Untuk beberapa minggu ke depan, ChanBaek, HunHan, dan KaiSoo akan tinggal di Jepang karena percobaan magang di sebuah perusahaan daerah Shibuya.
"Bisakah ini menjadi pekerjaan sekaligus liburan?" Sehun berharap.
"Itu bisa! Jika kita memanfaatkan waktu dengan baik." Balas Luhan.
Mereka segera menuju hotel penginapan yang sudah di urus oleh kampus. Setelah mendapat kunci kamar masing-masing, ketiga pasang ini langsung mencari pintu kamar mereka.
"Beruntung kita bisa nego untuk kamar." Bisik Kai terkekeh selama mereka di lift.
"Ckck aku tau pikiranmu!" Umpat Kyungsoo.
Ting~
Lift berhenti dan kembali terbuka, lalu mereka pun segera keluar. Sepanjang lorong, mereka terus memperhatikan nomor kamar.
"Ah...disana!" Seru Luhan.
Dan ya, masing-masing dari mereka memasuki kamar. HunHan dan Kai dengan kamar bersebelahan, sedangkan ChanBaek di sebrang mereka.
"Selamat menikmati honeymoon kita~" Kai menahan tawanya dan detik itu juga sebuah jitakan berhasil mendarat di kepalanya. Ya, siapa lagi kalau bukan Kyungsoo yang perbuat.
Chanyeol dan Baekhyun terus menarik koper hingga tiba di kamar mereka.
Baekhyun segera merapihkan barang-barangnya, sedangkan Chanyeol sibuk berkeliling setiap interior di kamar hotel ini.
"Kamar hotel ini cukup besar. Semoga ini membuat kita nyaman." Celoteh Chanyeol kembali menghampiri Baekhyun.
"Cepat rapihkan barang-barangmu. Aku ingin mandi." Ujar Baekhyun mengambil handuknya.
"Kita bisa mandi bersama bukan?" Goda Chanyeol membuat Baekhyun langsung berlari ketakutan menuju kamar mandi. Chanyeol hanya terkekeh melihat namja mungil itu bertingkah lucu.
Park Chanyeol segera merapihkan semua barang-barangnya. Beberapa menit kemudian, entah kenapa ia merasa ada yang mengawasinya.
"Apakah ada cctv disini?" Pikirnya mencari kamera tersembunyi di setiap sudut atap langit, namun tidak ada satu pun yang ia temukan.
Shhhh~
Chanyeol menoleh ke belakang tepatnya arah pintu, saat ia merasa seperti hembusan angin yang melintas cepat.
"Baek?" Ia mencoba memastikan jika itu adalah Baekhyun.
Grep!
Ia merasa ada yang menyentuh bahunya. Perlahan ia menoleh ke belakang untuk memastikan.
"Ada apa Yeol?"
"Omo!" Chanyeol melonjak terkejut saat mendapati Baekhyun yang sudah berada di belakangnya.
"Aissh...kenapa kau terkejut seperti itu? Aku bukan hantu!"
"Aigooo...jika hantunya sepertimu, aku mau terus di gentayangin olehmu." Kekeh Chanyeol membuat Baekhyun memutar bola matanya malas.
"Mandilah agar otakmu bersih!" Timpal Baekhyun, mau tak mau Chanyeol pun menuju kamar mandi.
Dug...dug...
Baru saja Baekhyun berbaring di atas tempat tidur, ia mendengar suara ketukan di atap langit. Semakin lama, suara itu cukup gaduh dan seperti menuju arah pintu.
"..." Ya, entah kenapa suara kegaduhan itu berhenti seperti menghilang di balik pintu.
Knock...knock...
Tak lama kemudian, suara pintu terketuk dari luar. Baekhyun beranjak dari tempat tidur, lalu melangkah mendekati pintu.
Ketika pintu berhasil ia buka, tak ada siapapun di balik pintu tersebut. Dan lorong hotel ini masih terlihat sepi, tidak ada yang lewat seorang pun.
Baekhyun menutup pintu kembali dan segera masuk ke kamar.
"Omo!" Namja mungil ini terkejut tepat saat berbalik arah dan mendapati Chanyeol sudah berada di belakangnya dengan rambut setengah basah, dan masih bertelanjang dada.
"Kenapa membuka pintu?" Tanya Chanyeol.
"A-ani! Kau sudah selesai mandi?"
"Tidakkah kau mencium aroma segar dariku?"
"Ckck cepat pakai piyamamu Yeol."
Namja mungil itu kembali melangkah menuju tempat tidur. Chanyeol pun mengikuti langkahnya.
Tubuh Baekhyun bersandar di tempat tidur, begitu pun dengan Chanyeol yang belum mengenakan baju piyamanya. Hanya sebuah boxer hitam yang ia kenakan.
"Kenapa kau tidak memakai piyamamu?"
"Wae? Kau malu melihat tubuh atletis ini?"
"Aisshh...menyesal aku bertanya!"
Chanyeol semakin mendekati jaraknya dengan Baekhyun yang mulai memainkan ponselnya.
"Baek..."
"Hmmm, ada apa?" Baekhyun masih belum menoleh.
"Jangan mengacuhkanku Byun Baekhyun!" Chanyeol mengambil ponsel itu dari tangan Baekhyun, lalu meletakannya di atas meja.
"Ok, ada apa Park Chanyeol hmm?" Baekhyun mulai menatap Chanyeol.
"Kau sudah mengantuk?" Tanya Chanyeol.
"Ini masih jam 9 malam, sepertinya belum. Wae?"
"Baek..."
"Kau kenapa Yeol? Wajahmu terlihat ragu."
"Bisakah aku mencintaimu malam ini?"
"Ye?"
Chup~
Tanpa membuang waktu, Chanyeol menarik tengkuk Baekhyun, lalu meraup bibir tipis itu.
"Eummpphh~" Baekhyun mulai melenguh saat Chanyeol menyapu belahan bibirnya dengan lembut.
Jemari Chanyeol mulai melepaskan semua kancing piyama yang di kenakan Baekhyun. Piyama itu turun begitu saja dari tubuh mungil ini.
Bugh!
Chanyeol mendorong tubuh Baekhyun hingga terbaring, lalu tubuh besarnya menindih tubuh yang lebih mungil di bawahnya. Ciuman itu beralih pada leher mulus milik Baekhyun. Ia menyesap setiap permukaan kulit leher itu, dan meninggalkan tanda kemerahan disana.
"Asshh Yeolhhh~" Tubuh Baekhyun menggelinjang saat Chanyeol mulai mengulum nipple miliknya, bahkan menghisap kuat.
Ketika berhasil menikmati kedua nipple itu, Chanyeol berhenti sejenak. Ia menatap Baekhyun mengatur nafasnya yang terengah. Senyumannya terangkat melihat wajah Baekhyun yang terlihat sensual.
"Baek, bisakah aku memberi cinta lebih?" Bisik Chanyeol mengusap lembut surai Baekhyun yang hanya membalas sebuah anggukan.
Merasa mendapat rambu hijau, Chanyeol mengecup sekilas bibir tipis itu. Lalu ia membuka semua pakaian bawah yang mereka kenakan, hingga berakhir naked.
Tangan Chanyeol mengusap lembut paha dalam Baekhyun yang mulus.
"Hhhh~"
"Aku bahkan belum memasukannya." Kekeh Chanyeol merasa gemas pada Baekhyun yang sudah melenguh.
"Ckck tanganmu nakal nghh~" Baekhyun mulai merasakan pergesekan milik Chanyeol di bawah sana.
"Tahan Baek, ini akan sedikit sakit."
Namja mungil itu mulai berdebar saat mendapat peringatan dari Chanyeol yang sudah mengarahkan kepemilikannya pada hole rapat itu.
"Argh!" Erang Baekhyun saat milik Chanyeol mulai masuk di bawah sana.
"Hhhh ini sempit Baek nghh~" Chanyeol berusaha menekan itu semakin dalam.
"Arrrghhh..." Baekhyun merasa seperti benda tumpul masuk ke dalam bawah sana.
Chanyeol mulai menindih kembali tubuh mungil Baekhyun. Detik berikutnya, ia mencoba menggerakan pinggulnya secara perlahan.
Baekhyun memejamkan matanya rapat dengan mengigit bibir bawahnya, saat merasakan sensasi nikmat yang mulai ia dapati.
"Jangan di tahan Baek..."
"Nghhh Yeolhhh~"
"Ya seperti itu. Aku menyukaimu yang menyebut namaku." Chanyeol terus menggerakan pinggulnya bahkan sedikit menghentak untuk memperdalam permainannya.
"Lebih cepat Yeolhh ahhh..." Baekhyun membuka lebar kedua pahanya untuk mempermudah pergerakan Chanyeol.
Namja tinggi itu kembali mencumbu leher Baekhyun yang telah membekas tanda-tanda indah disana.
Perasaan Baekhyun semakin membuncah dengan permainan panas yang di lakukan Chanyeol padanya. Suara pergesekan kulit memenuhi atmosfir dalam kamar ini.
"Ahh...ahh..." Tubuh mungil itu ikut terhentak ketika Chanyeol terus menghentakannya.
"Kau menikmatinya?" Tanya Chanyeol kembali menatap Baekhyun yang membalas tatapnya dengan teduh.
"Yahh inihh sangat ouhh nikmat nghh~" Dengan susah payah Baekhyun menjawab membuat Chanyeol hanya tersenyum.
Entah sudah berapa lama mereka terus menikmati permainan tersebut, hingga Baekhyun merasakan sesuatu berkedut di bawah sana.
"Ahhh..." Lenguh Chanyeol saat berhasil menembakan cairannya ke dalam sana.
Tubuh besar itu jatuh menindih tubuh mungil di bawahnya.
"Permisi, bisakah kau pindah?" Sindir Baekhyun membuat Chanyeol tersadar dengan posisinya.
"Omo...mianhae." Chanyeol terkekeh lalu menjatuhkan dirinya di samping Baekhyun.
Chanyeol mendekap tubuh mungil itu tanpa melepaskan miliknya di dalam sana. Wajahnya ia tenggelamkan pada curuk leher Baekhyun.
"Kau tidak melepaskannya?"
"Dia masih nyaman di dalam sana."
"Aku mencintaimu, Yeol." Bisik Baekhyun dengan sangat pelan, membuat Chanyeol mencoba menatap wajah diatas sana.
Namja tinggi ini tersenyum tipis ketika mendengar ucapan itu dari Baekhyun untuk pertama kalinya. Ia kembali menenggelamkan wajah tampannya di leher Baekhyun yang terus mengusap surainya.
"Aku lebih mencintaimu, Baek." Bisik Chanyeol mengecup leher itu.
Dug...dug...
Seketika keduanya mematung ketika merasakan ketukan di balik tempat tidur.
Baru saja Baekhyun ingin melepaskan diri dari Chanyeol, untuk memastikan sesuatu di kolong tempat tidur itu, namun tangan kekar Chanyeol masih tidak membiarkan tubuh Baekhyun terlepas darinya.
"Biarkan itu. Aku tidak ingin malam indah ini terganggu oleh mereka." Chanyeol berbisik dan semakin mengeratkan dekapannya.
Baekhyun pun terdiam dan menuruti permintaan Chanyeol. Ia mencoba untuk tidak teralihkan oleh sesuatu yang mengganjal di kamar ini.
"Gurae, ayo tidur..."
Keduanya mulai memejamkan mata dan mencoba segera tidur.
*Indigo Byun*
