Warning : T rate semi M, OC, OOC, chara death, bahasa campur-campur, multi chara.
Genres : Friendship/Humor/Romance/Supranatural/Hurt-comfort.
Pairing : BXB/Straight.
Disclaimer : Semua tokoh Naruto milik Masashi Kishimoto.
Guest Chara : Kaito Shion (Kyte) from Vocaloid by Yamaha. corp.
Guest Chara : Sebastian Michael from Kuroshitsuji by Yana Toboso.
Guest Chara : Matt (Mail Jeevas) from Death note by Takeshi Obata.
Guest Chara : Byakuya Kuchiki from Bleach by Tite Kubo.
This story belong to Luki and Riku, edited by Riku.
Please enjoy this chapter!
XX HAPPY READ, MINNA! XX
xxx
Aishiteru, sensei!
Chapter Eighteen
(Minggu Neraka!)
.
.
Naruto tampaknya benar-benar bertekad belajar, sampai-sampai dia meminta bantuan pada Sasuke untuk membantunya belajar meskipun jujur sekali dia malas karena Sasuke selalu menatapnya dengan tatapan mesum dan senyuman yang menyebalkan tiap kali dia salah menjawab soal-soal yang diberikan Sasuke padanya. Contohnya seperti pada malam minggu ini, dimana dia seharusnya bersantai bermain game di rumah Shikamaru tapi dia malah terjebak dengan Sasuke di kediaman sang Uchiha hanya berdua saja!
"Teme! Kenapa kau selalu membuat soal-soal yang susah seperti ini, sih?" jerit Naruto dengan frustasi setelah melihat soal-soal yang dibuat oleh Sasuke untuknya belajar hari ini. Sumpah demi kepala pirangnya dia sama sekali tak mengerti soal-soal itu.
"Kenapa? Kalau tidak sanggup, pulang saja!" balas Sasuke dengan cuek dan tampak jelas sekali pemuda itu menyeringai.
'Terkutuklah kau Sasuke Uchiha!' umpat Naruto dalam hati melihat Sasuke meremehkannya seperti itu. 'Awas saja setelah semua ini berakhir aku akan balas dendam!' sambungnya lagi sambil meremas-remas buku di hadapannya.
"Aku akan mengerjakannya! Cih, gampang begini!" dengus Naruto dengan sebal sambil menjentkkan jarinya di depan muka Sasuke.
"Kalau begitu tunggu apa lagi? Cepat kerjakan soal-soal itu," balas Sasuke yang kembali menunjukkan seringai iblisnya pada Naruto, membuat pemuda itu semakin merasa tertantang dengan sikap Sasuke.
"Akan aku kerjakan! Dasar cerewet!" omel Naruto kembali manyun-manyun dan mulai berkonsentrasi menatap soal-soal tersebut. Tapi disaat dia sedang fokus tiba-tiba saja bayangan Kaito yang dia lihat di atap melintas kembali dalam pikirannya. Kontan saja Naruto jadi shock kenapa disaat seperti ini bisa-bisanya dia memikirkan Kaito. Naruto dengan cepat menggebrak meja dan menggeleng-gelengkan kepalanya membuat Sasuke yang duduk di sebelahnya dan sejak tadi memperhatikan langsung mengangkat alisnya dengan heran melihat tingkah Naruto.
"Sa-Sasuke… Gue mau ke kamar mandi sebentar!" kata Naruto yang tanpa menunggu ijin dari Sasuke langsung ngacir menuju kamar mandi.
.
Di dalam kamar mandi pemuda pirang berambut ala duren itu langsung mencuci mukanya berkali-kali dan menepuk-nepuk kedua pipinya dengan cukup keras. Dalam hati Naruto terus-menerus merutuk kenapa dia selalu terbayang oleh Kaito. Guru menyebalkan yang selalu meremehkannya dan tak pernah menepati janjinya itu. Tapi sebenarnya guru itu memang pintar dalam bidangnya, dia ahli bermain musik, dan banyak yang bilang dia memiliki suara yang bagus. Kaito juga salah satu guru yang ramah dan mau membantu masalah murid-muridnya, hal itu berbeda sekali dari Ebisu, wali kelas mereka sebelumnya.
'Waaaaah! Kenapa gue malah jadi muji-muji itu orang!' teriak batin Naruto frustasi sendiri.
Greb…
Saat pikiran Naruto sedang kacau mendadak saja dia merasa seperti ada seseorang yang memeluknya dari belakang. Naruto yang kaget secara reflek langsung melirik ke belakang. Dia mendapati sosok Sasuke di belakang tengah memeluknya dengan erat.
"Sasuke? Lo ngapain? Lepasin gue!" kata Naruto yang berusaha memberontak untuk melepaskan pelukan Sasuke pada tubuhnya. Tapi tampaknya pemuda berambut hitam itu sama sekali tidak bergeming dan tak ada niatan untuk melepaskan Naruto.
"Sasuke, elo budek ya? Gue minta lepasin pelukan lo sekarang juga karena lo bikin napas gue sesak!" dengus Naruto yang semakin kesal karena Sasuke sepertinya sengaja tidak mendengarkannya. Sekarang pemuda bermata onyx itu malah sengaja menyandarkan wajahnya pada pundak Naruto dan memejamkan matanya.
"Sa- " baru saja Naruto mau membuka mulutnya lagi untuk protes kepada Sasuke tapi dia tak jadi bicara karena Sasuke menyela omongannya.
"Sudah lama sekali kita tidak seperti ini ya, Naruto… " ucap Sasuke yang masih memejamkan matanya dan bersandar pada pundak Naruto. Sasuke terlihat begitu menikmati posisi mereka saat ini. Untuk sesaat Naruto merasa terhanyut melihat Sasuke yang seperti sekarang ini.
Tapi Naruto segera tersadar. Dia tak boleh bersikap lunak pada Sasuke setelah apa yang diperbuat Sasuke terhadapnya adalah perbuatan yang tak bisa dimaafkan! Naruto masih ingat dengan jelas bagaimana Sasuke memperlakukannya di depan teman-teman mereka sangat keterlaluan, dan itu dilakukan Sasuke demi menjaga nama baiknya dan Sasuke sama sekali tidak memperdulikannya. Belum lagi masalah perselingkuhannya dengan Sakura! Sampai sekarang Naruto masih belum bisa lupa bagaimana rasa sakit hatinya saat dia membawakan hadiah untuk ulang tahun untuk Sasuke tapi ternyata pemuda itu malah pergi makan dengan Sakura. Naruto kembali menguatkan tekadnya untuk tidak kembali jatuh cinta pada Sasuke apapun yang terjadi.
"Sasuke… Jangan bersikap seperti ini. Kalau Sakura tau sikapmu seperti ini dia pasti akan kecewa," ucap Naruto dengan datar terhadap Sasuke. Sasuke yang masih memejamkan matanya kini membuka mata hitamnya itu dan menatap dalam pada Naruto.
"Aku tidak peduli Naruto… Perasaanku terhadapmu masih belum berubah, kembalilah padaku." Seperti biasa, Sasuke memang sangat keras kepala terutama bila dia sudah memiliki keinginan.
"Apa kau mau kembali mengecewakan orang yang mencintaimu setulus hati, Sasuke?" balas Naruto berusaha bersikap dengan kepala dingin meskipun saat ini dia ingin sekali memukul pemuda yang masih memeluknya itu. Sebuah senyuman miris dia tunjukkan pada Sasuke membuat pemuda itu tersadar dengan perkataan Naruto kalau dulu dia pernah membuat Naruto sakit hati dan kecewa.
"Maafkan aku… " akhirnya Sasuke melepaskan pelukannya dari Naruto dan berjalan menuju pintu kamar mandi. "Kalau kau sudah selesai cepatlah kembali belajar, karena aku tidak punya waktu banyak untuk menemanimu!" sambung pemuda itu yang berdiri di depan pintu dengan ekspresi canggung. Setelah itu Sasuke berjalan keluar. Naruto menghela napas lega karena akhirnya Sasuke mengerti dan meninggalkannya.
Sementara itu di kediaman Kaito…
.
Android Kaito tampak sedang menulis sesuatu di meja kerjanya dan dia terlihat sedang sibuk.
"Apa yang sedang kau kerjakan?" tanya Kaito asli yang sekarang telah menjadi kupu-kupu roh tersebut.
"Aku sedang membuat soal ulangan untuk kelas 2-C, 2-B dan 2-A," jawab Android Kaito dengan singkat dan tetap fokus pada soal-soal yang dibuatnya.
"Perlu bantuan?" tawar Kaito pada sang android.
"Tidak usah, lagipula kau mau membantu bagaimana? Kau sendiri berada di dalam kaca dan tak bisa keluar!" celetuk sang android yang tak menyadari perkataannya itu membuat Kaito sedih.
Selama 2 jam suasana begitu hening, sampai akhirnya android Kaito selesai juga dari tugas-tugasnya membuat soal.
"Huahhhh… Akhirnya selesai juga tugasku! Benar-benar melelahkan!" celetuk android biru itu sambil melempar puplen kerjanya ke atas meja dan dia sendiri segera melompat ke atas tempat tidur dan memejamkan mata sesaat. Tak lama dia membuka matanya dan menyadari kalau sejak tadi sang kupu-kupu tidak bicara apa-apa lagi.
"Hey… Kenapa kau diam saja?" tanyanya yang berjalan ke arah toples kaca sang kupu-kupu dan mendekatkan wajahnya ke depan toples tersebut.
"Tidak apa-apa… Aku hanya merasa lelah… " jawab Kaito yang sebenarnya sedang malas berbicara pada android dirinya sendiri yang kalau bicara sangat seenaknya. Memang sih, dia tidak bisa menyalahkan siapa-siapa, tapi tetap saja ucapan sang android membuatnya kesal.
"Kau marah karena tadi aku mendiamkanmu? Maaf ya kalau begitu! Habisnya aku benar-benar harus fokus membuat soal-soal itu! Terutama soal untuk anak kelas 2-C! Kau tau aku sudah berusaha mati-matian untuk membuat anak-anak itu mendapatkan nilai yang bagus, minimal nilai standar! Makanya aku mau menggempur mereka dengan ulangan dan les dari guru-guru lain!" akhirnya sang android malah bercerita panjang lebar mengenai rencananya soal les tambahan tersebut juga mengenai murid-murid kelas 2-C yang kemajuannya baru lima persen dari apa yang diharapkan.
'Kelas 2-C ya… Aku jadi merindukan mereka semua… Apa mereka bisa lulus semua nanti? Lalu… Naruto? Apa dia masih melawan pada semua guru?' batin Kaito yang tiba-tiba saja perasaannya menghangat saat mengingat murid-murid di dalam kelas 2-C juga Naruto.
"Lalu bagaimana keadaan murid-murid disana? Apa mereka semua nakal-nakal?" tanya Kaito memancing android Kaito untuk berbicara mengenai murid-murid 2-C.
"Ah, iya! Aku baru ingat! Kau tau, muridku yang bernama Naruto mengajakku berkencan!" balas android Kaito sambil setengah melompat dan langsung duduk di atas tempat tidurnya. Sekarang android itu sedang berpikir bingung, hal yang sama terjadi pada kaito yang berpikir apa iya si Naruto mengajak 'dirinya' berkencan? Rasanya benar-benar mustahil.
"Ka-kau menyetujui ajakannya?" tanya Kaito yang entah kenapa jadi merasa gugup sendiri.
"Aku mengajukan syarat pada anak itu, kalau aku akan pergi dengannya kalau nilai semua ulangannya dalam seminggu mendapatkan hasil yang baik!" jawab sang android sambil menepuk dada bangga.
"Lebih baik kau jangan meremehkan anak itu. Bagaimana kalau seandainya dia dapat memenuhi semua syaratmu itu?" balas Kaito yang merasa kalau Naruto itu bukanlah anak bodoh. Dia yakin Naruto itu punya otak yang cukup pintar kalau anak itu mau mengasahnya dengan sungguh-sungguh. Hal itu sudah pernah terbukti saat anak pirang itu ngotot menantang Sasuke dalam kuis, meskipun dia kalah tapi Naruto dapat menunjukkan perkembangannya yang pesat.
"Tenang saja! Aku yakin dia tidak akan sanggup karena waktunya tidak akan cukup!" Kaito hanya bisa menghela napas saja melihat android Kaito yang terlalu yakin dengan dirinya sendiri.
Akhirnya hari yang dinanti datang juga. Minggu-minggu penuh penentuan bagi para murid kelas 2-C yang memang akan menghadapi ujian full selama satu minggu demi mendongkrak nilai mereka. Minggu ini juga menjadi penentu untuk Naruto dan juga four season. Mereka semua sudah bersepakat untuk bekerja sama menghadapi ujian dalam seminggu ini.
Monday…
Hari pertama mereka menghadapi ulangan untuk pelajaran bahasa inggris. Pada ulangan ini Naruto terlihat percaya diri, tak percuma dia kumus-kumus ngapalin kamus sama rumus di perpus. Yang terlihat paling santai dalam mengerjakan ulangan inggris adalah Shikamaru. Pemuda itu mengerjakannya sambil setengah mengantuk, sedangkan Kiba terlihat yang paling repot. Pemuda berambut coklat acak-acakan itu mengacak-ngacak rambutnya dan celingukan lirik kiri dan kanan.
Hari senin menjadi hari keberuntungan bagi Shikamaru, Temari, Naruto dan Jiro yang hari itu sangat Berjaya dalam mengerjakan soal-soal ulangan tersebut. Tetapi menjadi hari naas buat Chouji, Kiba dan Lee yang sangat kesulitan saat mengerjakan soal-soal tersebut.
"Baiklah, kalau sudah selesai tolong kumpulkan lembar jawaban ulangan kalian!" kata Kaito menyuruh murid-muridnya untuk segera mengumpulkan kertas jawaban ulangan inggris mereka.
"Tidak, tidak, tidak, tidak, tidak!" Lee jerit-jerit sambil banjir air mata. Sungguh suatu hal yang sangat nista, dimana dia baru mau dapet contekan dari Gaara tapi udah disuruh kumpulin. Bener-bener tragis nasib Lee hari itu.
"Apaan sih lo, un? Berisik tau, un!" samber Deidara sambil ngejambret kertas ulangan si Lee dengan kasar. Untung aja itu kertas kagak robek! Kalo sampe robek, dijamin itu kelas bakalan kebanjiran sama air mata Lee.
"Ayo cepat kumpulkan ulangannya! Jangan malah pada arisan di pojokan begitu!" cibir Kaito ngeledek anak-anak yang malah rebut-rebutan kertas antara rela dan kagak rela pas mau kumpulin ulangan. Tapi akhirnya mau gak mau itu kertas dikumpulin, semoga aja kagak dijadiin Kaito buat pembungkus nasi atau semacamnya kalau nilai ujian mereka pada jelek.
Tuesday…
Hari selasa giliran pelajaran Asuma aka sejarah yang beraksi! Kalau ulangan sejarah mereka sepakat buat nyontek berjamaah! Ada yang nulis contekan di bangku, bahkan ada yang tempelin kertas di atas langit-langit sekolah! Ada juga yang nyontek dengan cara tradisional, gebet buku sejarahnya langsung dari tas! Tindakan yang sangat berani saudara-saudara, patut di contoh! *author ditendang guru-guru Konoha*.
Untuk sejarah kali ini yang dijadiin kamus contekan si Shikamaru sama Gaara yang kebetulan otaknya kuat buat ngapalin. Gimana nasib Naruto pada ulangan kali ini? Dia sih tinggal nyontek Suigetsu yang nyontek dari buku hasil comotan dari dalem tas! Hebatnya lagi dia duduk paling depan tapi sama sekali gak dicurigain sama Asuma ck ck ck. Intinya misi nyontek Naruto hari itu berjalan sukses.
Wednesday…
Hari rabu saatnya Kakashi yang ambil peranan. Hari ini ulangan pelajaran dia, Fisika! Tapi dasar guru males, dia cuma bikin tiga soal, udah gitu kelas juga gak diawasin. Walhasil murid-murid pada bebas kelayapan cari contekan! Dan yang berkuasa kali ini giliran si Karin yang emang sebenernya dia demen sama pelajaran Fisika, gak ketinggalan Kidomaru yang emang jago soal itung-itungan! Sasori lumayanlah diem anteng di tempat, palingan disamperin Tobi yang numpang nyontek bareng Deidara. Naruto, dia sih belajar, cuma biar lebih yakin lagi dia kerjasama bareng Shikamaru dan tempat duduknya sukses pindah ke belakang, Chouji dia gusur dengan sogokan dua kantong keirpik kentang.
Thursday…
Hari kamisnya giliran matekmatika yang kena bagian, saat yang pastinya dinanti-nanti Kidomaru yang masternya ngitung-ngitung. Naruto juga ternyata lumayan bisa dalam pelajaran menghitung, keliatan banget dia ngerjainnya lancar jaya sedangkan temen-temen dia yang lain pada kasak-kusuk sibuk sendiri-sendiri. Senyum Naruto langsung mengembang begitu soal ulangan selesai dia kerjakan. Intinya dia puas dan yakin kalau nilai matekmatikanya kali ini bakalan bagus. Siapa yang sangka kalau Naruto ngumpulinnya paling pertama yang kemudian baru disusul sama Kidomaru dan Gaara.
Friday…
Akhirnya hari terakhir dimana mereka akan segera terbebas dari neraka ulangan! Hari itu ulangannya gak begitu berat. Mereka ulangan praktek komputer yang tentu aja sang guru komputernya adalah Matt, guru baru game freak yang hoby ngerokoknya gak kalah dari Asuma. Karena si Matt rada males, jadi dia cuma suruh murid-muridnya praktekin gimana caranya buka internet.
"Kalian sekarang ujian prakteknya adalah buka internet dalam waktu lima menit!" kata Matt tanpa basa-basi lagi cuma ngasih waktu lima menit buat Naruto dan kawan-kawan buka internet. Murid-murid langsung pada duduk dan berusaha secepat Guntur nyalain komputer.
"Yang udah boleh balik duluan,"sambung Matt dengan santai yang langsung duduk dan mainin psp. Maklum dia lagi main dissidia dan nanggung lawan boss jadi meski dia lagi ngajar, hajar aja deh!
"Emangnya Kaito-sensei gak ngajar?" tanya Naruto yang heran karena seharusnya setelah pelajaran Matt, giliran Kaito yang mengajar.
"Habis ini ada rapat guru untuk membicarakan soal pelajaran tambahan, jadi kalian bisa langsung pulang setelah ini!" jawab Matt dengan sedikit nyolot karena lagi seru-serunya ngehajar boss battle tapi malah diajakin ngomong sama si Naruto. "Sialan! Gue kalah! Tae kotok neh! Gara-gara elo nih, duren! Pokoknya ulangan komputer lo jadi remed!" teriak Matt saking stressnya sambil nunjuk-nunjuk Naruto dan bilang kalau ulangan komputer Naruto harus diremed.
"Bah, enak aja! Kenapa harus ngulang? Kagak sudi gua!" jawab Naruto spontan sambil melet-melet. Enak aja masa si Matt yang kalah lawan boss, dia yang jadi kena imbasnya. Naruto langsung geleng-geleng disko.
"Kalo lo gak nurut, gue bilangin ke Kaito kalo lo ngelawan guru!" ancem Matt pake bawa-bawa nama kaito.
'Sialan! Kenapa harus bawa-bawa nama Kaito-sensei sih!' rutuk Naruto dalam hati dan berpikir sejak kapan Matt bisa tau kelemahannya? Naruto terpaksa mengangguk sambil monyongin bibir.
xxxxx
Akhirnya bel pulang sekolah berbunyi dan seperti apa kata Matt hari itu mereka pulang cepat karena semua guru mengadakan rapat untuk membicarakan nilai para murid. Naruto yang sebenarnya bisa langsung pulang sekolah memilih untuk menunggu Kaito selesai rapat.
"Ah, daripada lama nunggu Kaito-sensei, mendingan gue liat anak-anak yang siaran hari ini!" gumam pemuda itu yang memutuskan untuk menunggu Kaito di ruangan siaran bareng Deidara sama Zetsu yang hari itu dapat giliran mengudara.
Di ruangan siaran…
.
Di dalem ruangan siaran seperti biasa udah ada Hisuke yang nongkrong dengan setia bareng Byakuya yang pasang muka stoic duduk di sebelah Hisuke.
"Selamat siang teman-temanku sekonoha, sekomplek, RT dan RW! Apa kareba!" ucap Zetsu yang memulai acara dengan semangat berapi-api.
"Horas, un!" celetuk Deidara yang ikut-ikutan keciprat sama api semangatnya Zetsu pake logat batak yang gagal total.
"Oke, langsung saja nih Dei! Hari ini kita mau bahas apa?" tanya Zetsu yang langsung ke pokok pembicaraan. Sebenarnya sih dia gak tau mesti ngomong apaan jadi dia ngelempar pembicaraan ke Deidara. Deidara langsung mingkem plus melotot dengan tatapan mata yang seolah berkata –Gue juga gak tau, un!-.
Tapi gak lama Hisuke nulis sesuatu di kertas yang dia tulis gede-gede pake spidol warna-warni (ketauan norak itu anak). Disitu tertulis mengenai gosip Four season yang mau rekaman!
"Kita bahas four season yang ditawari rekaman sama perusahaan Fujiwara, un!" kata Deidara sambil merhatiin tulisan yang ditulis Hisuke.
"Hah? Jadi Naruto mau rekaman? Beneran tuh? Gila gua mau dong ikutan!" si Zetsu malah heboh sendiri sambil lirik-lirik Naruto yang lagi nongkrong di dalem ruangan dengan gaya cuek.
"Yeh, noraknya belakangan aja! Siaran duluan lo!" celetuk Naruto yang geleng-geleng ngeliat kenorakan si Zetsu sampe heboh begitu.
"Oke, noraknya gua pending sampe acara selesai!" bales Zetsu yang berniat untuk melanjutkan noraknya itu abis siaran (kenapa gak sekalian aja bikin sinetron yang berjudul 'NORAK').
"Tapi tenang, un! Disini udah Naruto, un. Jadi kenapa gak ditanya langsung kebenarannya, un?" bales Deidara yang langsung narik-nark Naruto buat jadi bintang tamu dadakan mereka.
"Wadow, Dei! Jangan tarik-tarik gue kenapa? Ramen gue jadi tumpah tuh!" Naruto yang jadi korban tarikan Deidara langsung meratapi nasib ramennya tercinta yang berakhir tragis. Belum juga dimakan tapi udah tumpah, dasar nasib!
"Nanti gue traktir ramen di kantin!" teriak Hisuke asal jeblak. Naruto langsung nyengir sambil ngacungin jempol bertanda dia setuju buat diwawancarai.
"Kau serius mau traktir Naruto ramen? Memangnya ada uang buat traktir dia?" tanya Byakuya yang keliatannya sih udah hapal sama porsi makan Naruto kalo udah berhubungan sama ramen. Bisa bangkrut dadakan itu Hisuke.
"Hehehe… Pake duit sensei nanti traktirnya!" jawab Hisuke santai yang ternyata mau korbanin gurunya sendiri ck ck ck. Byakuya sih gak ngebales apa-apa, dia tetep diem stay cool padahal dalem ati udah nangis-nangis. Gak elit banget dong kalo dia nangis-nangis di depan murid-muridnya? Bisa-bisa jatoh deh harga dirinya sebagai shinigami plus duda terkeren yang diraihnya selama 100 kali berturut-turut! (bisa dibayangkan umurnya berapa).
"Naruto! Emang bener ya lo itu ditawarin rekaman sama perusahaan rekaman Fujiwara? Kok gak bilang-bilang sih kalo mau jadi artis!" celetuk Zetsu sambil poto-poto bareng Naruto. Mumpung belom jadi artis beneran jadi minta fotonya masih gampang kali ya? Naruto cuma bisa sweatdrop doang ngeliat kelakuan Zetsu yang bener-bener norak.
"Iya, gue sama anak-anak four season lain ditawarin rekaman sama perusahaan Fujiwara, tapi belum pasti jadi… " jawab Naruto sambil garuk-garuk kepalanya dengan bingung.
"Bingung kenapa, un? Coba cerita ke kita-kita, un!" Deidara mendadak jadi sok perhatian gitu ke Naruto.
"Jadi sebenernya… Four season itu ditawari rekaman sama perusahaan Fujiwara… Tapi, tapi, tapi… Tapi Kaito-sensei kagak ngijinin! HUAAAAAAH! Katanya dia baru bisa kasih ijin kalau nilai ulangan anak-anak four season minggu ini hasilnya bagus semuaaaaa!" Naruto mulai cerita sambil sesegukan kecewa kayak bocah yang gak dikasih duit jajan sama emaknya.
"HUUUUUU! Payah lo!" sorak semua para guru yang lagi rapat sambil dengerin siaran radio cinta ke Kaito.
"Kok jadi pada nyorakin sih!" bales Kaito yang langsung pundungan di pojok. Ya elah, itu guru pada rapat masih aja sempet-sempetnya dengerin radio cinta nista.
"Pa… Padahalkan, buat dapetin nilai bagus itu susah! Jangankan membaca dan menghapal! Orang buka buku aja gue males!" sambung Naruto bongkar aib kalo dia itu sebenernya males. Reflek dia dilempar pentungan sama Byakuya.
"WOOOOO DASAR MALESSS!" teriak para pendengar RCN termasuk para guru yang lagi rapat, gantian sekarang mereka nyorakin Naruto sambil monyong-monyong.
"Dasar males, un! Ya udah, sekarang kita doain aja buat four season semoga makin sukses, un!" kata Deidara mengakhiri sesi ngobrol bareng bintang tamu.
"Sekarang ke sesi tanya jawab, un! Tapi ditunggu chapter depan, ya un? Soalnya yang ngetik ini udah kecapean, un!" sambung Deidara sambil lirik-lirik sang author aka Luki gelepar di lantai sambil megap-megap, mirip banget kayak Kisame yang lagi kekurangan air.
TBC
A/N : Maap banget fic ini nyaris terlupakan, karena si Luki lagi sibuk, tapi untungnya dia masih bisa sempetin waktu buat ngetik. Gue udah semaksimal mungkin nih ngedit tulisan Luki yang acak-acakan, semoga hasilnya bisa memuaskan. Thanks buat temen-temen yang udah baca, ngasih pertanyaan, masukan dan kritikan. Makasih pokoknya buat dukungan kalian dalam segala bentuk (kecuali flame ye, karena flame dan kritik itu dua hal yang berbeda). Enjoy this chapter and happy read.
.
.
"Thanks for reading!".
