Tales Of Darkness And Light
By : Razux
.
.
.
.
Disclaimer : Gakuen alice belong to Higuchi Tachibana
Chapter XX
"Biar aku yang menjalankan kereta kuda ini saja, Yuu. Kau beristirahat saja dulu." Ujar Ruka sambil menatap Yuu yang sedang menjalankan kereta kuda di sampingnya.
"Tidak apa-apa, Ruka. Aku belum lelah, dan juga aku lebih memilih di luar sini sebab dengan begitu aku bisa mengamati hutan kabut Islac ini dengan baik." Senyum Yuu sambil menatap Ruka.
"Baiklah. Tapi biarkan aku menemanimu di sini ya?" Ujar Ruka lagi dan duduk di sampingnya.
Yuu hanya menggangguk kepalanya sambil tersenyum dan membiarkan Ruka duduk di sampingnya, dia sama sekali tidak bertanya apa-apa lagi, sebab perhatiannya benar-benar terpusat pada pohon-pohon serta semak-semak yang ada di sekeliling mereka. Darahnya sebagai murid perguruan sihir Ernil kini telah bergelora, dia tidak mungkin membiarkan kesempatan untuk mengamati hutan kabut Islac yang terkenal ini begitu saja walau nyawanya mungkin dalam bahaya.
Ruka yang duduk di sampingnya juga sama sekali tidak mengatakan sepatah katapun, dia sama sekali tidak mau berada di dalam kereta kuda itu, sebab hatinya akan terasa sangat sakit saat dia melihat Mikan tertawa, tersenyum lebar dan memeluk Natsume. Namun dari semua itu, yang paling menyakitkannya adalah saat dia melihat pandangan mata Mikan saat menatap Natsume, pandangannya itu begitu lembut, bahagia dan penuh cinta. Itu semua membuatnya semakin menyadari betapa pentingnya Natsume bagi Mikan.
Ruka mengakui, dia menyukai Mikan. Tanpa disadarinya dia telah jatuh cinta padanya. Senyum, tawa serta sikapnya yang begitu hangat walau kadang bodoh telah berhasil merebut hatinya dengan mudah. Dia sama sekali tidak bisa menghilangkan atau menghentikan perasaannya pada Mikan, sebab Mikan terlalu cantik dan bersinar di matanya, tidak akan seorangpun di dunia ini yang sanggup menolak pesonanya itu.
"Kau tidak akan bisa masuk ke tengah mereka berdua, Ruka."
Ruka teringat lagi dengan ucapan Hotaru padanya di istana Rohirrim. Dia tahu, apa yang dikatakan Hotaru tidak salah, semua orang yang melihat Natsume dan Mikan pasti bisa melihat adanya sebuah ikatan yang sangat dalam yang terjalin di antara mereka.
Sikap Natsume saat Mikan terpisah darinya, serta perubahan wujud dan kegilaan yang ditunjukkannya saat Mikan terluka membuatnya tahu bahwa Mikan sangat penting bagi Natsume, walau dia juga tidak bisa mempungkiri ketakutan yang ada di hatinya saat melihat Natsume seperti itu. Natsume pasti merupakan makhluk sihir, dia tidak meragukan itu, tapi bagaimana dengan Mikan? Memang Mikan bisa menggunakan sihir tanpa mantra dan lingkaran sihir, tapi selebih itu, dia sama sekali tidak bisa apa-apa. Apakah Mikan benar-benar merupakan makhluk sihir seperti Natsume? Dan jika Mikan bukan makhluk sihir melainkan manusia biasa sepertinya, apakah dia bisa berada di samping Natsume seterusnya?
"Ruka, bolehkah aku bertanya padamu?" tanya Yuu tiba-tiba menyadarkan Ruka dari lamunannya.
"Iya."
Yuu menolehkan wajahnya menatap Ruka dengan gugup "A-Aku bukan ingin ikut campur.. Tapi, siapa Natsume dan Mikan itu sebenarnya?"
Ruka sangat terkejut mendengar pertanyaan Yuu itu, dia tahu Yuu sudah mencurigai jati diri Natsume dan Mikan, namun dia sama sekali tidak pernah menyangka Yuu berani bertanya padanya.
"Mengapa kau bertanya seperti itu, Yuu?"
"K-Kekuatan dan kemampuan Natsume sama sekali bukan sesuatu yang bisa dilakukan manusia, begitu juga dengan Mikan. Dan tidakkah kau menyadarinya Ruka, selama ini, kuda yang menarik kereta yang kita gunakan selalu saja kelihatan sangat gelisah dan ketakutan. Aku sudah mencoba untuk menenangkan mereka walau tidak berhasil. Mulanya, aku pikir itu karena mereka asing pada kita, tapi saat kuda itu menatap Nastume yang turun dari kereta kuda, mereka benar-benar ketakutan hingga tidak bisa bergerak sedikitpun."
Ruka hanya diam saja mendengar ucapan Yuu itu, sebab dia tahu, apa yang dikatakan Yuu benar. Ruka masih ingat dengan baik perkataan Mikan bahwa tidak ada seekor binatangpun yang berani berada di dekat Natsume.
"Dan juga tentang mereka berdua yang selama ini hidup di hutan terlarang... Apakah mereka bukan manusia?" tambah Yuu pelan.
Ruka tetap diam sebab dia sama sekali tidak tahu harus bagaimana untuk menjawab pertanyaan Yuu tersebut.
Yuu yang melihat ekspresi Ruka yang kebingungan mendengar pertanyaannya hanya bisa mengurungkan berbagai pertanyaan yang ingin ditanyakannya sebab dia bisa merasa bahwa Ruka sendiri juga tidak tahu siapa Natsume dan Mikan sesungguhnya.
" Oh, iya! Sepertinya kita mesti hati-hati di hutan ini, sebab hutan ini terkenal sangat berbahaya walau kelihatan sangat damai dan tenang." Ujar Yuu tiba-tiba mengubah topik pembicaraan mereka sambil menatap hutan di sekeliling mereka.
Ruka yang mendengar ucapan Yuu itu hanya bisa tersenyum kecil. Dia tahu, Yuu mengubah topik pembicaraan mereka karena tidak ingin membebaninya.
"Iya. Aku tahu itu." Balas Ruka pelan sambil menatap sekeliling mereka.
"Kedua kuda kita ini memang sudah kelihatan gelisah dan ketakutan, namun saat memasuki hutan ini, kedua kuda ini jadi semakin gelisah dan ketakutan. Aku benar-benar tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi? Sepertinya mereka bisa merasakan sesuatu yang tidak beres di hutan ini." Tambah Yuu bingung sambil menatap kedua kuda di depannya.
Ruka hanya menggangguk kepalanya, namun tiba-tiba mereka mendengar Natsume yang berada di dalam kereta kuda di belakang mereka berteriak "Berhenti!"
Yuu dan Ruka sangat terkejut mendengar suara teriakkan Natsume yang tiba-tiba itu. Yuu segera menghentikan kereta kuda dan bersama Ruka, mereka berdua menolehkan kepalanya ke belakang menatap Natsume yang telah meloncat turun dari kereta kuda dan berjalan ke depan mereka.
"Natsume! Ada apa?" tanya Mikan sambil mengejarnya dari belakang diikuti Hotaru dan Yoichi.
"Ada apa, Natsume?" tanya Ruka bingung.
"Jaga Mikan." Perintah Natsume tanpa menolehkan wajahnya sedikitpun, dia berdiri di depan mereka semua menatap semak-semak di depan mereka dengan matanya yang masih ditutup kain.
"Natsume!" panggil Mikan lagi.
"Jangan mendekat, Mikan. Tunngu di sana bersama Ruka dan yang lainnya." Balas Natsume dengan suara tenang.
Mendengar ucapan Natsume, langkah kaki Mikan segera terhenti. Ruka dan Hotaru hanya bisa menatap Natsume tanpa mengucapkan apapun, mereka sudah pernah mengalami kejadian seperti ini, kejadian ini mirip sekali dengan kejadian saat Natsume melawan laba-laba raksasa di hutan terlarang.
Ruka segera meloncat turun dari kereta kuda dan berdiri di samping Mikan diikuti dengan Yuu yang meskipun bingung, tahu bahwa telah terjadi sesuatu. Hotaru segera menarik tangan Yoichi dan berlari mendekati Mikan.
Mikan yang menyadari apa yang terjadi hanya bisa menatap Natsume dengan penuh ketakutan. Semak-semak yang ada di depan mereka bergerak, apa yang akan terjadi? Apa yang ada di depan mereka? Apa yang akan mereka hadapi lagi kali ini?
Mikan segera menutup matanya, dia sama sekali tidak berani membayangkan makhluk apa lagi yang ada di balik semak-semak itu. Laba-laba lagikah? Atau ular? Namun, apa yang dipikirkannya itu segera menghilang saat dia mendengar Yoichi berkata "Boneka?"
Dia membuka matanya dan matanya terbelalak karena terkejut saat melihat makhluk yang keluar dari balik semak-semak itu. Sebuah boneka beruang berwarna coklat dengan sebuah kapak di tanggannya berdiri menatap mereka.
Mikan, Ruka, Hotaru dan Yoichi sama sekali tidak percaya dengan apa yang berdiri di depan mereka. Namun, mereka segera menolehkan wajah mereka menatap Yuu yang sudah pucat pasi, saat mereka mendengarnya berkata "T-Tidak mungkin... Tidak mungkin itu ... Bear..."
"Bear? Kau tahu makhluk apa itu, Yuu?" tanya Ruka binggung.
"I-Itu... Bear adalah makhluk sihir kuno yang terkenal sangat berbahaya, bahkan dari beberapa buku yang aku baca, dia kadang dikenal sebagai pemimpin dari makhluk-makhluk sihir di dunia i-ini..." Jawab Yuu terbata-bata tanpa menolehkan wajahnya sedikitpun dari Bear.
"APA!" teriak Mikan dan Ruka bersamaan sedangkan Hotaru dan Yoichi hanya bisa menatap Yuu dengan wajah yang tidak bisa lagi menyembunyikan rasa terkejut mereka.
Mikan segera menolehkan wajahnya menatap Natsume penuh kepanikkan, dan tiba-tiba dia melihat Bear telah berlari dengan cepat ke arah Natsume sambil mengayunkan kapak yang ada di tangannya.
"NATSUME!" teriak Mikan penuh ketakutan.
Natsume dengan lincah meloncat menghindari serangan Bear, namun Bear sama sekali tidak memberikan kesempatan pada Natsume, dengan gerakannnya yang ringan dan lincah, dia memutar badannya yang kecil dan kembali menyerang Natsume.
Semua yang ada di sana hanya bisa menatap Natsume dan Bear tanpa mengucapkan apapun, gerakan mereka terlalu cepat, Bear terus menyerang Natsume dengan agresif dan tanpa henti walau Natsume bisa menghindarinya.
Natsume tiba-tiba meloncat ke belakang dan dari tangannya muncul dua bola api. Natsume melemparkan bola api itu ke arah Bear, namun dengan cekatan dia menggunakan kapak yang ada di tangannya untuk menangkis bola api itu.
Natsume sama sekali tidak membuang kesempatan yang ada, dengan cepat dia bergerak ke arah Bear dan meninju perutnya. Namun, yang membuat semua yang ada di sana terkejut adalah Bear sama sekali tidak apa-apa dan dengan cepat dia mengangkat tangannya meninju dagu Natsume hingga dia terpental ke belakang.
Natsume lumayan terkejut dengan pukulan Bear itu dan saat dia mengangkat wajahnya menatap Bear, Bear telah berada di depannya sambil mengayunkan kapak di tangannya ke kepala Natsume.
"TIDAK! NATSUME!" teriak Mikan penuh ketakutan sambil berlinang air mata.
Mendengar teriakkan Mikan, Natsume segera mengangkat tangan kirinya menangkap ujung kapak tersebut. Dia memang bisa menghentikan serangan bear, tapi darah merah mengalir melalui telapak tangannya yang menangkap kapak tersebut.
Melihat darah yang mengalir turun dari tangan Natsume, Mikan segera berlari ke arah Natsume tanpa mempedulikan Ruka, Hotaru, Yoichi maupun Yuu yang berusaha untuk menghentikannya.
Bear segera membalikkan wajahnya menatap Mikan saat dia merasakan seseorang mendekatinya dari belakang, dengan cepat dia meloncat mendekati Mikan sambil mengayunkan kapaknya
"MIKAN!" teriak Natsume, Ruka, Hotaru, Yuu dan Yoichi bersamaan.
Mikan sangat terkejut dengan serangan Bear yang tiba-tiba itu, dia segera menutup matanya. Apa yang telah dia lakukan? Dia tidak seharusnya berlari mendekati Natsume tanpa persiapan, dia pasti akan mati sekarang.
"MIKAN!" teriak Natsume penuh ketakutan.
Mikan benar-benar tidak dapat bergerak selangkahpun lagi, dia hanya berdiri di tempatnya itu dan mempersiapkan dirinya menerima serangan Bear. Namun, dia sama sekali tidak merasakan apapun, saat dia membuka matanya, dia melihat Bear berdiri mematung di depannya dan menatapnya dengan kedua mata bonekanya.
Mikan sama sekali tidak tahu apa yang terjadi, tiba-tiba saja dia merasakan seseorang memeluk pinggangnya dan meloncat ke belakang. Mikan tahu dengan jelas yang memeluknya dan meloncat kebelakang adalah Natsume, dengan pelan dia mengangkat kepalanya menatap Natsume.
Mata Natsume tidak lagi tertutup dengan kain, mata merahnya kini menatap Mikan penuh ketakutan. Mikan juga bisa merasakan tangan Natsume yang berada di pinggangnya gemetar.
"KU BILANG TUNGGU AKU DI SANA! KENAPA KAU BERTINDAK SEMBARANGAN SEPERTI ITU! BAGAIMANA KALAU KAU TERLUKA!" teriak Natsume penuh kemarahan.
"M-Maaf... A-Aku hanya... Aku hanya.." Balas Mikan terbata-bata sambil berlinang air mata.
Sebelum Mikan menyelesaikan ucapannya itu, Bear tiba-tiba kembali bergerak menyerang mereka. Natsume kembali memeluk Mikan untuk menghindari serangan tersebut, namun tiba-tiba Bear melemparkan kapaknya ke belakang dan dengan kuat dia menarik tangan Mikan sehingga terlepas dari pelukan Natsume.
"NATSUME!" teriak Mikan ketakutan.
Bear melepaskan tangannya yang menarik Mikan dan berdiri tepat di depan Mikan sambil menatap Natsume dengan tajam seakan-akan ingin melindungi Mikan darinya.
Semua yang terjadi di depan mereka sangat cepat, Ruka, Hotaru, Yoichi dan Yuu sama sekali tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi. Mereka sama sekali tidak mengerti kenapa Bear yang tadi menyerang Mikan tiba-tiba berhenti dan sekarang bersikap seakan-akan ingin melindunginya dari Natsume.
Melihat sikap Bear itu, kemarahan memenuhi hati Natsume, beraninya makhluk di depannya itu merebut Mikan dari sisinya, beraninya makhluk di depannya itu memisahkan Mikan darinya.
"Lepaskan dia... Kembalikan dia padaku.." Perintah Natsume dengan suaranya yang dingin dan menakutkan, mata merahnya kini bersinar penuh kemarahan dan semua yang ada di sana bisa merasakan dengan jelas niat membunuh darinya.
Bear sama sekali tidak mempedulikan ucapan Natsume itu, dia tetap menatapnya dengan tajam.
"Kembalikan dia padaku..." Ulang Natsume lagi dengan meninggikan suaranya.
Ruka, Hotaru, Yoichi serta Yuu tiba-tiba kembali merasakan perasaan tidak enak, mereka semua menolehkan wajah mereka menatap Natsume, mereka bisa melihat dengan jelas tangan Natsume yang kini mulai berubah.
"KEMBALIKAN DIA!" teriak Natsume sambil bergerak menyerang Bear.
Bear menghindar serangan Natsume sambil menarik tangan Mikan yang kini menatap Natsume dengan mata terbelalak.
"JANGAN KAU SENTUH DIA!" teriak Natsume lagi dan dengan cepat dia kembali menghunuskan tangannya yang seperti cakar menyerang Bear.
Kecepatan gerak Natsume benar-benar tidak normal lagi, dengan kuku tangannya yang panjang dan tajam dia memotong tangan Bear yang menarik tangan Mikan.
Tangan Bear yang menarik Mikan terputus dan mengakibatkannya kehilangan keseimbangan sehingga jatuh ke bawah, namun sebelum badannya mendarat di atas tanah, dia merasakan Natsume memeluk pinggangnya.
"N-Natsume.." Panggil Mikan sambil mengangkat kepalanya untuk manatap Natsume, tapi tangan kanan Natsume yang memeluknya tiba-tiba menekan kepalanya kembali ke dadanya yang bidang.
Natsume sama sekali tidak mengatakan sepatah katapun, di dalam pikirannya sekarang hanya ada kemarahan dan niat untuk membunuh makhluk di depannya yang berani merebut Mikan darinya. Dia melepaskan tangan kirinya yang berada di pinggang Mikan dan mengangkatnya ke arah Bear yang berdiri dengan sebelah tangan saja di depan mereka.
Ruka, Hotaru, Yoichi dan Yuu hanya bisa menatap Natsume dengan penuh ketakutan saat melihatnya tiba-tiba tersenyum lebar penuh kegilaan. Angin tiba-tiba bertiup dengan kencang dengan Natsume dan Mikan sebagai sumbernya, di depan tangan Natsume tiba-tiba muncul sebuah lingkarang sihir berwarna hitam.
Bear sama sekali tidak bergerak sedikitpun saat melihat lingkaran sihir tersebut, dia hanya berdiri menatap mereka karena dia tahu dengan baik bahwa dia tidak akan mungkin bisa menghindari sihir Natsume itu, namun sebelum Natsume melancarkan sihirnya, tiba-tiba Mikan berteriak dengan keras sambil memeluk Natsume "HENTIKAN NATSUME! JANGAN!"
Mendengar suara teriakkan Mikan dan merasakan pelukkan Mikan, Natsume tiba-tiba tersadar dari pikiran gilanya, angin yang berhembus dan juga lingkarang sihir yang dibuatnya menghilang. Dia segera menundukkan wajahnya menatap Mikan yang ada di dalam pelukannya, dia bisa merasakan tangan yang memeluknya gemetar karena ketakutan dan saat Mikan mengangkat wajahnya menatapnya, dia bisa melihat air mata mengalir menuruni pipinya dengan deras "A-Aku mohon jangan pernah pergi ke sana, Natsume... Aku mohon kembalilah padaku... Jangan pergi ke sana..."
"Maaf... Maafkan aku, aku..." Balas Nastume pelan sambil membalas pelukan Mikan dengan erat, tangannya yang seperti cakarpun kembali seperti semula dengan cepat.
Apa yang telah dia lakukan? Lagi-lagi dia kehilangan kendali akan dirinya. Saat dia melihat Bear merebut Mikan darinya dan berdiri di depan Mikan seakan-akan mau melindunginya dari dirinya, dia sama sekali tidak bisa berpikir dengan kepala dingin lagi. Dia sama sekali tidak bisa mengendalikan dirinya lagi.
"Jangan pergi ke sana lagi seperti dulu, Natsume... Aku mohon..." Pinta Mikan lagi sambil berlinang air mata dan mempererat pelukannya. Saat dia melihat perubahan tangan dan sikap Natsume serta perasaan tidak enak yang menyelimutinya, dia tahu, itu adalah perasaan yang dirasakannya saat mereka masih kecil, perasaan yang dirasakannya saat dia melihat sosok Natsume yang sesungguhnya dan hampir kehilangannya.
Natsume ingin sekali mengucapkan bahwa dia tidak akan kemana-mana, dia ingin sekali mengatakan padanya bahwa dia tidak akan pernah pergi ke sana lagi dan membiarkan sisi gelapnya mengambil alih, namun dia sama sekali tidak menemukan suaranya untuk berkata seperti itu.
Ruka, Hotaru, Yoichi dan Yuu benar-benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi, mereka sama sekali tidak bisa bergerak sedikitpun dari tempat mereka sejak kemunculan Bear karena rasa terkejut dan juga ketakutan.
"Natsume, tanganmu, perlihatkan tanganmu yang terluka itu padaku." Perintah Mikan sambil melepaskan pelukkannnya dan menarik tangan kiri Natsume.
Air mata Mikan kembali mengalir saat melihat luka di tangan Natsume, dengan pelan dia mengangkat tangannya dan menyembuhkan luka tersebut "Maaf... Maaf karena aku sama sekali tidak berguna, maaf karena aku sama sekali tidak bisa membantumu..."
Hati Natsume terasa sangat sakit saat dia melihat air mata Mikan, dengan tangannya yang sudah disembuhkan, dia menghapus air mata Mikan "Jangan menangis lagi, kau terlihat semakin jelek kalau menangis."
Mikan hanya menggangguk kepalanya dan kembali memeluk Natsume.
Bear yang ada di depan mereka tiba-tiba bergerak, secara insting Natsume langsung memindahkan Mikan ke belakangnya dan menatap Bear dengan penuh kewaspadaan.
Bear sama sekali tidak mempedulikan mereka berdua, dia berjalan memungut tangannya yang putus dengan santai.
"N-Natsume, sepertinya dia sama sekali tidak berbahaya lagi..." Ujar Mikan pelan sambil mengintip dari balik punggung Natsume.
Natsume sama sekali tidak mengatakan apapun, namun dia tahu apa yang dikatakan Mikan benar sebab dia sama sekali tidak merasakan aura membunuh dari Bear lagi.
Mikan tiba-tiba berjalan mendekati Bear.
"MIKAN!" teriak Ruka dan Yuu terkejut.
"Tidak apa-apa.. Dia sama sekali tidak berbahaya.." Balas Mikan pelan sambil menatap Ruka, Hotaru, Yoichi dan Yuu.
Natsume sama sekali tidak menghentikan Mikan, sebab dia tahu Bear sama sekali tidak berbahaya bagi Mikan. Bear muncul di depan mereka dan ingin membunuhnya pasti karena dia merasakan aura kegilaan yang dikeluarkannya untuk membuat makhluk sihir di hutan ini menghindari mereka. Dan saat dia melihat Mikan dengan jelas untuk pertama kalinya, dia langsung berbalik melindungi Mikan darinya, pasti karena Bear tahu siapa Mikan sebenarnya dan siapa dirinya sebenarnya.
Bear mengangkat kepalanya menatap Mikan dan dengan ragu-ragu Mikan berlutut di depannya, dia mengangkat tangganya dengan pelan, cahaya yang hangat muncul dari tanggannya dan tiba-tiba tangan Bear yang putus itu tersambung kembali seperti semula.
Ruka, Hotaru dan Yuu yang melihat sihir Mikan sangat terkejut. Selama ini mereka mengira sihir penyembuh Mikan sama dengan sihir penyembuh mereka, tapi melihat sihir penyembuhnya sekarang, mereka tahu, sihirnya berbeda dengan sihir mereka. Mereka tidak pernah mendengar adanya sihir yang bisa merekonstruksi bagian tubuh yang terputus meskipun yang direkonstruksi itu adalah makhluk sihir, bahkan sihir penyembuh kerajaan Orthanc yang terkenal sebagai sihir penyembuh terhebat sepanjang masa juga sama sekali tidak mungkin dapat melakukan itu.
Bear mengerakkan tangannya yang tersambung kembali dan menggangguk kepalanya pada Mikan untuk berterima kasih.
Mikan tersenyum melihat sikap Bear "Maafkan sikap Natsume ya..."
"Hei Idiot! Kau sama sekali tidak perlu minta maaf padanya, dia melukaiku dan aku memutuskan tangannya, itu impas tahu?" Ujar Natsume kesal sambil menatap Mikan dan Bear.
"Itu sangat berbeda tahu! Luka di tanganmu bisa sembuh dengan sendirinya, namun tangannya yang putus tidak dapat disambung kembali jika aku tidak membantunya!" Balas Mikan sambil menolehkan kepalanya menatap Natsume.
"Berikan saja dia benang dan jarum, dia dapat menjahit tangannya yang putus itu sendiri!"
Mikan terdiam begitu mendengar ucapan Natsume dan kembali membalikkan kepalanya menatap Bear. Bear memang merupakan makhluk sihir, namun bagaimanapun juga fisiknya adalah boneka kain yang berisi kapas.
"Ehm... Jika kau menjahit tanganmu yang putus itu, apa tanganmu yang putus itu bisa kembali seperti semula?" tanya Mikan pelan.
Bear kembali menggangguk kepalanya.
"Tuh kan?" Ujar Natsume sambil berjalan mendekati mereka berdua.
Bear sama sekali tidak bergerak menyerang Natsume lagi, dia hanya menatapnya dengan tajam dan Natsume juga membalas tatapannya dengan pandangan yang sama tajamnya.
Melihat keadaan yang benar-benar tidak berbahaya lagi, Ruka, Hotaru, Yoichi dan Yuu berjalan mendekati mereka. Namun, saat mereka telah berada di samping mereka bertiga, Natsume dan Bear tiba-tiba bergerak dan membelakangi mereka semua dengan wajah serius. Natsume berdiri di depan mereka semua, sedangkan Bear berdiri di belakang mereka.
"A-Ada apa Natsume?" tanya Mikan bingung dan berjalan ke belakang punggung Natsume dengan penuh ketakutan begitu melihat wajah serius Natsume.
"Jangan ke mana-mana lagi, tetaplah di belakangku." Perintah Natsume tanpa menolehkan kepalanya sedikitpun pada Mikan.
Mikan mengangguk kepalanya dengan cepat.
Ruka, Hotaru, Yoichi dan Yuu yang menyadari perubahan sikap Natsume dan Bear tahu, telah terjadi sesuatu, mereka segera mencabut pedangnya sedangkan Yoichi yang tidak memiliki pedang mengangkat tangannya dan bersiap-siap untuk melancarkan sihir kepada makhluk apapun yang akan muncul.
Suara siualan serigala tiba-tiba terdengar dengan jelas dan dari semak-semak di sekeliling mereka tiba-tiba muncul segerombolan serigala.
Mata Mikan, Ruka, Hotaru, Yoichi dan Yuu terbelalak karena terkejut saat melihat serigala-serigala tersebut, jumlah mereka ada sekitar dua puluh, bulu mereka berwarna putih dengan mata berwarna merah, ukuran badan, cakar serta gigi mereka juga lebih besar dan runcing dari pada serigala umumnya.
"T-Tidak mungkin... Bagaimana mungkin ada segerombolan serigala sihir di hutan ini..." Ujar Yuu dengan wajah pucat pasi.
"N-Natsume..." Panggil Mikan sambil mengenggam ujung baju Natsume dengan tangannya yang gemetar.
"Mudur ke belakang, Mikan. Berdirilah di antara Ruka dan yang lainnya. Kau tgidak perlu khawatir, semuanya pasti akan baik-baik saja." Perintah Natsume sambil menatap Mikan.
Mikan mengangguk kepalanya dan mundur ke belakang walaupun di dalam hatinya dia sebenarnya sama sekali tidak mau meninggalkan Natsume dan membiarkan dia bertarung dengan gerombolan serigala itu.
"Kalian semua, jaga dia!" Perintah Natsume lagi sambil menatap Ruka, Hotaru dan Yuu.
Ruka, Hotaru, Yoichi dan Yuu segera mengangguk kepala mereka dan tanpa membuang waktu lagi, Natsume membuat pilar api mengelilingi mereka berlima.
Melihat pilar api yang dibuat Natsume, serigala-serigala itu tiba-tiba meloncat menyerang Natsume dan Bear yang berada di luar pilar api itu. Natsume dan Bear sama sekali tidak membiarkan serigala-serigala itu menyerang mereka begitu saja, mereka berdua menghindar dan balas menyerang.
Bear meloncat ke samping dan memungut kapak yang tadi dilemparnya, dengan sigap dia mengayunkannya untuk menyerang serigala tersebut, sedangkan Natsume yang memang tidak memiliki senjata untuk melawan serigala-serigala tersebut meloncat ke atas dan membuat bola api untuk menyerang mereka.
Serigala-serigala itu sama sekali tidak takut dengan Natsume dan juga Bear, mereka malah semakin agresif menyerang.
Saat Natsume melawan beberapa serigala yang ada di depannya, tiba-tiba salah seekor serigala yang ada di belakangnya membuat sebuah lingkaran sihir berwarna violet.
"NATSUME! BELAKANGMU!" teriak Mikan penuh ketakutan saat melihat dari dalam lingkarang sihir itu meluncur listrik yang kuat ke arah Natsume.
Mendengar teriakkan Mikan, secara refrek Natsume segera meloncat menghindari sihir tersebut, begitu juga dengan serigala-serigala yang dihadapinya.
Natsume menolehkan wajahnya menatap Mikan, dia bisa melihat wajah ketakutan dan kepanikkan di wajahnya dengan jelas. Natsume tahu, dia tidak akan bisa melawan semua serigala-serigala ini tanpa menggunakan kekuatan aslinya, namun jika dia menggunakan kekuatan aslinya, dia takut sisi gelapnya yang penuh kegilaan akan muncul kembali.
Serigala-serigala itu kembali menyerang Natsume. Namun kali ini bukan dengan fisik saja, mereka mulai menyerangnya dengan sihir. Natsume berusaha untuk menghindar dan membalas serangan sihir itu walaupun dia mulai terdesak.
"Kita harus membantu Natsume." Ujar Ruka sambil menatap Natsume yang sedang melawan serigala-serigala itu.
Mikan, Hotaru, Yoichi dan Yuu mengangguk kepala mereka, namun sebelum mereka melakukan sesuatu, beberapa ekor serigala tiba-tiba meloncat masuk melewati pilar api yang dibuat Natsume.
Mikan, Ruka, Hotaru, Yoichi dan Yuu sangat terkejut melihat serigala-serigala itu. Ruka dan Hotaru segera mencabut pedang di pinggang mereka dan berlari menyerang serigala-serigala itu, sedangkan Yoichi dan Yuu juga segera maju sambil membaca mantara dan membuat sihir untuk menyerang serigala-serigala itu.
Mikan yang sama sekali tidak bisa apa-apa hanya bisa menatap sekelilingnya dengan penuh ketakutan dan kepanikkan, dia sama sekali tidak mencabut pedang sihir Shire di pinggangnya ataupun melancarkan sihir, dia sama sekali idak tahu apa yang harus dilakukannya.
Sambil melawan serigala-serigala itu, Natsume bisa melihat keadaan mereka yang mulai terdesak. Dia bisa melihat Ruka, Hotaru, Yoichi dan Yuu yang melawan serigala yang berhasil menerobos pilar api yang dibuatnya. Matanya terbelalak karena terkejut saat dia melihat seekor serigala tiba-tiba meloncat masuk ke dalam pilar api menyerang Mikan.
"MIKAN! BELAKANGMU!"
Mendengar teriakkan Natsume, Ruka, Hotaru, Yoichi dan Yuu segera menolehkan wajah mereka menatap Mikan, sedangkan Mikan segera membalikkan wajahnya ke belakang dan saat dia melihat seekor serigala telah berada di atas sambil membuka mulutnya yang besar mengincar lehernya, dia segera menutup matanya, dia tidak bisa menghindar serangan serigala itu lagi.
Tiba-tiba Mikan mendengar suara rintihan kesakitan serigala yang ada di depannya, saat dia membuka matanya, dia melihat Bear telah berada di depannya meninju serigala itu.
Natsume segera meloncat memasuki pilar api itu dan berlari ke arah Mikan tanpa mempedulikan serigala-serigala yang menyerangnya lagi begitu juga dengan Ruka, Hotaru, Yoichi dan Yuu. Mereka semua kembali berkumpul di samping Mikan.
"Kau tidak apa-apa, Mikan?" tanya Ruka khawatir.
"A-Aku tidak apa-apa." Jawab Mikan sambil gemetar, namun saat dia melihat Natsume telah berada di depannya, dia segera memeluknya.
"Kau tidak apa-apa, idiot?" tanya Natsume pelan.
Mikan sama sekali tidak menjawab pertanyaan Natsume itu, dia hanya menggeleng-geleng kepalanya sambil menangis. Natsume menatap sekeliling mereka, dia bisa melihat para serigala itu telah berhenti menyerang dan berjalan mengelilingi mereka seakan-akan mereka merupakan santapan makanan mereka yang tidak berdaya.
Natsume tahu dia tidak punya pilihan lain lagi untuk meloloskan mereka semua dari serigala-serigala ini, dia harus menggunakan kekuatan aslinya, dia membutuhkan sisi gelapnya. Dengan pelan dia melepaskan tangan Mikan yang memeluknya dan menghapus air matanya tanpa mengatakan sepatah katapun, namun mata merahnya yang menatapnya penuh dengan kesedihan.
"Natsume..." Panggil Mikan pelan saat pandangan mata mereka bertemu sebab dia bisa melihat kesedihan di wajah Natsume dengan jelas.
Natsume sama sekali tidak mengatakan sepatah katapun, dia segera menolehkan wajahnya menatap Bear "Bawalah dia dan semua yang ada disini pergi dari sini."
Semua yang ada di sana sangat terkejut saat mendengar ucapan Natsume itu.
"A-Apa maksudmu Natsume? Aku tidak akan meninggalkanmu sendirian di sini!" Ujar Mikan terkejut sambil menggenggam lengan baju Natsume.
"Apa maksudmu, Natsume?" tanya Ruka dan Yuu terkejut.
"Kami tidak mungkin meninggalkanmu sendirian melawan serigala-serigala ini, kak Natsume?" tambah Yoichi, sedangkan Hotaru hanya menatap Natsume dengan mata tajam tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Natsume sama seali tidak mempedulikan ucapan mereka itu "Lindungi mereka semua." tambahnya lagi sambil menatap Bear yang menatapnya dengan tajam.
Bear tiba-tiba menggangguk kepalanya.
"TIDAK! AKU TIDAK AKAN MENINGGALKANMU NATSUME!" teriak Mikan sambil memeluk Natsume dengan erat sambil menangis.
"Pergilah dulu bersama mereka, aku janji akan segela menyusulmu." Balas Natsume sambil menatap Mikan.
"TIDAK!" teriak Mikan lagi, namun Bear tiba-tiba meloncat dan dengan tangan bonekanya, dia memukul belakang leher Mikan hingga pingsan.
Natsume segera menangkap badan Mikan dan membalikkan matanya menatap Bear dan menggangguk kepalanya dengan pelan sebagai tanda terima kasih karena dia tahu, Mikan tidak akan mungkin bersedia meninggalkannya sendirian melawan serigala ini dan yang terpenting dia tidak akan mungkin bisa memukul Mikan hingga pingsan seperti ini.
Natsume menggendong tubuh Mikan dan menyerahkannya pada Ruka "Aku akan segera menyusul kalian semua, karena itu jaga dia dan ikutilah boneka itu."
Ruka dan semuanya ingin sekali menolak ucapan Natsume itu, namun saat mereka melihat sinar mata Natsume, mereka semua akhirnya menggangguk kepala mereka.
"Pastikan kau menyusul kami secepatnya, Natsume." Ujar Ruka sambil menggendong tubuh Mikan di belakangnya.
"Hn." Balas Natsume.
"Kak Nat..." Ujar Yoichi sambil menatap Natsume, namun Natsume tiba-tiba mengangkat tangannya memerintahkan Yoichi untuk berhenti berbicara.
Yoichi sama sekali tidak bisa mengatakan sepatah katapun lagi, sejak kejadian di istana rohirrim, dia sebenarnya sudah sadar bahwa Natsume sama sekali bukanlah manusia normal biasanya. Natsume sangat kuat dan penuh perhitungan, namun dia tetap saja merasa ragu apakah dia bisa mengalahkan semua serigala sihir ini sendirian.
"Tidak perlu khawatir Yoichi, serahkan semuanya padaku. Kau bantu Ruka menjaga idiot itu." Ujar Natsume sambil menepuk kepala Yoichi dan pelan.
Yoichi mengangguk kepalanya dengan pelan "Aku mengerti."
Natsume tersenyum kecil mendengar jawaban Yoichi, meski Yoichi masih kecil, dia adalah anak yang bisa diandalkan. Natsume mengangkat wajahnya menatap Hotaru dan Yuu, mereka berdua segera menggangguk kepala mereka sebab mereka sudah tahu apa maksud dari pandangan Natsume itu.
Natsume kembali menatap Mikan dan dengan lembut dia menghapus air mata di pipinya "Aku akan segera menyusulmu."
Selesai berkata begitu Natsume segera membalikkan wajahnya ke depan. Dia memadamkan pilar api yang dibuatnya dan mengangkat tangannya membuat sebuah lingkarang sihir berwarna coklat besar di depannya.
Tiba-tiba tanah di sisi kanan dan kiri depan mereka melonjak naik ke atas setebal tiga puluh sentimeter. Sisi kanan dan sisi kiri tanah itu kemudian melengkung dan bersatu sehingga terbentuk sebuah terowongan panjang yang menghubungkan mereka ke balik semak-semak di depan mereka.
"Pergilah sekarang!" perintah Natsume dan tanpa membuang waktu lagi Bear, Ruka yang mengendong Mikan, Hotaru, Yoichi dan Yuu segera berlari memasuki terowongan itu.
Serigala-serigala yang melihat mereka berlari memasuki terowongan yang menghubungkan mereka dengan semak-semak di depan mereka segera membalikkan badannya untuk mengejar mereka, namun Natsume segera membuat pilar api untuk menghentikan gerakan mereka.
"Lawan kalian adalah aku." Ujarnya dingin.
Natsume sama sekali tidak memadamkan pilar api yang kini mengelilinginya dan juga serigala-serigala itu meskipun Mikan dan yang lainnya telah berhasil meninggalkan tempatnya berada sekarang.
Tiba-tiba kuku Natsume kembali memanjang dan berubah bentuk menjadi sebuah cakar binatang buas, dari balik lehernya tato berwarna hitam menjalar naik memenuhi wajahnya.
Serigala-serigala yang melihat perubahan bentuk Natsume itu tiba-tiba diserang perasaan takut, mereka sama sekali tidak berani mendekati Natsume, mereka semua bisa merasakan keanehan dan bahaya dari Natsume yang ada di depan mereka sekarang.
"Kalian ingin bermainkan? Akan aku temani kalian bermain." Ujarnya sambil tersenyum lebar penuh kegilaan menatap serigala-serigala itu
Ruka yang menggendong Mikan di belakangnya, Hotaru, Yoichi dan Yuu berlari mengikuti Bear yang ada di depan mereka. Mereka tahu, mereka telah berada di tempat yang lumayan jauh dari tempat Natsume dan serigala-serigala sihir itu berada.
Bear yang berlari di depan mereka tiba-tiba berhenti berlari dan berdiri mematung sambil menatap semak-semak di samping mereka.
Ruka dan yang lainnya segera berhenti berlari dan menatap Bear penuh kebingungan.
"Ada apa?" tanya Ruka pelan.
Bear sama sekali tidak mempeduikan pertanyaan Ruka itu dan tiba-tiba dari balik semak-semak yang ditatap Bear, mereka mendengar suara beberapa orang yang berteriak "BEAAAAAR!"
Ruka dan yang lainnya hanya bisa berdiri tidak mempercayai apa yang mereka lihat saat pemilik suara-suara itu. Pemilik suara-suara itu adalah sebuah boneka kain berbentuk kucing, kelinci, buah pir dan beruang yang bentuknya agak berbeda dari bear.
"Boneka yang bisa bergerak dan berbicara?" Ujar Hotaru dengan wajah tanpa ekspresi.
Boneka-boneka yang berlari mendekati Bear segera berhenti saat menyadari keberadaan Ruka dan yang lainnya.
"S-Siapa kalian?" tanya boneka kelinci itu sambil menatap Ruka dan yang lainnya.
"T-Tidak mungkin... ternyata di dunia ini ada makhuk sihir yang bisa berbicara seperti kita..." Ujar Yuu terbata-bata sambil menatap boneka-boneka di depan mereka dengan pandangan tidak percaya.
"Jadi begitu ya?" ujar boneka kucing dan kelinci bersamaan saat mendengar penjelasan Ruka.
"Aku harap teman kalian itu, sama sekali tidak apa-apa, sebab gerombolan serigala-serigala sihir itu sangat kuat dan juga kejam terhadap lawan mereka." Tambah boneka beruang yang ada di samping Ruka dengan wajah penuh kekhawatiran.
"Kak Natsume sangat kuat, dia pasti tidak akan apa-apa." Ujar Yoichi tanpa ekspresi walau di dalam hatinya dia juga sangat takut terjadi apa-apa terhadap Natsume.
"Baguslah kalau begitu." Senyum boneka buah pir.
Ruka dan yang lainnya berjalan mengikuti Bear dan boneka-boneka lainnya itu menuju tempat tinggal Bear, mereka memutuskan untuk bersembunyi di sana dan menunggu Natsume. Ruka dan yang lainnya tidak mengalami masalah lagi untuk berkomunkasi dengan Bear, Bear memang tidak bisa berbicara, tapi dia mengerti semua perkataan mereka.
"Kenapa kalian tadi berteriak ketakutan memanggil Bear?" tanya Yuu tiba-tiba.
Mendengar pertanyaan Yuu itu, semua boneka itu kecuali Bear menolehkan kepala mereka kepadanya.
"Sebenarnya sejak tadi pagi kami merasakan aura kegilaan yang tiba-tiba menyelimuti hutan ini." Jawab boneka buah pir pelan.
"Aura kegilaan?" tanya Yuu dan Ruka bingung.
"Iya, aura kegilaan. Bear menyuruh kami bersembunyi di rumahnya dan pergi memeriksanya. Namun, kami sama sekali tidak bisa bersembunyi terus, sebab aura kegilaan itu semakin kuat dan kami semua sangat ketakutan. Makhluk apapun yang datang ke dalam hutan ini, aku harap dia tidak akan memperburuk keadaan lagi seperti Wolf." jelas boneka beruang penuh ketakutan.
"Wolf?" tanya Ruka dan Yuu lagi, sedangkan Hotaru dan Yoichi yang dari tadi diam hanya bisa menatap boneka beruang itu.
"Wolf adalah musuh kami. Dia tiba-tiba muncul di hutan ini tiga belas tahun yang lalu dan mengacau kedamaian hutan ini. Dia berbentuk seperti seekor serigala besar. Oh iya, gerombolan serigala yang tadi kalian temui itu juga merupakan anak buahnya. Kami dengar dia datang ke hutan ini karena dia dikalahkan oleh makhluk sihir lainnya. Tidak ada yang tahu makhluk sihir apa yang berhasil mengalahkannya sampai dia kehilangan mata kanannya, tapi sepertinya dia sangat mendendam pada makhluk itu."
"Tiga belas tahun yang lalu? Jadi yang selama ini menyerang siapapun yang memasuki hutan ini adalah makhluk itu dan anak buahnya ya?" tanya Yoichi dengan wajah tanpa ekspresi.
Boneka beruang dan yang lainnya segera menggangguk kepala mereka.
"Akhirnya misteri hutan kabut Islac ini terjawab juga." Ujar Hotaru dengan wajah tanpa ekspresi.
Ruka dan Yuu hanya bisa menatap Hotaru dan Yoichi yang cuek itu tanpa bisa berkata apa-apa, mereka berdua sama sekali tidak kelihatan terkejut mendengar penjelasan mengenai keadaan hutan ini dari boneka-boneka ini.
"Ehm... Ruka-san? Bolehkah aku bertanya padamu?" tanya boneka beruang tiba-tiba sambil menatap Ruka.
"Silakan, apa yang ingin kau tanyakan?" balas Ruka sambil tersenyum.
"Siapa gadis yang ada di punggungmu itu?" tanya boneka beruang itu lagi sambil menatap Mikan yang ada di punggung Ruka begitu juga dengan boneka-boneka lainnya, mereka semua menatap Mikan dengan wajah penuh tanda tanya.
"Gadis ini adalah Mikan. Dia pingsan dipukul Bear karena dia tidak akan mungkin mau meninggalkan Natsume teman kami yang sedang melawan serigala itu," jawab Ruka sambil menatap Mikan "Memangnya ada apa?"
"Makhluk apa dia sebenarnya?" tanya boneka kucing tiba-tiba.
"Eh!" seru Ruka terkejut begitu mendengar pertanyaan boneka kucing tersebut begitu juga dengan Hotaru, Yoichi dan Yuu.
"Apa maksud pertanyaanmu itu?" tanya Hotaru sambil menyipitkan matanya.
"Dia bukan manusia kan? Makhluk apa dia sebenarnya?" tanya boneka kelinci sambil menatap Hotaru.
Ruka, Hotaru, Yoichi dan Yuu sama sekali tidak bisa menjawab pertanyaan itu.
"Dia cantik sekali, dia sama sekali tidak kelihatan seperti manusia, namun yang paling penting saat kami menatapnya, kami merasakan perasaan hangat dan damai, bahkan aura kegilaan yang kami rasakan itu tidak kami rasakan lagi." Tambah boneka kucing pelan.
Ruka, Hotaru, Yoichi dan Yuu benar-benar tidak tahu harus mengatakan apa lagi, mereka semua menolehkan mata mereka menatap Mikan yang masih belum sadar.
Hotaru dan Yoichi hanya bisa bertanya dalam hati mereka, apakah Mikan benar-benar bukan manusia? Begitu juga dengan Natsume, namun jika mereka bukanlah manusia, makhluk apa mereka sebenarnya? Sedangkan Ruka dan Yuu yang telah mempredeksi Natsume dan Mikan adalah makhluk sihir menjadi semakin ragu, boneka-boneka yang merupakan makhluk sihir ini sendiri tidak tahu siapa Mikan itu sebenarnya, benarkah Natsume dan Mikan merupakan makhluk sihir?
Bear yang mendengar pembicaraan mereka sama sekali tidak melakukan apa-apa, dia tetap berjalan di depan mereka tanpa mempedulikan apapun. Namun, tiba-tiba dia berhenti dan mengangkat kapak yang ada ditangannya.
Ruka, Hotaru, Yoichi, Yuu dan boneka-boneka yang melihat perubahan sikap Bear segera menyadari telah terjadi sesuatu, mereka semua segera bersiap-siap untuk menghadapi apapun yang akan terjadi.
Mereka semua menatap ke depan mereka, namun tiba-tiba dari langit muncul seekor burung rajawali besar terbang dengan cepat ke arah mereka dan menyambar Mikan yang berada di punggung Ruka.
Ruka dan yang lainnya sangat terkejut dengan kemunculan rajawali besar yang tiba-tiba menyambar Mikan. Bear segera melempar kapak di tangannya ke arah rajawali itu, namun rajawali itu dengan mudah menghindar dan terbang tinggi dengan Mikan di kakinya.
"MIKAN!" teriak Ruka, Hotaru, Yoichi dan Yuu bersamaan.
Mereka sama sekali tiak berani membuat lingkarang sihir menyerang rajawali itu sebab mereka takut serangan sihir mereka akan mengenai Mikan. Ruka ingin sekali menggunakan sihir mengendalikan binatangnya untuk menyerang rajawali itu, namun di sekelilingnya sama sekali tidak ada binatang.
Mereka hanya bisa mengejar rajawali yang terbang semakin tinggi itu dengan penuh kepanikkan.
Bagaimana ini bisa terjadi? Kenapa mereka bisa lengah dan membiarkan Mikan diculik oleh rajawali itu? Namun yang paling penting, apa yang akan terjadi jika Natsume tahu, Mikan diculik rajawali itu?
Natsume berdiri menatap satu-satunya serigala yang tersisa di depannya. Di sekelilingnya mayat serigala-serigala yang berumuran darah dan tercabik-cabik bertebaran di mana-mana. Badannya penuh dengan darah serigala-serigala yang dibunuhnya dan sebuah senyum penuh kegilaan terlukis di wajahnya yang penuh dengan tato berwarna hitam.
Serigala yang berada di hadapannya hanya bisa menatap Natsume penuh ketakutan tanpa melakukan apapun setelah melihatnya membantai teman-temannya tanpa ampun.
Natsume tiba-tiba berlari mendekati serigala itu, dia mengangkat tangan kirinya mencekik leher serigala itu, sedangkan tangan kanannnya dengan cepat menusuk jantung serigala itu dan menarik keluar jantungnya.
Natsume tertawa terbahak-bahak saat merasakan detakan jantung serigala yang ada di tangannya itu. Bau darah di seklilingnya dan juga percikan darah yang mengenai badannya membuatnya merasa sangat puas dan juga senang. Dia meremas jantung ditangan kanannya sehingga hancur dan membuangnya ke atas tanah. Dia menatap sekelilinya dan dengan pelan dia menjilat darah para serigala yang ada ditangannya.
Natsume tersenyum lebar saat dia merasakan darah para serigala itu dan terus menjilat darah ditangannya. Namun, tiba-tiba dia tersadar dari pikiran gilanya. Dia segera berhenti menjilat darah ditangannya dan menatap sekelilingnya. Dia bisa melihat darah dan mayat serigala yang tercabik-cabik di sekelilingnya serta tangan dan badannya yang berlumuran darah.
Ketakutan dan kesedihan menghampirinya, dia sama sekali tidak bisa mengendalikan sisi gelapnya, melihat dirinya sekarang dia hanya merasa dia semakin terpisah dari Mikan. Dia tidak mau Mikan melihat bentuk aslinya dan juga mengetahui apa yang sesungguhnya telah dia lakukan di dunia ini, namun yang terpenting dia takut jika suatu saat, saat dia kehilangan kendali akan dirinya dia akan melukai Mikan.
Di dalam hatinya terdalam, dia tahu, hari dirinya untuk berpisah dengan Mikan akan segera tiba. Memikirkan Mikan tidak ada di sampingnya, memikirkan dia tidak bisa melihat wajahnya, mendengar suaranya serta merasakan kehangatan badannya, dia merasa sangat takut. Saat dia melihat Bear merebut Mikan darinya, dia langsung kehilangan kendali akan dirinya, apa yang akan terjadi pada dirinya jika hari di mana dia harus meninggalkan Mikan benar-benar tiba? Dia tidak berani memikirkannya, namun dia tahu, dia harus memikirkannya demi keselamatan Mikan.
Akhirnya bisa update juga! oh iya! Selamat hari raya idul fitri bagi yang merayakannya, mohon maaf lahir batin ya!^^. Aku senang sekali akhirnya Bear muncul juga ( Bear termasuk tokoh favoritku di gakuen alice sih, ha..ha..ha.. Makanya aku memunculkannya di sini ) dan aku mau bertanya nih ( pertanyaan yang sebenarnya sudah basi sih ) menurut pembaca, cerita ini jadi bertele-tele dan membosankan tidak? Soalnya tidak tahu mengapa, aku tiba-tiba merasa cerita ini jadi bertele-tele dan membosankan? ( karena terlalu lama meninggalkan fic ini dan terpusat pada UM, aku jadi kurang bisa menangkap perasaan untuk fic ini T_T )
Kuroichibhineko : Ha..ha... ha.. ( tertawa gugup nih -_-" ) sepertinya aku memang tidak punya bakat dalam memberantas typoss, tapi bagaimana dengan chapter ini, demi chapter ini aku sudah memakai kacamataku dan memeriksa typossnya pada siang hari ( Biasanya aku memeriksa pada tengah malam dan tanpa pake kacamata dengan mata yang sudah minus 2.5 ), aku akan berusahan semakin keras deh! thx tuk kritikan dan suportnya ^^
Kazuki NightFlame47 : Thx sudah meriview fic ini^^ aku harap chapter ini tidak mengecewakanmu ^^
Yukina Itou Sephiienna Kitami : Iya, semuanya sudah pada curiga, tapi siapa sebenarnya mereka berdua masih belum abisa aku jawab, dan kurasa aku masi membutuhkan waktu yang ckup lama untuk menjawabnya T_T ( ketahuilah aku sebenarnya juga ingin sekali segera mengetik chapter di mana jati diri mereka ketahuan, tapi tidak bisa karena aku takut jalan cerita fic ini nanti jadi tidak nyambung sebab masih banyak komponen yang belum lengkap ) Karena itu ikuti terus fic ini ya! ha..ha..ha... ^^
Thi3x : Perang memang sudah dimulai, NxM memang belum terlibat sepenuhnya di dalam perang, tapi... (baca saja seterusnya sebab jika aku ceritakan sekarang kayaknya tidak seru lagi )^^ untuk Hotaru, nantikan saja waktunya tiba. Lalu untuk tokoh barunya... Ya, dia adalah Bear! tokoh favoritku ^^ tapi setelah aku teliti2 tokoh baru dari chapter ini sepertinya bukan hanya Bear saja ya? Soalnya masih ada boneka-boneka lainnya yang muncul ( ha..ha..ha.. mungkin karena dalam gakuen alice mereka juga tidak memiliki peran penting seperti Bear, makanya aku jadi lupa -_-" ) Di chapter berikutnya akan muncul banyak sekali tokoh-tokoh penting di fic ini yang juga merupakan tokoh penting di gakuen aice ( mungkin, jika tidak ada halangan ), ku rasa kau bisa menebak salah satunya dengan melihat kemunculan Bear di sini ( tapi bukan Kaname loh! Kaname waktunya muncul masih lama Ha..ha..ha.. )! Aku memang suka main tebak-tebakkan ya! Dan thx bgt untuk bantuanmu yang luar biasa itu! Thx bangeeet! bagaimana dengan jumlah typoss di chapter ini? ^^
Daiyaki Aoi : Thx bgt untuk pujiannya, untuk pertanyaanmu mengenai bagian sedihnya aku tidak bisa menjawabnya sekarang begitu juga dengan jati diri NxM sebenarnya ^^ jadi nantikan saja ya! untuk fic-ku Diary 3 Diary, mungkin aku akan membutuhkan waktu yang agak lama untuk menupdatenya ( Gara2 aku tertarik dengan kompetisi yang kalian adakan ^^ ) dan iya! Keren banget tu fic Vera maharani! gaya tulisnya sangat berbeda dan aku suka sekali ^^ walau aku belum sempat reviewnya T_T
Aiko Uchinami : Thx bgt sudah bersedia menadd favo fic ini dan meriview fic ini, aku akan berusaha untuk update secepatnya^^
