Chapter 20

Disclaimer : Masashi Kishimoto

WARNING! OOC, Abal, Gaje, Cerita aneh, Typo, entahlah pokoknya abstrak hahahaha


FIVE

SAKURA POV

Rasanya hari ini aku sangat malas untuk berangkat ke sekolah, jika saja Kakashi sensei tidak mengadakan ulangan matematika mungkin aku tak akan masuk sekolah hari ini.

"Haaah.. kau bisa menghadapinya Sakura"

Hari ini aku berniat untuk berangkat menggunakan bus umum, sudah lama sekali aku tak lagi menggunakan bus untuk pergi ke sekolah. Aku pun berjalan menuju halte di depan komplek perumahan ku.

Suasana halte pagi itu cukup ramai, lebih di dominasi oleh anak-anak sekolah. Seketika pandanganku teralihkan pada 4 buah mobil mini cooper yang melewati halte tempat ku sedang duduk menunggu bus. Tiba-tiba hatiku terasa sangat sakit, entah kenapa hati ini merasa sepi. Biasanya setiap pagi aku selalu berangkat bersama mereka, tapi tidak dengan hari ini. sepertinya hari ini akan aku nobatkan menjadi hari paling menyedihkan bagi Haruno Sakura.

Tak lama bus yang ku tunggu pun akhirnya datang, aku segera masuk dan mencari tempat duduk. Aku sangat menikmati suasana pagi itu dan semilir angin sejuk yang menerpa wajahku

"sudah lama sekali aku tidak merasakan suasana seperti ini" gumamku pelan

20 menit berlalu akhirnya bus yang aku tumpangi pun berhenti di halte dekat Konoha Senior High School. Aku berjalan dengan langkah ragu menuju gerbang sekolah. Aku diam sesaat, dan melanjutkan perjalananku kembali

"Lihat-lihat si penghianat datang"

"Uhh masih berani dia datang kesekolah"

"Benar-benar tak tau malu"

"Mungkin urat malunya sudah putus"

Begitulah bisik-bisik yang ku dengar selama perjalananku menuju kelas, aku berusaha mencoba menulikan telingaku. Aku hanya jalan tertunduk tanpa memperdulikan omongan dan tatapan intimidasi yang mereka layangkan untukku.

.

SREG..

"ohayo.." ucap ku menyapa semua siswa di kelas 3A

Tak ada satu pun yang menanggapi sapaan ku pagi itu, aku hanya tersenyum miris. Kulihat Ino, Hinata, Temari dan Tenten sudah ada di tempatnya masing-masing dan mereka tetap sibuk dengan aktivitasnya masing-masing tanpa menghiraukan kedatanganku. Aku masih diam terpaku di pintu kelas hingga akhirnya ..

Puk

Seseorang menepuk bahuku yang membuat ku cukup kaget

"Good morning Sakura chan" ucap orang itu ramah dengan cengiran khasnya

Ah rupanya itu Si Baka Naruto, dan kulihat di belakangnya ada Si Pemalas, Si Mayat, Si Pria Cantik dan leader mereka Si Chicken butt.

"Ohayo jelek " sapa Sai

"Hoaaaam.. mendokusei, ah ohayo sakura" sapa Shikamaru

"Ohayo" sapa Neji

"Hn"

Hn? Cih sapaan macam apa itu Chicken butt ?, ah tapi aku tetap bersyukur walaupun semua orang membenciku saat ini tapi setidaknya masih ada para alien ini yang mau menyapaku, yeah walaupun perlu kalian ingat bahwa mereka adalah musuhku. Justru itu yang membuatku bingung, mereka adalah musuhku harusnya mereka senang atau mereka bisa memanfaatkan keadaan ini untuk balas dendam padaku tapi ini sebaliknya. Mereka bak malaikat yang datang menolongku, walaupun aku benci mengakuinya.

"A-ah ohayo.." jawabku canggung

Aku pun segera berjalan menuju tempat dudukku, begitu pun dengan para alien itu.

.

.

.

"Ya, waktunya sudah habis. Silahkan kumpulkan di depan" perintah Kakashi sensei

Semua siswa pun segera mengumpulkan ulangan matematika yang diadakan hari ini.

"Kalian boleh istirahat, selamat siang"

Kakashi sensei pergi meninggalkan kelas, dan diikuti oleh para siswa siswi yang satu persatu pergi meninggalkan kelas menuju kantin. Tapi tidak denganku, saat ini aku benar-benar bingung harus bagaimana. Biasanya aku dan mereka pasti akan pergi ke kantin bersama dan kami akan membicarakan banyak hal.

"Kau benar-benar menyedihkan Sakura" gumamku sebal

Aku pun segera bangun dari tempatku dan berjalan keluar kelas, namun ketika akan mencapai pintu kelas Naruto memanggilku

"Sakura chan kau mau kemana ?" Tanya Naruto yang masih berada di dalam kelas bersama para sahabat idiotnya itu

"Mencari udara segar" jawabku sambil tersenyum dan berlalu pergi

Aku berjalan tak tau arah tujuan hingga akhirnya aku sampai di atap. Aku berjalan menuju pagar pembatas atap dan melihat ke bawah, melihat para siswa siswi berlalu lalang, mereka tampak mengobrol, bercanda dan masih banyak lagi hal-hal menyenangkan yang mereka lakukan.

Krieet..

"Dugaan ku benar, kau pasti akan kembali kesini" ucap orang itu

Aku masih diam dan tak merespon ucapan orang itu

"Kau pasti lapar, ini aku bawakan roti melon dan sekotak susu strawberry kesukaanmu Sakura"

"Kau tau saja jika aku lapar Sasori" ucapku dan segera berbalik berjalan menuju tempat Sasori yang kini sedang duduk bersandar pada tembok

Aku segera mengambil roti melon dan susu strawberry yang Sasori bawa untukku kemudian memakannya

"Bagaimana keadaanmu ?"

"Masih seperti kemarin" jawabku asal yang kini disibukan oleh ritual makanku

"Kau tau kau menjadi trending topic di sekolah ini, bahkan semua orang membicarakanmu selama di kantin"

"Yeah aku memang sangat populer sehingga semua orang membicarakanku saat ini" jawabku santai

"Jadi apa kau akan diam saja ?" Tanya Sasori

"Memang aku harus berbuat apa ? aku sudah kapok untuk menjelaskan yang sebenarnya pada mereka, mereka tak akan percaya dan uhh bahkan aku tak ingin giliran pipi kiriku yang akan terkena tamparan Ino pig" jawabku sambil mengelus-elus pipi sebelah kiriku

"Tapi tenang saja aku pasti akan membantumu" ucap Sasori tersenyum sambil mengelus rambutku lembut

Aku segera membuang muka karena kini wajahku benar-benar sudah merah atas perlakuan Sasori saat itu.

END SAKURA POV

.

.

Di sudut kantin

"Apa kau sudah puas Karin ?" Tanya Kin

"Aku sangat puas, rencana kita berjalan lancar" ucap Karin angkuh

"Yeah ini berkat kau Karin, kau sangat membantu kami" Sahut Haku

.

Flashback

Sudahlah Kin jangan menangis lagi"

"Huhuhu hiks kalian mudah berkata seperti itu karena kalian tak merasakannya hiks hiks, aku sangat mencintai Idate asal kau tahu hiks"

Terlihat 3 orang siswi sedang berada di dalam toilet. Salah satu siswi sedang menangis tersedu sedu, gadis itu bernama Kin Tsuchi, kedua temannya bernama Haku dan Sasame. Kin adalah kekasih Idate yang ke 14 dan seminggu yang lalu dirinya di putuskan oleh Idate karena Idate lebih memilih Ino.

"Bisa-bisanya Idate meninggalkanku demi si Yamanaka itu hiks hiks"

Krieet..

Pintu toilet terbuka dan tampaklah seorang gadis berdiri dengan angkuh sambil melipat kedua tangannya di depan dada dan tersenyum misterius ke arah mereka bertiga.

.

"Siapa kau ?" Tanya Haku

"Aku Uzumaki Karin, siswa pindahan dari Amerika. Aku dari kelas 3A" jawab Karin

"Ada urusan apa kau kemari ?" Tanya Sasame

"Kurasa kita memiliki tujuan yang sama" jawab Karin menghampiri ketiga gadis itu

"Apa maksudmu ?" Kin angkat bicara

"Kita akan membuat perhitungan untuk Haruno" jawab Karin dengan seringai menyeramkan

"Ha-haruno ? maksudmu Haruno Sakura ? Apa hubungannya ?"Tanya Kin bingung

"Ah aku lupa menjelaskannya pada kalian, baiklah akan aku jelaskan. Sebenarnya Idate tidak menyukai Yamanaka, Idate berpacaran dengan Yamanaka agar dia bisa dekat dengan Haruno karena Idate tertarik pada Haruno. Jadi alasan kau di putuskan oleh Idate adalah karena Haruno" jelas Karin

"Kau jangan asal bicara, apa kau punya bukti ?"Tanya Kin yang tak bisa menerima penjelasan Karin

"Untuk saat ini aku memang tak memiliki bukti, tapi saat pulang sekolah nanti kau sendiri yang akan mendapatkan bukti itu" jawab Karin santai melipat kedua tangannya di depan dada

"Jika memang terbukti Idate memutuskanmu karena Haruno apa kau mau bekerja sama denganku ?" Tanya Karin

Kin tampak berpikir

"Baiklah, kita akan buktikan siang nanti. Jika perkataanmu benar, apa yang selanjutnya akan kita lakukan ?" Tanya Kin

"Kau suruh Idate untuk menemuimu nanti di atap, kau harus bertanya padanya alasan kenapa kau di putuskan sampai dia menjawab yang sebenarnya lalu para sahabatmu inilah yang akan merekam pembicaraan kalian di tempat tersembunyi. Jika terbukti Idate menyukai Haruno, kita akan melancarkan aksi selanjutnya. Hari ini Haruno ada tugas di ruang osis dan dia akan pulang sore hari, jadi ketika Haruno akan pulang aku akan miscall handphonemu agar kau segera mengakhiri pembicaraan kalian. Aku harap timing kita akan pas, ketika Haruno berjalan menuju parkiran untuk pulang begitu juga Idate. Jika aku melihat Haruno sudah mencapai parkiran dan Idate ada beberapa meter di belakangnya, aku kan menggunakan mobilku untuk menabrak Haruno.."

"Kau gila ? kau bisa membunuhnya" Kin memotong penjelasan Karin

"Aku belum selesai bicara, aku tidak berniat untuk membunuhnya. Ketika mobil akan mencapai Haruno, Idate pasti akan menyadari itu dan berusaha menolong Haruno. Dan pada kesempatan itulah kita akan mengambil gambar selama penyelamatan Idate pada Sakura. Ku harap kalian bisa mengambil foto yang pas sehingga bisa timbul salah paham bagi yang melihatnya" Karin mengakhiri pembicaraannya

"Jadi kita akan mengambil gambar mereka berdua dan kita akan memajang itu di mading ?" Tanya Sasame berusaha menyimpulkan

"Jadi kita akan buat seolah Haruno telah merebut Idate dari Yamanaka ?" Tanya Haku

"Bingo" Jawab Karin senang

"Dan jika para siswa tidak percaya, kita bisa memberikan rekaman itu sebagai bukti" sahut Kin

"Kalian sangat cerdas" jawab Karin

"Kurasa itu ide yang cemerlang" ucap Kin tersenyum misterius

"Baiklah kita akan menjalankan aksi ini sepulang sekolah"

End Flashback

.

.

"Kau masih belum mengatakan, sebanarnya apa motif mu bekerja sama dengan kami ? aku mungkin sudah jelas karena Idate, lalu kau ?" Tanya Kin

"Karena dia sudah merebut perhatian pangeranku" jawab Karin dengan kilatan di matanya

"Pangeranmu ? Siapa ?" Tanya Sasame penasaran

"Uchiha Sasuke" jawab Karin

"Heh ? jadi kau menyukai Uchiha Sasuke ? haah.. benar sekali, apa pun yang berhubungan dengan Haruno pasti ada kaitannya dengan Sasuke kun. Ah apa kau sudah dengar mengenai insiden basket ?" Tanya Sasame

"Insiden basket ?" Tanya Karin bingung

"Yeah tapi kita harus pelan-pelan membicarakannya dan berita ini jangan sampai bocor lagi" Haku mengingatkan

"Baiklah" jawab Karin yang sudah sangat penasaran

Dan akhirnya mereka pun menceritakan tentang insiden basket antara Sasuke dan Sakura bahkan mengenai permintaan Sasuke pada Sakura yang membuat Hati Karin menjadi sangat marah dan kebenciannya pada Sakura makin menjadi.

.

.

.

Jam pulang sekolah sudah berlalu 20 menit yang lalu tapi Sekolah masih di padati oleh siswa hal ini terjadi Karena tiba-tiba Konoha di guyur hujan dan mereka sama sekali tak membawa persiapan apa-apa.

Sraaaassshhhhhhh….

Hujan semakin deras, bahkan banyak para siswa yang mengeluh karena hujan yang turun sangat tiba-tiba ini.

"Hujan" gumam sakura yang sedang bersandar di tiang depan kelasnya.

"Sakura" panggil seseorang

Orang itu pun segera mendekat pada Sakura

"Kau tidak bawa payung ?" Tanya orang itu

"Kenapa kau selalu bertanya yang sebenarnya pertanyaan itu sudah bisa kau jawab sendiri Sasori ? jika aku membawa payung aku tidak akan berdiri seperti orang bodoh disini idot" jawab Sakura sebal

"hahaha kau benar juga" jawab Sasori yang tiba-tiba salah tingkah

Sakura pun menjulurkan tangan kanannya lurus ke depan, jari-jari tangannya bisa merasakan segar dan dinginnya air hujan yang menerpa jari dan telapak tangannya.

"Sudah lama sekali aku tidak bermain hujan" gumam Sakura yang masih bisa di dengar oleh Sasori

Sasori tampak berpikir dan dengan tiba-tiba menarik tangan Sakura menerobos hujan. Sakura yang kaget atas perlakuan Sasori tanpa persiapan segera menarik tangannya kembali yang membuat pergerakan Sasori berhenti. Yeah kini mereka sudah ada di pinggir lapangan dan di hujami oleh tetesan air hujan yang cukup deras, mereka sudah basah bahkan mereka kini menjadi pusat pehatian karena seluruh siswa menunggu hujan reda tetapi ada dua makhluk bodoh di pinggir lapangan sedang hujan-hujanan

"Apa yang kau lakukan bodoh ?" Sakura berteriak pada Sasori karena jika bicara dengan suara normal di bawah hujan yang cukup deras tidak akan bisa terdengar

"Bukankah tadi kau bilang sudah lama tidak bermain hujan, nah inilah saatnya bermain hujan" teriak Sasori

"Bukan berarti untuk saat ini aku ingin bermain hujan" teriak Sakura lagi

"Ayolah, di bawah guyuran hujan ini kau bisa membiarkan seluruh masalahmu terbawa oleh derasnya air hujan" ucap Sasori yang kemudian merentangkan kedua lengannya ke samping, dan wajahnya mendongak keatas seolah menyambut datangnya hujan

Sakura terdiam dan tampak berpikir

"Ah, kau benar" gumam Sakura pelan

Sakura pun segera berlari menuju ke tengah lapangan, berputar putar seolah melepaskan semua beban yang ada dalam dirinya. Sasori menyusul Sakura dan melakukan hal yang sama. Kemudian Sakura mencoba melakukan hal yang tadi Sasori lakukan, merentangkan kedua lengannya ke samping dan mendongakkan wajah ke langit. Benar-benar terasa menyejukkan, dingin dan menenangkan seolah semua masalahmu pergi terbawa oleh derasnya air hujan. Mereka berdua tertawa, bercanda riang gembira di bawah derasnya air hujan tanpa menghiraukan keadaan saat itu tanpa menghiraukan seluruh penghuni Sekolah yang kini menatap mereka, seolah dunia ini hanya milik mereka berdua.

.

"Sa-sakura chan…" ucap Hinata lirih yang kini sedang berdiri di koridor menatap Sakura dengan pandangan sedih

"Benar-benar idoit" sahut Ino dengan wajah yang sulit di artikan

.

"Uwaaa.. aku juga ingin main hujaaan" ucap Naruto

"Idiot" sahut Sasuke yang kemudian berjalan masuk kembali ke dalam Kelas

"Heh ? ada apa dengan si Teme itu" Tanya Naruto bingung

.

.

"Hey Sasori ayo kita pergi dari sini, kita cari tempat yang lebih menyenangkan dari sini" ajak Sakura pada Sasori

"Ayoo…" respon Sasori

Mereka pun berlari dengan gembira dan pergi meninggalkan lingkungan Sekolah.

.

.

"Baiklah kita berpisah disini, ingat kau harus cepat-cepat mandi dan jangan lupa makan" Sasori mengingatkan Sakura

"Hai hai Sasori-sama" ledek Sakura

Hujan sudah mulai reda, Sasori dan Sakura menyudahi acara hujan-hujanan mereka. Kini mereka sedang ada di lampu merah. Dan di tempat inilah mereka harus berpisah untuk pulang. Sakura akan pergi ke arah Selatan dan Sasori sebaliknya dia akan menuju arah utara.

"Sasori, terimakasih untuk hari ini. Kau tau aku sangat bahagia" ucap Sakura tersenyum dengan mata yang berbinar

"Teruslah tersenyum seperti itu" ucap Sasori tulus

"Ah sudah lampu hijau, aku harus pergi. Sampai jumpa.." ucap Sasori yang kemudian menyebrang jalan

"Yaa sampai jumpa" teriak Sakura

Sosok Sasori sudah tak terlihat disana, Sakura pun kemudian berbalik untuk pulang baru berjalan dua langkah tiba-tiba Sakura menghentikan langkahnya dan memutar arah ke Timur sambil berlari.

.

.

Ladang Bunga Matahari

Ternyata Sakura pergi ke tempat ini, rasanya sudah lama sekali dia dan sahabatnya tidak datang kemari karena sibuk di Sekolah. Ladang tersebut sangat becek, Sakura berjalan perlahan menuju rumah pohon yang mengisahkan banyak cerita dalam hidupnya. Sakura sama sekali tak menghiraukan hawa dingin yang merasuki tubuhnya terlebih baju seragamnya pun masih sangat basah. Tanpa ragu sakura naik ke rumah pohon itu.

Krieet..

Ketika Sakura membuka pintu rumah pohon tersebut, banyak debu bertebaran yang menyambutnya. Yang berarti sudah lama sekali mereka tidak kesini, Sakura berjalan masuk lebih dalam. Menyentuh dinding kayu yang terasa dingin, dan tangannya berhenti pada foto 5 orang gadis kecil berusia 4 tahun yang sedang berpose cantik menggunakan mahkota bunga matahari buatan tangan sendiri yang masih menggunakan seragam taman kanak-kanak. Dia tersenyum getir, kemudian beralih pada foto 5 orang gadis berusia 8 tahun ketika menghadiri ulang tahun Hinata. Kemudian berlanjut pada foto 5 orang gadis remaja berusia 14 tahun yang sedang memegang piala kemenangan dengan wajah sangat bahagia, foto dimana ketika mereka masih di bangku SMP dan mereka menjuarai festival Band di sekolah. Dimana Sakura sebagai vokalis, Ino sebagai gitaris, Tenten sebagai bassist, Hinata sebagai keyboardist dan Temari menjadi Drummer. Tanpa sadar air mata sakura berjatuhan, dan terakhir foto dimana 5 orang gadis yang mengenakan seragam SMA, foto itu diambil ketika upacara pembukaan murid baru di Konoha Senior High School.

Tubuh Sakura pun ambruk, dia menangis. Dia kesepian, harusnya disaat seperti ini ada para sahabatnya yang menjadi tempatnya bernanung. Hatinya benar-benar hancur, air mata tak henti hentinya mengalir dari emerald yang selalu memancarkan semangat dan energy positif bagi semua orang.

.

.

3 jam kemudian

Ternyata Sakura tertidur di rumah pohon, ketika melihat jam tangannya jam sudah meunjukkan pukul 8 malam. Sakura pun kemudian turun dari rumah pohon dan pergi meninggalkan ladang bunga matahari.

.

.

.

Ramen Ichiraku

Saat ini Sasuke dkk sedang ada di ramen ichiraku karena si Baka Dobe yang tiba-tiba tadi sore menelepon mereka merengek ingin makan disini.

"Apa kau masih belum kenyang juga naruto ? kau sudah makan 3 mangkuk ramen" ujar Neji heran

"Aku sudah lama sekali tidak makan ramen ichiraku ini Neji" jawab Naruto

"Pantas saja dia bodoh, di otaknya hanya ada ramen" celetuk Sai

"dwiam kaw mwayat (diam kau mayat)" ucap Naruto yang mulutnya masih di penuhi ramen

"Mendokusei kau benar-benar menjijikan" sahut Shikamaru dengan pandangan jijik ke arah Naruto

"Oi teme ada apa dengan mu ? bahkan kau tak memesan makanan sama sekali" Tanya Naruto yang heran melihat tingkah Sasuke yang sejak tadi pulang sekolah diam saja

Tapi sasuke sama sekali tak menanggapi pertanyaan Naruto, pandangannya hanya tertuju pada jalanan di depannya. Entah apa yang ada di pikiranannya saat ini. Hingga matanya menangkap sosok yang sangat familiar dalam hidupnya. Tanpa pikir panjang Sasuke segera berlari keluar dari dalam restoran dan mengejar sosok itu.

"Oii teme mau kemana kau ? oiii temeeeee" panggil Naruto

"Sasuke!" panggil Sai

Namun sosok Sasuke sudah hilang. Shikamaru yang menyadari hal itu hanya tersenyum penuh arti.

.

.

Sasuke mengedarkan pandangannya guna mencari keberadaan sosok yang di carinya. Dan akhirnya dia menemukannya. Rambut merah muda panjang dan..

"Dia masih menggunakan baju seragam ? " ucap Sasuke bingung yang berarti dia belum pulang ke rumah sejak tadi

Dengan langkah pasti Sasuke mengejar sosok itu dan dengan cepat Sasuke menarik pergelangan tangan orang itu yang membuat langkah orang itu terhenti dan tubuhnya berbalik secara paksa.

Onyx dan emerald bertemu..

Tak ada sepatah katapun yang terlontar dari mereka berdua, mereka masih menatap satu sama lain. Jarak mereka sangat dekat.

"U-uchiha.." gumam Sakura yang akhirnya membawa masing-masing dari mereka ke alam sadarnya

Tanpa sepatah kata, Sasuke menarik tangan Sakura dan membawanya menuju Ramen Ichiraku. Ketika sampai di depan Ramen Ichiraku, Sasuke menghentikan langkahnya

"Kau tunggu disini" perintah Sasuke pada Sakura

Entah kenapa saat itu Sakura tidak bisa membantah perintah Sasuke, Sakura mengikuti perintah Sasuke. Sakura berdiri menunggu di depan Ramen Ichiraku, dari sini Sakura bisa melihat Sasuke sedang bersama Naruto, Sai, Neji dan Shikamaru. Entah apa yang sedang mereka bicarakan dan dari dalam Naruto melambaikan tangannya pada Sakura, Sakura hanya membalasnya dengan senyuman. Sasuke meninggalkan keempat sahabatnya dan berjalan keluar menghampiri Sakura.

"Ayo pulang" ajak Sasuke

Tanpa pikir panjang Sakura mengikuti Sasuke dari belakang menuju tempat parkir mobil. Ketika akan masuk ke dalam mobil, Sasuke menghentikan gerakannya dan kembali keluar dan menatap Sakura dari ujung kaki hingga ujung rambut dengan wajah stoic andalannya

"Be-berhenti menatapku seperti itu" ucap Sakura sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada

Sasuke melepaskan jaketnya dan melemparkannya pada wajah Sakura

"Pakai itu" perintah Sasuke dan masuk ke dalam mobilnya

"Si Chicken butt ini kenapa suka sekali memerintah" gumam Sakura sebal

Sakura segera memakai jaket yang Sasuke berikan karena tubuhnya sudah sangat kedinginan dan segera menyusul Sasuke masuk ke dalam mobil. Kemudian sasuke menyalakan penghangat mobil dan menjalankan mobilnya.

Suasana dalam mobil benar-benar sangat hening, mereka berdua disibukkan oleh pikirannya masing-masing

"Kau ini idiot atau apa ? seragammu sangat basah dan kau baru pulang jam segini" Sasuke mencoba memecah keheningan

"Aku habis bermain hujan dengan Sasori dan sampai lupa waktu hehehe" jawab Sakura sambil cengengesan

"Cih, kalau kau sakit bagaimana ?" Tanya Sasuke sebal

"Ohh jadi kau menghawatirkanku tuan ayam ?" Tanya Sakura tersenyum jahil dan posisinya menatap Sasuke yang sedang menyetir

Sasuke yang di tatap seperti itu membuang muka

"Bukan begitu bodoh, jika kau sakit itu berarti aku yang harus menyelesaikan semua tugas osis" jawab Sasuke datar

"Huuuh.. menyebalkan" jawab Sakura sebal dan kembali menatap jalanan di depannya.

"Apa kau sebegitu menderitanya Haruno ?" Tanya Sasuke

"Aku sedang tak ingin membahasnya Uchiha" jawab Sakura tertunduk lesu

.

.


TBC

Mulai sekarang author akan update tiap hari selasa tiap minggunya.

Hehehe

Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom review yaaa ..

Arigatou :)