Chapter 21

.

.

.

Piipp (?) , Xiumin, Tao

.

.

.

Baekhyun's side

.

Hmm...sejak kemarin Xiumin sudah memutuskan untuk menginap dirumahku, hahh~...aku lupa sejak kapan namja chubby itu begitu posesif padaku?! Entahlah biarkan saja...namun satu hal yg pasti, semenjak kedatangan Umin dirumah keributan lebih sering terjadi...

"YA! DIMANA KAU MENYEMBUNYIKAN SEPATUKU SIALAN!" teriak Xiumin, dapat aku lihat wajahnya yg berapi-api mengomel pada Tao yg sedang bermalas-malasan diatas sofa dgn ponsel ditangannya.

"YA, BAKPAO BERJALAN! SEENAKNYA SAJA KAU MENUDUH SEMBARANGAN SEPERTI ITU!" maki balik Tao menatap sebal kearah Xiumin, yap...seperti ini lah keseharian mereka yg hobi berteriak. Tapi anehnya itu sama sekali tak mengusikku yg sedang berbaring dikamar dgn Sehun.

"albino, apa kau tak takut Umin melemparmu dari jendela lagi kalau melihatmu ada disini?" tanyaku pada namja albino yg tengah bermanja-manjaan dipangkuanku ini, siapa lagi kalau bukan Oh Sehun. Yap, benar Xiumjn si namja chubby yg hobj mqkan bakpao itu pernah sekali melempar Sehun dari jendela kamarku menju halaman belakang saat ia melihat Sehun menciumi. Seram bukan?!

"bukankah kau bilang kalau namja serupa dgn bakpao matang itu akan pergi berkencan?!" tanya Sehun mendongakkan kepalanya yg sedang kubelai lembut itu.

"ng, katanya sih begitu..." gumamku dgn pose berfikir.

"lagipula, bagaimana bisa sih kau berteman dgn teman yg super posesif sepertinya?!" decit Sehun mengingat betapa garangnya Xiumjn padanya dulu.

"hehe...entahlah, kami bertemu begitulah saja saat kelas satu dulu" ucapku.

"HUUUAAA...SHIXUN-ER BISAKAH KAU SINGKIRKAN MAKHLUK ANEH INI!" jerit Tao dgn bahasa mandarinnya yg jelas takku mengerti.

"apa suara mereka tak mengusikmu?!" tanya Sehun yg sempat menutup telinganya kala suara cempreng Tao menggema ditelinganya, dan aku membalas dgn gelengan santai.

.

Normal's side

.

"hish...dasar panda jejadian! Merepotkanku saja" gerutu Xiumin sambil memakai jaket tebalnya karna ia rasa udara diluar semakin dingin mengingat musim gugur yg sudah dipenghujung bulan.

"hish...siluman bakpao! Kenapa kau bisa tercipta sih!" decit Tao menggerutu disofanya.

"TING...TONG...TING...TONG" tak lama bel pintu rumah pun berbunyi.

"ah! Itu pasti Chenchen" seru girang Xiumin yg langsung bergegas menuju pintu.

"eoh, Umin-ah...kau menyuruh Jong Dae menjemputmu disini?!" mendengar suara bel pintu Baekhyun dan Sehun pun keluar dari kamar mereka.

"eoh, Baekkie-ya kau sudah merasa lebih baik?!" tanya Xiumin.

"hehehe...mian, aku tak mungkin menyuruh Chenchen menunggu di suatu tempatkan?! Jadi aku menyuruhnya menjemputku disini" lanjut Xiumin yg dibalas anggukan lucu oleh Baekhyun.

"ni hao, Xiumin-er" sapa seorang namja tampan berkacamata didepan pintu kala Xiumin membuka pintu.

"Chenchen, ni hao" seru girang Xiumin.

"eoh, JongDae-ssi" sapa Baekhyun.

"ehh?! Kau mengenal kekasih Xiumin?!" tanya Sehun.

"hn, aku pernah bertemu dgnnya disekolah saat menjemput Umin" ucap Baekhyun.

"oh, annyeong Baek...kkk~, jangan terlalu formal bukankah kita seumuran?!" ucap JongDae atau yg Xiumin panggil Chenchen itu.

"haha...ingin masuk dan minum sesuatu dulu?!" tanya Baekhyun.

"aniya...tak perlu, aku hanya menjemput Xiumin, apa ia merepotkan selama dirumahmu?!" tanya Chen.

"tidak juga..." balas Baekhyun tersenyum ramah.

"tidak juga apanya?! Makhluk aneh itu mengusik ketenteramanku" cibir Tao dgn bahasa mandarinnya.

"Shenme? Benarkan Xiu-er ku melakukan itu?!" tanya Chen mendengar gerutuan Tao.

"meiyou! Pembohong! Tukang adu!" elak Xiumin.

"ehhh? Kau mengerti bahasa mandarin?!" kejut Tao.

"memangnya kau fikir Chenchen-ku ini berasal dari mana panda liar!" cibir Xiumin.

"kkk~...sepertinya kalian cukup akrab" kekeh Chen.

"AKRAB DARI MANA?!" teriak keduanya bersamaan.

"hish! Kenapa kau meniruku panda liar!" maki Xiumin.

"YA, SILUMAN BAKPAO! Siapa juga yg sudi meniru ucapanmu!" sembur Tao balik.

"mereka benar-benar akrab sepertinya" kekeh Chen pelan.

'kurasa kekasihnya Xiumin itu sudah terkontaminasi oleh teriakan mereka sehingga saraf matanya rusak permanen jadi tak bisa membedakan akrab dan hobi berdebat' bisik hati Sehun.

"sudahlah Chen, lebih baik kita pergi dari sini sebelum moodku merusak hari ini" ajak Xiumin.

"kalau begitu kami pamit dulu" pamit Chen sopan yg diangguki oleh Baekhyun.

"bagus pergi sana! Jadi tak ada pengganggu lagi dirumah ini dan aku bisa sepuasnya mendekati Sehunnie" ucap Tao sedikit berteriak.

"YA! Kalau kau berani mengusik ketenteraman Baek dan Sehun akan aku cincang p***s mu dan memasaknya dgn cabai juga tomat!" ancam Xiumin.

"SIALAN! MEMANGNYA KAU BERANI MENYENTUH P***S MILIKKU APA?!" maki Tao.

"TENTU SAJA AKU BERANI! P***S MU ITUKAN KECIL DAN MUDAH UNTUKKU CINCANG TAU!" balas Xiumin lagi sebelum benar-benar menghilang dibalik pintu.

"dasar namja sinting dia fikir p***s ku ini bokong ayam apa?!" decit Tao.

Jangan tanya kan bagaimana reaksi Baekhyun dan Sehun yg mendengar perdebatan sinting kedua namja absurd itu.

"d-da...dasar bakpao gila" rutuk Baekhyun yg menutup wajahnya yg sudah memarah bagai kepiting rebus itu.

"Ya! Kalian berdua kenapa?! Kau juga kenapa Sehunnie?! Kenapa wajahmu bersemu begitu?!" tanya Tao kala berbalik dan melihat kedua namja berbeda tinggi itu yg masih terpaku ditempat.

"a-a...ahh~, panasnya hari ini...sepertinya aku perlu mandi" ucap Sehun yg langsung mengipasi dirinya dgn kaos yg ia kenakan lalu beranjak pergi menuju kamar mandi.

"a-a...aduduhh, kepalaku kembali pening, aku masih harus beristirahat" ucap Baekhyun yg ikut-ikutan memegangi kepalanya dan memijit pelan kepalanya itu.

"Tao hari ini jangan berteriak lagi yah, telingaku bisa meledak mendengar suara kau dan Xiumin" ucap Baekhyun dan langsung bergegas menuju kamarnya.

"Blam..." setelah kepergian Baekhyun dan Sehun, kesunyian pun menghinggapi Tao yg masih diruang tengah.

"mereka itu kenapa sih?! Kenapa tiba-tiba jadi aneh begitu setelah aku mendebatkan p***s ku dgn Xiumin?!" gumam Tao yg lalu berjalan menuju dapur dan meneguk segelas air dingin dari kulkas.

"tapi...memangnya p***s ku kecil?! Dari mana ia tau?!" gumam Tao lagi.

"apa jangan-jangan...apa ia pernah mengintipi ku saat mandi?!" kejut Tao yg langsung menyilangkan kedua tangannya didepan dada.

"dasar mesum!" rutuk Tao kesal.

'd-da...dasar Xiumin! Kenapa juga ia harus mendebatkan hal gila itu keras-keras sih!' rutuk Baekhyun dalam hati yg masih menyenderkan tubuhnya membelakangi pintu.

"klek...ahh~, segarnya" tak lama Sehun yg benar-benar pergi untuk mandi , keluar dari kamar mandi hanya dgn celana santai tanpa kaos mempertontonkan lekuk tubuh ber-abs nya.

'ASTAFGHJKLZXCVM...' jerit Baekhyun dalam hati yg melihat pemandangan berfaedah #plak didepannya itu.

"B-Ba...Baekhyun!" kejut Sehun yg langsung mematung ditempat kala melihat namja mungil penggila eyeliner itu tengah terbelalak menatapnya.

"ah! A-aku...aku tak melihat apapun sumpah" seru Baekhyun panik yg langsung menutup kedua matanya, sementara Sehun masih mengerjapkan matanya bingung.

"k-ka...kau bisa berganti pakaian sekarang aku benar-benar tak melihat apapun" ucap Baekhyun yg masih menutup kedua Matanya dgn telapak tangannya.

"gwaenchanha..." tiba-tiba Sehun menggenggam lembut tangan Baekhyun dan menjauhkannya dari wajah manis Baekhyun.

"bukan hal anehkan kalau istri melihat tubuh suaminya?!" ucap Sehun yg malah membuat wajah Baekhyun semakin bersemu merah.

"aku tak merasa terganggu selagi yg melihat tubuhku ini adalah istriku sendiri" ucap Sehun lembut sambil membelai pipi mulus Baekhyun yg bersemu itu.

"biasakan dirimu yah" Sehun pun mengusak rambut Baekhyun.

"i-iya..." balas Baekhyun yg langsung menunduk malu.

'sial, sebenarnya aku pernah beberapa kali melihat abs kerennya ini tapi kenapa aku masih canggung saja yah kalau melihatnya begini' bisik hati Baekhyun.

'ahh~...aku jadi ingin menyentuh kotak-kotak itu' rutuk hati Baekhyun yg menggigit bibirnya ragu.

"Baek..." panggil Sehun dan membuat Baekhyun mendongakkan kepalanya menatap langsung ke onyx elangnya Sehun.

"Chu~..." tiba-tiba bibir tipis Sehun sudah mendarat mantap dibibirnya tanpa aba-aba ataupun pemberitahuan sebelumnya.

Membelai lembut tengkuk Baekhyun, membuat namja mungil penggila eyeliner itu mulai rilex dan memejamkan matanya menyambut apapun ulah Sehun pada bibir cherry nya.

'sial, aku selalu saja menginginkan bibir ini lebih dari apapun...kadang sulit menahan diri kala menatap bibirnya seperti sekarang' bisik hati Sehun yg mulai melesakkan lidahnya untuk mengeksplorasi rongga mulut namja mungil dalam dekapannya itu, mengabsen deretan gigi kecilnya dan sedikit bergelut dgn lidah sang pemilik ruang.

"ngh..." sebuah lenguhan lolos dari bibir Baekhyun kala tangan besar Sehun menjelajahi setiap inci tubuhnya yg masih berbalut kaos longgar favorit nya itu.

'ini gila...aku menyukai sensasi aneh ini, rasanya aku menginginkan lebih dari setiap sentuhan lembutnya' bisik hati Baekhyun yg mulai menyelipkan jari-jari lentiknya diantara helaian rambut lembab Sehun.

"ngh...ahhh" desah, yah...itulah melodi terindah untuk Sehun yg hanya ingin ia dengar dari Baekhyun, bibir tipisnya mulai menjelajahi ruas leher putih mulus Baekhyun, menyesap dalam-dalam aroma sabun dari kulit putih itu yg entah mengapa masih setia mengharumi tubuh si mungil.

Sehun selipkan tangannya kedalam kaos Baekhyun dan merasakan langsung lembutnya kulit tubuh namja mungil dalam kungkungannya itu. Merasakan bagimana lekuk tubuh yg indah itu meliuk gelisah disetiap belaiannya.

"Sehhh...Sehunnhh..." rintihnya pelan karna rasa nikmat yg tak dapat ia tampung hanya dari belaian lembut tangan Sehun disekujur tubuhnya.

"mmpphh...ahh...hmmpphh..." kembali menyatukan kedua bibir mereka Sehun menyusup sepelan mungkin untuk mendekap erat tubuh mungil didepannya dan membawanya menuju ranjang mereka.

"ppuahh...hngghh...mm" melepaskan ciuman panjang itu kala merasa Baekhyun perlu pasokan udara diparu-parunya, Sehun berpindah kebawah menuju perut ramping Baekhyun setelah sebelumnya menyibak kaos longgar Baekhyun.

"Sehh...ahh...Sehunnnhh...nn...ngh" lenguh Baekhyun pelan sambil meremas pelan helaian rambut Sehun menyalurkan kenikmatan yg ia terima dari namja albino itu.

"Baek..." bisik Sehun pelan tepat ditelinganya Baekhyun sambil menggigit kecil daun telinga yg sudah memerah itu.

"bolehkah?" tanya Sehun meminta izin sambil membelai lembut perut rata namja dibawahnya.

"ngh..." melenguh pelan dan Sehun mengartikannya sebagai lampu hijau untuknya meneruskan kegiatan mereka.

"hhh...haa..." mendesah, tangan kanan Sehun yg memilih nipple kanan Baekhyun yg entah sejak kapan kaos namja itu sudah tergeletak tak berdaya dilantai sedangkan tangan kirinya mengelus sesuatu diselangkangan Baekhyun yg masih tertutup kain itu.

"aku janji akan bermain lembut..." bisiknya lagi meyakinkan namja yg masih melenguh, merintih dan mendesah pasrah oleh setiap ulah tangan-tangan besarnya itu.

"ukhh..." satu kissmark Sehun tinggalkan dibahu namja mungil itu agar tak mudah terlihat orang lain. Lalu ia lanjutkan dgn memberikan Beberapa tanda samar disekujur tubuh Baekhyun yg dibalas dgn lenguhan pelan bermelodi terindah untuk Sehun.

"BRAKKK...Sehunnie-ya, diluar ada pengantar paket yg-..." seketika namja bermata panda yg mendobrak asal pintu kamar Sehun membeku ditempat kala melihat apa yg ia lihat.

"KYAAA..." jerit Baekhyun yg melihat seseorang berdiri mematung didepan kamarnya, segera ia menutupi tubuhnya dgn selimut.

"ZITAOOOO!" pekik Sehun kesal yg langsung menyadarkan namja panda itu dari keterkejutan nya.

"a-a...dui bu qi...dui bu qi (maaf)" ucap Tao membungkuk berkali-kali lalu melesat pergi dari kamar itu dgn wajah memanas karna baru saja melihat adegan panas yg live didepan matanya.

"si-sial! Bisa-bisanya mereka bermain dikamar tanpa mengunci pintu?!" rutuk Tao yg melesat menuju kehalaman belakang yg cukup jauh dari kamar Sehun dan Baekhyun.

"apa mereka melupakan keberadaanku?! Dasar keterlaluan!" oceh Tao mengomel sendiri pada pohon didepannya (?).

"hahh~...sial! Wajahku masih memanas lagi" rutuknya kesal sambil memegang kedua pipinya yg bersemu hebat.

"UUAASSTAGAAAA...AKU LUPA SI TUKANG POS ITU!" pekiknya histeris dan langsung saja berlari menuju pintu depan, menandatangani apapun paket itu dan menutup pintunya.

Setelah hari itu, sedikit kecanggungan sempat terjadi antara Baekhyun dan Tao membuat Xiumin berfikir keras mencari tau apa yg terjadi sesaat setelah kepergiannya dgn Chenchen waktu itu.

"Tao-er, bukankah ada hal yg harus kau katakan padaku?!" ucap Sehun dingin, Yap...sejak hari itu Sehun terus terlihat kesal. Bagaimana tidak?! Ditengah kegiatan puncak mereka yg bahkan baru pemanasan (?) itu Tao mengusiknya membuat Baekhyun menolak melanjutkan dan kau tau?! Sehun harus mengurusnya sendiri.

"d-dui...dui bu qi Shixun-er, aku berjanji tak akan mengulanginya lagi" ucap Tao pelan.

"ya, albino! Memangnya apa yg panda liar ini lakukan?!" lelah berasumsi seorang diri, Xiumin pun akhirnya bertanya langsung dgn tersangka.

"anak satu ini sudah masuk kekamarku sembarangan saat aku sedang berganti baju" ucap Sehun masih menatap galak lada Tao.

'eoh, pandai juga ia berbohong?!' bisik hati Baekhyun mengerjap lucu.

"benar begitu Baek?" tanya Xiumin yg merasa ada kejanggalan.

"a-aku tak begitu tau kejadian pastinya, yg jelas a-aku lihat Sehun yg sedang mengomel pada Tao" ucap Baekhyun yg ikut berbohong.

'sial, aku memang salah disini...tapi kenapa aku merasa dijadikan tumbal sih?!' decit Tao dalam hati.

"Ya, panda liar! Bukankah waktu itu aku menyuruhnya untuk jangan mendekati Sehun lagi dan mengusik ketenteraman Bacon-ku?! Apa kau benar-benar ingin p***s mu itu ku cincang, eoh?!" omel Xiumin yg sudah mengacungkan pisau makannya kearah Tao.

'benarkan dugaanku, hahh~...sialnya aku malah dijadikan tumbal mereka berdua!' rutuk Tao dalam hati.

"su-sudahlah, lebih baik kita berangkat sekarang sebelum terlambat" ucap Baekhyun, Sehun pun bangkit dari duduknya dan menggandeng Baekhyun.

"kami pergi duluan" ucap Sehun lalu hilang dibalik pintu.

"eoh, sialan! Aku malah mereka tinggal! Dasar!" rutuk Xiumin yg langsung melesat pergi juga.

"YA! APA KALIAN MENYURUHKU MEMBERESKAN BEKAS SARAPAN INI SENDIRIAN, EOH!" teriak Tao kesal menggelegar disekitar ruang tamu itu.

"Se-sehun-ah..." panggil Baekhyun, dan namja albink disebelahnya itu pun menoleh.

"wae?!" tanyanya.

"a-apa kemarin kau...masih kesal dgn Tao?" tanya Baekhyun ragu.

"tentu saja aku kesal padanya, padahal sudah sedikit lagi" rutuk Sehun.

"se...sedikit lagi?!" bingung Baekhyun.

"Baek, apa kau tak mengerti aku yg sudah sangat menginginkan itu malah moodmu yg tiba-tiba jatuh karna ulah Tao?!" oceh Sehun frustasi.

'a-aku tau sih, namja mana yg tak terangsang saat itu...a-apa lagi Sehun sudah menikah dgnku yg berarti tak ada alasan untuknya menahan hasratnya bukan?!' bisik hati Baekhyun.

't-ta...tapi aku kan belum siap' bisik hatinya lagi menunduk pasrah.

"tenanglah, aku tak marah padamu...aku tau mungkin kau juga belum siap untuk hal itu" ucap Sehun yg kemudian mengusak gemas rambut Baekhyun.

'di...dia mengerti aku' mendongak senang, Baekhyun pun tersenyum manis pada namja disebelahnya.

'beruntungnya aku memiliki namja seperti dirinya yg begitu pengertian' bisik hati Baekhyun.

"chu~...wajahmu itu menggemaskan" ucap Sehun setelah mengecup sekilas pipi merona Baekhyun membuat namja mungil itu mengerjap lucu.

"Baekhyun..." ucap seseorang pelan namun dapat Baekhyun dengar.

"!" seketika mata Baekhyun terbelalak kaget melihat siapa namja yg didepannya itu melantunkan namanya dgn begitu putus asa.

"K-Kyu...Kyungsoo-ya" bisik pelan Baekhyun yg langsung membeku ditempat.

.

.

.

"hooaa...setelah libur panjang rasanya senang bisa sekolah lagi" seru seorang namja tampan berkulit tan dgn tag nama 'Lee Taemin'

"benar hyung, aku jadi merindukan club" balas namja yg hampir serupa dgn Taemin ber tag nama 'Kim JongIn' itu.

"ohh, benar...selama libur kita hampir hilang kontak dgn para anggota club" ucap Taemin.

"hn, aku sama sekali tak bisa menghubungi Lay...karna selama liburan ia berlibur ke Prancis bersama kekasihnya" ucap JongIn.

"hahh~...beruntungnya Lay memiliki kekasih yg kaya raya seperti namja itu" ucap Taemin.

"memangnya kau pernah bertemu dgn kekasihnya Lay?!" tanya JongIn.

"pernah sekali, waktu itu ia datang menjemput Lay saat sedang bermain basket dgnku, kau tau kan kalau namja bberdimple itu sangat suka basket?!" ucap Taemin.

"eoh, seperti apa rupanya hyung?" tanya JongIn penasaran.

"Hmm...biar kuingat-ingat dulu" gumam Taemin.

"annyeong hyung, Kai~..." sapa seorang namja manis berkulit putih mulus tersenyum cerah kearah mereka.

"eoh, itu Lay" seru JongIn yg langsung menghampiri namja berdimple itu.

"hooaa...apa ini mobilmu?" tanya JongIn.

"aniya, ini mobil kekasihku" ucap Lay girang.

"Yixing-er pulang nanti aku jemput yah" ucap seorang namja dari dalam mobil sport mewah itu yg lalu membuka kaca dikursi kemudi dan menampilkan wajahnya yg bagai malaikat, putih mulus dan menenangkan.

"Suho-er, jangan terlambat yah" balas Lay yg dipanggil Yixing dalam bahasa mandarinnya.

"eoh, apa mereka temanmu?" tanya Suho si namja berwajah angelic itu yg memutuskan turun sebentar untuk menyapa teman-teman Lay.

"hn...ini temanku dari club dance Kai dan Taemin hyung" ucap Lay memperkenalkan temannya pada kekasihnya.

"annyeong, Kim JoonMyeon imnida...CEO Kim Coorporation" ucap Suho.

"eoh, annyeong hyung...Kim JongIn imnida biasa dipanggil Kai" ucap JongIn.

"Lee Taemin imnida, salam kenal" sahut Taemin ramah.

"hyung? Suho seumuran dgnku" ucap Lay polos yg langsung membuat Kai ternganga lebar.

"m-mwo? T-tapi dia bilang dia itu CEO?" kejut Kai.

"memang, perubahan pusat milik keluargaku di Gangnam sudah aku tangani, meski aku masih kelas 2 highschool tak salahkan kalau aku membantu usaha ayahku?" ucap Suho.

"Ohh..." dan keduanya namja itu hanya ber'oh'ria menanggapi ucapan Suho.

"kau begitu aku pergi dulu Yixing-ah" pamit Suho yg langsung pergi dgn mobilnya.

"hebat..." decak kagum Kai.

"hebat? Siapa?" tanya Lay.

"kekasihmu itu" ucap Kai lagi.

"memangnya dia habis melakukan apa sampai kau bilang hebat?" tanya Lay.

"tentu saja hebat, dia memiliki perusahaan sendiri, dan dia kaya" ucap Kai.

"Suho tidak hebat tapi dia tampan dan keren" ralat Lay.

"baiklah baiklah keren hebat apapun itu Lay" ucal Kai mengalah.

"hanya aku yg boleh mengatakannya keren, apa kau menyukai kekasihku Kai-ah?!" oceh Lay.

"mwo?" kejut Kai.

"kalau kau menyebutnya keren berarti kau mengaguminya dan kau pasti menyukainya! Teganya kau Kai ingin merebut kekasihku (ㄒoㄒ)" rengek Lay.

"Hah? Siapa yg ingin merebut kekasihmu?"bingung Kai.

"biasanya didrama-drama yg aku tonton, kalau temanmu mengagumi kekasihmu maka artinya ia menyukai kekasihmu dan akan merebutnya darimu, huuaaa kai-ah jahat sekali kau (╥_╥)" rengek Lay lagi.

"hadehh...anak satu ini terlalu banyak menonton drama" frustasi Taemin.

"HUUAAA...KAI INGIN MEREBUT KEKASIHKU ( TДT)" rengek Lay lagi membuat puluhan pasang mata siswa maupun siswi disana menatap mereka dan berbisik.

"a-a...aduuhh Lay bukan begitu maksudku! Bagaimana menjelaskannya padamu?!" frustasi Kai.

"malu sumpah" gerutu Taemin yg menutupi wajahnya dgn jaket yg ia kenakan dan menjauh dari Kai juga Lay.

.

.

.

TBC~

.

.

.

Annyeooonnggg~...

Hayoo Hayoo yg di chap sebelumnya udh menghafal yg iya iya ≧ω≦ aduduhh Niel aja gk kepikiran kok ( ohse: libur ku thor ( ̄. ̄) ) maaf sebelumnya yah buat typo yg merajalela mengacaukan ff Niel, soalnya lappy Niel lagi gk bisa diajak kompromi alias mogok kerja jadi Niel ngetiknya pake HP deh, huh! Mana keywordnya banyak ngacok lagi -_-#

Balas review :

Kim kai ussy : hehe...mian~ karna keywordnya yg nyebelin nama reviewers satu ini jadi salah ketik ๏︿๏ .hehe...Niel juga mau kalo gitu diromantisin si cadel :p, aduuhh iya iya nya nanti aja dedek bayinya juga masih belum siap v_v tunda dulu yah \(○^ω^○)/

Niel juga ucapin thanks banget buat reviewers berakun Yuucchinn , Siti855 , OH7 , Bikuta-chann , Chanbaeknim , sesebaek dan Aeri48 semangat terus n jangan pernah bosan menunggu kelanjutan ff Niel :*

.

#salam ShinNiel ^^