Ravi terdiam di sofa Hakyeon. Ia selalu termenung, ia tidak makan, pandangannya kosong. Hakyeon sudah berusaha membujuk Ravi untuk makan, tapi Ravi hanya diam dan menghiraukan Hakyeon.

Hakyeon menghela nafas, ia menelepon anak buah Ravi dan menanyakan posisi Hongbin. Dia belum mendapat jawaban dari semalam hingga siang ini...

"Mr Cha, posisi Hongbin di Maldives sekarang. Kami sudah mengirim tim kesana, apakah kami harus membawa paksa Hongbin?"

Hakyeon menggenggam erat hp nya dan melihat Ravi yang masih terdiam.

"Tahan"

"Baik Mr Cha"

Hakyeon duduk di samping Ravi

"Ravi?"

Tidak ada jawaban.

"Kita menemukannya... dia"

"Bersama Taekwoon, ya aku tau. Kau tidak perlu mengatakan mereka dimana Hakyeon. Jangan ganggu mereka."

"Tapi"

"Biarkan mereka berdua. Jangan ganggu"

Hakyeon membuka mulutnya untuk berbicara tapi menutupnya kembali.

"... aku yakin... dia tidak akan meninggalkanku Hakyeon. Dia mencintaiku. Dia hanya ingin bermain-main bersama Taekwoon sekarang. So yeaah, biarkan dia bermain sekarang."

Hakyeon terdiam, dia sangat khawatir melihat Ravi. Hakyeon takut jika Ravi mulai mabuk-mabukan lagi.

"Hmm... Ravi... kalau gitu... kau makan ya? Kau tidak makan dari semalam kan? Kau pasti lapar... here... favoritmu kan?" Hakyeon menyodorkan makanan ke Ravi.

Dengan terpaksa Ravi membuka mulutnya dan mengunyah walau pikirannya masih melayang ke Hongbin. Ia sangat takut kalau suatu saat Hongbin memilih Taekwoon. Ia terus berdoa kalau Hongbin akan kembali ke pelukannya.

"Uuhh wooooowwwww" Hongbin menatap sekelilingnya dengan takjub. Ia berhenti dan berputar. Taekwoon menatap Hongbin dengan hati bahagia. Ia bahagia melihat Hongbin senang seperti ini.

"Ddddaaeebaaakkkkkkkk"

Hongbin menepuk kedua tangannya dan matanya berbinar.

Taekwoon menarik pinggul Hongbin lembut dan menuntunnya ke meja makan yang sudah dipesannya.

Hongbin masih takjub, dia bahkan tidak sadar pelayan restauran meletakkan kain di pangkuannya.

"Hongbinnie?"

"Woaaahhhhhh lihatt Woonie! Waahhh itu waahhhhhh daebaakkk... aku belum pernah melihat ikan itu... aaahh cuteeee"

Taekwoon tertawa kecil melihat tingkah Hongbin. Taekwoon membawa Hongbin makan malam di Ithaa underwater aquarium restaurant. Well, dia ingin membuat Hongbin menikmati liburannya. Ini hari kedua mereka, semalam mereka menghabiskan waktu di hotel hingga sore ini Taekwoon baru mengajaknya keluar.

'Cute' Taekwoon tersenyum lebar melihat Hongbin dengan dimplesnya. Ngomong-ngomong dimples, Taekwoon duduk gelisah. Ia teringat saat Hongbin mengemut mmm... okey stop!

Pelayan restauran membawakan menu spesial mereka. Seafood spesial for his love.

"Hongbin-aah... ayo makan"

"Okeeey... setelah itu... umm..." Hongbin tersipu malu.

Taekwoon menatap Hongbin dengan bingung.

"Aaaah... okey, aku akan makan cepat dan kita kembali ke hotel. Okeyy no prob!"

"Whaat! Noo! Aish Taekwoonie! Kau nafsuan sekali! Aku ingin kau mengambil fotoku di situ!" Tunjuk Hongbin dengan wajah cemberut.

Taekwoon tertawa dan mengangguk.

"Okeey... tapi kau harus membayarku"

Hongbin menjatuhkan sendoknya dan mulut menganga.

Taekwoon menjauhi tatapan Hongbin, mengunyah makanannya dan menahan senyumnya.

"Tttapi aku tidak membawa sepeser pun"

Taekwoon menyedot minumannya sambil menatap Hongbin dengan pandangan yang menggoda.

Hongbin shock.

"Umm... bbbbaik... huh! Siapa takut!" Hongbin membusungkan dada nya dan mulai menyantap makan malamnya.

Taekwoon tersenyum kecil dan melanjutkan makan malamnya.

Setelah mengambil beberapa foto, setelah Hongbin puas, Taekwoon membawa Hongbin ke Vaadhoo Island untuk melihat sea of stars. Ia juga telah memesan satu kamar disana. Setelah melakukan reservasi di hotel, Hongbin melompat kegirangan dan menarik tangan Taekwoon kuat.

"WWWWWHHHOOOOOOOAAAAAAAAAAAA DAAAEEEBAAAKK OOHHH MY GODDDDDD WWWWWWHHHAAAAAA..."

Hongbin kini berlari mengejar ombak. Di pulau ini terkenal akan sea of stars... yeah, pada malam hari, pantainya akan terlihat glow. Dan Hongbin berlari dan berteriak seperti anak kecil.

Taekwoon tidak bisa menahan senyum dan tawanya.

Hongbin menarik Taekwoon untuk berlari bersamanya.

"Hahahahahahha Taekwoonnieeeeeeeee... gendong akuuu..." rayu Hongbin sambil memukul pelan punggung Taekwoon.

Taekwoon lalu berjongkok dan Hongbin naik ke punggungnya. Suara tawa Hongbin menggelitiki telinganya. Taekwoon bisa merasakan kebahagian Hongbin bersamanya. Hongbin tidak berhenti tertawa dan menjerit. Kini 2 hal itu menjadi favorit Taekwoon.

Lalu Taekwoon menurunkan Hongbin di pesisir pantai.

Hongbin langsung berlari kembali ke pantai sambil teriak seperti anak kecil.

"Hong...bin..." Taekwoon kehabisan nafas.

Dia mengejar Hongbin lalu menggendongnya lagi dan membawanya ke pesisir pantai lagi.

Ia menidurkan Hongbin di atas pasir dan menekan tubuhnya di atas Hongbin. Hongbin masih tertawa. Taekwoon tersenyum seperti orang bodoh melihat Hongbin. Pandangan Taekwoon jatuh ke bibir Hongbin. Bibir Hongbin yang merah dan sexy sangat mengundang.

Hongbin benar-benar tidak bisa berhenti tertawa. Taekwoon lalu mendiamkan mulut Hongbin. Ia mencium Hongbin dengan pelan dan lidahnya menelusuri mulut Hongbin dengan pelan dan hot.

Hongbin merintih pelan akibat ciuman Taekwoon.

Tangan Hongbin mengelus celana Taekwoon dan itu membuat Taekwoon mengerang. Dengan cepat, Hongbin menurunkan celana Taekwoon lalu memegang member Taekwoon.

Taekwoon mengerang kuat di mulut Hongbin. Tangan Taekwoon tetap diam dan mengepal di samping kepala Hongbin. Ia menahan tubuhnya agar tidak menekan Hongbin.

Hongbin mengelus pelan kepala member Taekwoon dan Taekwoon benar-benar lemas.

Tangan Hongbin satu lagi membuka celananya sendiri lalu mengambil membernya dan menggesekkannya ke member Taekwoon.

Mereka berdua mengerang kuat dan saling terengah-engah.

Taekwoon melepas ciumannya dan menatap Hongbin. Hongbin dengan wajah yang menggoda tidak menghentikan aksinya.

"Mmmmm my Hongbin gone bad" Tangan Taekwoon menemukan lubang Hongbin. Ia sudah membasahi jarinya lalu dengan pelan ia memasuki Hongbin.

Hongbin merintih tapi tangannya masih memompa member Taekwoon.

Keduanya mengerang, Hongbin mempercepat gerakannya.

"Bbbiinn... aakkku nnggghhh"

Taekwoon lalu berdiri dan melepaskan diri dari Hongbin.

Hongbin terkejut dan sedih lalu ceria lagi saat Taekwoon mengangkat kedua kaki Hongbin ke bahunya.

Hongbin kembali tidur di atas pasir dan menatap Taekwoon. Nafas mereka terdengar berat.

"Nnnggghhhhhhhhhhh aaaakkkkhhh aahhhhhhh hhhhhhh"

Taekwoon memasuki Hongbin dengan sekali dorongan yang kuat, lalu menarik membernya keluar pelan lalu mendorongnya lagi dengan kuat.

Keduanya mengerang. Taekwoon tetap menatap mata Hongbin. Hongbin mencoba membuka matanya lebar dan menatap Taekwoon dengan lembut.

Taekwoon mendorong hingga membernya di dalam Hongbin semua dan menyentuh spot Hongbin dan membuat Hongbin teriak kencang.

"Binnie... kkkau sangat... nngghh... aaahhh... hhhott... nnngghhhh... bbbiinniie"

Hongbin menyentuh wajah Taekwoon dan mencium bibirnya dengan lembut.

"Tttaaekkyyy... mmmoove... yyyyees... ssss ahhhh"

Taekwoon bercinta dengan Hongbin di bawah langit yang penuh bintang, di pantai yang romantis, dan Hongbin tidak melepaskan tatapannya pada Taekwoon. Taekwoon juga tidak melepas tatapannya. Sesekali mata mereka terpejam lalu terbuka kembali. Sesekali bibir mereka saling mengunci. Sesekali mereka hanya menempelkan kening dan hidung mereka dan memejam mata dengan nafas yang terengah-engah.

Setelah selesai, keduanya terbaring di pasir pantai. Taekwoon memeluk Hongbin dan mengecup kepalanya. Hongbin memejamkan matanya sambil mengatur nafasnya.

"Kau mau tidur disini?" Ejek Taekwoon.

"Noooo... ddingin"

Hongbin mencoba untuk berdiri ketika Taekwoon menariknya kembali.

"Hmmm... kita bisa melakukan itu lagi untuk menghangatkan tubuhmu"

Hongbin menepuk tangan Taekwoon.

"Aisshhhh Woonie!"

Taekwoon tertawa dan melepas Hongbin

Hongbin berdiri dan membetulkan celananya sedangkan Taekwoon masih tertawa.

Hongbin menatap Taekwoon sinis lalu pergi meninggalkan Taekwoon.

"YAAH! HONGBUNNYY!"

Taekwoon dengan cepat berdiri dan membetulkan celananya dan berlari mengejar Hongbin.