Evil Town

Chapter Twenty One

Warning : Typho and Chara Death

Taemin menatap tidak percaya dengan apa yang terjadi. Namun, bukan hanya Taemin saja yang merasa terkejut akan kedatangan Minho yang tiba-tiba dan langsung menolong Lay begitu saja. Lay dan juga Chanyeol amat sangat shock melihat seseorang yang mereka tahu saat ini seharusnya dalam keadaan tidak sadarkan diri di mansion, tapi tiba-tiba kini ada dihadapan mereka. Mereka berdua tidak tahu kenapa Minho ada disini dan yang lebih membuat mereka berdua terkejut adalah, Minho melindungi Lay tanpa alasan yang jelas. Minho mengorbankan dirinya bergitu saja.

"Mi-Minho-ssi kenapa... kau..." Lay tidak tahu harus berkata apa pada namja yang ada dihadapannya. Lay merasa miris melihat wajah Minho yang pucat dan tengah menahan rasa sakit itu. Jauh didalam hati Lay, dia merasa bersalah pada Minho karena Minho melindungi dirinya.

Napas Minho makin terengah-engah dan wajahnya makin pucat. Minho merasakan sakit yang luar biasa saat duri-duri tajam itu menusuk punggungnya dengan keras. Tetapi Minho, dia tidak akan pernah menyalahkan atau membalas orang yang tengah melukai dirinya. Karena orang yang melukai dirinya adalah Taemin, orang yang Minho cintai. Separah apapun luka yang dialami oleh dirinya karena Taemin, Minho tidak bisa memarahinya atau juga membalas dendam. Minho tidak bisa, dia tidak bisa melakukannya pada orang yang amat dia cintai.

Disisi lain, Taemin merasakan tubuhnya mulai bergetar hebat dan entah kenapa juga terasa menggigil. Tidak ada yang bisa dia ucapkan atau katakan dalam keadaan seperti ini. Bibirnya terasa kelu dan mati rasa saat dia tahu dia melukai Minho. Taemin hanya bisa menatap punggung Minho dengan pandangan takut juga menyesal dengan air mata yang terus mengalir dari sudut mata Taemin.

"Uhukk," Minho terbatuk. Darah segar mulai mengalir dari dalam mulut Minho. Lay yang melihat hal itu langsung menatap Taemin.

"APA YANG KAU LAKUKAN? CEPAT KELUARKAN TENTAKELMU DARI PUNGGUNGNYA," teriak Lay dengan nada panik.

Taemin tersentak mendengar ucapan Lay. Tidak ingin membuat Minho terluka lebih parah, Taemin menarik tentakelnya dengan pelan dan hati-hati. Minho, sekuat tenaga menahan erangan rasa sakitnya saat duri dari tentakel itu mulai tercabut dari punggungnya. Begitu semua duri itu tercabut dari punggung Minho, Minho mulai limbung namun berhasil ditahan oleh Lay.

"Minho-sii! Minho-ssi! Kau tidak apa-apa?" tanya Lay khawatir. Chanyeol berlari mendekati Lay dan Minho. Wajah Chanyeol memperlihatkan rasa khawatir yang sama dengan Lay saat dia melihat keadaan Minho.

Napas Minho makin tidak beraturan dan darah mulai mengalir dari luka tusuk dipunggunya. Penglihatan Minho pun mulai tidak jelas dalam beberapa saat. Hal itu membuat dua namja yang ada didekatnya semakin khawatir dan panik.

Tentakel yang baru saja melukai Minho mulai tertarik dari sana dan mendekati Taemin. Taemin menatap duri-duri tentakel yang penuh darah Minho dengan mata ungunya, dan dia bisa merasakan bau amis darah saat tentakelnya makin dekat. Mata Taemin terbuka lebar dan tentakel itu tiba-tiba terpental dari sana dan terjatuh kesembarang arah. Taemin sengaja memotong dan membuang tentakel itu, dia tidak kuat melihat darah ataupun mencium bau darah Minho.

Taemin menunduk dan mengangakat kedua tangannya sejajar dengan dadanya. Taemin membuka telapak tangannya dan entah kenapa dalam penglihatannya, disana ditelapak tangannya terlumuri darah Minho dan juga bau amis darah Minho. Tubuh Taemin kembali bergetar sambil tetap memperhatikan tangannya yang padahal tidak ada darah disana.

"A-apa yang sudah a-aku lakukan? A-aku melukai Mi-Minho hyung," kedua tangan Taemin kini makin bergetar hebat dan tubuh Taemin terlihat menggigil luar biasa entah karena apa.

Air mata mulai keluar dengan deras dari mata Taemin. Taemin kemudian tiba-tiba menjambak rambutnya sendiri dan mulai berteriak-teriak.

"Arrrggghhh hhuuaaahhhh," Taemin berteriak tak terkontrol dan disela teriakannya terdapat isakkan yang sangat memilukan.

Ketiga namja lain yang mendengar teriakkan Taemin mulai mengalihkan pandangan mereka padanya. Begitu juga dengan Minho, yang bisa mendengar nada suara pilu dari teriakkan Taemin. Hati Minho sakit, sangat sakit saat melihat dan mendengar suara Taemin seperti itu.

Dengan sisa tenaga yang ada, Minho mulai berjalan menuju arah Taemin. Lay sempat mencegat Minho, tetapi Minho memberi tanda pada Lay untuk membiarkannya. Dan dengan sedikit keraguan, Lay membiarkan Minho berjalan menuju Taemin yang masih berteriak-teriak itu.

Minho berjalan dengan susah payah, kedua matanya tidak pernah lepas dari Taemin.

"Tae... min... apa kau terluka? Apa kau... tidak apa-apa, maafkan hahh aku tidak bisa hhahh melindungimu haahh hhahhh," ucap Minho disela deru napasnya yang makin tidak beraturan. Nada pelan yang diucapkan Minho tidak bisa didengar oleh Taemin, tapi Lay dan Chanyeol bisa mendengarnya. Lay memalingkan wajahnya, tidak kuat melihat Minho dengan keadaan seperti itu. Begitu juga dengan Chanyeol yang mengalihkan pandangannya dari Minho, tidak tega melihat keadaan Minho.

Minho terus berjalan dan berjalan menuju Taemin, tidak memperdulikan rasa sakit dipunggunya. Dia lebih sakit saat melihat Taemin yang terlihat kesakitan seperti itu, hatinya jauh lebih sakit dari pada rasa sakit dipunggungnya.

Taemin yang terlihat tidak terkontrol itu, tidak menyadari kehadiran Minho yang makin mendekati dirinya. Teriakkan dan gerakkan tidak terkontrol Taemin berhenti saat kedua tangan hangat menyentuh kedua tangan dinginnya. Taemin mengalihkan pandangannya pada seseorang yang tengah memegang kedua tangannya begitu lembut. Taemin melihat Minho yang tersenyum padanya, walau Taemin tahu Minho juga kini tengah menahan rasa sakit tubuhnya. Minho menyembunyikan rasa sakit itu dengan memberikannya sebuah senyuman teduh.

Minho menurunkan kedua tangan Taemin yang sejak tadi memegang kepalanya.

"Apa kau... terluka? Mana yang sakit Taeminie?" tanya Minho sambil menatap beberapa bagian tubuh Taemin, memastikan Taemin tidak terluka.

"Apa kepalamu yang sakit?" Minho mengelus pelan rambut Taemin masih dengan memasang senyum diwajahnya. Berbanding terbalik dengan Taemin yang merasa amat menyesal dan bersalah pada Minho, mengingat apa yang sudah dia lakukan padanya selama ini.

"Mi-Minho hyung... a-aku kau lu-lukamu a-"

"Ssshh... tidak apa-apa. Aku tidak akan memarahimu. Kau ingat, saat pertama kali kita bertemu aku berjanji akan menjagamu dan melindungimu." Minho menarik napasnya yang makin sesak.

"Kau juga ingatkan saat kau melakukan kesalahan hhaahh hhahh aku tidak bisa memarahimu," lanjut Minho yang membuat Taemin langsung mengingat masa lalunya saat dia bersama Minho.

Flash Back

Seorang bocah lelaki tengah menangis sambil terduduk dipinggir jalan dengan wajah yang dia sembunyikan diantara kedua kakinya. Tidak ada seorang pun yang sekedar bertanya atau merasa kasihan padanya, walaupun ada mereka hanya melewatinnya begitu saja. Membiarkan namja kecil manis itu menangis semakin keras. Namja kecil manis yang tengah menangis itu, tidak lain dan tidak bukan adalah Taemin.

Tak lama, seorang namja kecil lain dengan baju yang agak sedikit kotor datang menghampirinya. Namja yang berumur kira-kira lebih tua dua tahun dari bocah kecil yang menangis itu berjongkok dihadapan Taemin.

"Hei, kau kenapa menangis?" tanya namja itu pada Taemin.

Merasa ada yang berbicara dengannya, Taemin mendongkak dan melihat

"Huaaa pengeran kodok!" teriak Taemin kaget dan takut saat melihat wajah namja itu. Sang namja yang dipanggil pangeran kodok itu pun sweatdropped dipanggil seperti itu oleh Taemin. Dan anehnya Taemin berhenti menangis saat itu juga, saat dia bertemu dengan orang yang mempunyai wajah seperti kodok menurut Taemin. Dan memang, namja yang ada dihadapan Taemin itu adalah Minho saat masih kecil.

"YA! Aku bukan kodok namaku Choi Minho," elak Minho. Taemin menatap Minho dengan pandangan polos.

"Matamu mirip kodok," ucap Taemin, menatap lurus mata Minho. Mau tidak mau, Minho harus mengalihkan pandangannya. Dan entah kenapa dia merasa gugup ditatap seperti itu oleh bocah kecil dihadapannya.

"Kau ini... sudah aku bilang namaku Minho dan aku bukan kodok." Minho kini menatap Taemin dengan raut wajah penasaran.

"Siapa namamu?" tanya Minho.

"Namaku Taemin, Lee Taemin," jawab Taemin disela isak kecilnya.

"Lalu... kenapa kau menangis?"

Mata Taemin kembali berkaca-kaca dan dia kembali menangis dengan keras. Jelas saja hal itu membuat Minho kelabakan karena tidak mengerti apa-apa.

"Umma... umma meninggalkan aku disini hiks hiks umma meninggalkan aku," Taemin menangis semakin keras karena mengingat sang umma yang kini entah dimana. Saat itu Taemin disuruh diam ditempat dia saat ini berada, namun ternyata sang umma sudah meninggalkannya dengan naik bis saat Taemin tak sengaja melihat sang umma dari jauh.

Minho terdiam dan menatap Taemin dengan raut wajah pilu dan sedih.

'Dia sama denganku, kami sama-sama dibuang oleh orang tua kami,' batin Minho, mengingat dulu dia juga ditinggalkan sendirian begitu saja dijalanan oleh umma dan appanya tanpa alasan yang jelas. Padahal saat itu, umur Mnho juga sama dengan Taemin yaitu delapan tahun.

Tangisan Taemin semakin keras, membuat semua orang yang berlalu lalang memperhatikan mereka berdua. Namun... tidak ada satu pun dari mereka yang mau menghampiri mereka bahkan untuk sekedar bertanya.

GREP

Taemin berhenti menangis, saat dia merasa tengah dipeluk oleh seseorang. Taemin menatap Minho yang memeluknya dengan erat. Kepala Taemin berada dalam dekapan Minho dan kepala Minho berada diatas kepalanya. Satu tangan Minho memegang belakang kepalanya dengan lembut dan satu tangan yang lain mengelus punggungnya, bermaksud menenangkan Taemin.

"Sudah, jangan menangis lagi. Mulai sekarang, biar aku yang merawat dan menjagamu." Minho berkata dengan penuh keyakinan. Dan dia berjanji akan memegang kata-katanya barusan.

-oOo-

Beberapa bulan telah berlalu setelah kejadian tersebut dan kini mereka berdua, Minho dan Taemin hidup bersama-sama. Mereka tinggal dalam sebuah gubuk kecil yang agak jauh dari kota, bahkan tempat itu tidak layak huni. Minho, sejak mulai hidup sendiri menggunakan gubuk itu hanya sebagai tempat beristirahat dan tidur saja. Tidak ada yang spesial dalam gubuk berkura meter itu. Hanya beralaskan karpet kusut dan lusuh, dengan atap bolong dimana-mana dan beberapa buah potong kain hangat yang Minho temukan sebagai selimut mereka. Minho yang walau baru berumur 10 tahun, sudah terlihat sangat dewasa dan kuat.

Ketika Taemin pertama kali tinggal disana, Taemin enggan dan bahkan menangis karena tidak menyukai tempat itu. Tetapi, dengan penuh kesabaran Minho terus membujuk Taemin agar dia mau tidur digubuk miliknya. Karena selain tempat itu, Minho tidak mempunyai tempat lain sebagai tempat mereka berlindung. Minho tidak ingin Taemin pergi meninggalkannya atau membuat Taemin sakit saat itu karena bersikeras tidak ingin tidur ditempatnya.

Taemin yang akhirnya luluh pun bersedia tidur dan dia merasa sangat terlindungi ketika Minho memberinya selimut ekstra saat Taemin tidur dalam keadaan menggigil. Selain itu, Taemin juga dipeluk oleh Minho untuk saling menghangatkan tubuh masing-masing. Dan entah kenapa jantung keduanya berdebar dengan keras saat itu, namun mereka tidak mengerti sama sekali kenapa jantung mereka berdebar diluar batas tersebut.

Mereka hidup dalam kesusahan, sulit mendapatkan makanan atau bahkan minum sekalipun. Minho yang walau masih kecil bekerja keras untuk mendapatkan makanan bagi dirinya dan juga Taemin. Minho melakukan pekerjaan apapun yang dia bisa, yang penting dia tidak mencuri seperti anak jalanan lainnya. Minho selalu bersyukur karena Tuhan masih memberinya makan bagi dirinya dan Taemin. Minho juga berterima kasih pada Tuhan karena telah mengirim Taemin untuknya, membuat dirinya tidak kesepian lagi seperti dahulu.

Taemin yang tidak bisa melihat Minho kerja terus menerus demi dirinya tidak tinggal diam saja. Dia meminta Minho untuk ikut bekerja, tapi dengan keras Minho melarang Taemin karena Minho takut Taemin terluka atau terjadi apa-apa padanya. Taemin cukup lemah untuk seorang namja yang waktu itu sudah berumur sembilan tahun. Dan Minho tidak mau membuat Taemin sakit karena berkerja dengan keras seperti dirinya.

'Dengan kau disampingku setiap saat, itu sudah cukup membantuku Taeminie,' ucap Minho waktu itu tersenyum, ketika Taemin bersikeras ingin bekerja. Taemin kembali merasakan debaran yang keras didadanya, tapi Taemin terlalu polos untuk mengerti makna dibalik debaran tersebut. Sehingga dia menghiraukan hal tersebut, dan mengangguk kecil saat Minho mengatakan hal tersebut.

-oOo-

Hari itu, saat Taemin sudah berumur 10 tahun dan Minho 12 tahun. Taemin yang tidak sengaja mencuri uang tabungan Minho untuk membeli sebuah sepatu terbaru dan ternyata Minho mengetahuinya. Uang yang Minho tabung untuk menyewa sebuah rumah yang lebih layak itu tidak tersisa karena Taemin. Mereka masih tinggal di gubuk kecil milik Minho yang walau sudah beberapa kali diperbaiki masih terasa tidak nyaman ditempati.

Selain itu uang itu juga untuk jatah makan mereka selama dua hari. Taemin saat itu menangis dan meminta maaf pada Minho karena kebodohannya, dan meminta Minho jangan mengusirnya. Taemin takut, sangat takut jika Minho mengusir dirinya. Karena hanya Minholah satu-satunya yang Taemin miliki saat itu dan hanya Minholah yang bisa melindungi dan memberi kasih sayang yang tak terhingga untuk dirinya. Maka mdari itu, Taemin benar-benar ketakutan saat dia melakukan kesalahan besar tersebut.

Tapi, yang Taemin terima adalah pelukan dari Minho dan permintaan maaf darinya.

"Maafkan aku Taemin. Aku tidak bisa memberimu apa-apa, hanya bisa membuatmu menderita dan membuatmu melakukan hal ini. Sebagai seorang hyung bagimu, aku merasa tidak berguna. Maafkan aku, maafkan aku," ucap Minho dengan air mata yang mulai turun dari pelupuk matanya.

Taemin merasa sakit luar bisa dihatinya saat Minho mengatakan hal tersebut. Dia merasa sangat bersalah dan menyesal pada Minho karena mengambil uangnya. Taemin membalas pelukan Minho dengan erat.

"Tidak Minho hyung, akulah yang tidak berguna karena selalu membuatmu susah. Aku tidak bisa melakukan apapun untukmu selain merepotkanmu. Akulah yang tidak berguna hyung bukan kau. Kau boleh memarahi atau membenciku Minho hyung," Taemin mulai terisak pelan.

"Sshhh sudah tidak apa Taemin. Hyung tidak akan memarahimu apalagi membencimu, hyung tidak bisa melakukannya. Kau sangat berharga untuk hyung." Minho mengecup puncak kepala Taemin dengan lembut.

"Jika kau memang suka sepatu itu, pakailah. Hyung tidak akan melarangmu," lanjut Minho. Taemin menggelengkan kepalanya.

"Tidak hyung, aku akan menjualnya. Jika tidak, kita bisa kelaparan,"

"Tidak apa, hyung akan bekerja lebih keras lagi untuk mendapatkanmu uang dan makanan."

Taemin kembali merasakan sakit didadanya, bagaimana bisa dia melakukan kesalahan pada orang sebaik Minho. Orang yang menyayangi dirinya setulus hati dan selalu melindunginya bagai malaikat pelindung untuknya. Taemin kembali memeluk Minho, menyembunyikan wajahnya dalam dekapan Minho. Ucapan kata maaf terus keluar dari mulut Taemin saat dia memeluk Minho. Minho mengelus rambut halus Taemin dan menenangkannya, tidak ingin membuat orang yang dia sayangi menangis lebih lama lagi.

Setelah itu, Minho benar-benar berkerja keras demi bisa membeli makanan untuk dirinya dan Taemin. Namun malang, Minho hanya bisa membeli makanan untuk Taemin saja. Maka dari itu, dia berbohong pada Taemin jika dia sudah makan saat dia membawakan makanan untuk Taemin. Malam itu, bukan... pada hari itu Minho tidak makan sama sekali.

Hal itu terus berlanjut dalam beberapa hari. Dan Minho sudah mencapai batasnya, Minho langsung tidak sadarkan diri saat dia memberi makanan pada Taemin. Membuat Taemin terkejut setangah mati dan panik luar biasa karenanya.

"Minho hyung! Hyung! Bangun hyung!," Taemin berusaha membangunkan Minho dan dia terkejut saat tangannya menyentuh kulit Minho yang terasa panas.

"Hyung kau sakit, apa yang harus aku lakukan?" tanya Taemin pada dirinya sendiri. Taemin semakin panik saat dia melihat Minho yang mulai menggigil kedinginan dan dia baru sadar Minho kini makin kurus.

'Jangan-jangan selama ini Minho hyung...' batin Taemin yang mulai menyadari sesuatu.

Taemin menatap Minho pilu, kembali air mata mengalir turun dari mata hitam indahnya.

"Kenapa hyung berbohong padaku hiks kenapa hyung tidak bilang jika hyung tidak makan hiks kau jahat padaku Minho hyung. Kau bohong hiks padaku," isak Taemin. Taemin mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Kenapa hidup mereka berdua begitu menderita, kenapa mereka hidup seperti ini? Tidak bisakah mereka hidup dengan bahagia sekali saja? Taemin sudah tidak tahan menghadapi kerasnya kehidupan, dia sudah tidak tahan.

Taemin mengelap air matanya dan menghentikan tangisnya, bukan saatnya dia untuk menangis. Dia harus membawa Minho berobat atau meminta pertolongan. Taemin dengan susah payah membopong tubuh Minho dan membawanya keluar dari gubuk kecil mereka. walau Taemin sudah mulai kelelahan, Taemin tetap tidak menyerah membawa Minho ke rumah sakit terdekat.

Begitu Taemin sampai dit rumah sakit terdekat,Taemin ditahan oleh keamanan yang ada di Rumah Sakit.

"Anak kecil, kau mau pergi kemana?" tanya sang petugas keamanan pada Taemin.

"Ahjussi tolong kami, hyungku sakit dan harus diobati. Aku mohon, biarkan aku dan hyungku masuk," pinta Taemin.

"Tidak bisa! Tempat ini bukan untuk orang-orang seperti kalian, apa kau punya uang untuk membayar pengobatan hyungmu hah?" bentak petugas tersebut. Taemin menggigit bibir bawahnya mendengar ucapan petugas tersebut, dia memang tidak memliki uang sekarang.

"Aku tidak punya uang untuk saat ini, tapi aku akan membayarnya. Aku akan bekerja, aku janji."

"Bocah kecil tidak tahu diri, jika tidak punya uang untuk berobat jangan kesini. Dasar bocah jalanan," sang petugas pun bertindak kasar pada Taemin membuat Minho dan juga dirinya terjatuh karena perlakuan tersebut.

"Pergi dari sini!" bentak sang petugas.

Taemin tidak mempedulikan sang petugas, dia sibuk mengecek keadaan Minho yang terjatuh karenanya. Wajah Taemin sangat pucat saat merasakan tubuh Minho makin panas, Taemin tidak bisa apa-apa kecuali menangis. Taemin menatap beberapa orang yang berlalu lalang dengan pandangan memohon, tetapi diantara mereka tidak ada satupun yang ingin membantu dirinya. Taemin mengepalkan kedua tangannya dengan sangat erat, dan matanya menyiratkan amarah dan benci yang besar pada mereka.

"Apa yang terjadi dengan hyungmu?"

Taemin tersentak saat seorang namja paruh baya mendekati mereka. Namja paruh baya itu kini terlihat memeriksa kondisi hyungnya.

"Hyungmu terkena demam tinggi dan harus segera diobati," kata namja itu setelah selesai mengecek keadaan Minho.

"Tapi a-aku tidak punya uang ahjussi," balas Taemin.

"Jangan khawatir, aku adalah seorang dokter dan aku akan merawat hyungmu juga dirimu." Namja paruh baya itu mulai menggendong Minho.

Taemin membulatkan matanya mendengar ucapan namja itu barusan.

"Maksud ahjussi?"

"Jika kalian mau menjadi anakku. Aku akan merawat kalian, memberi kalian makanan dan pakaian dan juga lainnya. Itupun juga jika kalian berdua mau,"

"Benarkah? A-aku dan hyung tentu saja mau." Taemin berkata dengan penuh syukur dan lega. Entah kenapa dia saat ini merasa berterima kasih pada Tuhan karena ada orang baik yang akan merawat mereka.

"Baguslah kalau begitu,"

"Terima kasih atas kebaikanmu ahjussi," Taemin membungkukan badan beberapa kali pada namja paruh baya itu.

"Bukan apa-apa, sudah seharusnya aku membantu kalian. Kau bisa memanggilku Appa sekarang, jangan ahjussi." Taemin mengangguk antusias.

"Ngomong-ngomong siapa namamu anak kecil?" tanya namja itu.

"Namaku Taemin dan hyungku yang kau gendong bernama Minho. Lalu nama ahju-maksudku appa siapa?"

"Nama yang bagus sekali, nama appamu ini Lee Soo Man."

-oOo-

Minho tersadar dua hari kemudian, dan dia bingung melihat keberadaan dirinya yang berada dalam sebuah kamar yang sangat bagus dan luas. Dia juga melihat dirinya tengah memakai piyama putih yang terlihat bagus, yang belum pernah ia pakai selama ini.

Minho mengerang kecil saat kepalanya berdenyut dan cukup menyakitkan. Minho kembali menganalisa sekitarnya, ini bukanlah rumah sakit dan terlihat seperti sebuah rumah. Tapi, rumah siapa yang dia tempati?

Minho tersentak saat dia mengingat Taemin dan dengan sekuat tenaga Minho bangun dari tidurnya.

CKLEK

Pintu kamarnya terbuka, menampilkan seorang namja kecil yang Minho cari.

"Taemin!" panggil Minho cukup keras. Taemin terlonjak kaget saat di masuk dan mendapati Minho sudah tersadar. Dengan senyum cerah diwajahnya, Taemin berlari dan memeluk Minho erat. Minho yang masih tidak dalam keadaan sehat hampir terjatuh saat Taemin tiba-tiba memeluknya.

"Minho hyung... syukurlah hyung sudah sadar hiks kau membuatku khawatir hyung," Minho tersenyum lega melihat Taemin dan dadanya menghangat mendapat pelukan dari Taemin. Minho mengelus punggung Taemin pelan.

"Maafkan hyung karena membuatmu khawatir Taeminie,"

"Tapi, kita sekarang berada dimana?" tanya Minho.

Taemin melepas pelukan Minho dan tersenyum lebar padanya.

"Rumah baru kita hyung,"

"Rumah baru?" Minho menaikkan alisnya tidak mengerti. Taemin mengangguk.

"Saat hyung sakit dan tidak sadarkan diri, aku membawa hyung kerumah sakit untuk berobat. Tetapi kita diusir, saat itu ada seorang ahjussi yang membantu kita dan menginginkan kita menjadi anaknya. Dia mengobatimu hingga sadar seperti saat ini hyung, bukan hanya itu. Dia membelikan kita baju dan memberikan makanan yang enak," Taemin bercerita dengan antusias, tidak melihat raut wajah sedih Minho.

"Sekarang aku memanggilnya appa, hyung juga harus. Dan lagi, kita punya tiga orang hyung. Namanya Jae hyung, Yunho hyung, dan GD atau Ji Yong hyung dan satu yeodongsaeng bernama Sulli. Lalu ju-" Taemin menghentikan ceritanya saat menatap wajah sedih Minho.

"Hyung kenapa memasang wajah seperti itu?" tanya Taemin khawatir.

Untuk sesaat suasana berubah hening.

"Kau terdengar senang Taemin, saat tinggal disini. Apa kau tidak senang saat tinggal bersama denganku?"

"Maksud hyung?" tanya Taemin tidak mengerti.

"Apa kau tidak suka dan tidak bahagia saat tinggal bersamaku?" Taemin langsung menggelengkan kepalanya cepat mendengar ucapan Minho.

"Aku bahagia denganmu hyung, kenapa hyung berkata seperti itu?

"Aku tidak akan tinggal disini, aku akan pergi. Jika kau ingin tinggal disini boleh saja. Hyung tidak akan memaksamu," Taemin terkejut mendengar ucapan Minho.

"Kenapa tidak mau hyung?" tanya Taemin dengan nada parau.

"Kumohon tinggal lah disini, jangan pergi dan meninggalkan aku hyung hiks tinggal lah disini jangan kembali kejalanan. Hiks aku tidak mau melihat hyung menderita lagi karena aku, kumohon tinggal lah disini... Kumohon hyung." Taemin kembali memeluk Minho erat.

Minho menghela napas panjang dan akhirnya mematuhi permintaan Taemin walau enggan.

-oOo-

Bulan demi bulan dan tahun demi tahun berganti, mereka kini sudah tumbuh menjadi remaja yang sangat pintar dan juga kuat karena didikan Soo Man. Ternyata, didikan Soo Man tersebut mempunyai maksud tersembunyi pada mereka semua. Suatu waktu, Soo Man memerintahkan semua anaknya untuk ikut andil dalam sebuah projek mengerikan hasil buatannya.

Sebuah projek yang sudah Minho ketahui sebelumnya, saat dia tidak sengaja membaca sebuah buku kuno di perpustakaan keluarga miliknya. Soo Man membuat kebencian dari diri kami yang dulu dibuang oleh orang tua dan dihiraukan oleh semua orang menjadi senjata utamanya. Minho lah satu-satunya yang tidak mengikuti rencana Soo Man. Karena Minho tahu apa yang akan dilakukan Soo Man pada mereka.

Mereka akan membuat perjanjian dengan iblis untuk mendapatkan kekuatan. Dan resiko dari perjanjian itu sangatlah mengerikan untuk mereka diakhir nanti, jiwa mereka tidak akan masuk surga atau neraka melainkan dimakan oleh iblis. dan Minho sangat takut pada Taemin yang ikut serta, dia tidak ingin Taemin terjerumus dalam lubang dosa dan berusaha membuat Taemin tersadar.

Minho dan Taemin bertengkar hebat saat itu, hingga membuat keduanya tidak berbicara satu sama lain. Taemin bersikeras harus melakukannya sebagai balas budi pada Soo Man, dan Minho menolak karena perubuatan Soo Man sangat jahat. Minho yang sudah frustasi menyelinap masuk ke kamar appanya, dan menemukan sebuah buku yang selalu dibawa oleh sang appa. Dan mata Minho melebar membaca tulisan demi tulisan tersebut.

Rahasia dari semua rencana yang appanya lakukan ada didalam buku tersebut. Minho membacanya hingga kalimat terakhir dan saat dia akan mengembalikan buku tersebut. Seseorang memukul kepalanya dengan keras hingga pingsan, pelakunya tidak lain adalah hyungnya sendiri GD yang tengah bersama Taemin. Mereka tidak sengaja mengikuti Minho yang bertingkah mencurigakan, hingga mereka menemukannya didalam ruang pribadi appa mereka.

Minho dihukum oleh Soo Man saat mereka sampai disebuah pulau yang Minho tidak ketahui namanya. Minho dikurung dipenjara selamanya atas perintah Soo Man, dan Minho gagal menghentikan Taemin yang melakukan ritual bersama ketiga hyung dan satu yeodongsaengnya. Dan Minho merasakan perubahan saat Taemin mengunjungi dirinya di penjara.

Taemin terlihat begitu dingin dan sedikit angkuh, berbeda dengan Taeminnya dulu yang sangat hangat dan selalu tersenyum padanya. Minho hanya bisa merutuki dirinya yang sekali lagi tidak berguna karena tidak bisa melindungi Taemin. Namun... meski begitu, dia masih sangat mencintai Taemin sangat mencintainya walaupun Taemin sudah tidak seperti Taeminnya yang dahulu.

Flash Back End

Taemin menggigit bibir bawahnya, tidak tahu harus berkata apa. Dia sudah membuat Minho menderita dan terluka terlalu banyak. Hatinya sudah tertutupi oleh kegelapan akibat Soo Man, membuatnya menghiraukan hyungnya yang sangat dia sayangi.

GREP

Minho tiba-tiba memeluk Taemin erat, membuat Taemin sedikit terkejut.

"Sudah... jangan lakukan hal seperti ini lagi Taemin. Kumohon... hentikanlah perbuatanmu ini," Taemin terdiam mendengar ucapan Minho.

"Hatiku sakit, saat kau menjadi seperti ini. Semua ini salahku, semua salahku Taemin. Jika saja, aku bisa membuatmu bahagia saat dahulu hiks mungkin tidak akan seperti ini." Minho mulai menitikkan air matanya, begitu juga dengan Taemin yang kembali menangis mendengar ucapan Minho.

"Aku selalu menyalahkan diriku atas apa yang terjadi padamu. Aku rasanya ingin mati, benar-benar ingin mati saat itu. Tetapi aku tidak bisa, karena aku ingin tetap berada disampingmu dan melindungi apapun yang terjadi. Karena aku sudah berjanji padamu," Taemin membeku mendengar ucapan Minho.

Taemin tidak menyangka, hingga saat ini Minho masih memegang dan mengingat janjinya pada dirinya dahulu. Rasa bersalah kembali menyerang Taemin, apa yang sudah dia lakukan terhadap Minho benar-benar tidak bisa dimaafkan.

"Jangan pernah merasa bersalah Taemin... jika ada yang perlu disalahkan itu adalah aku,"

Taemin sudah tidak kuat mendengar ucapan Minho, dia membalas pelukan Minho dan menyembunyikan wajahnya dalam dekapan Minho. Seperti apa yang selalu dia lakukan dahulu saat dia sedih atau merasa bersalah pada Minho. Taemin menangis dalam dekapan Minho dan terus mengucapkan kata 'maaf' berkali-kali.

Tiba-tiba saja, mata ungu Taemin yang terus menitikan air mata kembali menjadi hitam. Tentakel Taemin pun mulai terlepas dari tubuhnya dan kembali menyatu menjadi gumpalan hitam. Setelahnya gumpalan itu menjadi asap hitam pekat dan menghilang entah kemana.

Taemin tanpa sadar, sudah menjadi dirinya yang dahulu dan melepas janji iblis ditubuhnya. Kebenciannya menghilang karena Minho, hal itulah yang membuat dirinya kembali menjadi seperti saat dia sebelum melakukan ritual. Lay dan Chanyeol terkejut melihat perubahan pada Taemin, apalagi dengan tentakelnya yang menghilang entah kemana.

"Taemin... selama ini... aku terlalu pengecut... hhahh hhahh," napas Minho kembali sesak dan terengah-engah.

"Aku... ingin menyatakan... apa yang hhaaa selama ini aku hhhah ingin ucapakan padamu," Minho mendekatkan mulutnya pada telinga kiri Taemin.

"Sa... rang... hae... Lee Taemin," Taemin tersentak mendengar ucapan Minho dan juga terkejut karena dia merasa berat tubuh Minho menekannya.

"Minho hyung... kau kenapa? Apa kau tertidur?" Taemin melepaskan pelukan mereka dan menatap wajah Minho yang terkulai lemas. Kedua matanya tertutup dengan seulas senyum tercetak di wajahnya.

Mata Taemin melebar melihat keadaan Minho, terlebih saat dia tidak merasakan deru napasnya.

"Hyung jangan bercanda! Jangan tidur hyung, bangunlah!" teriak Taemin sambil menggoncang-goncangkan tubuh Minho.

"Jangan tidur hyung hiks aku bahkan belum membalas kata-katamu. Kumohon... hiks bangunlah Minho hyung," Taemin terus menggoncang-goncangkan tubuh Minho.

Tetapi Minho tetap diam tidak bergeming. Sejujurnya Taemin tahu bahwa Minho sudah pergi, pergi meninggalkannya selama-lamanya. Tapi Taemin berpura-pura, dia tidak sanggup kehilangan Minho saat ini. Disaat keadaan mereka seperti ini, saat dia dipenuhi penyesalan atas apa yang dia lakukan padanya. Disaat Minho baru mengatakan perasaannya padanya, kenapa harus berakhir seperti ini? Tidakkah ini terlalu kejam bagi Minho dan dirinya?

"Kau bilang kau akan selalu melindungiku hiks kau bilang akan selalu menjagaku. Kenapa kau malah pergi meninggalkan aku? Hiks kau pembohong hyung, kau berbohong padaku." Taemin terus berbicara dengan tubuh tak bernyawa Minho yang ada dalam dekapannya. Tubuhnya mulai dingin, tidak lagi hangat saat Minho memeluknya dirinya.

"Aku juga mencintaimu hyung, jadi kumohon bangunlah hiks kumohon bangun... jangan tinggalkan aku seperti ini hiks hiks," Tangis Taemin.

"Huwaaaaaaaa aarrrggghhhtttt Minho hyung bangun!" teriak Taemin tidak terkendali.

Lay dan Chanyeol menatap miris mereka berdua, terutama pada Minho yang sudah meninggal.

Suara tangisan keras Taemin terus terdengar tiada hentinya ditempat tersebut. Tangis penyesalan dan kesedihan akan kehilangan Minho.

TBC

Aq nangis readers sekalian (T-T) gak tahu harus ngomong apa lagi. Mohon maaf karena di chap ini Minho oppa harus berakhir tragis.

Next Chap mengungkap kisah Jaejoong dan warning Chara Death lagi.

Thank You very much for Review mmuaacch#plak.

Thanks To :

needexotic, Guest, ThePreciuoSuho,Qhia503, miparkland, Brigitta Bukan Brigittiw, Kan Rin Min, Jung Jisun, JaeRyeoCloudnia, tiikaaa, No Name, Kim Eun Eri, Sungrin123, KecoaLaut, golden13, christina, HungryBirds, LeeYongJon, devinatan98, Byun Lalla Chan EXOtics, ceekuchiki, ichaa, Phindi Little Panda, Guest, sunnyduck, Hyegun EXOtics, clorophylpanda, lovelySoo-ie, CrayonThat XX, Nana taoris, taryshineexo, Vness, EXOTicsBaekHan, apin, Melodyatlantick, Vanesha, HunHan's wife, krystalSehun, TwinsAkaTHe X, SehunnieDevil, nauranadiva.

Maaf kali ini pun –lagi?- tidak bisa balas review kalian huhuhu~ soalnya update dan negtik lanjutannya yang tinggal seiprit lagi itu di kantor. Kalau besok author gak ada waktu buat ngetik soalnya. Review kalian sudah aq baca dan author senang banget baca review kalian semua. Dan memang banyak pertanyaan yang gak bisa author jawab semua.

Author belum tahu sampai chap berapa ff ini tamat. Karena kalau alurnya kecepetan kurang enak juga.

Untuk ff yang lain tidak akan di update sebelum ff ini tamat dulu#dijitak

Tidak menutup kemungkinan ada member EXO yang death juga#dibakar

Yang nanya fb author Hanny Fadillah Exotics HanHan tapi mulai sekarang atau depan jarang dibuka. Udah diganti Hanny TaoRis Shipper tapi gak tahu udah ganti apa belum, malas lihatnya#dihajar.

Author juga lagi galau gara2 gak liat MAMA huweeee~ *nangis guling2* minta oppa author buat download perform EXO eh... malah bilang 'Gak ada SNSD gak mau' hiks hiks

Review Please