ROCKIN HEAVEN

TEENS PREMIERE LOVE BEAT

Sakai Mayu / SexyBabyWolf

Luhan yang bahagia karena sudah menjadi siswa high school dan pindah ke Korea berniat membuat masa high schoolnya indah dan berharap bisa menemukan namja idamannya. Namun begitu sampai sekolah,ia terkejut. Semuanya namja. Bisakah Luhan bertahan? Warning: GS, OOC, OTP12, crack pair slight. Hunhan, Chanbaek, slight Hunrene, Krishan couple lain menyusul. Yang gak suka monggo diclose saja. Yang mau review silahkan dengan bahasa yang pantas dan yang gak mau review juga gpp. This fanfiction is special for "HUNHAN BUBBLE TEA COUPLE EVENT". Sebuah remake dari komik berjudul sama karangan Sakai Mayu. Karena remake jadi gak akan sama 100% seperti yang ada didalam komik. Aku sih gak mau ketinggalan, hanya lagi belum dapat wangsit aja. #Sehun hanya milik Luhan dan author Cuma pinjem bentar aja! Balikinnya nanti saja kalau autor udah bosan, keke. Happy read.

Special Dyo kasih dua chapter dihari minggu yang mendung ini ya dan mian karena updatenya gak pagi#digampar. hari minggu, jadi biarkan Dyo bangun siang#senyum lima jari.

N.B : gomawo untuk review, fav, dan follow yang diberikan. mungkin ceritanya sudah pasaran dan ada yang sudah tahu mungkin. banyak typo dan mungkin kesalahan lainnya, jwesonghamnida. tapi, ya terima kasih lagi, yang menyempatkan diri review. yang gak reviewpun gpp karena saya open source(?) keke, ditunggu chap selanjutnya 3 saranghae bbuing~

Part 21 (Beat Up And Break)

Author POV

Sehun yang tidak tahan dengan ucapan namja tinggi itu berjalan dengan cepat kearah Kris lalu mencengkeram kerah seragamnya kuat.

"Neo, apa yang sudah kau lakukan pada Luhan?" ucap Sehun dingin dan penuh dengan emosi.

"Dia bukan kekasihmu kan? Jadi seharusnya ini tidak akan jadi masalahkan jika aku mendekatinya?" balas Kris dengan wajah mengejek. Membuat Sehun mengertakkan giginya dengan keras dan bersiap melayangkan tangannya.

"Apa yang bicarakan eoh? Jangan seenaknya saja, sekya!" teriak Sehun kalap.

"Sehun!" teriak Luhan cemas. Bersamaan dengan itu, Chanyeol dan yang lainnya datang dan segera melerai Sehun. Sebelum Chanyeol menahannya, Sehun dengan cepat melayangkan tangannya kewajah Kris hingga membuat namja itu tersungkur.

"Sehun, tahan dirimu!" ucap Chanyeol sambil menarik Sehun kebelakang. Sehun memandang Kris dengan tajam dan dingin namun tidak melontarkan kata apapun pada Chanyeol. Kai, Chen dan Suho yang memandang itu hanya bisa diam dibelakang Chanyeol dan membantu Chanyeol untuk menahan Sehun. Kelimanya kompak memandang Kris yang sudah berdiri dengan susah payah dengan tajam.

"Kita kembali, Baek tolong urus Luhan!" ucap Chanyeol dingin lalu menuntun Sehun pergi dari sana. Dan Baekhyun langsung menarik Luhan pergi dan meninggalkan Kris sendiri.

"Hah, jadi dia ketua dari kelompok itu? Pantas saja sangat arogan!" ucap Kris pelan sambil mengusap bibirnya yang nyeri dan sedikit berdarah.

XXX

Chen, Suho dan Kai mengadakan rapat mendadak dikamar Suho dan Kai tanpa kehadiran Sehun dan juga Chanyeol.

"Ini semua sudah diluar batas. Kali ini jangan biarkan dia bersama dengan kita! Tidak akan ada yang bisa menahan Sehun jika dia sudah mencapai batasnya." Ucap Kai sambil melipat kakinya diatas ranjang.

"Kau ini bicara apa Kai? Meski begitu dia satu kelompok dengan kita! Ingat itu!" ujar Suho. Kai menatapnya malas.

"Masa bodoh! Pokoknya aku akan bersiap merenggangkan otot jika saja terjadi hal diluar kendali!" sahut Kai.

"Begitu ya? Kurasa sepertinya ada yang salah dengan mereka! Dia bilang mereka hanya berteman dan dia bilang jika Luhan adalah teman yeoja yang baik untuknya!" jawab Chen pelan sambil berfikir.

"Ya Chen! Kau bicara apa ha? Kau bukan temannya kan?" ucap Kai memandang tajam Chen.

"Bukan begitu, kita semua sudah seharusnya sadar dari awal. Apa kalian tidak kasihan dengan Luhan?" ucap Chen. Tidak ada yang menjawab pertanyaan Chen. Dan tepat setelah itu, Chanyeol beserta Sehun muncul.

"Ah, aku akan kembali kekamar dulu!" pamit Chen pelan. Kai yang masih penasaran berusaha memanggil namun Chen tidak menghiraukannya. Kini Sehun dan Chanyeol memandang kepergian Chen dengan wajah dingin. Terutama Sehun.

"Kau benar benar ingin putus dengannya?" ucap Kai sambil menatap Sehun. Sementara namja itu hanya diam dan menatap kosong pada lantai. Kai yang kesal dengan keras mengumpat pada Sehun lalu berlalu dari hadapan Sehun.

Hanya ada Chanyeol dan Sehun disana. Chanyeol menghela nafas dan mendekat pada Sehun.

"Sehun, kalau kau menginginkan sesuatu yang penting dan sudah mendapatkannya harusnya jangan kau lepaskan begitu saja! Seharusnya kau tahu itu! sajak kecil kita selalu bersama sama dan meskipun kau tidak mengatakannya padaku aku sudah bisamengetahuinya. Tapi sikapmu kali ini aku tidak bisa mengerti. Bagaimana perasaanmu yang sebenarnya dan apa yang kau inginkan. Haah sudahlah, aku tidak mau tahu lagi. Kau pikirkan saja sendiri!" ucap Chanyeol menyerah karena sedari tadi namja yang ada didepannya hanya diam dan terkesan tidak menganggapnya. Namun tanpa diketahui Chanyeol, Sehun mendengarnya. Dengan sangat baik dan namja itu terperanjat saat mendengar ucapan pasrah dari Chanyeol. Perlahan Chanyeol berbalik dan keluar meninggalkan Sehun disana. Tidak, Sehun tidak diam. Dia sedang bingung memikirkan bagaimana apa yang harus dia lakukan. Dan yang memenuhi pikirannya adalah Luhan. Tentang Luhan yang tersenyum, Luhan yang ceria, Luhan yang galak dan segalanya tentang Luhan. Pandangan Sehun kosong.

"Haruskah? Haruskah aku melakukan ini?' batin Sehun pelan lalu memejamkan matanya.

XXX

Luhan yang sedang berada dikamarnya bersama Baekhyun sibuk berbenah karena besok pagi mereka akan pindah hotel.

"Kulihat hari ini kau tidak bicara dengannya!" ucap Baekhyun sambil melipat bajunya dan memasukkannya kedalam koper. Luhan sendiri juga bingung kenapa tidak bicara dengan Sehun. Tiba tiba pintu kamar mereka diketuk dari luar. Baekhyun yang sigap segera membuka pintu dan terkejut saat mendapati Sehun berdiri disana.

"Mian, mengganggu" ucap Sehun pelan membuat Luhan menoleh dan menatap kaget pada Sehun.

"Baek, kalau boleh hari ini kita tukar kamar! Kamarku di 1504. Chanyeol sudah pindah kekamar Suho dan yang lainnya" ucap Sehun pelan. Baekhyun yang mengerti mengangguk lalu menyambar koper yang untungnya sudah ia bereskan tadi dan keluar dari kamar itu.

Sehun dan Luhan duduk saling memunggungi. Mereka berdua sama sama bingung memulai bicara dari mana.

"Pertama, aku berpikir ini akan menyenangkan! Tapi akhir akhir ini jadi berbeda!" ucap Sehun pelan membuat Luhan menoleh padanya.

"Aku tahu aku keterlaluan. Aku bahkan berpura pura tidur hanya untuk memandang wajahmu. Aku mengerti kau kesal padaku. Tapi aku melakukannya bukan tanpa alasan. Saat itu, aku melihat sosokmu yang begitu cantik. Kalau kau sampai hilang aku tidak tahu apa yang harus kulakukan! Maka dari itu sejak awal aku sudah berfikir… mungkin suatu saat nanti kau akan pergi memilih orang lain." Ucap Sehun membuat Luhan membulatkan matanya kaget.

"Dan saat itu aku tidak mungkin menghalangimu! Aku tidak punya hak untuk menghalangimu!" lanjut Sehun.

"Kau…hanya beralasan kan? Kau menyukaiku kan Hun?" Tanya Luhan dengan perlahan.

"Ne" jawab Sehun mantap.

"Kalau begitu, kenapa kau memakai alasan seperti itu?" Tanya Luhan tidak terima.

"Mungkin karena…perasaan itu sudah tidak ada! Maka dari itu, lebih baik kita berpisah saja!" ucap Sehun pelan namun tidak berani memandang Luhan.

"Mwo? Shireo! Andwe, maldo andwe!" ucap Luhan panic menolak permintaan Sehun dengan mata yang basah.

"Luhan…" ucap Sehun keras membuat Luhan terdiam.

"Wae? Kalau begitu untuk apa kita pacaran?" ucap Luhan dengan keras. Air matanya sudah mengalir membasahi pipinya.

"Lu, dengarkan aku. Aku tahu ini menyakitkan! Tapi ini adalah yang terbaik untukmu!" ucap Sehun sambil memandang Luhan dalam. Tangisan Luhan berhenti dan kini yeoja itu menatap Sehun.

'Mungkin dia benar. Saat aku melihat wajahnya yang sedih dan kesepian aku ingin berada didekatnya. Tapi mungkin hal itu sangat mengganggunya. Dan aku tidak memikirkan perasaannya' batin Luhan sambil mengusap air matanya.

"Kalau begitu, jangan pernah perlihatkan wajahmu yang kesepain lagi. Setelah berpisah, kau jangan kesepian!" ucap Luhan pelan sambil menghapus air matanya.

"Ne, aku janji!" ucap Sehun sambil tersenyum. Senyum terpaksa.

'Padahal aku sudah menyiapkan hatiku, tapi entahlah kenapa rasanya lebih sakit dari yang kubayangkan sebelumnya. Dan lagi aku tidak bisa berkata apa apa lagi. Dalam hati, aku hanya bisa mengatakan untuk terus berjuang!' batin Sehun sambil menatap sendu Luhan yang mengusap air matanya.

"Arrseo, aku mengerti! Aku juga akan berusaha menunjukkan padamu kalau aku masih menyukaimu!" ucap Luhan sambil menatap Sehun. Pandangan mata Sehun melembut dan ia tersenyum pada Luhan

"Gomawo Ruru!" ucap Sehun lalu mengecup kening Luhan lama. Setelah itu tangannya merangkul bahu Luhan dan menariknya hingga kini keduanya berbaring diranjang.

"Yaak, Oh Sehun!" ucap Luhan meronta dalam pelukan Sehun.

"Ahh aku sudah tidak tahan! Aku mengantuk sekali ru!" ucap Sehun pelan dengan mata terpejam.

"Tapi inikan… Oh Sehun tunggu dulu!" kukuh Luhan meronta.

"Sudah diam, nanti ketahuan!" ucap Sehun dengan suara lirih karena ia memang mengantuk.

"Ish, bagaimana jika nanti ketahuan yang lain?" teriak Luhan murka karena ucapannya tidak dihiraukan Sehun. Bahkan kini ia menatap Sehun yang memejamkan matanya dengan galak.

"Jangan berisik Lu!" ucap Sehun pelan seperti mengigau.

"Kau selalu saja begitu!" ujar Luhan lalu memperhatikan Sehun yang sudah memejamkan matanya. Akhirnya ia mengalah dan menarik Sehun kedalam pelukannya.

"Apa yang kau lakukan eoh? Seharusnya aku yang memelukmu! Sini!" ucap Sehun lalu melepas pelukan Luhan dan menarik Luhan dan mendekapnya erat. Luhan terdiam mendapati tingkah Sehun yang sangat romantic. Tetapi kenapa harus setelah mereka berpisah?

"Naikkan selimutnya Lu!" ucap Sehun sambil merapatkan pelukannya pada Luhan. Luhan berdecak malas namun tetap menaikkan selimut pada tubuh mereka.

XXX

"Aish, kemana sih mereka?" Chen menunggu dengan bosan. Pasalnya dua orang yang mereka tunggu sama sekali belum muncul.

"Ah, itu mereka datang!" ucap Kai ketika melihat Sehun dan Luhan dari kejauhan.

"Mian membuat kalian menunggu!" ujar Luhan sambil membungkuk dengan wajah bersalah.

"Kalian melakukan apa saja semalam eoh?" Tanya Chen dengan jahil.

"Pasti Sehun bangun kesiangan kan? Ah, rambutmu masih berantakan!" ucap Kai pada Sehun dengan wajah pervert. Sementara Sehun hanya mengacuhkan ucapan Kai.

"Sepertinya hubungan kalian sudah membaik!" ucap Baekhyun tersenyum pada keduanya. Luhan memandang Baekhyun dan tersenyum.

"Ani, kami sudah berpisah semalam!" jelas Luhan dengan senyum lembut. Membuat semua yang ada disana melotot kaget dan menatap tidak percaya pada dua orang itu.

'Gara gara tiang alien berjalan itu mereka jadi pisah!' batin Kai emosi. Dalam pikirannya ada wajah Kris dan segudang rencana jahat yang ingin dia gunakan untuk membalas dendam pada namja itu.

"Sehun, kau serius?" ucap Chanyeol sambil memandang Sehun penasaran.

"Hmm, dan akhirnya semalam aku bisa tidur!" ucap Sehun tersenyum lega pada Chanyeol.

"Mulai sekarang dan juga besok, aku berjanji akan menjadi kuat" – Xi Luhan

TBC

mian kalau ada typo dan kata kata yang tidak baku ya, see ya~ saranghae bbuing~ :D