Halo, readers! XD Chang-san kembali menjadi author yang typo! XDDD Gimana chapter 20? chapter 21 tentang keesokan harinya, silahkan di baca~! Oh iya, kencan Kazusa-chan dan Jin-kun tidak di ceritakan, jadi mohon maaf ya, fans Kazusa-chan dan fans Jin-kun ^^ Silahkan di baca!
Disclaimer: Kamichama Karin & Kamichama Karin Chu punya Koge Donbo!
Char: Hanazono Karin, Kujo Kazune, Kujo Himeka, Kujo Kazusa, Nishikiori Micchiru, Jin Kuga, I Miyon, Sakurai Yuki
Pairing: Karin X Kazune, Himeka X Micchi, Kazusa X Jin
Good Reading & Good Review ^^
Normal Pov
Teng...! Teng...! Teng...!
Bel pertanda istirahat sudah berbunyi. Seluruh murid berbahagia seperti menari-nari di taman.
"Himeka, kau suka tempat ini?" tanya Karin.
"Iya. Arigato sudah mengajakku, Karin-chan" jawab Himeka.
"Himeka-sama...! Karin-sama...!" panggil Kazusa.
"Ada apa, Kazusa?" tanya Karin.
"Motokin memanggil kita" jawab Kazusa.
"Hah? untuk apa?" tanya Himeka.
Karin, Himeka dan Kazusa pun pergi menuju ruang kantor lagi. Ketika sampai di ruang kantor, terlihat Kazune, Jin dan Micchi.
"Kazune, Micchi, Jin, apa yang kalian lakukan disini?" tanya Karin.
"Lho? ternyata kalian di panggil juga" kata Kazune.
"Kira-kira ada apa ya sampai-sampai kita di panggil motokin?" tanya Kazusa.
"Jadi, karena kalian telah memaafkan Tokkuko, Chika, Miako dan Hikaru, aku sebagai motokin sekolah Seiei Gakuen ini kagum akan ketulusan kalian. Oleh karena itu, aku akan memberi kalian sebuah piagam penghargaan dan hadiah" kata motokin.
"Hah? hadiah?" tanya Karin, Himeka, Kazusa, Jin, Micchi dan Kazune bersamaan.
"Untuk Kujo Kazune" kata motokin.
Kazune maju dan menerima sebuah bungkusan dan sebuah piagam. Kazune sendiri bingung dengan apa yang terjadi sekarang.
"Untuk Hanazono Karin" kata motokin.
Karin maju juga dan ia menerima hadiah dan piagam penghargaan yang di beri motokin.
"Untuk Kujo Himeka" kata motokin.
Himeka pun maju ke depan dan menerima piagam dan hadiahnya. Begitu juga dengan Kazusa, Jin dan Micchi.
"Aku berharap, seluruh murid di sini bisa meneladani perilaku kalian. Kalian jangan sombong hanya karena kalian mendapat penghargaan, jaga juga perilaku kalian, rikai dekimasu ka?" tanya motokin.
"Rikai shite!" jawab Karin, Himeka, Kazusa, Jin dan Micchi.
"Rikai shite..." jawab Kazune.
"Hai, kembalilah ke kelas" kata motokin.
Karin dan teman-temannya keluar dari ruang kantor.
"Sebenarnya ada apa ini? mengapa motokin tiba-tiba memberi kita hadiah dan piagam penghargaan?" tanya Kazune.
"Apa ada yang berulang tahun?" tanya Jin.
"Kok kita bisa dapat penghargaan ya?" tanya Micchi.
"Woi! kalian bodoh atau apa, sih?! lihat lagi di atas, kata-kata motokin kalian!" seru author.
"Enak saja kami di bilang bodoh! tokorode, ngapain kau di sini?" tanya Jin.
"Hanya menghampiri kalian saja, kok" jawab author.
"Kembali buat cerita, author goblok!" kata Kazune langsung menendang sang author.
(Author: Oke, oke. Lanjut! XD).
"Nee, mungkin kita bisa melihat pemberitahuannya di mading" Karin.
"Benar juga, ayo!" ajak Kazune.
Karin, Kazune, Himeka, Micchi, Kazusa dan Jin pun pergi melihat mading. Ketika hampir dekat dengan mading, terlihatlah banyak sekumpulan siswa-siswi sekolah Seiei Gakuen.
"Wahh...! mereka ini kompak sekali, ya!" kata seorang siswi.
"Iya, aku jadi iri dan ingin sekali seperti mereka" kata siswi lainnya.
Dan tiba-tiba, terlihatlah Miyon dan Yuki di samping Karin dan teman-temannya.
"Hanazono-san! Kujo-kun! Kujo-chan! Kujo-sama! Nishikiori-san! Kuga-san! ayo ke sini!" ajak Miyon.
Karin, Himeka, Kazusa, Kazune, Jin dan Micchi menghampiri Miyon dan Yuki.
"Ada apa, Miyon-sama?" tanya Kazusa.
"Kalian sudah lihat mading?" tanya balik Miyon.
"Belum, memang ada apa?" tanya Karin.
"Kita harus berlindung dari serangan—"
"Nee! lihat itu! itu mereka!" teriak seorang siswa menunjuk ke arah Kazune dan yang lainnya.
"—Dari serangan fans baru kalian!" sambung Yuki langsung berlari.
Miyon pun mengikuti Yuki berlari. Karin merasakan firasat buruk akan terjadi kepadanya dan teman-temannya.
"KYAA! Kujo-kun...!" teriak Kazune-Z.
"Tomodachi to, aku merasakan firasat buruk akan terjadi kepada kita kalau kita tidak berlari...!" kata Karin langsung berlari.
Kazune, Micchi, Himeka, Jin dan Kazusa mengikuti Karin berlari. Seluruh siswa mengejar-ngejar mereka.
"Sebenarnya ada ap, sih?!" tanya Jin.
"Kuga-san! sebaiknya kau berhenti jadi artis!" saran Micchi.
"Walau artis aku tidak suka di kerumunin banyak orang!" seru Jin.
"Makanya berhenti jadi artis!" kata Micchi.
Karin, Kazune, Micchi, Himeka, Kazusa dan Jin berlari menuju loteng sekolah.
"Walau di loteng seperti ini, mereka tetap saja mengejar kita!" kata Karin.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan?" tanya Kazusa.
"Turun melalui tangga darurat atau kita akan mati disini!" jawab Kazune sekaligus menyarankan.
"APAA?!"
"Tak ada pilihan lain" kata Kazune.
Kazune, Karin, Himeka, Micchi, Jin dan Kazusa pun terpaksa turun melalui tangga darurat. Sekumpulan siswa-siswi Seiei Gakuen itu tidak dapat turun melalui tangga darurat karena pintu terbuka hanya untuk 6 orang.
"Huhh... akhirnya kita bisa bebas juga dari mereka" kata Karin.
"Aku lelah berlari terus" keluh Himeka.
"Kok mereka bisa tiba-tiba ngefans sama kita ya?" tanya Kazusa.
"Jawabannya ada di mading" jawab Jin.
"Bukankah di sekitar sini ada mading" kata Micchi.
"Benar juga, ayo kita cari!" ajak Kazune.
Kazune dan teman-temannya pun pergi melihat mading. Di mading, terlihat suatu berita '...Mereka sudah memaafkan Tokkuko, Chika, Miako dan Hikaru dengan tulus hati. Dan, kata terakhir untuk itu adalah best friends forever...'. Di berita itu juga terdapat foto Karin, Kazune, Micchi, Himeka, Kazusa dan Jin yang mengangkat tangan mereka.
"Kenapa bisa ada foto kita, nih?" tanya Jin.
"Apakah saat itu ada sensei yang memotret kita ya?" tanya Kazusa.
"Ya, sudah pasti. Micchi kan lupa mengambil kembali kameranya saat itu" jawab Karin.
"Oh iya! aku lupa!" kata Micchi.
"Lain kali kau harus lebih teliti, Micchi-sama" tegur Kazusa.
"Gomen'nasai" kata Micchi.
"Apa sebaiknya, kita robek saja berita ini?" tanya Jin.
"Tapi, kalau kita dapat hukuman, bagaimana?" tanya balik Himeka.
"Tunggu saja berita ini tidak laku lagi" saran Micchi.
"LAMAAA...!" teriak Karin, Kazune, Himeka, Kazusa dan Jin kepada Micchi.
Teng...! Teng...! Teng...!
Bel telah berbunyi, 1... 2... 3...
"Yeyy~!"
-_-_-2 Hours Later-_-_-
Bel berbunyi lagi, kini waktu pulang sudah di dapatkan oleh Karin dan teman-temannya.
"Karin-chan, hari ini kita kerjakan tugas bersama, yuk!" ajak Himeka.
"Daijobu, nanti jam 2 siang aku datang ke rumahmu, ya" kata Karin.
"Iya. Aku tunggu kamu di rumahku ya, jaa ne!" kata Himeka.
"Jaa ne yoku!" balas Karin.
Karin dan teman-temannya pun pulang ke rumah masing-masing.
-_-_-2 Hours Later-_-_-
Ting...! Tong...!
Karin menekan bel rumah kediaman Kujo. Pintu pun terbuka dan yang membukakannya adalah Kazune.
"Ka—Karin?"
.
.
.
~To Be Continued~
Kon'nichiwa, readers!
Readers, ada pengumuman, nih
Kayaknya akhir-akhir ini author tak terlalu bisa mengupdate cerita ini
Mengapa? karena bulan puasa sudah selesai, pulang sekolah jadi harus jam 3-4 sore
Gomen'nasai, readers
Readers review chapter ini ya ^^
