"Bukan hanya Rider…"
Mata Itachi melirik ke arah Ophis yang berjalan mendekatinya dengan wajah datar. Mata Itachi melebar. Jadi dari tadi Ophis tidak beranjak dari tempatnya. Ophis berjalan melewati Itachi sambil sedikit menguap.
"Tetapi Berserker yang dari tadi berada di dalam monumen akan memeriahkan pertarungan ini." Kata Ophis dengan suara acuh tak acuhnya.
BERSERKER?! DI DALAM MONUMEN KRISTAL GRENADA?!
Onyx Itachi melirik ke belakang. Setelah asap akibat hancurnya monumen menghilang, bukan Holy Grail yang berada di dalam, tetapi sesosok ksatria bertubuh besar dengan aura hitam yang menyelimutinya. Berserker, Servant paling absurd, gila dan dipenuhi amukan itu berteriak kencang sehingga tekanan udara di sekelilingnya melesat ke berbagai arah.
"Bu-Bukan Holy Grail yang ada di dalam monumen?!" kata Sakura dengan nada tak percaya. Xenovia menganga. Irisnya bergetar penuh keterkejutan.
"Bagaimana? Apa ini kejutan terbaik dari hamba yang dipenuhi darah kotor ini?" kata Caster yang perlahan-lahan berpijak di belakang Berserker.
Belum sempat keterkejutan para Chasseurs hilang, Berserker tanpa aba-aba melesat ke arah Xenovia, Irina dan Sakura dengan kecepatan gilanya. Saat tangan besarnya ingin mencengkram kepala Xenovia, tubuhnya ditabrak Ophis hingga terpental jauh ke arah Gilgamesh Way. Sang Gothic Loli-sama berkata sambil terbang menuju Berserker "Aku akan urus yang satu ini…kalian urus Servant lainnya."
"Gordius Wheel!" teriak King of Conquerors dengan suara penuh kemenangan. Tidak seperti serangan pertama, serangan yang ini adalah Noble Phantasm sang Servant. Tentu saja yang terkena akan kehilangan nyawanya. Beberapa langkah lagi chariot itu akan membunuh Kiba dan Akamaru, sebuah monster humanoid dengan aura ungu menghantam dua sapi pembawa Chariot Rider hingga kereta perang itu terpental masuk ke dalam taman. Pagar taman yang dihantamnya saja langsung roboh. Kilatan-kilatan petir dari kekuatan Rider bahkan menerbangkan dua pohon besar di Taman Kota Fuyuki.
"Kau apa-apa, Kiba…aku tidak perlu bertanya kau tidak apa-apa…" kata Sasuke yang tubuhnya dibaluti Susano'o. Matanya memandang tajam Itachi.
"Aniki, kita urus Servant itu di Taman Fuyuki."
Itachi muncul sekejap di samping Sasuke dengan Mangenkyou Sharingan menyala.
"Tampaknya kita harus menggunakan mata ini."
"Sebenarnya menggunakan Doujutsu terlalu mainstream," kata Sasuke dengan suara penuh penekanan "Tetapi apa daya…lawan kita memaksa kekuatan mainstream ini keluar."
"Heh…apa yang kau omongkan?" Itachi menoleh ke arah Sakura "Sakura-chan, tolong sembuhkan Kiba. Kami akan mengurus Servant Rider di taman." Sakura menganggukkan kepala. Sasuke menghilangkan Susano'onya. Dia dan Itachi berlari memasuki taman lewat pagar roboh akibat dihantam Chariot Rider.
Mari kita fokus ke dua pertarungan dahsyat yang terjadi antara Gothic Loli-sama Vs Berserker dan Dua kakak beradik Uchiha Vs Rider
Icha and Michi-san Present:
The Girl with One Hope
.
.
.
Naruto dan Highschool DxD bukan milik saya, keduanya adalah karya besar dari Masashi dan Ichibumi
Rate: M
Genre: Adventure, Fantasy, Drama, Romance
Warn: Latar Original. Lolicon (maybe)
Naruto (18) x Hinata (12), Lolicon khan?
.
.
.
Chasseurs 5
Taman Kota Fuyuki adalah sebuah taman indah yang dipenuhi Pohon Tabebuia. Tabebuia adalah tanaman yang mirip seperti Tanaman Sakura, hanya saja Tabebuia memiliki waktu perbungaan yang lebih lama yakni sekitar 3 sampai 5 tahun. Saat ini musim dingin dan bunga Tabebuia yang biasanya berwarna pink, kuning maupun pink keunguan tidak muncul. Di sepanjang sisi kiri-kanan jalan setapak taman banyak sekali bunga-bunga krisan, mandevilia dan hydrangea yang tertutupi putihnya salju.
Di dekat sebuah Pohon Tabebuia yang tumbang, terdapat sebuah kereta magic dahsyat kepunyaan Zeus yang diberikan Raja Gordius kepada Raja Penakluk Iskandar. Servant kelas Rider itu memegang kepalanya. Dia memandang dua sapi jantan ilahi-nya yang menabrak sebuah Pohon Tabebuia hingga tumbang. Benar-benar kekuatan yang hebat karena mampu menghentikan serangan Gordius Wheel-nya.
"Jadi kalian berdua mendatangiku, wahai tentara?" Rider menoleh ke belakang. Di sana sudah berdiri Uchiha Sasuke dan Uchiha Itachi dengan Mangenkyou Sharingan menyala.
"Aku suka mata kalian. Itu adalah mata ksatria yang bisa menaklukkan berbagai Negara. Hanya satu orang yang berani menatapku dengan tatapan seperti kalian..ya, dia adalah Raja besar Persia, sang Agung Darius III. Saat itu aku menyingkirkan kursinya yang tinggi dan menjadikannya dengan kursiku. Untuk seukuran tubuhku yang besar, Darius III yang Agung benar-benar seperti monster." Rider memutar Chariot-nya hingga menghadap ke depan. Mata Sasuke dan Itachi menajam waspada. Kereta perang yang dapat mengeluarkan petir itu adalah kendaraan Rider paling berbahaya. Salah sedikit saja mereka bisa mati dihantam dua sapi jantan pembawa kereta maupun roda keretanya.
"Mengapa kalian berani datang ke Kota Fuyuki, wahai dua tentara pemberani?"
"Kami bukan tentara…" ucap Sasuke datar "Kehormatan kami lebih tinggi daripada tentara anda, Rider. Pertanyaanmu tidak perlu kami jawab."
Rider tertawa senang. Dia mengangkat Pedang Spatha-nya yang disebut Pedang Kupriotes. Sasuke dan Itachi sudah memasang posisi siaga, mengira Rider akan memulai serangan. Nyatanya King of Conquerors menyarungkan pedang itu ke pinggang dan turun dari kereta perangnya. Dia mengelus pelan dua kepala sapi jantan dan berkata "Kalian beristirahat dulu…"
"Apa yang ingin dilakukannya?" gumam Sasuke dengan setetes keringat yang mengalir dari pelipis.
Rider mengangkut sebuah tong bir atau beer barrel dari kayu di pundaknya. Tangan kanannya memegang tiga gelas kayu dan sebuah sendok kayu berbentuk tabung.
"Dia ingin mengajak kita minum bersama." Itachi menjawab pertanyaan Sasuke.
"Eh?"
"Kau sudah boleh minum minuman beralkohol, Sasuke?"
"Hn?"
Sasuke bingung dengan situasi saat ini. Rider menghempaskan tong bir kayu itu di depan Itachi-Sasuke kemudian duduk bersila dengan santai. Dia memukul bagian atas bir hingga pecah. Rider tertawa lebar sambil menepuk-nepuk tanah taman.
"Duduklah, duduklah dua tentara pemberani. Kita minum-minum dulu…"
Itachi memandang datar adiknya. Matanya sudah kembali menjadi onyx gelap "Umurmu sudah lewat 17 tahun kan?"
"Hn."
Itachi dan Sasuke duduk di hadapan Rider dengan wajah tetap bersiaga. Mata Sasuke juga kembali normal. Menggunakan Sharingan dalam waktu lama jelas menguras chakra mereka. Sementara itu Rider menuangkan satu-persatu air anggur ke dalam gelas kayu. Tidak lupa tawanya yang menunjukkan bahwa dia seorang raja yang hebat. Tawa seorang yang pernah menaklukkan sebagian dunia.
"Bagaimana anggurnya? Apa terasa enak?" tanya Rider setelah Itachi dan Sasuke meminum anggur yang ia tuangkan. Sasuke hanya mencicipinya sedikit, sementara Itachi meneguknya dua kali. Sambil meletakkan gelas kayu itu ke tanah, Uchiha sulung berkata "Anggur yang enak dan berkualitas, King of Conquerors. Sudah berapa lama anggur ini dipendam?"
Rider tertawa "Ahahahaha, ini adalah Anggur Muscadine yang dipendam selama 5 tahun. Saat berada dalam medan perang, aku selalu membawa lima tong untuk merayakan kemenangan bersama prajurit-prajurit beraniku setelah perang."
"Anda adalah raja yang hebat," kata Itachi memuji "Anda sangat memperhatikan tentara-tentara anda. Karena itulah prajurit anda sangat setia. Kesuksesan anda dalam legenda yang menaklukkan sebagian dunia merupakan bukti bahwa anda seorang Raja Agung yang sukses secara militer, politik dan sosial."
"Hahaha, terima kasih atas pujiannya anak muda. Tetapi aku tetap tidak bisa mengalahkan kehebatan Dewi Kaguya yang termasyhur. Sang Dewi Kelinci yang ditakuti seluruh belahan dunia."
Sasuke terdiam mendengar percakapan antara abangnya dan Sang Raja. Dia memandang air anggur di gelas kayu tersebut. Terpantul wajah tampan dengan mata gelap dan rambut raven yang berekspresi tegas.
'Untuk apa kami diajak minum bersama seperti ini? Apa dia mau membuat kami mabuk dan bisa mengalahkan kami dengan mudah?' batin Sasuke penuh curiga. Dia terkejut melihat Itachi yang menambah anggur lagi. Sang Raja menuangkan anggur itu ke dalam gelas Itachi dengan wajah ramah.
"Sebelum kedatangan Dewi Kaguya, dunia tidak pernah bersatu dan saling berperang satu sama lain untuk meperebutkan tahta dan wilayah. Para raja-raja hebat seperti King Arthur dari Britannia, Darius III dari Persia, Gilgamesh dari Babylonia, Yu The Great dari China, Aji Saka dari Java dan masih banyak lagi merupakan penguasa berkharisma di zamannya. Raja-raja hebat ini bertarung dan berperang demi menentukan kejayaannya sebagai raja terkuat."
"Jadi Ootsutsuki Kaguya bukanlah mahluk pertama yang mendiami bumi?" tanya Sasuke yang akhirnya berbicara. Ia sedikit tertarik dengan topik yang dibawa Rider.
Iskandar menganggukkan kepala "Kedatangan Dewi Kaguya, yang entah dari mana, membuat manusia-manusia bertekuk lutut di hadapannya. Ia dijuluki Dewi Kelinci dan Ibu dari segala Kekuatan. Hanya saja karena tidak ada yang mampu mengalahkannya maka sang Dewi berubah jahat hingga disegel oleh kedua anaknya," Rider menuangkan lagi Anggur Muscadine ke dalam gelas "Setidaknya itu yang dikatakan Legenda bukan? Karena aku sudah menemui ajal sewaktu Dewi Kaguya belum disegel oleh Ootsutsuki Hagoromo dan Ootsutsuki Hamura."
"Kerajaan anda, Makedonia, dikenal memiliki kekuatan tempur yang hebat, King of Conquerors…" Itachi meminum anggur itu dengan wajah tenang. Sasuke memandang aneh abangnya. Apa Itachi tak takut mabuk dan kehilangan kekuatan?! "…Bahkan anda dikatakan dalam Legenda sebagai anak dari Zeus."
Iskandar mengibaskan tangannya "Itu hanya legenda…." Dia menegak anggur tersebut sekali teguk dan menghela napas lega.
"Pasukanku, para Petarung Makedonia, adalah tentara terbaik di dunia!" katanya penuh kebanggaan "Hal itulah yang membuat Makedonia menjadi kerajaan besar."
"Manusia tidak pernah lepas dari jiwa rakus dan selalu menginginkan segala hal. Itu dasar sifat alami manusia. Raja, manusia yang memimpin manusia lainnya atau orang terkuat di suatu Negara, tentu saja memiliki jiwa rakus yang paling tinggi. Itu perlu menurutku. Jika kau tidak memiliki ambisi," Rider menghentakkan gelas kayu itu ke tanah "Maka jangan menjadi seorang Raja."
Itachi dan Sasuke terdiam. Mereka masih mendengarkan.
"Namun ada beberapa orang kuat yang mengikuti Raja-nya bukan berarti raja itu lebih kuat dari mereka, raja yang diikutinya memiliki kelayakan, kharisma, aura raja, dan keadilan sehingga pantas diikuti. Semuanya ada pada raja-raja yang telah kusebutkan."
"Termasuk anda?" tanya Itachi.
Rider tersenyum lebar "Kau mengakuiku anak muda, ahahahaha! Aku senang berbicara denganmu. Kau pendengar yang baik sekaligus pengkritis yang bijak. Hmm, apa kalian berdua kakak-adik?"
Itachi menganggukkan kepala. Rider tertawa lagi "Ahahaha, tampaknya adikmu lebih arogan dari dirimu, wahai abang ahahahaha!"
Sasuke mendecih pelan. Sampai kapan perbincangan ini berlanjut. Rider menghentikan tawanya dan berdehem.
"Ini adalah tawaran dariku. Yang pertama dan yang terakhir,"
Itachi dan Sasuke saling berpandangan, kemudian mereka memandang kembali ke arah King of Conquerors.
"Melihat kekuatan kalian yang setara dengan para Pahlawan Makedonia di zaman lampau, aku ingin kalian berdua menjadi tentaraku. Jika kalian setuju, maka akan kubebaskan kalian dari kematian. Namun jika kalian tidak setuju, sebagai raja yang baik kuberi dua pilihan. Pergi dari Fuyuki atau bertarung denganku."
Itachi menganggukkan kepala tenang. Dia meletakkan pelan gelas kayu itu ke tanah "Terima kasih atas tawarannya, Raja Penakluk. Hanya saja kau sudah tahu jawabannya saat melihat mataku." Onyx kelam Itachi berubah menjadi Mangenkyou Sharingan "Manusia yang tidak memiliki aura raja memang akan mengikuti seseorang yang memiliki kelayakan, aura raja, kharisma dan keadilan. Tetapi ada beberapa manusia berjiwa ksatria yang ingin berdiri tegak atas kekuatannya sendiri."
"Hm, lalu?"
"Mereka lah yang berdiri bersama teman-temannya dan bertarung penuh kebanggaan dan kehormatan. Kami para Chasseurs memiliki 3 prinsip yang kami junjung, kami tidak akan pernah meninggalkan teman-teman kami."
Rider tersenyum lebar "Kuterima jawabanmu, anak muda…" dia memandang Sasuke yang ikutan berdiri sambil meminum satu gelas anggur tersebut.
"Anggur anda enak, wahai Raja Penakluk. Kandungan alkoholnya juga kecil. Pada awalnya aku meragukan niat baikmu. Ternyata kau ingin bernegoisasi dengan kami. Kau memang raja yang bijak." Sasuke menjatuhkan gelas kayu itu ke tanah. Mangenkyou Sharingan menyala di dua kelopak matanya "Lagipula…" Sasuke tersenyum tipis "…Kami sudah memiliki pemimpin di misi kali ini. Dia menyuruh kami untuk mendapatkan Holy Grail."
"Jawaban yang sangat berani…"
Rider kembali menaiki Chariot-nya. Setelah berdiri di atas kereta perang, sang raja menarik Pedang Kupriotes dan berkata dengan lantang "Tak pernah aku merasakan jiwa yang bergejolak seperti keinginanku dulu untuk melihat Oceans! Kalian berdua adalah dua anak muda yang setara dengan Pahlawan-Pahlawan Makedonia di zaman lampau."
"Oceans? Aku dengar kalau itu cita-citanya yang ditertawakan banyak orang karena ingin melihat ujung laut di sisi timur dunia."
Itachi membenarkan perkataan Sasuke "Dia tidak kesampaian."
"Bukankah Iskandar yang Agung tewas karena tergigit nyamuk?" kata Itachi yang membuat Sasuke memandang sejenak abangnya "Sasuke, sehebat apapun manusia…ketika ajalnya mendekat, maka mereka tidak bisa melakukan apapun. Iskandar memenangkan semua peperangan yang ia lakoni, namun ia kalah oleh seekor hewan invertebrata yang menggigitnya dan memastikan bahwa manusia memang mahluk yang lemah di hadapan Tuhan."
Susano'o mulai menyelimuti tubuh Itachi. Monster humanoid beraura merah itu muncul dengan wujud tengkorak bertanduk "Jika kita memenangkan pertarungan ini, sekali lagi kita menunjukkan bahwa Iskandar yang Agung tidak seagung hikayatnya."
Sasuke memandang ke depan. Chariot Rider sudah diselimuti kilatan listrik yang meretakkan tanah-tanah di sekitarnya.
"Berapa lama kita bertahan jika memakai Mangenkyou Sharingan?"
"Kau tidak pernah memakainya-"
"Aku hanya memakai mata ini saat berlatih denganmu. Hanya kau yang menggunakannya di pertarungan nyata."
"Saat misiku ke Kota Annaba bersama Gaara dan Xenovia melawan kelompok penjahat kelas berat bernama Heat-Dark, aku mampu bertahan hingga 10 menit."
"Lewat dari itu?"
"Chakraku benar-benar habis. Gaara bahkan harus menggendongku saat lari dari kejaran Polisi Annaba."
Sasuke tersenyum "Tidak bisa kubayangkan betapa tidak bergunanya kau saat itu, Aniki.
"Heh…tetapi dengan mata ini aku mengalahkan 200 orang kelompok Heat-Dark tanpa terluka sedikitpun."
Sasuke menyelimuti tubuhnya dengan Susano'o "10 menit ya…"
Rider sudah memacu Chariotnya menuju ke arah Sasuke dan Itachi "Gordius Wheel!" teriaknya disertai kilatan petir yang menghancurkan tanah dan tanaman yang dilalui kereta perang tersebut.
"Dia datang…" kata Itachi. Setelah itu benturan dahsyat terjadi di Taman Kota Fuyuki yang membuat belasan Pohon Tabebuia terbang ke udara. Kepulan asap dan debu berterbangan di udara. Bunga-bunga krisan langsung hancur dan menyisakan batang-batang bunganya. Tong bir beserta tiga gelas kayu dan sendok kayu hancur akibat benturan tersebut. Saat itu muncul kawah berdiameter 300 meter yang melenyapkan rerumputan taman sehingga hanya sebuah tanah gersang berwarna coklat. Dua sapi jantan ilahi milik Rider ditahan oleh kedua tangan Susano'o Itachi dan Sasuke.
"Hebat…" kata Rider memuji. Dia berteriak kencang, muncul kilatan petir di sekitar roda Chariotnya hingga membuat tanah kawah itu retak dan berhamburan ke segala arah. Mata Itachi dan Sasuke melebar. Tubuh mereka bersama Susano'o termundur perlahan-lahan ke belakang.
"Sangat kuat…" gumam Sasuke. Rider menyeringai tipis. Tiba-tiba Chariotnya berputar dan bergerak menjauhi Itachi-Sasuke, tentu saja dengan kilatan petir dahsyat, kemudian setelah berjarak sekitar 100 meter dari Sasuke dan Itachi, Rider melesat mendekati kedua Uchiha dengan kecepatan Chariot yang lebih tinggi.
"Kalian akan 10 kali kuserang dengan Gordius Wheel , setelah itu kututup dengan kekuatan penuh Gordius Wheel-ku yang bernama," Rider mengangkat Pedang Kupriotes-ya "Via Expugnatio!"
"Ini berbahaya, Itachi!" kata Sasuke.
Itachi melebarkan kedua matanya. Mangenkyou Sharingannya sedikit berputar.
Dengan dahsyat Rider menabrakkan dua Susano'o itu dari depan dan belakang. Tabrakan pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima…hingga tabrakan kedelapan, Susano'o Itachi maupun Sasuke retak.
Kawah 300 meter itu bahkan tidak berbentuk kawah lagi. Tanahnya bergelombang seperti tanah yang diguncang gempa berkekuatan 8 SR. Tabrakan kesembilan semakin meretakkan Susano'o Itachi-Sasuke.
Tabrakan kesepuluh menghancurkan armor terkuat para Uchiha.
Saat itu Rider berada di belakang Sasuke dan Itachi yang sudah jatuh dengan lutut bertumpu ke tanah. Mereka terengah-engah tanpa Susano'o. Rider memacu cepat Chariotnya yang diselimuti kilatan petir dan berteriak
"Via Expugnatio!"
Hantaman terakhir itu menghancurkan tubuh Itachi-Sasuke menjadi daging dan tulang yang menyedihkan.
"Via Expugnatio!"
Rider berdiri superior di atas Chariotnya. Kedua sapi ilahi penarik kereta perang mendengus pelan sehingga uap napas keluar dari lubang hidung mereka. Rider menoleh ke belakang. Di bekas alur dua roda kereta perangnya bertumpuk gumpalan-gumpalan daging dan tulang serta dua kepala yang dipenuhi genangan darah. Rider menggelengkan kepala kecewa.
"Padahal aku berharap akhir hidup kalian tidak seperti ini, anak muda." Kata Raja Penakluk. Dia menutup matanya. Lawannya sudah tewas.
Saat ingin memacu Chariot-nya menuju ke pusat kota untuk melawan Chasseurs lain, tiba-tiba kedua sapi jantannya mengeluh. Eluhannya bukan eluhan lelah ataupun eluhan biasa. Itu adalah leluhan peringatan.
"Moooooouuu!"
Rider menaikkan salah satu alisnya. Ketika dia menoleh ke belakang kembali, gumpalan-gumpalan daging itu telah hilang. Iris mata Rider bergetar. Saat itu dua sapi ilahi mengeluh kembali. Apa yang sapinya peringatkan?
'Serangan balik? Serangan kejutan? Dua anak muda itu akan muncul dari dalam tanah? dari belakang? Atas?...' Rider terdiam. Dia menundukkan kepalanya. Ketika kepalanya terangkat, matanya berkilat.
"Hyaaaah!" dia menyabetkan Pedang Kupriotesnya ke atas, membuat sebuah lubang dimensi yang besar. Ketika cahaya warna-warni menyelimuti tubuh Rider, Sang Raja Penakluk langsung tersadar dari Genjutsu Uchiha Itachi!
"ILUSI?!" Rider memandang ke atas. Sasuke dan Itachi melompat di atas kepalanya dengan Susano'o yang siap meninju Sang Raja. Terlambat untuk menggerakkan Chariot-nya. Rider melompat ke belakang sehingga Chariot kesayangannya dihancurkan oleh dua pukulan Susano'o Uchiha bersaudara.
"Mooooou!" itu adalah eluhan terakhir sapi jantan ilahi. Bersamaan hancurnya Chariot Rider, dua sapi jantan itu juga tewas remuk dihantam pukulan hebat Susano'o.
'Aku tertipu…' Rider terseret beberapa meter ke belakang hingga punggungnya menabrak sebuah batang Pohon Tabebuia. Pedangnya tertancap ke tanah membentuk parit kecil yang dalam.
"EMPAT TONG ANGGURKU!" teriak Rider sambil mengacak-acak rambut merahnya. Air merah yang keluar dari puing-puing Chariot merupakan anggur yang keluar dari empat tong bir yang pecah. Sasuke dan Itachi berdiri di atas kedua tubuh sapi jantan yang sudah tidak bernyawa.
"Maafkan atas kelancangan kami, King of Conquerors…" kata Itachi dengan suara tenang "…Karena telah memasukkanmu ke dalam Genjutsu."
'Jadi saat aku memulai serangan 10 kali Gordius Wheel, dia sudah memasukkanku ke dalam ilusi.' Rider ingat ketika Mangenkyou Sharingan Itachi mengarah ke matanya 'Di dalam otakku memvisualisasikan serangan-serangan Gordius Wheel yang menghantam mereka hingga serangan Via Expugnatio yang menghancurkan tubuh mereka, tetapi di dunia nyata aku tidak bergerak seinchipun. Mereka mengambil kesempatan tersebut untuk menyerangku…'
Rider memandang mata Sasuke dan Itachi yang beriris merah dengan pupil yang unik 'Kekuatan mata yang menakutkan. Jika saja aku tidak memiliki kemampuan Reality Marble, maka tidak mudah terlepas dari ilusi mereka.'
"Kita telah menghancurkan senjata utamanya…bagaimana Aniki? Haruskah kita serang secara langsung?"
"Tahan dulu Sasuke. Walaupun Chariot-nya telah hancur, Iskandar yang Agung tetaplah petarung terbaik di Makedonia," Itachi memandang Pedang Kupriotes yang tertancap di tanah "Kita akan serang dia dengan serangan jarak jauh."
Sasuke memejamkan mata kanannya. Urat-urat merah muncul di sklera mata kirinya. Perlahan-lahan genangan darah keluar dari mata kiri sang Uchiha.
"Amaterasu!" katanya meneriakkan jutsu api hitam neraka yang abadi.
Rider mencabut pedangnya dan segera melompat ke kanan. Walaupun tubuhnya besar, agility Iskandar tetap terbaik dikarenakan dia adalah Servant Kelas Rider. Ketika matanya memandang ke arah posisinya berdiri tadi, Pohon Tabebuia yang berada di belakangnya terbakar api aneh berwarna hitam.
"Dia cepat juga…" kata Sasuke dengan napas terengah-engah. Itachi mengambil delapan kunai dari kantong penyimpanan alat ninjanya.
'Dengan tubuh yang besar, Rider bisa bergerak lebih cepat dari seekor Cheetah. Refleknya juga berada di atas rata-rata…' Itachi menyelipkan delapan kunai masing-masing di sela-sela jari kedua tangannya 'Serangan jarak jauh biasa tidak akan mengenainya, terkecuali melakukan sedikit trik yang tak bisa ia prediksi.'
Rider memandang waspada ke arah Itachi. Dia harus berhati-hati dengan si Sulung Uchiha.
Delapan kunai berada di tangan Itachi dan Rider tahu kalau Uchiha itu akan melempar delapan kunai ke arahnya. Hanya saja permasalahannya adalah trik lemparan yang akan digunakan Itachi.
"Amaterasu…" kata Itachi dengan suara tenang. Ujung delapan kunai yang berada di sela-sela jarinya terbakar api hitam Amaterasu. Rider menyipitkan matanya. Api hitam itu akan menambah daya bunuh dari kunai yang dipegang si Sulung Uchiha.
Itachi melempar empat kunai di tangan kirinya ke arah Rider. Tentu saja Rider bisa mengelaknya dengan mudah. Saat dia ingin melompat ke kanan, 4 kunai di tangan kanan Itachi melesat ke 4 kunai pertama dan berbenturan. Mata Rider melebar.
'Ini teknik lemparan kunai Aniki yang menakutkan…Kunai-Shi no Nage!' iris Sasuke bahkan bergetar melihat arah kunai yang berbelok akibat saling berbenturan. 8 kunai itu secara mengejutkan melesat ke arah Rider dari berbagai arah.
"Hebat." Kata Rider sempat-sempatnya memuji sambil mengibaskan jubah merah kebanggaannya untuk menutupi seluruh tubuh. Jubah itu tertancap 8 kunai dan terbakar api Amaterasu. Rider melepas kancing jubah di depan lehernya dan membuang jubah itu ke kanan. Kini Sang Raja Penakluk hanya memakai baju besi perunggunya. Otot-ototnya terlihat kekar.
"Dia benar-benar terlatih dalam suatu pertarungan." Kata Sasuke mengakui kehebatan King of Conquerors. Itachi menganggukkan kepala. seperti Sasuke, mata kanan Itachi juga mengeluarkan darah akibat penggunaan Amaterasu.
"Penguluran waktunya sudah selesai, sepertinya para prajuritku telah tiba."
Sasuke dan Itachi memasang posisi siaga saat puluhan Pasukan Rider berdiri di belakang Sang Raja. Mereka semua berpakaian armor khas Makedonia.
"Ahahahaha, terima kasih telah datang ke medan pertempuran wahai sahabat-sahabatku."
"YA, RAJA KAMI!" balas para pasukan Rider kompak. Itachi dan Sasuke sedikit merinding mendengarnya.
"Mereka semua sama sepertiku, adalah entitas Mana yang dibuat oleh Holy Grail atas penciptaannya yang suci. Mereka terbentuk karena rasa setia mereka kepada Iskandar yang Agung. Sama seperti Para Ksatria Britannia yang muncul dari Mana karena kesetiaan mereka kepada Saber, para tentaraku muncul dengan jiwa dan raga mereka yang percaya kepada Rajanya."
Rider mengangkat pedangnya ke atas "Sekarang akan kutunjukkan Noble Phantasm-ku yang terkuat, yang akan membawa kalian menuju ruang kedigdayaanku bersama Tentara-tentara Makedonia. Kalian akan melihat kekuatan yang terbentuk dari ikatan Sang Raja dan para pejuangnya!"
Cahaya putih dengan garis-garis cahaya yang lebih terang muncul dari Pedang Kupriotes. Akhirnya terbentuk bola cahaya yang menyelimuti Rider, pasukannya dan Uchiha bersaudara. Sasuke dan Itachi tidak mampu menahan terangnya cahaya dengan Mangenkyou Sharingan mereka. Keduanya menutup mata saat cahaya itu semakin terang.
Saat keduanya membuka mata, mereka berada di padang pasir tandus tanpa sedikitpun tumbuhan. Angin kencang di padang pasir tersebut menerbangkan kumpulan-kumpulan pasir ke berbagai arah sesuai arah angin.
"Ini Genjutsu…?" tanya Sasuke sambil mengambil segenggam pasir di tangan kanannya. Pasir itu jatuh perlahan ke bawah.
"Bukan." Kata Itachi "Kau pasti tahu Reality Marble, Sasuke. Walaupun aku seorang Ninja, aku pernah membaca tentang sihir kelas atas tersebut."
"Reality Marble?" Sasuke memandang sekelilingnya dengan wajah kaget "Sihir tingkat tinggi yang membawa seseorang dalam realitas dunia penciptaan sendiri. Dunia penciptaan ini mengikuti pola-pola keinginan penciptanya sesuai dengan kemampuannya."
"Seperti dalam Teori Egg World. Reality Marble akan menjadi dunia sendiri yang membungkus orang-orang di dalamnya tanpa mempengaruhi dunia luar karena batasan "telur dunia" dan diri sendiri menjadi batasan dari dunia luar." Mangenkyou Sharingan Itachi sedikit berputar "Bahkan kita tidak bisa membuat ilusi di dunia ini. Tidak ada cara keluar dari dunia ini kecuali dihentikan penciptanya atau membunuh penciptanya…"
"Aku pernah membaca bahwa sihir yang bisa menetralkan Reality Marble adalah Ea, sebuah Pedang Ruptur yang dapat menetralkan segala macam sihir dalam jarak sangat luas," Sasuke memandang tajam ke depan "Sayangnya kita tidak punya Ea."
Di depan Itachi-Sasuke, muncul jutaan Tentara Makedonia yang dipimpin Rider berjalan kompak menuju dua Uchiha tersebut. Pasir-pasir di sekitar kaki mereka berterbangan, suara tapak kaki mereka seirama dengan suara teriakan mereka yang bergelora. Saat jarak mereka dengan Itachi-Sasuke hanya 400 meter, Rider mengangkat tangannya dan semua pasukannya berhenti dengan kompak.
"HYAAH!"
Mendengarnya membuat bulu tengkuk Sasuke merinding. Itachi melirik adiknya, dia paham akan kemegahan Tentara Makedonia yang membuat siapa saja akan bertekuk lutut karena lemas.
"Sudah lama tidak berjumpa, sobatku Buchepalus." Kata Rider sambil mengelus kepala seekor kuda bertubuh hitam yang dipenuhi hiasan raja. Kepala kuda bergoyang pelan tanda dia senang karena bertemu Rajanya. Rider menaiki kuda tersebut dan mengangkat Pedang Kupriotes-nya ke atas.
"Lihatlah, lihatlah anak muda. Rajalah yang mengumpulkan semua pahlawannya dan berdiri sebagai pemandu mereka. Oleh karena itu, dia tidak sendiri karena kehendaknya sama dengan semua kehendak pasukannya!"
Pidato menggelora dari Rider dimulai,
"Mayat mereka mungkin kembali ke abu, tapi semangat mereka masih ada ketika mendengar panggilanku! Orang-orang ini adalah pahlawan legendarisku, pengikut setiaku! Mereka adalah teman sejatiku. Melanggar peraturan ruang dan waktu untuk bertarung lagi di sisiku. Mereka adalah harta karunku di dalam harta karun! Mereka membentuk Noble Phantasm terhebat sepanjang masa!"
"HYAAAAH!" teriak para Pasukan Makedonia sambil mengangkat senjatanya ke atas dengan serempak.
"Sekarang, sampai ke ujung bumi yang jauh, selama peti kita mengalahkan ambisi untuk menempuh jarak yang jauh, kebersamaan tidak akan pernah berakhir. Angkat kekuatan perang Anda semua!" Rider mengangkat pedangnya, Buchepalus mulai berjalanke depan "Angkat semua senjata kalian dan berlari bersamaku untuk meraih kemenangan! Ionion Hetairoi! AAAALaLaLaLaLaie !"
Teriakan heroik Rider diiringi berlarinya Sang Raja diikuti jutaan Pasukan Makedonia-nya. Pasir-pasir di sekitar mereka berterbangan seperti badai. Orang berhati lemah yang melihat ini pasti langsung pingsan karena ketakutan.
Mata Sasuke dan Itachi menajam. Mereka bukan orang lemah.
"Kekuatan Mangenkyou Sharingan pada dasarnya ada 3. Genjutsu yang kuat, Amaterasu dan Susano'o. Untukku sendiri punya genjutsu bernama Tsukuyomi. Almarhum Shisui punya Genjutsu terkuat bernama Kotoamatsukami. Almarhum Obito punya kekuatan Jikkukan Ninjutsu bernama Kamui."
"Lalu, apa intinya Itachi? Mereka sudah 100 meter di dekat kita."
Itachi tersenyum "Tidak ada pilihan lain. Serang mereka dengan Susano'o!"
Tubuh Itachi terselimuti aura monster humanoid berwarna merah. Bukan hanya berbentuk tengkorak, monster beraura merah itu menutupi seluruh tubuhnya dengan armor. Walaupun belum Perfect Susano'o, tetapi Itachi sudah dibekali dua senjata untuk mempertahankan dirinya. Pedang Totsuka dan Cermin Yata.
"Yata no Kagami?! Kau mengambil salah satu dari Sanshu no Jingi?" tanya Sasuke kaget "Kau memegang bagian dari benda warisan Ootsutsuki Kaguya!"
"Sama seperti Naruto-kun bukan?" Itachi tersenyum "Aku sudah meminta izin kepada ketiga pemimpin kita untuk menyimpan benda ini dan digabungkan dengan Susano'o. Senjata ini kugunakan untuk situasi-situasi seperti ini."
"Hn…" Sasuke memunculkan Susano'o nya yang telah berarmor. Sasuke juga belum memiliki Perfect Susano'o. Di kedua tangan monster beraura ungu itu ada Panah Susano'o yang Sasuke gunakan sebagai senjatanya.
"Sekarang…" Mata Sasuke dan Itachi menajam "MAJULAH PASUKAN MAKEDONIA!"
Pesawat Magic Archer melesat di langit Fuyuki. Pesawat itu berwarna dasar emas kehitaman dengan garis-garis cahaya hijau stabilo. Tidak seperti bentuk pesawat moderen, Pesawat Archer berbentuk seperti kelelawar yang merentangkan kedua sayapnya. Archer duduk di kursi emas yang berada di kepala pesawat sambil memegang cawan emas berisi anggur terbaik Babylon.
"Hm?" mata crimson Archer memandang ke tengah Jalan Gilgamesh Way. Benturan-benturan dahsyat terjadi di sana. King of Heroes tersenyum ketika tahu benturan itu terjadi akibat pertarungan Berserker melawan salah seorang Chasseurs.
"Ternyata anjing gila sepertimu bisa berguna, Berserker…" kata Archer. Tangan kirinya mengusap cawan suci yang berada di atas pegangan kiri kursi emasnya "Semoga kau menang, Knight of The Lake…"
Pesawat itu meninggalkan lokasi pertarungan Berserker Vs Ophis dan menuju pusat kota.
Ophis sendiri sedang melayang di udara dengan wajah datarnya. Matanya melirik ke atas ketika pesawat Archer lewat.
"Arrgggghhhh!" Berserker berteriak marah. Dia berlari cepat menuju Ophis sambill melayangkan pukulan tangan kanannya ke gadis loli tersebut. Ophis terbang menghindar ke kanan, namun Berserker terus menyerangnya dengan pukulan dan tendangan.
"Ghraaaaa!"
Ophis terdesak hingga terbang ke sisi Jalan Gilgamesh Way. Berserker melompat cepat dan melayangkan pukulan tangan kirinya. Ophis terbang berputar mengelak pukulan tersebut dan berada di belakang Berserker.
"Dragon Punch." Kata Ophis datar dan melesat ke belakang kepala Berserker dengan tangan kanan yang diselimuti cahaya Mana besar berwarna ungu kehitaman.
"Ghrraaaa!" Berserker mencabut tiang lampu di sisi jalan dan memutar tubuhnya sambil menghantam pukulan Ophis dengan lampu jalan tersebut. Sebuah retakan berbentuk lingkaran muncul di sekitar keduanya. Berserker terseret beberapa meter ke belakang hingga ia berdiri di depan pagar Makam Kota Fuyuki.
Ophis masih melayang tenang di posisinya, tidak bergerak seinchipun. Ia memandang tiang lampu yang patah terbagi menjadi dua bagian. Tiang lampu itu berwarna hitam dengan aura gelap. Ada garis-garis bercahaya merah menyala seperti retakan di tiang tersebut. Ophis memandang Berserker kembali.
'Dia merubah benda yang dipegangnya?'
Ophis melesat ke arah Berserker dengan kaki kanan yang dilapisi cahaya Mana besar berwarna ungu kehitaman "Dragon Kick."
Berserker mencabut pagar besi Makam Kota Fuyuki sepanjang 10 meter dan menjadikannya tameng dari tendangan naga Ophis. Pagar makam itu berubah menjadi hitam dengan aura yang sama serta beralur-alur merah bercahaya. Berserker terseret ke belakang hingga memasuki makam. Lima nisan hancur terkena seretan kedua kakinya yang membentuk dua parit pada tanah. Pagar besi yang Berserker jadikan tameng hancur berantakan.
"Grrrrr…" walaupun memiliki mental "gila", Berserker tahu lawannya sangat amat kuat.
Panah Susano'o Sasuke melesat ke kerumunan Tentara Makedonia yang sudah 30 meter di dekatnya. Belasan tentara terpental ke udara akibat hantaman Panah Susano'o dan hilang menjadi serpihan-serpihan cahaya.
Di sebelahnya, Pedang Totsuka Itachi yang bisa memanjang menusuk lurus kumpulan Tentara Makedonia sepanjang 50 meter. Pasukan Rider yang terkena menghilang menjadi serpihan cahaya.
"Pasukan pemanah, tembaaak!" teriak Rider memberi komando. Ratusan pasukan pemanah yang berada di garis belakang langsung berlutut dengan kaki kanan kemudian mengangkat busur panah 45 derajat ke atas. Dipimpin oleh pemimpin pasukan pemanah, para pemanah melepaskan anak panahnya bersamaan.
Ratusan anak panah itu tidak mampu menembus armor Susano'o. Namun Pemanah Makedonia tidak menyerah, mereka terus melakukan serangan tembakan jarak jauh dari garis belakang. Setelah Kelompok Pemanah A melepaskan tembakan, mereka berputar ke belakang untuk mencabut anak panah di punggung dan digantikan Kelompok Pemanah B. Begitu seterusnya. Di belakang pasukan pemanah muncul pasukan Catapult dan Ballista.
"HYAAAAH!" pasukan garis depan mencapai Susano'o Uchiha bersaudara dan berusaha menghancurkan pertahanan kuat para Uchiha. Mereka yang terkena serangan atau libasan Susano'o terpental ke berbagai arah dan menghilang.
Pertempuran di Reality Marble ini seperti peperangan sebuah pasukan melawan dua raksasa.
Sasuke melirik ke arah abangnya. Itachi masih terus menghantam Tentara-tentara Makedonia yang mendekatinya dengan Pedang Totsuka. Tembakan panah, batu catapult maupun tombak ballista tidak bisa menembus Kagami no Yata. Sasuke mendecih pelan. Walaupun mereka tidak bisa dilukai karena Susano'o, tetap saja keduanya tidak bisa bergerak karena terus diserang Tentara Makedonia beramai-ramai.
"Berapa lama lagi waktu kita, Aniki?" tanya Sasuke sambil menghantam tujuh Tentara Makedonia di sisi kanannya dengan tangan kanan Susano'o.
"Lima menit lagi…" gumam Itachi datar.
Sasuke menatap cukup lama ke arah Itachi tanpa mengucapkan sepatah kata. Jika mereka tidak menyelesaikan ini, maka lima menit selanjutnya mereka akan dibantai habis-habisan. Chakra mereka jelas akan habis akibat penggunaan Mangenkyou Sharingan.
"Hidup Makedoniaaaa!"
Sasuke melirik ke kiri ketika Rider datang mendekatinya dari arah sana. Tangan kiri Susano'onya yang memegang busur panah ingin memukul Rider menggunakan busur, namun Rider mengelaknya dengan lincah.
"Bagus Bucephalus, ALALALALALALALA!"
Sasuke berputar dan tangan kanan Susano'o tepat berada di atas kepala Rider untuk menghantam Sang Raja dari atas. Suara hantaman terdengar dan kepulan asap akibat terhamburnya pasir ke udara muncul. Mata Sasuke melebar.
"Hyaaaah, atas nama Makedonia, hidup kekuatan penakluk!" King of Conquerors melompat dari balik kepulan asap dan melesat ke arah tengah Susano'o. Dia menancapkan Pedang Kupriotes-nya ke dada monster beraura ungu humanoid tersebut.
"A-apa…?" mata Sasuke melebar. Pedang Kupriotes menancap dada Susano'o-nya. Saat Rider mencabut pedang itu dan berlari menjauhi Sasuke dengan Buchepalus, terbentuk lubang retakan di dada Susano'o si Bungsu Uchiha.
Itachi memandang tajam melihat kejadian tersebut. Jadi Pedang Spatha Rider yang bernama Kupriotes bisa menembus kekuatan Susano'o…
"Sasuke, Susano'o Fusion!"
"Hn?"
"Susano'o Fusion!"
"…"
Untuk sesaat Sasuke terdiam. Ia memandang abangnya seperti keriput di wajah Itachi hilang.
"K-kau…SERIUS LO ANIKI?!"
Itachi menghela napasnya perlahan "Kita pernah mencobanya dalam pelatihan kan?"
"Hn, aku tahu."
"Ayo kita lakukan Susano'o Fusion."
"Kau kira Dragon Ba-"
"Tidak ada waktu. Jika Rider menyerang Susano'o dengan pedangnya, pertahanan Susano'o kita akan lenyap."
Itachi melibas empat Tentara Makedonia yang menghadangnya. Ia berlari ke arah Sasuke. Wajah Sasuke seperti anak kecil yang dilarang untuk buang air besar. "Seriusan Itachi-Aniki?"
"Lebih dari serius" kata Itachi. Dia berdiri di depan Sasuke dan bersama-sama, kedua abang-adik itu berteriak,
"SUSANO'O FUSION!"
Cahaya putih terang menyelimuti kedua Susano'o Uchiha tersebut. Beberapa pasukan Rider yang berada paling dekat dengan Itachi-Sasuke mundur beberapa langkah ke belakang karena silau cahaya yang sangat kuat. Rider memandang serius ke depan. Trik jutsu apa lagi yang bisa para Uchiha keluarkan…
Saat menjadi Susano'o biasa, bentu Susano'o adalah humanoid berarmor yang merefleksikan bentuk Dewa Tengu. Ketika dua Susano'o Itachi-Sasuke bergabung, muncul satu Susano'o besar yang lebih tinggi dari Susano'o keduanya dengan bentuk monster humanoid bertudung dan berwajah tengkorak. Warna Susano'o itu merah kehitaman.
"Le-lebih besar…"
"I-ini monster baru mereka?"
"Terlihat menyeramkan."
Para Tentara Makedonia mundur perlahan ke belakang. Semuanya memasang wajah ketakutan. Para pemanah, pasukan catapult dan pasukan ballista bahkan berhenti melakukan serangan jarak jauh. Mereka tercengang melihat New Form dari Susano'o Fusion dua Uchiha bersaudara.
Senjata Susano'o itu tersampir di belakang. Sebuah sabit bertangkai panjang berwarna merah kehitaman. Saat tangan kanan Susano'o Fusion itu memegang tangkai sabit dan menimbulkan bunyi besi berderak, beberapa tentara yang berada paling depan berlari panik ke garis belakang.
"Seperti…" gumam Rider "…Dewa Kematian."
Bentuk Susano'o Fusion Itachi-Sasuke merefleksikan bentuk Shinigami/Dewa Kematian. Wajah tengkorak, jubah panjang bertudung dan senjata sabit bertangkai panjang…kini para Pasukan Makedonia seperti melihat monster pencabut nyawa di hadapan mereka.
Saat kepulan asap yang menutupi bagian bawah Susano'o Fusion menghilang, Sasuke dan Itachi berteriak bersamaan.
"BERSIAPLAH, TENTARA MAKEDONIA! KAMI AKAN MENGANTARKAN KALIAN KEMBALI KE PETI KEMATIAN!"
Hening. Hanya terdengar suara gemuruh angin di padang pasir.
"Mengapa kalian gendong-gendongan, sudah besar tahu…" komentar Rider yang melihat Sasuke digendong Itachi di punggungnya. Alis Sasuke berkedut kesal.
"Inilah alasan mengapa aku membenci Susano'o Fusion. Mengapa harus ada gendong-menggendong Aniki?!"
"Ingat, Sasuke. Kita sudah mencoba 211 posisi saat pelatihan untuk membuat Susano'o Fusion dan hanya posisi ini yang bisa memunculkan Susano'o Fusion."
"Hn."
Debat singkat para Uchiha berakhir. Mereka memandang tajam ratusan pasukan Rider yang mengelilingi keduanya.
"Jangan takut. Kita telah melewati 7 negara dan 4 benua untuk menaklukkan dunia. Kita adalah pasukan terkuat sepanjang sejarah," Rider memberikan pidato semangat kepada tentara-tentaranya "Ingatlah ibumu, ayahmu, anakmu, istrimu, pamanmu, bibimu, nenekmu, kakekmu, sepupumu dan semua keluargamu. Kalian berjuang membawa kebanggaan keluarga karena bergabung sebagai Prajurit Makedonia. Ingatlah sejarah mengatakan bahwa kita asal-muasal dari 4 kerajaan besar dunia. Kita berjuang di sisi kekuatan dan bertarung di sisi kematian. Jika kalian mengambil langkah yang takut, maka kalian menodai kebanggan keluarga Makedonia!"
Ajaib, pidato Rider kembali membangkitkan keberanian prajuritnya.
"HIDUP RAJA KAMI, HIDUP ISKANDAR YANG AGUNG!" teriak Tentara-tentara Makedonia kompak. Benar seperti catatan sejarah, Iskandar yang Agung adalah raja yang memiliki hubungan dan ikatan terbaik dengan tentara dan rakyatnya. Dia tidak hanya menganggap para tentara sebagai rekan peperangan, tetapi sahabat yang berdiri di samping Sang Raja untuk menggulingkan kursi kerajaan lawan.
"KAMI AKAN MAJU DENGAN SEMUA KEBERANIAN!"
Rider tersenyum puas "Wahai sahabatku, serang kembali untuk mencapai kemenangaaan!"
Itachi dan Sasuke tersenyum tipis.
Tangan kanan Susano'o mereka menarik sabit panjang itu ke atas dan memutarnya dua kali dengan cepat. Kemudian tanpa ampun, sabit panjang itu menebas ke segala arah dengan gerakan berputar, menimbulkan ledakan cahaya berwarna hitam sejauh 700 meter ke belakang. Dengan gerakan ke segala arah, semua Tentara Makedonia yang berada di jangkauan 300 meter lenyap seketika menjadi serpihan-serpihan cahaya.
Sasuke dan Itachi-masih dalam posisi gendong-menggendong-terengah-engah. Keduanya memandang ke sekeliling mereka. Tidak menyisakan satupun Tentara Makedonia. Ketika kepulan asap di padang pasir menghilang, berdiri tegak Sang Raja yang baru saja menahan serangan dahsyat Sabit Kematian Susano'o Fusion dengan Pedang Kupriotes-nya. Pedang Sang Raja benar-benar menakutkan. Selain bisa menembus pertahanan Susano'o, pedang itu bisa menahan serangan Sabit Kematian Susanoo Fusion.
"Haah…haah…dia memang hebat." Kata Sasuke "Aku mengakuinya sebagai seorang Raja."
Untuk pertama kalinya Itachi mendengar Sasuke memuji lawannya. Beberapa bulir keringat mengaliri pelipis Itachi. Mata Mangenkyou-nya memandang tajam ke depan. Rider mencabut pedangnya dari tanah padang pasir sambil menghela napas perlahan.
"Dia tidak terlihat panik."
"Hn. Memang begitulah seharusnya para Raja."
"Tidak, Sasuke…ini berbeda."
Itachi kembali memandang fokus ke arah Rider. Kuda Buchepalus juga lenyap akibat serangan dahsyat Susano'o gabungan mereka. Tetapi wajah Rider tidak terlihat sedikitpun kekecewaan atau kecemasan.
"Serangan yang sangat hebat, wahai dua anak muda. Tak habis-habisnya kalian mengejutkanku dengan kekuatan kalian. Penawaran terakhir, apa kalian mau menjadi tentara-"
"Ditolak." Kata Itachi dan Sasuke bersamaan. Rider memasang wajah kecewa.
"Ahahaha, baiklah kalau begitu, aku tidak akan bertanya lagi." Rider mengangkat pedangnya ke atas "Ketika kalian memasuki Reality Marble yang kubuat, maka kalian tidak akan bisa keluar tanpa membunuh penggunanya. Kalian akan berada dalam Egg World yang terus mengikuti aturan penciptanya."
"Lihatlah, lihatlah anak muda. Rajalah yang mengumpulkan semua pahlawannya dan berdiri sebagai pemandu mereka. Oleh karena itu, dia tidak sendiri karena kehendaknya sama dengan semua kehendak pasukannya! Mayat mereka mungkin kembali ke abu, tapi semangat mereka masih ada ketika mendengar panggilanku! Orang-orang ini adalah pahlawan legendarisku, pengikut setiaku! Mereka adalah teman sejatiku. Melanggar peraturan ruang dan waktu untuk bertarung lagi di sisiku. Mereka adalah harta karunku di dalam harta karun! Mereka membentuk Noble Phantasm terhebat sepanjang masa!"
"Pidato itu lagi?" gumam Sasuke.
Mata Itachi menajam ketika melihat sekelompok pasukan berlari mendekati Rider dari belakang.
"Sekarang, sampai ke ujung bumi yang jauh, selama peti kita mengalahkan ambisi untuk menempuh jarak yang jauh, kebersamaan tidak akan pernah berakhir. Angkat kekuatan perang Anda semua! Angkat semua senjata kalian dan berlari bersamaku untuk meraih kemenangan! Ionion Hetairoi! AAAALaLaLaLaLaie !"
"AAAAALALALALAIE!"
Sasuke dan Itachi tidak bisa menyembunyikan keterkejutan mereka. Pasukan Makedonia kembali muncul di belakang Rider dengan jumlah yang sama seperti tadi. Mereka berlari ke arah Susano'o Fusion dengan langkah-langkah kompak yang menakutkan.
Blassssh! Sabit Kematian menghancurkan semuanya hingga menyisakan Rider. Rider mengangkat pedangnya dan pasukannya kembali muncul dari belakang.
"AAAAAALALALALAIE!"
BLAAASSSH!
"AAAAAALALALALAIE!"
BLAAAAASSHHH!
Sasuke dan Itachi terengah-engah. Sudah 5 kali mereka melenyapkan Pasukan Rider dan menyisakan Sang Raja Penakluk, namun 5 kali juga pasukan itu muncul dengan jumlah dan semangat yang sama.
"Kalian sudah mengerti?! Selama di Reality Marble ini, Noble Phantasm-ku, Ionion Hetairoi, tidak akan pernah lenyap. Jiwa-jiwa pahlawanku yang lenyap menjadi serpihan Mana akan kembali muncul menjadi jasmani yang utuh. Saat kalian membunuh mereka, maka mereka akan terlahir kembali dan berjuang bersamaku!"
"HIDUP SANG RAJA! HIDUP ISKANDAR YANG AGUNG!"
Teriakan menggelora Tentara Makedonia menggelegar di padang pasir tersebut. Sasuke dan Itachi hanya bisa memasang ekspresi kesal, terlebih Sasuke. Saat setetes keringat mengalir ke dagunya, Sasuke bertanya kepada abangnya.
"Berapa menit lagi hingga chakra kita habis, Aniki?"
Itachi tidak menjawabnya langsung. Otaknya berputar untuk mencari cara mengalahkan Rider di Reality Marble.
"1 menit lagi…" kata Itachi, membuat iris Mangenkyou Sharingan Sasuke bergetar pelan.
BLAARRHH! DHUARRHHH! BYAARRHHH!
Itu adalah suara hancurnya tanah dan batu nisan di Makam Kota Fuyuki akibat pertarungan dahsyat Berserker melawan Ophis.
Saat ini Berserker menyerang Ophis dengan sebuah pohon yang ia cabut dari akarnya dan dijadikan senjata. Pohon itu juga berubah menjadi warna hitam dan ada garis-garis merah bercahaya seperti retakan. Ophis melayang ke atas kepala Berserker dan mengumpulkan Mana di kedua kakinya. Gothic Loli-sama melesat turun ke bawah dengan kedua kaki lurus menuju kepala Berserker.
"Double Kick Dragon." Kata Ophis dengan suara datarnya.
"Ghraaaaaaaa!" Berserker menahan tendangan dua kaki Ophis dengan batang pohon yang ia angkat ke atas kepala dalam posisi horizontal. Suara Braak! Terdengar saat kedua kaki Ophis mematahkan batang pohon besar tersebut. kedua kaki Berserker sampai terbenam ke tanah hingga menimbulkan retakan besar di sekitarnya. Gundukan kuburan di sekitar kaki Berserker bergelombang dan nisannya terpental ke segala arah.
"ARRRRRGHHHH!" Berserker mengangkat kaki kanannya dan menginjak kuat tanah di sekitar kaki tersebut. Sebuah peti mati terlempar keluar dari dalam tanah karena dorongan retakan tanah yang disebabkan oleh tijakan kaki kanan Berserker.
Ophis melayang ke atas saat tangan kiri Berserker memegang peti mati itu dan melesatkanya ke arah Gothic Loli-sama. Berserker melompat ke atas dan menyerang Ophis secara membabi-buta. Ophis terbang cepat melewati batu-batu nisan. Berserker mengejar di belakangnya tanpa memperdulikan kuburan-kuburan yang ia hancurkan.
"Semoga Tuhan mengampunimu…" gumam Ophis dengan tangan kiri yang dibungkus Mana besar. Dia langsung berbalik melayang mendekati Berserker sambil bergumam "Dragon Punch!"
Brakh!
Berserker menahan pukulan dahsyat itu dengan peti mati di tangan kirinya. Ophis belum selesai. Tangan kanannya juga terlapisi Mana dan dia terbang berbelok ke kanan untuk menyerang sisi kanan Berserker.
Brakh! Lagi-lagi pukulan Ophis ditahan sebuah peti mati yang baru saja Berserker keluarkan dari dalam tanah. Peti mati itu sama seperti benda-benda yang dipegang Berserker. Berwarna hitam dengan aura pekat dan ada garis-garis merah bercahaya.
"Dragon Burst!" kata Ophis sambi membuka mulutnya.
Mulut Ophis terbuka lebar hingga jarak antara rahang atas dan rahang bawahnya sekitar 30 centi. Cahaya Mana berwarna ungu kehitaman muncul dari mulut Ophis dan tersembur seperti tembakan laser. Berserker langsung terdorong kekuatan tersebut sejauh 1 kilometer.
"Hmm…begitu ya." Gumam Ophis yang berpijak tenang di atas sebuah nisan. Dari sela-sela mulutnya keluar asap. Dia memiringkan sedikit kepalanya dengan ekspresi datar yang sangat cute.
"Kau juga memiliki Arondight, pedang yang dijuluki Unfading Light of the Lake, saudara pedang dari Excalibur milik King Arthur."
Berserker, yang berdiri sejauh 1 kilo di depan Ophis, menggeram pelan. Tangan kanannya menggenggam sebuah pedang yang mirip dengan Excalibur King Arthur, dalam versi kegelapan. Bilah pedang itu berasap. Berserker menahan Tembakan Mana Ophis menggunakan Pedang Magic kelas atas yang merupakan Noble Phantasm sang Servant. Jika terkena serangan Ophis tadi, jelas Berserker akan menjadi abu.
"Jadi ini salah satu kemampuan Berserker…" Ophis memejamkan matanya, kemudian membuka matanya perlahan "Selain Arondight, kemampuanmu yang lainnya telah menunjuk jelas identitasmu. Bisa merubah segala sesuatu yang disentuhnya menjadi Noble Phantasm-nya, Knight of Owner: A Knight Does Not Die with Empty Hands. Barang yang kau ubah menjadi "milikmu" berkali-kali lipat lebih kuat, bahkan mampu menahan Dragon Kick dan Dragon Punch-ku."
Berserker menggeram perlahan, dia langsung berlari mendekati Ophis dengan kecepatan tinggi. Ayunan Arondight-nya menghancurkan batu nisan tempat Ophis berpijak. Gohic Loli-sama sudah melayang di depan Berserker dengan wajah tanpa ekspresi.
"Tak kusangka kau menjadi Berserker. Walaupun aura hitam yang menyelimutimu adalah bentuk Noble Phantasm-mu, yakni For Someone's Glory, kau tidak bisa membohongi mata Dragon, Knight of The Lake…"
"…Sir Lancelot!"
Scene Naruto-Hinata
Naruto dan Hinata masih saling memunggungi dengan masing-masing pedang yang siap siaga di tangan. Keduanya penuh konsentrasi dan waspada di sekelilingnya saat suara Assasin terus menggema dan memberikan ejekan kepada Chasseurs.
"Begitulah kehidupan yang mendalam pada diri manusia. Kami para roh suci yang dipanggil Holy Grail, yang dibutuhkan Holy Grail, bertugas menjaga kesucian Holy Grail dari tangan-tangan kotor manusia. Fuyuki adalah tanah berkah yang dirahmati Tuhan untuk menjadi tempat perlindungan cawan suci dan 7 penjaganya. Ketika kalian menginjakkan kaki di sini, kalian semua telah menandatangani kontrak kematian. Tahukah anda berdua akan menjadi tamu yang dikontrak saya menuju neraka?"
Naruto dan Hinata tidak menjawabnya.
"Anda mesti tahu karena berada di daerah terlarang. Saya akan menunjukkan salah satu kemampuan Zabaniya saya."
Naruto merasakan aura berbahaya di sekitarnya. Ia melirik ke arah Hinata.
"Hati-hati, Hinata…"
Hinata menganggukkan kepala. Tegukan ludah di lehernya menunjukkan gadis Hyuuga itu tegang sekaligus waspada.
'Zabaniya…teknik yang dikembangkan seorang pemimpin dari Timur Tengah yang disebut Old Man of the Mountain pada zaman lampau.' Naruto memejamkan matanya 'Zabaniya memiliki 18 teknik mematikan, salah satunya Meditative Sensivity yang menjadi inspirasi Silent Technique Ninja!"
"Zabaniya: Delusional Posion Bo-"
Belum sempat Assasin itu mencengkram wajah Naruto, perutnya sudah tertusuk Kusanagi sang Chasseurs. Dia bergetar kaget karena Naruto tahu arah serangannya. Padahal dirinya, Servant Kelas Assasin, merupakan Servants spesialis pembunuh tanpa suara.
"Kau memilih lawan yang salah, Assasin…" kata Naruto sambil memperdalam tusukannya di perut Assasin. Darah segar menetes keluar dari tusukan tersebut.
"A-apa maksud anda?"
"Lawanmu adalah seorang Ninja. Aku tahu arah serangan seseorang yang sering melakukan pembunuhan tanpa suara," iris biru Naruto menajam "Karena aku juga sering melakukannya!"
Assasin memuntahkan darah segar dari balik topeng tengkoraknya.
"I…ini belum berakhir," katanya dengan suara bergetar "Zabaniya: Delusional Posion Body membuat seluruh tubuhku memiliki zat-zat racun yang berbahaya. Tanganku, kakiku, wajahku, napasku, kulitku…ohok!" Assasin ambruk ke belakang saat Naruto mencabut Kusanaginya.
"Dan juga, darahku!"
"Darah?!" Naruto memandang ke arah genangan darah Assasin di tanah. sebuah uap berwarna hijau menyebar dari darah tersebut.
"Hinata, mundur! Darahnya mengandung racun udara yang berbahaya!"
Hinata menganggukkan kepala dan melompat tiga kali ke belakang bersama Naruto. Sang Chasseurs mengusap darah Assasin di bilah pedangnya dengan sebuah kain putih dari jaket jubahnya. Dia membuang kain putih itu ke kiri. Perlahan-lahan kain itu termakan zat beracun dari darah Assasin.
Iris biru Naruto bergetar pelan. Dia melihat kedua tangan Assasin. Servant itu tidak memegang batu kecil Stonehenge. Di mana Servant itu menyimpannya?!
Naruto berjalan mendekati mayat Assasin untuk memeriksa seluruh tubuh sang Servant. Tanpa batu Stonehenge penerima, mereka tidak bisa kembali ke Base Camp. Baru beberapa langkah dia berjalan, sebuah hawa membunuh terasa di tengkuknya.
Crash!
Darah bermuncratan di belakang Naruto. Saat ia menoleh ke belakang, Hinata sudah menusuk kepala seseorang…
Iris safir Naruto bergetar. Seseorang itu adalah…
"Assasin?!"
"A-Assasin lagi?" gumam Hinata. Dia menarik Nuibarinya ke belakang dan membiarkan tubuh itu jatuh ke tanah. Napas Hinata terengah-engah hebat. Dia mundur perlahan ke belakang dengan wajah sedikit pucat.
Naruto paham perasaan Hinata. Kali ini The Last Ninja menggunakan pedangnya untuk menghilangkan sebuah nyawa.
"Na-Naruto-kun. Sen-sensasi menakutkan apa ini? A-aku membunuh-"
Naruto menepuk bahu Hinata. Hinata langsung memandang Naruto dengan iris Amethsyt-nya yang bergetar pelan.
"Tidak apa-apa. Tidak apa-apa…" Naruto tersenyum tipis "Kau menyelamatkan nyawaku-ttebayo."
Hinata menundukkan kepalanya, masih terlihat kaget. Sementara Naruto memandang mayat kedua Assasin. Dilihat dari postur tubuh, Assasin yang kedua berbeda dengan Assasin yang pertama. Apa Servant penjaga Holy Grail sebenarnya lebih dari 7?
Tidak…7 Servants penjaga Holy Grail sudah terkenal di seantero dunia dan jumlah 7 itu mutlak. Bahkan anak kecil tahu bahwa tidak ada penambahan lagi bagi penjaga Holy Grail. Hanya 7 roh suci saja.
'Bagaimana ada dua Assasin di sini?' batin Naruto penuh kebingungan. Saat matanya memandang Hinata yang masih menundukkan kepalanya dengan wajah pucat, suara seseorang terdengar menggema penuh kesombongan di atas kepala mereka.
"Assasin tidak akan mudah terbunuh, anjing tanah."
"Anjing tanah?" Naruto memandang ke arah sumber suara. Sebuah pesawat aneh namun sangat megah dan penuh aura sihir berada di langit Kota Fuyuki. Seorang pria berarmor emas yang sedang duduk penuh keangkuhan di kursi emasnya tersenyum mengejek ke arah Naruto dan Hinata.
"Heheheh…tampaknya kau membuat permainan ini semakin menarik, Assasin."
"Terima kasih atas pujian anda, King of Heroes." Satu Assasin muncul dalam kepulan asap.
"Terima kasih."
"Terima kasih."
"Terima kasih."
Puluhan Assasin muncul mengelilingi Naruto-Hinata sambil mengucapkan terima kasih kepada King of Heroes. Sebuah kejutan dari Servant bertopeng tengkorak tersebut. Naruto memandang sekelilingnya dengan wajah tersenyum kecut, sementara Hinata memegang erat Nuibarinya dengan tegukan ludah penuh kecemasan.
"Kau memiliki kemampuan seperti Kagebunshin ya?" Naruto mendengus pelan "Menarik, Assasin. Kuakui bahwa sifat pembunuhmu memang ada pada dirimu. Kau berjuang dalam bayang-bayang, bergerak dalam ideologi pembunuhmu dan yakin akan kemampuan yang membawa seseorang menuju kematian."
"Zabaniya…kalian semua termasuk dalam 18 kemampuan pertama pemegang gelar Hassan –i-Sabbah. Tak kusangka akan melawan salah satu nama yang ada dalam Legenda."
"Sepertinya kau banyak tahu soal sejarah, Anjing Pirang bermata Biru."
Naruto memandang ke atas. Ke arah Servant mewah yang duduk santai di atas pesawatnya.
"Terima kasih atas pujianmu, Anjing pirang bermata merah."
Urat-urat kemarahan muncul di kening Archer "Beraninya…beraninya manusia hina sepertimu menghinaku! Kau bahkan tak pantas untuk menginjakkan kaki di Tempat Sampah Uruk! Kau lebih sampah daripada Penyihir Koruptor Ishtar dan ayahnya Anu! Kau…" sepuluh lingkaran cahaya sihir berwarna emas muncul di sekitar King of Heroes "…Terhukum mati dalam kehinaan yang menjijikkan-"
"King of Heroes. Maafkan jika saya menyela anda."
Kelopak mata Archer menajam. Dia terlihat tidak suka.
"Kita harus tetap pada rencana awal. Biarkan hukuman anda kepada manusia-manusia yang berani menghina anda terjadi di Istana Gilgamesh. Di sini tidak pantas anda menjatuhkan harta-harta mulia anda lewat Gate of Babylon."
Archer terdiam. Untuk beberapa saat Raja para Pahlawan itu menatap tajam Naruto dalam diam. Perlahan-lahan Sang Raja tersenyum tipis dan memperlihatkan kekuatannya yang penuh kuasa.
"Karena kau berani memotong perkataanku," sebuah pedang keluar dari lingkaran sihir bercahaya emas dan menusuk kepala Assasin yang berbicara tadi "Kuberi kau kematian dengan pedang mulia-ku."
Hinata memandang kaget ketika Archer membunuh salah satu Assasin. Assasin lainnya bergerak waspada, takutnya King of Heroes menjatuhkan senjata-senjata mulianya.
"Dengarkan aku, Anjing Tanah! Holy Grail memang tidak ada di Monumen Kristal Grenada…hartaku yang paling mulia sekarang ada di sini…" Naruto dan Hinata terkejut ketika tangan kiri Archer mengangkat cawan suci dengan santainya. Benda yang memanggilnya dari alam kematian dan menjadi wujud fisik nyata melalui Mana seperti sebuah cawan yang tak berharga.
"Jika kalian ingin cawan suci-ku," Archer menyeringai tipis "Datanglah ke istanaku. Walaupun kaki-kaki kalian sangat tidak pantas menginjak lantainya."
Naruto tidak merespon ucapan Archer. Pikirannya tetap berpikir tenang. Masalahnya bukan hanya Holy Grail di tangan King of Heroes, tetapi bagaimana mengalahkan puluhan Assasin yang mengelilingi mereka. Apa Archer akan menyuruh Assasin membebaskan dirinya dan Hinata agar bisa mengejar Archer ke Istana Gigamesh?
Naruto menatap tajam wajah angkuh di atas kepalanya.
'Servant sombong itu tidak mungkin melakukannya…' batin sang Chasseurs dengan tangan kanan yang semakin kuat menggenggam gagang Kusanagi-nya.
"Naruto, biar kami urus yang di sini!"
Naruto dan Hinata menoleh ke sumber suara. Vali dan Kiba melompat dan melewati atas kepala seorang Assasin dan berdiri di dekat Naruto-Hinata. Seorang Assasin langsung ambruk ke tanah dengan leher yang mencipratkan darah. Archer yang melihat kejadian itu mengecilkan kelopak matanya.
"Apa maksudmu, Vali?" tanya Naruto.
Kiba tertawa pelan sambil mengangkat tangan kanannya yang dipenuhi darah. Sepertinya Kiba yang mencabik leher Assasin tadi.
"Heheh…kau pasti ingat taktik darurat yang pernah diajarkan Jiraiya-sama ketika situasi mengharuskan kita meninggalkan teman untuk bertarung menuju arena selanjutnya?"
"Itu taktik terburuk, Kiba!"
Kiba menghela napasnya perlahan "Tetapi prioritas utama kita adalah cawan suci yang ada di tangan Servant itu….weh, tunggu. Dia punya pesawat? Apa dia Servant Kelas Rider kedua?!"
"Tidak ada Servant Rider kedua, Kiba…" Vali memandang Archer dengan wajah serius "Dia adalah Archer."
Archer terkekeh pelan sambil menutup wajahnya dengan tangan kanan. Naruto, Hinata, Vali dan Kiba memandang tak suka. Saat itu-lah pesawat Archer berbalik arah menuju istananya di ujung utara Fuyuki.
"Aku tunggu kalian di Istana-ku, Chasseurs…" ucapnya santai dan seketika pesawat itu melesat membelah langit Fuyuki.
"Naruto…"
Naruto menoleh ke arah Vali. Matanya beralih ke arah Kiba yang mengacungkan jempolnya. Akamaru keluar dari balik jaket dan menggonggong. Itu adalah gonggongan pemberi semangat. Saat itu Hinata memegang ujung baju tangan kanan Naruto dan memberikan dorongan.
"Hinata…kau,"
"Kita harus cepat menyelesaikan misi ini dan kembali ke Vaexjoe. Kita harus membawa kehormatan Chasseurs saat kembali ke sana dengan teman-teman yang berjalan di samping kita." Hinata menundukkan kepalanya "Merasakan pertama kali membunuh…aku berpikir bahwa membunuh orang jahat bukanlah perkara buruk. Jika ia tidak kehilangan nyawanya, maka ia yang akan menghilangkan nyawa kita. Prinsip ini seperti hukum hutan rimba."
Naruto perlahan-lahan tersenyum. Hinata terlihat sedikit berkembang. Dia mengelus pucuk kepala itu pelan dan memandang tajam ke depan.
"Kita selesaikan ini demi kehormatan Chasseurs." Ucap Naruto dengan wajah dingin. Dua Assasin melesat ke arah Naruto-Hinata dan ingin menyerang dua Chasseurs tersebut. Tiba-tiba sebuah bilah panjang pedang melesat dari belakang dan menusuk dua punggung Assasin bersamaan. Saat bilah pedang itu kembali ke asalnya, dua tubuh Assasin jatuh ke tanah. Naruto, Hinata, Vali dan Kiba memandang kaget ke arah empat Chasseurs yang berdiri di luar kerumunan Assasin.
"Sakura? Xenovia? Irina?...Lee juga?!" Kiba menggaruk belakang kepalanya "Hey…bukankah kesepakatan awal kita tadi kalian berempat bersama Gaara mengalahkan Caster. Biar aku dan Vali yang membantu Naruto-Hinata melawan Assasin?"
"Gaara ingin menggunakan taktik darurat yang pernah diajarkan Jiraiya-sama ketika situasi mengharuskan kita meninggalkan teman untuk bertarung menuju arena selanjutnya. Kalian semua masih ingat taktik itu?" kata Irina yang menancapkan The Glory of Ten Powers-nya ke tanah. Bilah pedang magic-nya-lah yang membunuh dua Assasin dari belakang.
"Itu taktik yang terburuk…" gumam Naruto. Dia menghela napasnya perlahan "Gaara akan baik-baik saja kan-ttebayo?"
Lee mengacungkan jempolnya "Gaara adalah Chasseurs yang kuat. Dia adalah penembak jitu kebanggaan Chasseurs! Dia juga benci dikhawatirkan."
Para Chasseurs tersenyum mendengar kata-kata Lee soal Gaara. Benar juga. Millenial yang memiliki tato Ai di kening kirinya itu tipe orang yang benci diperhatikan karena ia lebih suka memperhatikan. Walaupun lebih banyak diam, Gaara adalah orang yang perhatian.
"Kami akan membuka jalan," ucap Vali dengan lingkaran sihir di kedua tangannya "Kalian berenam kejar Archer sampai ke Istana-nya. Ingat…Tiga Servant terkuat yang dipanggil Holy Grail belum kita hadapi. Archer, Lancer dan Saber…Tiga Servant yang berada paling dekat dengan cawan suci akan menjadi lawan terberat kita."
"Jikalau boleh," Kiba memakan sebuah pil makanan. Cakar-cakar di kedua tangannya memanjang dan tubuhnya sedikit menjadi kekar "Kalau kita kembali ke Vaexjoe, kau harus traktir aku dan Akamaru daging sapi panggang dan jus alpukat, Naruto! Kau ketua tim di misi ini kan?"
Naruto mendengus pelan. Dia memegang tangan Hinata dan berlari ke depan untuk keluar dari kerumunan Assasin.
"Maaf Tuan dan Nona, kalian tidak akan-"
Crasssshhh! Dua Assasin yang menghadang Naruto-Hinata langsung dihabisi oleh Vali dan Kiba. Safir biru Naruto memandang ke arah kedua rekannya. Begitu pula Hinata…
'Jangan sampai mati, Vali! Kiba!' batin Hinata dengan hati yang dipenuhi doa 'Gaara juga…dan semua teman-teman Chasserus…'
Situasi pun berubah cepat.
Di Reality Marble, Sasuke-Itachi masih harus berhadapan dengan Rider yang semakin memojokkan mereka. Vali dan Kiba akan meladeni Assasin. Gaara di pusat kota menghadapi Caster yang selalu bersajak penuh kesesatan. Di Makam Kota Fuyuki bentrokan antara Ophis dan Berserker masih terjadi. Archer terbang santai di atas pesawatnya menuju Istana. Di istana, Saber dan Lancer telah menunggu.
Naruto, Hinata, Sakura, Lee, Xenovia dan Irina berlari di Jalan Gilgamesh Way menuju arah utara, menuju Istana Gilgamesh.
Detik-detik waktu terus berlalu saat hari menuju sore, menandakan pertarungan penuh darah ini terus berlanjut
Chasseurs 5 END
Sudah 21 Chapter?! Be-benarlaaah? Aaaarrghhh…padahal target kemarin tamat di Chapter 20 dan ini sudah melewati 1 chapter dari target. Benar-benar menyebalkan.
Dan ini masih di pertengahan Arc Chasseurs. Fic ini masih menyisakan dua Arc sebelum tamat. Aku dan Icha tidak berani bilang tamatnya di chapter berapa, tetapi kami berusaha sekuat tenaga fic The Girl with One Hope akan tamat dengan penyelesaian yang menarik.
Susano'o Fusion? XD wkwkwkwk…sebenarnya itu ide dari temanku yang habis nonton Dragon Ball Super lalu nyeletuk "Bagaimana kalau Susano'o itu bisa Fusion juga ya? Kira-kira jadinya seperti apa?"
Tuing. Ide itu pun mengalir kepadaku dan kukatakan kepada Icha. Kami mengirim pesan WA kepada Doni-san (yang lagi di luar kota) untuk menanyakan bentuk Susano'o yang bagus jika terbentuk dari gabungan dua Susano'o. Doni-san memberikan saran "Bagaimana jika bentuk Shinigami. Wajah tengkorak, jubah panjang bertudung dan Sabit yang menakutkan…pasti bagus!" Ya gak bagus-bagus amat sih Doni-san ehehehe.
Banyak yang mau aku jelaskan soal kemampuan Servant. Tetapi para Readers mengerti kan kekuatan-kekuatan mereka. Rider yang memiliki dua Noble Phantsm-nya, yakni Ionion Hetairoi dan Gordius Wheel: Via Expugnatio. Oh ya ralat sedikit untuk chapter kemarin. Yang membawa kereta perang Rider bukan kerbau, tetapi dua ekor sapi pemberian Raja Gordius kepada Iskandar yang disebut dua sapi jantan ilahi. Reality Marble sendiri adalah kemampuan Servant membentuk realitas atau dunianya sendiri dengan memakai batasan dirinya sebagai pembatas dengan dunia nyata. Coba cari di Google soal konsep The Egg World. Nah, Reality Marble menerapkan konsep tersebut.
Berserker punya tiga Noble Phantasm dan dia sudah mengeluarkan semuanya di hadapan Ophis. Arondight, saudaranya pedang Excalibur King Arthur; For Someone's Glory, mengaburkan identitas asli Sir Lancelot dengan aura/asap hitam di armornya sehingga seberapa banyak Berserker menunjukkan Noble Phantsam-nya maka identitasnya tidka terbongkar (terkecuali helm armor Berserker terlepas, seperti di Fate/Zero saat saber berhasil membuka armor kepala Berserker sehingga nampaklah wajah Sir Lancelot) dan Knigh of Owner yang sudah dijelaskan di atas.
Nah, konsep Noble Phantsm paling menarik adalah Assasin. Kalau Readers baca semua informasi Servants ini, Ya Tuhan…banyak sekali. Karakternya agak aneh dan agak nyeleneh. Ada Assasin, True Assasin dan No Name Assasin. Kemampuan Zabaniya merupakan dasar utama dan Noble Phantsm dari Assasin yang diciptakan oleh Hassan-i-Sabbah pertama. Dan ternyata Hassan-i-Sabbah itu gelar lho. Sebuah gelar bagi kelompok pembunuh bayaran di TimTeng yang berhasil menguasai 18 teknik Zabaniyah.
Di Fate/Zero, Assasin mengeluarkan salah satu teknik Zabaniyahnya yang disebut Zabaniyah: Dellusional Illusion. Untuk Fate/Stay Night: Heaven's Feel (Rute Matou Sakura), True Assasin yang merupakan Hassan-i-Sabbah pertama memiliki Noble Phantasm Zabaniyah: Delusional Heartbeat.
Lha kok lalu bahas Chara Fate Series sih? Ehehehe…jujur saja aku benar-benar terpukau dengan Fate/Zero. Jalan ceritanya begitu apik dan dark. Kalau Readers seri Fate yang mana favoritnya? Jangan-jangan yang terbaru dari Studio Shaft, Fate/Extra: Last Encore ya? Hahaha…
Mohon kritik dan sarannya dan sampai jumpa di chapter depan.
Note: Untuk siapa pengkhianatnya, tenang saja…akan terjawab. Terima kasih reviewnya di chapter lalu, terutama yang penasaran-penasaran itu. Aku dan Icha sampai tertawa jahat "OHAHAHAHAHA, MEREKA TIDAK TAHU, MEREKA TIDAK TAHU!"
Mungkin clue-nya: "…"
OHOHOHO, CARI SENDIRI YA! YANG GAK TAHU JONES SEUMUR HIDUP! OHOHOHOHO…
*Note-nya kepanjangan!*
Next Chapter: Chasseurs 6
"Berani-beraninya kau melawanku sendirian, Chasseurs lemah…aku adalah perwujudan penyihir abad pertengahan yang dipenuhi dosa dan luka."/"Tahukah kau aku bisa mengeluarkan mantera tanpa tongkat sihir dan Mana-ku tak terbatas? Khekhekhe…"/"Tahukah kau aku bisa menggunakan 10 senjata api bersamaan?"/"Terima kasih sudah datang ke Fuyuki, maaf, sebagai Ksatria Pertama Fianna Irlandia, aku tidak bisa membiarkan kalian lewat."/"Ayo, Kyuu-Kyuu!"
