Name: Ultimate Team: The Devil Hunter
Author: Izanagi – no - Ookami
Genre: Adventure, Romance
Rating: M

Pair: Naruto x Akeno(Alpha) x Sona x Sara x Shion, Sai x Tsubaki(Sesuai permintaan reader), Sasuke x Xenovia(Sesuai permintaan reader), Issei x Irina x Asia(Sesuai permintaan reader), Raidou x Fuyuka, Kiba x Sayla

Disclaimer: Naruto milik Masashi kishimoto, Genso Suikoden milik Konami, dan Highschool DxD milik Ichiei Ishibumi

Chapter 21: The Battle of Elemental Runes Part 1

Naruto Uzumaki Namikaze saat ini sedang menatap keadaan muridnya yang sedang dalam keadaan tidak sadarkan diri, sedangkan disebelahnya kekasihnya yaitu kekasihnya, Irina Shidou sedang menemaninya. Naruto mengepalkan tangannya saat tahu apa yang terjadi pada Issei dan temannya yang memegang Cyclone Rune adalah ulah dari saudara sepupunya, Menma Uzumaki. Dia pun keluar dari ruang rawat Issei dan langsung disambut oleh pertanyaan dari sahabatnya, Sasuke Uchiha.

"Bagaimana keadaannya?" Tanya Sasuke.

"Lumayan…" Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Setidaknya dia tidak koma seperti aku."

"Baguslah…" Ucap Sasuke.

"Onii-chan! Sasuke-nii!" Teriak Asia yang datang dalam keadaan tergesa-gesa.

"Ada apa imouto?" Tanya Naruto.

"Lihat kesini onii-chan…" Jawab Asia yang menggiring mereka berdua ke ruang keluarga, kemudian dia berkata "Coba lihat berita apa yang ditayangkan TV itu."

"Ini kan…" Ucap Naruto yang kaget saat melihat berita di TV yang menayangkan banyak monster dengan berbagai jenis dan ukuran sedang mengacau di kota, kemudian dia melanjutkan "Bagaimana bisa mereka semua berada disitu?"

"Mungkin ini adalah ulah pengguna True Rune yaitu Eightfold Rune." Jawab Sasuke.

"Tapi bukannya rune itu sudah lama musnah, teme?" Tanya Naruto.

"Entah…" Balas Sasuke, kemudian dia berkata "Tapi kita harus segera kesana dan membersihkan sampah-sampah itu."

"Hn…"

Asia, Sasuke, Naruto, dan Sai yang kemudian menyusul mereka dengan kekuatan runenya. Irina dan Xenovia pun kembali ke rumah Issei untuk mengambil barang-barangnya, sedangkan di ruangan milik Issei datanglah seorang pemuda berambut blonde dengan tato di pipinya, langsung mengeluarkan pedang dari ketiadaan dan langsung menebaskannya ketubuh Issei. Tapi dia langsung membuka matanya dan mengaktifkan [Boosted Gear] miliknya.

"Dragon Shot!" Ucap Issei yang sudah menembakkan tembakan laser berukuran besar dari gauntletnya.

Boooooommmm

Pemuda itu pun terlempar jauh dari ruang rawat Issei sampai dia terlempar ke luar. Issei pun mengejar orang itu dan berkata "Siapa kau?"

"Namaku Jaster Rogue…" Ucap pemuda itu sambil mengangkat tangannya yang tertempel tanda segel dari True Fire Rune, kemudian dia melanjutkan "Aku datang untukmu, pengguna Rage Rune…"

"Jadi… Ini sudah waktunya ya." Ucap Issei, kemudian dia mengeluarkan pedang Swordslayer-nya dan berkata "Tapi sayang sekali, aku tidak akan mati di tanganmu hari ini…"

[Seven Star Sword: Earthshaker!]

Pedang ditangannya pun berganti dengan pedang seperti Scimitar, tapi logam pedangnya berwarna biru dan gagang pedangnya berwarna hijau. Kemudian dia melompat dan menancapkan pedangnya ketanah dan berkata "Earthbreaker!"

Kraaakkkk

Kraaakkkk

Kraaakkkk

Tiba-tiba saja tanah yang dipijaki Issei seperti terkena gempa bumi dan membuatnya harus bersusah tenaga untuk menyeimbangkan dirinya dan membuatnya membatin 'Sial… Ke-Kenapa tiba-tiba bisa ada gempa begini. Kekuatannya sungguh luar biasa."

Jaster pun langsung melesat ke arah Issei yang masih belum bisa menyeimbangkan badannya, kemudian dia mengambil ancang-ancang dan melakukan tebasan yang menimbulkan pusaran angin kecil dan berkata "Kena kau, Desert Wind!"

"Ugghhhh…." Ucap Issei yang terlempar karena kuatnya pusaran angin buatan Jaster itu sampai-sampai dia terlempar keras ke arah tembok. Kemudian dia memuntahkan darah segar dari mulutnya dan membuat partnernya, Ddraig berkata [Kau tidak apa-apa partner?]

"Aku tidak apa-apa." Jawab Issei, kemudian dia melanjutkan "Ini tidak bagus… Dia masih menahan diri, buktinya dia belum sama sekali menggunakan True Rune-nya, dan juga kondisiku belum pulih benar pasca terkena Rune Cannon ini… Bisa-bisa aku mati disini."

[Kau akan menyerah begitu saja partner, setelah kau berjanji pada kekasihmu itu kau tidak akan mati disini?] Tanya Ddraig.

"Aku tidak tahu, Ddraig." Jawab Issei dengan pelan.

"Illusion Sword!" Ucap Jaster yang melakukan tebasan yang memunculkan proyektil dari pedangnya.

[Awas partner!] Teriak Ddraig saat melihat serangan dari Jaster akan melesat ke arahnya.

'Sial, aku tidak akan sempat melakukan Boost dan melakukan jurus untuk mencounter jurus itu.' Batin Issei yang sudah berhasil bangkit.

"Gokakyuu!" Ucap seseorang, kemudian muncullah api merah berukuran besar yang melesat ke arah serangan Jaster itu.

Boooooommmm

'Siapa yang menolongku?' Batin Issei saat mendengar suara ledakan tapi dia tidak terluka sedikitpun.

"Kau tidak apa-apa kan Issei?" Tanya seseorang disebelah Issei

Issei pun melihat wajah penolongnya dan terkejut saat melihat sosok itu. Kemudian dia tersenyum dan berkata "Raiser Phenex…"

Berbeda dari tempat Issei, Sayla yang dirawat di tempat yang berbeda dari Issei saat ini sedang dijaga oleh kekasihnya yang bernama Yuuto Kiba. Yuuto saat ini sedang memegang tangan Sayla dengan erat seolah-olah dia tidak ingin kehilangan dia. Tapi tiba-tiba saja, sebuah kipas dengan aura angin yang kuat memecahkan kaca ruangan tempat Sayla dirawat dan langsung melesat ke arah Sayla. Dia pun langsung membuat pedang dengan Sacred Gear [Sword Birth] miliknya dan mementalkan kipas yang melesat ke arah kekasihnya itu. Yuuto pun langsung mengalihkan pandangannya dari kipas itu ke gadis cantik berkulit putih, berambut coklat panjang dan berwarna mata coklat hazel.

"Oh my, aku tidak tahu ada pemuda tampan di tempat ini…" Ucap gadis itu dengan nada menggoda, kemudian dia melihat Yuuto dan berkata "Tampan, kau mau bercinta denganku?"

Tapi Yuuto tidak menghiraukan gadis itu dan berkata "Siapa kau? Dan apa tujuanmu… Kenapa kau ingin membunuh kekasihku?"

"Namaku Kazemi Fuuka…" Jawab gadis itu, kemudian dia melanjutkan "Aku adalah orang yang ditakdirkan untuk membunuh kekasihmu itu pemuda-kun."

"Dan aku tidak akan membiarkanmu, Sword Birth!" Ucap Yuuto, kemudian dia mengeluarkan satu pedang dan melesat ke arah Fuuka dengan kekuatan bidaknya.

Tapi Fuuka tidak tinggal diam, kemudian kipasnya yang tadi dia gunakan untuk menyerang Sayla pun langsung kembali ke tangannya dan dia pun menahan pedang Kiba dengan kipasnya yang sudah diberikan energi dari True Wind Rune miliknya.

'Sial, kuat sekali kipas ini… Aku tidak bisa menghancurkannya.' Batin Yuuto yang mencoba memperkuat serangannya, tapi kipas milik Fuuka memang sudah membuktikan bahwa kipasnya itu memang cukup kuat untuk menahan tebasan milik Kiba.

"Jangan meremehkan kipas milikku ini, tampan…" Ucap Fuuka yang menaikkan energi dari True Wind Rune miliknya.

Praaaannnkkk

'Mu-Mustahil! Dia bisa menghancurkan pedangku dengan kipas miliknya itu…' Batin Yuuto yang kemudian melompat mundur karena pedangnya hancur oleh Fuuka.

"Angin bisa mematahkan apapun tampan…" Ucap Fuuka, tapi tiba-tiba dia menghilang dari penglihatan Yuuto dan membuatnya membatin 'Dimana dia?'

Cup

Tapi tiba-tiba saja dia dikagetkan saat Fuuka tiba-tiba dia muncul didepan tubuhnya dan menangkap bibirnya dalam sebuah ciuman hangat. Yuuto berusaha melepaskan diri dari ciuman dari Fuuka ini, tapi tiba-tiba tubuhnya terasa lemas dan dia pun membatin 'Kenapa tubuhku menjadi lemas begini?'

Fuuka pun melepaskan ciumannya dengan Yuuto, dan Yuuto pun jatuh tergeletak ke tanah. Tapi Yuuto yang masih dalam kondisi lemas masih bisa membuka mulutnya "A-Apa yang telah kau lakukan padaku?"

"Itu jurus ciuman kematian yang aku punya." Jawab Fuuka sambil melihat Yuuto, kemudian dia melanjutkan "Aku bisa saja membunuhmu dengan itu… Tapi kau terlalu berharga untuk mati secepat itu… Apalagi aku belum pernah lagi berhubungan dengan pemuda tampan sepertimu selama 20 tahun belakangan ini. Jadi setelah aku membunuh kekasihmu itu, aku akan bersenang-senang dengan tubuhmu tampan…"

'Sial… Ma-Maafkan aku Sayla-chan.' Batin Yuuto yang kemudian pingsan karena ciuman dari Fuuka telah banyak menguras energinya.

Fuuka pun melepaskan pandangannya dari Yuuto dan melihat kasur dari Sayla ternyata sudah kosong dan membuatnya berkata "Sial… Kemana gadis sialan itu? Percuma kau kabur gadis kecil, karena kemanapun kau pergi aku akan selalu bisa menemukanmu khukhukhu."

"Aku harus bisa kabur dari sini dan pergi ke tempat Naruto-san atau buchou." Ucap Sayla yang sedang memegang bahunya yang masih sakit karena serangan Rune Cannon itu dan sedang berjalan tertatih-tatih… Seharusnya dia bisa berpindah menggunakan teleport dengan jarak yang lebih jauh, tapi karena energinya yang tidak memungkinkan karena dia terlalu lemas setelah menggunakan sebagian besar kekuatan runenya untuk menangkal tembakan Rune Cannon bersama Issei Hyoudou, maka dia hanya bisa berpindah dengan jarak yang tidak terlalu jauh.

"Kau pikir kau akan kemana gadis kecil?" Tanya Fuuka yang muncul di depan Sayla dengan menggunakan rune-nya.

'Sial! Aku tidak bisa kabur lagi, aku terpaksa harus melawannya disini.' Batin Sayla, kemudian dia mengangkat tangannya dan berkata "Healing Wind!"

Luka Sayla pun tersembuhkan karena teknik rune-nya, kemudian dia mengeluarkan senjatanya yang sama bentuk dengan senjata milik Fuuka. Dia pun melihat Fuuka dengan tajam dan berkata "Aku tidak akan kalah darimu."

"Kalau begitu cepat lawan aku gadis manis…" Ucap Fuuka yang sudah memasukkan energi dari True Wind Rune miliknya dan membuat kipasnya berubah warna menjadi hijau keputihan, kemudian dia mendesah dan berkata dengan nada menggoda "Ahh~ Karena setelah aku membunuhmu… Aku bisa bersenang-senang dengan pemuda pirang yang tadi mencoba melindungimu hehehe."

'Gadis ini gila…' Batin Sayla, kemudian dia melesat ke arah Fuuka dan berkata "Ssayangnya aku tidak sudi untuk kalah di tangan gadis penggoda sepertimu… Dan aku tidak mau menyerahkan Yuuto-kun kepadamu."

Sedangkan di markas milik Menma dan Itachi, Menma pun melihat Fuuka dan kemudian dia menepuk kepalanya sendiri dan berkata "Haahh… Kenapa aku bisa punya anak buah penggoda seperti dia sih?"

"Entahlah, dan aku tidak mau tahu" Jawab Itachi dengan dingin, apalagi dia juga pernah digoda oleh gadis gila itu dan membuatnya tidak bisa tidur selama berminggu-minggu. Kemudian dia melihat Menma dan berkata "Lagipula dia itu cukup kuat untuk ukuran gadis penggoda sepertinya…"

"Kau benar… Pasti dia dan Jaster akan bisa membunuh Hyoudou Issei dan Sayla Yasagami hahahaha." Ucap Menma yang tertawa maniak, kemudian dia melanjutkan "Dan kemudian aku akan memanggil 3 ksatria lainnya untuk membunuh para Evolved Elemental Rune user yang tersisa… Dan setelah itu Rune Cannon milikku tidak akan terkalahkan dan para makhluk supernatural akan musnah. Baik itu iblis, malaikat, malaikat jatuh, youkai, dan lain-lain… Mereka semua akan hancur, HAHAHAHAHA."

Saat ini Naruto Uzumaki sedang melawan pasukan monster yang muncul dari ketiadaan secara tiba-tiba. Saat ini dia, Asia, dan Sasuke sedang melawan 30 Minotaur… Tapi dia merasakan bahwa muridnya saat ini sedang berada dalam bahaya. Dia pun ingin mencoba membantu Issei, tapi tiba-tiba muncul satu Minotaur di dekatnya yang mencoba melepaskan kepalanya dari tempatnya dengan menggunakan kapak besarnya… Tapi Sasuke muncul dengan pedangnya berada di tangannya, kemudian dia menebas kepala monster itu.

Craaaasssshhhh

"Arigatou Sasuke…" Ucap Naruto.

"Sama-sama." Balas Sasuke, kemudian dia melanjutkan "Kau kenapa? Kenapa kau tidak fokus… Kau hampir mati kau tahu?"

"Aku khawatir pada Issei… Sepertinya dia sedang melawan pemegang True Fire Rune user saat ini." Jawab Naruto.

"Baka…" Ucap Sasuke.

"Huh…"

"Kau itu gurunya… Berikanlah kepercayaan kepada muridmu sendiri." Ucap Sasuke yang sekali lagi telah menebas monster yang mencoba menyerangnya dan Naruto, kemudian dia melanjutkan "Issei itu tidak lemah, Naruto. Atau kau tidak yakin pada hasil ajaranmu sendiri?"

"Kau benar Sasuke…" Ucap Naruto, kemudian dia melanjutkan "Aku sudah yakin pada Issei… Jadi aku akan serahkan dia pada Issei."

"Baguslah, kalau begitu." Balas Sasuke, kemudian dia melanjutkan "Ayo kita lakukan…"

[Lightning Manipulator!]

[Balance Breaker!]

[Armor of Susanoo!]

Sasuke pun saat ini sudah terselimuti oleh aura yang berbentuk sosok humanoid raksasa yang terbentuk dari energi listrik yang dikeluarkan oleh Sacred Gearnya, kemudian dia melihat Naruto dengan senyum meremehkan dan berkata "Ayo, keluarkan Balance Breaker-mu itu, usuratonkachi."

"Jangan remehkan aku, muka tembok." Balas Naruto, kemudian dia berkata pada makhluk didalam Sacred Gearnya "Bantu aku Kurama!"

[Tentu saja...]

[Tailed Beast: Nine!]

[Balance Breaker!]

[Third Form: Ultimate Mode!]

Tubuh Naruto saat ini diselimuti jubah berwarna kekuningan yang terbuka dan dilamnya terdapat baju dalaman berwarna hitam, di belakangnya terdapat 9 bola berwarna hitam yang memiliki daya hancur tinggi. Dia pun melihat Sasuke dan berkata "Ayo kita habisi mereka dan kita cari si pengguna Eightfold Rune itu… Supaya monster-monster ini tidak terus bermunculan."

"Hn…"

"Kau siap, muka tembok?" Tanya Naruto.

"Kapanpun, usuratonkachi." Jawab Sasuke

Naruto dan Sasuke pun langsung melesat dan menghabisi monster-monster itu dengan bantuan Asia yang belum bisa menggunakan Balance Breaker dari Sacred Gearnya, [Twilight Healing]. Disisi lain, Issei yang sudah disembuhkan oleh Raiser dengan Phenex's Tears miliknya hanya bisa melihat sosok yang menjadi lawan mereka dengan tatapan takjub. Dia sama sekali tidak bisa dilukai dengan teknik api dari Raiser meskipun dia bisa dilukai dengan teknik Rage Rune dan teknik dari [Boosted Gear] milik Issei, tapi itu belum cukup untuk menumbangkannya. Apalagi senjata pedangnya bisa berganti-ganti dan sering mengacaukan strategi milik mereka.

"Sial!" Teriak Raiser, kemudian dia berkata pada Issei "Aku tidak mengerti, dia terlalu kuat… Dia bisa menyerap semua serangan api yang aku lancarkan dan itu malah membuatnya semakin kuat."

"Raiser…" Panggil Issei.

"Ada apa?" Tanya Raiser.

"Kau ingat pertarungan kita dulu kan?" Tanya balik Issei.

"Aku ingat…" Jawab Raiser, kemudian dia melanjutkan dengan nada marah "Tapi apakah ini penting untuk membalas kekalahanku padamu waktu itu."

"Bukan itu maksudku! Lebih baik kau dengarkan aku dulu…" Teriak Issei, kemudian dia melanjutkan "Saat aku menggunakan Fusion Balance Breaker Mode, aku juga bisa menghisap apimu dan membuat api di armorku berubah warna menjadi biru. Apa kau ingat?"

"Aku tahu, waktu itu kau bilang kau adalah api dan kau memberitahuku saat aku menyerangmu dengan apiku bahwa aku telah melakukan kesalahan besar." Jawab Raiser, kemudian dia melanjutkan "Sebenarnya apa hubungannya masalah itu dengan pertarungan ini?"

"Karena prinsip orang ini sama dengan aku dalam keadaan Fusion Balance Breaker Mode. " Jawab Issei, kemudian dia melanjutkan "Aku baru menyadarinya…"

"Jadi maksudnya aku telah membuatnya bertambah kuat karena telah menyerangnya dengan apiku terus-terusan?" Tanya Raiser dan dibalas Issei dengan anggukan, dan membuatnya menundukkan kepalanya dan berkata "Sial! Ma-Maafkan aku Issei, aku tidak tahu."

"Tidak masalah Raiser." Balas Issei, kemudian dia melanjutkan "Tapi aku ada cara untukmu agar bisa menyerang dia tanpa membuatnya menjadi lebih kuat…"

"Bagaimana caranya?" Tanya Raiser.

"Saat aku menyerangnya dengan rune milikku dan teknik Dragon Shot milikku… Dia tidak bisa menyerap apiku" Jawab Issei, kemudian dia melanjutkan "Aku yakin ini karena aku mempunyai kekuatan dari Rune Magic… Jadi pegang tanganku ini, Raiser."

"Baiklah…" Balas Raiser

Kemudian dia merasakan tenaga yang masuk ke tubuhnya dan Issei pun berkata "Aku telah memasukkan sebagian energi rune milikku, sehingga kau memiliki sebagian energi Rune Magic sepertiku… Jadi kau bisa menyerangnya sepertiku tanpa takut dia menyerap serangan apimu dan dia bisa bertambah kuat."

Raiser pun hanya menggangguk, kemudian Jaster yang melihat itu pun langsung mengeluarkan teknik jarak jauhnya lagi "Kalian terlalu banyak omong… Rasakan ini, Illusion Sword!"

"Blazing Wall!" Ucap Issei yang menaikkan tangannya ke udara dan tiba-tiba muncullah api dari dalam tanah.

Booooooommmm

"Sekarang!" Teriak Issei yang sudah melompat dari ledakan itu dengan Balance Breaker normalnya yang sedang aktif dan dia pun mulai menaikkan kekuatannya.

[Boost] [Boost] [Boost]

[Boost] [Boost] [Boost]

[Boost] [Boost] [Boost]

[Explosion!]

"Dragon Shot! Final Flame!" Ucap Issei yang menggabungkan skill dari rune-nya dan tekniknya dalam memakai Sacred Gear-nya.

'Sial…' Batin Jaster yang melihat dua serangan Issei menuju ke arahnya.

Booooooommmm

"Guaaaaaaahhhhh!" Teriak Jaster yang terlempar jauh dengan teknik gabungan dari Issei. Jaster pun bangkit dan menampilkan tubuhnya yang sudah telanjang dada karena bajunya terkoyak-koyak oleh teknik Issei dan celananya sudah banyak yang berlubang. Dia pun melihat tajam Issei dan berkata "Sayang sekali itu belum cukup, Hyoudou Issei!"

"Jangan lupakan aku, Gokakyuu!" Ucap Raiser yang menembakkan api berukuran besar dari kedua telapak tangannya ke arah Jaster.

"Jangan bercanda bocah… Apimu itu tidak melukaimu, aku akan menghisapnya dan membuatku menjadi kuat" Ucap Jaster yang mengarahkan tangan kanannya ke bola api besar buatan Raiser. Bola api itu pun menempel di tangannya, tapi bukannya terhisap dia malah terasa sakit di tangannya dan membuatnya membatin 'Kenapa bola api ini tidak terhisap? Sial! Pasti ini adalah ulah Hyoudou Issei yang memberikan kekuatan rune-nya pada bocah itu.'

"Arrrrrrggggghhhh!" Teriak Jaster yang terlempar karena serangan dari Raiser tidak bisa dia serap, dan membuatnya terlempar jauh dan dia pun memuntahkan darah segar dari mulutnya.

Duuuuuaaaarrrr

"Apa kita sudah menang, Issei?" Tanya Raiser, kemudian dia melanjutkan "Apa dia sudah mati?"

Issei pun melihat tangannya yang terdapat segel Rage Rune, kemudian dia melanjutkan "Sepertinya belum…"

"Kau memang benarAku belum mati, Hyoudou Issei!" Teriak Jaster yang sudah diselimuti aura merah ditubuhnya dan kekuatannya bertambah berkali-kali lipat

Issei, Raiser dan Ddraig yang merasakan ini pun merasakan sesak karena kekuatan orang yang menjadi musuhnya sudah mencapai level seorang dewa. Bahkan Raiser dan Issei harus menahan diri supaya mereka berdua tidak pingsan karena tekanan kekuatan besar dari Jaster ini.

'Sial! Ke-Kekuatan apa ini? Kekuatan ini lebih besar dari para Maou' Batin Raiser yang badannya sudah mulai bergetar karena tekanan kekuatan dari Jaster

[Berhati-hatilah partnerKekuatan dia sudah menyamai level kekuatan seorang dewa] Ucap Ddraig

"Ini tidak mungkin…" Ucap Issei, kemudian dia membatin 'Seorang dewa… Bagaimana bisa aku mengalahkannya?'

Jaster pun memajukan tangan kanannya ke depan dan tiba-tiba Raiser dan Issei terlempar seperti kapas karena mereka dipentalkan oleh kekuatan gravitasi milik Jaster… Melihat itu Jaster pun berkata "Kalian bodohKalian tidak akan bisa mengalahkan aku, Jaster Rogue. Keturunan langsung dari God Star King dan juga pemilik dari True Fire RuneRasakanlah rasa sakit kalian berdua, Hellfire!"

"Arrrrrggggggghhhhh!" Teriak Issei dan Raiser yang tubuhnya terlalap api dari jurus Jaster yang muncul dari bawah tanah dan panasnya berkali-kali lipat dari panasnya api dari Rage Rune milik Issei atau milik hewan yang dijadikan leluhur bagi bangsa Phenex, burung suci Phoenix. Armor Balance Breaker milik Issei sudah hancur dan tubuhnya hanya dilapisi oleh baju dan celanan yang sudah dalam keadaan robek-robek, sedangkan Raiser sedang beregenerasi karena tubuhnya terluka parah karena serangan itu meskipun regenerasinya tergolong lambat.

Jaster yang melihat itu hanya menatap bosan karena menurut mereka dua orang musuhnya tergolong lemah, apalagi saat dia sudah menggunakan mode God Star King Mode miliknya. Dia pun langsung berkata "Seven Star SwordDatanglah padaku, pemilik kalian dan aku akan menggabungkan kalian menjadi satu."

Semua pedang-pedang Seven Star Sword yang dia punya pun dia keluarkan, mulai dari Earthshaker yang merupakan perubahan terakhir dari Desert Seeker, Kingdom Master yang meurpakan perubahan terakhir dari Pride of Kings, Dark Cloud yang merupakan perubahan perubahan terakhir dari Duke Nightmare, Babylon Return yang merupakan perubahan terakhir dari Great Caesar, Ragnarok yang merupakan perubahan terakhir dari Cosmolore, Guard Axis yang merupakan perubahan terakhir dari Ixion, dan yang terakhir… Gryphon Lord yang merupakan perubahan terakhir dari pedang Pegasus Lord, dia pun berkata.

"Earthshaker!"

"Kingdom Master!"

"Dark Cloud!"

"Babylon Return!"

"Ragnarok!"

"Guard Axis!"

"Gryphon Lord!"

"Bersatulah kalian menjadi pedang legendaris…" Ucap Jaster, kemudian 7 pedang itu bergabung menjadi satu dan membentuk pedang dengan aura kekuatan yang hampir menyamai Excalibur asli… Jaster pun memegang pedang itu dan berkata "Dengan pedang ini, True Seven Star SwordAku akan membunuhmu, Hyoudou Issei. HAHAHAHAHA!"

"Kalau dia ingin membunuhku, so be it!" Teriak Issei yang sudah bangkit dalam keadaan normalnya dengan memegang pedang Swordslayer miliknya.

"Issei! Kau gila ya!" Teriak Raiser yang masih dalam proses pemulihan, kemudian dia melanjutkan "Kau bisa terbunuh…"

"Aku sudah siap, jika aku memang diharuskan mati" Balas Issei, kemudian dia berkata pada Raiser "Raiser… Aku ingin meminta satu permintaan padamu."

"Aku tidak akan mendengarkan permintaan terakhirmu itu!" Teriak Raiser yang sudah menangis karena dia takut kalau dia akan kehilangan teman pertamanya.

"Tolong jaga anakku yang berada di rahim Irina Shidou." Ucap Issei, setelah mengucapkan keinginannya itu, dia pun langsung melesat dengan pedang di tangannya dan Jaster pun melakukan hal yang sama.

Jleeeebbb

Jleeeebbb

"Issei!" Teriak Raiser saat melihat Issei juga tertusuk pedang milik Jaster.

Jaster pun merasakan kekuatan God Star King Mode-nya menurun dan aura merah yang berada di tubuhnya pun menghilang sepenuhnya, kemudian dia berkata pada Issei dengan nada marah "Apa yang kau lakukan padaku, sialan!"

"Aku hanya menggunakan Swordslayer saja…" Balas Issei dengan nada terengah-engah, kemudian dia melanjutkan "Kau memiliki kekuatan dewa dan Swordslayer memiliki kemampuan untuk membunuh dewa… Jadi ini sudah berakhir, Jaster Rogue."

"Kau memang benar, ini sudah berakhir." Ucap Jaster dan Issei yang sudah melepaskan pedang mereka satu sama lain, kemudian dia berkata "Karena kau akan mati sebentar lagi."

Tubuh mereka berdua pun roboh… Raiser pun ingin menghampiri Issei tapi tubuhnya masih tidak bisa digerakkan. Sedangkan, Irina akhirnya berhasil datang setelah diperjalananny harus disambut oleh monster-monster yang akhirnya dimusnahkan oleh Xenovia. Irina pun menghampiri tubuh Issei dan menangis.

"Issei-kun!" Teriak Irina yang memeluk tubuh kekasihnya yang dadanya sudah berlubang karena pedang dari Jaster.

"Ugh, Irina-chan… Aku senang aku bisa melihatmu, dalam waktu terakhirku." Ucap Issei.

"Jangan bicara seperti itu! Kau akan hidup dan kita bisa membesarkan anak ini berdua!" Teriak Irina yang mengelus perutnya yang berisikan janin anaknya dengan Issei sambil menangis.

Jaster yang masih bisa berbicara karena lukanya pun melihat Issei dan Irina, kemudian simbol True Fire Rune ditangannya bersinar, bersamaan dengan Rage Rune milik Issei yang juga sudah bersinar. Dan dia pun berkata dengan tersenyum "Kau beruntung, Hyoudou Issei…"

"Huh…"

'Maafkan aku Kisala… Sepertinya aku hanya sampai disini saja.' Batin Jaster yang sedang memikirkan kekasihnya, kemudian matanya tertutup untuk selama-lamanya dan tubuhnya pun hancur dan menjadi serpihan-serpihan debu.

"Issei-kun! Lu-Lukamu…" Ucap Irina yang melihat perlahan-lahan luka Issei beregenerasi sampai menutup dengan sempurna.

'Lukaku sembuh…' Batin Issei, kemudian dia melihat simbol di tangan kanannya yang berubah menjadi True Fire Rune. Dan dia pun memeluk Irina dan membatin 'Terima kasih kau masih memberikanku kesempatan kedua, Jaster dan True Fire Rune…'

Di tempat Fuuka, pertarungan Fuuka dan Sayla tidaklah seimbang karena kulit Sayla tercabik-cabik karena serangan kipas Fuuka. Sedangkan Fuuka melihatnya dengan nafsu membunuh yang kuat. Dia saat ini sedang mengunci pergerakan Sayla dan membuatnya tidak bisa bergerak

"Kau tahu gadis kecil… Aku saat ini ingin sekali membunuhmu, tapi sepertinya aku akan bersenang-senang dulu" Ucap Fuuka, kemudian dia merobek baju Sayla dan memperlihatkan dadanya yang berukuran lumayan dengan bra berwarna putih. Melihat itu Fuuka pun berkata "Hahaha, punyamu ternyata lebih kecil dariku… Aku penasaran kenapa pria pirang itu bisa mencintai gadis sepertimu, hmm…"

"Diam kau! Lepaskan aku, dasar gadis gila!" Teriak Sayla yang memberontak, tapi dia dibuat terkejut saat tiba-tiba Fuuka menciumnya dan meremas dadanya yang masih tertutupi bra miliknya dan membuatnya membatin dengan kesal 'Dasar gadis sialan… Sudah gila, penggoda, lesbian juga lagi. Aku harus benar-benar kabur dari sini…'

Dia pun langsung menghempaskan Fuuka dengan sisa kekuatannya dan berkata "Kau memang gadis yang gila…"

"Memang…" Ucap Fuuka, kemudian dia melanjutkan "Kau baru tahu?"

"Eternal Wind!"

"Funeral Wind!"

Booooommmm

"Kyaaaaahhhh!" Teriak mereka berdua yang terlempar karena ledakan dua teknik mereka. Fuuka pun merasakan sesuatu dan membatin dengan kesal 'Tch, ternyata si Jaster itu sudah kalah ya… Sayang sekali, aku padahal ingin sekali merasakan tubuh pemegang kekuatan God Star King itu."

Jleeeebbbb

"Apa ini?" Tanya Fuuka yang terkejut karena tiba-tiba saja badannya tertusuk dari belakang.

"Kau lengah nona." Balas seseorang yang ternyata adalah Yuuto yang sudah berhasil sadar karena ciuman maut dari Fuuka itu.

"Yuuto-kun!" Teriak Sayla yang senang karena kekasihnya itu datang untuk menolongnya.

"Ba-Bagaimana kau bisa sadar dari ciumanku itu secepat ini?" Tanya Fuuka.

"Ah, ada seseorang yang ahli dan memberikan penawar-nya kepadaku tadi..." Jawab Yuuto.

Sayla yang mendengarnya pun kesal karena mendengar Yuuto dicium oleh Fuuka. Fuuka yang melihatnya pun berkata "Jadi begitu ya… Sepertinya akhirku telah tiba, tapi ijinkan aku melakukan ini pemuda-kun."

Cup

Fuuka kali ini kembali mencium Yuuto tapi kali ini ciuman yang sebenarnya bukan menghisap energi seperti tadi. Sayla yang melihatnya pun emosi dan berteriak "A-Apa yang kau lakukan gadis gila? Berhentilah mencium pacarku!"

Fuuka pun melepaskan ciumannya dan dia pun melihat simbol ditangannya dan tangan Sayla bersinar dan dia pun berkata "Sepertinya waktuku telah habis… Sampai jumpa lagi minna!"

Tubuh Fuuka pun terjatuh dan menghilang menjadi debu. Sayla kemudian melihat tangannya yang simbol Cyclone Rune miliknya telah berubah menjadi True Wind Rune, dan dia pun berkata "Aku mendapatkan True Wind Rune…"

"Sayang sekali… Padahal dia lumayan cantik dan seksi" Gumam Yuuto yang tadi melihat Fuuka mati dan tubuhnya menghilang menjadi debu.

"Kau bilang apa tadi Yuuto-kun?" Tanya Sayla dengan nada kesal karena dia mendengar gumaman dari Yuuto.

"Tidak apa-apa Sayla-chan, hahahaha" Elak Yuuto. Kemudian dia memakaikan jaket pada Sayla untuk menutupi tubuhnya yang terekspos karena perbuatan Fuuka, kemudian dia berkata "Ayo kita kembali ke tempat buchou…"

"Iya…"

Di markas Itachi dan Menma… Menma saat ini tidak dalam suasana hati yang baik, karena dua ksatrianya sudah tewas dan dia gagal mendapatkan fragment kekuatan dari Rage dan Cyclone Rune… Dia pun langsung melepaskan 3 ksatria-nya lagi dari tempat penyimpannya dan dia melihat mereka bertiga satu persatu.

"Raigeki Raiha, Tsuchiki Mado dan juga kau Kisala…." Ucap Menma, kemudian dia melanjutkan "Aku memanggilmu kesini karena aku membutuhkan bantuanmu untuk menyingkirkan seseorang."

"Kalau boleh aku tahu, siapa target kami Menma-sama?" Tanya pemuda yang bernama Raigeki.

"Raigeki, targetmu adalah pemuda bernama Raidou Kuzunoha. Dia adalah pengguna dari Thunder Rune."

"Tsuchiki, targetmu adalah pengguna dari Mother Earth Rune yang bernama Gaara."

"Dan kau Kisala, targetmu adalah pengguna Flowing Rune yang bernama Fuyuka Nakajima."

"Apa kalian semua mengerti?" Tanya Menma.

"Kami mengerti Menma-sama." Jawab gadis yang bernama Kisala, kemudian dia melanjutkan "Tapi dimana Jaster dan juga Fuuka?"

"Mereka sudah tewas" Jawab Menma, itu membuat Kisala terkejut tapi Menma langsung melanjutkan "Jaster terbunuh oleh Issei Hyoudou… Aku mengizinkanmu untuk membalas dendam kepadanya, Kisala. Tapi selesaikan misi dariku dulu."

"Baik Menma-sama." Jawab Kisala, kemudian dia berkata "Ayo kita pergi minna!"

Kisala, Raigeki, dan juga Tsuchiki pun pergi dari markas Menma. Sedangkan, Naruto dan Sasuke pun kembali ke markasnya karena tiba-tiba saja pasukan monster itu sudah berhenti bermunculan. Saat dia tiba dikamarnya karena menggunakan teleport, dia pun terkejut karena melihat gadis berambut hitam pendek dan memakai dress putih yang sangat tipis dan Naruto yakin sekali itu bukanlah Akeno.

"Selamat datang, Naruto-kun…" Ucap gadis misterius itu

Dia pun mengenal sosok suara tadi dan dia melihat lebih jelas sosok yang berada di kamarnya itu dan terkejut karena sosok yang berada dikamarnya adalah sosok sang Kaichou di Akademi Kuoh, kemudian dia berkata "A-Apa yang kau lakukan di kamarku ini, Sona-chan? Dan dimana Akeno-hime?"

-To Be Continued-

Review:

Fox Naruto:

Ya ampun… Bisa gak sih kalo baca itu dari chap 21 atau 20, lah ini dari chap 3. Itu kan chapter lama, ckckckck.

Axis Alterion:

Sorry, ane terlalu terburu-buru sih. Nih fight Jaster sama Issei, moga-moga aja seru.

Fazrul21:

Ane ngasih spoiler abisnya banyak reader di FB ane yang sok tau… Nentuin ending sendiri padahal belum tentu ini fic Good Ending. Ya sih, NaruIssei jadi ayah disini tapi Irina masih lebih beruntung. Season 2 ya… Hmm, mungkin 1-2 chapter lagi.

Uchiha Emo 10:

Menang dong… Good always prevail against evil, tapi ya gitu ada yang harus dikorbankan untuk kemenangan itu.

Minatoagara2:

Dilihat dari fisik memang OC, tapi jiwa mereka masih NaruAsia… Apalagi kalo ingatan mereka berdua udah balik.

Ayub Pratama 792:

Thanks

Michael Gabriel 455:

Di dunia nyata, tapi baru tim Naruto doang yang melakukan perlawanan

Raitogecko:

Iya… Mereka semua keturunan dari 5 pengguna True Rune yang dikalahkan Kurama dan para saudaranya. Enggak, yang diketahui punya SG Tailed Beast itu cuma Gaara sama Naruto

Tenshisha Hikari:

Dikehidupan kedua ini, mereka berdua juga saudara tapi mereka tidak tahu nama asli mereka. Kekuatan kayaknya cuma rune aja dan SG juga tapi kalo SG khusus buat Naruto aja. Musuh utama kayaknya Ophis sama Lilith(AN: Yang hasil kekuatan Ophis yang diambil dari Khaos Brigade bukan istri Maou Lucifer pertama)

Alfonso Irvana:

Iya. Menma mati juga karena dia make runenya buat bangkitin kekuatan Giant Tree. Kalo ItaSasu kayaknya yang mati Itachi doang deh. Sayla dan Issei masih hidup

Extra:

Nama pengguna Evolved Elemental Runes dan True Elemental Runes:

Rage Rune: Hyoudou Issei

Senjata: Pedang(Swordslayer), [Boosted Gear]

Penampilan: Sama seperti canon

True Fire Rune: Jaster Rogue(Shinn Kazumiya)

Penampilan: Rambut pirang, kulit putih dengan tato di salah satu pipinya, dan berpakaian seperti ayahnya, Desert Claw(AN: Yang udah udah pernah main, nama bajunya adalah Desert Claw Outfit)

Senjata: Dorgencaliburn(Pedang canon di game Rogue Galaxy), Arc Scorpion EX

Status: Tewas

Cyclone Rune: Sayla Yasagami

Senjata: Kipas kecil yang bisa dilempar ke musuh dan kembali lagi ke dirinya(AN: Not boomerang)

Penampilan: Rambut panjang berombak berwarna silver dan bermata hijau, memakai baju berwarna biru muda dan celana jeans panjang berwarna putih

True Wind Rune: Kazemi Fuuka(UzuHyuu689)

Penampilan: Kulit putih putih, rambut coklat panjang, dan mempunyai mata berwarna coklat hazel

Senjata: Sama seperti Sayla, tapi dia menyerang dengan mentransferkan kekuatan runenya ke kipasnya untuk menebas musuh

Status: Tewas

Mother Earth Rune: Gaara

Penampilan: Sama seperti di canon, dengan jaket berwarna merah dan celana jeans berwarna hitam

Senjata: Assassin's Dagger, [Sand Kaiser]

True Earth Rune: Tsuchiki Mado

Penampilan: Bertubuh tinggi kekar seperti Saiaorg Bael, memiliki rambut cepak dan berwarna coklat. Berwarna mata coklat

Senjata: Zodiac Spear, [Zodiac Brave Knight]

Thunder Rune: Raidou Kuzunoha

Penampilan: Berambut hitam pendek dan memakai baju berwarna hitam, topi berwarna hitam, dan jeans berwarna hitam

Senjata: Muramasa, Demon Tube(Untuk memanggil summon miliknya)

True Lightning Rune: Raigeki Raiha(Raitogecko)

Penampilan: Berambut merah auburn pendek, memakai baju dan jeans berwarna hitam serta memakai sarung tangan berwarna merah

Senjata: Thunder Knuckles

Flowing Rune: Fuyuka Nakajima

True Water Rune: Kisala(Shinn Kazumiya)

Penampilan: Berambut coklat pendek dan memakai ikat rambut berwarna putih serta memakai baju berwarna kuning dan rok pendek berwarna biru

Senjata: Snow Queen EX, Matriach Roses