao disela-sela seretan Kris yang luar biasa itu. Sehun hanya menatap bosan kearah dua orang yang menjauhi gedung itu. Mungkin Kris mencoba menjauhkan Kyungsoo dari amukan Tao mungkin akan tidak rela melihat pangeran perhatian pada orang lain.
"Kyungso!" Chen dan Xiumin segera berlari mendekati Kyungsoo yang dipapah Chanyeol keluar dari gedung belakang.
"Ya Tuhan... Kyungsoo kau kemana saja?" pekik Xiumin seraya menangkup wajah Kyungsoo yang sedikit lelah.
"Eomaaaa..."adunya sambil merengut.
"Aiguuu..." desah Xiumin seraya memeluk Kyungsoo. Benar-benar seperti ibu dan anak. Lay yang melihatnya dibalik dinding, mendesah lega. Dia diam-diam juga mencari Kyungsoo.
"Kau merusak properti sekolah"ujar Sehun pada Jongin yang sedang menatapi Kyungsoo yang bercakap-cakap dengan Xiumin dan Chen. Jongin menoleh dan tersenyum tidak bersalah.
"Cuma gembok. Kau kan kaya pasti tidak apa-apa?" jawabnya sambil tertawa. Sehun mendesah.
"Bukan gemboknya. Setahuku kau bukan orang yang gegabah begitu. Dari pada membuang tenagamu, kukira lebih baik kau meminta kunci cadangannya padaku" Jelas Sehun santai. Jongin terkekeh.
"Aku juga tidak mengerti..Hehe"Jawabnya sambil menepuk bahu Sehun ramah lalu berlalu begitu saja. Sehun menggeleng jengkel. Jongin melupakan logikanya, ketika itu berhubungan dengan Kyungsoo.
"Oi, Jong. Bagaimana bisa kau menemukan Kyungsoo?" Chanyeol tiba-tiba merangkul bahu Jongin. Jongin menggaruk kepalanya.
"Bagaimana ya menjelaskannya? Aku kira cuma kebetulan" bohong Jongin. Dia masih tidak bisa mengatakan kedekatannya dengan Kyungsoo. Bicara tentang ponsel couplenya maka Jongin yakin Chanyeol pasti akan curiga. Kenalan macam apa yang memiliki ponsel couple.
"Benarkah? Harusnya dari tadi aku mengikuti. Intuisimu kan kuat. Aku ingin jadi orang pertama yang dilihat Kyungsoo chagii..." ujar Chanyeol sembari cemberut. Jongin tertawa paksa.
"Maaf saja kalau begitu aku sudah mengambil posisimu kali ini" candanya.
"Isssh... Aaah, menyebalkaan!" desah Chanyeol sambil mendahului Jongin dengan uring-uringan.
Jongin menatap punggung Chanyeol. Dari hati terdalamnya, dia memang benar-benar minta maaf.
.
Luhan masih terduduk dikasur ruang kesehatan sendirian. Matanya menatap kakinya yang agak sedikit bengkak.
"Ck..." namja cantik itu berdecak. Minggu ini ada pertandingan bola, dan kakinya kini terluka.
Luhan menghela nafasnya. Mata indahnya menatap awan-awan yang berarak dibalik jendela dengan tatapan kosong.
"Merepotkan"
.
.
.
"Maaf ya Kyung... Seharusnya aku menemanimu. Kau jadi terkurung disana. Jahat sekali yang mengurungmu!" Ujar Luhan sambil menggenggam tangan Kyungsoo erat. Kyungsoo menggeleng sambil tersenyum.
"Aniii, tidak apa-apa kok. Mungkin mereka tidak tahu ada orang didalam. Lagi pula kau kan sedang cidera begitu" Bela Kyungsoo. Luhan menunduk menatap kakinya yang diperban.
"Terlalu keren disebut cidera. Aku terpeleset ditoilet, tidak elit sekali" dengus Luhan. Kyungsoo terkekeh.
"Aniooo. Sepertinya jemputanmu sudah datang" ujar Kyungsoo sambil menunjuk sebuah mobil yang singgah didepan gerbang sekolah. Luhan cemberut.
"Sekali lagi aku minta maaf nee?"
"Cerewet. Sana pulang. Cepat sembuh, Luhanie..." Ujar Kyungsoo sambil melambaikan tangannya pada Luhan yang memasuki mobilnya.
"Byeee... Kyung..."balas Luhan tak kalah ceria.
Kyungsoo mendesah sambil tersenyum. Luhan benar-benar cantik jika tersenyum begitu.
"Kau suka sekali ya dengan Luhan" tanya Chen datar. Kyungsoo menoleh.
"Kenapa? Dia baik, cantik lagi" ujarnya sambil terkekeh dan meninggalkan Chen begitu saja. Chen terdiam menatap punggung Kyungsoo. Wajahnya menampakkan raut khawatir yang samar.
.
"Kyung, hari ini jalan-jalan yuk" ajak Xiumin yang berjalan beriringan dengan Kyungsoo. Trotoar asri itu nampak terbias cahaya sore temaram.
"Kemana?" tanyanya antusias.
"Belanja? Atau nonton?" tawar Xiumin.
"Salon saja!"pekik Baekhyun tiba-tiba seraya mengandeng lengan Kyungsoo.
"Sejak kapan kau kesini?" sinis Tao.
Chen hanya menggeleng, padahal dia mau malas-malasan saja hari ini. Pasti dia akan dipaksa jadi bodyguard dadakan oleh mereka. Seandainya kelas Chanyeol tidak ada kelas tambahan, Chen pasti bisa bersantai setelah ini.
"Oi, itu Kris kan?" Tao menunjuk seorang pelajar yang tengah dikelilingi pria-pria berjas hitam.
"Dia kenapa?" Tanya Xiumin.
"Wah, dia berkelahi. daebak..." decak Bekhyun.
"Bukan saatnya terkagum begitu! Dia itu..."Perkataan Chen terpotong begitu saja.
"Kyaaa... Kyungsoo sedang apa kauu?!" Xiumin berteriak kesetanan saat melihat Kyungsoo tiba-tiba berlari kearah Kris.
"Heaaaa!"
TBC
Selamat Malaam... Duh maaf ya lama. Banyak banget deh yang ngeluh sama keterlambatan ff ini. Sekali lagi maaf, gue ada ditahun terakhir kuliah ini. Jadi ribet banget idup ini rasanya. :,D
Seneng banget sama komenan kalian. Semuanya bikin semangat! Yang ngasih masukan juga, terima kasih banyak. Maklum ya jurusan emang bukan ditulis menulis. Gue cuma suka mengkhayal, lalu ditulis dengan bahasa seadanya. Wkkk Apalah? Ga niat banget.:D
Kalo udah ngerasa jenuh ya ga apa sih. Ini alur emang udah ngambang kayaknya ya. Kalo masih ada yang suka ya syukur. Haha Gue akan berjuang semampunya kok. Meski ff ini jauh dari perkiraan yang selesai di chapter belasan. Gue akan berjuaang! Shanaroooo!
Oh iya. Sekalian. Selamat buat Tamatnya Naruto di chapter 700 versi manga! Endingnya sesuatu banget. Tiba-tiba mereka udah punya anak aja. Kapan bikinnya coba? ;') Yang paling membahagiakan Sakura-Sakuke Canon! Itu surga banget. :D
Oh iya balik ke ff. Sorry nih gue ga tau club favorit Luhan. Gue pernah baca, tapi lupa nama klubnya. Gue kan pikun Wkkk... Klub bola Man City juga gue pilih, cuma karena itu klub favorit pacar gue. Haha.. Gue buta bola siih... #ngakak
Ok, Cukup! Review lagi yaa... Doain ya biar gue rajin ngetik. Gue udah mulai males soalnya. Wkkk
Thanks to buat semuanya yang ngasih perhatian ama ff ini.
See ya...:*
.
