Sorry I Love You

"Kenapa kau membawanya kemari Teuk?" tanya Jungyeon melihat Leeteuk datang bersama Hyukjae

"Aku ingin Hyukjae tinggal disini bu" jawab Leeteuk

"Apa?" Jungyeon mengernyit, "Kau ini apa-apaan Teuk? kenapa dia harus tinggal disini? ibu tidak setuju!"

"Aku pikir ini keputusan yang terbaik untuk rumah tanggaku bu, sebaiknya Hyukjae tidak tinggal bersamaku dan Donghae lagi, Hyukjae akan tinggal disini sampai bayinya lahir"

Jungyeon memikirkan apa yang Leeteuk katakan, "Baiklah kalau begitu" putusnya kemudian

"Tidak bisa seperti itu Teuk" ujar Jihyun tak setuju pada keputusan putrinya, "Kau tidak boleh membuat keputusan seperti ini atas Hyukjae"

"Kenapa kau bicara seperti itu? Leeteuk melakukan semua ini demi kebaikan rumah tangganya, seharusnya kau mendukungnya" protes Jungyeon

"Tapi saat ini Hyukjae sedang hamil, dia harus tinggal bersama suaminya"

"Yaa, kenapa kau lebih membelanya daripada putrimu sendiri?"

"Aku tidak sedang membela siapapun.."

"Sudahlah ayah, ayah tidak perlu mencemaskan soal itu" sela Leeteuk, "Lagipula Hyukjae sama sekali tidak keberatan dengan keputusanku ini, benarkan Hyuk?" Leeteuk menoleh pada Hyukjae

"Ne.." sahut Hyukjae, "Tidak apa-apa paman, aku akan tinggal disini jika paman dan bibi mengizinkan"

Jungyeon tersenyum mendengarnya, "Hyukjae sama sekali tidak keberatan, jadi apa masalahnya?"

mendengar perkataan Hyukjae, Jihyun tak bisa berkomentar lagi.

.

.

"Tuan" bibi Han menghampiri Donghae yang baru saja kembali kerumah

"Ada apa bi?" tanya Donghae melihat bibi Han yang tampak cemas

"Nyonya Hyukjae tuan"

"Ada apa dengan Hyukjae bi?"

"Tadi nyonya Leeteuk bertengkar dengan nyonya Hyukjae, nyonya Leeteuk membawanya pergi"

"Pergi kemana bi?"

"Aku juga tidak tahu tuan, nyonya Leeteuk sudah kembali tapi dia tidak bersama nyonya Hyukjae"

"Apa?" Donghae terkejut mendengarnya, "Sekarang dimana Leeteuk bi?"

"Nyonya ada dikamar tuan"

Donghae yang cemas segera menemui Leeteuk,

"Hae, kau sudah pulang" sapa Leeteuk melihat suaminya datang

"Bibi Han mengatakan tadi kau bertengkar dengan Hyukjae?"

"Ne.."

"Dimana Hyukjae? kau membawanya kemana?"

"Kenapa kau terlihat panik begitu?" sahut Leeteuk santai

"Katakan kau membawa Hyukjae kemana? Kau harus ingat Hyukjae sedang hamil Teuk" cemas Donghae

"Kau tenang saja, aku tidak akan membuatnya celaka, aku membawanya kerumah orangtuaku"

"Kenapa kau membawanya kesana?"

"Mulai sekarang Hyukjae akan tinggal disana"

"Apa?" Donghae mengernyit

"Semenjak Hyukjae tinggal disini, kita jadi sering bertengkar, aku tidak ingin dia tinggal bersama kita lagi, jadi mulai hari ini Hyukjae akan tinggal dirumah orangtuaku"

"Kau tidak boleh membuat keputusan sendiri tanpa membicarakannya denganku dulu Teuk"

"Kenapa? kau keberatan?"

"Ne, Hyukjae akan tetap tinggal bersama kita" tegas Donghae

"Dia tidak boleh tinggal disini lagi!"

"Terserah apa katamu, aku akan menjemput Hyukjae" Donghae melangkah pergi

"Kau tidak boleh membawanya kembali kerumah ini Hae" teriak Leeteuk

Donghae tak peduli dan mengabaikan perkataan Leeteuk, Leeteuk mengerang kesal melihatnya.

.

.

.

"Ayo duduklah Hyuk, kita makan malam bersama" Jihyun membawa Hyukjae keruang makan

"Ne" jawab Hyukjae lalu duduk disalah satu kursi

"Kenapa kau membawanya makan bersama kita?" protes Jungyeon

"Memangnya apa salahnya? Biarkan Hyukjae makan bersama kita"

Jungyeon beranjak dari meja

"Kau mau kemana?" tanya Jihyun

"Melihatnya membuat selera makanku hilang" jawab Jungyeon melangkah pergi

Jihyun menghela nafas melihat sikap istrinya itu, "Maafkan sikap istriku" ujarnya pada Hyukjae yang terlihat sedih.

"Tidak apa-apa paman, paman tidak perlu meminta maaf, aku memaklumi sikap bibi" sahut Hyukjae

"Kau anak yang baik, aku tahu kau tidak seperti apa yang istriku pikirkan"

"Paman tidak membenciku?"

"Kenapa aku harus membencimu?" Jihyun tersenyum lembut, "Kau sudah menjadi bagian dari keluarga kami, aku menganggapmu seperti putriku sendiri"

"Terimakasih paman" Hyukjae tersenyum haru

"Sekarang ayo kita makan.." ajak Jihyun

"Ne"

.

.

"Donghae.." Jungyeon menghampiri Donghae yang baru saja datang

"Ibu.." Donghae memberi salam

"Ada apa kau datang kemari?"

"Aku ingin menjemput Hyukjae bu"

"Dia akan tinggal disini, kau tidak perlu menjemputnya"

"Hyukjae harus pulang bu"

"Ibu tidak mengizinkan kau membawanya pulang, biarkan dia tinggal disini"

Mendengar suara Donghae, Jihyun dan Hyukjae pergi melihatnya

"Hae.." langkah Hyukjae terhenti melihat Donghae berada disana

"Hyuk.." Donghae menoleh pada Hyukjae dan menghampirinya

"Kenapa kau berada disini?"

"Aku ingin menjemputmu pulang"

"Kau tidak perlu menjemputku Hae, aku akan tinggal disini" jawab Hyukjae

"Tidak Hyuk, kau sedang hamil, kau harus berada didekatku, ayo kita pulang"

Hyukjae hanya diam,

"Ayah, aku minta izin untuk membawa Hyukjae pulang" ujar Donghae pada Jihyun

"Ne, kau boleh membawa Hyukjae pulang" jawab Jihyun

"Tidak bisa!" protes Jungyeon, "Hyukjae tidak boleh tinggal serumah dengan putriku lagi"

"Tapi Hyukjae juga istriku bu"

"Aku tidak peduli, Hyukjae harus tinggal disini!"

"Kau tidak punya hak untuk melarang Donghae membawa istrinya" protes Jihyun pada istrinya, "Tidak apa-apa Hae, kau bawalah Hyukjae pulang" ujarnya kemudian pada Donghae

"Terimakasih ayah" Donghae menunduk, "Kami pamit"

"Ne.."

Donghae membawa Hyukjae bersamanya, Jungyeon merasa begitu jengkel pada sikap suaminya.

.

.

Setibanya dirumah, Donghae dan Hyukjae keluar dari mobil

"Ada apa Hyuk?" tanya Donghae melihat langkah Hyukjae yang berhenti diteras, ia ragu untuk masuk kerumah itu

"Leeteuk pasti akan marah melihatku kembali kerumah ini"

"Kau tidak usah mencemaskan Leeteuk, aku akan bicara dengannya, ayo.." Donghae membawa Hyukjae masuk kerumah

"Kau benar-benar membawanya kembali" Leeteuk menghampiri Donghae dan Hyukjae

"Ne, Hyukjae harus tinggal disini bersama kita" jawab Donghae

Leeteuk menoleh pada Hyukjae, "Bukankah kau sudah setuju untuk tinggal dirumah orangtuaku? Kenapa kau kembali lagi?"

"Aku yang meminta Hyukjae kembali" ujar Donghae

"Kau tidak usah mengatakan apapun! Aku sedang bicara pada Hyukjae"

Hyukjae diam, tidak tahu harus mengatakan apa melihat Leeteuk yang begitu marah,

"Kau mengingkari perkataanmu lagi, dasar penghianat!"

"Jaga ucapanmu Teuk" protes Donghae, "Rumah ini adalah rumah Hyukjae juga, kau tidak boleh melarangnya untuk tinggal disini"

"Ahh, kau mulai membelanya lagi" Leeteuk tersenyum sinis

"Sikapmu sudah keterlaluan"

"Kau dengar itu Hyuk? Donghae sedang memebelamu lagi" ujar Leeteuk pada Hyukjae

Air mata Hyukjae menetes,

"Tidak perlu berpura-pura menangis lagi Hyuk, aku sudah benar-benar muak melihatnya!"

"Cukup Teuk!" bentak Donghae

Leeteuk menatap Donghae tajam, "Lihatlah dirimu sekarang Hae, apa kau lupa pernah mengatakan kau tidak akan bisa mencintainya? kau mengingkari perkataanmu sendiri, kau mencintai Hyukjae!"

"Ne, aku mencintainya!"

TBC