Chapter 20

Little Screet

CIA Agent

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pairing : SasuHina

Rated : T

Sudah sekitar lima hari masa kekosongan kasus semenjak aku mengetahui kalo Kimimaro adalah agen CIA dan juga aku diajak dinner bareng oleh Hinata. Rasanya cepa banget waktu berlalu sampai-sampai gak kerasa kalo dua hari lagi akan pensi besar-besaran sambil nginep semalam (khusus anak kelas dua) dan juga penandatanganan perjanjian antara Hyuuga Corp. dengan band Hebi.

"Sasuke...! Kau bisa ikut aku gak ?" Kata Kabuto sambil menatapku dengan tatapan tajam kearahku. Berbeda dengan Kimimaro, Kabuto lebih terbuka dalam menghadapi masalah. Aku tau kalo dia juga menyelidiki seseorang yang sama denganku sehingga mungkin aku lebih bisa berbagi dengannya.

"Yah...! Kau mau membicarakan hal rahasia ? Baikah" Kataku sambil berdiri dari tempat dudukku dan berjalan bersama dengan Kabuto yang berjalan disampingku menuju ke kantin.

"Mau ku traktir ?" Tanya Kabuto dengan senyuman ramahnya, beda dengan dia yang biasanya menyunggingkan senyuman dingin saat pertama kali melihatku.

"Yakin nih ?" Tanyaku dengan nada meragukan. Tak biasanya lho dia mentratktirku seperti ini.

"Yakin, sebagai detektif swasta aku yakin kau juga bisa mengalami saat-saat krisis ekonomi. Kalo aku kan ditanggung atasan" Kata Kabuto dengan wajah tergelak pelan mendengar ucapanku tersebut. Krisis ekonomi dia bilang ? Wah...! Hatiku terluka parah nih.

"Baiklah, aku bakso aja" Kataku sambil berjalan menuju sebuah meja kosong yang berada di pojokan kantin. Biasanya meja itu untuk anak-anak yang sedang pacaran, tapi kali ini aku tidak bermaksud untuk pacaran dengan Kabuto.

"Jadi, besok ada acara apa ? Kulihat para guru sibuk sekali rapat dan juga anak-anak OSIS yang sibuk berkeliaran sana-sini entah ngapain" Tanya Kabuto sambil duduk dengan tenang di depan kursiku.

"Yah...! Tak heran juga sih kalo kau curiga. Kalo aku belum tau pun aku pasti akan curiga juga" Sahutku sambil melirik malas kearah Kabuto. Dia tapak tersenyum ramah lagi.

"Sepertinya band Hebi ya" Yups...! Tepat seperti yang kuperkirakan. Dia pasti agen FBI yang sangat berbakat sehingga mampu menganalisis dengan sangat tepat.

Jika aku bilang kalo aku akan curiga bila aku tidak tau maka itu berarti aku sudah tahu dari awal. Jika aku sudah tahu dari awal maka kemungkinan yang paling mungkin adalah dobe yang memberitahuku dan membawanya pada kesimpulan tentang band Hebi. Itu sebenarnya mudah, tapi tepat seperti analisisku.

"Yah...! Begitulah, tapi kali ini akan sedikit berbeda. Kita akan menginap sampai esok hari" Kataku sambil menyandarkan punggungku kesandaran kursi yang ada di belakangku tersebut.

"Oh...! Atasanku mengatakan kalo ada agen CIA yang bertugas di Jepang. Katanya ada sekitar lima orang yang juga menyelidiki tentang dia. Rekanku diutus delapan orang termasuk aku untuk menyelidikinya, kau tau seberapa berbahayanya dia ?" Tanya Kabuto yang tampaknya mulai serius untuk membahas masalah itu. Kutelan ludahku dengan susah payah begitu mendengar pertanyaan Kabuto tersebut.

"Entah, aku juga belum tau apa tujuan dari dia. Jika aku sudah tau mestinya kupancing dia untuk melaksanakan tujuannya dan menangkapnya setelah beberapa menit umpanku ditarik" Kataku sambil mencoba untuk duduk tegak di depan Kabuto. Kabuto adalah agen FBI, aku harus menjaga sikap bila berhadapan dengannya agar tidak dicurigai.

"Oh...! Kau juga belum tau rupanya" Kata Kabuto sambil melipat tangannya dengan ekspresi tenang. Ekspresinya sama dengan ekspresiku begitu melihat kasus dan merasa tertarik dengan kode yang mungkin tidak terpecahkan.

"Yah...! Aku memang tidak mengerti apapun. Aku baru aja akan mengumpulkan informasi tentang mereka" Kataku dengan nada datar sambil melihat kesekitar kantin yang ramai.

"Baiklah, itadakimasu" Kata Kabuto dengan tenang ketika pesanannya yang nampaknya hanya berupa mie cup instan telah datang. Pesananku yang memang hanya berupa bakso pun sekarang sudah datang. Aku pun makan sambil sesekali mencuri pandang kearah Kabuto yang dengan tenang melahap mie cup miliknya.

Kuhidupkan hapeku di bawah mejaku dan mencari sesautu dengan menggunakan koneksi internet. Mataku membulat tak percaya begitu melihat apa yang tercantum di layar hapeku tersebut.

"Moshi-moshi" Kataku sambil menempelkan hape tersebut di telingaku dan berbicara melalui microphone.

"Ya...! Aku akan segera kesana, mungkin beberapa menit lagi" Kataku sambil melihat kearah arlojiku yang menempel di tanganku. Kabuto melirik kearahku di sela-sela acara makan mie cupnya.

"Ada apa, Sasuke-kun ?" Tanyanya dengan tatapan tajam kearahku.

"Website kita di hack seseorang. Sakura sebagai adminnya merasa ada yang kacau dengan databasenya. Kemungkinan besar database siswa yang di hack" Kataku sambil berpikir sejenak. Beberapa saat kemudian setelah kuhabiskan makananku aku pun berdiri dan kemudian langsung berjalan kearah lab komputer yang letaknya lumayan jauh dari kantin.

"Temui aku di lab jika kau penasaran dengan apa yang akan terjadi" Kataku sambil melambaikan tanganku tanpa melihat kearah Kabuto. Meski sempat kulirik dia sekilas sedang menatapku dengan tatapan tajamnya.

Baiklah, bila aku tak salah maka...

Kumasukkan tanganku kedalam saku dan kutulis sms tanpa melihat hape sedikit pun.

"Kau juga belum bisa, Miyuki-chan ?" Kataku sambil melihat kearah layar komputer dimana ada banyak sekali tabel dengan jumlah cell dan juga jumlah baris yang banyak sekali.

"Sepertinya databasenya baik-baik aja, aku sudah periksa semuanya berkali-kali, tapi sepertinya database ini tetap. Hanya saja..." Ucapan Miyuki langsung kupotong ketika aku tahu kebenarannya.

"Hanya saja date modifiednya berubah menjadi beberapa hari yang lalu. Ini artinya database ini telah diubah, jika database ini tetap, maka kemungkinan besar date modifiednya sekitar sepuluh hari yang lalu saat aku baru masuk kedalam sekolah ini" Kataku menyimpulkan.

Kucoba utak-atik berbaris-baris kalimat yang tertera dalam layar komputer dengan latar belakang hitam tersebut. Kuteliti satu persatu tulisan yang muncul dalam barisan kalimat tersebut.

"Kuso...!" Pekikku begitu melihat sesuatu dilayar komputer tersebut. Miyuki dan Sakura tampak kaget juga mendengarku seperti itu.

"Ada apa, Sasuke-senpai ?" Tanya Miyuki dengan nada khawatir begitu mendengar kata-kata yang sangat tidak mengenakkan keluar dari mulutku.

"Dia tidak menggunakan SQL injection. Dia mengubah source code dari phpMyAdmin yang memang bisa di download source nya. Dia sudah mempersiapkannya sejak lama karena kutahu kalo source code phpMyAdmin sulit untuk dibaca. Berani taruhan dia menghabiskan berbulan-bulan untuk mempelajarinya secara intensif" Kataku sambil melihat kearah Miyuki.

"Kudengar source code PHP mungkin lebih sulit dibaca karena melibatkan banyak sekali output" Kata Miyuki dengan nada datar kearahku. Tunggu dulu...! Barusan dia bilang apa ? Kubuka kembali komputer tersebut dan melihat kearah website sekolah yang tampaknya lebih keren dari dugaanku.

"Kau benar" Gumamku dengan nada lirih kearah Miyuki dan Sakura yang sepertinya memandangku dengan tatapan aneh.

"Kau kenapa ayam ? Tidak biasanya kau begitu. Apa ada masalah dengan Hinata ?" Tanya Sakura sambil menatapku dengan pandangan kasihan. Siaaaallll...! Dalam situasi seperti ini ? Apa yang harus kulakukan ? Cepat berpikirlah, berpikirlah Sasuke. Aku akan segera menyelesaikannya meskipun ini bukanlah misiku.

"Websitemu tidak apa-apa, aku tidak akan memusingkannya. Mungkin cuma iseng atau kesalahan program, jadi aku angkat tangan" Kataku sambil berdiri dari kursi komputer dan berjalan keluar dengan wajah tertunduk. Sedetik kemudian kukembangkan seringaian seram diwajahku sambil berjalan menuju kedalam kelasku. Aku mendapatkanmu.

-0-

"Kau akan membongkarnya besok ?" Tanya dobe dengan wajah tak percaya padaku. Aku hanya menganggukkan kepalaku pelan mendengar ucapan dobe yang tampak tak percaya tersebut.

"Yah...! Kupikir cuma besok satu-satunya kesempatan yang ada buatku. Jadi mungkin besok aku harus mencapai tugas ganda antara Hinata dan juga organisasi menyebalkan itu" Kataku sambil merebahkan badanku diatas sofa didepan televisi.

"Kau yakin akan menuntaskannya ?" Tanya dobe yang tampaknya tetap tak percaya dengan ucapanku barusan. Kudesahkan nafasku kesal mendengar kekeraskepalaan dobe yang tampaknya tak terima bila aku harus memecahkan kasus ini sendirian.

"Dengar ya dobe, aku akan segera memecahkan kasus itu dan memporak-porandakkan organisasi itu seperti ramnit yang memporak-porandakan komputer atau silver bullet yang akan menembus jantung manusia serigala" Kataku dengan nada yakin sekali akan memporak-porandakan organisasi kelam itu.

"Kudengar kalo kau pernah dikuping cewek tak dikenal ? Apa itu artinya dia sudah mengetahui jati dirimu ?" Tanya dobe yang tampaknya masih belum mengubah ekspresinya dari ekspresi khawatir. Padahal dianya gak pernah ikut perang dingin macam ini. Jika aku gagal, dia gak akan mati kan ?

"Aku juga tau siapa dia. Jadi, mungkin dia sudah melaporkan semua tentangku dari informasi yang dia dapat. Jadi kupikir organisasinya tidak berkembang sebesar itu" Kataku sambil tetap tiduran dengan ekspresi tenang dan damai seolah besok tidak ada apa-apa.

"Kau bilang organisasi itu berkembang dengan cepat ?" Protes dobe ketika mendengar ketidakjelasanku. Yah...! Beberapa hari yang lalu aku kan bilang kalo organisasi itu berkembang cukup pesat pada dobe. Jelas aja dia bingung, orang aku jadi plin-plan kayak gini.

"Yah...! Kulihat dia mengirimkan dua orang elit miliknya. Jadi kukira dia cuma punya segelintir orang" Kataku sambil tetap santai.

"Darimana kau tau kalo mereka ada dua orang ?" Tanya dobe yang tampaknya malah tak mengerti ketika aku menjelaskan padanya. Aku mengangkat bahuku sejenak sambil menyalakan televisi gak tau apa yang akan aku tonton.

"Yah...! Aku mengumpulkan banyak informasi sebelum ini. Ketika ku gabungkan semua informasi yang kukumpulkan, aku tau bagaimana mereka akan menyergapku, mungkin saja" Kataku, terdengar tak yakin sih. Tapi kekuatan analisisku jika tanpa ada emosi terlibat akan mendekati 100%. Tapi yang ini beda ?

"Bagaimana dengan Hinata ?" Tanya dobe. Yups...! Kena dititik lemah. Aku tidak bisa membiarkan Hinata dalam bahaya. Bila analisisku benar, maka mereka pasti tau kalo Hinata adalah titik lemahku. Jika ini terjadi, mungkin Hinata akan berada dalam bahaya.

"Aku tidak mau mencampakkannya dalam bahaya. Bila aku berhasil menjalankan rencanaku dan membereskan mereka berdua, aku akan lanjut ke rencana Hinata. Jika aku gak kembali, aku ingin kau yang sampaikan dan mengirimkan salamnya ke akhirat" Jawabku asal saja yang langsung membuat Naruto kaget gak setengah-setengah.

"Kau gila, Teme. Jika kau tidak bisa menanganinya, siapa lagi yang akan menangani organisasi itu" Kata dobe dengan nada yang terdengar cukup marah.

"Aku sudah kirim pesan pada ketua organisasi untuk mengutus BIOS menyelesaikan sisanya bila aku gugur dalam pertempuran ini" Kataku sambil tetap tenang menghadapi dobe.

"BIOS ? Jadi, masih ada yang lebih hebat dibanding kau, si MBR ?" Tanya dobe dengan nada kaget.

"Organisasi memperketat penyebaran informasi ke media. Jadi mungkin kau belum tau, saudaraku juga merupakan anggota organisasi sama denganku. Codename : Bootloader, tingkatannya sedikit lebih rendah dariku. Analisisnya sedikit ceroboh tapi selalu tepat sasaran" Kataku mempromosikan saudaraku.

"Wow...! Organisasimu rahasia banget ya"

TBC

Siapakah yang disebut BIOS dan Bootloader ? Apakah organisasi yang dimaksudkan oleh Sasuke ?

Beberapa chapter lagi akan tamat. Untuk yang Love on IOI, sepertinya harus vakum dulu, yah…! Kira-kira beberapa mingggu ini (Author masih banyak tugas soalnya). Kalo yang Little Secret dan Ketika Hacker jatuh cinta, bentar lagi juga tamat.

Happy Read