I Chanbaek You fanfic event present
Make Him Mine
.
Chanyeol x Baekhyun
.
.
Seorang pemuda mungil dengan rambut pinkishnya berjalan gontai keluar dari ruang meeting SS Entertainment, perusahaan musik terbesar di Korea Selatan. Pemuda mungil itu bernama Baekhyun, seorang penulis lagu terkenal. Semua orang suka dengan lagu yang Baekhyun buat, semua orang memuja lagu-lagunya, namun tidak dengan atasannya. Jika bukan karena gaji menjadi seorang penulis lagu di SS Entertainment tinggi, mungkin Baekhyun sudah memilih untuk angkat kaki dari perusahaan itu. Toh, lagipula pasti banyak agensi musik yang akan merekrutnya.
"Baek, jangan dipikirkan ucapan sajangnim tadi, kita semua tau kan dia memang begitu"hibur Sehun. Oh Sehun adalah sahabat Baekhyun sejak Baekhyun berkerja di SS Entertainment. Sehun bukan penulis lagu seperti Baekhyun, dia bahkan tidak bisa membaca not balok tapi kemampuan dancenya sukses membuat dia menjadi salah satu koreografer terbaik dan tentunya tertampan.
"Seandainya aku punya banyak uang, sudah kusumpal mulut Sungmin dengan tumpukan dollar"gerutu Baekhyun membuat Sehun tertawa, mereka memutuskan untuk istirahat makan siang di kantin. Kantin di SS Entertainment terlihat sangat berkelas dan mewah. Kabar baiknya adalah khusus bagi para karyawan hanya membayar setengah harga, Sehun dan Baekhyun tentu memanfaatkan hal itu melihat tingginya harga makanan di kantin ini.
"Kau itu sudah kaya, Baek. Apa perlu aku menyebutkan berapa total royalti yang kau dapatkan dari karya-karyamu itu?"balas Sehun santai sambil meminum bubble tea kesayangannya. Sehun tau, se kesal-kesalnya Baekhyun dengan atasannya, dia tetap setia bekerja untuk SS Entertainment.
"Ish, tapi kan aku juga harus menabung, biaya hidup di Korea tidak murah asal kau tau pelatih dance kaku" lagi Baekhyun membalas ucapan Sehun dengan nada juteknya, memang susah jika sudah berdebat dengan pemuda Byun itu. Percakapan terhenti setelah itu, Sehun dan Baekhyun menyantap makan siang mereka dalam diam.
"Baekhyun-ah!"
Baekhyun menoleh mencari siapa yang memanggilnya. Namun kemudian ia mendengus ketika melihat seorang lelaki tan melambai-lambai ke arahnya. Ia tak habis pikir, bagaimana bisa ia bersahabat dengan orang konyol itu.
"Ada apa Kim Kai?"tanya Baekhyun malas sambil mengaduk milkshake strawberry yang sudah hampir habis.
"Kau di panggil Sungmin sajangnim, cepat temui dia di ruangannya"balas Kai lalu dengan tak tau malunya menyedot minuman Sehun. Sehun yang melihat tingkah sahabatnya itu hanya mencibir dan ditanggapi dengan cengiran. Kai memang terbiasa melakukan hal ini. Untung saja Kai itu adalah sahabat Baekhyun dan Sehun.
"Apa lagi yang diinginkan si cerewet itu"gerutu Baekhyun sambil cepat-cepat menghabiskan sisa french friesnya.
"Semangat, Baek! Jangan menggerutu terus, nanti cantiknya hilang"goda Sehun menyemangati Baekhyun yang dihadiahi delikan tajam.
"Terserah kau saja lah, aku pergi"
Sehun dan Kai terkekeh melihat tingkah Baekhyun, sudah hampir 5 tahun mereka bekerja di agensi ini dan Baekhyun masih belum bisa berdamai dengan sikap bosnya.
"Kai, kau sudah buat koreografi untuk bagian reffnya?"tanya Sehun yang masih menikmati makan siangnya. Kai yang tidak menjawab pertanyaannya membuat Sehun mendongak menatap Kai yang kemudian dia paham, Kai pasti lupa lagi. Tolong ingatkan Sehun untuk menggetok otak udang milik Kai.
.
.
"Oh kau, silahkan duduk" Sungmin mempersilahkan Baekhyun duduk di sebelah lelaki yang sepertinya tidak asing bagi Baekhyun. Dan seperti biasa Baekhyun menampilkan senyum palsunya kemudian mengikuti instruksi dari atasannya.
"Jadi seperti yang kalian ketahui, sebetar lagi ada boygrup baru yang akan debut, saya harap kalian berdua bisa membuat lagu energik yang penuh makna. Saya tahu kalian berdua bisa membuat lagu yang bisa mempopulerkan boygrup ini, yang satu penulis terkenal dan satunya produser yang tak kalah populer. Saya harap kalian bisa bekerja sama dengan baik. Akan ada hadiah dariku jika debut boygrup ini bisa menjadi hits di akhir tahun ini"jelas Sungmin panjang lebar. Baekhyun dan lelaki di sebelahnya hanya mengangguk menyetujui permintaan atasannya.
"Oh saya hampir lupa, Baekhyun ini Park Chanyeol, produser yang akan bekerja sama denganmu dan Chanyeol, ini Byun Baekhyun, penulis lagu yang sudah tadi saya jelaskan"
Mendengar penjelasan dari atasannya, Baekhyun sontak menoleh ke arah lelaki di sebelahnya begitu pula dengan lelaki itu, Chanyeol.
"Kau"ucap Baekhyun tajam penuh penekanan sedangkan Chanyeol hanya memasang muka masam. Sungmin dibuat bingung dengan kelakuan dua orang yang ada di depannya. Entahlah apakah kedua orang di hadapannya ini sudah saling mengenal.
"Sajangnim, apa tidak bisa aku membuat lagu ini dengan produser lain?"tanya Baekhyun setelah memalingkan wajahnya dari Chanyeol. Sungmin mengernyit heran.
"Baekhyun, saya harap kau bisa bekerja dengan professional, lagi pula saya sudah sangat yakin dengan memasangkan kalian berdua"balas Sungmin dengan nada tak ingin dibantah.
Selesainya pertemuan dan penjelasan singkat itu, Baekhyun melangkah keluar dari ruangan atasannya dengan kesal diikuti dengan Chanyeol yang terus mengekor padanya.
"Apa yang kau lakukan? Bisakah kau stop mengikutiku?"gerutu Baekhyun kesal, Chanyeol yang mendengarnya hanya bisa menggaruk tengkuknya canggung.
"Bisa kita bicara berdua, Baek? Ada banyak hal yang mau aku jelaskan"pinta Chanyeol memohon sambil menggenggam sebelah tangan Baekhyun lembut. Tatapan putus asa terlihat jelas pada iris hitam Chanyeol.
"Simpan semua penjelasanmu dan jika kau mencari studio yang akan kita pakai, studio itu ada di sebelah sana yang ruangannya berwarna coklat muda"balas Baekhyun acuh sambil menunjuk sebuah ruangan dengan dagunya kemudian melepaskan genggaman Chanyeol. Namun langkah Baekhyun kalah cepat, terbukti dengan Chanyeol yang cepat-cepat menarik Baekhyun masuk ke dalam studio mereka.
"Ya! Apa yang kau inginkan, huh?!"bentak Baekhyun kesal, tubuh mungilnya saat ini sedang terkukung dengan kedua tangan kekar Chanyeol.
Chanyeol menarik napasnya dalam-dalam. "Aku minta maaf, tak bisakah kita mengulangnya kembali. Maksudku, setidaknya berikan aku kesempatan lagi, butuh berapa banyak kata maaf sehingga kau mau memberiku kesempatan lagi, Baek? Aku mohon"ucap Chanyeol putus asa. Baekhyun dari dulu selalu berhasil menghindar darinya. Ratusan pesan dan emailnya tak pernah mendapat balasan, mungkin Baekhyun bahkan tak pernah membacanya. Maka ketika ia mendapat tawaran untuk bekerja sama dengan Baekhyun, tentu ia pasti menerimanya.
"Lalu membuatku patah hati seperti orang gila lagi? Hell no! Sudah, aku mau pergi"balas Baekhyun acuh sambil berusaha keluar dari kukungan Chanyeol namun tenaga Chanyeol tentu lebih besar dari Baekhyun. Baekhyun menatap Chanyeol marah bercampur kesal, namun Baekhyun tetaplah Baekhyun, melihat tatapan putus asa Chanyeol membuat ia iba. Padahal jika diingat lagi, kejadian tahun lalu berhasil membuat Baekhyun menjadi seperti orang gila.
[FLASHBACK] 27 NOVEMBER 2016
Baekhyun sudah menghabiskan waktu satu jam untuk mengobrak-abrik isi lemarinya. Ia bahkan tak sadar jika besar kemungkinan ia sempat mencoba satu baju untuk lebih dari dua kali. Acara penting seperti apa yang akan Baekhyun hadiri sampai ia harus mengobrak abrik lemarinya hanya untuk mencari pakaian yang bagus untuknya.
"Ya! Ini sudah jam BYUN BAEKHYUN APA YANG KAU LAKUKAN?" Luhan membulatkan kedua matanya melihat keadaan kamar Baekhyun yang tak bisa dikatakan sebuah kamar. Baekhyun hanya menggosokan telinganya setelah mendengar teriakan cempreng milik Luhan. "Lebih baik kau bantu aku carikan pakaian yang bagus untukku"
"KAU GILA. Ini hanya makan malam bersama Chanyeol. H"tekan Luhan sambil membereskan kamar sahabat yang menurutnya gila itu. Baekhyun mendengus kesal mendengar penuturan dari sahabat karibnya. "Ini hanya setahun sekali, dan ini adalah ulang tahunnya yang ke 24"tegas Baekhyun.
"24 tahun bukan sweet seventeen jadi jangan berlebihan, hyun" Baekhyun tiba-tiba menghadap Luhan membuat si pria rusa terlonjak kaget.
"Apa ini bagus? Apa perpaduannya cocok?"tanya Baekhyun sambil memutar mutar badannya. Luhan menggelengkan kepalanya melihat tingkah Baekhyun seperti bocah yang sedang dimabuk cinta.
"Apapun yang kau pakai itu bagus, dan kuingatkan ini sudah jam 7 tuan Byun" jawaban Luhan membuat Baekhyun melotot, ia langsung memakai sneakersnya dengan terburu buru lalu mengambil tas selempangnya.
"Lu, aku percayakan kamarku kepadamu. Aku mencintaimu!" dan setelah itu Baekhyun telah menghilang dari hadapan Luhan.
"Gila, aku lagi yang menjadi korban"gumam Luhan sedih sambil menatap prihatin kamar super berantakan milik Baekhyun. Ini juga akan menjadi malam yang panjang untuk Luhan.
−OTHER SIDE
Baekhyun meniup kedua tangannya yang sudah mulai menggigil. Ia kira Chanyeol sudah menunggunya dengan senyuman lebar andalannya di taman, karena jika dihitung maka Baekhyun sudah telat hampir setengah jam. Udara dingin yang terus berhembus seolah menemani Baekhyun yang sedang duduk sendirian di ayunan. Jam arlojinya sudah menunjukan pukul 09.00 malam dan Chanyeol belum mengabarinya apalagi menampakan dirinya. Baekhyun sudah berulang kali menghubungi kekasih tiangnya dan mengiriminya beberapa pesan namun tak satupun yang Chanyeol balas. Sejujurnya ia bisa saja pergi dan berhenti menunggu Chanyeol karena mungkin saja saat Baekhyun telat Chanyeol sudah meninggalkan dia, tapi ketika ia mengingat betapa menggebunya Chanyeol saat mengajaknya makan malam membuatnya mengurungkan niatnya untuk beranjak dari taman.
"Mungkin Chanyeol sedang ada masalah di jalan, dia pasti datang. Pasti". Kalimat itu terus Baekhyun ramalkan untuk meyakinkan dirinya. Walaupun bibirnya sudah mulai membeku, bahkan ia sudah tak mampu mengayunkan kedua kakinya seperti yang dia lakukan satu setengah jam yang lalu.
"Chanyeol pasti datang Byun"ucapnya lagi sambil bergetar, kini jam arlojinya sudah menunjukkan pukul 10.30 malam.
"BYUN! APA YANG KAU LAKUKAN?!"pekikan cempreng itu membuat Baekhyun mendongak lalu menyungginggkan senyum lemahnya. Itu bukan Chanyeol yang Baekhyun nanti kedatangannya dari tadi, namun itu Luhan dengan wajah paniknya.
"AYO PULANG. Sudah jam segini, dia pasti tak datang" Luhan berniat menggandeng Baekhyun namun ditolak oleh si mungil. Baekhyun menggeleng lemah lalu tersenyum lagi.
"Ini hari ulang tahunnya, aku tak boleh meninggalkannya" jawaban tersinting yang pernah Luhan dengar. Si pria rusa langsung menghubungi seseorang sambil menghentak-hentakan kakinya emosi, kemudian ia berbicara dengan nafas memburu ke seseorang yang sedang ia hubungi.
Tak butuh waktu lama, lima belas menit kemudian seorang lelaki albino datang menghampiri Luhan dan Baekhyun. Ia menganga meilhat kondisi Baekhyun. Menggigil dan terluka hatinya. Itu adalah gambaran yang tepat untuk menggambarkan kondisi Baekhyun.
"Ayo pulang, Chanyeol takkan datang malam ini"ucap Sehun sambil menjulurkan tangannya. Baekhyun kemudian mendongak lalu menatap Sehun tajam. "Apa maksudmu, keparat?!". Sehun memang sahabat dekat Chanyeol, tapi dia pasti berbohongkan.
"Chanyeol takkan datang karena mungkin dia sudah di pesawat menuju New York"jelas Sehun hati-hati tak ingin menambah luka sahabat sekaligus pacar sahabatnya itu. Baekhyun tertawa hambar dan tampa disadari air matanya meleleh.
"Kau kira aku bodoh?! Chanyeol tak mungkin pergi! Tadi siang ia mengajakku untuk kencan malam ini!"teriak Baekhyun ke arah Sehun. Sehun menundukan kepalanya, tak tega dengan kondisi Baekhyun saat ini. Tanpa sepatah katapun Baekhyun pergi dengan sedikit pincang karena kram di kedua kakinya. Ia nyaris membeku. Sial, bayangkan saja Baekhyun telah duduk sendirian di ayunan taman dengan suhu -2 derajat ditambah pakaian yang ia kenakan tak cukup tebal untuk membuatnya tetap hangat.
"Byun! Kau mau kemana?!"susul Luhan namun Baekhyun mendorongnya, dorongannya lemah namun Luhan dapat melihat luka di dalam tatapan Baekhyun. "Biarkan aku sendiri"
Kemudian Sehun dan Luhan hanya bisa menatap sedih punggung begetar Baekhyun yang mulai menjauh.
−MONTH LATER
Semua email, panggilan, dan pesan dari Baekhyun tak ada yang mendapat balasan dari Chanyeol dan itu sukses membuat Baekhyun menjadi orang gila. Dan mulai hari ini Baekhyun bertekad untuk bangkit dari keterpurukannya dan melupakan Chanyeol. Baekhyun rasa mengambil cuti sebulan sudah cukup, ia harus kembali maju ke depan. Awalnya Baekhyun kira Sehun bohong, ia kira Chanyeol akan datang keesokan paginya sambil berlutut meminta maaf kepadanya dengan membawa sekardus susu strawberry kesukaannya, namun ternyata Sehun benar. Chanyeol tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Sakit hati itu pasti, namun Baekhyun sadar, ia masih harus melanjutkan hidupnya.
Esoknya Baekhyun kembali masuk dan menjadi penulis lagu yang dapat diandalkan SS Entertainment. Tapi Sehun, Luhan, dan Kai yang notabene sahabat Baekhyun sadar akan perubahan Baekhyun. Sahabat mungil mereka menjadi lebih tertutup untuk orang baru dan mereka memaklumi itu. Tugas mereka sekarang adalah untuk membuat Baekhyun kembali menjadi Baekhyun yang ceria bahkan menjadi happyvirus seperti dulu−
[FLASBACK OFF]
−namun semua pertahanan yang telah ia bangun hancur begitu saja ketika si mungil melihat namja jakung dengan tatapan bersalahnya.
"Baiklah, setelah pengerjaan album winter ini selesai, akan kupertimbangkan"balas Baekhyun final kemudian pergi meninggalkan Chanyeol. Chanyeol rasa kedua kakinya berubah menjadi jelly. Ia tak bisa menghapus senyumnya setelah mendengar penuturan Baekhyun. Bukan suatu kepastian jika ia bisa kembali dengan Baekhyun, namun setidaknya itu adalah jalan bagi Chanyeol untuk kembali lagi dengan Baekhyun.
.
.
DAY 1
Chanyeol bangun lebih pagi dari biasanya, ia juga mandi lebih cepat dari biasanya. Jika dipikirkan kembali, ini kali pertama sejak pertemuan terakhirnya dengan Baekhyun yang membuat dirinya rela menghabiskan setengah jam hanya untuk memilih baju yang akan ia pakai. Pakaian yang bagus akan membuat kesan yang baik di hari pertama ia mencoba mendekatkan diri lagi dengan Baekhyun. Kemudian pilihannya jatuh kepada sebuah kemeja berwarna peach yang merupakan kado ulang tahun Baekhyun saat ia berumur 23 tahun, dan ia memilih sebuah jeans untuk bawahannya. Ia juga memakai sebuah sneaker putih, itu sneaker yang berharga untuknya karena itu adalah barang couple pertama yang ia miliki bersama Baekhyun.
Selesai menyisir rambutnya dan memberinya sedikit gel, Chanyeol bergegas mengambil tas yang ia sampirkan di kursi kerjanya kemudian keluar dari apartemennya. Mungkin Chanyeol akan sarapan di minimarket di seberang gedung apartemennya. Entah sarapan seperti apa yang akan Chanyeol makan.
"Hai Baekhyun"sapa Chanyeol dengan senyum lebarnya ketika tak sengaja bertemu dengan Baekhyun di lobby agensi, Baekhyun hanya tersenyum kecil membalas sapaan Chanyeol. Chanyeol tak masalah dengan itu, ini berarti ia harus berkerja ekstra untuk bisa memperbaiki hubungannya dengan Baekhyun.
"Apa kau sudah memiliki ide lagu?"tanya Chanyeol sambil menyeimbangi langkah si mungil. Baekhyun terlihat menatap Chanyeol kemudian melihat style Chanyeol hari ini.
"Sudah ada, tapi masih belum yakin dengan ide itu"balas Baekhyun, ia terlihat sedikit merona setelah melihat apa yang Chanyeol kenakan hari ini. Chanyeol merasakan itu tapi ia tak ingin terlalu berharap untuk itu.
Mereka tak memulai pembicaraan apapun setelah memasuki studio, Baekhyun memilih duduk di kursi kerja favoritnya sedangkan Chanyeol duduk di sofa kecil yang tersedia di studio mereka. Chanyeol terus menatap Baekhyun yang duduk membelakangi dirinya, hingga iris matanya tak sengaja melihat Baekhyun mengenakan sneakers yang sama dengan apa yang ia kenakan. Baekhyun masih menyimpannya. Chanyeol tersenyum lebar melihatnya, ia memiliki kesempatan besar maka dari itu ia tidak boleh menyia-nyiakan hal ini.
"Chanyeol, bisakah kau ke sini dan berikan beberapa contoh melodi yang ada di idemu?" tiba-tiba Baekhyun menoleh ke arahnya membuat Chanyeol tersentak kaget lalu duduk di sebelah Baekhyun dengan canggung.
.
DAY 16
Baekhyun masuk ke dalam studionya dengan keadaan lumayan berantakan, rambutnya terlihat acak-acakan dan tangan kanannya memegang segelas Americano.
"Baekhyun-ah, kau tidur saja dulu. Kau sudah semalaman tidak tidur, nanti yang ini biar aku yang melanjutkan"ucap Chanyeol yang dari tadi menatap khawatir ke arah Baekhyun namun pemuda mungil hanya menggelengkan kepalanya. Chanyeol mendengus, mantan kekasihnya ini masih saja keras kepala.
"Kau harus tidur, aku tak ingin kau sakit" kini Chanyeol mengatakannya sambil menuntun Baekhyun untuk merebahkan dirinya di atas sofa. Baekhyun yang memang sudah sangat kelelahan hanya menurut saja.
Chanyeol ingin keluar membeli Americano juga namun langkahnya terhenti ketika ia merasakan ada tangan mungil yang menahannya. Tangan kanan Baekhyun menggenggam erat pergelangan tangan kiri Chanyeol. Chanyeol menoleh, si mungil sudah terlelap namun tak mau melepaskan genggamannya. Akhirnya Chanyeol mengalah, melihat Baekhyun saja sudah bisa membuatnya merasa segar lagi tanpa harus meminum kopi.
"Aku sangat merindukanmu, Byun. Sangat mencintaimu"ucap Chanyeol tulus dengan tangan kanannya yang terus mengelus surai pink milik Baekhyun.
"Sebentar lagi, sebentar lagi aku akan memilikimu lagi, Byun Baekhyun" kemudian Chanyeol mencuri kecupan di bibir Baekhyun. Baekhyun hanya menggeliat lucu untuk meresponnya.
.
.
Mereka menghabiskan kurang lebih 3 minggu dalam menyelesaikan lagu winter untuk debut boygrup terbaru SS Entertainment. Mereka menjadi lebih dekat dan akrab namun itu bukan berarti Baekhyun sudah sepenuhnya menerima Chanyeol, masih ada banyak pemikiran buruk mengenai Chanyeol di otak Baekhyun. Chanyeol tau itu dan ia semakin bertekad untuk terus meyakinkan Baekhyun.
"Baek, kau masih ingat dengan janjimu waktu itu?"tanya Chanyeol pelan namun Baekhyun dapat dengan jelas mendengarnya.
"Iya, aku akan mempertimbangkannya,Yeol"balas Baekhyun tanpa menoleh ke arah si jakung, ia masih fokus dengan mendengarkan hasil rekaman dari member boygrup baru itu.
Chanyeol menghela napasnya. "Apa kau bisa pergi ke café 88 malam ini?"tanya Chanyeol penuh harap, ia kini telah mengambil tempat duduk di sebelah Baekhyun. Baekhyun menoleh mendengarnya lalu ia terlihat berpikir.
"Bisa tapi setelah pertemuanku dengan member Boys Generation (boygrup baru)"balas Baekhyun kemudian kembali fokus dengan kegiatannya tadi. Tanpa Baekhyun sadari, jawabannya tadi sukses membuat jantung Chanyeol berdebar tak karuan.
"Kau ingin ku jemput?" tapi Baekhyun menggeleng, Chanyeol ditolak namun senyumnya tak luntur, setidaknya Baekhyun tak menolak hatinya.
"Chanyeol-ah, bisakah kau ikut denganku sebentar?" tiba-tiba Sehun membuka pintu studio tanpa mengatakan permisi. Chanyeol bisa lihat geraman kesal Baekhyun, Baekhyun tak suka jika ada yang menganggunya ketika ia sedang fokus.
"Baiklah, aku tunggu nanti pukul 8 malam" kemudian Chanyeol pergi meninggalkan Baekhyun sendiri. Setelah kepergian Chanyeol, Baekhyun melepas headphonenya lalu memegang dadanya. Jantungnya berdetak dengan sangat cepat namun ia masih was-was dengan kejadian tahun lalu. Akankah Chanyeol melakukan hal serupa.
"Baek, sajangnim ingin bertemu" kini giliran Kai yang masuk tanpa permisi. Baekhyun mendengus kesal melihatnya.
"Sepertinya kau dan Sehun perlu mengikuti kursus tata karma dan sopan santun"cibir Baekhyun namun Kai malah menunjukkan cengiran bodohnya yang membuat Baekhyun tak bisa menahan tawanya.
.
.
"Maaf aku telat"ucap Baekhyun yang duduk di hadapan Chanyeol. Chanyeol tersenyum sumringah melihat kedatangan Baekhyun walaupun pemuda mungil di hadapannya ini sudah telat lebih dari setengah jam, namun yang terpenting dia masih mau datang menemuinya. "Terima kasih sudah mau datang".
"Kau mau pesan apa?"tanya Chanyeol sambil memberikan menunya, Baekhyun tak ada niat dan memang tak membaca menu itu. Ia hanya memesan apa yang ada di kepalanya. Baekhyun tak bisa berbohong jika jantungnya berdetak dengan cepat saat ini, ia benar-benar gugup.
"Soju, tolong satu botol soju"pinta Baekhyun dan Chanyeol dibuat kaget dengan pesanan Baekhyun, bukankah Baekhyun lemah dalam minum. Tatapan mutlak Baekhyun membuat Chanyeol langsung memesan dua botol soju dan mengurungkan niatnya untuk menasehati si Byun.
"Baek, aku ingin menjelaskan kesalah pahaman tahun lalu" Chanyeol membuka pembicaraan tanpa berani menatap kedua mata Baekhyun. Baekhyun tak meresepon, ia menegak gelas pertamanya.
Chanyeol meminum sojunya kemudian menarik napasnya dalam-dalam. "Aku pergi bukan karena aku ingin, aku tak berniat membuat mu menunggu, kepergianku saat itu sangat mendadak" mulai Chanyeol.
"Tapi kau kan masih tetap bisa menghubungiku lewat pesan singkat"balas Baekhyun tak terima, sepertinya ia mulai mabuk. Baekhyun bukanlah seseorang yang kuat minum.
"Ponselku terjatuh ke dalam selokan dan langsung rusak, aku ingin pergi ke rumahmu tapi aku tak bisa, beliau melarangku"
"Beliau? Siapa?"tanya Baekhyun bingung sekaligus penasaran.
"Ayahmu, ia ingin aku menjadi produser yang handal jika aku ingin bersanding denganmu, Beliau dengan tiba-tiba memintaku untuk pergi ke New York dengan tiket yang sudah ia siapkan persis sebelum aku akan berangkat menemuimu malam itu" Baekhyun kaget dibuatnya. Mana mungkin ayahnya yang selalu tersenyum ketika Baekhyun bercerita tentang Chanyeol akan menjadi setega itu.
"Tidak mungkin ayahku! Kau jangan berbohong!"pekik Baekhyun yang sudah sepenuhnya mabuk namun masih berusaha menahan kesadarannya. Chanyeol kemudian melanjutkan ceritanya.
"Ayahmu ingin aku menjadi sederajat dengan kau yang notabene dari keluarga musik yang terhormat. Aku ingin berlari mengabarimu namun aku malah jatuh dan merusak ponselku kemudian Byun ahjussi langsung menjemputku. Aku sangat ingin mengatakannya namun kemudian Byun ahjussi memintaku untuk merahasiakan ini. Sangat sulit untuk tidak menghubungimu namun jika aku melanggarnya, aku takkan bisa lagi bersamamu"
"Aku merasa menjadi pria brengsek ketika mendengar cerita mengenai kau yang menunggu hingga nyaris membeku di taman dari Sehun. Aku ingin datang menghampirimu dengan membawakanmu susu strawberry kesukaanmu dan memberimu pelukan hangat untuk menenangkanmu, tapi kau tahu, aku tak bisa. Dan aku tersiksa akan fakta itu"
"Chanyeol jahat! Benar-benar jahat! Chanyeol pergi dan Baekhyun menunggu!"racau Baekhyun membuat Chanyeol mendongak menatap Baekhyun. Ia tersenyum pahit mendengarnya.
"Aku sayang Chanyeol tapi Chanyeol pergi. Aku rindu Chanyeol tapi Chanyeol tak ada. Tapi aku dengan bodohnya tetap mencintai Chanyeol! Chanyeol jahat!"pekik Baekhyun.
"Jelaskan! Jelaskan! Jelaskan!" kemudian si mungil meminta penjelasan lagi. Chanyeol tersenyum sendu melihatnya, ia teringat akan perjalan pahit yang ia lalui setahun ini. Hidup tanpa Baekhyun itu bagaikan neraka. Setahun tinggal di New York dan menjadikan dirinya sebagai orang asing karena betapa seorang Park Chanyeol berusaha menutup dirinya kala itu.
"Kemudian aku datang kembali ke Seoul dengan sertifikat yang ayahmu harapkan, aku diterima ayahmu namun aku ditolak oleh dirimu—" Chanyeol menghentikannya sejenak kemudian tertawa hambar.
"—Aku bahkan hampir kehilangan akal sehatku ketika kau menjauh dariku secara terus menerus. Namun, Tuhan seperti memberkatiku, SS Entertainment datang dengan tawarannya untuk aku bekerja sama denganmu. Gila jika aku menolaknya, tanpa melihat nominal bayaran, aku langsung menyetujuinya. Karena satu hal. Aku hanya ingin kembali kepadamu" air mata Chanyeol tumpah setelah ia mengatakan kalimat terakhirnya. Baekhyun memang mabuk namun ia masih sadar akan Chanyeol yang menangis. Tangannya terulur mengusap air mata Chanyeol.
Orang dibawah pengaruh alkohol tidak mungkin berbohong akan perasaanya.
"Chanyeol tidak boleh menangis, ayo tersenyum! Aku kan sudah ada di sini"hibur Baekhyun dengan senyuman manisnya. Chanyeol tersenyum mendengarnya kemudian mendekap tubuh mungil Baekhyun dengan sangat amat erat. Bagaimana bisa Baekhyun masih mau menerimanya setelah semua itu.
"Kau tahu aku sangat mencintaimu"ucap Chanyeol dan Baekhyun mengangguk.
"Baekhyun juga sangat mencintai Chanyeol!"balas Baekhyun semangat membuat air mata Chanyeol turun semakin deras. Ia sangat bahagia sekarang, rasanya ia ingin menghentikan waktu jika seandainya besok Baekhyun akan berubah lagi.
"Ayo bersenang-senang! Sebentar lagi natal! Selamat natal Chanyeol-ie!" Baekhyun mendaratkan kecupan di bibir Chanyeol membuat Chanyeol tersenyum melihat tingkah menggemaskan Baekhyun. Chanyeol langsung mendaratkan kecupan bertubi-tubi di bibir pria mungilnya.
"Chanyeol-ie membawa gitar?"tanya Baekhyun sambil menunjuk gitar yang ada di sebelah kursi Chanyeol. Chanyeol kemudian mengambil gitarnya.
"Baekhyun-ie ingin Chanyeol-ie bermain gitar?"tanya Chanyeol yang dibalas anggukan penuh semangat dari Baekhyun.
"Mau nyayi jingle bells!"pinta Baekhyun semangat lalu mengambil sumpitnya, bersiap untuk menjadi seorang drummer dadakan. Chanyeol mengusak kepala Baekhyun gemas.
Jingle bells, jingle bells
Jingle all the way
Oh what fun it is to ride
In a one-horse open sleigh, hey
Jingle bells, jingle bells
Jingle all the way
Oh what fun it is to ride
In a one-horse open sleigh
Kehebatan Baekhyun adalah ia dapat bernyanyi dengan sempurna walaupun ia dalam keadaan mabuk. Fakta tersembunyi dari seorang Byun Baekhyun adalah sebenarnya ia adalah seorang penyanyi terkenal saat duduk di Sekolah Menengah Atas, namun entah mengapa ia lebih memilih menjadi seorang penulis lagu. Kedua pasangan itu bernyanyi terus menerus tanpa memperdulikan tatapan pengunjung lain. Benar kata orang jika,
Alkohol itu jahat tapi baik.
.
.
Baekhyun mengerang merasakan pening di kepalanya. Ia bergerak gelisah kemudian tersentak kaget. Ada sebuah tangan kekar melingkari pinggangnya, Baekhyun menoleh pelan dan berharap jika ini adalah mimpi. Chanyeol masuk ke dalam pengeliatannya sedang memeluknya posesif, wajah tampannya terlihat damai. Baekhyun sontak mengecek pakaiannya dan milik Chanyeol, masih utuh, berarti tak terjadi apapun tadi malam. Kemudian Baekhyun mulai mengingat apa saja yang terjadi di café semalam sekaligus dengan apa saja yang ia katakan. Pipinya merona hebat mengingatnya. Bagaimana bisa pertahanan yang ia bangun selama setahun itu runtuh hanya karena pengaruh alkohol. Namun disisi lain, Baekhyun tak merasa menyesal telah mengungkapkan semuanya. Ia memang masih sangat mencintai Chanyeol, ia masih sangat merindukan Chanyeol, dan ia masih sangat menginginkan Chanyeol.
"Kau sudah bangun?" terdengar suara serak dari mulut Chanyeol dan lagi-lagi Baekhyun dibuat merona. Suara Chanyeol terdengar sangat sexy ketika baru bangun tidur, Baekhyun bahkan lupa kapan terakhir kali ia mendengar suara Chanyeol yang seperti ini.
"Jangan menghindar lagi ya, aku minta maaf. Benar-benar minta maaf"pinta Chanyeol yang sedang bermanja ria di pelukan Baekhyun.
"Kau itu jahat, brengsek"balas Baekhyun pelan dengan tangan yang bergerak menggetok pelan kepala Chanyeol, tingkahnya membuat Chanyeol terkekeh.
"Maafkan aku ya sayang, aku memang brengsek. Tapi terima kasih sudah mau tetap mencintai si brengsek ini"ucap Chanyeol dan sialnya Baekhyun lagi-lagi merona.
"B-bagaimana kau bisa tahu jika aku mencintaimu?!"balas Baekhyun ketus kemudian Chanyeol mensejajarkan wajahnya dengan Baekhyun. Jantung Baekhyun rasanya ingin copot saja melihat wajah Chanyeol yang berada sedekat ini dengan wajahnya.
"Karena kau mengatakannya berkali-kali semalam sayang, aku tahu kau ingat itu" Chanyeol tersenyum menggoda lalu menciumi bibir Baekhyun yang menjadi candu baginya. Bodohnya Baekhyun tak menolak perlakuan Chanyeol membuat Chanyeol semakin bersemangat menciumi wajah kekasih.
"Jangan pergi lagi ya" suara pelan Baekhyun terdengar.
"Aku berjanji mulai sekarang aku akan selalu di sini, di sampingmu, kapanpun, dimanapun. Karena Chanyeol adalah milik Baekhyun, oke"balas Chanyeol dengan terus mengeratkan pelukannya terhadap Baekhyun.
"Jadi kita sepasang kekasih lagi sekarang?"tanya Chanyeol menggoda. Sudah dipastikan bagaimana merahnya wajah Baekhyun sekarang.
"Aish, kau ini" Baekhyun melepaskan pelukan Chanyeol lalu mengubur dirinya ke dalam selimut.
"Sayangku manis sekali" kemudian lagi-lagi Chanyeol menciumi Baekhyun namun kini perbedannya, Chanyeol melakukan itu di dalam selimut dan Baekhyun tahu ia tak punya tenaga untuk melawan Chanyeol.
Baekhyun tersenyum bahagia seolah melupakan apa yang terjadi setahun yang lalu. Ia hanya merasa ingin terus bersama Chanyeol sampai maut memisahkan.
Dan berakhirlah pasangan itu dengan Chanyeol yang tak berhenti menciumi Baekhyun hingga mentari mulai meninggi. Mereka benar-benar memanfaatkan waktu libur mereka.
.
.
.
[EPILOG]
Comeback Boys Generetion sukses, netizen ramai membicarakan bagaimana bagus dan menyentuh lirik sekaligus melodi lagu itu. Mereka mengatakan bahwa lagu itu akan menjadi lagu winter of the year. Tentu Chanyeol dan Baekhyun tersenyum puas mengetahuinya, tak sia-sia usaha mereka yang bahkan hanya mendapat tidur paling lama 4 jam. Sajangnim yang mengetahui itu langsung merekrut Chanyeol sebagai produser resmi di SS Entertainment. Sajangnim juga langsung memasangkan Chanyeol dengan Baekhyun sebagai partner tetap. Hadiah lain dari sajangnim adalah tiket liburan gratis untuk Chanyeol dan Baekhyun yang rencananya akan mereka gunakan di tahun baru nanti atau saat ulang tahun Baekhyun, karena Chanyeol sangat tahu jika Baekhyun sejak dulu ingin merayakan ulang tahunnya di negri Sakura itu.
Keesokan harinya Chanyeol menggandeng tangan Baekhyun erat memasuki gedung SS Entertainment. Kabar hubungan Chanyeol dan Baekhyun juga sudah mulai tersebar dengan cepat dan ajaibnya semua orang mendukung hubungan mereka. Bahkan menjadikan mereka sebagai pasangan imipian karena faktanya keduanya adalah penulis lagu dan produser hebat. Namun tiba-tiba langkah mereka terhenti ketika tak sengaja melihat dua orang sedang bermesraan di dalam ruang latihan yang masih kosong dari trainee.
"Xi Luhan! Oh Sehun!"pekik Baekhyun membuat kedua sejoli menengok ke arah pintu. Chanyeol hanya terkekeh melihat kedua sahabatnya yang tertangkap basah. Pasti Baekhyun akan dengan heboh menuntut penjelasan, pikir Chanyeol.
"Ok, Byun. Jika kau meminta penjelasan, aku kira kau bisa menilainya sendiri sekarang" setelah mengatakan itu Sehun dengan seenak jidatnya mencium bibir Luhan membuat Luhan memukul perut keras Sehun. Sehun yang tak peduli terus melumat bibir ranum yang menjadi candu bagi seorang Oh Sehun, Luhan yang juga tak bisa menahannya membuatnya malah mengalungkan tangannya di leher Sehun, memperdalam ciuman mereka.
Baekhyun merona sekaligus dibuat melongo melihatnya dan kecupan dari Chanyeol membuat bibirnya menutup setelah terbuka seperti goa.
.
.
The End
.
Hello good people! Kalau berkenan, kalian bisa meninggalkan review ya ^^ Disamping menambah motivasi Author dalam menulis, event ini juga akan mengambil dua readers login sebagai pemenang Readers Tercyduk! Good luck!
.
This fanfic is belongs to the real author. Please give your best support to our writers who have work hard! Thankyou!
