hiii..
Thank you ya uda kasi review, juga follow dan fav dan juga makasi banyak ud mau baca ff ini..
Serius, aku makin semangat.. lol
hope you like the story^^ and wait for the next update
Yoongi kembali ke istana Taehyung. Ia sudah membersihkan badannya dan mengganti bajunya. Ia sedang berjalan menuju dapur dan ia bertemu Hoseok disana.
"Hey!" Sapa Yoongi pelan
Hoseok tersenyum dengan mulutnya yang penuh makanan.
Yoongi mengambil sepotong roti dan mengolesinya dengan selai.
"Kau dari mana saja?" Tanya Hoseok yang akhirnya menelan makanannya.
Yoongi kaget dan ia mulai gelisah.
"Oh.. uh.. aku jalan-jalan keluar tadi pagi" katanya mencoba untuk santai.
Hoseok menatapnya curiga. Ia melihat wajah Yoongi yang mulai memerah. Lalu Hoseok tertawa pelan.
"Kenapa wajahmu memerah seperti itu?"
"Ha? Iyakah?" Yoongi menyentuh wajahnya sendiri dan ia berpura-pura mengecek temperaturnya di keningnya.
"Sepertinya aku sedikit uhh lelah.. dan badanku juga terasa sedikit hangat.. aku tidak enak badan sepertinya"
Hoseok mendekatinya dan menyentuh kening Yoongi.
Yoongi segera mengelakkan kepalanya dan ia berteriak.
"JANGAN! uh.. sorry maksudku.. aku.. aku akan baik-baik saja. Aku hanya perlu istirahat sebentar." Lalu Yoongi berlari ke kamarnya sambil membawa rotinya.
Hoseok menatapnya curiga tapi ia segera menghiraukannya. Ia pun pergi ke ruang kerjanya sambil membawa beberapa buah.
( okey, guys.. ini Namjoon momentnyaaa... enjoooyy the *ehem smut...)
Jin dengan riang terbang di atas taman bunganya. Ia memejam matanya, dan ia menghirup udara pagi yang segar. Ia juga bersenandung riang. Bunga-bunga di bawahnya menari indah diterpa oleh angin pagi. Jin mendarat lalu ia menunduk dan tersenyum pada bunga-bunga itu.
"Kau indah sekali!"
"Kau sungguh indah"
"Kami menyukaimu"
"Nyanyikan lagu untuk kami lagi"
Jin mendengarkan pujian dari bunga-bunga itu. Ia tertawa pelan.
"Kau ingin aku menyanyi lagi?"
Jin mendengarkan sorakan riang dari bunga itu.
Lalu Jin mulai bersenandung lagi dan kini beberapa lebah dan kupu-kupu datang kepadanya dan meletakkan rangkain mahkota bunga ke kepala Jin.
Jin terkejut tapi ia langsung tersenyum saat ia melihat mahkota bunga yang indah itu.
"Kau sungguh indah!" Kata para lebah dan kupu-kupu itu.
Jin tersenyum lebar.
"Thank you..." Jin terbang sambil berputar layaknya seorang balerina. Ia memejam matanya dan..
Namjoon menarik pinggulnya dan Jin langsung membuka matanya.
Jin tersenyum lembut pada Namjoon. Tatapan Namjoon sangat serius dan wajahnya melihat Jin dengan takjub.
"You are so beautiful Jinnie"
Namjoon menunduk dan mencium kekasihnya itu. Jin mencium Namjoon kembali dan ia bisa mendengar sorakan riang di bawah mereka. Bahkan para lebah juga ikut bersorak riang. Para peri bunga lain ikut meramaikan suasana. Mereka menaburkan bunga dan serbuk bunga di atas kepala Jin dan Namjoon.
Mereka melepas ciuman mereka dan tertawa bahagia.
"Hey! Hentikan! Seperti acara pernikahan saja!" Kata Jin dengan malu.
Namjoon tersenyum lebar dan mengedipkan matanya pada peri bunga.
"Happy wedding Jinnie dan Joonie!" Sahut semua peri bunga, kupu-kupu, lebah dan juga bunga-bunga.
"What? Noo! Kami tidak menikah!"
"Why babe? We're married now!" Kata Namjoon sambil mendekatkan pinggul Jin ke arahnya.
Jin shock.
Namjoon tertawa, "kau tidak ingin menikah denganku?"
"Tapi.. ini bohongan kan?"
Namjoon menaikkan alisnya.
"Tidak Jinnie! Kami telah merencanakan ini semua!" Sahut salah satu peri bunga.
Yang lain terkikik melihat ekspresi shock dari Jin.
Jin menatap Namjoon lagi, "Joonie?" Bisiknya.
"Kalian sah menikah!" Sahut seorang peri kecil yang memegang sebuah buku kecil di tangannya.
Jin menatapnya bingung.
"Kau tidak mendengarkan aku membacakan janji kalian?" Tanyanya dengan suara imut.
"Aku mendengarkannya" kata Namjoon lembut dan ia masih menatap Jin.
"Tapi.. tapi... ini.. yang lain?" Jin masih shock.
"Kita sudah sah menikah di dunia peri Jinnie.. kau peri.. dan aku.. well aku memang bukan peri. Tapi kita sudah sah, peri kecil itu telah membacakan janji kita dan kita punya banyak saksi kan?"
Jin masih shock, ia melihat ke sekelilingnya dan Namjoon benar. Bunga-bunga itu bersorak riang, para peri, lebah dan kupu-kupu juga bersorak riang.
Jin terharu dan ia meneteskan air matanya.
"Kenapa kau tidak beritahu aku!" Ia memukul pelan dada Namjoon.
Namjoon menciumnya dan mengusap air matanya.
"Aku ingin ini menjadi kejutan"
"Bagaiman dengan Jungkook?"
"Taehyung tau tentang ini, aku yakin Jungkook tidak akan marah soal ini. Hey! Kita bisa membuat pesta kan nanti?"
Namjoon tersenyum lebar.
Lalu para lebah datang dan mengalungkan mereka berdua rangkain bunga.
"Selamat yaaa" kata para lebah itu lalu mereka pergi.
Namjoon masih menatap Jin dengan penuh cinta. Sayap Jin berkedip dengan indah dan sayap Namjoon mengepak pelan.
" i love you Jinnie"
" i love you too Joonie.."
Mereka berciuman dan Jin mengajaknya ke dalam pohon besar.
Jin segera mendorong tubuh Namjoon ke tempat tidur mereka. Tempat tidur mereka dipenuhi oleh bunga dan seluruh ruangan itu wangi bunga.
'Para peri pasti sudah menyiapkan semua ini' pikir Jin.
Jin membuka kancing baju Namjoon sambil mencium tubuh Namjoon. Setelah selesai dengan kancing baju, Namjoon mencampakkan bajunya dan badannya setengah duduk. Ia bertumpu pada sikunya sambil menatap Jin.
Jin membuka celana Namjoon dan ia juga mulai menciumi boxer Namjoon. Hal itu membuat member Namjoon langsung meresponnya. Boxer Namjoon terlihat menggembung dan ketat. Jin menjilatnya dan ia merintih.
Namjoon mendesis dan ia membiarkan Jin melepas boxernya.
Jin menatap Namjoon yang juga menatapnya dan Jin menjulurkan lidahnya ke member Namjoon. Namjoon gemetaran saat lidah Jin menjilati membernya dan ia merintih kuat saat Jin mulai mengisap membernya.
Kepala Namjoon mendongak ke atas dengan mata yang tertutup. Tangannya mulai gemetaran. Jin menggerakkan kepalanya lebih cepat sambi memainkan lidahnya. Namjoon terus merintih nikmat.
"Aah Jinniee..." hingga akhirnya ia mencapai klimaksnya dan mengeluarkannya di dalam mulut Jin.
Jin memejam matanya sambil mengisap dan menelan semua cairan Namjoon.
Namjoon mengerang lega dan ia menarik dagu Jin dan menciumnya.
Jin langsung mengambil posisi di pangkuan Namjoon. Ia juga sudah menuntun member Namjoon yang mulai tegang lagi ke lubangnya.
"Aah Jinnie.."
"Happy wedding Joonie" ia mencium Namjoon lagi dan mulai menggerakkan tubuhnya.
Namjoon tersenyum dan mencium Jin dengan ganas. Namjoon memompa member Jin dengan kuat.
Keduanya merintih kuat hingga Jin berteriak dan ia mencapai klimaksnya. Namjoon pun menyusul dan ia ejakulasi di dalam Jin. Tangan Namjoon masih memegang member Jin. Ia menjilati tangan dan jarinya yang terkena oleh cairan Jin yang wangi. Jin merintih melihat Namjoon.
"Joonieee..." jin tersipu malu dan ia tanpa sadar menggerakkan pinggulnya. Itu membuat Namjoon kembali mengerang.
"Baby.. i will get hard again"
"Oops" Jin mencium Namjoon dan ia bisa merasakan wangi cairannya sendiri di mulut Namjoon. Ia melepas ciumannya dan menatap Namjoon yang kembali menjilati cairannya.
"Pantas saja kau nenyukainya."
Namjoon tertawa pelan dan ia tersenyum jahil pada Jin.
"Sudah ku bilang, cairanmu sungguh manis Jinnie"
Namjoon mencium leher Jin dengan gemas.
Setelah selesai, mereka berpelukan di tempat tidur mereka yang dipenuhi bunga itu.
" i want to have some babies with you Jinnie"
Jin menciumnya dengan lembut.
"You sure?"
"Yes Jinnie.."
Jin tersenyum lembut dan ia kembali duduk di atas pinggul Namjoon.
"Ayo.. kita lakukan lagi?"
Namjoon tersenyum nakal dan mereka bercinta lagi sepanjang malam.
( okay.. cukup Namjoon nya ya... dan ini Yoonmin moment... enjoy the smut agaiinnnnnn.. and forgive meeeeeeee God)
Yoongi masuk ke kamarnya dan ia kaget saat melihat Jimin yang sudah tanpa busana di atas tempat tidurnya.
"Hello sugar" godanya sambil memainkan membernya di depan Yoongi.
Yoongi mencoba menelan ludahnya. Seketika ia merasa tenggorokannya sangat kering.
Ia segera mengunci kamarnya dan perlahan berjalan menuju tempat tidur, menuju Jimin.
"Jim.. jimin?"
Jimin merintih lalu ia merangkak ke pinggir tempat tidur.
"Kau tidak memiliki nama lain untukku? Hmm sugar?" Godanya lagi dan kali ini Yoongi merasakan membernya yang semakin tegang.
"Aah sugar... aku bisa melihatnya.." Jimin menjilat bibirnya dan pandangannya jatuh ke bagian bawah Yoongi.
Yoongi perlahan menurunkan celananya dan melepas bajunya. Jimin tersenyum lebar dan ia melihat Yoongi yang berjalan mendekat.
Jimin mengambil member Yoongi yang tegang dan mengisapnya.
"Aah" Yoongi menarik rambut Jimin.
Jimin merintih nikmat sambil terus menikmati member Yoongi.
"Aah yess chimchim.."
Jimin meresponnya dengan ikut memainkan lidah nya mengisap member Yoongi.
Yoongi tidak tahan lagi, ia menahan kepala Jimin dan ia menggerakkan membernya di mulut Jimin dengan cepat. Jimin merintih kuat hingga Yoongi akhirnya ejakulasi di mulut Jimin.
Setelah Jimin menelan semuanya, ia menarik Yoongi ke atas tempat tidur dan mencium Yoongi. Jimin menyilangkan kedua kakinya di pinggul Yoongi lalu ia menggesekkan membernya ke member Yoongi.
"Please.. i want you sugar..."
Yoongi tidak menjawabnya, ia langsung mendorong membernya ke dalam lubang Jimin.
"Aah su...sugaarr"
"Ooh fuck chim!"
Yoongi menggerakkan membernya dengan cepat.
"Aah Yoongiii... aahh aakkuu aahh"
Yoongi memompa member Jimin dan ia berbisik ke telinganya.
"Jimin... you are so fucking tight and wet babyy.. aahhh"
Jimin mencium Yoongi dengan ganas hingga akhirnya keduanya ejakulasi bersamaan.
Yoongi masih memompa member Jimin dengan lembut. Jimin menarik Yoongi hingga Yoongi menekan tubuh Jimin. Mereka tidak peduli dengan cairan Jimin yang menodai tubuh mereka.
"Uhmm.. aku lelah sugar" bisiknya sambil memeluk Yoongi dengan kuat.
Yoongi berbaring di samping Jimin dan memeluknya kembali. Jimin mengecup bibir Yoongi dan berbisik.
"I love you Yoongi.. i love you.."
Yoongi tersenyum bahagia mendengarnya lalu ia mengecup bibir Jimin yang sudah tertidur.
Yoongi terbangun di tengah malamnya. Ia pergi ke kamar mandi sebentar lalu ia melihat Jimin yang masih tertidur pulas di tempat tidurnya.
Ia tersenyum lalu ia melihat bajunya yang masih berserakan, ia mengutip bajunya dan menggantungnya di gantungan baju. Ia juga melihat baju Jimin di sisi tempat tidurnya lalu ia mengambil baju dan celana Jimin untuk digantung.
Tapi sesuatu jatuh dari kantung celana Jimin.
Yoongi melihat sesuatu yang jatuh itu dan ia melihat... sebuah pisau kecil dengan terlihat aneh. Yoongi mengambil pisau itu dan ia menatapnya dengan seksama. Ada tulisan di pisau itu, tapi Yoongi tidak mengerti bahasa itu. Dahi Yoongi berkerut.
'Untuk apa pisau ini?'
"Yoongi? Kau sedang apa?"
Yoongi kaget dan ia berbalik dan melihat Jimin yang menatapnya dengan curiga.
