Still Baekhyun's POV
Hari pernikahan kakakku semakin dekat, namun rasanya aku tidak ingin pergi ke Korea dan meninggalkan suamiku sendirian disini.
Kami sudah berbicara, membahas hal ini sejak dua hari lalu dimana dia menyatakan akan menyusul untuk pergi ke Korea, namun semua itu kembali lagi dalam perdebatan. Ya, kami jadi berdebat.
Aku dengan keras menolak untuk meninggalkannya sendiri, dan dia juga dengan sama kerasnya menolak aku untuk tetap tinggal bersamanya. Kami sama-sama menjadi keras, dan itu alasan kenapa sampai saat ini belum ada keputusan sama sekali.
Kali ini, seperti biasa. Aku hanya sendirian dirumah, mengurus ketiga anak kembar kami lalu memasak makan malam untuk Chanyeol saat ia pulang nanti. Namun yang berbeda, kali ini Zitao Eonnie tidak ada, karna dia sudah berangkat ke China kemarin malam.
Jujur, sedikit sepi memang saat ditinggal orang yang selama ini menemanimu disaat suntuk. Aku juga jadi merasa masakan yang kubuat tidak nikmat seperti saat memakan masakan Zitao Eonnie. Hah..
Ah iya, berbicara tentang Zitao Eonnie, kenapa aku tidak meminta bantuannya untuk membuat Chanyeol mendapatkan libur seminggu penuh? Suaminya kan pemilik Kampus? Ah Baekhyun, kau sangat pintar!
Untung bagiku karta Triple J sedang tidur siang sekarang, jadi aku punya sedikit waktu untuk menelfon Zitao Eonnie yang jauh di sebrang sana.
Tuttt... Tuttt... *Nada sambung telepon*
"Hallo, baek?"
"Zitao Eonnie!"
"Hehehe, kenapa baek?"
"Uhmm.. aku ingin meminta bantuanmu, apa boleh?"
"Hei! Tentu saja boleh! memangnya ada apa?"
"Uhm, jadi begini, kami harus ke Korea besok, tapi suamiku hanya dapat izin libur selama 4 hari. Apakah kira-kira, Eonnie bisa berbicara pada suami Eonnie untuk memberikan suamiku libur seminggu penuh?"
"Hahahaha baek, kenapa tidak bilang sejak kemarin?! Tentu saja bisa! Aku akan berbicara pada suamiku, dan akan aku pastikan kalian berlima bisa pergi ke Korea besok!"
"Benarkah Eonnie?"
"Tentu saja, sayang."
"Terimakasih banyak Eonnie, maaf telah merepotkamu begitu banyak."
"Hei, santai saja Baek. Tidak merepotkan kok."
"Heum, terimakasih banyak Eonnie!"
"Baiklah, kalau begitu aku tutup, ne?"
"Iya Eonnie, salam untuk Yifan Oppa."
"Oke baek. Bye~"
"Bye Eonnie~"
Pip!
AHHH SENANGNYA!!!
Kalau tau begini, kenapa tidak sejak kemarin saja aku meminta tolong pada Zitao Eonnie? Dasar bodoh kau, Baekhyun!
Oke, kalau begitu masalah keberangkatan, sudah selesai. Sekarang waktunya memasak untuk suami tercinta... hehehe~
-o0o-
Jam sudah menunjukan pukul 7 malam saat aku masih disibukkan dengan menu masakan terakhir untuk malam ini, yaitu Sup Tahu!
Makanan juga termasuk kedalam makanan favorit suamiku. Ah tidak, dia memang suka sengan segala makanan. Makanya badannya itu besar seperti King Kong.
Sstt, jangan beritahu Chanyeol, ya! Hihihi~
Grep!
Aku terkejut bukan main kala sepasang lengan kekar milik Chanyeol tiba-tiba saja melingkar erat di pinggang rampingku. Wajahnya ia tenggelamkan diperpotongan leherku, sampai aku memekik kegelian kala nafasnya yang hangat menerpa kulit putihku.
Ah.. rasanya rindu sekali seperti ini. Sejak berdebat kemarin, dia baru kali ini memelukku lagi dengan erat seperti ini.
"Baby, aku rindu." katanya, tetapi masih tidak ingin menjauhkan wajahnya dari perpotongan leherku.
"Sayang, aku sedang memasak sekarang." kataku. Mencoba melepaskan tangannya dari pinggangku, tapi dia malah mengeratkan pelukannya.
Setelah beberapa saat, Chanyeol mulai menjauh dari tubuhku. Namun aku kembali terkejut, kala ia malah memutar tubuhku sampai menghadap kearahnya dan dengan cekatan mematikan kompor yang sedang merebus sup tahu didalam panci.
"Tatap aku, baby." katanya, ia menaikan daguku keatas sampai mata kami akhirnya bertemu. "Apa yang kau katakan pada Eonnie pandamu itu sampai kampus memberiku izin libur selama dua minggu?"
Oh, ternyata ia kembali membahas permasalahan kami.
Tapi tunggu, dua minggu?!
"Dua minggu? Aku hanya mengatakan pada Eonnie untuk memberimu libur seminggu penuh." ucapku keheranan. Chanyeol juga begitu, dahinya mengerut tanda ia juga tengah heran sekarang.
"Kau serius?" tanya Chanyeol padaku. Aku mengangguk mantap.
"Aku serius, aku hanya meminta waktu seminggu penuh." kataku.
Daripada semakin bingung, aku dengan tergesa meraih ponsel diatas nakas dekat meja TV. Lalu kembali kearah Chanyeol yang tengah duduk dimeja makan, setelah itu aku mendudukan tubuhku diatas pangkuannya.
Tanganku yang sebelah kiri melingkar apik dileher Chanyeol, sementara yang sebelah kanan membantuku menempelkan ponsel didepan telinga.
Kami berdua saling mencuri ciuman-ciuman singkat sembari menunggu Zitao Eonnie mengangkat telepon-ku, tapi sampai nada sambung kelima pun Eonnie belum juga menjawab panggilan dariku.
Astaga Eonnie, ayo angkat! Atau aku akan habis dimakan Kingkong bertelinga besar dimeja makan!
"Ck, tidak diangkat!" aduku dengan wajah sebal pada Chanyeol. Dia hanya terkekeh tampan, sebelum kembali mencium bibirku dan mengigit ujung hidung mancungku.
"Mungkin saja dia sedang sibuk sekarang." kata Chanyeol. "Bagaimana kalau kita juga ikut menyibukkan diri?"
Si kingkong bertelinga besar ini dengan wajah mesum andalannya mencoba menggodaku. Dia bahkan menaik-naikan alisnya dengan wajah penuh nafsu yang ia lemparkan padaku.
Oh Astaga, dosa apa aku bisa dapat suami yang super mesum seperti Chanyeol?
"Ya baby??" rengeknya manja.
Aku pun hanya dapat terkekeh manis dan mengangguk mengiyakan. Lagipula, aku tidak bisa bohong kalau aku juga sangat merindukannya. Jadi, biarkan malam ini aku pasrah dimainkan seperti apapun oleh suami mesumku ini.
"Jangan membuatku berteriak, oke? Triple J baru saja tertidur dikamar mereka." kataku memperingati.
Chanyeol dengan semangat mengangguk, setelah itu ia mengangkat tubuhku dan membawaku kedalam kamar kami.
-o0o-
"Ahh.. Ahh.. Iyah.. Lebih dalam sayanghh.."
Aku hampir saja berteriak kencang, Chanyeol memang tidak pernah meleset membuatku melayang dan melupakan semuanya. Dengan seenak takoyaki dipinggir jalan dekat sekolah kami dulu, dia menghentak kebangaannya yang sebesar botol fanta 1 liter itu dengan sangat dalam.
Sial, ini begitu nikmat!
"Yahh... ahhh.. ahhh.. iyahh.. begituuhhh... AAHHHH.."
Aku sudah empat kali mengeluarkan cairanku, tetapi suamiku yang perkasa ini belum sama sekali mendapatkan pelepasannya. Bahkan ini sudah hampir 45 menit kami bermain, namun masih bisa aku rasakan Juniornya begitu keras didalam sana.
"Sabar sayang, aku belum sampai." katanya dengan suara tertahan, sembari memompa bagian selatan kami semakin cepat.
"Ahh.. Ahh.. Yahh.. Ahh.. dia berkedut lagi sayangghhh..." pekikku yang begitu merasa kenikmatan.
"Tahan sebentaarhh babyyhhh... Ahh.. dia sudah membesarrhh.." kata Chanyeol lagi, dan tentu saja tempo pompaanya semakin bertambah cepat.
"AHHH CHANYEOLL AKU TIDAK TAHANN LAGIHH AHHHHH..."
"Ouh sayangghhh, Ayo.. bersamaaAAHHH.."
"AHHHKKKK.."
Dan akhirnya kami mendapatkan pelepasan kami secara bersamaan. Yang kelima untukku, dan yang pertama untuk Chanyeol.
Lalu setelah aku baru saja mengambil beberapa hela nafas, Chanyeol kembali menindih tubuhku dan langsung berbisik secara seduktif didepan telingaku,
"Maaf sayang, sebelum ayam berkokok, kau harus tetap meneriaki namaku dengan penuh kenikmatan."
Oh sial, besok sudah dipastikan aku tidak akan bisa berjalan dengan benar menuju bandara.
To Be Continued...
Hai kalian!
Apa kabar?! Hehehe...
Long time no see, guys. Gue kembali dengan update super lama yang gak jelas ini. Aniway, gue udah nyerah aja dah, bodo amat kapan-kapan aja gue tamatin ni stori.
gila, lo semua harus tau, ide buat stori ini ngalir terus bro, gue sampe bingung gimana cara namatinnya. Padahal masih banyak work gue yang belom kelar dan akan nambah lagi. fuk lah. *ups
pokoknya gt lah!
dan di februari nanti gue bakal ada kolaborasi bareng sepupu gua, kita akan bikin story baru soal chanbaek disini! Di wattpad ada juga, cuma pas disini udah selesai baru gue copy ke versi wattpad.
so.. can't wait to see respon kalian dicerita baru aku nanti!
udah, segitu aja, see you guys!
