"Sayang bisakah kau membantuku mengikat dasi ini?" ucap Sehun yang sedang menarik ke kanan maupun ke kiri dasi yang ada di lehernya. Luhan yang sedang mencoba menaikka resleting dress panjangnya itu lalu berjalan ke arah Sehun lalu dengan cekatan membuat simpul dasi di leher sang suami.
Sehun hanya memandangi wajah sang istri yang sudah terpoles make up tipis. Mulai dari mata rusa Luhan yang sedikit di rias dengan warna-warna burgundy hingga terlihat lebih hidup. Bibirnya ia poles dengan lipstick berwarna merah hingga membuat siapapun yang melihat tergoda dengan bibir tipis milik Luhan. wajahnya pun ia rias tipis karena wajahnya yang sudah sempurna menurut Sehun.
"Cha selesai~" girang Luhan sambil menepuk-nepuk pelan dada Sehun yang terbalut kemeja putih. Tanpa aba-aba Sehun kemudian membalik tubuh Luhan dan memeluk tubuh ramping itu dari belakang. Luhan yang terkaget hanya bisa melototkan matanya melihat tingkah suaminya.
Sedikit menyesap bau mawar yang terkuar dari daerah leher Luhan, Sehun sedikit bergumam hingga membuat Luhan melenguh pelan. "Aku suka bau mawarmu ini –"
"Tapi aku tak suka kau memamerkan punggung indahmu ini sayang" lanjut Sehun sambl sedikit menarik gaun Luhan lalu berusaha menaikkan resleting gaun istrinya.
"Ya~ hanya gaun ini yang cukup di badanku" kesal Luhan sambil menjauhkan diri dari badan Sehun. Kaki mungilnya berjalan menuju ke lemari untuk mengambilkan Sehun jas hitamnya.
"Jangan memintaku untuk membelikan dress untukmu sayang"
"Kau memang pelit" ucap Luhan sambil menyerahkan jas hitam milik Sehun begitu saja.
"Cepat pakai jas mu, karena anak-anak sudah menunggu kita di ruang televisi" setelah mengucapkan petuahnya, Luhan segera hilang di balik pintu dan berjalan mengahmpiri ke dua anaknya yang sudah siap dengan pakaian formal milik mereka.
.
Ya hari ini Sehun dan Luhan memang menepati janjinya untuk datang ke acara pernikahan Jongin. Dengan bangganya Sehun membukakan pintu mobil untuk istrinya lalu beralih membuka pintu untuk Haowen yang duduk di belakang bersama dengan Yujie.
Setelah menggendong Yujie, Sehun kemudian mengambil alih tangan Luhan lalu menggenggamnya dengan sebelah tangannya "Kajja~" ajak Sehun yang mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam ballroom hotel tempat pernikahan Jongin.
Deru ramai para tamu terdengar ketika Sehun dan Luhan masuk ke dalam ballroom. Terlihat ramai hingga membuat Luhan sedikit khawatir jika tangan Haowen yang berada di genggamannya terlepas di antara banyak tamu. Hingga ia sedikit mengeratkan genggamannya.
"Sehun, kita langsung saja menuju ke Jongin" ajak Luhan yang dijawab anggukan dari Sehun. Mereka pun akhirnya berjalan mendekati Jongin yang nampaknya sedang menjamu beberapa tamu bersama dengan istrinya.
"Jongin" panggil Luhan yang membuat Jongin menoleh ke arahnya.
"Luhan Nonna" Jongin kemudian mengajak istrinya mendekat ke arah Luha. Dan karena Luhan merasa kasihan dengan istri Jongin yang harus menjinjing gaun panjangnya, akhirnya Luhan berinisiatif mendekat ke arah Jongin.
"Selamat atas pernikahan kalian" ucap Luhan sambil memeluk sang mempelai wanita kemudian beralih memeluk Jongin sebentar. Sehun juga mengikuti apa yang Luhan lakukan, meski ia hanya menyalami sang mempelai wanita.
"Terima kasih telah datang Hyung, Nonna" ucap Jongin dengan senyum yang lebar. Ia kemudian beralih mencubit pipi Yujie yang kemudian menatap sang Ayah seolah mencari pembelaan dari sang Ayah.
"Tentu saja aku akan datang ke pernikahanmu" ucap Luhan menimpali ucapan Jongin.
"Kyungsoo Songsaenim" panggil Haowen yang membuat Luhan dan Sehun menatap ke arah Haowen secara bersamaan.
"Haowen mengenal istri Jongin ahjussi?" Tanya Sehun yang dibalas anggukan Haowen.
"Eonni melupakanku?" Tanya sang mempelai wanita sambil tersenyum ke arah Luhan. Luhan kemudian memasang ekspresi berkonsentrasi mencoba mengingat dimana ia pernah bertemu dengan istri Jongin.
"Ah kau guru di sekolah Haowen bukan? Yang pernah membantuku menangkan Yujie saat ia ingin ikut Haowen bersekolah?" dan istri Jongin yang bernama Kyungsoo itu tersenyum lebar saat tau
"Ne Eonni"
"Ah pantas saja Jongin sangat patuh ketika Junmyeon memintanya ke sekolah Anson" goda Luhan yang disambut suara tawa dari Jongin.
"Kuharap kalian segera mendapat momongan" ucap Sehun yang membuat pipi Kyungsoo memerah secara otomatis.
"Aku tak akan menunda itu Hyung" ucap Jongin sambil memeluk pinggang Kyungsoo posesive.
"Ah dimana kakakmu?" Tanya Luhan sambil mencari-cari dimana keberadaan Junmyeon.
"Sepertinya ada di sana" jawab Jongin sambil menunjuk sebuah sudut dimana terdapat beberapa tempat duduk.
"Kau tak keberatan bukan jika aku menyapa teman lamaku?" Tanya Luhan pada Sehun. Dan suaminya itu hanya menggeleng dan tersenyum manis pada sang istri.
"Baiklah, aku akan menemui kakakmu dulu. Selamat atas pernikahan kalian"
"Ne Eonni, selamat menikmati pestanya" Luhan maupun Sehun mengangguk lalu melangkahkan kakinya menuju ke tempat yang terindikasi dengan keberadaan Junmyeon. Dan benar saja ia melihat keberadaan teman semasa SMA-nya sedang duduk bercengkrama dengan keluarga kecilnya.
"Junmyeon" panggil Luhan. Junmyeon yang merasa dipanggilpun sontak mengalihkan pandangannya pada Luhan. ia sedikit menajamkan penglihatannya kepada Luhan, karena ia menyangka jika Luhan berada di Cina,
"Luhan?" kini Junmyeon terlihat bangkit dari duduknya. Jangan lupakan istri dan anak Junmyeon yang juga ikut melihat ke arah Luhan dan Sehun. Luhan kemudian mengajak keluarga kecilnya untuk mendekat ke arah Junmyeon.
"Aish iya ini aku, siapa lagi?" ucap Luhan sambil meninju pelan lengan Junmyeon.
"Aku merindukanmu rusa" Junmyeon tanpa pikir panjang segera memeluk Luhan. sedangkan Sehun hanya melototkan matanya dan mencoba menahan emosinya ketika melihat seorang lelaki dengan begitu santainya memeluk Luhan.
"Aku juga merindukanmu, tapi lepaskan aku sebelum istrimu dan suamiku salah paham" ucap Luhan yang membuat Junmyeon melepaskan pelukannya dan menoleh pada Sehun. "Ah maafkan aku, aku hanay terlalu senang bertemu dengan istrimu" ucap Junmyeon lalu bersalaman dengan Sehun.
"Tak apa" jawab Sehun singkat sambil menyambut uluran tangan Junmyeon.
"Ah kenalkan ini istriku, Yixing. Ia juga berasal dari Cina sepertimu" Yixing yang sedang menggandeng Anson pun menjulurkan tangannya kepada Luhan dan Sehun secara bersamaan.
"Ah istrimu cantik" puji Luhan.
"Terima kasih" jawab Yixing ramah.
"Jadi kau tak mengenalkanku pada suamimu?" Tanya Junmyeon pada Luhan.
"Salahmu kau tak datang saat pernikahanku" kesal Luhan sambil mengerucutkan bibirnya.
"Mianhe, tapi saat itu aku sedang berada di Kanada" sesal Junmyeon.
"Kenalkan, dia suamiku Oh Sehun. Dia bekerja sebagai guru olahraga" jawab Luhan yang ditanggapi jabatan tangan antara Junmyeon dan Sehun.
"Senang bertemu denganmu" ucap Sehun dengan sopannya.
"Ne, senang mengenalmu Sehun-ssi"
"Ngomong-ngomong, anak kita bersekolah di tempat yang sama. Dan itu yang membuat aku bisa mengenal asikmu" ucap Luhan ang melihat Haowen sedang bermain bersama Anson.
"Ya aku tau dari Jongin"
Kedua keluarga ini pun akhirnya saling bercengkrama bersama. Luhan menghembuskan nafasnya lega ketika tau Sehun dan Junmyeon bisa saling mengenal dengan baik. Luhan juga sangat senang ketika mengetahui jika istri Junmyeon satu Negara dengannya. Hingga ia bisa bercengkrama ataupun saling bercerita tentang kebiasaan yang mereka lakukan saat berada di Cina. Bahkan mereka berbincang pun dengan bahasa Cina yang tak dimengerti oleh Sehun maupun Junmyeon.
"Ibu, Haowen lapar" ucap Haowen dengan polosnya.
"Ah sepertinya aku terlalu asik bercerita denganmu. Sebentar aku akan mengambil makanan untuk Haowen dan juga Yujie" Yixing pun mengangguk mengiyakan ucapan Luhan. dan Luhan segera berjalan menuju ke tempat makanan yang sudah berjajar rapi disana. Luhan kemudian mengambil dua buah piring berisikan kue untuk kedua anaknya.
"Akhirnya aku bertemu denganmu Lu" suara ini, suara yang tak asing untuk Luhan. tubuh Luhan bergetar ketika seseorang menepuk pundaknya. Dengan berat hati ia membalik tubuhnya ketika merasakan sebuah tepukan di pundaknya.
"Kau" karena terkejut dengan apa yang ia lihat, Luhan memundurkan beberapa langkah menjauh dari seseorang yang telah menepuk pundaknya.
"Ya ini aku Lu, sudah lama bukan kita tak berjumpa" ucap pria itu seraya maju selangkah mendekati Luhan.
"Berhenti disitu" desis Luhan yang terlihat mengepalkan tangannya.
"Kenapa? Hei lihatlah aku saat kau bicara denganku Lu, aku ingin melihat wajahmu" Luhan kemudian mengangkat sedikit wajahnya sesuai dengan ucapan pria itu.
"Sungguh aku merindukanmu Luhan" pria itu memuji sambil melihat ke arah Luhan dengan seksama. Bahkan pria itu melihat Luhan tanpa berkedip. Ada kilatan kegembiraan yang tergambar jelas di mata pria itu ketika melihat Luhan.
Sehun yang merasa jika istrinya terlalu lama mengambil makanan untuk kedua ankanya, akhirnya melongokkan kepalanya kea rah jajaran makanan yang telah tersedia. Bukan makanan yang menjadi fokus Sehun saat ini, ia terfokus mencari keberadaan sang istri. Dan betapa tercengangnya ia melihat sang istri yang berhadapan dengan sesosok pria.
"Bisakah aku menitipkan anak-anakku?" Tanya Sehun pada Yixing. Aakhirnya Yixingpun mengangguk lalu mengambil Yujie yang ada di gendongan Sehun. Dengan langkah cepat, Sehun menghampiri istrinya yang hanya terpaku dengan kehadiran sosok lelaki tinggi di hadapannya.
Dengan satu tarikan Sehun merengkuh pinggang Luhan dan memeluknya dari samping dengan begitu posesif. Luhan terkesiap dan hanya bisa pasrah dengan tarikan Sehun. Sedangkan sang pria hanya bisa memandang Sehun dengan tatapan jengah.
"Sudah selesai menyapa istriku Kris-ssi?" Tanya Sehun dengan nada angkuh sedangkan pria yang sehun panggil dengan Kris itu tersenyum miring kepada Sheun.
"Belum, aku belum puas menyapa istrimu" seketika rahang Sehun mengeras mendengar jawaban dari Kris. Luhan hanya bisa memandangi wajah Sehun dan Kris bergantian.
"Kajja kita pergi Sehun" ajak Luhan yang ditolak oleh Sehun, ia kekeh berdiri di depan Kris.
"Tidak Lu, ia belum puas menyapamu. Biarkan dia menyelesaikannya sekarang –" kata Sehun sambil melihat ke arah istrinya.
" – dan ia tak akan mengganggumu lagi" Sehun mengarahkan kepalanya ke Kris dan menatapnya tajam.
Tiba-tiba datang seorang wanita bertubuh ramping yang segera bergelayut manja di lengan Kris. "Kau terlalu lama untuk mengambil makanan Ge" ucap wanita itu manja kepada Kris, sedangkan Kris hanya tersenyum simpul kepadanya.
Luhan tau persis siapa wanita itu. Dia adalah Tao, seseorang yang telah merebut Kris dari Luhan. dan kini Tao telah resmi menjadi istri Kris.
"Ah kau bertemu dengan mantan calon pengantinmu rupanya" ucap Tao yang jelas-jelas menyindir Luhan. Luhan tak sengaja melihat tangan Sehun yang mengepal erat.
"Setidaknya ucapkan salam pertemuan kepada seseorang yang telah kau rebut calon suaminya" sindir Sehun yang membuat air wajah Tao berubah.
"Ah, setidaknya kau juga harus berterima kasih padaku Sehun-ssi–"
"Berterima kasih karena kau telah merebut Kris dari Luhan sehingga aku bisa bersama dengan Luhan? itu tak akan terjadi, karena aku sama sekali tak memerlukan cara licikmu itu" potong Sehun cepat.
"Sepertinya aku harus membawa istriku pergi sebelum lelakimu semakin gencar mendekatinya" ucap Sehun diiringi dengan semakin ia mengeratkan pelukannya. Sehun kemudian berjalan menjauh dari Kris maupun Tao yang memandang dengan tatapan berbeda. Kris dengan tatapan sendunya pada Luhan, dan Tao tatapan sengitnya pada Sehun maupun Luhan.
Setelah berpamitan dengan Jongin maupun Junmyeon, Luhan akhirnya mengajak Sehun untuk meninggalkan pesta pernikahan Jongin. Luhan hanya bisa sesekali melirik ke arah Sehun yang sedang fokus mengendarai mobilnya. Ekspresi marah masih kentara di wajah Sehun dan itu tentu membuat Luhan takut.
"Sehun"
"Hm" Sehun hanya merespon panggilan Luhan dengan singkat.
"Kau marah padaku?" Tanya Luhan sedikit takut.
"Aniya, kenapa aku marah padamu?" Luhan hanya mengendikkan bahunya karena ia tak tau harus menjawab apa.
"Aku akan marah jika kau merespon godoaan dari mantan tunanganmu itu" jawab Sehun dengan tegas.
"Kau tak akan meninggalkanku kan setelah kau bertemu dengan Kris?"
"Kau mabuk? Tentu saja aku tak akan bertindak bodoh seperti itu. Kau harus percaya padaku, aku tak akan meninggalkanmu dan kedua anak kita" ucap Luhan lalu melihat ke kursi belakang yang sedang di duduki oleh kedua anakanya.
Luhan lalu beralih memandang ke arah suaminya dan menjulurkan jari-jarinya ke pipi Sehun lalu mengusapnya pelan. "Aku mencintaimu Oh Sehun" dan sedetik kemudian Sehun menepikan mobilnya ke tepi jalan. Luhan hanya bisa bingung dan menoleh ke arah kaca mobil untuk melihat kenapa Sehun menepikan mobilnya..
"Kenapa kau menepikan mobilmu sayang?" Tanya Luhan bingung. Sehun kemudian sedikit memiringkan tubuhnya lalu menghadapkan tubuh Luhan kearahnya. Luhan memandang Sehun dengan tatapan seolah meminta alasan kenapa Sehun menepikan mobilnya.
Tangan Sehun kemudian terselip di tengkuk Luhan dan mulai mendekatkan kepala Luhan ke arah Sehun. Seakan atau apa yang akan terjadi Luhan kemudian menutup matanya. Sehun kemudian mencium lembut kening sang istri lama. Ia ingin menyalurkan rasa sayangnya pada Luhan.
"Aku lebih mencintaimu Oh Luhan. jangan tinggalkan aku, aku tak bisa hidup tanpamu" ucap Sehun setelah mencium kening istrinya.
"Aku tak akan meninggalkanmu sayang, aku janji"
AN: Terima kasih buat kalian yang udah baca, review dan bilang kalo ngga bosan sama ff ini, aku terharu bacanya. Dan untuk saran-saran yang udah kalian cantumin di review kalian, aku tampung dan bakalan aku buat nanti hehe
