Yah... Aku bingung untuk memulai dari mana...
Ini semua terjadi karena kesalahpahaman...
Sekelompok orang yang masih kuanggap teman malah menganggapku musuh mereka...
Dan kini, mereka malah menyerangku dengan niatan untuk membunuhku...
Bukankah itu berlebihan?
Aku bingung...
Apa hidupku ditakdirkan seperti ini?
Dari jutaan orang yang ada didunia ini...
Apa ada yang mengalami hal seperti yang kualami saat ini?
Pindah ke dunia lain hanya karena ulah sesosok Datenshi...
Pernah mencintai gadis yang tidak mungkin kau gapai...
Dikhianati oleh temanmu sendiri...
Dan bahkan, orang yang kau anggap teman malah menganggapmu musuh...
Dan sekarang, musuhmu yang tidak diketahui identitasnya malah menjadi temanmu untuk sementara...
Apa ada yang bernasib sama seperti diriku...?
Tentu saja tidak ada...
Yah... Kurasa nasib sepertiku ini...
Hanya ada di kisah kisah yang ditulis diatas selembaran kertas...
::
::
::
::
::
:: :: :: :: :: :: :: :: :: ::
:: New Line ::
Disclaimer : Aku tidak mau dan tidak ingin memiliki Naruto dan Highschool DxD, dan akupun menyerah untuk mengejar Tokisaki Kurumi
Rating : T+ for Story, but M for Safety (untuk kata atau Kalimat yang kasar dan beberapa Scene yang tak pantas untuk ditiru ataupun yang lain)
Pair : Naruto x Kurumi, Vali x ? (Unlocked in This Chapter!) (Banzaii!)
Warning : OOC (Pastinya!), CrackPair!, Typo, Miss-Typo, Alur Berantakan, Mainstream!, DLDR, Semi-Canon, Strong!Naru, ThreeElement!Naru, Strong!Vali, Friendly!Vali, And More!
A/N : Chapter kali ini lebih didominasi dengan scene Fight, jadi kuharap Reader-san tidak bosan dengan gaya penulisan saya yang seperti ini adanya ^_^
Dan Ya! Pair Vali kali ini terbuka #plak, setelah penantian yang lama akhirnya Vali mempunyai pair di Fic ini, sungguh! Aku bisa membayangkan bagaimana Ekspresi Vali saat mengetahui ia mempunyai Pair kali ini :v Coba tebak siapa dia?
So... Happy Reading!
:: :: :: :: :: :: :: :: :: ::
::
:: Chapter #21 : Semua Berakhir Dengan Buruk! ::
::
::
::
::
'Ctraaangg!'
Hari sudah malam, meninggalkan hawa hangat yang diberikan oleh sang mentari, angin malam yang menusuk tulang perlahan mulai menerpa bumi, rumput rumput pun ikut bergoyang mengikuti alunan terpaan angin, bahkan malam ini pun bulan ikut hadir untuk meramaikan suasana yang sunyi sepi ini...
'Syuuut'
'Traaangg!'
Di halaman sebuah gereja yang agak jauh dari kota Kuoh, terlihat beberapa iblis, utusan gereja tengah melawan seorang remaja atau lebih tepatnya seorang manusia dengan seorang Datenshi yang masih misterius identitasnya
'Swuusshh!'
Terlihat seorang remaja- Iblis laki laki berambut coklat dengan sebuah gauntlet di tangannya tengah menyerang seorang remaja berambut pirang yang masih mengenakan seragam sekolahnya itu, perlahan ia menghidari serangan dari lawannya itu
"Kalian terlalu bodoh! Menganggapku sebagai musuh pun tidak akan berguna! Karena aku tidak dan tidak ingin ikut campur dalam masalah ini!" ucap Naruto sambil terus menghindari serangan dari Issei yang terus menerus menyerangnya secara membabi buta
'Boost!'
"Memangnya kenapa hah! Kami melihat dengan mata kepala kami sendiri bahwa kau bersekutu dengan Datenshi, jelas bahwa sekarang kau adalah musuh kami!" ucap Issei yang terus menyerang Naruto sembari meningkatkan kekuatannya
"Itu karena kalian salah paham!"
'Duaaaaggg!'
Issei terus menyerang Naruto, namun Naruto dengan cepat menghindari serangan Issei yang terkesan membabi buta itu, Naruto lalu sedikit menunduk menghindari serangan dari Issei dan melayangkan sebuah tendangan yang kuat kearah bagian perut Issei hingga terpental dan menabrak sebuah pohon yang berada disana
'Braaak!'
"Hyaaahh!"
Naruto langsung mengalihkan perhatiannya kebelakang saat mendengar bunyi teriakan dari seseorang, ia sedikit tersenyum masam saat melihat Kiba Yuuto yang menyerangnya dari belakang, dengan cepat, Naruto langsung menghindari serangan dari Kiba
"Huufftt... Aku tak menyangka, orang yang aku anggap teman malah menganggapku musuhnya, sungguh cerita yang menyedihkan..." ucap Naruto mendramatisir
"Gomen na, kau sekarang bersekutu dengan para Datenshi, terlebih Datenshi yang menyerangku kemarin, bagi kami, sekarang kau hanyalah musuh kami!" ucap Kiba sambil menodongkan pedangnya kearah Naruto
"Hah baiklah, namun jika kalian babak belur, tolong sampaikan permintaan maafku pada Ketua kalian!" ucap Naruto sambil menekankan satu kata itu pada Kiba
Naruto langsung melesat kearah Kiba hendak menyerangnya dengan sebuah kunai yang ia pegang ditangan kanannya, hal yang sama pun dilakukan oleh Kiba yang melesat kearah Naruto dengan pedang yang ia pegang
'Swuuusshh!'
..
..
..
'Ctraaangg!'
Beralih ke partner sementara Naruto, Datenshi itu kini tengah menahan serangan Xenovia dengan menggunakan Light Swordnya, Xenovia menatap tajam Datenshi itu, kembali ia melakukan serangan frontal kearah Datenshi itu dengan cara menebaskan Excaliburnya kearah Datenshi secara horizontal
'Ctraang!'
'Ctraassshh!'
Light Sword yang digunakan oleh Datenshi sebagai pertahanan dari serangan frontal Xenovia lantas hancur menjadi kepingan cahaya saat menahan serangan Xenovia yang bisa dikatakan berbahaya itu, Datenshi itu langsung melompat kebelakang menghindari serangan Xenovia selanjutnya
"Hah, melawan pengguna Excalibur memang menyebalkan, sekarang giliranku!"
Datenshi itu langsung membuat sebuah bola cahaya yang berada ditangannya, hingga bola cahaya itu membesar sebesar bola basket, sambil menyeringai, Datenshi itu langsung melemparkannya kearah Xenovia yang masih dalam keadaan siaga
"Rasakanlah Seranganku, Light Bomb!"
'Swuuush!'
Xenovia langsung terkejut saat Light Bomb itu langsung melesat cepat kearahnya, dia langsung menghindar sekaligus melompat kesamping menghindari serangan mematikan dari Datenshi itu
'Duuuaaaarr!'
Irina yang tak jauh dari pertempuran keduanya langsung melotot terkejut saat melihat dampak dari serangan Datenshi tadi, kini tepat beberapa meter dibelakang Xenovia, terlihat sebuah Kawah berdiameter 10 Meter, sungguh serangan yang berbahaya
"Kau terkejut ojou-chan? Apa aku terlalu berlebihan?" ucap datenshi itu dengan ekspresi yang aneh pada Irina yang masih terkejut
Beralih kepada Xenovia yang masih terbaring akibat terpental akibat ledakan dari serangan Datenshi itu, kini ia mulai beranjak bangun sambil menatap Datenshi itu dengan tatapan tajam, perlahan ia menggenggam kembali Excalibur Destruction tadinya terlepas dari genggamannya dan berada disampingnya
"S-Siapa kau sebenarnya?"
"Aku? Aku hanya seorang Datenshi, itu saja.." ucap Datenshi itu menanggapi pertanyaan yang dilontarkan oleh Irina
Merasa dipermainkan oleh Datenshi itu, Irina langsung melesat kearah Datenshi itu sambil menghunuskan Excalibur Mimic yang ia pegang kearah Datenshi itu
'Syuuut!'
"Eh? Pedangnya memanjang! Sugoii!" ucap Datenshi itu kegirangan saat melihat Excalibur milik Irina yang memanjang dan menuju kearahnya dengan cepat
"Namun, apa kau tahu kalau kelebihan Pedangmu itu malah memberikan keuntungan bagiku..."
Setelah mengucapkan sesuatu dengan nada yang dingin, didepan Datenshi itu langsung muncul lingkaran sihir berwarna ungu, dari lingkaran sihir itu muncul Light Spear yang berukuran sedang dan langsung bertabrakan dengan Excalibur milik Irina dan Light Spear itu langsung terlilit oleh Excalibur itu, mendapatkan celah, Datenshi itu langsung melesat kearah Irina melalui samping
'Swuuush!'
"Kau membutuhkan waktu untuk menarik pedangmu itu kan?" ucap Datenshi itu yang kini sudah berada disamping Irina sambil berucap ditelinga Irina dengan nada yang dingin
Datenshi itu langsung melakukan serangan kearah Irina berupa tendangan yang sangat kuat, sedangkan Irina yang membutuhkan waktu untuk kembali menarik pedangnya untuk menyerang Datenshi itu hanya diam tak bergerak
"IRINA!"
Belum sempat tendangan Datenshi itu mengenai Irina, Datenshi itu langsung terpental akibat Xenovia yang lebih dahulu menyerangnya dengan tendangan yang kuat
'Duaaaggg!'
'Braaaakkk!'
Datenshi itu langsung menabrak sebuah pohon hingga pohon itu roboh dan tertutupi debu yang bertebaran disana, Xenovia hanya bisa menatap Datenshi itu dengan tatapan benci!
"Xe-Xenovia?"
"Daijoubu? Irina?" tanya Xenovia pada Irina yang masih menatapnya
"Aku tak apa, dan kenapa kau menyerangnya dengan tendangan, bukankah lebih baik kau menyerangnya dengan pedangmu?" ucap Irina yang kini malah balik bertanya
"Baka, bagaimana kalau seranganku mengenaimu? Kau dan dia tadi hanya berjarak 2cm saja! Akan berbahaya kalau aku menyerangnya dengan pedangku!"
Mengabaikan percakapan kedua sahabat diatas, kita beralih ke Datenshi tadi, matanya terbuka, Datenshi itu langsung mendorong Pohon yang menimpa dirinya itu, setelah itu ia bangkit dan berjalan kearah Irina dan Xenovia sambil membersihkan debu yang menempel dijubah hitamnya
"Omoshiroi! Bagaimana kalau sekarang aku mulai serius" ucap Datenshi itu sambil menyeringai kearah Irina dan Xenovia
'Sriiingg!'
Perlahan muncul lingkaran sihir disamping Datenshi itu, dari lingkaran sihir tersebut, keluarlah sebilah pedang yang ramping dan tajam, pedang itu memunculkan aura yang suci
"Kurasa sudah saatnya menggunakan salah satu Kartuku!" ucap Datenshi itu sambil mengacungkan pedangnya kearah Irina dan Xenovia yang terkejut
"I-itu?"
"E-Excalibur?"
"Yah, walaupun tak sekuat Excalibur yang lainnya, namun benda ini cukup berguna!"
'Swuuushh!'
Datenshi itu langsung melesat kearah Irina dan Xenovia, melihat musuhnya bergerak dengan cepat membuat Irina bersiaga dan Xenovia yang berlari kearah Datenshi itu
'slaashh!'
Datenshi itu langsung mengayunkan pedangnya secara horizontal kearah Irina dan Xenovia, dari Ayunan pedangnya itu, muncul aura berwarna putih yang tajam dan melesat kearah Xenovia dan Irina
"Irina! Menunduk!"
Xenovia langsung melompat keatas menghindari Aura putih itu, dan Irina langsung menunduk menghindar dari aura putih yang tajam itu, sedangkan Datenshi yang kini berada didekat Xenovia yang masih melayang diudara hanya bisa menyeringai kejam
"Dasar Bodoh, Melompat hanya membuatmu memberikan celah..."
'Craassshh!'
Mata Xenovia melotot saat merasakan luka dibagian pinggang bagian kirinya,ia tak menyangka Datenshi itu langsung menyerangnya secara frontal dan ia tak sempat untuk menahan maupun menghindarinya, ia langsung terjatuh ketanah merintih kesakitan sambil memegang lukanya yang terus mengeluarkan darah
"Tenang saja, lukamu itu tidak akan membuatmu tewas, dan sekarang giliranmu Ojou-chan!" ucap Datenshi itu pada Xenovia dan melesat kearah Irina yang menatapnya dengan tatapan benci
"Hyaaahh!"
..
..
..
..
'Ctraaang!'
"Apa kalian masih tak mengerti kalau semua ini hanya kesalahpahaman saja?"
'Ctraaangg!'
"Aku tidak peduli, dimata kami kau hanyalah musuh yang perlu dibunuh!"
Sejenak kita mengabaikan pertarungan sengit Datenshi dan kedua utusan gereja tadi, dan beralih ke pertarungan Naruto vs Issei dan Kiba dan Koneko, kini Naruto tengah menangkis pedang milik Kiba dengan kunainya
'Crtaakk!'
Kunai Naruto yang ia gunakan untuk menahan serangan Kiba langsung patah akibat tak kuat menahan pedang Kiba, Kiba langsung menebaskan pedangnya kearah Naruto secara vertikal membuat Naruto menghindar kesamping
'Syuut!'
Naruto langsung mengeluarkan sebuah Kunai dari sakunya dan menyerang Kiba dengan menebaskannya kearah kepala Kiba secara Horizontal, namun Kiba langsung menghindarinya dengan cara menunduk dan langsung melakukan serangan balik yang berupa tendangan yang mengarah ke kaki Naruto
"Kau mengambil langkah yang salah!"
Naruto langsung melompat menghindari tendangan Kiba dan langsung menendang Kiba tepat dibagian ulu hatinya dan membuat Kiba langsung terpental akibat tendangan dari Naruto
'Duaaggg!'
"Konoyaro!"
Naruto langsung membalikkan badannya mengabaikan Kiba yang terbaring sambil memuntahkan darah dari mulutnya, kini didepannya, Issei yang menatapnya dengan tajam sambil terus meningkatkan kekuatan yang berada di gauntletnya
'Boost! Boost! Boost!'
"Mati saja kau!"
"Dragon Shot!"
Issei langsung menyerang Naruto, ia mengulurkan tangannya yang dilapisi gauntlet itu kearah Naruto, dari tangannya, muncul bola berwarna merah dan melesat cepat kearah Naruto
'Swuuushh!'
Tak ingin babak belur, Naruto langsung melakukan handseal dan menempelkan kedua tangannya ketanah sambil mengucapkan nama Jutsunya
"Doton : Doryuuheki!"
Dari tanah yang dipijak Naruto, muncul sebuah benteng berupa dinding yang terbuat dari tanah tepat berada didepan Naruto, serangan Issei pun akhirnya mengenai dinding itu dan membuat Dragon Shot Issei tertahan oleh dinding tanah Naruto dan meledak
'Blaarrr!'
Debu langsung mengumpul ditempat Naruto berdiri, membuat penglihatan Issei sedikit terganggu, ia langsung mengedarkan pandangannya sambil terus berwaspada kalau ada serangan mendadak
"Kau tahu? Aku lebih suka bertarung dengan tangan kosong ketimbang main tembak-tembakan!"
Naruto langsung melompat keluar dari debu debu yang mengepul itu disertai dengan kedua bunshinnya yang mengikutinya dari belakang, Issei hanya menatap Naruto dengan tatapan garang
"Sekarang!"
Salah satu bunshin Naruto langsung melemparkan kunai yang sebelumnya sudah ditempelkan kertas peledak kearah Issei, Issei yang tidak tahu bahwa benda itu bisa meledak hanya memandang remeh Kunai itu dan menangkisnya dengan Gauntletnya
"Dasar bodoh!"
'Blaaaaarrr!'
Issei langsung terpental akibat ledakan dari kertas peledak tadi, sedangkan Naruto kini melesat kearah Issei berkat bantuan bunshinnya yang mendorongnya dengan kuat untuk bisa melesat kearah Issei
'Braaakk!'
Naruto langsung mendarat dengan menginjakkan kakinya kearah perut Issei membuat remaja mesum itu langsung memuntahkan darah, Naruto langsung mengunci pergerakan Issei dengan menduduki remaja mesum itu
"Hah, Sudah lama aku ingin melakukan ini!"
'Duaaagg!'
"Kau dulu Temanku!"
'Duaagg!'
"Dan kau juga yang mengkhianatiku!"
'Duaagg!'
"Dan sekarang kau menyerangku dengan niatan untuk membunuhku?"
"Jangan bercanda!"
Naruto terus memukul Issei, entah itu dibagian perut, pipi, atau wajah Issei, sedangkan Issei hanya bisa pasrah dengan darah yang perlahan keluar dari sudut bibirnya
Naruto lalu berdiri, dengan teganya ia mengangkat tubuh Issei melalui kerah baju Issei yang ia angkat keatas, Issei hanya bisa terdiam, ia benar benar sudah lemas sekarang akibat pukulan yang terus menerus Naruto lakukan tadi, bahkan Boosted Gear yang tadinya melekat ditangannya sudah tidak ada lagi
"Kau yang seharusnya mati!"
Naruto langsung melempar Issei dengan kuat kesembarang arah hingga membuat Issei menabrak salah satu pohon disana, kembali ia memuntahkan darah segar dan terbaring tak berdaya dibawah pohon itu
"Beraninya kau melakukan itu kepada Issei-senpai!"
Naruto langsung mengalihkan perhatiannya kebelakang saat merasakan seseorang- uhuk! Sesosok iblis Loli dibelakangnya, matanya sedikit menyipit saat Koneko yang dengan beraninya menyerangnya dengan tangan kosong
"Kau yakin akan menyerangku tanpa senjata?"
Naruto langsung menahan serangan berupa pukulan yang dilontarkan oleh Koneko, Naruto agak mundur kebelakang saat menahan serangan dari Koneko yang membuat dia memahami sesuatu
'Jadi dia pengguna Senjutsu juga? Menarik..'
Naruto langsung memutarkan lengan Koneko membuat Koneko sedikit meringis kesakitan merasakan tangannya yang diputar secara paksa, dengan teganya Naruto langsung memukul Koneko tepat dibagian dada kirinya membuat Koneko langsung terpental
'Duaagg!'
"Kyaaahh!"
Koneko langsung terjatuh ketanah, matanya mengekspresikan bahwa ia sedikit kesakitan sambil menyeka darah yang perlahan keluar dari sudut bibirnya, dengan pelan ia mulai berdiri sambil memegang dada kirinya yang sedikit terasa nyeri akibat pukulan telak dari Naruto
Kembali Koneko langsung melesat kearah Naruto dengan gaya bertarungnya, sedangkan Naruto hanya bisa menghela nafas, menurutnya gadis loli didepannya ini terlalu meremehkannya, soal Taijutsu, Naruto bisa dikatakan sangat mahir, jadi untuk melawannya setidaknya membutuhkan strategi yang bagus
'tapp!'
Adu pukulan pun tak terelakkan lagi, Koneko langsung mengarahkan pukulannya yang dilapisi senjutsu kearah wajah Naruto, dengan cepat Naruto langsung memiringkan kepalanya menghindari pukulan Koneko dan berbalik menyerang Koneko dengan melakukan pukulan Uppercut kearah Koneko
'Syuut!'
Tak ingin dihajar oleh Naruto, Koneko langsung menghindar dengan bergeser kesamping sehingga pukulan Naruto tidak mengenainya dan kembali menyerang Naruto dengan melakukan tendangan yang mengarah ke pinggang Naruto
'Swuuuss!'
Namun itulah yang ditunggu Naruto, Naruto langsung menahan tendangan Koneko yang bersarang di pinggangnya walaupun ia agak sedikit merintih kesakitan akibat tendangan dari gadis loli itu dilapisi dengan Senjutsu, Naruto langsung mengunci kaki Koneko membuat Koneko agak susah bergerak, Naruto langsung melakukan serangannya yang mengarah ke perut Koneko
'Duaakk!'
Koneko sedikit memuntahkan darah dari mulutnya saat menerima pukulan Naruto yang bersarang diperutnya, merasa sedikit kesal, Koneko langsung menggerakkan kaki sebelahnya hendak menendang Naruto
'Syuut!'
Naruto langsung menunduk menghindari tendangan menyamping dari Koneko, dengan cepat ia melemparkan tubuh Koneko kesembarang arah membuat Koneko terlempar hingga menabrak sebuah pohon
'Braaaakkk!'
Koneko kembali mengeluarkan darah segar dari mulutnya, menatap Naruto dengan tatapan tajam sambil menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya dengan kasar, Koneko lalu kembali bangkit dan melesat kearah Naruto hendak menyerangnya
"Haaaaaa!"
Naruto hanya diam menunggu kedatangan Koneko sambil tersenyum simpul
"Walaupun dulu aku tidak akrab denganmu, tapi aku tahu kalau kau itu orang yang dingin Koneko-san, tapi entah kenapa sekarang kau malah lebih cepat termakan emosi..."
Ucap Naruto sambil memejamkan matanya, Koneko yang kini semakin dekat dengan Naruto langsung mengarahkan pukulannya kearah Naruto, namun Naruto lebih cepat, bahkan tanpa melihat, ia langsung bergeser kesamping menghindari serangan Koneko, ia lalu membuka matanya dan memukul wajah Koneko kearah samping dengan kuat hingga membuat gadis loli itu terpental
'Duaaaggg!'
Koneko langsung tersungkur ketanah, kembali ia memuntahkan darah segar dari mulutnya, perlahan matanya menutup menandakan bahwa ia tak sadarkan diri
"Lain kali kalau bertarung, dinginkan kepalamu dan Konsentrasi dan jangan termakan emosi, emosi hanya akan menjadi kelemahan bagimu!"
Naruto mengalihkan perhatiannya kearah Datenshi yang bertarung dengan Irina dan Xenovia tadi, kini Datenshi itu tengah menaruh pedangnya kembali kedalam sebuah lingkaran sihir berwarna ungu, sedangkan Irina dan Xenovia terbaring ditanah tak sadarkan diri
Datenshi itu kini menatap Naruto, ia terlihat tersenyum aneh sambil berjalan kearah Naruto, namun ia berhenti disaat sebuah lingkaran sihir berwarna ungu yang berukuran kecil muncul ditelinganya
'Datenshi-sama, kau mendengarkanku?'
"Ada apa?"
'Kami sudah menangkap targetmu, kini kami berada di Kuoh Academy'
"Benarkah? Bagaimana kalian bisa berada disana? Bukankah disana ada dua iblis yang merupakan adik dari Maou?"
'Mereka saat ini tidak berada disini, cepatlah kesini, Datenshi-sama!'
Naruto yang merasa ada yang janggal dari percakapan Datenshi itu hanya bisa diam mendengarkan percakapan Datenshi itu
Lingkaran sihir berwarna ungu yang berukuran kecil yang berada ditelinga Datenshi itu kini menghilang, ia lalu menatap Naruto, perlahan ia mengucapkan sesuatu sambil melambaikan tangannya
"Aku pergi dulu Uzumaki Naruto! Targetku sudah tertangkap, senang bisa berpartner denganmu!" ucap Datenshi itu melambaikan tangannya kearah Naruto dan menghilang dengan lingkaran sihir
Naruto memang merasa ada yang janggal dari percakapan yang dilakukan Datenshi tadi, Target? Adik Maou? Tunggu?! Jadi mereka telah menyerang Kuoh Academy?!
Sementara masih memikirkan hal yang merepotkan tadi, ponsel Naruto pun bergetar disaku celananya, mengesampingkan pikirannya, Naruto pun lalu mengambil ponsel dari saku celananya dan melihat dilayar ponsel itu siapa yang menelponnya
"Rize-chan? Tumben malam malam begini menelponku?" ucap Naruto monolog lalu mengangkat telponnya
"Moshi-moshi?"
'Naruto!'
"Eh Vali? Ada apa?"
'Gawat! Rize diculik para Datenshi!'
Kedua bola mata berwarna Blue Saphire milik Naruto langsung membulat sempurna disaat mendengar kabar dari Vali, tangannya terkepal kuat, jadi yang dimaksud 'Target' oleh Datenshi adalah semua ini?
"Kuso!"
'Sekarang aku sedang mengejar mereka, mereka bahkan kini berada di Kuoh Academy tepatnya di halaman belakang sekolah, cepatlah kesini!'
"Baiklah, aku akan kesana!"
Naruto langsung memutuskan telponnya, perlahan matanya melihat sekitarnya, ia hanya bisa tersenyum masam saat melihat Xenovia dan Irina yang terbaring tak sadarkan diri, Issei dan Kiba serta Koneko yang terluka serta tak sadarkan diri
"ORC, tolong sampaikan kata maafku pada Raja kalian!" ucap Naruto dan langsung menghilang meninggalkan asap putih
'Poffftt!'
..
..
Play This Song : "狂乱 Hey Kids!" by THE ORAL CIGARETTES
..
..
- Kuoh Academy, Back Yard
"Cih, mereka sangat banyak..."
Untuk saat ini kita mengabaikan Naruto yang lagi OTW ke Kuoh Academy, kita beralih ke Vali yang kini sudah berada halaman belakan Kuoh Academy, saat ini ia tengah bersembunyi di sebuah batang pohon dekat halaman belakang sekolah
Hatinya memanas saat salah satu dari segerombolan Datenshi itu membawa Rize yang tengah dalam keadaan tak sadarkan diri, Vali tidak habis pikir, kenapa Rize harus diculik, lagipula selama ini Rize tidak melakukan hal hal yang aneh, dia hanyalah gadis biasa yang baik dan anggun yang perlu ia jaga
Mata Vali langsung membulat sempurna saat tubuh Rize dengan seenaknya dilemparkan kedalam sebuah kurungan jeruji besi yang dibuat dengan sihir oleh segerombolan Datenshi itu, ia tak tahan lagi, melihat apa yang dilakukan para Datenshi itu membuat darahnya naik dan keluar dari persembunyiannya melesat ke segerombolan Datenshi itu
"Temeee!"
'Craaasssshhh!'
Salah satu kepala Datenshi yang berada disana langsung terlepas dari tubuhnya, dengan kata lain kepala itu langsung putus seketika saat Vali langsung menebasnya dengan pedang kesayangannya, Little One
"Beraninya kalian merebut Rize dariku!"
Kini Vali berdiri tegak dihadapan para gerombolan Datenshi itu sambil mengacungkan pedang Little One miliknya, para Datenshi hanya bisa menatap Vali dengan garang saat mengetahui salah satu dari mereka mati dengan cara yang menggenaskan
"Hajar mereka!"
Para gerombolan Datenshi yang berjumlah puluhan itu langsung melesat kearah Vali, Vali hanya bisa tersenyum senang, sudah lama ia tidak dikeroyok seperti ini, hasratnya untuk bertarung sedikit terpuaskan, ia memutar pedang Little One-nya sebelum ia melesat cepat ke segerombolan Datenshi itu
'Swuuuuush!'
Vali langsung memaksa masuk kedalam gerombolan Datenshi itu, terus menebaskan pedangnya secara acak dan mengenai beberapa Datenshi hingga membuat para Datenshi terluka bahkan ada yang tewas seketika, Vali kini tersenyum puas
'Crasss!'
'Jraaasssh!'
Vali terus menyerang para Datenshi itu dengan gerakan yang mulai teratur, berputar, menebaskan pedangnya ke leher salah satu Datenshi, melompat sambil menendang dan menusuk salah satu Datenshi dengan pedang kesayangannya membuatnya terlihat seperti pembunuh bayaran yang sudah terbiasa dengan namanya kekejaman dan kesadisan
"Ini menyenangkan!"
Vali terus menerus menebaskan pedangnya kearah segerombolan Datenshi itu menikmati canya membunuh dengan sadis, bahkan ia hampir saja lupa tujuannya disini kalau bukan untuk menyelamatkan Rize yang dikurung disana
'Bodohnya aku, aku malah menikmati pertarungan ini' Batin Vali saat menyadari dirinya yang malah memberikan sebuah celah bagi para Datenshi
"Mati saja kau Manusia!"
Segerombolan para Datenshi yang tersisa itu langsung melemparkan puluhan Light Spear kearah Vali membuat Vali terkejut, Light Spear itu terus melesat karah Vali membuat Vali tidak ada waktu untuk menghindar
"Little One, ini saatnya kau untuk bertindak!"
Diluar dugaan para Datenshi, Vali langsung menebaskan pedangnya itu secara Horizontal, dari tebasan pedangnya itu mengeluarkan aura berwarna abu abu gelap yang menghancurkan Light Spear yang melesat kearah Vali
"Dasar Datenshi, dia tak tahu kalau salah satu kekuatan pedangku ini adalah Holy Eraser sama seperti pedang yang dimiliki oleh salah satu anggota ORC" ucap Vali
"Vali, Mundurlah!"
Vali tersenyum saat melihat Naruto yang kini berada diatas para gerombolan Datenshi itu, ditangannya kini sudah siap Rasenshuriken yang akan ia lemparkan kearah gerombolan Datenshi itu, tak ingin terkena serangan massal dari Naruto, Vali lansung melompat kebelakang
"Lenyaplah kalian dengan Rasenshuriken ku!"
Naruto langsung melemparkan Rasenshuriken kearah gerombolan Datenshi itu, para Datenshi itu pun tak sempat untuk menghindar karena Rasenshuriken itu melesat cepat kearah mereka hingga mengenai mereka dan meledak!
'Duaaaarrr!'
Vali menatap datar Rasenshuriken Naruto yang meledak dan membesar hingga berdiameter 10 meter itu, samar samar ia melihat para Datenshi yang tercabik cabik didalam Rasenshuriken yang membesar itu, lalu ia kembali menaruh Little One miliknya kedalam sebuah lingkaran sihir
Hingga akhirnya Rasenshuriken itu lenyap menyisakan lubang kawah berdiameter 10 meter dengan darah dan bulu gagak yang berceceran di tengah kawah itu, Naruto pun kini sudah berada disamping Vali, tatapan mereka beralih kearah Rize saat kurungan berjeruji besi itu menghilang dan membuat Rize terjatuh ketanah
'bruuk..'
"Rize!"
Naruto dan Vali berlari kearah Rize untuk menggapai gadis yang tengah dalam keadaan tak sadarkan diri itu, mengabaikan lubang kawah dan darah yang berceceran disana, mereka terus berlari menggapai Rize sebelum langkah mereka terhenti saat tepat berada didepan Rize muncul lingkaran sihir berwarna ungu
'Sriiinngg!'
Dari lingkarah sihir itu, muncul sesosok Datenshi dengan tiga pasang sayap yang melekat dipunggungnya, penampilannya sangat misterius, memakai jubah berwarna hitam lengkap dengan penutup kepala, rambutnya yang sedikit keluar berwarna ungu dengan iris mata yang senada dengan warna rambutnya, Datenshi itu memegang sebilah pedang ramping nan tajam, dan kini Datenshi itu menatap Naruto dan Vali dengan seringai
"Kalian akan menyelamatkan gadis dibelakangku ini bukan? yah walaupun mereka salah menangkap target, tapi ini akan kujadikan umpan untuk bertarung dengan kalian berdua!"
"K-Kau?"
Kedua iris mata Naruto yang berwarna biru cerah perlahan membulat sempurna saat ia melihat Datenshi itu, pasalnya, Datenshi yang berada didepannya itu adalah Datenshi yang beberapa menit yang lalu ikut bertarung bersamanya melawan para ORC dan utusan Gereja, akhirnya Naruto pun menyadari suatu hal, bahwa jangan pernah untuk menaruh kepercayaan lebih pada orang asing
"Tch!"
Vali mendecih kesal saat Datenshi didepannya ini menjadikan Rize, salah satu keluarganya sebagai sanderanya, membuat darahnya naik dan niat membunuhnya pun ikut naik, Vali lalu kembali mengambil pedang Little One-nya dari lingkaran sihir yang berada disampingnya, dengan kecepatan yang bahkan sulit untuk diikuti oleh mata telanjang, Vali langsung melesat kearah Datenshi itu
"Datanglah! Dan berikan pertunjukan yang bagus!"
'Ctraaangg!'
Kedua pedang itu pun saling menahan serangan satu sama lain menghasilkan bunyi logam yang terdengar nyaring, Vali menatap tajam Datenshi itu, dan sebaliknya, Datenshi itu menatap Vali dengan tatapan rendah
'Ctaak!'
Datenshi itu langsung mendorong pedangnya membuat pertahanan Vali terlepas, Datenshi itu langsung menebaskan pedangnya secara horizontal kearah leher Vali, namun dengan mudah, Vali menghindari serangan dari Datenshi tadi dengan cara menunduk dan berbalik menyerang dengan menendang perut Datenshi itu dengan kuat
'Duaaaakkk!'
"Naruto!"
Sementara Datenshi itu terpental dengan sangat cepat akibat tendangan Vali, Naruto pun langsung melesat kearah Datenshi yang masih terpental itu dan melakukan tendangan kuat yang mengenai punggung Datenshi itu
'Duaaakkk!'
Datenshi itu langsung tersungkur ketanah sehabis mendapatkan serangan dari Naruto, perlahan Datenshi itu bangkit, namun kembali ia terpental setelah Naruto menghadiahinya dengan tendangan yang tepat mengenai wajahnya
'Couuugghh!'
Datenshi itu mengeluarkan darah dari mulutnya, perlahan ia bangkit dengan sedikit bantuan dari pedangnya yang ia gunakan sebagai penopang tubuhnya, posisi tubuhnya kembali menjadi bersiaga saat di kiri dan kanannya, sudah ada Naruto dan Vali yang siap untuk menyerangnya
"Vali! Sekarang!"
'Ctraaang!'
Pertarungan yang sedikit tak seimbang pun terjadi, Vali langsung menebaskan pedangnya secara horizontal, namun Datenshi itu perlahan menunduk menghindari serangan Vali dan menyerang Naruto yang berada dibelakangnya dengan menebaskan pedangnya
'Ctraang!'
Pedang milik Datenshi itu tertahan saat Naruto menahannya dengan kunainya, Naruto langsung menendang Datenshi itu kearah Vali membuat Vali langsung menghunuskan pedangnya kearah Datenshi itu
'Jraass!'
Vali mendecih pelan saat Datenshi itu melindungi punggungnya dengan menggunakan sayap hitamnya, membuat salah satu sayap hitamnya terputus dan Datenshi itu berhasil melesat menjauhi Naruto dan Vali
"Kerja sama yang bagus, dan saatnya untuk serius!"
'Swuuusshh!'
Naruto dan Vali terkejut saat seperdua detik kemudian Datenshi itu udah berada diantara Naruto dan Vali, membuat Naruto terpental kesamping akibat tendangan kejutan dari Datenshi dan Vali yang menahan pedang milik Datenshi tadi
'Duaaakkk!'
'Ctraaaang!'
Vali terus menahan serangan Datenshi yang amat ganas itu, terus menerus bertahan hingga membuat pertahanan Vali melemah dan terpatahkan saat pedang Vali terpental akibat serangan Datenshi yang amat kuat, Datenshi itu langsung menebaskan pedangnya kearah Vali yang kini tak punya senjata untuk bertahan
'Swuuuush!'
"Rasengan!"
Belum sempat pedangnya mengenai Vali, Datenshi itu langsung terpental kesamping saat ia terkena serangan andalah Naruto, Yaitu Rasengan yang tepat mengenai pinggangnya, membuat Datenshi itu terpental terbawa oleh Rasengan Naruto
'Blaarr!'
Datenshi itu terkapar dikawah berukuran kecil, tubuhnya penuh dengan luka sayatan, salah satu sayapnya pun hancur hingga menyisakan dua pasang sayap hitam yang masih melekat dipunggungnya, jubah yang ia kenakan pun robek dimana mana
"Omoshiroi!"
Datenshi itu kini tersenyum menyeringai seolah semua luka ditubuhnya adalah hal yang membuatnya senang, perlahan Datenshi itu bangkit berdiri, menatap Naruto dan Vali yang telah bersiaga jika Datenshi itu memberikan serangan kejutan lagi
"Sudah kuduga kalau aku akan kalah jika bertarung sendiri melawan kalian berdua..." ucap Datenshi itu sambil tersenyum misterius pada Naruto dan Vali
"Kali ini kita akhiri pertarungan kita, toh para bawahanku salah menangkap Target-ku yang selama ini ku incar..."
Setelah selesai berbicara, Datenshi itu kembali tersenyum misterius, lalu menghilang dengan lingkaran sihir berwarna ungu, Naruto dan Vali menurunkan kewaspadaan mereka, bahkan langit yang awalnya berwarna ungu berubah kembali menjadi hitam khas sunyinya malam
"Vali-"
"Rize!"
Menghiraukan panggilan dari Naruto, Vali langsung berlari kearah Rize yang masih terbaring tak sadarkan diri, dengan cepat ia langsung menggapai tubuh Rize, memeluk tubuh gadis itu sambil menggoyang-goyangkan tubuh Rize berharap Rize bangun
"Rize! Bangunlah!"
Sedangkan Naruto hanya bisa garuk-garuk kepala sambil sweatdrop ditempat melihat tingkah Vali yang sedikit keluar dari biasanya, yah ia tahu kalau Vali memiliki sifat yang sedikit dingin dan acuh dengan keadaan sekitarnya, namun sikapnya kali ini sedikit diluar perkiraan Naruto, lihatlah! Ia bahkan saat ini memeluk Rize sambil meneriaki nama gadis yang tengah ia peluk itu
Sejenak kita abaikan Naruto yang masih dalam keadaan sweatdrop dan beralih ke Vali, saat ini remaja berambut perak itu terus menggoyang-goyangkan tubuh Rize agar supaya gadis itu terbangun, usaha Vali berhasil saat Rize mulai menggerakkan tangannya dan perlahan membuka matanya
"uh..."
"Rize?!"
Menyadari Rize mulai tersadar, Vali langsung memeluk erat gadis itu seakan tak ingin ia lepaskan, sedangkan Rize hanya bias membulatkan matanya terkejut sekaligus bingung, ada apa denganku? Mungkin itulah yang ada dipikirannya saat ini
"Vali-kun? Ada apa denganku?"
"Tak usah pikirkan itu, yang jelas aku sangat bersyukur kau selamat"
'Cup!'
Diluar dugaan, Vali mengecup bibir Rize secara perlahan, yah Author sendiri pun sedikit heran dengan Vali kali ini, sedangkan Rize hanya bisa membulatkan matanya terkejut atas apa yang Vali lakukan padanya, dan Naruto? Ia hanya bisa terkejut dengan wajah memerah, ia langsung berbalik badan dan menggaruk kepala belakangnya tak ingin melihat adegan itu
"Va-Vali-kun?"
"Aku sangat khawatir padamu, jadi tolong jangan pergi jauh dariku..."
"Vali-kun!"
.
.
.
"Jadi, bolehkah aku berbalik sekarang? Kalian tahu, aku merasa gak enak saat melihat kalian bermesraan tadi"
"Kau boleh berbalik sekarang, Naruto-kun"
Setelah mendapat persetujuan dari Rize, Naruto membalikkan badannya, ia tersenyum aneh sambil garuk-garuk kepala melihat Rize dan Vali, terlebih pada Vali, ia tak menduga sikap Vali diluar dari sifatnya, tapi sisi positifnya, Rize berhasil diselamatkan oleh Vali
"Dan kau Vali, kau terlihat lebih berekspresi kali ini, ada apa denganmu? Apa kepalamu terbentur batu?"
"Apa yang kau bicarakan? sebaiknya kita pulang sekarang, ayo Rize"
Ucap Vali lalu menggendong Rize dan berjalan sambil menggendong Rize, sedangkan Naruto, ia hanya sedikit tertawa pelan saat mengetahui Vali mengalihkan pembicaraan mereka, lalu berjalan mengikuti Vali dan Rize
"Ano.. Arigatou telah menyelamatkanku, Vali-kun..."
"Kau tak perlu berterima kasih padaku, dan seharusnya akulah yang meminta maaf padamu karena terlalu lama untuk datang menyelamatkanmu, Gomen, Rize.."
"Hoi~! Disini ada aku loh! Apa kalian tidak malu bermesraan seperti itu didepanku?"
"Diamlah Naruto..."
..
..
..
..
..
'Swuuuush~!'
Di halaman gereja yang terlihat porak poranda, beberapa cipratan darah yang menghiasi halaman gereja itu, beberapa kawah membuktikan bahwa tempat tersebut terjadi sebuah pertempuran, serta beberapa tubuh sosok iblis serta dua orang gadis yang merupakan utusan gereja saat ini tengah terbaring ditanah tak berdaya dan tak sadarkan diri
Muncul lingkaran sihir berwarna merah khas keluarga Gremory disana, dari lingkaran sihir itu mengeluarkan dua sosok gadis cantik dengan tubuh yang bisa membuat pria hidung belang pingsan dengan hidung yang kebanjiran darah, salah satu gadis itu berambut merah dengan iris mata berwarna Blue-Green serta tubuh proporsional bak gitar spanyol, sedangkan yang satunya lagi merupakan gadis berambut raven panjang dengan wajah yang manis, namun terlihat sedikit masokis, serta bentuk tubuhnya yang tak kalah dengan gadis yang pertama
"A-Ada apa dengan semua ini?"
Kedua gadis itu langsung terkejut saat melihat hamparan rumput yang merupakan halaman dari gereja tua itu saat ini dipenuhi dengan kawah serta beberapa cipratan darah, dan mereka kembali dikejutkan saat teman mereka, yang merupakan sesosok iblis juga yang terkapar tak sadarkan diri dengan tubuh yang penuh luka
"Akeno!"
"Ha'i Buchou!"
Gadis yang dipanggil Akeno tadi langsung melesat saat gadi berambut merah, Rias Gremory memerintahkannya untuk menyelamatkan teman mereka yang merupakan anggota ORC yang terkapar tak berdaya, sedangkan Rias sendiri saat ini berlari kearah sesosok iblis remaja berambut coklat yang terbaring tak berdaya didekat pohon dengan luka dibeberapa bagian tubuhnya
"Issei!"
"Bu-Buchou..."
Issei perlahan terbangun dari kesadarannya, ia sedikit meringis kesakitan saat ia mencoba menggerakkan tubuhnya dan merasakan sakit disekujur tubuhnya
Rias tak kuasa melihat Pawn kesayangannya dalam keadaan seperti itu, ia langsung mengobati Issei dengan sihirnya berharap luka disekujur tubuh Issei sembuh
"Siapa yang telah melakukan semua ini? Issei?"
"D-Dia, Naruto dan sesosok Datenshi..."
.
.
.
"Na-Naruto?!"
..
..
..
..
..
..
..
..
:: To Be Continued ::
A/N : Yosh! Ketemu lagi denganku Author gaje di Fic New Line dengan update Chapter ke #21 ini!
Sebelumnya aku meminta maaf yang sebesar-besarnya pada Reader-san semua atas keterlabatanku mengupdate Fic ini, jujur saja, saat ini aku tengah mengerjakan salah satu Fic terbaruku, yang mau mampir check di Profil
Soal Chapter kali ini, yah mungkin sedikit membosankan dengan Chapter yang hampir 90% dipenuhi dengan Scene Fight, yah sedikit sulit sih, karena bagi saya Scene Fight adalah Scene yang cukup sulit untuk saya buat, membayangkan bagaimana pertarungannya, menulis ulang Scenenya serta memperagakannya didunia nyata layaknya Chuunibyou akut #Plak :v :v
Dan ya! Vali saat ini tengah berbahagia! Ia sudah mendapatkan Pairnya! Banzaii! :v :v , Pairnya adalah Rize, alasannya sederhana, saya sedikit suka dengan Rize, sikapnya yang manis di Animenya, dan juga saya rasa ia cocok kok dengan Vali karena bagi saya susah nyari Pair yang cocok untuk Vali, jadi ada yang setuju dengan pair Vali ini? Yang gak setuju boleh Protes, yang jelas kedepannya Pair gak akan berubah :v
Dan soal Vali yang amat OOC? Maaf sebelumnya kalau saya membuat sifat Vali yang jauh keluar dari sifat asli di Canonnya, sedikit sulit untuk saya membuat sifat Vali yang asli di alur yang sekarang, tapi akan saya usahakan agar sifat Vali gak terlalu keluar dari sifat aslinya #Gomennasai
Soal Datenshi Misterius itu? Sampai saat ini aku belum bisa memastikan siapa sebenarnya dia, untuk beberapa chapter kedepan ia punya peranan yang lumayan banyak, soal penampilannya, kalian bisa menebaknya sendiri, Clue-nya berasal dari anime Lain
Untuk kedepannya, mungkin ada pertarungan antara kelompok Rias dengan Naruto, itu baru kemungkinan, jadi jangan terlalu dianggap serius...
Dan untuk balasan Review, Check This Out!
Akuma : ini udah Update, maaf kalau saya terlalu lama Updatenya :v Happy Reading! #ThxForReview
Flash : udah Update kok! Maaf saya terlalu lama hingga membuatmu tak sabar menunggu updatenya :v #ThxForReview
Souka 30 : Baguslah kalau kamu suka Scene Romancenya, kurang Hot? Maaf, kalau saya membuat Scene Romance yang menjurus ke Ecchi, bisa bisa saya dicap sebagai Author mesum :v :v
Keinginanmu terkabulkan dichapter kali ini namun kayaknya Rias bukan merasa bersalah, tapi ngerasa marah tuh ngeliat Issei kesayangannya digebukin Naruto
Dan Soal kesalahan saya, saya tahu kok banyak kesalahan saya dalam menulis Fic, makanya saya membutuhkan Reviewers kayak kamu untuk mengoreksi kesalahan saya, itu membuat saya senang kok! Btw kamu sangat tampan sekali! :v :v #ThxForReview
Punkbili6 : Naruto gak lembek amat kok, saya hanya membuat Scene yang sesuai dengan ide saya dan juga disini Naruto tidak Godlike!, kan gak seru kalau sekali tampol langsung KO :v #ThxForReview
Ahmad968 : Thx Dukungannya! Jangan bosen untuk nunggu Update selanjutnya ya! #ThxForReview
Shinn : Thx Pujiannya! soal saranmu, akan saya pertimbangkan! #ThxForReview
Dark eyes : Thx Dukungannya! Soal Fic baru, saya udah buat kok tapi bukan seperti keinginan kamu #Gomen, Fic Crossover Naruto dengan anime lain, check aja di Profil saya #ThxForReview
Risya : Thx Dukungannya! Jangan bosen untuk nunggu Update selanjutnya ya! #ThxForReview
Hamura : Naruto disini baru bisa mode Bijuu sama Sennin Mode, untuk yang lainnya lihat saja kedepannya #ThxForReview
Mr. Uzumaki 22 : Oke! Akan saya usahakan, Chapter ini aja hampir Full Fight, semoga kamu suka! Dan soal Romance Scene, syukurlah kalo kamu suka namun kayaknya romancenya gak terlalu banyak, soalnya beberapa Chapter lagi Arc penyerangan Kokabiel, jadi akan dipenuhi dengan scene Fight, Soal Humor! Syukurlah kamu suka, kupikir humor di Fic ini garing loh :v #ThxForReview
SuperSaiyanProtector : Saranmu akan saya pertimbangkan lagi, thx sarannya #ThxForReview
Archise : Thx penilaiannya, yeay Gue dapet delapan! :v :v , soal Konfliknya, Chapter ini udah dimulai, Chapternya penuh Battle, dan Sedikit Battle Naruto Duet Vali yang lumayan mantab :v, semoga kamu Suka! Oh iya, Cuma mau ngasih tau kalau Vali sekarang lagi berbahagia :v :v #plak #ThxForReview
Feriardianzah1 : Oke! Saya gak kepikiran soal itu, akan saya usahakan kedepannya! #ThxForReview
Arifkarate : Soal Pair, kayaknya enggak bisa deh, Gomen #ThxForReview
TsukiNoCandra : Ah~ maaf kalau saya berbuat salah tapi kata kasar anda sedikit membuat saya kecewa
Saya tahu kesalahannya dimana, seharusnya kata Seseorang itu pada Paragraf kedua bisa digantikan dengan Dia, Ia,atau semacamnya, dan bisa dibilang itu adalah pemborosan Word
Dan bagian itu hanya untuk humor semata, itu diluar alur cerita, tak ada sangkut pautnya dengan alur cerita yang kubuat, yah kupikir kamu terhibur dengan humor itu, tapi kamu malah menganggapnya dengan serius
Sekali lagi saya mohon maaf atas kesalahan saya, saya hargai kok kritik kamu, tapi sebaiknya kamu tak perlu menggunakan kata kata kasar dalam mengkritik sebuah Fic #ThxForReview
Saputraluc000 : Yap! Kamu benar tapi kamu tak mendapatkan hadiah dari saya! :v konflik antara Rias dan Naruto sudah dimulai saat ini dan akan dipenuhi dengan Scene Fight #ThxForReview
Yellow Flash115 : Pair Vali dah kebuka Chapter ini, dan Vali saat ini tengah berbahagia! :v :v #ThxForReview
Kurang lebih itulah Review Chapter kemarin, maaf untuk Review yang gak saya balas, saya mohon maaf
Numpang Promosi! Saya buat Fic terbaru loh, Fic Crossover bergenre Action-Adventure dan Romance di Fandom Lain, jangan sungkan untuk mampir di Fic baru saya, untuk lebih lanjut lihat di Profil saya!
Mungkin cukup sekian pertemuan kita kali ini, mohon maaf atas kesalahan saya yang amat banyak :v, dan juga kesalahan saya dalam menulis, jangan sungkan untuk memberikan Review serta kritikannya ya!
::
::
::
::
:: Kurosaki Kitahara Has Been Logged Out! ::
