.
.
.
.
Yo ! minna, awalnya pencarian tsunade akan saya selesaikan di chapter ini, namun tampaknya masih cukup panjang jadi saya masukkan ke chapter depan hehehe...Langsung bales review
Rozinamikaze. jadi di sini pencarian tsunade di lakukan sebelum hokage ke 3 meninggal yah...?... ya Rozi-san, biar gk terlalu lama saya gabung dengan latihan naruto dan sasuke.
alfianto. author-san lanjut donk! ane udah gk sabar nih pengen ngeliat naru lawan neji.. oke ini sudah lanjut.
Olan251. Lanjut thor kekai genkai naruto apa… ini sudah lanjut, kemungkinan hyoton.
mbit99. klo ane mah, Jiraiya: UWWWOOO! BOLEH SEKALI! *mimisan* Mashu(Wanderer's Box(fanfic bahasa inggris)): Dasar mesum -_- keep writing
Naruto: Hinata, Sasame, Shion
Sasuke: Sakura, Karin
klo bisa tambah neng Kasumi(Dead or Alive) sama neng Mai(King of Fighters) *mimisan*
uzumaki kenshin. Thor pair harem buat naruto hinata sama samui aja thor, kan oppainya gede 2"nya,hhehehe… hahahaha oke-oke, kesenangan Naruto nantinya :D
Lucifer. Wah,,,,semakin menarik & keren aja alur fic nya, tetap dipertahankan thor,,,:-D
Biar adil mung pairing nya mini harem aja thor, Hinata & Sasame… oke Lucifer-san terima kasih .
.792. wow bagus jika dipercepat Alur pencarian tsunade, apa jiratsuna ikut bertarung di invasi konoha kah? dan untuk harem naruto ino dah, sebenarnya saya kurang suka ama naruhina tapi itu terserah agan faisal sajah
yosh next… tentang jiraiya dan tsunade ikut bertarung di invasi, kita lihat saja nanti alurnya :D
wsusanto96. yo.. author.. kli ini ane cman pengen kenalan aje.. kenalin nama ane wahyu susanto.. pnggil aja wahyu umur 14 tahun asal sulawesi tengah.. oke sekian perkenalan ane.. author! SALAM KENAL!
azuramode. Lanjut...;
Kira kira kpn naruto cs ketemu itachi… masih lama, kemungkinan pas shippuden
sutejonamikaze. kalau bisa pairnya naruto jangan hinata senpai, soalnya di animenya udah dengan hinata dan rata rata fict naruto pairnya kalau gk hinata pasti sakura., narusasame atau narutema. kalau menurut saya… di tunggu saja sampai hasil polingnya selesai nanti saya umumkan pairnya :D
Dsevenfold. Yo...
Single pair aja naruhina, awalnya mungkin naruto sama sasame kemudian terjadi insiden yang menyebabkan sasamenya tewas. Baru naruto dan hinata dekat. Atau coba narutoxtsunade aja (ngeyel)...
Atau mungkin dibuat adegan tsunade mengajari naruto menjadi laki-laki sejati (sambil tersenyum mesum) hehehe... sedih banget saran ente sasame tewas :v oke akan saya pertimbangkan sarannya yang terakhir.
XavierLucifer87. kejam sekali tsunade menghajar jiraiya :D ini udah dilanjut yah thor , berarti pencarian tsunade sudah berakhir nih , tinggal tahap ujian chunin sama invasi dong thor ane mau apakah shandaime hokage akan tetap mati atau tidak saat melawan edo tensei ? di tunggu lanjutan thor , oke next
Arif262. untuk pair, mending gak usah harem,.. saya rencananya gitu tapi banyak yang request harem :v
Oke terima kasih untuk yang sudah me-review, dan saya mohon maaf buat yang reviewnya gk kebales dan untuk yang flame cerita saya atau saya sendiri silahkan anda keluar dan gk usah baca cerita saya.
.
.
.
.
DISCLAIMER : MASHASHI KISHIMOTO
AU
Rated : T+ (M)
Genre : Adventure, Friendship, Humor, Romace (maybe)
Naruto U. & Sasuke U. & Team 7
Warning : OOC, Semi-canon,Typo,abal Dsb...
Pair : Naruto x ? , Sasuke x ?
RnR
.
.
.
.
Naruto Rikudou
Chapter 20 : Rasengan and New Chidori ?
.
.
.
.
Sebelumnya :
"hahahaha... ha'i-ha'i... baiklah begini, Naruto mempunyai sebuah doujutsu, dan doujutsu itu adalah ... tapi aku tak ingin menceritakannya sekarang. Dan untuk Sasuke, dia sudah membangkitkan kekuatan besar pada sharingannya, itu saja yang bisa aku katakan untuk saat ini. Jika kau ingin tau lebih rinci lagi... ikutlah bersama kami ke Konoha" ucap Jiraiya dengan wajah seriusnya.
"cih ! baiklah, beri aku waktu dalam seminggu. Aku akan memberikan jawabannya" ucap Tsunade sambil meminum sakenya. "tak usah terburu-buru, kami mempunyai waktu sebulan sebelum kembali ke desa" ucap Jiraiya.
Tsunade meletakkan kembali gelas sakenya "memangnya apa yang ingin kau lakukan ?"
"di desa sedang di adakan ujian chunin, dan saat ini sudah memasuki tahap utama. Peserta yang lolos di beri waktu sebulan untuk meningkatkan kemampuannya, jadi aku membawa mereka keluar desa untuk melatihnya dan memberikan pengalaman berbeda di luar desa" ucap Jiraiya lalu tersenyum aneh.
Tsunade menyipitkan matanya lalu "BUAAGHH !" tanpa ampun wanita itu langsung menghajar pria berambut putih itu. "jangan katakan kau akan mengajarkan hal yang tidak-tidak pada mereka berdua ?"
Jiraiya tampak mengelus-elus benjolan di kepalanya itu "hehehe... tampaknya kau sudah menyadarinya, jika Naruto mirip dengan'nya'..." ucap Jiraiya sambil nyengir tak jelas.
Tsunade hanya mendengus mendengar ucapan dari temannya yang sangat mesum itu 'huh ! dia memang sangat mirip dengan Nawaki... aku jadi teringat dengannya saat melihat wajah anak itu saat pertama kali' batin Tsunade menundukkan kepalanya sambil memagang erat kalung berlian yang menggantung di lehernya.
.
.
.
.
Sehari setelah pertemuan Jiraiya dengan Tsunade yang berlangsung lancar walaupun ada sedikit baku hantam. Saat ini Jiraiya bersama dengan kedua muridnya tengah berada di tempat latihan yang mereka gunakan sebelumnya.
Tampak kedua murid sannin katak tersebut tengah mendengarkan intruksi dari sizshou mereka.
"baiklah karena Tsunade sudah kita temukan, mulai saat ini kita akan fokus pada latihan kalian untuk ujian chunnin nanti." Ucap Jiraiya lalu membuat handseal yang sangat familiar bagi kedua pemuda di depannya itu.
"kage bunshin no jutsu"
"booff !" muncul dua tiruan Jiraiya disamping tubuh aslinya "kalian akan berlatih dengan mereka untuk saat ini"
Naruto mengangkat sebelah alisnya mendengar intruksi dari pria berambut putih itu "lalu kau sendiri mau kemana ?" tanya Naruto dengan bersidekap dada.
Jiraiya hanya tersenyum sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal "hehehehe... mencari inspirasi..." ucapnya dengan tawa yang mampu membuat anak kecil lari ketakutan.
"cih ! inspirasi gundolmu ! baiklah mari kita mulai latihannya" ucap Naruto mendecih sedikit kesal lalu beralih menatap salah satu bunshin Jiraiya yang berada di sebelah kiri. Bunshin itu mengangguk seakan mengerti arti tatapan Naruto, bunshin itu lalu berjalan menjauh dari tempat tersebut "ikuti aku, aku akan mengajarimu rasengan" ucapnya. Tanpa banyak bicara Naruto langsung mengikuti bunshin tersebut.
Ditempat latinhan tadi, sekarang tinggal Jiraiya dan satu bunshinnya lagi serta Sasuke "baiklah, ikuti aku Sasuke" ucap bunshin tersebut lalu berjalan menjauh. Sasuke hanya bergumam 'hn' sambil mengikuti bunshin itu.
"baiklah... waktunya menemani gadis-gadis cantik di desa ini" ucap Jiraiya asli lalu berjalan kembali ke pusat desa untuk memuaskan nafsunya.
–Naruto Rikudou—
Naruto tampak memperhatikan dengan serius saat bunshin Jiraiya menjelaskan jutsu yang akan dia pelajari saat ini "baiklah pertama-tama kau harus mengetahui ini, jurus rasenganadalah jurus original ciptaan Yondaime Hokage atau ayahmu" terang bunshin Jiraiya lalu merentangkan telapak tangan kanannya ke depan.
Muncul aura berwarna biru seperti benang, namun perlahan membentuk sebuah bola chakra bewarna biru. "inilah rasengan, jurus yang akan ku ajarkan padamu" ucap bunshin Jiraiya lalu membalikkan badan menghadap ke sebuah pohon bunshin itu langsung menghantamkan jurus yang bernama rasenganitu ke pohon tersebut.
"DUAARR ! !"
Naruto sedikit membulatkan matanya kagum dengan daya hancur jurus tersebut. Tampak pohon yang lumayan besar tadi langsung roboh saat terkena jurus tadi.
Bunshin Jiraiya sedikit menyunggingkan senyuman saat melihat reaksi yang ditunjukkan oleh Naruto "hm... bagaimana, apa kau tertarik dengan jurus ini ?" tanya bunshin Jiraiya sambil membersihkan debu yang menempel di pakaiannya.
Naruto mengangguk menyetujui "hn. Baiklah, ajari aku jurus itu"
Bunshin Jiraiya mengangguk lalu mengambil sebuah kantong belanja lalu menyerahkannya pada Naruto. Pemuda Uzumaki itu menaikkan sebelah alisnya melihat apa yang berada di dalam kantong belanjaan itu.
"balon ? apa maksudmu ?"
Bunshin Jiraiya menyeringai mendengar pertanyaan Naruto. Sannin itu kemudian mengambil salah satu balon di kantong belanjaan tadi "hn. Jika kau ingin menguasai rasengan, kau harus mempelajari jurus ini dari dasarnya. Dan untuk balon ini, ini adalah balon yang berisi air. Perhatikan" ucapnya lalu meletakkan balon air itu di telapak tangannya seperti ketika membuat rasengantadi.
Perlahan permukaan balon itu seperti mengalami guncangan dari dalam dan tak lama balon itu pecah dan mencipratkan air di dalam balon tersebut ke wajah Naruto.
Sontak pemuda pirang itu menatap tajam sang pelaku, bunshin Jiraiya yang di tatap seperti itu hanya nyengir gak jelas. Naruto langsung mengusap kasar wajahnya yang basah karena balon tadi "hn. Kau beruntung aku tengah malas meladenimu saat ini" ucap Naruto lalu kembali serius (sejak tadi sudah serius :v)
'Jadi begitu ya, dia memfokuskan chakranya di satu titik dan memutar air di dalam balon tersebut menggunakan chakranya sehingga membuat balon itu pecah' pikir Naruto setelah mengobservasi apa yang di peragakan oleh bunshin Jiraiya tadi.
"jadi apa yang kau tangkap dari apa yang aku tunjukkan barusan ?" tanya Jiraiya.
Naruto mengalihkan pandangannya ke arah wajah sannin katak itu "hn. Intinya kau memfokuskan chakramu di satu titik lalu memutar air di dalam balonmu tadi menggunakan chakra milikmu"
Bunshin Jiraiya tampak tersenyum tipis 'dia cepat dalam menangkap informasi, seperti Minato' pikirnya sedikit memuji pemuda di depannya itu "ya, begitulah... tapi kurang tepat. Akan ku jelaskan garis besarnya, aku rasa kau sudah bisa mengontrol chakramu untuk kau gunakan memanjat pohon dan berdiri di atas air. Jadi kau hanya perlu memusatkan chakramu dengan jumlah tertentu dan kau pertahankan chakra itu dengan metode seperti memanjat pohon atau berdiri di atas air.
Yang perlu kau lakukan hanyalah menekan dan memutar air dalam balon itu agar balon itu dapat pecah..." terang bunshin Jiraiya panjang lebar lalu dia berjalan ke arah sebuah pohon untuk beristirahat sejenak sambil memperhatikan latihan Naruto.
Naruto mengambil satu balon air yang berada di dalam kantong belanjaan tadi. Pemuda bersurai pirang itu lalu melakukan apa yang di terangkan oleh bunshin Jiraiya tadi.
'hn. Aku hanya perlu memfokuskan chakraku lalu menekan dan memutarnya' pikir Naruto lalu memulai latihannya. Tampak permukaan balon itu muncul seperti benjonlan-benjolan akibat perputaran air di dalamnya.
Bunshin Jiraiya yang melihat latihan Naruto hanya tersenyum menyeringai 'hehehe... biarlah dia mencari kunci keberhasilan untuk memecahkan balon itu sendiri. Untuk saat ini dia sangat mengagumkan, dapat menangkap penjelasan yang aku berikan hanya dalam satu kali percobaan' pikirnya lalu dia mendongakkan kepalanya menatap ke arah langit yang cukup cerah.
...
Di tempat Sasuke di waktu yang sama
Tampak pemuda berambut raven itu tengah memperhatikan apa yang tengah bunshin Jiraiya bicarakan.
"kau mempunyai dua perubahan chakra, yakni katon dan raiton. Sedangkan perubahan chakraku adalah katon dan doton, dan jurus chidorimu berbasis raiton. Untuk saat ini aku akan melatihmu menguatkan jurus-jurus katonmu terlebih dahulu. Dan untuk chidorimu aku sudah memikirkan cara yang tepat untuk itu" ucap bunshin Jiraiya.
Sasuke hanya menatap pria berambut putih itu dengan tatapan datarnya "hn. Terserah, kita mulai saja latihan ini" ucap Sasuke.
Bunshin Jiraiya mengumpat dalam hati karena mendapat murid yang benar-benar membuat darahnya naik "baiklah, kau bisa membuat intensitas jutsu katonmu menjadi lebih besar dan daya cakupnya lebih luas. Namun hal pertama yang harus kau lakukan adalah mengontrol jumlah chakra yang ingin kau keluarkan...
Menurut sejarah, Uchiha Madara adalah orang yang sangat ahli dalam penggunaan jutsu berbasis katon. Dia di bekali dengan fisik yang kuat serta dia juga mempunyai kapasitas chakra yang sangat besar seperti orang dari Uzumaki. Dengan kelebihannya itu dia mampu membuat serangan-serangannya menjadi lebih mengerikan"
"jadi latihan yang ku lakukan adalah pengontrolan chakra ?" tanya Sasuke langsung mengerti maksud dari bunshin Jiraiya.
Bunshin Jiraiya tersenyum simpul melihat muridnya begitu cepat tanggap "hm, begitulah. Chakramu cukup besar meskipun tak sebesar Naruto, dan kulihat control chakramu juga cukup bagus jadi aku ingin kau meningkatkannya lagi agar kau bisa menambah intensitas seranganmu. Hal ini juga di butuhkan untuk latihan chidoribarumunanti" ucapnya sambil berkacak pinggang.
"baiklah, kita mulai saja. Pertama kau keluarkan satu jutsu katonmu dan kita bandingkan dengan jutsu katon milikku dengan jutsu yang sama" ucap Bunshin Jiraiya lalu membuat handseal.
Sasuke hanya menganggukkan kepalanya lalu membuat handseal seperti bunshin Jiraiya.
"Katon: Goukakyuu no Jutsu"Setelah selesai membuat handseal kedua orang itu langsung menyemburkan bola api. Tampak bola api yang di keluarkan oleh bunshin Jiraiya terlihat lebih besar tiga kali daripada bola api milik Sasuke.
Sasuke tampak membulatkan matanya sebentar, namun langsung kembali ke wajahnya yang stoic. "hm... bagaimana ? dengan hanya melakukan pengontrolan chakra yang kau keluarkan, kau bisa menghanguskan lima puluh orang lebih. Kau hanya perlu memaksimalkan apa yang sudah ada pada dirimu dan melatihnya, kau bisa dengan mudah menjadi shinobi yang hebat dengan bakat dan kejeniusan yang kau miliki" ucap bunshin Jiraiya dengan senyuman yang bertengger di wajahnya.
"hn. Baiklah, aku akan memulai latihan ini" ucap Sasuke sambil menatap kearah Jiraiya 'dengan ini tujuanku dan Naruto akan terwujud hanya menentukan waktu saja'.
Bunshin Jiraiya tersenyum melihat kesungguhan yang terpancar dari mata pemuda Uchiha itu "baiklah, aku akan mengawasimu dari sana" ucapnya lalu berjalan ke sebuah batu yang lumayan besar.
–Naruto Rikudou—
Matahari tampak sudah condong ke barat namun Naruto terlihat masih belum bisa memecahkan balon air yang sejak tadi coba dia pecahkan. Terlihat permukaan balon itu seperti mendapat guncangan dari dalam, perlahan tampak air dalam balon itu merembes keluar melalui lubang kecil yang tercipta akibat perputaran chakra dari dalam balon tersebut.
'sial ! walaupun aku bisa membuat lubang di balon ini, namun aku masih belum bisa memecahkannya' pikir Naruto lalu membuang balon yang sudah kempes itu ke sembarang tempat. Pemuda bermarga Uzumaki itu kemudian berjalan kearah bunshin Jiraiya yang tengah bersandar di sebuah pohon yang tidak jauh dari tempatnya berlatih tadi.
"Tookk !"
"wadaauuw ! !"
Bunshin Jiraiya tersebut langsung terlonjak dari tidurnya karena kepalanya merasakan hantaman dari benda keras yang sukses membangunkannya.
Tampak Naruto tengah memandang datar bunshin Jiraiya yang terlihat mengelus-elus kepalanya karena ulahnya yang melempar batu kearah pria berambut puith itu.
Pria paruh baya itu memandang tajam pemuda bersurai kuning di depannya itu "Wooi ! apa yang kau lakukan bocah sialan ! kau menggangu tidurku" teriak bushin Jiraiya sambil menunjuk-nunjuk Naruto dengan penuh rasa kesal, namun pemuda yang menjadi objek kemarahannya hanya bergumam 'hn' menanggapi teriakan dari sannin katak itu.
Tiruan Jiraiya itu hanya menghela nafasnya pasrah, melihat sifat muridnya yang terkesan dingin itu "haahh... ada apa ? apa kau sudah bisa memecahkan balon air tersebut ?" tanya bunshin Jiraiya.
Naruto menggeleng pelan "hn. Aku mau kau menunjukkan sekali lagi caramu memecahkan balon air tersebut. Aku merasa ada yang janggal dari hal tersebut" ucap Naruto dengan nada monoton sambil mendekap kedua tangannya di depan dada.
Bunshin itu tampak menghela nafasnya 'lagi'. Tak ingin berlama-lama untuk berdebat dengan pemuda kuning itu, pria paruh baya tersebut segera mengambil satu balon air yang berada di kantong belanjaan tadi.
"perhatikan dengan baik" instruksi Jiraiya.
Naruto tampak menatap serius kearahnya yang sudah memegang balon di telapak tangannya. Tampak matanya sudah berubah menjadi rinnegan.
Bunshin Jiraiya tampak memicingkan matanya melihat perubahan dari mata Naruto 'ho ! jadi itu yang ingin dia lakukan, melihat perputaran chakra yang berada di dalam balon ini' batin pria berambut putih itu sambil menyeringai.
'hn. Seperti yang aku duga, perputaran chakra di dalam balon itu acak-acakan sehingga mampu memecahkan balon tersebut.' Pikir Naruto lalu memejamkan matanya lagi menonaktifkan kembali rinnegannya.
Naruto berjalan kearah kantong belanjaan yang berisi balon air itu lalu mengambil satu. Pemuda tersebut kembali mencoba memecahkan balon di tangannya, seperti yang di lakukan oleh bunshin Jiraiya. Perlahan permukaan balon itu bergerak-gerak seperti terkena guncangan dari dalam.
Semakin lama tusukan itu semakin banyak dan mengakibatkan balon air itu pecah.
"Pyaarrr !"
Bunshin Jiraiya tampak menyeringai ke arah Naruto "ho ! tampaknya kau sudah mengerti kuncinya gaki ?" tanya Jiraiya sambil berkacak pinggang.
"hn. Begitulah, saat aku mencoba memecahkan balon tersebut. Aku memutar chakraku satu arah saja sehingga hanya membuat lubang di balon air itu. Tapi aku teringat dengan apa yang kau tunjukkan padaku saat kau mempraktekkannya pertama kali tadi.
Chakra yang kau putar seperti acak-acakan. Namun aku masih kurang yakin, jadi aku memintamu untuk menunjukkannya lagi" ucap Naruto panjang lebar menjelaskan apa yang sudah dia dapatkan dari penjelasan dari Jiraiya tadi.
Bunshin Jiraiya menganggukkan kepalanya "baiklah, latihan hari ini cukup sampai disini saja. Sebaiknya kita kembali ketempat awal tadi" ucap tiruan Jiraiya itu lalu berjalan ke tempat mereka sebelum berpisah.
...
Sasuke yang sebelumnya berlatih untuk mengendalikan control chakranya untuk berlatih chidoritahap selanjutnya tampak bersandar di sebuah pohon di tempat mereka sebelum berpisah. Tampak dua orang berbeda usia tengah berjalan kearahnya.
"yo Teme !" sapa pemuda berambut pirang sambil memajukan kepalan tangannya kearah pemuda berambut raven tersebut.
Pemuda bermarga Uchiha itu hanya bergumam 'hn' namun dia membalas tos yang sudah biasa dia lakukan dengan sahabatnya tersebut.
"bagaimana latihannya ?" tanya bunshin Jiraiya yang bersama Sasuke.
"berjalan dengan baik, bagaimana dengannya ?" balas bunshin Jiraiya yang bersama Naruto.
"dia sudah mampu menngontrol pengeluaran chakranya dan bisa membuat jutsu lebih berbahaya. Mungkin beberapa hari kedepan dia sudah bisa berlatih chidoriyang tengah di rencanakan bos" balas bunshin yang bersama Sasuke.
Tiruan yang bersama Naruto hanya mengangguk "hm.. tampaknya kita harus kembali" ucapnya saat melihat Jiraiya asli tengah berjalan kearah mereka.
.
.
.
.
Sudah satu minggu Naruto dan Sasuke menjalani latihan bersama Jiraiya di luar desa. Saat ini Naruto sudah mampu menguasai rasenganwalau masih belum sempurna bentuknya, sehingga dia harus membuat kage bunshin untuk membantunya menyeimbangkan chakra padat tersebut.
Dan untuk Sasuke, dia sudah membuat satu variasi dari chidori dimana pengguna akan membuat percikan listrikyang terkumpul di tangan dan berguna untuk serangan jarak menengah sampai jauh. Sasuke menamainya dengan chidori eiso, dimana chidoritersebut di manipulasi sehingga dapat memanjang.
Sasuke membutuhkan konsentrasi dan control chakra yang bagus, sehingga dapat memanjangkan dan memadatkan chidorieiso itu.
...
Saat ini Jiraiya dan kedua muridnya berada di sebuah restoran bersama dengan Tsunade dan asistennya, Shizune. Sesuai janji mereka akan bertemu kembali seminggu setelah pertemuan awal mereka, untuk mendengar keputusan Tsunade apakah bersedia menjadi Hokage atau tidak.
Suasana di tempat pertemuan itu tampak sedikit tegang, pasalnya kedua pihak masih belum bicara sama sekali. Tampak jiraiya yang sudah bosan dengan situasi saat ini lalu menatap cucu Shodaime Hokage tersebut "jadi, bagaimana keputusanmu Tsunade ?" tanya pria berambut putih itu.
Tsunade terlihat masih diam dan menundukkan kepalanya, wanita itu teringat dengan kenangan-kenangan tentang mantan kekasihnya Dan Kato serta adiknya Nawaki yang bercita-cita menjadi Hokage. Namun mereka berdua tewas mengenaskan.
Tsunade mengangkat kepalanya menatap Jiraiya "jika aku menolak, apa yang terjadi ?" tanya Tsunade.
Naruto mengakat sebelah alisnya, mendengar pertanyaan dari wanita berambut pirang pucat tersebut.
Tatapan Jiraiya menajam kearah Tsunade "terpaksa kami menjadikanmu sebagai missing-nin karena meninggalkan desa. Dan aku akan menyeretmu pulang untuk ditahan" ucap Jiraiya dengan nada serius.
Wanita bersurai pirang pucat itu langsung berdiri dari tempat duduknya "Tsunade-sama..." Shizune menatap shishounya itu dengan raut khawatir.
"baiklah jika itu maumu, jika kau bisa mengalahkanku aku akan ikut denganmu pulang ke desa dan menerima jabatan sebagai Hokage... tapi-" Tsunade memberi jeda sejenak "jika aku yang menang... akan ku pastikan kau tidak akan bangun lagi setelah ini" lanjutnya.
Jiraiya tampak menyeringai dengan ucapan mantan rekan se-timnya dulu "hee ! bukan aku yang kau lawan tapi mereka" ucap Jiraiya sambil menunjuk kedua muridnya yang diam saja sejak tadi.
Naruto dan Sasuke mengernyitkan dahi mereka "hei, ero-oyaji apa maksudmu menyuruh kami melawan nenek tua ini seenakmu hah ?" ucap Naruto sedikit kesal dengan tingkah Jiraiya yang memutuskan suatu hal secara mendadak dan seenak jidatnya. Sasuke menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan sahabat pirangnya itu.
"hn."
Tsunade yang mendengar dirinya di ejek nenek tua oleh Naruto tentu saja tidak terima "apa yang kau katakan bocah tengik !" ucap Tsunade sedikit berteriak sambil memandang tajam pemuda Uzumaki tersebut.
"nenek tua"
"cih ! awas kau akan kuhabisi kau disini" ucap Tsunade berusaha menerjang pemuda keturunan Uzumaki itu, namun sebelum aksinya dia lakukan tubuhnya tiba-tiba tak bisa digerakkan.
"fuinjutsu : kage kunai fuin... sukses" ucap Naruto menyeringai sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Tampak ketiga orang dewasa di sana membulatkan matanya.
Tsunade menatap tajam pemuda berambut pirang di depannya itu "a-apa yang kau lakukan bocah !?"
"hehehe... hanya menjinakkan nenek tua yang tengah mengamuk..." ucap Naruto kian melebarkan seringaiannya.
"bagaimana kau melakukannya Gaki ?" tanya Jiraiya menoleh ke arah Naruto.
Naruto hanya menunjuk kearah bawah Tsunade, tepatnya kunai yang menancap tepat di bayangannya "itu adalah kunai khusus milikku yang sudah aku modifikasi sehingga bisa menyegel pergerakan lawan, dengan kunai tersebut sebagai perantaranya" ucap Naruto menjelaskan apa yang terjadi.
Ketiga orang dewasa itu melirik kebawah tempat Tsunade berdiri, tampak sebuah kunai dengan sebuah mantra fuin menancap di bayangan wanita berambut pirang tersebut. Dan fuin tersebut menyebar seperti mengikat bayangan milik Tsunade.
Jiraiya kagum dengan murid pirangnya tersebut 'dia membuat kunai yang mampu mengikat banyangan ? seperti kagemane milik klan Nara saja, sungguh hebat' batin Jiraiya terkagum. "kapan kau menancapkan kunai itu ?" tanyanya.
"hn. Sejak awal aku sudah menancapkannya, berjaga-jaga bila terjadi seperti ini" jawab Naruto sambil melipat kedua lengannya.
Tsunade tampak mendengus mendengar pengakuan kepala pirang tersebut, wanita itu memicingkan matanya melihat Naurto 'huh ! licik sekali bocah ini'.
"baiklah bisa kau lepaskan ikatan itu Naruto ? kalian berdua harus menghadapi Tsunade setelah ini" ucap Jiraiya dengan tampang soknya.
Sasuke mendengus keras mendengar ucapan atau perintah dari sannin katak itu "huh ! ingatkan aku untuk membakarnya dengan amaterasuku Dobe" ucap pemuda raven itu.
Naruto menyeringai menanggapi ucapan partnernya itu "baiklah, lagi pula kita juga butuh seseorang untuk mencoba jutsu baru kita Teme... jadi kapan, kita melakukannya ne~ oyaji ?" ucap Naruto sambil menatap Jiraiya dengan tampang mengerikan.
Glukk !
Jiraiya menelan kasar ludahnya, melihat tatapan horror dari Naruto "hahaha... santai saja Naruto... jangan memandangku dengan tatapan seperti itu..." ucap Jiraiya dengan nada gugup yang jelas terdengar oleh keempat orang disana.
"memalukan sekali kau Jiraiya..." ucap Tsunade sinis.
"kau belum tau kekuatan mereka berdua, Tsunade..." ucap Jiraiya sambil menggaruk belakang kepalanya yang memang gatal.
"cepat kita selesaikan masalah ini, aku ingin segera berendam dengan air hangat" ucap Naruto disertai mulutnya membuka lebar mengambil oksigen sebanyak-banyaknya. Muncul kedutan dikepala Tsunade melihat perilaku tidak sopan dari Naruto.
"anak ini benar-benar harus di beri pelajaran..." geram Tsunade mengepalkan tangannya kuat. Shizune hanya tertawa gugup merasakan aura pekat yang menguar dari tubuh shishounya itu.
...
Setelah perdebatan yang cukup panjang itu, kelima orang tadi saat ini tengah berada di tempat latihan Naruto dan Sasuke biasanya, tampak Tsunade berdiri berhadapan dengan kedua murid Jiraiya tersebut.
Tampak dikejauhan Jiraiya menatap ketiga orang itu dengan senyum di wajahnya, sementara wanita berambut hitam sebahu di sebelahnya menatap cemas ke arah kedua pemuda yang tengah berhadapan dengan shishounya. Dia tau bagaimana kekuatan human strength milik wanita berambut pirang itu.
Jiraiya yang melihat wajah cemas Shizune tersenyum lalu memandang kedua muridnya itu "kau jangan cemaskan mereka" ucap Jiraiya.
Shizune menatap pria berambut putih itu "tapi..."
"mereka berdua itu hebat, mereka bahkan bisa menyudutkan Orochimaru. Bahkan mereka bisa membunuhku dengan mudah saat kami latihan pertama kali" ucap Jiraiya tanpa mengalihkan pandangannya dari tempat ketiga orang yang berhadapan itu.
Shizune tampak membulatkan matanya mendengar cerita dari sannin katak itu "b-benarkah ?" tanya Shizune dan hanya di jawab dengan anggukan oleh Jiraiya. "kalau cerita anda benar, Tsunade-sama..."
"apa dia masih trauma dengan darah ?" tanya Jiraiya menolehkan kepalanya ke wanita itu.
Shizune menganggukkan pelan kepalanya sambil mengeratkan pelukannya pada tonton babi peliharaan Tsunade.
"untuk saat ini, kita hanya perlu melihat pertarungan mereka saja" ucap Jiraiya sambil bersidekap dada.
–Naruto Rikudou—
Tsunade menatap remeh kearah kedua pemuda yang tengah berada di depannya tersebut "heh ! kau tak akan bisa mengalahkanku bocah !" ucap Tsunade seraya meletakkan kedua tangannya di pinggang.
"kau meremehkan kami Nenek tua, persiapkan dirimu Nenek..." ucap Naruto menarik katananya yang berada dibelakang punggungnya. "aku maju dulu Sasuke, kau pelajari dulu bagaimana gaya bertarung Nenek tua cerewet itu" lanjutnya lalu berlari menerjang wanita bergelar sannin tersebut.
Tsunade tersenyum mengejek kearah pemuda berambut pirang itu, karena dia maju tanpa mengetahui bagaimana kemampuan lawannya.
"heh ! kau tak sabaran ternyata Gaki !" ucap Tsunade di sela-sela pertarungannya dengan Naruto.
Pemuda yang berstatus sebagai jinchuriki Kyuubi itu hanya diam tak berniat membalas ucapan dari wanita itu. Naruto terus mengayunkan katananya kearah Tsunade, meskipun wanita bersurai pirang pucat itu hanya menghindar. Gerakan pemuda bermarga Uzumaki itu sangat indah jika di perhatikan lebih teliti lagi.
"apa kau hanya bisa menghindar terus dari tarianku Nenek tua ?"
Tsunade mendengus mendengar ejekan yang terlontar dari mulut Naruto, namun tak lama seringai tercetak di wajah mulusnya itu "heh ! baiklah jika itu maumu Gaki"
Trannkk !
Tsunade menangkis sabetan katana Naruto yang mengarah ke lehernya, wanita itu segera melompat mundur untuk mengambil ancang-ancang agar bisa menyerang balik murid blonde Jiraiya itu. Wanita keturunan Senju itu memfokuskan chakranya ke kepalan tangannya.
Sasuke yang mengobservasi pertarungan antara Naruto dan Tsunade sejak tadi sedikit membulatkan mata sharingannya ketika melihat chakra dengan kapasitas cukup besar terkumpul di telapak tangan Tsunade.
"menyingkir dari sana Dobe !" teriak pemuda Uchiha itu.
Naruto yang mendengar teriakan dari Sasuke, melirikkan matanya sebentar kearah pemuda bermarga Uchiha itu. Namun terlambat, sedetik kemudian sebuah pukulan mengenai perutnya dengan telak.
"UAAAGGHHH !"
Wuusshhh ! BLAAARRR !
Tubuh Naruto terlempar cukup jauh akibat pukulan superhuman strenghtmilik Tsunade. Tubuh pemuda itu terlempar kebelakang dan menabrak sebuah batu yang hancur akibat kuatnya tabrakan yang diterima.
"uhh... pasti sakit sekali itu..." ucap Jiraiya dengan wajah prihatin melihat anak dari Yondaime Hokage yang terkena pukulan super Tsunade.
Shizune memandang kasihan kearah pemuda berambut pirang itu "apa sebaiknya kita hentikan saja pertarungan ini Jiraiya-sama ?" tanya wanita berambut hitam itu pada sang Gamma sannin.
Jiraiya masih tak mengalihkan pandangannya dari tempat pertarungan itu "ini baru saja mulai, tenang saja. Kau masih belum melihat kekuatan dari kedua muridku" ucap Jiraiya tanpa rasa khawatir sedikitpun.
...
Sasuke segera menghampiri tubuh Naruto yang terkapar setelah terkena serangan dari Tsunade. Tampak pemuda berambut pirang itu memuntahkan darah dari mulutnya.
"ughh- p-puku-lannya ku-at se-kali... le-bih k-kuat d-dari Sa-kura..." ucap Naruto terbata sambil menyeka darah yang keluar dari mulutnya.
Sasuke membantu sahabatnya itu untuk kembali berdiri "hn. Kau terlalu ceroboh" ucap Sasuke.
Naruto mendelik tajam kearah pemuda berambut raven itu "kau berteriak padaku tadi Bodoh ! jadi aku tidak melihat pergerakannya" umpat Naruto kesal lalu memejamkan matanya.
"Kurama apa kau sudah menyembuhkan oragan dalamku yang terkena pukulan tadi ?" tanya Naruto pada seekor rubah bewarna orange yang berada dibalik jeruji besi di depannya itu.
"hn. Sudah tapi tunggu beberapa menit lagi sampai kau benar-benar pulih. Sebaiknya kau menjaga jarak dari wanita itu agar tidak terkena serangan seperti tadi lagi" balas Kurama yang merupakan nama asli dari Kyuubi no Youko.
"hn. Arigatou Kurama..."
Kurama mendengus mendengar ucapan terima kasih dari hostnya itu "huh ! jangan berterima kasih, itu terdengar aneh bagiku. Apalagi kita sudah menjadi partner Baka !"
Naruto tampak sweetdrop mendengar makian dari rubah orange itu 'padahal akukan Cuma berterima kasih... apa salahnya ?. dasar rubah aneh !' batin Naruto.
"grrr... aku dengar itu bodoh !" ucap Kurama menggeram.
Naruto hanya tertawa garing mendengar geraman marah dari bijuu ekor sembilan tersebut "hahaha... b-baiklah kalau begitu aku pergi dulu jaa~" ucapnya sedikit gugup.
"hn."
...
Setelah beberapa menit memulihkan kondisinya, Naruto kembali membuka matanya 'hn. Sudah lebih baik...' pikirnya. Naruto lalu melihat kedepan, tampak Sasuke yang tengah bertarung dengan wanita Senju tersebut.
'Katon : Cho Goukakyū no Jutsu' Sasuke menembakkan bola api dengan ukuran yang tiga kali lebih besar dari yang biasanya.
Ditempat penonton tampak Jiraiya tersenyum melihat hasil latihan Sasuke berhasil .
Tsunade sedikit membulatkan matanya melihat bola api mengarah kepadanya, dengan cepat wanita itu meninju tanah di bawahnya mengakibatkan tanah itu naik dan menjadi dinding agar dirinya tidak terkena serangan yang di keluarkan oleh Sasuke.
TAP !
Sasuke melirikkan matanya ke samping, tampak Naruto sudah berdiri di sampingnya dengan keadaan yang sudah jauh lebih baik dari pada tadi. Sasuke tersenyum simpul melihat rencananya untuk mengulur waktu sehingga Naruto sudah pulih dari serangan Tsunade berhasil.
"hn. Tampaknya kau sudah sehat Dobe ?" tanya Sasuke dengan nada yang terdengar mengejek.
Naruto hanya mendengus tidak ingin menanggapi ocehan dari partnernya itu "jadi, apa yang kau dapatkan Teme ?" tanya Naruto melihat pemuda Uchiha itu melalui ekor matanya.
"hn. Dia kurang dari segi kecepatan, dan terlebih lagi dia pengguna taijutsu. Namun ninjutsu medisnya sangat hebat, dia mampu memulihkan luka yang dia terima dengan cepat" ucap Sasuke memberikan hasil analisisnya mengenai kekuatan Tsunade.
"tak mengherankan, jika dia di juluki dengan ninja medis terhebat di dunia" ucap Naruto. Sasuke hanya menganggukkan kepalanya, setuju.
"jadi, apa rencanamu ?" tanya Naruto.
Sasuke tampak menggeratkan pegangannya pada gagang kusanaginya "hn. Alihkan perhatiannya, dengan kecepatanmu. Akan ku bereskan dia dengan chidori eisho"
"pamer jurus baru eh ! padahal aku juga ingin mencoba rasenganku" ucap Naruto sedikit mendengus sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"cih ! lakukan saja Dobe"
"ha'i-ha'i Teme-sama..." balas Naruto lalu membuat segel tangan "kage bunshin no jutsu"
.
.
.
.
To Be Continued
...
