Close to Me

Ruberrys

Pairing : Kim Taehyung x Jeon Jungkook

Rate : M

Genre : Angst, Drama, Romance

Warning : BOYXBOY, YAOI, Mature Content, Top! Taehyung Bott! Jungkook, TYPO's

Summary : Jungkook tak menyukai tempat sepi. Tak juga menyukai ketika setiap mata tidak memandangnya. Tidak. Tidak sama sekali.

Namun, seseorang yang menyeretnya kedalam sebuah sepi dan hanya sepasang iris gelap yang memandangnya sayu benar-benar membuat mabuk.

"Bisakah kita menjaud dari keramaian? bawa aku ketempat dimana kita bisa menjadi lebih dekat dan lebih lagi"

"Mendekatlah jika kau menginginkanku juga"

Ketika gelap dibiarkan menjalar. Menyergap membungkam netra. Mengiringi nafas yang kian menderu.

Jungkook hanya bisa mendesau kacau sambil menyebut nama Taehyung.

'Ahhh-'

Sumpah.

Jungkook membenci gelap.

Membenci sepi.

Tapi, bersama Taehyung didalam sebuah kamar sempit seperti ini, beamandikan peluh dan cahaya purnama yang menelisik masuk dari gorden yang terbuka, benar-benar suatu kasus yang mendebakarkan.

"Mhh, Taehyung- lagii ahh"

Dan dengan senang hati Taehyung mengabulkan permintaan cintanya ini.

Dan dengan sukarela juga, Jungkook akan semakin menjeritkan suaranya.

"Ahh-tae, nghh"

"Ya, begitu sweety. Sebut namaku lebih keras lagi"

Sialah, mendengar suara Taehyung membuat lubangnya makin basah. Memudahkan Taehyung semakin lancar mengeluar-masukkan miliknya.

Jungkook mendongak pasrah saat kepala berambut coklat itu menyeruak ke lehernya dan menyematkan tiga empat tanda merah di sekitarnya.

Jemari lentik Jungkook meremasi rambut Taehyung lemas.

"Ahssh, tae-aku.."

Taehyung semakin keras menumbuk titik manis sayangnya.

"Mmh-" bibir mereka menaut kasar. Sarat akan nafsu yang menggelegak. Air mata Jungkook luruh saat kenikmatan itu makin banyak.

Shit!. Taehyung menggerakkan miliknya lagi semakin kasar dan cepat. Membuat Jungkook mati-matian menahan desahan. Kepalanya menggeleng ke kanan dan kiri. Tak kuat menahan rangsangan yang tak henti.

Tiba-tiba Taehyung berhenti dan membalik tubuh Jungkook. Menarik pantat Jungkook tinggi, dan menghujam keras.

Jungkook mati lemas.

Taehyung bangsat.

Berkali-kali pipi pantatnya di tampar hingga merah.

"Taehyung-"

Ucapnya disapu udara saat tengkuknya dijilat dan putingnya dipilin kasar.

"Tae-taehyung, ahh hh ngg"

"Shh, sebentar ahh Jungkook"

Taehyung menhujam keras bersamaan dengan spermanya yang menyembur deras di dalam lubang hangat cintanya.

Nafas mereka menderu. Oh, nikmat sekali.

Jungkook terkurap lemas, disusul Taehyung yang terlentang di sampingnya.

"Ah,sexyang luar biasa Jeon Jungkook. Kapan-kapan kita harus melakukannya lagi"

Jungkook tertawa, menikmati pillow talk after sex mereka bersama gelap dan sepi.

"Ya, tak masalah."

Lalu hening

"Tae-"

Taehyung menoleh

"Hum?"

Jemari Taehyung mempermaini rambut Jungkook yang lepek dan awut-awutan.

"Kau- kau, tak berniat memperjelas hubungan kita?" Ucap Jungkook sedikit ragu

Taehyung tertegun, memeluk erat pinggang Jungkook yang ramping dengan sayang.

"Memangnya kau mau bagaimana?"

"A-apa!? Kau, kau tidak serius dengan ku?" Jungkook terkejut bukan main. Memangnya selama ini hanya mainan buat Taehyung? Bahkan satu-satunya harta yang selalu Jungkook bawa kemana-mana sudah diserahkannya cuma-cuma malam ini. Dan, dan inikah balasan Taehyung?

"Tae, tak kusangka kau-kau bajingan" air mata Jungkook luruh begitu saja. Hatinya hancur tak tersisa.

Jungkook beranjak duduk dan menutup mukanya dengan telapak tangan.

"Kau bedebah menjijikkan. Kukira kau mencintaiku, tapi-tapi--"

"Aku sudah menyerahkan diri malam ini, dan kau hanya menganggap ku mainan-"

"Sebegitu rendahnya kah aku di matamu? Hiks-"

Taehyung hanya menatap Jungkook yang menyumpah serapahinya. Kemudian ikut duduk di sebelahnya.

Taehyung menarik tangan Jungkook yang masih menutupi muka.

"Sudah puas mengumpatiku?" Taehyung berucap halus.

"Hiks-" hanya terdengar isakan kecil dari bibir Jungkook.

Taehyung memeluk Jungkook, membiarkan tubuh telanjang bagian atas mereka terpapar sinar rembulan.

"Kutanya sekali lagi, kau mau kita bagaimana?" Ucapannya memang halus, tapi Jungkook malah semakin terisak.

"Kau mau kita pacaran?"

Jungkook diam

"Atau tunangan?"

Masih diam

"Atau menikah?"

Ah, Jungkook mulai memanas wajahnya

"Atau kau pergi sejauh mungkin dari hidupku, atau sebaliknya?"

Berhasil, Jungkook mengangkat wajah.

Jungkook memukul pundak Taehyung keras, membuat empunya tertawa.

"Jadi-?"

Jungkook malu.

"Taehyung brengsek, bajingan, bangsat, bodoh. Aku membencimu!" Seru Jungkook lantang

"Aku masih menunggu jawabanmu sayang"

Jungkook menghamburkan diri di dada Taehyung hingga jatuh telentang dengan Jungkook diatasnya.

"Nikahi aku Tae"

"Apa? Aku tak dengar"

Sial. Sial. Sial.

Jungkook semakin membenamkan diri di dada Taehyung. Wajahnya memerah parah.

"Tidak jadi"

Ah, Jungkook merajuk rupanya.

Tangan Taehyung melingkar di punggung dan pinggang si manis, menggoyangkan tubuhnya.

"Ahh, ayolah-beritahu aku Jungkookie, cepat-"

Jungkook meremang mendengar rajukan Taehyung, bukan jijik. Tapi lebih ke perasaan gemas yang menggelitik.

"Jungkookie, ayolah-tidak sayang Taetae ya?"

Taehyung memang bajingan.

"S-sayang kok" cicit Jungkook

"Kalau begitu, kok Taetae gak dikasih tau? Hum?"

Tangan Jungkook sudah terkepal erat di belakang leher Taehyung, gemasnya sialan.

Taehyung menggoyang tubuhnya ke kanan kiri, mencoba merayu ala anak kecil.

"Kalau gitu, sebulan lagi Jungkookie nikah sama Taetae ya? Ya? Ya?"

Jungkook merona parah. Dan, mengangguk pelan.

"Horee, Taetae akan punya istri cantik"

Masa bodoh dengan 'taetae' atau 'taehyung' yang melamarnya.

Biarkan malam ini mereka menikmati euforia yang memeluk.

Membiarkan mereka semakin dekat tanpa jarak

Tidak peduli tentang siapapun

Dan, menjauh dari mereka.

Membangun dunia mereka sendiri,

Berdua,

Dan bersama anak-anak mereka.

Dalam suatu ikatan bernama 'rumah tangga'

Intinya-

"Aku selalu mencintaimu Jungkook. Tak peduli siapapun kau. Kau milikku. Dan aku milikmu. Akan kubuat kau tak menyukai keramaian. Hanya aku yang ada padamu. Dihatimu, mimpimu, hidupmu, dalam semua terang dan gelapmu. Hanya aku, aku. Dan aku janji, kau lah yang akan menjadi 'kamu ku'. Milikku cintaku. Duniaku.

Jeon Jungkook, I Love You"

Dan kecupan di kening menutup malam yang beranjak pagi ini.

END