Author : Maaf banget ya lama update! Soalnya lagi kosong ide ditambah try out lagi!

Clara : Yeeey! Debut di fic author!

Author : Bisa dibilang fic ini 'Vocaloid characters gathering' aka semua karakter vocaloid muncul, baik jadi karakter cerita maupun hanya disebut!

Clara : Bruno juga ikut!

Author : Kan author akan muat-muatin sebanyak-banyaknya karakter vocaloid!


Disclaimer : Semua Vocaloid punya pengembang masing-masing!

Warning : Apa? Mungkin bakalan sering ke luar negeri semenjak chapter ini!


Seperti janji kemarin, Kiyoteru diperkenalkan kepada para anggota dalam tim Gakupo. Kiyoteru mulai memainkan kacamata yang tergantung di wajah dikarenakan perasaan canggung. Miki mendorong kursi roda lagi namun kali ini tidak ditemani Piko karena si laki-laki berambut platinum blonde sedang ada tugas dari Gakupo.

Setelah mereka berjalan beberapa menit, sampailah di depan pintu sebuah ruangan. Pintu di dorong Gakupo dan dengan senyuman seolah memberi aba-aba untuk masuk, Kiyoteru di dorong Miki. Di dalam ruangan ia bisa melihat beberapa orang dengan bermacam-macam warna rambut. Ia juga mengenali beberapa diantaranya.

"Hai semuanya! Kita punya anggota baru walaupun tidak resmi!" Gakupo berteriak, pintu ditutup olehnya dengan lembut.

Seketika saja ruangan diisi oleh beberapa orang menjadi hening dan pandangan tertuju ke arah Gakupo, Miki dan Kiyoteru. Kiyoteru jadi merasa tidak enak sedangkan kedua orang menunjukkan ekspresi netral dan senyuman. Ia hanya tersenyum terpaksa.

"Nah, mungkin ada yang ingat minggu-minggu kemarin-"

DOR

Belum selesai Gakupo bicara, Kiyoteru sudah merinding tidak karuan dan tidak berada di posisi dimana ia tadi. Ia memang di dorong Miki dengan cepat agar terhindar dari tembakan seseorang tidak berperasaan. Gakupo sudah menatap tajam si penembak sedangkan Leon terlambat menahannnya. Kaito juga sudah sangat khawatir.

Si penembak berambut warna merah muda. Sebuah silver maiden masih diacungkan.

"Untuk apa makhluk rendahan itu datang ke tempat ini!?" suara berat yang khas memecah kehingan.

"Yuuma-kun, bisakah kau tahan tempermu itu!? Senjata Silver Maiden tidak boleh dipergunakan untuk sembarangan!" Gakupo membentak, ia tidak berkedip sama sekali.

"Sembarangan katamu? Dia itu musuh kita, musuh manusia! Apa kau lupa atau bodoh, Gakupo!?"

"Apa kau tidak melihat siapa dia sebenarnya! Tatap dengan benar!"

Yuuma menatap kembali Kiyoteru kali ini lebih cermat. Walaupun sekarang emosi mulai mereda, tatapannya masih menunjukkan ke tidaksukaan sama sekali dengan anggota baru. Kiyoteru juga sekarang mulai tenang walaupun nafasnya masih sedikit tidak beraturan.

"Perbedaanmu dengan makluk kurang ajar itu hanya pada mata, kan? Tetap saja dia adalah dirimu!"

Mendengar penjelasan tersebut, Kiyoteru anehnya merasa sedikit pusing dan berakhir menundukkan kepala sebentar. Setelah mendongak lagi, ia ingin membela dirinya namun diurungkan. Gakupo maju untuk mengambil alih keadaan dan melakukan apa tujuan awal. Kiyoteru di dorong sehingga berada di tengah depan. Ia menebar senyuman dan memegang kedua bahu Kiyoteru.

"Nah, seperti yang ingin kukatakan tadi sebelum terjadi insiden… ada anggota baru tapi tidak resmi. Namanya Kiyoteru Hiyama, seorang guru dengan masalah kompleks dan kujamin tidak ada yang menginginkan masalah tersebut membesar. Hmm… selain itu, salah satu tujuan dibentuknya asosiasi ini berkaitan dengan masalah tersebut. Oh, ia juga seorang vokalis Ice Mountain yang sedang naik daun, kalian pasti tahu nama panggungnya Teru"

Bisikan terdengar diantara orang-orang yang hadir.

"Eh? Yang kutahu Kiyoteru Hiyama itu guru Matematikaku… TIDAK MUNGKIN PENYANYI BERNAMA TERU!" teriakan tidak percaya dikeluarkan oleh seorang perempuan berambut ungu muda.

Kiyoteru menunduk malu, sebenarnya mukanya mulai ada rona merah juga.

"Benar, Yuzuki-chan~ dia gurumu itu!"

"Dia juga vessel Adam kan? Kutebak ada 'dia' disana, bukan? Aku masih dendam padanya karena merobek buku sihirku."

Seketika semua orang memperhatikan Yukari, tatapan aneh ditujukan pada si gadis yang sebenarnya anggota baru juga. Leon malah menepuk dahi, Miriam hanya geleng-geleng kepala sedangkan Lola menatap dengan wajah tertarik. Mungkin Lola hanya ingin tahu apa yang akan terjadi nanti.

"Oh, ya! Aku masih ingin protes! Ia seharusnya mengganti buku tersebut!"

"Tapi buku sihir hanya bisa dibeli di tempat khusus, kasian Hiyama-san… dia hanya terlibat masalah karena sisi lainnya, oke?" Gakupo hanya bisa sweat drop mendengar protes tidak penting.

"Ngggak! Pokoknya aku ingin bertemu dan kalau bisa bertarung secara duel dengan si orang menyebalkan itu! Ia bahkan menggodaku saat itu! Kalau tidak ada buku tersebut nanti bagaimana kalau Yukari bertarung!?"

"Kumohon jangan tantang dia karena dijamin akan-"

Perkataan Leon terpotong dengan pintu terbuka dengan keras. Seseorang bertubuh pendek dengan tergopoh-gopoh membawa beberapa berkas ditambah sebuah tas punggung berisi laptop. Ekspresi kesal terpampang dengan jelas di wajah. Ia pun menaruh berkas-berkas dengan kasar sehingga ada beberapa bagian berterbangan.

"Kau, Kepala Terong! Memintaku mencari asal-usul sekaligus berkaitan dengan makhluk tidak jelas tentangnya bernama Adam dan Judgment Day tanpa menjelaskan terlebih dahulu kalau kedua masalah yang berkaitan tersebut sudah ada sejak dulu! Lihatlah yang kutemukan! Dari internet sampai buku sebanyak ini! Berat tahu!"

Gakupo justru nyengir tanpa dosa, "maafkan aku Piko… habis informasi tentang dia minim diketahui secara umum. Tapi, yang kuminta yaitu beberapa peninggalan berhubungan dengan Judgment Day ada bukan?"

"Ya, peninggalan paling tertua ada di Spanyol."

Piko memilih untuk berdiri di samping Yuuma. Laki-laki dengan temper tinggi itu memang bersahabat dengan salah satu informan handal di asosiasi.

"Nah, Hiyama-san! Perempuan yang mendorongmu namanya Miki. Laki-laki pendek dengan tumpukan berkas tadi namanya Piko. Lalu yang penembak tanpa perasaan itu Yuuma. Gadis yang masih ingin protes sama sisi lainmu bernama Yukari Yuzuki. Di sampingnya perempuan berambut panjang dengan bando namanya Zunko Tohoku. Lalu ada Kaito-kun! Oh, tidak lupa trio tertua alias Miriam, Leon, dan Lola. Oh, aku juga lupa! Perempuan disamping Zunko-san adalah Mizki"

Kiyoteru memperhatikan satu-persatu wajah yang asing baginya. Beberapa melempar senyum, ada yang hanya sekedar menundukkan badan bahkan sampai melambaikan tangan. Kiyoteru tersenyum dan ia membungkukkan badan.

"Salam kenal semuanya, semoga kita bisa bekerja sama."

Semuanya bubar kecuali beberapa anggota dan diantaranya ada urusan dengan Gakupo atau masih penasaran dengan Kiyoteru. Sekarang Gakupo sedang membaca beberapa lembar kertas. Piko malah sibuk berdebat dengan Miki lagi. Mizki dan Zunko sedang bertanya kepada Kiyoteru walaupun terlihat sekali suasana canggung diantara mereka. Leon, Lola dan Miriam sibuk melakukan hal yang sama dengan Gakupo.

"Woah, tanda-tanda mencurigakan yang berhubungan dengan Judgment Day sampai ada di Amerika Serikat? Aku ingin kesana!" Lola sudah bersemangat duluan.

"Tapi tujuan kita tidak kesana, mungkin ke beberapa tempat di Eropa. Umm… Hiyama-kun pasti punya rekomendasi, kan?" Gakupo tidak melepas tatapannya dari berkas yang dibaca.

"Tentu saja, Kamui… san"

Semua orang dengan cepat memperhatikan Kiyoteru yang memanggil Gakupo dengan nada berbeda. Terlihatlah Kiyoteru sedang memainkan kacamata di tangan, ia sudah melepas alat bantu melihat miliknya walaupun memercikkan listrik. Tidak lupa juga kedua tangan sudah tergulung.

"Tapi sejak kapan…?"

"Sa-saat Leon-san membaca dan Miriam-san sama Lola-san bicara ia sedang menggulung lengan kemeja" Zunko mencoba menjelaskan.

Gakupo justru tersenyum lebar, "kalian tidak peka sih, tapi Teru-kun sudah seperti ini sejak masih ada yang lainnya lho! Masih ingat setelah Yuuma sadar kalau guru Matematika dan si makhluk menyebalkan berbeda? Kiyoteru langsung menundukkan kepala, benar bukan? Nah, saat itulah ia berganti~"

"Aku berhasil menipu kalian, ya?" ia tertawa kecil.

"Oh aku lupa! Kuharap kita sudah mempersiapkan orang yang akan menjadi penerjemah bahasa asing. Terutama bahasa Spanyol!"

"Spanyol? Berarti ke Spanyol? Memangnya ada apa di sana? Lalu bagaimana bisa kau yakin kalau informasi tentang semuanya ada di sana?"

"Instingku mengatakan begitu, Miriam-san"

"…"

"Yah… lagipula menurut informasi yang didapatkan, peninggalan tertua ada si Spanyol jadi aku bertaruh kalau di sana ada"

Gakupo meletakkan berkas yang sedang dibaca, "baiklah… mari mempersiapkan semuanya dari sekarang! Dan Teru-kun, berarti penjelasan panjangku sia-sia ya?"

"Tenang saja, aku bisa membagikan ingatanku walaupun itu akan membuat badan Kiyo kelelahan lagi"

Kiyoteru berdiri dari kursi roda, orang-orang di ruangan hanya memandang dengan khawaitr.

"Tenang saja, badanku sudah fit lagi."

Butuh waktu seminggu mereka mempersiapkan perlengkapan untuk pergi ke Spanyol. Untung saja mereka dipermudah dalam masalah administrasi karena meman permasalahan tentang Judgment Day setiap pemerintah di dunia sudah mengetahui hanya saja tidak disebarluaskan. Dan masalah bahasa ternyata sudah diatasi oleh Miki yang memiliki kenalan di sana bernama Bruno dan Clara.

Seluruh tim ikut, ini juga atas saran Kiyoteru dikarenakan mereka sudah mengetahui siapa vessel penampung dirinya jadi besar kemungkinan ia akan diserang. Yuuma bermuka masam karena dipaksa untuk ikut. Lola malah terlihat ingin berlibur, kacamata hitam sudah bertengger di batang hidung. Bawaan berupa koper tiga buah sudah bertumpuk dengan rapi.

Sebenarnya trio orang Inggris berpakaian paling kasual sendiri dibandingkan orang-orang Jepang. Yah, ketiganya memang susah menghilangkan kebiasaan memakai pakaian ala orang Eropa ketika pergi ke luar negeri terutama ke tempat yang lebih panas. Para anggota tim sebenarnya tidak menyangka kalau Leon akan memakai pakaian berupa kaos polo dengan celana jeans, biasanya ia selalu berpakaian professional. Jadi, bisa dikatakan sekarang adalah pemandangan langka.

Kiyoteru sempat diperhatikan oleh beberapa calon penumpang pesawat, mungkin mereka sadar kalau diantara orang-orang tidak dikenal ada salah satu artis. Ia bahkan sempat dimintai tanda tangan oleh beberapa orang. Mau tidak mau ia melakukannya.

Miki dan Piko sudah sibuk dengan gadget mereka sendiri. Terlihat dengan jelas kalau kedua orang tersebut sedang ber-selfie dan Kiyoteru menebak hasil berfoto akan diunggah ke jejaring social. Ia hanya menggelengkan kepala.

Setelah beberapa menit melewari pemindaian barang sekaligus persiapan akan terbang, mereka akhirnya lepas landas meninggal tanah negeri bunga Sakura. Dengan cepat Leon tertidur pulas. Ketika pesawat makin terbang tinggi, mereka mulai sibuk dengan kegiatan masing-masing. Perjalanan beberapa jam ini akan membosankan bagi Kiyoteru.

Beberapa jam telah terlewat, bandara Madrid-Barajas sudah terlihat lewat jendela pesawat. Kiyoteru tersenyum, pada akhirnya setelah menghabiskan waktu berjam-jam diatas angin, kedua kaki akan kembali menyentuh tanah. Rombongan tersebut ternyata telah disambut dua orang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Yang laki-laki memakai topi.

"Maaf ya menyusahkanmu, kudengar kau sampai membayarkan bis kami. Nanti diganti kok!" Miki sudah tersenyum, laki-laki bertopi hanya menggeleng.

"Ah, tidak apa-apa… bukan masalah kok! Sebenarnya tidak perlu diganti, toh tidak menghabiskan gaji kami."

Kiyoteru ikut mendekat, ia jadi tertarik karena laki-laki bertopi ternyata berbahasa Jepang dengan fasih.

"Memangnya pekerjaan kalian apa?"

"Penyanyi, Bruno merangkap sebagai aktor" sekarang si gadis berambut pendek yang datang dengan laki-laki bertopi ikut bicara.

Kiyoteru hanya tersenyum, "tidak aneh."

Ketika Miki dan Kiyoteru sibuk mengobrol dengan orang Spanyol yang membantu mereka, rombongan asosiasi sibuk dengan barang bawaan. Ketiga orang Inggris terlihat senang dapat pergi ke Spanyol.

"Ah, pulang kampung ke Eropa~ walaupun nggak ke Inggris tetap saja menginjakkan kaki lagi ke Eropa! Kalau sempat, balik ke Inggris yuk!" Lola mengutarakan ide, Leon dan Miriam hanya tersenyum.

"Ide bagus, tapi kalau sempat Lola. Aku jadi rindu dengan dengan tempat asalku" Leon memakai kacamata hitamnya, ia melihat ke sekeliling.

Hanya berselang beberapa menit, kelompok kecil tersebut sudah membawa bawaan masing-masing. Bisa sudah menunggu manis di luar bandara. Setelah semua naik, Gakupo memberitahukan tujuan mereka kepada dua kenalan Miki. Si laki-laki Spanyol langsung mengobrol dengan supir. Mungkin tentang masalah tujuan akhir.

"Oh, Miki! Kalian serombongan ini ingin ke mana? Melihat isinya orang asing pasti ingin berwisata di Spanyol! Memang sih Spanyol itu salah satu tujuan wisata di Eropa" perempuan berambut pendek langsung duduk di samping Miki yang kebetulan tidak ditempati siapapun.

"Sayangnya bukan Clara, bahkan kami tidak tahu akan ke mana"

"Eh?"

"Yah, soalnya informasi yang di dapat minim"

"Mungkin kami bisa membantu?"

"Menurut informasi yang kami dapat, tempat tersebut sebenarnya memiliki populasi terendah di Spanyol"

Clara menopang dagu, ia terlihat mencoba mengingat sesuatu. Saat pikirannya menemukan apa yang diinat, wajahnya langsung berseri-seri.

"Oh! Galicia! Provinsi Galicia adalah paling terendah populasinya sekaligus terindah! Di sana juga tersebar kota-kota kecil pasti itu tempat yang kalian maksud"

"Galicia?"

"Yup!"

Gakupo yang mendengar penjelasan perempuan Spanyol langsung meminta Piko mencari beberapa hal tentang Galicia. Si laki-laki berambut putih langsung memainkan jemarinya pada gadget yang dibawa. Miki masih bertanya tentang Spanyol. Kiyoteru menatap keluar jendela, entah kenapa perasaannya menjadi tidak nyaman mendengar tempat dengan jumlah penduduk kecil.


Author note

Mulai dari chapter ini author bener-bener semangat! Kenapa? Karena mulai saat ini bakalan banyak cari referensi. Bahkan provinsi Galicia ini setelah empat hari muter-muter internet dan untungnya ketemu! Jadi perjuangannya berat tapi asik nan seru! Semoga author bisa bikin fic yang nyari banyak referensi kayak begini lagi (Maklum, fans Hetalia jadi suka cari info-info negara dan wilayahnya)


Bruno : Ayyy Macarena!

Author : Kenapa nanyi lagu Macarena?

Bruno : Karena salah satu cover lagu saya ya… Macarena

Author : …*sweat drop* Oh! Terima kasih untuk yang baca, RnR sangat berarti bagi saya~