Hahahah saya balik lagi dan gimana Chapter kemarin Lemonnya? Yah kalau itu sih gak greget yaudah terserah kau dah tak usah di bayangin masa gitu ajah di khayalin padahal hanya character 2D yah sebenarnya tak masalah punya sifat mesum karena, manusia memiliki sifat seperti itu hanya saja kita di kasih otak makanya untuk mengontrolnya yah sebagai contoh ada yang kalem nanggepinnya ada yang berlebihan nanggepinnya yah, intinya gimana kita ngendaliinnya.

Yah aku pernah dapet PM kira-kira seminggu yang lalu yah sebenarnya aku malas ngebales yah lebih tepatnya ogah dah kan dia PM tentang ficku yah jika di singkatin sekedar hinaan dan cacian sebenarnya aku tak begitu peduli dan untuk Nama Author itu sendiri aku rahasiain yah demi menjaga privasi meski terkadang aku jengkel! Untuk membalasnya namun, lebih baik di kacangin ajah kayak kacang garuda karena, kalo di tanggepin sama ajah aku kayak orang bodoh yang kepancing kayak ikan.

Ohh ya ngebahas kelain aku bicara ini soal game hmmm! Denger2 Evil Within 2 bakal ada? Jika benar kayaknya seru si Om Mikami akhirnya membuat lagi setelah sekian lama dan soal DLC RE7 denger-denger Capcom kerjasama ama Kojima yah? Wihhh hebat aku gak sabar nantinya perpaduan gaya Resident Evil dengan Nuansa Silent Hill pasti greget dan maknyoss melebihi Maddog anti Greget pastinya yah itu masih rumor namun, jika iya sih gak sabar aku nunggunya meski entah kapan.

Chapter 15 : The Demon Lullaby

.

...

.

- Natsu House

Natsu sekarang membuka matanya dia melirik ke samping tak ada wanita berambut merah di sampingnya dia segera beranjak dari kasur dan keluar karena, mencium bau makanan lezat dan begitu di dapur dia sudah tak terkejut melihat Irene yang tengah memasak menggunakan celemek merah yang hanya menutupi bagian depan, dan tak mengenakan apapun yang menampakan pantat besarnya itu.

"Kau sudah bangun Natsu?" Irene tersenyum dia tampaknya tak masalah mengenakan seperti ini yah ini memang kemauannya "hari ini bukankah kau misi?"

"Yah nanti aku satu tim dengan Erza dan si boxer itu" Jawab Natsu berdiri di belakang wanita itu dengan wajah kelaparan "kau masak apa? Keliatannya lezat!" dia masuk mode anjing kelaparan.

"Yah, kau tunggu dulu nanti aku panggil" Irene tertawa kecil.

"Hei, Irene kita pasangan bukan?" tanya Natsu Irene menghentikan aktifitasnya "uhmm! Maksudku Igneel pernah berbicara padaku tentang menandai mereka dan jadikan pasanganmu apakah itu di sebut Cinta juga? Igneel pernah bilang seperti itu meski aku tak begitu faham"

"Yah memang benar aku malah senang bahkan jadi istri pun tak masalah" Irene berbalik dan mencium lelaki di depannya "ayahmu benar dan tak masalah jika kau mau tambah setidaknya aku sekarang yang pertama hmmm, tak perlu buru-buru suatu saat kau akan tau"

"Oke aku mengerti" Natsu berjalan ke arah meja makan "dan juga semua orang mencarimu karena, kau jarang muncul di Guild"

"Aku tau! Dan setelah ini aku juga akan ke Guild untuk sementara ini aku tak ambil misi" balas Irene dia membuka celemek dan melihat ke pundak kiri di mana bekas gigitan Natsu kini berubah menjadi Tatto Naga berwarna merah.

Irene tau dia sekarang menjadi Mate Natsu dia malah tak masalah jika ada wanita tambahan di rumah ini setidaknya dirinya saat ini yang pertama

'Hmmm! Banyak yang akan terjadi hari ini dan seterusnya'

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Magnolia Station

"Mengapa Erza butuh bantuan kita lagipula cukup aku saja bukan!" Gray mencengkram kerah Natsu "kau pulang saja sana!"

"Oh baiklah aku akan pulang!" Natsu terlihat kesal "tapi, jangan harap kau akan selamat darinya setelah ini lagipula dia yang meminta kita berdua dasar payah!"

"Bisakah kalian untuk tidak berkelahi!" Lucy terlihat sewot lalu menghela nafas melihat perkelahian gak penting di depannya "uhh kalian ini kenapa pula aku harus ikut dengan kalian"

"Kalau begitu kenapa kau di sini?" tanya Gray

"Aku lagipula di ajak Natsu dan juga ini -san" jawab Lucy terlihat kesal "dan lagipula aku kesini sebagai mediator" tapi, dia di cueki lagi oleh keduanya.

"Kenapa kau misi selalu bawa kantung tidurmu?!" Gray memberi tatapan tak suka

"Maaf tuan adakah masalah dengan itu?" Natsu menyipitkan matanya

"Tch mereka mulai lagi" Lucy Sweatdrop tapi, muncul ide di otaknya "ahhh Erza-san kita di sini!" teriaknya sambil melambaikan tangan.

"Kita berteman baik!" Gray langsung merangkul Natsu dengan tersenyum paksa karena, mendengar nama itu namun ketika dia menoleh dia hanya melihat Lucy tertawa dan Natsu yang tengah menahan tawanya.

"Hahaha! Lucu sekali!" Lucy tertawa memegang perutnya.

"Kau menipuku yah!" Gray terlihat shock dan kesal dia menoleh ke arah Natsu "dan kau Flame brain! Kenapa kau bisa tau Erza tak ada di sini!"

"Hahaha kau bodoh aku sudah berteman lama dengannya" jawab Natsu memegang hidungnya "dan lagipula aku ini DragonSlayer penciumanku cukup berguna untuk jarak jauh juga"

"Sial kenapa pula aku harus ikut ini benar-benar membuat perutku sakit" Gray meratapi kebodohannya ini.

"Mau ikan Gray?" tawar Happy.

"Tidak!" Gray sewot lalu membeku mendengar suara itu.

"Maaf semuanya aku terlambat" Erza datang dengan membawa Kargo besar di belakangnya.

"Yang benar saja!" Lucy Shock.

"Hmmmm! Apa kabarmu Lucy? Jadi kau ikut misi ini" tanya Erza "yah, kita sudah berkenalan di Guild kudengar kau melaksanakan misi itu dengan lancar kurasa itu bagus"

"Yah, Mira-san yang menyuruhku" jawab Lucy membungkuk "ehhh yang mengalahkan mereka semua adalah Natsu"

"Aku tak tau ini misi apa tapi, yang jelas kita akan ikut saja" Ucap Natsu memainkan topinya "tapi, apa kau masih ingat dengan perjanjian kita?"

"Perjanjian?" Erza mengangkat sebelah alisnya.

"Dasar idiot!" Gray menggaplok rivalnya ini "ta-tapi untukmu Erza aku akan sukarela meski tanpa perjanjian !" dia memasang wajah takut.

'Hei! Natsu aku berjanji suatu hari nanti aku akan kuat dan mengalahkanmu'

'Oke aku tunggu! kita akan bertarung berdua dan persiapkan dirimu'

"Begitu rupanya, ternyata kau masih mengingatnya juga" Erza tersenyum mengingat memori masa lalunya "dan asal kau tau aku berbeda dari yang waktu itu"

"Yah, aku senang jika kau berbeda tak seperti waktu itu" Natsu memakai topinya Gray hendak bertanya apa yang di maksud Natsu namun, tak jadi karena ketakutan.

"Fufufu! Aku harap kau siap" Erza tertawa kecil dia menoleh ke arah Gray "kau juga mau ikutan Gray?"

"Tidak terima kasih!" Gray menggeleng ketakutan "aku saat ini masih sayang tubuhku!"

"KALAU BEGITU AYO!"

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Di Dalam Kereta Api

"Hah, kau ini tidak bisa di harapkan Natsu!" komentar Gray melihat kondisi Natsu yang tengah melawan kelemahan alaminya "sebaiknya kau jalan saja jangan naik kereta"

"Aku tau kelihatannya dia sangat menderita dengan penyakitnya ini" sambung Lucy dia memanggil DragonSlayer api ini "Natsu! Kenapa kau tak tidur di-"

"Kurasa tak ada cara lain" Erza memotong pembicaraan Lucy "Natsu kenapa kau tak kemari dan tidur di pangkuanku" mengabaikan tatapan Deathglare Lucy.

"Aye!"

"Kau tidurlah sekarang" Erza mengelus rambut pinknya itu dengan wajah tersenyum "aku takkan menggangumu dan akan kubangun kau jika sudah sampai oke?" Natsu hanya berdehem.

'Wow! Sifatnya benar-benar berbeda sekarang dan sangat ramah dan lembut' Lucy kagum dia masih ingat Erza di takuti di Guild karena keseramannya namun, ketika dengan Natsu ini benar-benar di luar karakternya.

"Kalau di pikir aku hanya melihat Natsu menggunakan sihirnya dan yang lain aku belum lihat?" tanya Lucy "dan bagaimana denganmu Erza-san?"

"Tak usah formalitas begitu" balas Erza "yah sihirku tipe Requip-Armor di mana aku bisa mengganti senjata dan Armorku dengan cepat"

"Sihir Erza cukup indah dia membuat berdarah lawan-lawannya" jawab Happy

"Itukah yang di sebut indah" Lucy Sweatdrop

"Sihirku biasa saja tak ada yang bagus malah kupikir sihir Gray yang terlihat indah" Ucap Erza Gray melirik ke arahnya.

"Hmmm!" Gray merepalkan kedua tangannya dan tak lama muncul simbol Fairy Taill dari kedua tangannya "aku ini sihir pengendali Es"

"Wah, ini bagus" Lucy terkagum "sekarang aku tau kenapa kau tak akur dengan Natsu karena kau Es dan Natsu api"

"Terserah" Gray melipat tangannya tak peduli "dan Erza katanya kau akan membicarakan tentang misi ini?"

"Baiklah"

( Flashback )

Erza Pov's

- Kota Onibas

Misi ini cukup membosankan karena, aku pergi sendiri biasanya akan sangat menyenangkan jika bersama dengan Natsu namun, saat ini suamiku err! Maksudnya temanku dia tengah pergi ke Hargeon untuk memastikan berita kebenaran tentang Salamander tapi, ada beberapa orang yang cukup menyita perhatianku.

"Mana minumannya lama sekali!"

"Maaf!"

"Akhirnya kita menemukan Lullaby! Meski kita tak tau cara membuka segelnya"

Lullaby? Rasanya aku pernah mendengar itu tapi aku lupa di mana yah aku terus melanjutkan menguping.

" itu tak mudah tau meski di buka ramai-ramai dan perlu waktu kalian pulanglah dan tolong katakan pada Erigor aku akan segera kembali dalam tiga hari dan membuka segelnya"

"Woohhh itu bagus"

( END)

"Lullaby? Bukankah itu sihir untuk membuat orang tertidur" Ucap Lucy

"Yah, awalnya sih aku tak begitu peduli" jawab Erza "tapi, hanya saja kita akan mencari orang itu karena, ada seseuatu buruk yang akan terjadi apalagi ketika mendengar nama Erigor dia adalah salah satu pemimpin Guild Gelap yang di juluki Shinigami!"

"Shinigami!" Lucy berkeringat

"Lucy tubuhmu mengeluarkan jus!" komentar Happy

"Dia juga di juluki seperti itu karena, dia menerima Job untuk membunuh orang dan Dewan pernah melarangnya namun Erigor lebih memilih uang" balas Erza tak lama kereta berhenti dan mereka segera keluar "dan 6 tahun yang Guild Eisenwald di cap sebagai Guild gelap"

"Begitu rupanya" Gray membetulkan kerahnya "tapi, jika mereka di bubarkan kenapa mereka tak di hukum"

"Master Guild itu sudah di tangkap" jawab Erza "dan para dewan menyuruh mereka membubarkan diri namun, mereka menolak hah! Namanya juga Guild gelap"

"Sebaiknya aku pulang!" Lucy menggigil ketakutan.

"Memang benar tapi, bukankah kau saja sudah cukup mengatasi mereka?" Usul Gray.

"Yah kau memang benar" Erza mengangguk "hanya saja mereka punya Lullaby aku tak tau apa yang mereka rencanakan jadi, kupikir kita tak bisa diam begitu saja"

"Apa kau tau di mana Eisenwald itu?" tanya Gray.

"Kita tanyakan orang di sekitar sini yang tau" balas Erza.

"Ahhh Erza kita melupakan sesuatu!" Lucy menoleh ke belakang dan rupanya ada kawannya yang tertinggal "Ahhh Natsu tertinggal di kereta!"

"Arrghh betapa bodohnya aku! Natsu pasti kenapa-kenapa! Aku menjelaskan sampai lupa dan meninggalkannya di kereta" Erza paling panik sendiri "Lucy! Kau boleh memukulku sebagai hukumannya telah melupakan kawan-kawannya!".

" whoa! Santai Erza" Lucy Sweatdrop di lain sisi dia terlihat kesal 'sialan kau aku sebenarnya ingin memukulmu karena, melupakan Natsu di kereta!'

"Tolong hentikan kereta ini karena, temanku saat ini tertinggal!" pinta Erza tegas "ini demi teman kami!"

"Yang benar saja!" Kondektur hanya Sweatdrop "kita tak bisa menghentikan kereta meski penyebabnya hanya satu orang"

"Happy cepat tekan itu" perintah Erza melihat tombol darurat.

"Aye!" Happy langsung menekannya dan terdengar suara sirine nyaring.

"Kita susul dia" perintah Erza

"Aduh selalu saja ribut" Lucy menghela nafas.

"Memang seperti itu" Gray yang sudah kehilangan pakaiannya.

"Kenapa kau telanjang" Lucy Sweatdrop

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Di Dalam Kereta

Yah ada seseorang yang tertinggal di dalam kereta yang tak bukan dan tak lain ialah Natsu yang tengah menghadapi kepasrahannya atas mabuk kendaraan yang berlebihan.

"Permisi boleh aku duduk di sini? Ahh rupanya ada bangku kosong, apa kau baik-baik saja?" Tanya lelaki berambut hitam duduk di depan Natsu tapi, dia melihat tatto guildnya "Guild legal yah?! kau pasti dari Fairy Taill aku Kageyama dan bicara soal Fairy Taill kau kenal Mirajane? Aku heran dia tak aktif lagi sebagai penyihir padahal dia masih muda dan aku tak tau namanya tapi, kudengar ada anggota baru dan seorang gadis kupikir dia manis juga" Natsu meski dalam keadaan seperti itu dia masih bisa mendengar namun, dia masih tetap menunggu.

"Aku sering melihat cewek cantik di Guild legal terkadang aku iri denganmu" Kageyama masih tetap tersenyum "dan bisakah kau berbaginya kepada kita karena, di sana tak ada cewek Oi! Jawab!" dia melayangkan tendangannya namun entah kenapa dia merasakan hembusan angin kuat di sekitar sini.

"Huh! Kau ingin tau kenapa?!" Natsu terlihat biasa saja tak ada tanda mabuk dan memegang kaki Kageyama dan mulai membekukannya perlahan "karena, guild ilegal seperti kalian takkan mungkin bisa mendapatkan cahaya jika sifat kalian masih gelap"

"Keparat kau akhirnya bicara!" Kageyama panik dia berusaha melepaskannya namun tak berhasil "lalat sepertimu akan jadi penggangu untuk misi kami!" dan tak lama kereta berhenti.

"Misi huh?" Natsu menurunkan suhu temperaturnya langsung meninju lelaki itu dengan keras "maaf yah tadi aku tak menjawab ocehanmu yah tadi aku mabuk tapi untung saja ada pasanganku yang memberikan ini" dia memperlihatkan sebuah pil yang dia dapat dari Irene.

'Makanlah ini setidaknya ini meringankan beban mabukmu meski sebentar'

"Kau bajingan tengik!" Kageyama terlihat kesal dia menggerakan bayangan dari kedua kakinya

"Seperti inikah kekuatanmu?" Natsu tampak santai menghindari setiap serangan bayangan dari Kageyama "huh? Apa itu?" dia melihat tas jatuh dan sebuah seruling dengan ujung kepala tengkorak.

"Sial kau melihatnya?!" Kageyama panik dan terdengar pengumuman Kereta akan kembali berjalan.

"Sampai jumpa tapi, ini ada salam perpisahan dariku" Natsu tersenyum menunjukan jarinya dan muncul lingkarang kuning silau "dan sampai jumpa !"

"Sial!" umpat Kageyama dia tau tak bisa menghindar

Jduarrr!

Setelah Natsu menembakan laser kuningnya dia langsung meloncat keluar kereta dan dia melihat kawan-kawannya mengejarnya menggunakan kereta roda sihir.

"Erza!"

"Oi! Natsu apa-apaan kau terbang seperti itu!" Gray berteriak shock karena, Natsu terbang ke arahnya dia ingin menghindar tapi, tak bisa alhasil mereka bertabrakan dengan indahnya.

"Hei, Natsu kau baik-baik saja?" tanya Erza khawatir

"Apa-apaan kau ini!" Gray berteriak shock dan menggaplok rivalnya ini.

"Huh, maaf kau siapa?" Natsu menyipitkan matamya dia tampaknya tak begitu peduli dengan yang terjadi tadi.

"Maafkan kami Natsu" Happy terbang ke arah majikannya.

"Lucy! Happy kalian kejam bagaimana bisa meninggalkanku!" Natsu terlihat kesal dan menoleh ke Erza "dan kau juga Erza! Bagaimana bisa kau meninggalkanku bukankah kita ini teman!"

"Maafkan aku Natsu!" Erza langsung memeluknya membuat Natsu mengerang sakit karena kepalanya terbentur Armor keras "ini biar kau lebih baik" di lain sisi Lucy cemburu karena ingin memeluk Natsu juga.

"Oke terima kasih aku senang kau khawatir" Natsu melepaskan pelukannya "tapi, di dalam kereta aku bertarung dengan seseorang dari Guild e...wald, wald ahh aku gak tau"

"Maksudmu Eisenwald?" Erza berwajah serius "saat ini kita sedang mencari mereka dan kenapa kau tak mendengarkan penjelasanku tadi?"

"Yah, aku mana dengar jika sedang mabuk" Protes Natsu tak mau di salahkan "dan juga orang itu membawa seruling dengan ujung kepala tengkorak dan mata tiga"

"Dia masih di dalam kereta bukan?" tanya Erza Natsu mengangguk "sebaiknya kita kejar karena, dia saat ini belum pergi jauh"

"Tunggu! Benda apa yang kau sebutkan itu?" tanya Gray.

"Ada apa Lucy?" tanya Happy melihat Lucy bergetar.

"Itu sebuah seruling nyanyian tidur kematian The Death Magic Lullaby" jawab Lucy "seperti yang pernah kubaca dari buku, sebuah sihir itu sudah lama hancur dalam kutukannya sendiri tapi, ada sesuatu yang lebih parah dari itu" Natsu pasang wajah bingung.

"Jika itu berbahaya sebaiknya kita kejar mereka" Erza sudah naik kereta sihir.

"Oke!"

.

.

.

.

( Kunugi Station )

Semua penumpang di keluarkan dari kereta secara paksa tampaknya mereka di bajak oleh Guild yang saat ini tengah diincar Erza dan yang lain.

"Aku dengar kau pulang dengan kereta jadi kita menunggu di sini" Erigor memainkan parangnya "kau sudah bawa benda itu?"

"Yah cukup lama untuk membukanya ini" Kageyama memberi seruling tadi "bukankah ini yang kau cari? Sihir yang telah lama hilang"

"Kerja bagus kage-chan!".

" whoa! Ini hebat"

"Pada awalnya seruling ini hanya di gunakan untuk membunuh dengan menggunakan kutukan" Erigor menerimanya "namun seorang penyihir hitam datang dan mengubah fungsi itu menjadi lebih mengerikan yaitu pembunuh massal Lullaby! Fungsinya bisa mengutuk dan membunuh orang yang mendengarnya"

"Pertunjukan di mulai!"

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Kunugi Station

"Tampaknya mereka sudah membajak kereta" Komentar Lucy dia melihat keluh komentar para penumpang yang di keluarkan paksa Natsu saat ini tengah tidur di pangkuannya.

"Mungkin mereka buru-buru sehingga jika tak cepat mereka mungkin misinya gagal" balas Gray melepas jaketnya "dan kuharap kita tak terlambat kesana!"

"Aku juga berharap begitu" balas Erza dia mempercepat laju keretanya secara drastis.

"Erza! Kau pelan-pelan!" protes Gray berpegangan "aku tau misi ini penting hanya saja pikirkan keselamatan teman-temanmu!"

"Aku tak peduli!" Erza mempercepat keretanya "tak peduli seberapun itu yang terpenting keselamatan dan nyawa orang-orang yang tak bersalah di utamakan!"

"Erza!" panggil Natsu tampaknya obat itu masih bekerja dan gadis Scarlet ini menoleh "aku tau kau khawatir tapi, kita lakukan ini pelan-pelan oke? Dan juga kita tau musuh bisa saja memancing tapi kita tetap kalem dan tenang oke?"

"Baiklah jika kau berkata begitu" Erza tersenyum sifatnya cukup lunak dan berbeda ketika dengan Natsu dan laju keretanya kembali normal.

'Bagus Natsu! Aku tau kau bisa menjinakannya' Batin Gray senang dia hampir terjungkal ketika Erza menaikan kecepatan kereta yah salahnya sendiri duduk di atas "dan Natsu benar! Kita harus tenang dan menyimpan tenaga kita lagipula, kita tak tau apa yang akan terjadi selanjutnya"

"Lucy! Aku ingin berbicara sesuatu denganmu?" Ucap Happy Lucy segera menyimak "ahh tapi, aku lupa mau bicara apa tapi, tolong ingatkan aku lagi yah!"

"Kau ini" Lucy menepuk dahinya.

.

.

.

.

( Di Dalam Kereta )

"Seekor lalat?" Erigor mengangkat sebelah alisnya.

"Aku tadi bertemu dengannya aku sungguh minta maaf!" Kageyama menutup matanya ketakutan tubuhnya terluka berkat Natsu tadi.

"Tch," Erigor mendecik kesal dia memotong bagian sisi telinga Kageyama dan membuat lelaki itu kesakitan "jangan bilang jika dia melihat seruling ini?"

"Dia memang melihatnya!" Kageyama memegang kedua telinganya "tapi, meski begitu itu tidak menghentikan rencana kita!"

"Memang kau benar!" Erigor memutar Serulingnya "tapi, meski itu sebuah lalat aku tak mau ada yang mengacaukannya kalau begitu aku juga akan turun tangan mengatasinya!"

"Kita mulai!"

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Oshibana Station

Mereka sekarang tiba di Stasiun dan Lucy melihat asap di dalam Stasiun dan waktu ingin masuk sebenarnya mereka tidak diizinkan masuk oleh petugas namun Erza mendesaknya dengan membenturkan kepalanya ke petugas membuat Lucy dan Gray ketakutan.

"Ehh mereka di kalahkan!" Happy terkejut melihat tentara yang tergeletak.

"Wajar saja lawan kita Guild Ilegal" Erza berlari kedalam lagi "bahkan tentara kerajaan takkan bisa mengalahkan mereka"

"Ayo kesini!" ajak Gray dan semuanya menyusul

"Selamat datang! Akhirnya kalian datang Fairy Taill" Erigor duduk di atas kereta dengan pasukan seluruh Guildnya "aku sudah menunggu kedatangan kalian!"

"Apa sebenarnya tujuan kalian!?" Erza memberinya Deathglare "jika sesuatu buruk terjadi pengampunan kalian di tolak"

"Aku hanya ingin bermain dan lagipula aku bosan karena tak ada misi" Erigor terbang ke udara "tujuanku? Hmm! Coba kau pikir sendiri apa yang kita lakukan di stasiun?"

"Woahh dia terbang!" Lucy kagum

"Itu sihir angin" balas Happy.

"Jangan bilang kau akan menggunakan seruling itu ke pemancar suara?" Erza memberinya Deathglare.

"Tepat fuhahahah!" Erigor tertawa lepas "di depan sana ada banyak orang-orang jika kami mau kita bisa saja melakukannya sekarang dengan suara yang cukup keras pastinya akan ada pembunuhan massal!"

"Kalian sungguh menjijikan!" Umpat Lucy kesal

"Tak peduli itu keadilan atau apapun dan seberapa nyawa yang hilang kita tak peduli selama kita memiliki kekuasaan semuanya menjadi terjamin!" Ucap Erigor di lain sisi Kageyama melakukan sihir bayangannya untuk melukai Lucy.

"Sial!" Erza hendak menyelamatkannya namun tak sempat beruntung Natsu langsung membakarnya.

"Kau!" Kageyama memberi Natsu Deathglare.

"Wah! Wah! Sudah puas bicaranya? Kalau begitu kenapa kalian tak tunjukan saja kekuatan kalian jika, bicara saja akupun bisa" Natsu mengacungkan jari tengahnya dengan nada menantang "halo! Kage-chan bagaimana Hadiah yang kuberikan waktu itu!"

"Terima kasih Natsu!" ucap Lucy Natsu hanya memberi jempol "tapi, mereka banyak sekali!"

'Sayang sekali peri kecil ini bukan tujuanku karena tujuan asliku adalah orang-orang itu' Erigor terbang menembus jendela "kuserahkan semuanya pada kalian!"

"Ahh dia kabur!" Ucap Erza menoleh ke belakang "Gray Erza kalian susul dia sementara kita berdua yang akan mengurus ini kalian harus bekerja sama karena jika di lakukan sendiri akan mustahil"

"Mengurus mereka sebanyak ini hanya kita berdua?" Lucy berkeringat ketakutan.

"Baiklah, apa boleh buat!" Natsu menggaruk kepalanya sementara Gray tak bicara atau terlalu takut untuk protes "tapi, izinkan aku memberi hadiah pada mereka!"

Saat Gray sudah lebih dulu mencari Erigor sementara Natsu malah maju ke arah para penyihir Eisenwald dan memberi Efek Haushoku hingga beberapa dari mereka pingsan membuat yang lain shock melihatnya dan berfikir bagaimana bisa seorang bocah bisa membuat pingsan banyak orang dengan sekali tatap.

"Itu, hadiah dariku tapi, sayang aku tak membuatnya terlalu kuat sehingga kalian masih bisa berdiri" Natsu tertawa hingga akhirnya menghilang dalam cahaya "sisanya giliranmu Erza"

"Wow, aku tak pernah tau Natsu sehebat ini" puji Lucy

"Aku belum pernah melihat wajahnya serius setiap bertarung" Ucap Erza juga kagum "tapi, yah jika soal kekuatan dia benar-benar misterius"

"Biar aku yang urus mereka berdua" Rayure langsung melompat ke atas

"Aku juga akan memberi pelajaran ke kepala Sakura itu" Kageyama langsung menghilang.

"Huh, mereka berdua pergi aku berani bertaruh lebih mengasyikan di sana daripada melawan dua gadis ini" Ucap Beard

"Biarkan saja! mereka berdua petarung yang lebih baik daripada kau" balas Karakka.

"Apa yang di lakukan kedua gadis cantik ini? Terlalu sayang jika di lukai!"

"Akan lebih bagus jika kita gunakan lebih dulu baru kita jual"

"Aku malah memilih mereka melakukan tari Stripis"

"Kalian masih beruntung Natsu memberi keringanan jika dia mendengar ini kalian pasti sudah musnah" Erza memegang pedangnya "tapi, sayangnya kalian bertemu aku maka tak ada kesempatan dua kali buat kalian"

"Hahaha! Sungguh lucu!"

"Kami lebih berpengalaman soal bermain pedang"

"Aku akan membuat telanjang dan merobek armor itu"

Erza langsung memulai aksinya dia mengayunkan pedangnya secara lihai dan menebas semua di depannya ada seseorang yang ingin menyerangnya dari jauh namun Erza mengganti pedang menjadi tombak panjang dan menebasnya dia lalu mengganti menjadi dua pedang dia lakukan terus menerus menghabisi Anggota Guild Eisenwald.

"Whoa! Benar-benar hebat" puji Lucy terkagum

"Itulah Erza" balas Happy "sihir dia sama dengan sihirmu mereka berada di dimensi berbeda dan bisa di panggil kapan saja"

"Terlalu merepotkan aku harus akhiri cepat dan membantu Natsu" Erza segera mengganti armornya.

Asap perlahan mulai menghilang dan Erza mengenakan armor barunya dengan warna besi perak bagian atas terdiri penutup dada yang berbentuk bulu menjulang ke atas dengan bunga logam di antara dua dadanya, dengan sarung tangan yang besar, dengan rok putih terikat sabuk besi, mengenakan sepatu boot dengan ornamen seperti sayap, dan 4 sayap logam besar di punggung, dan pelindung leher berbentuk sayap, dan lebih dari selusin pedang di belakangnya membentuk oval.

"HEAVEN'S WHEEL ARMOR!"

"Whoaaa!"

"Erza?.. Tunggu dulu" Karakka menyadari nama itu lalu berkeringat "bukankah dia wanita terkuat di Fairy taill?"

"Menarilah pedangku!"

"CIRCLE SWORD!"

Pedang di belakang Erza berputar membentuk lingkaran dan menghabisi semua anggota Eisenwald dan ketika Beard dan Karakka menyerangnya Erza dengan mudah mengalahkannya sekali tebas.

"Keren-keren!" Lucy berteriak senang.

"Lucy, kau aneh" Komentar Happy

"Lucy ayo pergi dari seni" ajak Erza kembali dengan kostum normalnya

"Ehhh, tapi bagaimana dengan Natsu dan Gray haruskah kita membantu mereka?" tanya Lucy.

"Awalnya aku ingin begitu tapi, mereka kuat dan bisa berjaga diri" balas Erza 'selain itu sihirku sudah terkuras habis ketika menggunakan kereta roda itu'

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Rapat Pertemuan Para Ketua Guild

"Makarov-chan! Aku sengan sekali dari Guildmu mereka sering bersemangat" Bob menopang dagunya master Blue Pegasus ini seorang lelaki tua botak, dengan wajah penuh Makeup ini mengenakan Tanktop pink, dengan rok mini, dan celana kecil hitam dengan hiasan sayap kecil di punggung "aku dengar mereka menghajar orang yang penting"

"Ohh itu anggota baru namanya Lucy" balas Makarov setengah mabuk "dia sangat baik dan kuat terutama dadanya yang besar"

"Bersemangat boleh tapi, bukankah kalian terlalu berlebihan" Goldmine Sweatdrop Master Quatro Cerberus ini seorang laki-laki, berambut kuning panjang seleher, mengenakan topi hitam, dan kemeja hitam, celana putih panjang, dan aksesoris gelang di leher "aku dengar para dewan mengeluh soal kalian menghancurkan sesuatu dan kupikir itu bakal terjadi suatu hari nanti"

"Ohohohoho aku ingin jatuh ke dadanya itu" Makarov menari-nari tampaknya sudah mabuk berat

"Dasar mesum!" Bob memukul kawannya sendiri "dia itu anak kesayanganmu seharusnya kau jaga bukan kau lakuian seenakmu" dan tak lama burung pembawa pesan tiba.

"Makarov-sama ada pesan dari Mirajane!"

"Hmmm?" Makarov menerimanya dan membuka surat itu tampak Proyeksi Mirajane "lihat dia? Bukankah dia manis"

"Halo Master bagaimana kabarmu di sana kuharap kau baik-baik saja?" Mirajane tersenyum ceria "oh ya aku memberi kabar darimu saat ini Erza buat tim dengan Gray, Natsu, begitupula Lucy, dan Happy bukankah itu menakjubkan? Dan ini di sebuah tim yang kuat bukan? dan oh ya ini saja yang aku sampaikan saat ini dan selamat tinggal" proyeksi itu menghilang meninggalkan Makarov berkeringat dengan tubuh bergetar.

Bukkkkk!

'Ya ampun ini benar-benar buruk pasti satu kota akan hancur' Makarov ambruk dengan wajah yang masih shock 'Natsu, dan Erza saja sudah cukup parah di tambah Gray bahhh! Aku tak bisa mencegahnya sekarang karena rapat akan berakhir besok'

'Seseorang tolong aku!'

.

.

.

.

.

- Ruang Pemancar (Tempat Gray )

Brakkk!

"Hmmm! Tak ada orang di sini" Komentar Gray setelah mendobrak paksa pintu yang dia rusak "selain itu ruang pemancar hanya ada di sini satu-satunya geez! Tunggu dulu jika dia tak ada di sini mereka merencanakan hal lain"

Di atas Rayure muncul dia menyerang Gray dengan tali hitam secara diam-diam namun, lelaki berambut hitam itu mengetahui dan mudah menghindar.

"Instingmu bagus tapi, jika di biarkan kau akan mengacaukan misi ini" Ucap Rayure

"Lantas kau mau apa? Menghentikanku?" Gray mengacungkan jempol ke bawah "kemarilah jika itu maumu"

Rayure memanjangkan talinya menyabet lelaki berambut hitam itu tapi, Gray membuat dinding es sebagai pertahanan dan pengalihan lalu menendang wajah Rayure.

"Apa rencana kalian?" tanya Gray "jika, Erigor yang membawa Lullaby ke sini seharusnya dia ada di sini tapi, kenapa malah kau?"

"Ini hanya masalah waktu sampai Erigor-san membuat dinding" Balas Rayure menyeringai

"Dinding?" Gray mengangkat sebelah alisnya.

"Yah tujuan kita yang sebenarnya bukan di sini" jawab Rayure "dan dinding hanya sebuah pertahanan agar kalian tak bisa keluar dari sini"

"Ceritamu terlalu bertele-tele!" Gray menembakan es dari kedua tangannya.

"Tujuan awal kita untuk memblokade jalur stasiun pada kota pemberhentian stasiun akhir dan di kota itu berada di sisi jurang besar yang tak bisa di lewati oleh apapun kecuali jika, kau bisa terbang" balas Rayure

"Tunggu!" Gray berkeringat dia menyadari sesuatu dari perkataan itu dan wajahnya panik "jangan bilang kau akan gunakan Lullaby pada orang tua itu maksudku para Ketua Guild yang mengadakan pertemuan di sana bukan?"

"Tepat!" Rayure menyeringai "kami hanya perlu memainkan seruling itu dan bomm! Mereka semua tewas dan akhirnya kita bisa membalaskan dendam apa yang mereka lakukan pada kita hahahaha!"

"!"

"Ugkkk!"

"Sayang sekali hal itu takkan terjadi" Gray mencengkram kepala Rayure dan langsung membekukannya membuat lelaki itu shock tak bergerak "akan kutunjukan betapa mengerikannya kita ini dari kalian"

"Sial aku harus cepat!"

.

.

.

.

- Koridor

"Hmmm! Aku tau kau di situ keluarlah" Natsu tampak tenang tentu saja meski musuh sembunyi tetap akan ketahuan olehnya berkat Haki Kenbun miliknya "jika, kau tetap di situ aku yang akan memaksamu!"

"Tch, bocah tolol" Kagema mendecak kesal dia muncul dari atas bayangan dia menendang Natsu namun hanya terlewat begitu saja.

"Huh?"

"Katakan di mana dia" Natsu memegang kaki Kageyama dan melemparkannya "karena, kutau kau menyembunyikannya selain itu aku tak bisa merasakan keadaanya, apa di kabur?"

"Paksa aku jika kau ingin tau!" Kageyama mengeluarkan pukulan bayangan.

"Oh silahkan aku malah senang" Natsu dengan santai menghindar.

"SHADOW SNAKE!"

Kageyama mengeluarkan lima bayangan ular yang siap menyerang Natsu kapan saja namun, Kageyama terkejut karena, Natsu sudah berhadapan dengannya dan menunjuk.

"Kau lambat" Natsu mengeluarkan cahaya yang menyilaukan.

"Ughh! Sial mataku!" Kageyama menutup matanya.

"Katakan di mana Erigor?" tanya Natsu dia sudah siap menembakan beam dari jarinya "jika tidak adakah kata terakhir sebelum memaksamu?!"

"Keparat!".

" hmm! Adios!"

Jduarrrr!

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Ruang Tunggu Pemberhentian Kereta

"Gray apakah kau melihat Natsu?" tanya Erza dia tengah mengurek informasi dari salah satu anggota Eisenwald.

"Aku tak tau kami terpisah!" balas Gray tapi, dengan wajah panik "tapi, cepat kalian pergi dari sini! Erigor mengincar perkumpulan para ketua guild!"

"Kita sudah tau hanya saja! Tempat ini sudah di lapisi dinding angin akan sangat riskan jika langsung tembus" balas Lucy

"Itu juga akan melukai kita" sambung Happy.

"Ada yang tau di mana Erigor?" tanya Natsu muncul sambil menyeret Kageyama "yang kutanya dari dia orang sialan itu tak ada di Stasiun ini"

"Ohh bagus Natsu kau membawanya!" Erza menyeret Kageyama dan mengancamnya "katakan bagaimana caranya ? Keluar dari angin ini bukankah kau tau sekarang?"

"A-aku gahhh!" Kageyama berteriak kesakitan karena punggungnya di tusuk dari belakang oleh Karakka yang muncul dari tembok.

"Sial, itu harapan akhir kita!" Gray terlihat panik.

Jduarrrr!

"Orang itu membuatku kesal!" Natsu tengah memegang leher Karakka yang bonyok kena bogem Natsu yang rupanya ledakan tadi ulahnya di lapisi aura petir.

"Kau berlebihan" Lucy Sweatdrop dia melihat tangan Natsu menghitam.

"Percuma Erza dia takkan sadar!" bentak Gray yang melihat Erza tengah membangunkan Kageyama namun lelaki itu tak bangun-bangun

"Harus bisa!" Erza mengguncang tubuh Kageyama.

"Kita tak bisa keluar dari sini tanpa orang itu" Gray mencoba memasukan tangannya ke angin itu dan membekukannya tapi, tangannya langsung terluka "kau bisa lihat? Bahkan Erza pun sama denganku!"

"Coba kulihat" Natsu memegang tangan Erza yang terluka dan di lapisi air "bagaimana? Agak baikan?"

"Yah, terima kasih" Erza tersenyum dia cukup terkejut dengan tehknik penyembuhan Natsu "tak kusangka kau berbakat dalam hal ini"

"Yah, tak masalah" Natsu memegang kunai Hiraishin "kalian tunggu di sini aku akan mengejar Erigor"

"Tapi, bagaimana bisa? Bukankah sekarang kita terjebak di kurungan ini?" tanya Lucy

"Tenang saja aku bisa sihir teleportasi" Natsu memutar kunainya "aku bisa berpindah tempat di mana yang sudah aku tandai jadi, perisai ini tak jadi masalah bagiku"

"Ide bagus! Kau susul Erigor masalah perisai biar kami urus saja" Ucap Erza senang dan tak lama Natsu menghilang.

"Hahaha seperti biasa orang itu bisa di andalkan" Gray tertawa lepas "sekarang ini masalah kita untuk keluar dari sini"

"Kuharap Natsu baik-baik saja" Ucap Lucy

"Dia itu kuat kau tak usah khawatir" Erza tersenyum.

"Lucy coba kau gunakah sihir bintang rohmu" Usul Happy "aku juga pernah di teleportasi ke tempat itu dan muncul di tempat yang berbeda"

"Tidak bisa itu hanya bisa di lakukan oleh orang mati saja" balas Lucy "dan selain itu gerbang itu hanya bisa di buka olehku penyihir bintang"

"Kau, itu perlu kunci... Ahhh aku tau" Happy menunjukan kunci emas dari tasnya

"Tunggu itu kunci Virgo bagaimana kau memilikinya?" tanya Lucy langsung merebut kunci itu "bukankah ini milik Evaroo? apa jangan-jangan kau mengambilnya?"

"Tidak!, dia yang datang ke rumah dan memintanya sendiri" balas Happy "selain itu kontrak dia dengan Evaroo putus karena, lelaki itu di tangkap setelah kejadian itu dan selain itu dia juga bisa menggali tanah dan bisa keluar dari bawah"

"Itu bagus! Kenapa kau tak beritau sebelumnya!" Lucy memeluk erat Happy membuat kucing itu sesak nafas.

"Err! Sebaiknya kau kasih dia bicara" Gray Sweatdrop

"OPEN THE GATE : THE VIRGIN VIRGON!"

Dan tak lama cahaya muncul dan menampakan gadis langsing berambut pink pendek, dengan mata biru, mengenakan pakaian pelayan hitam, di tutupi celemek putih dan Highheels dan rantai mengikat kedua tangan.

"Ehhh!"

"Ada yang bisa saya bantu?"

"Ehhh kau sekarang bertambah langsing dan bagus puji Happy.

" maaf menyerangmu waktu itu" Virgo dengan wajah datarnya.

"Langsing? Kupikir dia malah orang berbeda dengan waktu itu!" Lucy Shock pas pertama kali bertemu pelayan itu gendut seperti Gorilla "tapi, ada apa dengan penampilanmu waktu"

"Aku adalah roh bintang yang menuruti setiap perkataan majikanku jadi, aku melakukan apapun yang majikanku katakan" jawab Virgo.

"Dia keliatan cantik juga!" Puji Gray menyeringai

"Seperti yang Natsu bilang, Lucy memang berguna" Erza mengangguk.

"Kita tak punya banyak waktu untuk kontrak bisakah kau melakukan tugasmu?" pinta Lucy

"Baiklah Nyonya!"

"Jangan Nyonya! Itu teringat kenangan burukku"

"Kalau tuan?!"

"Terdengar aku sudah tua!"

"Kalau Tuan Putri?"

"Terdengar bagus baik kontrak selesai!"

"Sudahkah kalian selesai kita buru-buru nih!" Gray Sweatdrop dan tak lama Virgo melakukan tugasnya menggali tanah dan yang lain segera menyusul.

"Whoa! Kita keluar" Ucap Gray yang tengah membawa Kageyama.

"Uhhh anginnya parah!" Komentar Erza.

"Putri celana dalammu kelihatan" Virgo menutup rok Lucy yang terbawa angin dan tak sadar hal serupa terjadi padanya.

"Sebelum memikirkan yang lain pikirkan dirimu sendiri" Lucy kesal di lain sisi Gray melihat itu hanya mulut menganga dengan pipi pink.

"Cepat kita susul Natsu dan membantunya!" ajak Erza berlari.

"Ayo!"

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Jurang Perbatasan Kota Clever

"Hmmmm! Kota sudah terlihat" Guman Erigor dia yang tengah terbang ke arah kota itu.

Boo!

Erigor cukup terkejut dia melihat Natsu berdiri di depannya melayangkan pukulan Bushou dan menghempaskannya secara keras ke bawah.

"Bajingan! Kenapa kau di sini!" Erigor menyeka mulutnya dengan wajah kesal.

"Tentu saja menendang bokongmu itu" Natsu membetulkan topinya.

'Sial apa yang terjadi dengan Kageyama dan lainnya selain itu bagaimana bisa bocah ini lolos dari perisai yang kubuat?' Erigor masih terlihat kesal 'dan juga aku belum sampai ke tempat para pak tua itu'

Erigor memutarkan tangannya membuat dorongan angin kecil namun, Natsu bergeser sedikit menghindarinya dia sudah cepat di depan Erigor dengan aura petir dan menyikut perutnya tak sampai di situ Natsu membenturkan kepalanya yang sudah di lapisi Bushou dan Erigor terhempas ke belakang.

"Segini sajakah? Kuharap kau bisa memberiku yang terbaik" Natsu wajahnya masih tenang dengan nada mengejek.

"Berisik!"

"STORM BRINGER!"

"KATON : FUKU HINOTAMA NO JUTSU!"

Jduarrrr!

Erigor menggerakan tangannya membentuk pusaran angin besar, Natsu menyemburkan bola api dan mereka beradu dan membuat ledakan besar dan menghasilkan asap pekat.

Erigor melihat kesempatan itu dan mengayunkan parangnya namun tebasan itu hanya melewati tubuh Natsu dan lelaki berambut pink langsung memberi laser ke tumit lelaki pemimpin Eisenwald ini dan membuatnya meringis kesakitan.

"Grrr! Payah!" Umpat Erigor memberi Deathglare Natsu 'apa-apaan ini! Bocah ini berbeda bahkan kekuatannya dan yang kulihat dia tampak tak begitu serius jadi, sekuat inikah Fairy Taill? Rupanya bukan rumor'

"STOR MAIL!"

Erigor memusatkan anginnya ke seluruh tubuhnya hingga membentuk sebuah armor atau bisa di bilang perisai pelindung.

"Tak peduli serangan semacam apapun!" Teriak Erigor "kau takkan bisa melukaiku bahkan menyerangku karena, aku akan menetralisir semua seranganmu yang bersifat abstrak!"

"Matilah kau!"

Erigor menyerang Natsu dengan berbagai cara dengan tebasan udara terus menerus dan dia memberi hempasan angin yang besar membuat ledakan.

"Hahahaha bagaimana! Kau akhirnya mengerti bukan jika berurusan denganku!" Erigor tertawa lepas.

"Natsu jika kau kalah berarti kau lemah dari Gray!" teriak Happy datang dari utara.

"Aku? Lemah dari si Stripper itu? Hah jangan bercanda"

Asap perlahan mulai menghilang dan menampakan tubuh Natsu yang hitam pekat berkat efek Bushou dan tak terjadi luka apapun.

"Apa! Bagaimana bisa!" Erigor shock.

"Sayang sekali yah seranganmu itu gak berguna" Natsu pasang wajah mengejek "dan kau bilang semua seranganku takkan berguna? Tapi, bisakah kau menghindari dan menahan serangan ini" dia memasang segel tangan.

"DOTON : CHOKUTOKE NO JUTSU!"

Erigor menunggu apa yang serangan datang namun tak ada terjadi apapun tapi, dia melihat bayangan besar ketika melihat ke atas sebuah batu besar mendekat ke arahnya dan langsung menimpa tubuhnya dan Erigor tak bergerak sama sekali.

Booooommm!

"Kau mengalahkannya Natsu!" Ucap Happy

"Seperti yang kau lihat aku lebih hebat dari si Stripper itu" Natsu memakai topi.

"Natsu!"

Dia melihat Erza dan yang lain datang ke arahnya menggunakan kereta itu.

"Whoa! Kalian terlambat aku baru saja selesai" Natsu menunjuk Erigor yang tak bergerak tertimpa batu.

"Dasap pamer!" Gray mendecak kesal

"Baguslah dengan ini misi mereka gagal!" Erza tersenyum "apa kau baik-baik saja?"

"Yah hanya luka kecil bentar lagi sembuh" balas Natsu "dan bagaimana dengan tanganmu?" Erza menunjuk tangannya yang di perban.

"Tidak mungkin! Erigor-san di kalahkan!" teriak Kageyama Shock.

"Seperti biasa kau melakukan misi selalu saja melawan hukum dan itu hanya akan mencoreng nama Fairy Taill " Ucap Gray memberi tatapan tak suka "dan apa-apaan pakaian itu telanjang dada dengan syal sungguh aneh tau!"

"Bodo amat! Yang penting misi sukses" balas Natsu menyipitkan matanya "dan maaf saat ini aku tak mau dengar dari ucapan orang yang sering telanjang"

"Hei! Teman-teman" panggil Lucy "tampaknya Kageyama kabur deh dan selain itu dia membawa seruling itu"

"Kenapa kau tak bilang dari tadi!" Erza terlihat panik.

"Maaf, aku baru sadar" Lucy membungkuk kepalanya

"Tak apa" Natsu mengelus rambut pirangnya membuat wajah Lucy panas "kita susul dia dengan cepat dan peganganlah denganku"

"Huh?" Gray tampak tak mengerti.

"Pegang saja" Natsu langsung menarik mereka bertiga

Whoaaaaa!

Wusshhh!

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Kota Clever

Mereka bertiga di tambah Happy langsung mendarat dengan bertumpuk setelah tehknik teleportasi milik Natsu dan mereka melihat Master Makarov yang berhadapan Kageyama yang akan meniupkan seruling namun wajahnya terlihat aneh.

"Master!"

"Kakek!"

"Sshhh!" Master Bob menahan mereka dengan jari di bibir "bagian pentingnya akan di mulai di sini mohon tenang.. Dan wah kalian berdua manis sekali fufufu" Natsu dan Gray pasang wajah waspada plus ketakutan.

"Siapa dia?" tanya Lucy.

"Dia Bob Master Blue Pegasus" jawab Erza

"Apa yang kau lakukan? Cepatlah bukankah kau ingin memainkannya?" Makarov tampak tenang wajah Kageyama masih berkeringat dan bimbang.

"Master!"

"Kalian tenanglah ini bagian menariknya dan nikmati saja" Sambung Master Goldmine

"Meski kau meniup seruling tersebut takkan pernah ada yang berubah lemah akan tetap lemah tapi, kelemahan itu adalah hal wajar karena itu sifat alami manusia tapi, berkat itu semua punya teman dan keluarga yang akan terus mendorong dirimu menjadi kuat bukan hanya itu saja kebersamaan juga menghilangkan rasa sendirimu dan akan terus tersenyum dan tertawa hingga kau lebih kuat" Makarov tersenyum.

Kageyama menjatuhkan seruling itu dan bersujud "ghh! Aku mengakui kekalahanku"

"Master!"

"Kakek!"

"Jii-san!"

"Gyahhh! Kenapa kalian bisa ada di sini!" Makarov shock melihat anak asuhnya.

"Hahaha kau hebat! Kakek" Gray tertawa.

"Kau harus diobati tampaknya Natsu cukup berlebihan padamu" Komentar Lucy Kageyama diam seribu bahasa.

"Ngomong-ngomong dia manis juga" Master Bob bertingkah genit.

"Aku sudah tidak tahan lagi aku akan memakan jiwa-jiwa kalian!"

"Eeekkk! Serulingnya berbicara" Lucy meloncat Kaget melihat seruling itu

Dan seruling itu mengeluarkan asap sehingga muncul mahluk raksasa seperti batang pohon,dengan wajah menyeramkan, dan lubang besar di dada, dan bagian bawah yang seperti di kerumuni asap.

"Sumpah! Aku tak tau jika ada hal seperti ini!" Kageyama ketakutan "kupikir itu hanya seruling biasa"

"Ini keliatannya buruk" Bob menepuk dahinya

"Aku sudah benar-benar hampir mati kelaparan! Jadi, siapa yang akan kumakan lebih dulu!"

"Ahhh emangnya jiwa itu enak yah! Sehingga bisa di makan" tanya Natsu dengan lidah menjulur dan air liur menetes sedang dalam mode lapar di lain disisi Lucy hanya tertawa melihat tingkahnya

"Mana bisa koplok!" Gray menggaplok rival bakanya ini "dan jangan samakan jiwa dengan makanan di rumahmu!"

"Ini wujud Asli dari Iblis Lullaby ini dan asal dari sang pencipta ini adalah Zeref" balas Goldmine

"Tunggu! Zeref seorang penyihir hitam legendaris yang terkenal itu?" tanya Erza Goldmine mengangguk.

"Hmmmm! Siapa yah yang akan kumakan kalian lebih dulu? Hmmm ahhh enaknya kalian semua saja rarghhh!"

Erza langsung dalam Armor HEAVEN'S WHEEL ARMOR dan langsung menebas kaki Lullaby, Natsu langsung menembakan laser tepat di kepalanya Lullaby terlihat kesal menembakan bola-bola ke arah para ketua Guild dari mulutnya Gray langsung membuat perisai es bunga.

"ICE MAKE : LANCE!"

Gray menembakan peluru es Erza terdiam saja dia hendaknya menyerang namun di urungkan Lelaki berambut hitam itu hendak menanyakan apa hal yang terjadi.

"Ini jadi urusannya" Erza menunjuk gumpalan petir biru di langit.

"Oh, si Flame brain itu yang akan menghabisinya" Gray menyeringai.

"Go! Natsu!" Sorak Lucy

"RAITON : POUNCHI REIS!"

Duarrrrr?!

Natsu datang dari atas langit kepalan tangan penuh petir dan menghantamkannya ke Lullaby membuat sambaran yang besar dan membelah iblis itu sehingga Lullaby binasa dan ambruk.

"Monster itu di kalahkan dengan mudah!"

"Hebat sekali satu pukulan!"

"Anak-anakmu benar-benar hebat Makarov!"

"Kau keren Natsu!" teriak Lucy

"Setidaknya berkat mereka bahaya teratasi!" Ucap Goldmine

"Kyahahaha hahaha! Bagaimana Guildku hebat bukan!" Makarov tertawa sombong tapi, wajahnya langsung berubah shock ketika melihat bangunan yang di gunakan rapat rata dengan tanah "oowww! Aku harus pergi" dia langsung ambil langkah sunyi.

"Gahhh! Bangunan Rapat pertemuannya hancur!"

"Heii tangkap mereka"

"Wahahahaha jadinya hancur deh" Natsu tertawa tak merasa bersalah atas apa yang dilakukannya

"Kami minta maaf Master" Erza ikut berlari sambil menarik Natsu "kami mengaku salah ayo! Natsu kita pergi!"

"Kok jadi kacau gini yah!" Lucy ikut berlari dengan wajah takut.

"Tak usah di khawatirkan anak-anak" balas Makarov menghindari lemparan yang di arahkan kepadanya "kurasa ini akhir pertemuan ini dan aku ragu jika mereka akan mengundangku di kesempatan berikutnya"

"Tangkap mereka!"

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Strauss House

"Apa yang kau baca Mira-nee?' tanya Lisanna melihat kakaknya tengah membaca buku

" ini!" Mirajane menunjuk buku yang tebal berjudul 'Serba-Serbi DragonSlayer'

"Tentang DragonSlayer? Kenapa begitu tertarik? Kurasa tak ada yang Spesial" balas Lisanna mengangkat sebelah alisnya 'atau kau ingin tau banyak tentang dia? Aku tak tau kau seperti itu Mira-nee'

"Entahlah" Mirajane mengangkat bahunya dia tetap melanjutkan membacanya "tapi, aku rasa hanya ingin membacanya saja"

"Baiklah!" Lisanna berjalan pergi.

Mirajane wajahnya sedikit tertarik'hmmm! Ini menarik tak kusangka aku mendapat jawabannya tapi, setidaknya aku masih ada kesempatan untuk bisa dengannya'

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Hahahahaha akhirnya selesai juga yah agak lumayan panjang juga selain itu tanganku pegal karena, aku ngetiknya di Hp yah setidaknya aku sering update meski agak lama sih setidaknya kalian cukup sabar ajah nunggunya.

Pm

.

RnR