Title : Honey

.

Author : pinkypapers a.k.a Kinara Kim

.

Disclaimer : The story idea belongs to Yutaka Tachibana, this story belongs to me, Kyuhyun belongs to Sungmin and Sungmin belongs to Kyuhyun.

.

Main Cast :

Lee Sung Min [Super Junior] as yeoja 23 years old

Cho Kyu Hyun [Super Junior] as namja 17 years old

Lee Dong Hae [Super Junior] as namja 16 years old

Han Geng | Tan Hankyung [Super Junior] as namja 17 years old

Kim Hee Chul [Super Junior] as yeoja 17 years old

.

Sub Cast :

Lee Hyuk Jae [Super Junior] as yeoja 17 years old

Wu Fan | Kris [EXO] as namja 16 years old

Park Hyo Jin | Narsha [Brown Eyed Girls] as Eunhyuk's eomma

.

Main Pair : KyuMin [Kyu Hyun – Sung Min]

.

Genre : Romance, School life, a bit Humor, Drama, Slice of Life, Angst, Hurt/Comfort

.

Rating : T

.

Warning : Gender Switch; Cover Story; A bit cheesy; Bad Language; Typo; Out of Character

.

Background Music : VIXX (빅스) - Super Hero

.

Thanks for review :

Fat Pumpkin, kyumin forever, hyuknie, triple3r, Annie pumpkins, UrrieKyu, aniimin, 960120, Heeyeon, BABYKYUTEMIN, Rule Violation, kei kikan, .5, reaRelf, HJKH, Chikyumin, MinnieGalz, sha, Anonymouss, minoru, , mayacassielf, Royalavell, cherrizka980826, Cho Kyuri Mappanyukki, satusatutigadua, nahanakyu, choi hyekyung, RaeRen.123, is0live89, noerhyuk, Andhisa Joyers, mayuka57, danhobak98, Vey900128, AIDASUNGJIN, ankim, takara-hoshi, kyurin minnie, Sitara1083, kyumin4ever, ChoHuiChan, mrsaidenlee, ck mendokusei, QMingKyutes1371, Mrs. Gui Xian, Cho jeong hwa, Snowhite04, Ti-chan, choi ritsu, ibchoco, Han Neul Ra, Isnaeni love sungmin, minyu, Leekim and bunch of silent readers maybe? :)

.

Happy Reading and of course, please left a comment or thumb/kudos and NO BASHING & COPAST!

.

.


"Semuanya seperti menyembunyikan sesuatu dariku. Mereka semua memaksaku menyerah tentang anda. Tapi, rasanya aku memang nggak bisa terima."

Kyuhyun mengayunkan tangannya dengan lembut ke wajah Sungmin. Menghapus airmata yang membasahi pipinya.

"Saranghae. Nan neol saranghae Sungminnie. Aku nggak mau hanya sebagai 'murid'"

Kyuhyun menekankan bibirnya dengan sangat lembut ke bibir plump milik Sungmin. Tidak ingin memaksa.

Hanya ingin menegaskan perasaannya yang tidak bisa terbendung lagi.

Hanya sebuah ciuman penuh sayang agar Sungmin mau mengerti bagaimana ia sangat mencintai dirinya.


.

.

CHAPTER TWENTY ONE [Part A]

Eunhyuk mencengkram bajunya. Ia langkahkan kakinya menjauh dari ruang kesehatan secepat yang ia bisa. Mencoba menahan air mata yang siap tumpah kapan saja dari kedua mata beningnya.

Setiap kata-kata yang Kyuhyun ucapkan bagaikan tusukan yang menghujam jantungnya.

'Saranghae.. nan neol saranghae.. Sungminnie'

Beberapa pertanyaan terus bermunculan dibenaknya seiring langkahnya yang tergesa-gesa. Melengkapi hatinya yang remuk redam.

Mengapa rasanya seperti ini?

Eunhyuk menutup matanya. Isak tangis mulai terdengar, menemani air mata yang membasahi pipinya. Ia sangat berharap ketika ia membuka matanya nanti, semua ini hanyalah mimpi buruk. Ia berharap ia tidak pernah mendengar kalimat itu terucap dari Kyuhyun.

Harapan yang sia-sia.

Eunhyuk sadar akan hal itu. Sangat sadar. Tapi apalagi yang bisa dilakukannya sekarang?

Bukannya ia egois. Mungkin ia bisa melepaskan Kyuhyun jika keadaannya tidak seperti ini. Tidak disaat penyakit sialan ini berkembang ditubuhnya. Merampas umurnya. Merenggut harapannya untuk sekedar bertahan hidup.

Eunhyuk mengacak rambut cokelatnya. Rasa sakitnya menjalar keseluruh tubuh.

Harapannya tinggal satu.

Berharap Tuhan dengan cepat menghentikan detak jantungnya hingga ia tidak akan merasakan sakit seperti ini.

Aku tidak sanggup lagi..

ZRAAK!

.

.

.

Kyuhyun memberi jarak sedikit antara kedua bibir mereka, memaksa mata foxy Sungmin untuk menatapnya lebih dalam. Memaksanya menemukan keseriusannya dimata onyx-nya.

Senyum lembut terukir diwajah Kyuhyun. Tangannya yang tadinya mengelus lembut pipi Sungmin, bergerak perlahan ke rambut hitam Sungmin. Ia elus perlahan rambut hitam yang membingkai wajah bingung Sungmin dengan penuh sayang.

"Saranghae." Bisik Kyuhyun pelan, tepat ditelinga Sungmin. "Yeoja yang.. yeoja yang sangat kukasihi. Sungminnie."

Rona merah menjalar begitu cepat di pipi Sungmin yang putih, seiring dengan debaran jantungnya yang terasa menyesakkan.

Ia tidak tahu lagi harus berbuat apa. Otaknya serasa kosong. Bahkan ia tidak punya kekuatan untuk mendorong Kyuhyun agar menjauh dari dirinya.

Apakah ini karena jauh didalam lubuk hatinya, Sungmin terlalu menginginkan Kyuhyun?

Kyuhyun menatap lagi mata foxy dihadapannya yang terlihat kebingungan. Perlahan, ia meletakkan tangannya dibawah dagu Sungmin dan ia satukan lagi bibir mereka dalam ciuman yang manis.

Kyuhyun mulai berani menggerakkan bibirnya, berusaha melumat bibir Sungmin secara pelan dan lembut. Mengabaikan jantungnya yang bereaksi berlebihan karena aksinya kali ini.

"Ja─nghh─Kyuhhh─" erang Sungmin disela-sela ciuman mereka.

Tak dipedulikannya lagi Sungmin yang kini tengah meremas bajunya, tangan Kyuhyun mulai bergerak mendekap tubuh Sungmin. Ia lumat bibir plump itu dengan ganas. Ingin meredam semua kebohongan yang akan diucapkan yeoja malaikatnya.

"Min.. saranghae.." bisiknya lalu ia benamkan lagi bibirnya dibibir plump Sungmin yang sudah memerah karena dilumatnya tadi.

Sungmin hanya bisa menutup matanya, menerima semua perasaan yang tertumpahkan melalui ciuman mereka. Semuanya serasa berputar.

Kyuhyun menghentikan ciumannya dan memeluk Sungmin dengan erat. Ia benamkan wajahnya dileher Sungmin.

"Le─pas.." erang Sungmin lagi.

"Kalau kulepas, kau pasti lari kan? Kau pasti berbohong lagi kan?" tuntut Kyuhyun.

"Aku nggak pernah berbohong." Jawab Sungmin pelan.

"Kau bohong waktu bilang ada namja yang kau sukai. Waeyo Min? Kalian semua.. menyembunyikan sesuatu dariku."

Sungmin menutup matanya. Dibenaknya terlukis jelas wajah Eunhyuk saat itu. Kali ini ia terpaksa menelan pahitnya keputusan yang ia buat. Eunhyuk benar-benar membutuhkan Kyuhyun agar ia bisa bertahan hidup. "Mianhae.. Aku sudah berbohong. Tapi.."

Sungmin mendorong Kyuhyun dengan paksa, menatap mata onyx-nya dengan tatapannya yang paling sendu.

"Seumur hidup.. aku nggak akan pernah bisa melihatmu lebih dari seorang murid. Aku benar-benar jujur.. soal yang satu itu. Jangan pernah lagi melakukan hal seperti ini."

.

.

.

Heechul membuka pintu ruang kesehatan dengan tidak sabar. Senyum ceria mengembang sempurna diwajahnya. Kebalikan dengan suasana di ruang kesehatan yang terlihat cukup suram karena penghuninya hanya diam dibalik meja kerjanya dengan tatapan mata kosong.

"Minnie! Pulang yuk! Kajja ppali! Ppali! Ppali! Hari ini kau masak yakiniku kan? Akhirnya Jiyoon ahjumma mengirimkan daging yang dijanjikannya itu. Apa boleh buat deh! Kita panggil Kyuhyun dan kawan-kawan, lalu makan ramai-ramai!"

Hening.

Heechul mengernyitkan dahinya memandang sepupunya. Ia mencium ada sesuatu yang tidak beres diantara mereka. Sepupunya dan calon namjachingu-nya, Cho Kyuhyun.

"Minnie? Mukamu seram tuh! Apa ada sesuatu yang terjadi dengan Kyuhyun?"

Mendengar nama Kyuhyun, Sungmin memperlihatkan sedikit reaksi. Ia menoleh pada Heechul yang tadi sempat diabaikannya.

Heechul menghela napas malas. Kelakuan Kyuhyun hari ini benar-benar membuat seisi kelasnya heboh. Selama 8 jam pelajaran, Kyuhyun tak bergerak dari tempat duduknya. Memandang kosong pada kertas kosong dihadapannya. Mengacuhkan siapapun yang mengajaknya berbicara. Sama seperti Sungmin.

"Entah kenapa, hari ini ada yang aneh dengannya. Sepertinya pikirannya lagi nggak disini. Tampangnya seperti orang mati saja."

"Ah tapi.. dulu-dulunya juga, dia selalu pasang tampang begitu kan?" celetuk seseorang yang baru saja memasuki ruang kesehatan.

Heechul menoleh, mendapati Donghae yang tersenyum simpul padanya. "Aku lupa karena akhir-akhir ini dia jadi lebih sering tertawa."

Donghae berjalan mendekati Sungmin yang masih tidak mampu berkata apa-apa. "Sungmin-ah, dari kemarin sore aku nggak bisa menghubungi Hyukkie."

"Oh ya Donghae, hari ini kau ikut saja makan bersama kami. Kemarin kan kau sudah membantuku mencari Minnie." Ajak Heechul sembari memainkan topi rajut berwarna merah─kepunyaan Eunhyuk─yang ditemukannya didepan ruang kesehatan saat ia menjemput Sungmin kemarin.

"Itu.. punya Hyukkie." Gumam Donghae bingung.

"Eh? Apa iya? Tapi, kenapa topinya bisa ada disini?"

"Mana kutahu." Donghae menatap Sungmin yang terlihat pucat. "Sungmin-ah? Ada apa dengan topi ini?"

Heechul memberikan topi itu pada Donghae. "Kemarin.. topi itu jatuh di depan ruang kesehatan."

"Eh? Jadi, bukan karena kau ketemu Hyukkie?" tanya Donghae. Lebih tepatnya menuntut.

Heecul menggelengkan kepalanya. "Mana mungkin ketemu. Kemarin Kyuhyun nggak bilang apa-apa soal itu. Dia hanya meneleponku dan berkata seperti ini 'Aku menemukan Sungmin di ruang kesehatan. Dia tidak apa-apa. Kau bisa menjemputnya sekarang.' Suaranya terdengar lemah. Wah! Kalau dipikir-pikir, sejak saat itu sikap Kyuhyun jadi aneh."

Untuk kesekian kalinya, Donghae melayangkan tatapan nanarnya ke Sungmin yang semakin memucat mendengar pembicaraan mereka. "Sungmin-ah, kau cuma berduaan dengan Kyuhyun-ah? Kemarin.. apa yang kau lakukan dengan Kyuhyun?"

"Tunggu dulu! Kenapa kau seenaknya saja menuduh dengan cara yang nggak enak begitu?!" bentak Heechul tidak terima melihat Sungmin yang dipojokkan oleh Donghae.

"Tolong jawab, Sungmin-ah. Kau.. diapakan oleh Kyuhyun?"

Tubuh Sungmin bergetar. Air mata mulai mengalir deras dari mata foxy-nya. Bagaimana ini..

.

.

.

"Ah.. Donghae! Kau ini, tim J-School dan tim SM─"

"Kyuhyun dimana?" potong Donghae cepat tanpa mempedulikan sapaan Kris padanya barusan.

Kris mengernyitkan dahinya heran. Jarang sekali Donghae bersikap dingin padanya. "Eh? Bukannya dia di perpustakaan?" jawab Kris dengan nada bingung.

Tanpa mengucapkan terima kasih, Donghae melangkahkan kakinya dengan cepat ke perpustakaan. Matanya dengan cepat menemukan sesosok namja yang membeku dibalik salah satu meja dengan tatapan kosong.

Donghae menggertakkan giginya kesal. Dengan kasar ia tarik kerah baju Kyuhyun hingga namja berambut cokelat itu terpaksa berdiri.

"Kau apakan Sungmin-ah kemarin?!" bentak Donghae tepat di wajah Kyuhyun.

Kyuhyun memberikan deathglare terbaiknya. Ekspresinya sama sekali tidak berubah. Tapi ia tak urung juga melepaskan cengkraman Donghae di kerah bajunya. "Sebelumnya juga sudah pernah ada kan.. kejadian seperti ini." jawabnya datar.

"Jawab!"

"Bukan apa-apa kok. Aku cuma mendorongnya. Dan menciumnya paksa." Ucap Kyuhyun dengan penekanan disetiap kalimatnya.

BUGH!

Donghae melayangkan tinjunya dengan keras ke rahang kiri Kyuhyun. Membuat Kyuhyun terhempas ke lantai dengan luka di sudut bibirnya.

"HYUKKIE.. HYUKKIE MEMERGOKI KALIAN!" teriak Donghae marah. Sama sekali tidak peduli dengan kondisi mereka saat ini yang sudah jadi tontonan gratis di perpustakaan dan kemungkinan dirinya yang diusir dari sekolah ini karena membuat onar.

Kyuhyun menyeringai seraya menghapus darah disudut bibirnya. Matanya menyipit mendengar Donghae membawa-bawa nama Eunhyuk ke pembicaraan mereka.

"Hyukkie? Ah.. maksudmu Lee Hyukjae? Kenapa kau malah membawa-bawa Eunhyuk dalam masalah ini?"

"Hyukkie itu.. Hyukkie itu.." Donghae menggantung kalimatnya. Ia tidak mungkin menceritakan keadaan Eunhyuk yang sebenarnya pada Kyuhyun.

Kyuhyun memutar bola matanya malas. Muak dengan tingkah laku orang-orang disekitarnya. "Hyukkie ini, Hyukkie itu." Ia mendengus. "Kau tahu aku kemarin mencium Sungmin. Tapi, sepertinya dibandingkan hal itu, kau lebih memikirkan soal Eunhyuk yang kebetulan memergoki kami."

Donghae membeku mendengar pernyataan Kyuhyun.

Sebelum Donghae merespon, Kyuhyun bangkit berdiri dan menatap tajam Donghae dihadapannya. "Nggak peduli mau gimana juga, kali ini aku nggak punya kewajiban untuk berdiam diri saja menerima pukulanmu!"

BUGH!

Donghae terbanting ke atas meja dibelakangnya akibat pukulan telak Kyuhyun yang menghantam rahangnya.

"Aku juga sama!" Tak mau kalah, ia tarik kerah Kyuhyun dan melayangkan tendangannya ke perut Kyuhyun.

"Agh! Uhuk! Uuuh.."

Kyuhyun tertunduk memegangi perutnya yang baru saja jadi sasaran Donghae. Rasanya benar-benar sakit tapi ia masih merasakan yang lebih sakit dihatinya.

Sakit karena merasa dipermainkan begitu saja oleh Sungmin.

Donghae mencoba untuk berdiri dengan susah payah. Pukulan keras Kyuhyun cukup membuat matanya sedikit berkunang-kunang. "Kau benar-benar bikin aku marah. Kali ini, aku akan habis-habisan!"

Ditengah rasa sakitnya, Kyuhyun menyeringai. "Baguslah kalau begitu." Lalu dengan cepat ia bangkit mendekati Donghae yang masih mencoba memperjelas penglihatannya. "Aku juga.. sedang ingin memukul orang!"

DUAGH!

Kali ini punggung Donghae terhempas ke lantai dengan keras. Membuat senyum mengerikan Kyuhyun semakin melebar. "Kajja, cepat berdiri lagi."

Donghae menatap bengis pada Kyuhyun, tidak terima atas pukulan yang diterimanya barusan. "Neo!"

BUUGH!

"Kau sudah mencium Sungmin! Memangnya apa yang membuatmu kurang puas?!" bentak Donghae marah.

DUAGH!

"Banyak sekali!" bentak Kyuhyun tak mau kalah. Ia sudah tidak mempedulikan ramainya kerumunan siswa disekitar mereka yang sibuk menonton perkelahiannya dengan Donghae.

Perkelahian diantara mereka semakin memanas. Kondisi ruang perpustakaan yang semakin sesak karena ramainya siswa yang ingin menonton, belum lagi meja dan kursi yang berserakan dimana-mana dan yang terpenting, masing-masing wajah mereka kini mulai dihiasi lebam-lebam yang membiru.

Donghae mencengkeram kerah Kyuhyun. "Kau itu juga suka pilih-pilih!"

"Hah?! Pilih-pilih apanya?! Aku ditolak, tahu! Dia bilang.. selamanya, dia hanya melihatku sebagai murid!"

"STOP!"

Hankyung memperluas jarak diantara Kyuhyun dan Donghae dengan tenang. Lalu ia berbisik. "Kalau kalian masih ingin saling pukul lebih dari ini, lebih baik kalian lakukan di luar sekolah saja. Kalau nggak, 'malaikat' kalian yang ada di sana itu akan mulai menangis."

Donghae dan Kyuhyun menoleh kearah pintu perpustakaan secara bersamaan. Melihat malaikat mereka yang kini tengah menangis khawatir dipelukan Heechul.

.

.

.

Eunhyuk membuka matanya perlahan. Ia angkat tangan kanannya dan menatapnya dengan tatapan sendu. Aah.. hari ini juga aku masih baik-baik saja. Aku masih hidup..

Alisnya bertautan saat ia sadar ruangan ini bukanlah kamarnya. Tapi ini di..

"Oh? Kau sudah sadar sayang?" tanya seorang yeoja dengan lembut.

Eunhyuk menoleh. "Eomma?"

Narsha─eomma Eunhyuk─mulai menata bunga dinakas samping tempat tidur anaknya dengan telaten. "Tidurmu nyenyak sekali. Kau masih ingat? Kau kena anemia di luar sana dan jatuh pingsan. Oh iya, kau harus berterima kasih pada teman sekolahmu."

Eunhyuk duduk diranjang─rumah sakit─nya. "Teman sekolah?" tanyanya bingung.

Narsha tersenyum. "Ne. Anak itu yang memanggil ambulan dan menemanimu sampai kemari."

Eunhyuk tersentak. Jangan-jangan.. "Anaknya seperti apa? Apa anak itu keren, badannya tinggi, dan rambutnya cokelat?"

Narsha menggeleng seraya melipat kedua tangannya didadanya. "Aniya. Anaknya sedikit gendut."

Eunhyuk menunduk kecewa. Menatap selimutnya seolah bisa melihat Kyuhyun yang sedang mencium Sungmin disana. Jadi bukan Kyuhyun ya..

Narsha membalikkan tubuhnya. Menyembunyikan rasa sedihnya saat melihat cahaya mata dari anaknya itu meredup seolah tidak ingin bertahan hidup lagi di kondisinya sekarang. "Dia nggak memberitahukan namanya sayang." Ujarnya lembut, berusaha terdengar normal.

"Hmm.." gumam Eunhyuk. Mana mungkin.. hal yang nyaris ajaib seperti itu tidak mungkin terjadi. Walau kesal, harus kuakui bahwa mereka berdua memang sangat serasi. Apa yang kulihat waktu itu seakan menegaskan fakta bahwa aku tidak lebih dari seorang pengganggu. Walaupun ada halangan apapun yang menghadang, mereka berdua pasti akan bersatu. Kalaupun aku menyatakan perasaanku, hubungan mereka tetap tidak akan goyah. Aku sudah tahu itu, tapi..

Eunhyuk menoleh pada Narsha yang sedang mengupas apel untuknya. "Eomma.. Aku mau cepat-cepat pindah ke rumah sakit yang baru. Dan mulau opname disana."

Lalu Eunhyuk menutup matanya pelan. Mian, Donghae-ya.. Padahal kau sudah menyemangatiku.. tapi sepertinya, aku memang tidak bisa memperjuangkan perasaanku ini..

.

.

.

"Nggak ada gunanya serius mengobati luka-luka duo pabbo ini!" omel Heechul tidak berperikemanusiaan pada Sungmin yang tengah mengusapkan alkohol pada pada pipi kanan Kyuhyun.

"Chullie.." gumam Sungmin tidak terima. Sepupunya ini memang tidak pernah kenal kondisi.

Heechul mengibaskan rambut panjangnya, membuat Hankyung yang ada disana makin terpesona padanya. "Mereka cuma sesama orang pabbo yang saling menyakiti semau-maunya sendiri. Biarkan saja!"

Donghae─yang sudah selesai mendapatkan perawatan dari Sungmin─menghela napas panjang. "Yang pabbo itu kan cuma Kyuhyun sendiri kan. Aku kan.. nggak akan pernah mendorong Sungmin-ah dan menciumnya paksa."

Wajah Hankyung memerah mendengarnya. Jadi alasan utama mereka berkelahi barusan itu karena Kyuhyun yang mencium paksa Sungmin? "Kyu─Kyuhyun. Nggak percuma kau jadi namja." Komentar Hankyung. Bangga akan Kyuhyun yang sudah maju selangkah walau caranya sedikit ilegal.

Kyuhyun menunduk. Diwajahnya tidak tergambar ekspresi apapun. "Aku nggak akan begitu lagi kok. Untuk selamanya."

Kyuhyun berdiri dan membungkuk sopan pada Sungmin yang membeku mendengar kalimat yang barusan diucapkannya tadi. "Terima kasih untuk perawatannya."

Mereke berempat─Sungmin, Donghae, Heechul & Hankyung─hanya bisa diam mendengar ucapan Kyuhyun yang seolah-olah menegaskan perpisahan.

Kyuhyun membuka pintu ruang kesehatan dengan cepat. Lalu ia menoleh sebelum melangkahkan kakinya keluar. "Ah iya, apa Eunhyuk itu suka padaku?"

Hening.

Diantara mereka berempat tidak ada yang mampu menjawab pertanyaan frontal Kyuhyun. Lebih tepatnya, Sungmin dan Donghae-lah yang tidak berani, Heechul yang merasa pertanyaan Kyuhyun tidak penting untuk dijawab dan Hankyung yang tidak tahu apa-apa.

Keheningan pekat diantara mereka berlima sudah cukup menjadi jawaban untuk Kyuhyun. "Nggak masalah sih. Dia kan anak yang baik. Mian. Aku sudah banyak menimbulkan kesulitan bagi anda."

ZRAAK!

"Sungmin-ah? Nggak apa-apa nih? Memang aneh kalau aku yang ngomong begini.. tapi, apa memang benar begini juga nggak apa-apa?" tanya Donghae beruntun pada Sungmin saat Kyuhyun sudah menghilang dari pandangan mereka.

Hankyung ikut menoleh pada Sungmin seraya mengepalkan tangannya. "Ne! Minnie, seharusnya kau mau memaafkan kelakukan namja yang agak nyerempet-nyerempet kalau cuma sekali dua kali saja!"

Heechul memutar bola matanya malas. "Hankyung! Kau diam saja deh! Bukan itu pokok permasalahannya."

Sungmin memilih untuk menunduk. Ia benar-benar tidak tahu harus berbuat apa sekarang.

Donghae melangkah mendekati Sungmin dan meletakkan masing-masing tangannya dibahu Sungmin. Membuat Sungmin terpaksa menengadah menatapnya. "Kalau terus begini, kau akan benar-benar bepisah dengan Kyuhyun."

.

.

.

TO BE CONTINUE


*sigh*

Mianhae readersdeul~ *bow* Tau nggak? Saya berharap bgt lho adegan kiss itu di skip. Krna keterlambatan saya update kali ini adlah karena saya galau nulis adegan kiss yang hot itu gimana. Cuma itu yg bisa sy lakukan, yg bisa sya tulis. Saya kira slama ini saya yg biasa2 aja bca FF rated M itu bisa nulis yg kayak ginian. Eh ternyata… saya nggak kuat. Hahaha

Dan dngn ini saya mmbatalkan KyuMin NC di chpter akhir (dlu saya prnah janji bakal bikin). Saya nggak kuat. Hahaha payah bgt ya saya -_-

Udh ah, gimana chapter ini? Mian saya bagi dua, saya nggak mau kalian nunggunya kelamaan. Chpter 22 pun nanti saya bakal bagi jadi 2 part, dan KyuMin jadian itu di chapter 22B. Harap bersabar :)

Buat yang minta KyuMin moment, pending dulu ya ^^ Kan nggak lucu kalau mereka ada moment di tgh2 situasi yg lg kayak gini. Ntar kalau mreka jadian, pasti KyuMin moment banyak kok. Malah saya udah rencana mau bikin Side story 2 chapter khusus untuk moment KyuMin yg udah jadian. Sbar y readers:)

Saya udah mulai kuliah sabtu besok, jadi maaf sekali kalau saya akan trlambat di chpter2 slanjutnya, sya jnji nggak akan lm apalagi smpe kayak kemaren.

Yang mau temenan sama saya, bisa add fb saya : Kinara Kim

Kita bisa saling share disana XD

.


And mind for gimme spirit booster for this chapter? :)

.

Sign, pinkypapers a.k.a Kinara Kim