Hakyeon Diculik! (bag.1)
:V-I-X-X:
:N-Leo-Ken-Ravi-Hongbin-Hyuk:
::
Jellyfish Ent.
Keenam namja penuh karisma ini baru saja selesai melakukan latihan. Mereka akan menghadiri acara tahunan yang biasanya diadakan di salah satu stasiun televisi besar di Korea. Kerutan lelah jelas terlihat di wajah keenamnya. Mereka memasuki mobil dengan langkah gontai. Hakyeon Hongbin dan Jaehwan masuk ke mobil pertama, sedang Wonshik Taekwoon dan Sanghyuk masuk mobil kedua.
"Hakyeon!" namja manis itu mendongak lelah menatap sang manager. Kelima member lainnya urung naik mobil saat nama hyung kesayangan mereka diteriakkan oleh sang manager.
"Ada apa hyung? Aku lelah sekali~" keluh Hakyeon. Hongbin sampai harus turun lagi untuk menyangga Hakyeon dari belakang agar tidak limbung.
"Maafkan aku Hakyeon-ah, tapi jadwal individumu menunggu!" ujar sang manager. Hakyeon melenguh kesal. Dia lupa akan jadwal individunya.
"Sampai jam berapa? Dan dimana?" tanya Wonshik. Nada pertanyaan namja berambut merah ke-orange-an itu tersirat keposesifan.
"Hanya jadwal radio Ravi, dan tidak akan malam, aku janji!" ujar sang manager memaklumi keposesifan anak buahnya pada sang leader.
"Awas kalau bohong!" ujar Sanghyuk dari dalam mobil kedua. Hakyeon menghela nafas lelah.
"Baiklah, kajja! Jangan tunggu aku, sampai dorm harus segera tidur, arrayo?!" kelima membernya tak ada yang mengangguk maupun menggeleng. Hakyeon berjalan sedikit terhuyung saking lelahnya, tapi dia tahu resiko seorang idol itu bagaimana. Hongbin saja sampai cemas kalau-kalau hyungnya menabrak sesuatu.
"Cepat masuk, kalian harus pulang!" ujar manager mereka satu lagi. Kelimanya dengan terpaksa mengangguk. Tubuh mereka lelah, namun pikiran mereka ada pada sang leader. Entah kenapa mereka merasa cemas sekarang.
'Semoga dia baik-baik saja' doa kelimanya.
.
.
N's side
Hakyeon menjalankan jadwalnya dengan sedikit semangat, dia lelah sungguh! Tapi bagaimana lagi?
'Ayolah, Yeon! Ini jadwal terakhir dan setelah itu kau bisa tidur dengan nyenyak di kasur bonus pelukan dari dongsaengmu!' batin Hakyeon. Namun-?
"Eh? A-apa tadi yang aku pikirkan?" gumamnya dengan wajah merona. Pelukan? Dia rasa otaknya sudah agak konslet.
"Lupakan! Ayo fokus!" ujarnya menyemangati dirinya sendiri. Sang manager yang setia menemani membelikan latte untuknya sesuai dengan pesan yang dikirim oleh Taekwoon. Membelikan Hakyeon makan karena sang anak asuhnya yang manis itu belum makan di restaurant yang direkomendasikan langsung oleh Jaehwan. Mengawasi leader manis itu sesuai dengan perintah Wonshik. Memberikan vitamin pada sang leader sesuai dengan perintah Hongbin, dan terakhir memastikan jam kerja sang leader selesai tepat waktu dan pulang dengan selamat sesuai perintah Sanghyuk.
'Kenapa aku jadi semacam babysitter Hakyeon? Ya Tuhan! Mereka posesif sekali pada sang Leader!' batin sang manager kesal. Namun dia tersenyum kecil. Anak-anak asuhnya memang berbeda dari idol lainnya. Jika idol lain menunjukkan kasih sayang dengan cara blak-blakkan, secara langsung. Berbeda dengan VIXX yang menunjukkannya lewat bullyan. Bahkan kasih sayang member VIXX pada sang leader membuat sang manager menjadi babysitter dadakan. Seperti dirinya sekarang. Dia terkekeh geli. Dia ingat dulu member VIXX sangat tidak senang dengan skinship dari Hakyeon. Mereka geli? Risih? Tapi lihat dibelakang panggung sekarang? Jika leadernya diam, mereka malah menempel-nempel pada Hakyeon. Berebut perhatian sang leader tercinta. Jika ditanya, "Kau suka N?" mereka akan jawab. "Kami tak suka N, tapi kami sudah Hakyeon". Dia geleng kepala sendiri mengingatnya.
"Hyung! Hyung!" manager VIXX itu segera menoleh dan mendapati Hakyeon memanggilnya.
"Ya? Ada apa?" tanya sang manager.
"Ayo pulang! Aku sudah sangat lelah~" keluhnya.
"Ah ne!" dia langsung teringat pesan Sanghyuk agar membawa sang leader segera pulang jika jadwalnya sudah selesai. Dia tak mau dihajar Sanghyuk.
.
.
Selama perjalanan pulang, Hakyeon tertidur dengan damainya. Sang manager tersenyum saat melihat wajah polos Hakyeon. Dia jadi paham kenapa para member begitu posesif dan sangat menyayangi Hakyeon, bahkan memberi perhatian lebih pada sang leader.
Akhirnya mereka sampai di depan dorm. Saat keluar, ia terkejut mendapati Jaehwan berdiri di depan bersama dengan Sanghyuk.
"Mana Hakyeon hyung?" tanya Jaehwan.
"Ada di dalam, ia sedang tidur, aku tak tega bangukan" Jaehwan mengangguk. Ia membuka pintu mobil di mana Hakyeon berada, dia mengurai senyuman. Dilepasnya seatbelt Hakyeon dan kemudian menggendong sang leader dengan mudah. Ayolah, baru-baru ini berat badan Hakyeon turun lagi, dan itu membuat Taekwoon sejak beberapa hari ini uring-uringan karena pola makan sang leader. Sanghyuk di belakang Ken membawa tas Hakyeon. Jaehwan masuk duluan.
"Ah hyung!" sang manager yang baru saja duduk di dalam mobil kembali dan mengenakan seatbeltnya memandang Sanghyuk.
"Ne, ada apa?" tanyanya.
"Kau ingat pesanku tadi kan hyung?" sang manager mengangguk. Dia merasa sudah memulangkan Hakyeon dengan selamat sesuai dengan selesainya jam kerja Hakyeon kan?
"Kau tahu hyung?" tanya Sanghyuk. Sang manager menggeleng.
"Aku rasa aku sudah memulangkannya dengan selamat dan sesuai jam kerjanya kan? Memang ada apa?" tanya sang manager.
"Hyung lihat jam!" sang manager melihat jamnya. Dia syok kemudian.
"Kau telat lima belas menit dari jadwal kepulangan Hakyeon hyung, seharusnya Hakyeon hyung pulang sejak sepuluh menit yang lalu!" ujar Sanghyuk dengan senyum manis, saking manisnya sang manager merinding.
"Ahahaha.. Sanghyuk-ah, itu, tadi bensinya menipis, dan aku harus mengisinya!" ujar sang manager dengan gugup. Sanghyuk mengangguk saja.
"Aku maafkan, hati-hati di jalan hyung~" Sanghyuk berlalu masuk. Sang manager masih terdiam, kemudian dia menggelengkan kepala dan menjalankan mobil.
"Hahhh~ dia menghitungnya ternyata. Jika bensinya tak habis, Hakyeon sudah pulang sejak tadi. Hahh~ sudahlah~" gumamnya.
.
.
Dorm
Sanghyuk meletakkan tas Hakyeon disebelah tas Taekwoon. Jaehwan membaringkan sang hyung dengan perlahan ke kasur. Dan Hakyeon langsung memeluk gulingnya saat disodorkan oleh Wonshik.
"Dia nampak kelelahan" gumam Hongbin. Keempat saudaranya menganguk. Taekwoon dan Hongbin mengganti pakaian Hakyeon dengan piyama. Hakyeon sendiri tak terusik karena saking lelapnya ia tidur.
"Jja, jadi siapa yang tidur dengannya?" tanya Sanghyuk. PLAK!
"Perkataanmu perlu diperbaiki, Hyuk!" ujar Wonshik.
"Ya maksudku siapa yang giliran menemaninya tidur?" tanya Sanghyuk ulang.
"Aku!" jawab Jaehwan.
"Yasudah, temani dia, jangan kau 'makan'!" ingat Taekwoon.
"Iya iya!" sahut Jaehwan kesal. Mereka pun tidur setelah memberi kecupan di kening sang leader.
.
.
Dorm
Esok paginya Hakyeon bangun karena terusik dengan suara berisik alarmnya. Dia menggeliat pelan, saat merasa ada tangan kokoh yang memeluknya, ia berbalik. Senyum terukir di bibirnya saat menatap wajah polos Jaehwan yang tidur terlelap.
"Hwanniee sudah pagi~" ujarnya pelan. Jaehwan menggeliat pelan. Dia semakin menarik Hakyeon dan memeluknya semakin erat. Bahkan Hakyeon sendiri tak sadar, sejak kapan Jaehwannya yang imut ini punya tangan sekokoh keempat dongsaengnya yang lain?
"Hwaaniiieee~" panggil Hakyeon lagi.
"Ck, hyung aku masih ngantuk!" rutuk Jaehwan dengan mata terpejam.
"Bangunlah, sebelum Taekwoon yang membangunkamu!" ujar Hakyeon. Jaehwan membuka matanya malas. CUP dia curi kecupan di bibir sang leader yang hanya bisa merona saja.
"Ish! Kebiasaan!" kesal Hakyeon. Jaehwan terkekeh. Keduanya pun bangun. Hakyeon berjalan menuju kamar mandi untuk gosok gigi dan cuci muka, managernya yang baik hati itu memberi tahu kemarin bahwa hari ini mereka break. Hakyeon berjalan keluar dan menemukan Taekwoon tidur di sofa.
"Tidak biasanya" gumam Hakyeon. Dia menghampiri Taekwoon, dan duduk menghadap wajah lucu Taekwoon saat tidur. Dia usap pipi namja chic itu.
"Woonieee~" panggilnya. Namja tampan itu menggeliat pelan. Matanya perlahan terbuka.
"Hng? Hakyeonie?" Hakyeon mengangguk. Taekwoon mengerjap pelan lalu duduk. Dia menghirup udara dan menghembuskannya. Dia menatap namja manis yang duduk di bawah. Wajahnya perlahan mendekat dan mencium bibir merah Hakyeon.
"Pagi Yeoniee~"
"Pagi Wooniee~"
Hakyeon bangun dari duduknya dan masuk kamar Wonshik-Sanghyuk. Dengan segera ia melompat ke tubuh bongsor Sanghyuk.
"Hyukkieee~ irreonnnaaaa~" maknae tampan itu menggeliat pelan dan membuka matanya.
"Oh Yeonie hyung~" suara Sanghyuk serak, namun entah kenapa bagi Hakyeon itu...sexy? Oh! Pukul kepala Hakyeon sekarang. Hakyeon segera mencium bibir Sanghyuk, dan bangun menuju Wonshik. Dia mengusakkan kepalanya ke leher Wonshik, membuat namja tampan itu kegelian.
"Nghh~ Yeonniee hyunggg~" Wonshik hafal siapa yang membangunkannya jika seperti kucing begini.
"Banguunnnn~" CUP Wonshik membuka matanya dan menatap Hakyeon dengan senyum.
"Pagi Wonshikkiee~ Sanghyukkie~" Hakyeon keluar kamar menuju kamar Hongbin, namun namja tampan berdimple itu sudah bangun dan keluar dari kamar mandi. Hakyeon segera menghabur pada Hongbin.
"Ouch! Dasar Hakyeon hyung!" Hakyeon tertawa pelan. Ia melepas pelukkannya dan mencium bibir Hongbin.
"Pagi Binniieee~" sapa Hakyeon.
"Pagi Yeonnie hyungg~" balas Hongbin dengan senyum mautnya. Hakyeon terkekeh lalu menuju dapur membantu Taekwoon.
.
Sarapan berlangsung dengan tenang. Yang bertugas mencuci piring hari ini adalah Wonshik dan Sanghyuk. Sisanya menuju ruang tengah.
"Hyung, apa tak ada camilan lagi?" tanya Jaehwan yang baru datang dari dapur. Hakyeon menggeleng tak tahu.
"Habis?" tanyanya balik. Jaehwan mengangguk. Sanghyuk dan Wonshik kembali dari dapur.
"Akan aku belikan!" ujar Hakyeon.
"Kau yakin sendiri?" tanya Taekwoon. Hakyeon mengangguk.
"Hari ini kebetulan aku juga ingin pulang sebentar" ujar Hakyeon lalu berdiri dan menuju kamar untuk bersiap.
"Yakin tak mau ditemani?" tanya Wonshik. Hakyeon mengangguk. Dia sudah siap. Ponsel, dompet, masker, dan topi, semuanya sudah lengkap.
"Oke aku pergi dulu, annyeoongg~" BLAM
"Perasaanku tak enak" gumam Hongbin.
"Sama" sahut keempat yang lain.
.
.
Hakyeon baru saja sampai di Changwon dua jam yang lalu. Dia sedang ada di rumah sang eomma dan sedang bermain bersama keponakannya. Tawa tak lepas dari bibir merahnya.
"Natal kali ini kau di dorm?" tanya sang eomma.
"Ne, tapi nanti tahun baru aku pulang" jawab Hakyeon. Sang eomma tersenyum kecil.
Hakyeon menghabiskan waktu bersama keluarganya hingga sore datang. Pukul empat dia pamit pulang. Nyonya Cha tak rela anaknya pulang, karena juju saja, dia merasa cemas sekarang.
"Yeonie tak menginap saja?" tanya sang eomma.
"Aku harus pulang, aku sudah janji pada yang lain" jawab Hakyeon kalem. Sang eomma menghela nafas.
"Hati-hati, nak!" ujar sang appa.
"Ne, tentu saja!" ujar Hakyeon. Dengan langkah riang ia pergi keluar rumah untuk kembali ke Seoul menggunakan kereta bawah tanah.
.
.
Dorm
"AARGGHHHH! Serius! Ini sudah jam sembilan malam dan Hakyeon hyung belum pulang!" geram Wonshik.
"Ponselnya juga tidak aktif, sialan!" geram Hongbin. Taekwoon yang kesal nyaris saja membanting ponselnya, jika-
TING TONG TING TONG TOK TOK TOK
Pintu dorm digedor dengan brutal. Bel dibunyikan berkali-kali. Tanda bahwa si tamu sedang tak sabaran. Sanghyuk melangkah dengan amarah. Ia frustasi, hyungnya tak bisa dihubungi. Kata orang tua Hakyeon, Hakyeon sudah pulang sejak jam empat sore tadi, dan seharusnya hyungnya sudah sampai Seoul pukul tujuh. Dan sekarang sudah pukul sembilan! Siapa yang tidak cemas?
"SIAPA?! YA- Sajangnim?" sajangnim masuk setelah dipersilakan oleh Sanghyuk.
"Sajangnim? Ada apa?" tanya Jaehwan. CEO Hwang dan CEO Kim bisa melihat dengan jelas wajah frustasi kelima member VIXX.
"Hakyeon- dimana?" tanya CEO Kim.
"Kami tak tahu, dia pagi tadi izin pergi Changwon, dia bilang tidak menginap, tapi saat ditanya, Cha eomma bilang bahwa Hakyeon sudah pulang sejak jam empat sore menggunakan kereta bawah tanah, dan seharusnya dia sudah pulang sejak jam tujuh tadi, namun dia belum datang hingga sekarang!" jelas Wonshik.
"Dan ponselnya tak aktif, kami sudah menghubunginya berkali-kali!" ujar Hongbin.
"Dan jangan salahkan kami kalau dia pergi sendiri, dia melarang kami ikut!" ujar Taekwoon.
"Oke oke, tenang, kita punya kabar baik dan buruk!" ujar CEO Kim.
"Apa itu?" tanya Jaehwan.
"Kabar baiknya, kami tahu dimana Hakyeon, kabar buruknya, Hakyeon..." kelima member VIXX itu menatap penasaran.
"...diculik!"
kedip
kedip
kedip
kedip
"MWO?!"
.
.
TBC/END
untuk chapnya Leo author minta maaf, chap itu harus ditunda karena author kesusahan menyusun moment LeoN-nya. jadi author selingi dengan ff ini. kkk maafkan author ya tapi bulan ini keluar, hanya nggak tahu kapan keluarnya. author harus menyusun moment LeoN-nya.
read review fav dan follownya ditunggu
sekali lagi maafkan yaa~
saranghae^^
