Prolog:
Sabaku no Gaara, pewaris Sabaku corporation, karena deadline berumah tangga kakak perempuannya sudah dekat dan kenyataan kalau kakak lelakinya sama sekali tidak punya bakat memimpin perusahaan. Maka, mau tidak mau (walaupun Gaara benar-benar tidak mau), dia harus bersedia menerima pertunangannya dengan salah satu Hyuuga yang merubahnya jadi HOMO.
AU, OOC
Main pairing: NejiGaara
Slight pairing: SasuNaru, ShikaTema, SaiIno, KibaHina, LeeSaku, SasoDei, PeinKonan, KisaIta, dll.
Summary:
Semua butuh usaha, termasuk kalau pengen liburan berempat dan bebas melakukan hal mesum. NejiGaara. Chapter 21
XxXxX
NARUTO © MASASHI KISHIMOTO SENSEI
CAN WE PRETEND TO LOVE, THEN WE'LL MARRY? © HELENA NEGA
SPECIAL PRESENT FOR
Mendy.d'LovelyLucifer
XxXxX
"Apa?" teriak Neji dan Gaara serempak, tangan mereka berdua menggebrak meja cafe dengan kompak.
"Aku belum bilang apa-apa kali, nggak usah lebay deh," kata Sasuke malas, "Dobe pesan yang biasa," lanjutnya pada Naruto yang nggak terganggu rusuh NejiGaara dan masih sibuk baca menu, "dan kau nggak boleh pesan ramen lebih dari satu mangkuk, coret sekarang!"
"Eh? Kenapa?"
Teriakan Naruto bahkan lebih kencang dari pada teriakan NejiGaara duet, padahal Naruto nggak pakai gebrak meja segala.
"Ramen itu nggak sehat!" kata Sasuke ketus.
"Siapa bilang? Setiap hari makan ramen aku sehat-sehat aja," kata Naruto tersinggung, dia berdiri dan menaikkan hoodie orangenya. Terpampanglah perut sixpact yang bikin Sasuke nggak tahan buat pegang, "Raba ini juga," tangan Naruto membimbing tangan Sasuke melingkari pinggangnya, "sehatkan? Nggak ada yang salah kan? Jadi kena... Jangan raba anuku juga, Teme mesum,"
Bunyi plak menyelingi Sasuke yang nyusruk ke meja.
Neji dan Gaara cenggo.
"Tapi otakmu jadi bodoh," kata Sasuke seolah berusaha menutupi kelakuan bejadnya dengan mengembalikan percakapan ke jalur semula, "Coba kau jawab berapa hasil dari turunan kedua Sinus (x + y) pangkat 5 kali Cosinus (x - y) dibagi cotangen (x - y) + tangen (x + y) pangkat 2, pasti kau nggak tau kan?"
Naruto diam, Neji dan Gaara juga. Sejujurnya bukan cuma mereka bertiga yang nggak tau, author yang anak matematika aja nggak tau, ketahuan banget kalau Sasuke cuma ngarang.
"Ya mana aku tau soal begitu," kata Naruto sambil pundung, "kalau untuk soal matematika, aku punya kau dan Gaara yang bisa ngasih contekan. Itulah guna pacar dan sahabat yang pintar, bisa membantu disaat susah,"
Hidung Sasuke agak-agak kembang-kempis sewaktu Naruto memuji dia pintar, "Makanya jangan makan ramen."
Gaara sebenarnya pengen membantah kalau kebegoan Naruto dan kebiasaannya makan ramen itu nggak nyambung, tapi berhubung dia malas ikut dipelototi Sasuke, ya sudah Gaara diam aja. Cari aman. Daripada berantem sama Sasuke, mending adu ciuman sama Neji.
"Pesan Sukiyaki untuk delapan orang, dagingnya yang banyak. Minumnya jus orange," kata Sasuke melanjutkan petuahnya.
Naruto nulis menu sambil ngomel-ngomel tapi nurut.
"Kok delapan? Siapa lagi yang mau datang?" tanya Neji sambil celingak-celinguk.
"Nggak ada. Aku sih tau kalian lapar berat, makanya pesan banyak sekalian, biar nggak rebutan."
Neji langsung terharu. Nggak salah Sasuke jadi adek Itachi, insting Uchihanya tajam setajam silet.
Naruto masih cemberut sementara Gaara mulai curhat soal pertualangannya naik flyingfox.
"Beneran serem banget lho, Naru. Untung aku peluk Neji-san jadi nggak terlalu serem," kata Gaara serius.
"Masa? Pasti kamu cari kesempatan peluk-peluk aja kan?" kata Naruto goda-godain.
"Iya sih," kata Gaara sambil blushing.
"Jadi kenapa kalian cari kami?" kata Neji ke Sasuke yang lagi toel-toel Naruto yang masih ngambekan.
"Oh iya, sebentar lagi kan liburan musim panas. Tousan dan Kaasan dapat voucer nginap di resort Kyoto. Akomodasinya untuk empat orang, tapi berhubung Tousan dan Kaasan ada acara lain, terus Itachi sudah punya janji sama Akatsuki. Jadi tiketnya dikasih ke kami," kata Sasuke sambil senyum-senyum mupeng, "Kita pergi yuk, berempat pas,"
Neji sumringah, tapi yang teriak 'Mau banget!' adalah Gaara yang sudah mikir kemana-mana duluan.
"Tapi kita punya masalah. Karena acaranya pas liburan musim panas, dan Dobe tersayang ini..." Sasuke melirik Naruto, "langganan harus ikut pelajaran tambahan musim panas. Jadi...ehm Dobe butuh tutor privat yang sabar..."
Gaara lirik Neji.
"Pintar..."
Neji balas lirik Gaara.
"Menerima Dobe apa adanya,"
NejiGaara sweat drop, Sasuke nyari tutor buat Naruto atau pendamping hidup sih?
"Maksudnya menerima Dobe apa adanya lengkap dengan semua kekurangan kapasitas otaknya," kata Sasuke.
Naruto nggak nampak tersinggung, dia malah ngedip ganjen ke Gaara.
"Dan nggak akan menyerah sebelum Dobe pintar (atau paling nggak, cukup nggak perlu ikut kelas tambahan musim panaslah),"
"Memang kau nggak bisa ngajarin?" tanya Neji rada-rada cemas ukenya gaul dengan Naruto terlalu akrab. Gimana kalau mereka cinta lokasi? Bisa berabe kan urusannya?
"Sudah, kalau aku nggak turun tangan dalam pendidikan Dobe, dia mungkin tetap tinggal kelas dari lima tahun yang lalu," kata Sasuke miris.
Artinya Naruto cuma lulus SD terus mentok di kelas satu SMP. Sungguh tragedi yang lebih mengerikan daripada berita kecelakaan di toll CipulJamil.
"Masalahnya kalau cuma aku yang jadi tutor kayaknya agak susah. Soalnya kalau aku dan Dobe kelamaan berdua, anu..."
"Teme lebih sering mainin anuku daripada ngerjain soal," kata Naruto nyambung dengan semangat kalimat Sasuke.
Neji keselek jari Gaara yang lagi dia mainin.
"Please Gaara, kami butuh bantuanmu. Apakah kau nggak pengen liburan ke Kyoto?" kata Sasuke sambil gebrak meja sebelah.
Gaara mupeng.
"Liburan bagai surga tanpa ganguan," kata Naruto sambil naik kursi dan gambar pelangi imajiner.
Neji mupeng.
"Dan mungkin kau bisa menyerahkan keperawananmu pada Neji-san," bisik Naruto dramatis.
Gaara langsung teriak, "Mau..."
"Deal..."
Sasuke langsung ngajakin Gaara dan Neji salaman ala ijab kabul sebagai persetujuan. Sebelum Gaara dan Neji berubah pikiran, mending disahkan.
XxXxX
Ngajarin Naruto sih gampang, tinggal siap mental baja dan kayu rotan belah tiga. Masalahnya gimana minta izin sama Temari dan Kankuro. Masa sih Gaara harus pamit, "Neechan dan Niichan, aku mau liburan musim panas sama Neji-san, disana aku akan menyerahkan keperawananku. Tunggulah keponakan kalian lahir sembilan bulan kemudian setelah Neji menanamkan benihnya dirahimku,"
Dijamin Neji bakalan diuber pakai kipas dan Karasu Sabaku bersaudara.
Atau, "Neechan dan Niisan, aku ada kelas tambahan musim panas di Kyoto, tutornya Sasuke dan Naruto, sedangkan objeknya Neji-san. Aku nggak nakal kok, paling genit-genitan dikit. Kalau beruntung mungkin pulang dari sana aku jadi uke sejati *atau jadi seme sejati kalau Neji-san ternyata uke* Mohon doanya, semoga aku lulus dengan nilai memuaskan, sehingga jadi homo yang diakui negara,"
Mungkin anu Neji bisa dikebiri Temari pakai kipasnya.
Aduh, Gaara benar-benar berdilema. Dia pingin banget liburan berdua. Bebas ciuman kapan aja, bisa saling grepe, colek-colekan seharian, sampai-sampai Gaara mules-mules melulu. Yah, sebenarnya harus pikirin yang prioritas dulu, belum tentu juga Naruto bisa lulus nggak ikut kelas tambahan. Tapi Naruto sudah membuat ikrar di depan semenya, Neji, dan Gaara, kalau dia nggak akan makan kelapa sebelum Maja... Oke salah skrip, itu sih skenario Patih Gajah Mada. Maksudnya Naruto akan berusaha pintar (atau sok berlagak pintar dulu) agar mereka bisa liburan berempat. Ah surga, mengapa susah sekali menggapaimu?
XxXxX
Acara tutor-mentutor dimulai hari ini juga, objeknya PR Kimia. Semua dimanipulasi agar Yashamaru berhenti ngomel karena ditinggal di apartement Neji dan Gaara pulang nggak dimarahin Temari.
"Tega banget kalian ninggalin paman sendiri, kalau paman dimakan hantu gimana?"
"Hapalin materi ini," kata Gaara tanpa noleh ke Yashamaru yang lagi bersimpuh ala korban KDRT. Yang ada dipikiran Gaara saat itu adalah 'Kayak hantunya selera aja makanin paman'. Gaara nggak seyakin itu kalo rasa pamannya itu menggiurkan. Kalaupun dimakan, Gaara yakin ntarannya pasti dilepehin lagi, syukur-syukur kalo hantunya nggak mati keracunan.
"Kalian kejam, tak berperasaan. Begitu paman bisa buka pintu kamar Neji, ternyata kalian udah kabur," lanjut Yashamaru lebih lebay *sekarang pakai nangis dan mukul-mukulin lantai*
"Gaara, gimana ngapalinnya ini?" teriak Naruto panik setelah ngeliat kalau yang disodorin Gaara cuma tulisan aja, nggak ada gambar, apa lagi gambar yaoi, jangan ngarep.
"Mana paman nggak tau jalan pulang, jadinya paman nyasar dulu baru bisa pulang," Yashamaru nerusin curhat.
"Dengarkan ini. Bayangkan. Mencegah perkaratan besi dengan mendekatkan besi dengan logam lain. Besi dan alumunium bila didekatkan, maka besi tak akan berkarat tapi alumunium yang duluan terkorosi." Kata Gaara jelasin.
Naruto diam, Yashamaru yang dari tadi dicuekin juga diam.
"Nggak ingat..." Kata Naruto sambil sedih.
"Angst bangetkan? Alumunium rela mengorbankan diri demi berada di dekat besi, dia rela terkorosi duluan, berkarat duluan. Dimanfaatkanpun nggak apa, asal tetap disamping besi..."
Naruto speechless, "Itu pengorbanan cinta,"
Gaara mengangguk, "Ya, pengorbanan cinta,"
"Huaaaa, alumunium malang sekali nasibmu..." Kata Naruto sedih.
"Iya, jadi bisa inget materi I.."
"Baiklah, paman mengerti,"
Gaara akhirnya menoleh pada Yashamaru yang dicuekin. Yang lagi belajar kan Naruto, kok bisa Yashamaru yang ngerti?
"Gaara, maafkan paman sudah mengganggu hubunganmu dan Neji. Sekarang paman sadar, walaupun nggak seangst besi dan alumunium, cinta kalian berdua tak terpisahkan," kata Yashamaru mengejutkan.
"Paman, aku..."
"Nanti sore paman pulang. Maaf ya, paman doakan kau dan Neji bahagia,"
Gaara speechless, Naruto masih sedih membayangkan nasib besi dan alumunium, sedangkan Yashamaru berdiri dibelakang kipas dengan tampang lebih terluka daripada Naruto. Benar-benar adegan yang menguras air mata. Oh ternyata dibelakang ada Temari yang lagi ngirisin bawang.
XxXxX
Acara tutor-mentutor berlajut di malam hari, sekarang ada Sasuke yang lebih menguasai matematika dibanding siapapun di kelas Gaara. Tapi sayangnya Sasuke nggak pernah kuliah Keguruan dan rasa sosialnya rendah. Wajah boleh ganteng, pinter juga, tapi teknik mengajarnya minus lima, kesabaran minus dua puluh lima, dan kemesuman plus seratus.
Jadilah sekarang sewaktu ngerjain tugas matematika, Gaara ngeliat gelagat nggak benar. Gaara, Naruto, dan Sasuke belajar di kamar Kankuro sambil lesehan. AC-nya sengaja disetel paling rendah biar Naruto nggak banyak protes soal panas dan ribut minta minum. Tapi itu malah berakibat lain. Sasuke duduk nempel ke Naruto tepat dibelakangnya, pakai acara nempelin dagunya ke bahu Naruto segala pula, jadi Naruto sudah kayak dipeluk Sasuke dari belakang. Alasannya biar anget.
Lima menit pertama Gaara masih dengar suara lembut mendayu penuh cinta 'Kalau untuk soal yang ini kamu kerjain satu-satu, ubah persamaan x menjadi y sama dengan'.
Gaara anteng ngerjain tugas, SasuNaru lagi jinak. Tumben...
Lima menit selanjutnya suara Sasuke mulai tinggi dan pakai gebrak meja segala 'Bukan gitu, Dobe sayang... Jangan langsung masukin, ubah dulu jadi persamaan y sama dengan. Kalau didepan y masih ada angka dua berarti seluruh persamaan dibagi dua, kalau didepan y ada angka satu perlima berarti seluruh persamaan dikali lima'
Gaara noleh sebentar, galak Sasuke kumat, puppy eyes Naruto lagi nggak mempan. Mungkin Sasuke lagi PMS kayak biasa dan otak Naruto nggak jalan kayak biasa juga.
Lima menit selanjutnya terdengar rengekan Naruto 'Nggak ngerti.. Teme, jelasin pelan-pelan'. Gaara berusaha nggak protes ataupun noleh. Malas ngeliat pelototan Sasuke yang bisa ngeluarin amaterasu, salah-salah Gaara ikutan terbakar.
Lima menit selanjutnya sunyi, Gaara berhasil ngerjain lima soal lagi. Tapi dia jadi nggak tahan buat Noleh ke arah SasuNaru yang mendadak pendiam. Naruto duduk biasa, kedua tangannya ada di meja dan nulis tapi matanya rada merah. Sasuke masih nempel dibelakangnya, bisik-bisik ditelinga Naruto. Mungkin Sasuke lagi ngasih motivasi. Biarlah... Gaara nerusin tugasnya.
Dua menit kemudian ada suara benturan sesuatu dengan meja, Gaara noleh, didepannya Naruto jeduk-jedukin kepalanya.
Gaara nerusin tugasnya lagi. Sasuke belum minta gantian dan Naruto belum teriak 'Gaara bantuin...'
Dua menit berlalu, ada aroma aneh dan Naruto terisak-isak. Gaara nggak berani noleh, dia tau ini bau sperma dan Naruto bukan nangis tapi mendesah.
Suara gebrak akhirnya membuat Gaara noleh, Naruto nyusruk di lantai dan Sasuke berdiri dengan lututnya, bokong Naruto nyembul dari meja, tanpa celana. Suara putus menandakan kalau urat sabar Gaara sudah lepas.
"Kalian ini niat belajar nggak sih? Katanya mau liburan sama-sama, kalau gini dijamin musim panas ini Naruto bakal dapat kelas lagi. DASAR HOMO MESUM!," teriak Gaara kalap.
Sasuke terdiam dan Naruto muncul dari bawah sambil ngelap air mata.
"Kami tau kami salah, maaf. Tapi kalimat terakhir nggak usah kencang-kencang dan pakai capslock juga kan..." Kata Sasuke ngenes.
Gaara narik nafas, dia mendekat ke arah Sasuke dan Naruto. Sasuke meluk Naruto seolah menyerahkan dirinya sebagai tameng, dan Naruto memejamkan matanya dibekapan Sasuke. Mereka takut dikeplak Gaara yang kalap.
"...dasar homo mesum..." Ralat Gaara sambil bisik-bisik.
SasuNaru sweatdrop.
XxXxX
Suara ketawa Neji terdengar dari handphone Gaara yang diletakin di meja kecil dekat bathtub.
"Ngeselin bangetkan," kata Gaara minta persetujuan, dia lagi mandi sambil nelpon Neji, apa boleh buat bukannya Gaara belum mandi sore, kelakuan SasuNaru tadi bikin dia hard juga, hasilnya harus selfservis di kamar mandi, gampangnya sambil nelpon Neji biar kebayang Neji yang kasih servis.
"Kan udah diperingatin sebelumnya, Gaara-chan sayang," kata Neji sambil ketawa, "Makanya mereka butuh kamu,"
Gaara merem melek sambil blushing.
"Panggil lagi dong," kata Gaara malu-malu.
"Panggil apa, sayang?" Tanya Neji bingung.
"Namaku..." Desah Gaara. Dia rebahan di bathtub, tangannya handjob.
"Gaara-chan sayang..."
Tangan Gaara makin cepat, dia mengerang.
"Gaara-chan sayang..." Neji makin seneng goda-godain.
"Ngh, ngh... Ah..."
"Eh, tunggu... Kamu ngapain, sayang?" Tanya Neji curiga.
"Ngapain lagi. Horni dan minta phonesex,"
Ada suara gedebuk lalu sunyi.
"Neji-san.. Halo.. Neji-san.." Kata Gaara panik sambil menyambar handphonenya.
"Aduh, sorry..."
"Kenapa? Ada apa barusan? Gempa bumi?"
Diseberang sana Neji meringis, "Jatuh dari kursi..."
Gaara cenggo.
"Gaara-chan.. You are naughty boy,"
Gaara masih cenggo sebelum akhirnya ngakak guling-guling.
XxXxX
To be continue
Cerita ini masih terus lanjut dan makin nggak jelas. Ga ada paksaan buat baca, apalagi review. Don't like, leave me in peace... Like it, let me know, give me feedback not only fav.
