makasih buat semua yang udah review chapter kemarin :D
Title: Rescue Our Queen
Chapter: 21
Author: Cndy Prissycatice
Warning : Man character became woman
Jika anda tidak menyukai cerita bodoh yang tidak menarik, perubahan karakter tokoh secara besar-besaran, dan ending yang tidak memuaskan, saya sarankan agar anda tidak membacanya.
Satu lagi. Jika dari pertama anda sudah merasa tidak cocok dengan couple-nya, sebaiknya tidak usah melanjutkan membaca, karena anda akan merasa sangat kesal jika tetap membacanya.
"He-henti—" belum selesai Yoochun bicara, kepalanya sudah terlepas, terpisah dari tubuhnya. Kepala itu jatuh ke permukaan tanah begitu juga dengan tubuhnya yang ikut menyusul
"Berisik" Taemin yang kini sudah sepenuhnya berubah menjadi sosok iblis bicara sambil menjilat jari telunjuknya yang baru saja ia gunakan untuk memenggal kepala Yoochun. Mata Taemin yang biasanya memancarkan rasa semangat itu kini berubah 180° menjadi mata yang menyiratkan rasa haus darah. Pandangan mata yang tajam dan tidak memiliki rasa belas kasihan
"Akhirnya bisa keluar juga" ucap Taemin sambil meregangkan tubuhnya "Cukup lama juga aku terkurung dalam pikiran anak super polos itu. Cih!" Taemin berdecak "Tapi sekarang aku sudah kembali, biar kuberitahu padamu apa arti dari kesenangan yang sebenarnya, bocah" Taemin bicara sembari menyunggingkan senyuman licik di bibirnya
Untuk yang kesekian kalinya Siwon merasakan detak jantung yang sama, dengan hembusan nafas yang sama, aliran darah yang sama. Matanya mencari keberadaan sosok itu, sesuatu yang mengusik dirinya. Naluri vampir berdarah murni itu kuat. Setiap vampir dari keturunannya akan memiliki ciri-ciri yang sama karena memiliki garis keturunan yang tidak akan bisa terhapus oleh siapapun, bahkan oleh apapun
Siwon meremas dada kirinya. Jantungnya berdegup pelan, senada dengan degup jantung orang lain yang bahkan belum diketahuinya. Ia mulai mendesis, taringnya mulai memanjang. Entah mengapa waktu sepertinya menjadi sangat lambat berjalan. Nafas yang terbagi itu membuatnya menjadi agak sulit bernafas. Padahal udara sebanyak ini, namun kenapa rasanya menjadi sesak?
"Siapa? siapa orang yang berbagi nafas yang sama denganku?" Tanya Siwon dengan suara yang bercampur dengan hembusan nafas yang berat
Perlahan, Heechul terbangun dari tubuhnya yang sudah mati. Hidup berulang kali bukanlah hal sulit untuknya. Kematian sudah berkali-kali datang menghampirinya, namun Heechul akan terus memaksa jantungnya untuk bergerak kembali, berkali-kali, beribu-ribu kali, karena Heechul tidak akan mati sebelum saatnya. Heechul menatap Siwon yang tengah memeluknya. Matanya menyiratkan rasa sedih yang begitu dalam. Heechul menggigit bibir bawahnya sendiri untuk menahan air mata yang sudah berusaha keluar dari kedua sudut kelopak matanya "Apa yang harus kukatakan sekarang? aku tidak bisa membiarkannya bertemu dengan Taemin untuk saat ini" batin Heechul
-####-
.
.
"Menyerah sajalah. Kekuatanmu tidak seimbang denganku putri Jaejoong. Aku tahu kau itu kuat, tapi kau tidak akan bisa mengalahkanku. Kemampuanmu jauh, ah bukan, tidak akan bisa disamakan dengan kekuatan yang dimiliki kakakmu itu. Sebenarnya aku cukup heran kenapa kakakmu tidak melarikan diri dari istana kami. Kalau dia memang benar-benar diculik oleh Raja kami dan ingin kembali bertemu dengan kalian, bukankah seharusnya dia bisa membunuh kami semua? aku tahu dia memiliki kekuatan yang sangat hebat dan satu-satunya di dunia, jadi coba pikirkan baik-baik, mungkin saja dia tidak ingin berkumpul kembali dengan kalian?" Yesung mulai mengemukakan pendapatnya. Sedikit bicara dengan lawan terakhirnya tidak apa-apa kan? dia sudah berhasil mengalahkan Krystal dan tidak bisa dipungkiri bahwa ia juga memerlukan sedikit waktu untuk mengumpulkan tenaganya kembali
Jaejoong mengeluarkan setetes air mata dari salah satu kelopak matanya. Ia tahu, ia sudah berpikir berkali-kali tentang hal itu. kenapa Heechul tidak kembali? atau mungkin ia memang tidak ingin kembali? tidakah ia merindukan adik sematawayangnya ini yang sangat merindukan dirinya? apakah dirinya tidak berarti untuk orang seperti Heechul? seberapa besarpun ia tahu kemungkinan itu, ia tetap berusaha untuk mengabaikannya. Lebih baik berpura-pura tidak tahu, lebih baik tetap berpikir bahwa Heechul tengah di sana, menanti adik yang sangat disayanginya ini untuk menjemputnya. Kebohongan kecil seperti ini mungkin akan membuatnya lebih bahagia. Meskipun harus mati di sini, Jaejoong ingin mati dengan pikiran bahwa di sana Heechul tengah mengulurkan tangannya, menunggu kehadiran dirinya. Ikatan darah itu lebih kental dari pada apapun yang ada di dunia ini. jadi pemikiran Jaejoong itu tidak salah bukan?
"Kau itu sebenarnya sangat cantik, kenapa kau harus ikut ke medan pertempuran ini? lebih baik kau duduk manis dan menunggu di istanamu yang sangat mewah itu. untuk apa kau membuang-buang waktumu untuk hal sepele seperti ini? kalau kau dan kakakmu mati di sini, itu berarti penerus dari kerajaan kalian sudah tamat. Tidak ada lagi simbol dua kecantikan abadi dari kerajaan utara yang selalu dihormati semua orang. Tombak yang membuat semua orang ingin sekali datang ke sana. Dua kekuatan besar yang selalu membuat para rakyat kuat dan merasa bisa melakukan apapun. Seharusnya kau tetap di sana, menikah, dan hidup bahagia. Paling tidak, akan ada penerus untuk kerajaan kalian" kembali, suara Yesung masuk memenuhi telinga Jaejoong. kata-kata yang sangat bijak untuk para pecundang yang memikirkan dirinya sendiri itu terus bergema di kepala Jaejoong
"Tutup mulutmu dan lanjutkan pertempuran kita" akhirnya Jaejoong angkat bicara sebelum kata-kata dari Yesung mempengaruhi pikirannya
-#####-
.
.
"Apa kau sangat mencintainya? sebenarnya untuk apa kau membantunya?" Yoona bertanya angkuh kepada Yunho
"Itu bukan urusanmu" jawab Yunho
Tiba-tiba saja Eunhyuk menerjang ke arah Yoona. Masih dengan air mata yang tidak berhenti mengalir, dan dengan perasaan ingin membunuh, ia mencoba membalas apa yang telah dilakukan Yoona kepada orang yang sangat dicintainya
Buuuukkk! Eunhyuk terlempar beberapa detik sebelum ia berhasil menyentuh Yoona "Sudah kukatakan percuma, kalian ini hanya para sampah" ucap Yoona bahkan tanpa melihat ke arah Eunhyuk
"Eunhyuk!" belum sempat Yunho sampai ke tempat Eunhyuk yang tengah berusaha berdiri, Yoona sudah mendahuluinya. Dicengkramnya wajah Eunhyuk kuat-kuat, lalu dengan sangat cepat Yoona menusukkan kuku-kukunya yang panjang pada wajah Eunhyuk. Berdarah memang, dan Eunhyuk juga langsung berteriak kesakitan "Lepaskan dia!" Yunho menyemburkan api ke arah Yoona dengan kepalan tangannya. Dalam sekejap, Yoona sudah tidak berada di sana "Eunhyuk! kau tidak apa-apa!?" Yunho bertanya cemas
Perlahan wajah Eunhyuk membiru. Rupanya Yoona telah memasukkan racun berbahaya ke wajah Eunhyuk dari kuku-kukunya. Yunho menjadi panik, apa yang bisa dia lakukan? Eunhyuk pun hanya bisa memegangi lehernya, ia bahkan kini sudah tidak dapat berbicara dan hanya berusaha untuk bernafas
-#####-
.
.
"Siwon, kau mau kemana?" Heechul menjadi panik saat Siwon berjalan menuju pintu sambil menggendong tubuhnya
"Kau sudah bangun?" Siwon terlihat senang "Syukurlah, kukira kau sudah mati" Siwon menciumi seluruh wajah Heechul berkali-kali untuk memastikan bahwa Heechul masih hidup dan ada di sana, di dalam pelukannya
"Tentu aku hidup" jawab Heechul "Kita mau kemana?" Tanya Heechul dengan raut wajah cemas
"Aku mau mencari tahu siapa orang yang tengah berbagi nafas denganku" jawabnya. Mata Siwon mulai memerah, rupanya hal ini telah membuatnya menjadi agak kesal dan sedikit marah
"Tunggu, tunggu dulu" Heechul menahan lengan Siwon saat Siwon sudah keluar dari ruangan tersebut "Ia pasti berniat untuk membunuh Taemin" pikir Heechul ketakutan
Siwon menoleh ke arah Heechul "Aku harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi" ucapnya
Heechul menjadi panik "Ke medan pertempuran!? kau gila!"
"Kau akan aman selama kau bersamaku" ucap Siwon. Ia sudah benar-benar ingin mengetahui siapa orang yang telah merebut separuh nafasnya, separuh jantungnya, dan sepruh aliran darah yang sama dengannya
"Dia akan membunuhnya!" batin Heechul
-#####-
.
.
"Kerajaan ini.. Ayah ya" Taemin memandangi sekelilingnya, menatap berbagai tempat dengan tatapan matanya yang dingin
"Sudah lama sekali tidak melihatnya. Pohon pertama kali aku jatuh saat berusaha memanjat" Taemin menempelkan telapak tangannya pada sebuah pohon yang sangat besar, pohon paling besar yang ada di kerajaan itu "Ternyata umurmu cukup lama juga ya, kau masih bisa bertahan sekokoh itu saat aku lahir" Taemin memandangi langit di atas kepalanya "Pertama kali aku ke sini aku ketakutan sekali. Tidak ada cahaya. Walaupun ada matahari tetap saja gelap. Mungkin karena aku terus dibesarkan di istana Ibu. Hahaha, lucu sekali mengingat masa kecilku"
Taemin terus berjalan. Menikmati setiap pemandangan yang ada di istana itu
"Ibu, Taemin takut.. hiks.." Taemin kecil yang tengah berada di dalam gendongan Heechul itu memeluk erat leher ibunya. Untuk pertama kalinya, ia diajak ke tempat tinggal sang ayah dahulu. Wajar saja ia takut, Taemin tumbuh dan dibesarkan di istana Heechul yang selalu penuh warna dan pemandangan yang indah, tidak seperti kerajaan kegelapan yang dimanapun kau memandang hanya akan ada warna hitam kelam
Heechul tersenyum "Taemin sayang, tidak apa-apa, ini rumah ayah" ucap Heechul
"Rumah ayah?" Tanya Taemin menatap Heechul
"Masa jagoan ayah menangis sih? payah ah" ledek Siwon
"Ayah berisik! Taemin takut tahu!" Taemin memeluk leher Heechul lebih erat
"Ah, kenapa Taemin tidak cadel sih? padahal ayah senang dengan anak yang cadel, huuuu Taemin menyebalkan" Siwon menggosok-gosokkan hidung mancungnya dengan hidung Taemin
"Ih ih ayah!" Taemin mendorong wajah Siwon "Geli tahu" taemin mengusap-usap hidungnya dengan tangannya yang mungil
"Makanya harusnya kau jadi anak yang cadel saja" Siwon tertawa kecil sambil mengacak-acak rambut Taemin
"Ih kan bagus kalau tidak cadel! berarti Taemin hebat!" protes Taemin sambil menepuk-nepuk tangan Siwon agar berhenti mengacak-acak rambutnya
"Iya deh, dari pada nanti nangis lagi" ledek Siwon yang lalu berjalan lebih dulu meninggalkan Heechul dan Taemin
"Ibu, kenapa sih ayah mau Taemin jadi anak yang cadel?" Tanya Taemin kesal sambil merapihkan rambutnya
"Hihi, karena ayah mau lebih banyak meledek Taemin" jawab Heechul sambil membantu merapihkan rambut Taemin dengan salah satu tangannya
"Yack! ayah menyebalkan!" dumel Taemin. Heechul tertawa mendengarnya
"Aduh! huuuueeeeeeee…!"
Heechul dan Siwon yang mendengar tangisan Taemin langsung mencari sosok anak sematawayangnya. Dan mereka menemukan Taemin yang tengah duduk di bawah pohon terbesar yang ada di istana kegelapan "Kenapa sayang? wah, berdarah" Heechul menyentuh dengkul Taemin yang berdarah
"Aduh sakit, huuuuueeeeeeeeee!"
"Kenapa bisa berdarah? ah jagoan ayah jangan nangis dong" Siwon mengusap-usap lembut rambut Taemin
"Taemin jatuh dari pohon jelek ini!" Taemin memukul pohon itu cukup keras "Aduh tangan Taemin sakit! Huuuuuueeeeee!" Taemin semakin kencang menangis
Heechul dan Siwon menahan tawa melihat tingkah laku anak mereka "Sebentar ya Taemin, ibu mau menyembuhkan luka Taemin dulu, jangan bergerak" Heechul menempatkan telapak tangannya tepat di atas luka Taemin, namun tidak menyentuhnya. Seberkas cahaya putih menyelimuti tangan Heechul, dan perlahan luka Taemin tertutup dan sembuh "Sekarang perlihatkan tangan Taemin yang sakit kepada ibu" Taemin segera mengulurkan tangannya yang sakit, Heechul meniupnya beberapa kali lalu mengusap-usapnya "Nah, sekarang sudah tidak apa-apa kan?" Tanya Heechul, Taemin mengangguk
"Taemin kan masih kecil, kalau mau belajar memanjat, panjat saja pohon yang kecil dulu, nanti baru yang besar" ucap Siwon
"Tapi ayah, Taemin suka pohon ini. besar dan kuat, sama seperti ayah" Taemin mengelus-elus tubuh pohon besar itu
"Taemin sangat suka ayah ya?" tanya Heechul sambil tersenyum. Taemin mengangguk
"Heh, walaupun suka, tapi kenapa ayah disamakan dengan pohon hah? Taemin jeleeekkkk" Siwon mencubit pipi Taemin
"Hhmmpppffftttt…. Kenangan yang indah, hahaha" Taemin tertawa saat mengingat masa-masa kecilnya
"Hah, sudah kukatakan kalau kau tidak akan bisa menang melawanku" suara Yesung berhasil menyentuh telinga Taemin yang rupanya sudah mendekati tempat dimana Jaejoong, Krystal dan Yesung berada. Yesung tengah mengatur nafasnya
"Bibi Jae?" batin Taemin saat ia melihat sosok Jaejoong yang sudah tidak sadarkan diri. Jaejoong sudah terbaring di tanah dengan darah segar yang terus mengalir dari kepalanya. Kemudian ia melihat ke arah Yesung yang tengah mengatur nafasnya "Paman Yesung?" batin Taemin lagi
Yesung yang menyadari keberadaan Taemin langsung melihat ke arah Taemin "Rupanya masih ada lagi, hhh… menyebalkan, kenapa lawanku banyak sekali sih?" kesal Yesung
"Hm.. dia rupanya tidak mengenaliku. Yah wajar sih, saat ini aku kan belum dilahirkan" batin Taemin "Apa yang kau lakukan pada gadis itu?" Tanya Taemin sambil menunjuk Jaejoong
"Gadis itu? bukannya kau salah satu sekutunya?" bingung Yesung "Ah! tidak mungkin… mata itu.." mata Yesung membulat saat ia benar-benar telah fokus melihat sosok Taemin
"Kenapa denganku? ada yang salah?" Tanya Taemin dengan nada angkuh
"Tidak mungkin.. Kau calon penerus tahta Raja?!" Yesung tidak habis pikir, setahunya hanya Siwon yang bisa berpenampilan seperti itu. Mata merah itu, dan tatapan mata itu, tidak ada orang lain selain Siwon yang pernah ditemuinya seperti ini. Tanpa mau memikirkan lebih jauh, Yesung langsung melancarkan serangan ke arah Taemin
"Hm?" dengan cepat Taemin menghindar "Mau membunuhku?" pikir Taemin. Ia memutar kedua bola matanya malas "Menarik sekali seandainya kau memang bisa membunuhku" ucap Taemin yang langsung mencekik leher Yesung dan mengangkatnya tinggi-tinggi dengan sebelah tangannya "Selamat tinggal paman" batin Taemin, dan sedetik kemudian, ia langsung menempelkan telapak tangannya yang lain ke wajah Yesung dan seperti dentuman keras, kepala Yesung terdorong kebelakang untuk beberapa saat, dan nafasnya langsung berhenti setelah itu
"Maaf ya paman, aku sedang dalam mood yang buruk saat ini, jadi malas bermain berlama-lama denganmu" ucap Taemin saat melepaskan tubuh Yesung yang langsung ambruk menyentuh permukaan tanah. Ditatapnya tubuh Yesung tanpa ekspresi lembut sedikitpun
"Apa sih ini? permainan yang dibuat ibu ya?"
-#####-
.
.
Bruuusssshhh Yoona mengeluarkan banyak kelopak bunga berwarna merah muda terang dari telapak tangannya "Kau lihat ini?" Tanya Yoona kepada Yunho yang tengah menangisi kepergian Eunhyuk
"Aku bahkan tidak bisa menyelamatkan siapapun.. aku benar-benar tidak berguna.." Yunho masih berkutat hebat dengan pikirannya. Ia yang seorang pangeran dari kerajaan timur bahkan tidak bisa menyelamatkan siapapun, beban mental yang sangat berat tengah dirasakannya saat ini. cemoohan yang ditujukannya kepada dirinya sendiri mulai memperburuk kondisi diri dan mentalnya
"Kalau kelopak bunga ini kutebarkan dari atas sini, semua orang yang ada di bawah akan mati" ucap Yoona. Yunho langsung mengarahkan pandangannya kepada Yoona "Semua orang akan mati. Semua orang akan mati" kata-kata itu terus bergema di dalam kepala Yunho
"Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Yunho dengan suara parau. Ia sudah tidak bisa berpikir dengan baik lagi untuk saat ini. Mentalnya telah hancur bersama dengan rasa bersalah yang amat sangat yang bahkan tidak seharusnya ditanggung olehnya hingga seperti ini. Rasa tanggung jawab yang terlalu besar malah membawanya ke dalam kehancuran
"Kelopak bunga ini mengandung racun yang akan tersebar lewat udara. Kau juga bisa mati loh" jawab Yoona tenang seakan tidak akan terjadi sesuatu yang menakutkan. Dan dengan sangat santai, ia menebarkan kelopak bunga beracun itu. Mata Yunho menatap kosong kelopak bunga yang berjatuhan itu, hanya menatap tanpa melakukan apapun. Dunia Yunho sudah tidak berada dalam dimensinya…
-#####-
.
.
"Hm? apa ini? kelopak bunga?" Taemin mengambil satu kelopak bunga yang menghampirinya. Saat tangannya menyentuh kelopak bunga itu, terasa ada sedikit sengatan listrik yang menjalar di tangannya. Taemin mendekatkan kelopak bunga itu ke hidungnya "Bibi Yoona rupanya" ucapnya sambil tersenyum licik "Racun yang sangat kuat, untung tubuhku bisa refleks menetralkan racunnya, kalau orang biasa pasti sudah mati"
Taemin mulai berjalan menuju tempat Yoona "Kita akan mulai bermain, bibi"
.
.
.
To be continued
.
.
.
A/n: maaf lama update
banyak tugas kuliah. mian ne~
Love,
Cndy
