Fanfiction

Title : Kehidupan Baru Boruto

Chapter : 21

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Rate : T+

Genre : Romance & Drama

Pairing : Uzumaki Boruto & Uchiha Sarada

Warning : OOC Yg Berlebihan, TYPO, EYD dan bahasa yg hancur, AU.

::==::==::

:

:

:

Setelah terbang melewati pulau-pulau dan lautan-lautan, akhirnya pesawat telah berada di atas pulau Papua. Perjalanan ini menjadi lebih tidak nyaman karena dari hari pertama hingga sekarang Boruto dan Hashirama terus-menerus di tatap oleh 5 orang TNI bersenjata yang terbang bersama mereka.

Boruto merasa sedikit takut akibat penampilan dan sikap para tentara yang ada di hadapannya yang bisa di bilang sanggar dan manakutkan. Apalagi sedang memegang senjata di tangan yang bisa mereka tarik pelatuknya kapan saja.

Namun, Hashirama tetap bersikap biasa dan berencana tak mau menunjukan identitas aslinya pada kelima tentara di hadapannya. "Ehem, kalian berdua siapa dan mau apa ke Jayapura. Dan sepertinya salah satu dari kalian bukanlah orang Indonesia," ucap salah seorang tentara.

"Ya, dia pemuda dari Konoha, utusan dari Techconnec yang akan bekerja di BARI selama 2 tahun," ucap Hashirama. "Utusan, jadi apa kau adalah semacam pengawal?" ucap tentara itu lagi. "Ya, bisa di bilang begitu."

"Kalau begitu, selamat datang di Jayapura, Papua," ucap tentara itu. Hashirama pun tersenyum. Boruto juga ikut tersenyum walau masih tersimpan rasa takut pada dirinya.

::==::==::

Pada akhirnya, mereka pun telah tiba di bandara. Namun, mereka tak beristirahat. Hashirama langsung mengeluarkan ponsel dan menghubungi seseorang. Setelah selesai, ia mengajak Boruto untuk menuju sebuah restoran di dekat bandara untuk makan siang.

"Kita makan siang, setelah itu kita pergi ke pangkalan Sakhuri di kota ini," ucap Hashirama. "Sekarang?" tanya Boruto dengan nada lesu. "Ya, kita tidak akan membuang waktu, semakin cepat kau tiba maka akan semakin cepat kau di beri pengarahan dan semakin cepat pula kau kembali," ucap Hashirama.

"Perasaan sama saja, paling Cuma berkurang beberapa hari saja," ucap Boruto sambil berjalan mengikuti Hashirama sambil membawa tasnya dan sebuah koper milik Hashirama.

Setelah mereka selesai makan, Hashirama kembali menghubungi seseorang. Setelah itu, ia mengajak Boruto untuk pergi keluar. "Ayo kita pergi, jemputan kita akan segera datang," ucap Hashirama. "Aku bisa istirahat sejam lagi?" tanya Boruto.

"Tidak, istirahat saja nanti di pangkalan, malam hari, kita akan berangkat ke pegunungan menuju markas rahasia," ucap Hashirama. "Huhff, sial," keluh Boruto walau pada akhirnya ia menurut dan mengikuti perintah Hashirama.

Sebuah Mobil Ranger berwarna Hitam bertuliskan Sakhuri pun berhenti di depan mereka. "Masuklah, jendral!" ucap seorang supir dari dalam. Hashirama pun membuka pintu dan duduk di depan bersama dengan supir sementara Boruto dan barang-barang milik Hashirama berada di belangkang.

Sambil memposisikan posisi duduknya yang nyaman, Boruto bertanya "Katanya Sakhuri adalah Satuan Militer rahasia, mengapa di mobil ini ada tulisan Sakhuri besar-besar beserta lambangnya?"

"Jadi itu yang ingin kau tanyakan. Akan kujelaskan setelah kita tiba di pangkalan," jawab Hashirama. "Kenapa tidak sekarang saja?" tanya Boruto. "Karena kau tidak akan paham jika kujelaskan di sini. Nanti saja di pangkalan. Bahkan mungkin kau akan mengerti sendiri," ucap Hashirama lalu menyandarkan punggungnya pada kursi mobil dan menutup matanya.

"Berapa lama aku harus bersabar, kau membuatku semakin penasaran dengan jawaban," ucap Boruto sambil melipat tangannya.

::==::==::

Beberapa menit perjalanan dengan mobil, Akhirnya mereka tiba di sebuah markas kecil di pesisir pantai. Di gerbang utama, terlihat sebuah papan bertuliskan 'SAKHURI'. Jelas tulisan itu semakin membuat Boruto heran dan bertanya-tanya.

"Sakhuri menyembunyikan identitasnya di kota ini. Kau hanya dapat menemui Sakhuri di Provinsi ini saja. Identitas palsu kami di kota ini adalah sebagai Keamanan. Kami membantu tugas polisi dalam mengamankan tempat-tempat penting selama 24 jam," Ucap Hashirama. "Keamanan? Maksudnya seperti apa?" tanya Boruto.

"Hufft, akan kujelaskan ulang. Tapi sebelumnya, kita turun dari mobil ini dan pergi ke area peristirahatan. Kita akan pergi ke aula untuk beristirahat sambil menunggu Helikopter datang," ucap Hashirama. "Ya, tapi aku agak bingung," ucap Boruto. "Sudahlah, nanti akan kuceritakan sejarah singkat Satuan kami," ucap Boruto.

Di dalam aula, Boruto menyandarkan punggungnya pada sebuah Kursi. Hashirama pun terlihat sibuk dengan laptop yang baru saja ia keluarkan dari tas miliknya. "Akan aku ceritakan secara singkat agar kau mengerti. Jika Techconnec memiliki sejarah, maka Sakhuri pun memiliki Sejarah," ucap Hashirama.

Sejarah Sakhuri

Sakhuri pada awalnya hanyalah sebuah impian dari Jendral Besar Republik Indonesia. Sang jendral berambisi untuk membuat sebuah Satuan yang Rahasia guna keperluan Intelijen, Misi Rahasia, Dan sebagainya.

Untuk memujudkan impian itu, di pilihlah 50 orang dari setiap angkatan militer Indonesia. 50 orang yang terpilih itu pun melangsungkan pelatihan yang cukup berat, Di Buatkan identitas palsu, dll. Mereka yang terpilih di kirim jauh dari keramaian untuk latihan dan pastinya jauh dari keluarga.

Setelah latihan selama 2 tahun, mereka yang terpilih akan di nyatakan meninggal dunia dan di lakukan pemakaman secara militer. Namun, 50 orang yang terpilih itu merupakan Tentara yang belum bekeluarga. Setelah prosesi pemakaman palsu selesai, Ke-50 orang tersebut secara resmi telah menjadi bagian dari Satuan Khusus Republik Indonesia ini.

Sakhuri memang pada awalnya hanya di anggotai oleh 50 orang atau bisa di bilang 50 agent. Keberadaan Satuan ini bahkan di rahasiakan dari presiden dan seluruh rakyat Indonesia. Tidak semua Komandan satuan Militer mengetahui keberadaan Sakhuri di indonesia. Jendral besar yang membentuk Satuan ini sengaja merahasiakannya.

Sakhuri di bentuk untuk melakukan misi secara diam-diam. Bahkan juga melakukan penyusupan dan penyergapan secara diam-diam tanpa di ketahui oleh pihak manapun. Biaya operasional untuk Sakhuri sendiri merupakan potongan gaji para Perwira TNI yang mengetahui dan mendukung Sakhuri.

Namun, beberapa tahun setelah di bentuk, Jendral besar yang membentuk Satuan ini pun meregang nyawa. Dan secara resmi, kontrak Sakhuri pun di lepas dan akhirnya Sakhuri di bubarkan. Namun Beberapa bulan kemudian, Komandan Sakhuri yang baru saja di lantik 4 tahun yang lalu pun menghimpun ke-50 pasukan Sakhuri yang tersebar ke berbagai Wilayah. Ia pun membentuk Sakhuri kembali. Komanda pertama Sakhuri ini konona bernama Sarutobi.

Sarutobi membangun markas Sakhuri di wilayah pulau Papua tepatnya di pegunungan Jawawijaya. Di sana, mereka membangun markas bawah tanah dengan dana yang merupakan hasil sukarela anggota yang lain.

Untuk mendapatkan Dana operasional, Sarutobi membangun sebuah perusahaan yang bekerja di bidang Jasa keamanan atau bisa di bilang pengawal sewaan. Para anggota Sakhuri sendirilah yang merupakan pengawal tersebut.

Selama 5 bulan beroperasi, Jasa pengawal sewaan dapat mendapat pendapatan mencapai 20 milyar. Dan dengan uang itu, pembangunan markas Sakhuri pun berlanjut dan di perbesar. Kemudian membeli kendaraan dan sistem komputer untuk kantor ini. Dan setelah beroperasi sekitar 5 tahun, Perusahaan Pengawal sewaan ini pun di tutup dengan alasan bangkrut.

Dan di tahun yang sama, Markas bawah tanah Sakhuri pun telah selesai dan menjadi layaknya Markas satuan Khusus. Di tahun yang sama juga, Sakhuri merekrut orang-orang sipil yang terpercaya untuk bergabung menjadi anggota Satuan Khusus ini. Dan tak lama kemudian setelah kesuksesan Sakhuri membentuk kembali kejayaannya, Sarutobi menghembuskan Nafas terakhirnya.

Kepemimpinan pun di ambil alih oleh wakil Sarutobi bernama Asuma. Di tangan Asuma, Sakhuri sudah memulai misi kemanusiaan secara diam-diam membantu rakyat yang kesulitan. Dan terkadang melakukan pengerebekan bandar-bandar narkoba.

Mendapatkan bantuan dari seorang ilmuan indonesia lalu mengubah teknologi Sakhuri. Persenjataan Canggih pun tercipta dari tangan Ilmuan ini. Baja ringan nan kuat pun di ciptakan ilmuan ini untuk mendukung Armori Sakhuri. Baju zirah full Body pun di ciptakan untuk menghindari cedera serius dalam menjalankan Misi yang melibatkan kontak senjata.

Dengan keberadaan 2 perusahaan penopang milik Sakhuri yaitu perusahaan Ansuransi dan Perusahaan sewa pengawal yang di hidupkan kembali, Sakhuri pun bangkit menjadi Satuan terkuat milik Indonesia walau keberadaannya sama sekali tidak di ketahui.

Dengan berbekal biaya dari kedua perusahaan itu, Sakhuri memperbaharui tatanan kesatuannya dan membentuk kerjasama rahasia dengan beberapa pihak militer yaitu militer Kota Jayapura dan Pangkalan Udara Halim perdana Kusuma.

Setelah bekerja sama dengan Pihak Militer Jayapura, Keberadaan Sakhuri secara tiba-tiba terancam. Banyak warga sipil yang merasakan keberadaan dan gerak-gerik Sakhuri selama ini. Untuk menutupi Keberadaan mereka yang hampir terancam, Sakhuri pun membangun Stasiun Antariksa yaitu Badan Antariksa Republik Indonesia.

Pemerintah daerah dan Pusat pun turut mendukung keberadaan BARI. Sakhuri pun mennyatakan diri sebagai Pasukan keamanan BARI. Berkat itu, Isu keberadaan Sakhuri sebagai pasukan Rahasia pun hilang.

Singkatnya, Karena telah di ketahui keberadaannya, Sakhuri membangun BARI untuk menutup keberadaannya. Markas Rahasia Sakhuri Konon di bangun di bawah Gedung BARI.

Beberapa tahun kemudian, Sakhuri memulai misi kemanusiaannya hingga keluar Kota dan bahkan telah sampai di luar Negeri. Prestasi terbesarnya adalah membunuh Pemimpin Teroris dunia dan membebaskan Palestina dari cengkraman Tangan Terosis. Walau Keberadaannya kini di ketahui seluruh dunia, Tak ada satupun negara yang mengetahui dari mana asal Sakhuri dan siapa yang bertanggung jawab akan keberadaannya.

Sakhuri menjadi Satuan Militer yang di segani seluruh negara kecuali AS dan Rusia. Semua kelompok-kelompok Radikal pun menakuti keberadaan Sakhuri kecuali MAFIA yang konon memiliki Teknologi setara dengan Sakhuri dan Techconnec.

Pertemuan perdana Ketiga Kelompok itu terjadi pada saat kepemimpinan Itachi di Techconnec. Saat itu merupakan Perang antara Techconnec dengan MAFIA. Sakhuri merasa resah dengan pertikaian kedua kelompok ini. Sakhuri pun memutuskan untuk ikut terlibat dan mendamaikan kedua kelompok ini.

Pada saat itu, pertempuran Techconnec dan MAFIA berlangsung di hutan Barat Konoha sedang berlangsung. Saat itu, Techconnec memang kalah jumlah. Namun keahlian Techconnec dalam pertempuran memang yang paling hebat. Namun, Sakhuri melakukan kesalahan.

Sakhuri memberikan tembakan peringatan yang di arahkan ke tanah di tengah-tengah medan pertempuran. Jelas saja itu membuat Mafia marah dan memalingkan perhatian dari Techconnec dan menyerang Helikopter yang di naiki Beberapa Pasukan Sakhuri. Tembakan itu pun berhasil membuat Helikopter berasap dan terbang tak terkendali hingga akhirnya jatuh ke sisi selatan area pertempuran.

Tak di duga, Mafia mengirim 20 orang untuk mengecek tempat jatuhnya helikopter itu. Itachi yang menyadari hal itu pun mengirim 5 orang pengawalnya bersama Sasuke dan Naruto yang kebetulan saat itu juga ikut berperang untuk melindungi awak helikopter itu.

Di tempat jatuhnya Helikopter itu, Semua awak Helikopter yang selamat pun saling tolong-menolong untuk keluar dari dalam Helikopter yang sudah ringsek. 3 orang yang berhasil keluar terlihat sedang mengamankan zona jatuhnya heli mereka. Tiba-tiba, muncul tembakan dari area hutan yang mengarah ke zona jatuhnya heli. Pasukan Sakhuri pun langsung berlindung dari belakang bangkai Heli sambil berusaha melawan dengan senjata yang mereka pegang.

Namun karena mereka baru saja jatuh dan menghantam tanah, kepala mereka pastinya sedikit sakit dan daya fokus mereka pastinya sedikit menurun. Itulah yang menjadi penyebab Sakhuri sukar untuk membalas serangan. Apa lagi Senjata yang di pakai Mafia mampu menembus Baju Zirrah mereka dalam beberapa kali tembakan di titik yang sama.

Di saat amunisi di senjata mereka hampir habis, Pasukan Pengawal Techconnec pun muncul dan langsung menembaki pasukan Mafia hingga membuat mereka mundur.

Setelah kejadian itu, Unit Sakhuri yang berada di konoha saat itu di pimpin oleh Hashirama. Mulai dari hari itu untuk membalas pertolongan Techconnec, Hashirama menjalin hubungan pertemanan dengan Techconnec dan melaporkan kejadian kepada Jendral besar Sakhuri. Tak lama kemudian, Sakhuri dan Techconnec menjalin hubungan kerja sama di bidang teknologi.

Sakhuri membagi teknologi mereka pada Techconnec dan begitu pula dengan Techconnec yang membagi teknologi mereka pada Sakhuri. Dengan teknologi Techconnec, Sakhuri memperkuat Baju zirrah mereka dan mempercepat transmisi Sinyal yang di perlukan selama Misi. Sebaliknya Dengan teknologi Sakhuri, Techconnec berhasil memperkuat keamanan dan memperkuat persenjataan mereka guna menangkal serangan Mafia. Selain itu, Kerja sama Sakhuri dan Techconnec melahirkan sesuatu yang baru di BARI. Tak lama kemudian, BARI menciptakan Satelit yang akan di pergunakan Techconnec untuk keperluan Komunikasi dan Transmisi sinyal.

Beberapa tahun kemudian, Sakhuri di kenal sebagai Unit keamanan milik BARI. Selain itu, Sakhuri di kota Jayapura bertugas sebagai Instansi yang menjaga keamanan objek Vital negara di kota itu. Selain Markas rahasia, Sakhuri membangun 3 markas Di kota Jayapura. Sebuah markas di bangun di tengah kota dan sering di gunakan sebagai tempat pelatihan Calon Satpam.

Akhir Sejarah Sakhuri

Mendengar semua cerita yang di ceritakan oleh Hashirama membuat Boruto langsung mengerti. "Berarti senjata yang di miliki Techconnec berasal dari kalian?" tanya Boruto. "Nah, untuk itu tidak semuanya dari kami. Techconnec memiliki Lab. Senjata sendiri sama seperti Mafia. Hanya saja, untuk senjata berkaliber besar kamilah yang menjualnya kepada Techconnec," ucap Hashirama.

"Umph, aku baru tahu semua itu, ternyata Techconnec menyembunyikan sesuatu yang besar di balik keberadaannya. Namun yang masih belum kumengerti, kenapa Mafia dan Techconnec menjadi musuh abadi?" Tanya Boruto. "Entahlah, hanya Sasuke sendirilah yang tahu," ucap Hashirama.

Tak lama kemudian, Helikopter yang mereka nantikan telah tiba. Hashirama langsung mengajak Boruto untuk menaiki helikopter itu dan terbang menuju Pegunungan Jayawijaya, tepatnya Markas Besar BARI.

:

:

:

To Be Continued

A/N: Halo Para pembaca Setia.

Author mau minta maaf nih karena selama beberapa hari. *Ralat. Beberapa minggu ini tidak mengupdate Chapter hehe.

Ini berkat aktivitas di Duta yang semakin lama ternyata semakin padat.

Minggu kemarin, Author sibuk karena persiapan Ulang tahun SMA author. Kami mengikuti lomba pojok buku dan alhamdulilah dapat juara 2. 2 minggu yang lalu, author juga sibuk karena membuat cerpen untuk mengisi lomba cerpen sekolah. Dan alhamdulilah dapat juara 5.

Aktivitas selama 2 minggu yang author jalani memang sangat padat. Pulang sekolah jam 2 lalu kembali lagi sorenya untuk mengecet kelas dan menghias kelas. itu author lakukan selama seminggu full.

Malamnya, Pasti bawaannya capek dan ngantuk. Setiap mau pegang laptop dan mengetik beberapa kata, bawaannya pasti mau tidur. Terpaksa deh, nafsu untuk tidur tidak tertahankan lagi sehingga author memutuskan untuk hiatus selama 1-2 minggu sampai persiapan Hut SMANSA selesai dengan baik.

Oke, Mode Curhatnya selesai. Kita kembali ketopik utama.

Setelah lama hiatus, author kembali dengan chapter 21 yang katanya berjumlah 2k. Hasilnya pasti buruk menurut anda para pembaca. Tapi mau bagaimana lagi. Dari awal rencananya memang untuk menjelaskan keberadaan Sakhuri dalam cerita yang BTW akan menjadi markas tempat Boruto bekerja.

Jika chapter ini jelek, mohon maaf sebesar-besarnya. Dan insya Allah, tidak akan terjadi di chapter 22 dan seterusnya hingga tamat.

Oh satu lagi, untuk yang kemarin menanyakan Keberadaan auhthor lewat Review saya ucapkan terima kasih. Berkat anda, saya mendapat kembali pencerahan dalam menulis Fanfiction ini.

Jujur, saya mendapat cobaan berat dalam menulis. Pertama adalah membuat cerpen untuk persiapan lomba yang akan datang, kedua rancangan Cerita perdana untuk di taruh di Wattpad yang rencananya akan di mulai tahun depan, ketiga memikirkan nasib Fanfic ini, keempat terbayang-bayang dengan Fanfic ke empat gue yang rencananya akan berjudul Uzumaki Destiny. Itu Genrenya Adventure dan Friendship walau pastinya ada Action-Actionnya dan sedikit roman-romansanya, dan juga ada sedih-sedihnya, ada tragedinya, ada jalan cerita tentunya, dan pastinya akan mempengaruhi fanfic-fanfic berikutnya.

Karena sebelumnya saya membicarakan Cerita perdana di akun Wattpad yang akan di mulai tahun depan, pasti ada yang berpikir saya akan pindah ke Wattpad. Jujurlah, anda pasti sempat berpikir begitu.

Jika anda tidak berpikir begitu, pasti ada orang lain yang berpikir demikian. Pindah ke Wattpad? Hell no, saya tidak akan pindah. Saya lebih menyukai Fanfiction terutama Fanfic Naruto.

Saya hanya memasang Cerita di akun Wattpad karena beberapa teman sekelas gue punya Wattpad dan pastinya ada cerita. Malulah jika author tidak punya cerita di sana padahal pemenang ke lima dalam lomba cerpen.

Oke itu saja.

Saya berencana mengupdate 2 chapter sekaligus. Jadi, jika belum ada, harap menanti beberapa menit atau jam lagi.

Salam Fanfictioner