Notice :
Jangan lupa membaca FF-ku yang lain :
[Yuuri! On Fantasy] di fandom Yuri! On ICE
[My Number & Only ONE] di fandom Boku no Hero Academia.
SEKALI LAGI, Tidak ada spesifikasi lagu untuk SP dan FP-nya Yuuri. Tapi klo kalian pengen ada lagunya, pakai lagu yang ada di hp kalian juga ra'popo.
- beat lagunya slow dan ada kesan Agape untuk SP.
- tipe ErosFlamingo / salsa / pop untuk FP.
Kalau ada yang mau / belum lihat detail kostumnya Yuuri, aku ada gambar sendiri (=w=) buka aja di tumblr-ku : mentari27
Sebelum itu kita HARUS sepakat dari sini, kalau aku akan menggunakan OC, suka tidak suka aku akan menggunakan OC.
Declaimer : Yuuri On Ice Not Mine
Sebagai sesama manusia kita harus saling memaaf-kan, jadi maafkan lah diriku yang suka typo di chapter sebelum, sekarang dan ke-depan. Akan aku perbaiki secepatnya (kalau niat). Maafkan juga atas keterlambattan Update-nya.
Still Yuuri's POV
Kilas balik Summary :
Namaku Katsuki Yuuri, umur asli-ku 39 tahun, aku meninggal dunia di umurku yang ke-24 tahun. Aku dan kekasih-ku –Viktor, telah mengalami sebuah anomaly yang sangat tidak wajar, Time Travel.
Saat aku sadar dan bangun dari kematian, aku kembali kemasa lalu, di saat umur-ku 5 tahun.
Dan sekarang, 10 tahun setelah tragedy dan Time Travel yang kami alami. Aku akan menceritakan pada kalian tentang kisah-ku dan Viktor.
Kisah Cinta yang tidak akan bisa putus.
o0o
Chapter 17
o0o
"On the ice, representing Japan, Yuuri KATSUKI!"
Sorak dan ucapan semangat, keluar dari mulut masing-masing penonton, tapi kemudian langsung padam saat aku sampai di tengah rink, berdiri tegak dengan starting position-ku.
Intro dari music FP-ku pun di menggema di penjuru stadion.
Aku memulai menurunkan tanganku yang menutupi wajahku dengan perlahan, lalu menjilat jari yang tertutupi sarung tangan, sensual dan sexy. Senyum Eros membentang bebas di bibirku saat aku melihat wajah dari beberapa juri kaget dan juga sedikit merona 'Sesuai dengan apa yang aku inginkan'
Entah dari angle sebelah mana kamera menyorotku, tapi teriakan histeris (mungkin dari fans-ku) menggema nyaring.
FP yang menceritakan diriku menggoda siapa saja, sampai aku menemukan orang yang tepat, orang yang bisa mengikat dan memonopoli tubuh juga hati-ku.
Aku meliuk di atas es, menggoda siapa saja yang memandangku, lalu pada saat mereka sudah mulai tergoda aku melakukan…
"Quad Salchow! Beautiful!"
….Menjauh dari jangkauan mereka yang tergoda 'Beautiful? No… I AM SEXY!' sekali lagi aku menggoda mereka, kali ini dengan Step sequences. Mengatakan dengan jelas dari gerak tubuhku, kalau aku menemukan orang yang ber-hak memiliki tubuhku.
"Triple Axel, with hand's up, perfect!"
Lalu kombinasi Camel, Donut, Sit, dan Biellmann Spin, senyum Eros-ku kembali mengembang dengan sempurna, mendengar beat lagu meningkat. Sekali lagi, masuk ke Step sequences, kali ini tidak menggoda mereka, aku menggoda dia. Tanpa ragu, aku meliukkan pinggul dan menatap nya dengan sensual, menggerakkan tanganku seolah memeluk dan meraba abs yang ada di tubuhnya.
Aku tidak akan membiarkan dirinya berpaling ke-orang lain, apa yang terjadi dengan mereka yang berani menyentuh dirinya? '…I'll KILL them all!'
"Qu –Quad Loop?!"
Walau sedikit risky, aku mengganti Quad Salchow dengan Loop.
Tidak bisa di bilang kalau aku mendarat dengan mulus, karena satu tanganku menyentuh es, tapi spin dari jump-ku sempurna.
Ok, Yuuri, tetap positif.
Lagu sudah mencapai second half, di mana aku mem-focus-kan semua forte-ku –Spin dan Step sequences di dalamnya. Aku mengumpulkan kembali keberanian dan percaya diriku, mataku kembali menatapatnya.
"Triple Salchow and double flip with hand'up again!"
Koreografi dari Step sequences-ku makin sensual dan posesif, menunjukkan betapa dalamnya cintaku pada dirinya, bertapa aku rela mengorbankan apa saja untuk dirinya, dan menunjukkan kalau aku hidup hanya untuk terus dekat dan merasakan hangat dari tubuhnya. Dengan bangga, aku menunjukkan mereka bagaimana dia menyentuhku, bagaimana dia ia tidak hanya menginginkan tubuhku –tapi juga menginginkan diriku, dan hanya aku seorang.
"Triple Toeloop, Single Luzt, Triple Salchow"
Laguku sudah mencapai final, dengan kombinasi terakhir, combination spin dan sedikit Step sequences. Mengatakan dengan jelas dari gerak tubuhku :
Jangan mengatakan hal ini pada si dia, karena cerita ini adalah rahasiamu dan diriku.
Lalu dengan lantang aku berdiri di tengah rink, dengan posisi tubuh yang sensual dan jari telunjuk di atas bibirku.
Hening, setidaknya itu untuk beberapa detik setelah lagu-ku selesai. Sorak, siul dan ucapan selamat? Memenuhi telingaku yang berdering, jantungku berpicu dengan sangat keras di dalam rongga dadaku, kaki-ku benar-benar terasa eperti jelly, dan terlebih lagi, paru-paru-ku terasa terbakar –memintah oksigen.
Aku melambai dan melempar tinju-ku ke-udara "Waaaa! YES!" meneriakkan rasa bangga dan puas –aku sama sekali tidak menyesali dengan apa yang aku tampilkan. Mataku menatap sosok tim Russia –sosok dirinya, Viktor, my beloved one. Tidak seperti di malam sebelumnya, dia tidak menghilang, dia masih di sana, duduk dengan wajah merona dan mata yang terlihat sembab.
Kakiku sangat menginginkan untuk terkulai lemas di tempat duduk sekarang, jadi dengan malas, aku meluncurkan diriku dengan pelan dan memeluk Minako-sensei, dia sudah meneteskan air matanya dan mengelus rambutkus penuh dengan kasih sayang "Yuuri, aku bangga sekali padamu, sanga-sangat-amat bangga!"
Aku tidak tau kenapa, tapi se-bulir air mata turun dari dan membasahi pipiku yang sudah basah karena keringat "Terima kasih sensei" Minako-sensei membantuku memasangkan blade cover pada skate-ku, menggantungkan jaket tim jepang yang berwarna hitam dengan line biru di bahuku. Aku dan Minako-sensei duduk dengan sabar di atas sofa empuk, dengan nada malas dan capek, aku mengatakan "Aaarhg… hungry!" aku bisa mendengar suara tawa dari Minako-sensei dan beberapa staff yang ada di dekat-ku "What?"
"Kamu bahkan belum melihat final score-mu… dan kamu sudah mengeluh lapar?" aku hanya mengangkat bahuku dan duduk dengan tegak, tanganku meraih tissue pack poodle-ku, memeluknya erat dan memfokus-kan pandanganku pada monitor di dekat kakiku –yang kalau dari layar TV, akan terlihat aku seperti melihat point-bar yang muncul pada layar TV.
Dan apa yang aku duga sudah pasti akan terjadi pun tiba –sorak histeris yang memekakkan telinga.
"The scores for Yuuri Katsuki, his free program score : 139.07, his total score : 242.67, he is currently in first place"
Di dalam hati, aku merasa amat-sangat tidak puas! Kenapa? Total dari score-ku yang sekarang ini bahkan se-level dengan kompetisi daerah di cabang senior! '…Aku bisa merasakan-nya dengan jelas kalau aku akan di omeli oleh Viktor karena di first-half dari programku, aku menyentuh es… uhk… hiks' tapi karena aku PRO, aku memasang senyum innocent yang selalu di ajari oleh Minako-sensei untuk menutupi rasa ketidak puasan-ku 'Kurang 1 point lagi untuk memecahkan rekor'
"Selamat Yuuri! Aku bangga sekali padamu!" Minako-sensei yang sudah banjir air mata, kembali memeluk-ku erat dan mengacak-acak rambutku.
"Minako-sensei! Sesak…!"
Setelah itu?
Semuanya terasa berjalas sangat cepat dan kabur, penghargaan, wawancara, sesi pemotrettan singkat, semuanya! Saat sadar, aku sudah ada di dalam kamar hotelku bersama dengan Minako-sensei yang menelpon ibu-ku –yang entah kenapa masih bangun, berhubung dengan perbedaan waktu antara Kingston dan Hasetsu.
Sambil menunggu tubuhku pulih dari stress karena di kerumuni orang banyak, jariku dengan malas menelusuri dinding IG yang baru kemaren aku instal, banyak sekali ucappan selamat yang membanjiri dinding dan notifikasi dari para fans-ku.
Kekuatan media social sangatlah kuat, semenjak aku menghubungkan tweet dan IG, entah kenapa followers-ku terus bertambah.
'Mn…? Oh iya… upload foto…' mengingat Yurika-Special-Lesson untuk tetap malakukan fan-service, dengan malas, aku merogoh koper kecil yang berisikan perlengkappan Skating-ku dan tempat penyimpanan untuk mendali dan semacamnya. Setelah mendapatkan dengan apa yang aku cari "Minako-sensei, tolong foto-kan… lalu lakukan yang seperti biasa" pintaku tepat pada saat Minako-sensei selesai dengan telponnya dengan ibuku.
Minako-sensei tersenyum senang dan mengangguk mengerti "Ok" aku membuka jaket, kostum atassanku, dan membalut tubuhku dengan selimut putih –menyisakan hanya wajah dan setengah dari kepalaku yang terlihat, menidurkan diriku di sebelah mendali emas dan juga bouquet bunga yang aku dapatkan di acara penghargaan, aku hanya memejamkan mataku beberapa detik –menunggu sesi pemotretan yang di lakukan Minako-sensei selesai "Yosh! Selesai Yuuri" setelah itu Minako-sensei mendudukkan dirinya kembali dengan jari yang mengetikkan sesuatu di ponsel-nya.
Aku bangun dari posisiku sebelumnya, membereskan kembali apa yang aku keluarkan dari koper –berserta bagian atassan kostum, tanganku kembali meraih ponsel yang duduk manis di atas meja sebelah tempat tidurkku.
Memeriksa sekilas dengan hasil sesi pemotretan by Minako.
"Beast has become Sleeping Beauty after claim it's GOLD #Y-Katsuki #WinGOLD #FourContinents #FIRSTFourContinents #SleepingBeauty #Angel" ucapku dengan nada monotone. Foto yang entah bagaimana caranya, tapi Minako-sensei membuat wajah dan mendali emasku benar-benar bercahaya, well… setidaknya, aku tidak meng-upload-nya di Id-ku.
Kenapa aku tidak mau kalau aku upload dengan Id-ku?
Akan terjadi Chaos –SANGAT Chaos.
Foto yang tadi di ambil oleh Minako-sensei dan sekarang ia share di id-ku, sudah mencapai 2.5K likes, 1K Shere dan ratusan comment '…Seram…'
Tidak seperti di kehidupanku sebelumnya.
Sekarang, aku di banjiri fans, di sekolah dan di Hasetsu Castle. Belum lagi di tambah dengan Sponsor yang ingin aku selalu melakukan fan-service. Aku mendapatkan sponsor setelah kemenangan pertamaku di kompetisi National Junior. Yang menjadikan aku sebagai wajah dari prodak yang para Sponsor-ku jual –sepatu, permen penyegar nafas dan coklat.
Tidak hanya itu!
Tidak sedikit majalah sports dan teens yang mengundang atau sekedar membuat kontrak singkat padaku untuk menjadi model di majalah mereka, aku hanya bisa berharap kalau tidak ada Station TV yang mengundangku ke acara mereka sebagai bintang tamu mereka. Tapi sepertinya mustahil, mengingat kemenangan pada kompetisi pertama-ku di kejuaran non-euro dan juga mencetak rekor dunia di Short Program.
'Uuhk… banyak sekali stress yang harus aku hadapi…'
Tring!
'Dari Viktor?!'
Come to my room, as promise, I'll give you reward.
Dengan senyum di wajah aku mengetikkan balasan-ku.
On my way.
Setelah mandi singkat, setelah itu mengganti bajuku dengan celana kain dan t-shirt lengan panjang "Minako-sensei, boleh aku ke-tempat …Viktor?" jujur saja, aku sebenarnya tidak perlu menanyakan boleh atau tidaknya. Karena aku sudah cukup tau dengan apa yang akan Minako-sensei katakan.
"Tentu saja Yuuri, kamu berhak untuk mendapatkan rilaksasi" ucapnya dengan senyum sambil mengedipkan sebelah matanya "Beritahu Viktor, jangan terlalu kasar, kamu masih punya Ex dan bungquet besok malam dan kita pulang pagi ke Jepang"
Aku hanya bisa tersenyum malu sebagai jawaban dari godaan Minako-sensei dan mengangguk mengerti"Ittekimasu…"
"Itterashaii"
Langkah demi langkah semakin cepat, dan pada saat aku sadar, aku sudah berlari melompati beberapa tangga hanya untuk sampai kelantai yang aku tuju.
(Setting : "English" / "Jepang")
'Vitya!' jemariku mengetok pintu kamar hotel di depanku, pintu kamara di depanku terbuka perlahan dan terasa seperti slow motion "Vi –mnh?!" semuanya terjadi begitu cepat, aku di tarik masuk ke kamar dan di cium dengan sangat kasar, baru rasa senangku melambung, aku menyadari sesuatu… 'Dia bukan Viktor!' bibir, aroma, caranya memandang dan menyentuku, SEMUANYA! "Le –lepaskan!"
BHUAGH!
"Khg-!"
Katsuki Yuuri, untuk pertama kalinya sepanjang hidupmu, kamu baru saja memukul seseorang "Ke… kenapa kamu ada disini?!" tapi aku tidak peduli dengan hal aku baru saja menonjok seseorang tepat di perutnya, yang aku pedulikan sekarang, bagaimana caranya lari dan keluar dari kamar ini. Untuk mencari orang satu-satunya yang boleh menyentuh tubuhku.
"Bukan kah dari awal aku sudah memberi tahumu? Make sure you win, and break my score again in FP. I'll give you special present. It's just and only for you …well… walau-pun kau tidak memecahkan rekorku di FP, tapi kau berhasil menang"
"A –apa maksudmu?! Kenapa kamu bisa tau pesan dari Viktor –"
"Oh, maksudmu ini?" jantungku berhenti untuk berdetak sesaat, mataku terfokus dengan apa yang dia pegang.
'Itu… phone-cell milik Viktor! Ke –kenapa?!'
Seolah mengerti dengan apa yang aku pikirkan, dia tersenyum sinis "Itu karena aku yang mengirimkan pesan tersebut, dan aku yang menyuruhmu datang ke kamar ini" dari bibirnya, keluar beberapa kekeh-an yang membuatku makin kesal "Tidak aku sangka kalau si air head itu se-ceroboh ini…"
'Aku harus memarahi Viktor nanti!' aku menggeretakkan gigi-ku "Di mana Viktor?!"
Sosok di depanku mengangkat bahunya "…Menurutmu?"
Kesal, sangat kesal… dan marah "Menjauh dari pintu…"
"Why do I have to do that?"
"Aku mau keluar!"
Dia makin melangkah mendekat, memojokkanku di pinggir kasur "…Dan kalau aku tidak mau?"
"MINGGIR!"
Dia mengunci pergerakkanku dengan membantingku di atas kasur, dan menindih tubuh tingginya di atas tubuhku "…Be mine"
"HA?!"
"Aku ingin kau menjadi milikku"
.
Kalau memang di dunia ini memiliki tuhan atau dewa, maaf saja, tapi aku tidak percaya dengan kalian pada detik ini juga.
Walau baru kemaren kalian membuat aku bahagia dan berterima kasih karena kalian telah membawa my sweet beloved GOD Viktor kembali bersamaku.
Sekarang, kalian telah membawakan utusan dari Lucifer, Satan dan penguasa neraka Hades –utusan yang telah menindih tubuhku, Fucking Vektor Nikiforov.
