hay chingudeul maaf baru update, dan maaf gak bisa bales review, udah terlalu sore di sekolah, takut di marahin guru,
oke langsung aja ya, selamat membaca, maaf kalo gak sesuai harapan, do'ain aja Chap depan KaiSoo,,
RnR
.
.
.
.
.
DLDR
.
.
.
.
REVIEW PLEASE, FOLLOW, AND FAV
.
.
.
.
.
.
NO BASH
.
.
.
.
.
.
.
HAPPY READING
Chap 21
"tenanglah sayang, aku ada bersamamu" kata Chanyeol masih menenangkan di Baekhyun di dalam mobilnya,
Baekhyun dan Chanyeol sedang berada di dalam mobil mereka, Baekhyun terus terisak sejak melihat Jongin,
Sebelumnya Chanyeol dan Baekhyun berpamitan untuk pulang lebih dulu karena Baekhyun yang terus terisak kecil.
"hiks Yeol aku takut hiks" isak Baekhyun di dada Chanyeol, Chanyeol sedang memeluk Baekhyun beusaha menenangkan istrinya ini,
"sayang sudah sudah, aku akan menyelesaikan masalah ini, sudah ya sayang" bujuk Chanyeol,
"bagaimana kalau kita jalan-jalan?" tanya Chanyeol sambil terus mengusap rambut Baekhyun,
"ne ayo" jawab Baekhyun dengan suara paraunya.
Chanyeol menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang,
Sepanjang jalan Chanyeol merasa isakan Baekhyun semakin tak terdengar,
Chanyeol memberhentikan mobilnya di parkiran yang Baekhyun yakini bahwa itu adalah pasar malam,
"untuk apa kita kemari?" tanya Baekhyun bingung,
"bermain" jawab Chanyeol, lalu keluar untuk membukakan pintu Baekhyun.
"Yeol kita bukan anak kecil lagi" kata Baekhyun saat Chanyeol membukakan pintunya,
"menurutku kau masih kecil sayang" jawab Chanyeol dengan cengirannya,
Akhirnya Baekhyun menuruti kemauan Chanyeol, mereka berkeliling pasar malam,
Di sana sangat ramai banyak remaja yang pergi kesana, banyak anak-anak juga,
Baekhyun sangat senang melihat anak laki-laki dengan wajah sedikit barat,
"apa kau menyukainya?" tanya Chanyeol saat Baekhyun tak henti-hentinya tersenyum memperhatian anak kecil dari jauh,
"ne Yeol, dia lucu mirip sepertimu" jawab Baekhyun,
"benarkah? Ayo kita ke sana, kita kenalan" ajak Chanyeol.
Chanyeol dan Baekhyun berjalan mendekati anak balita yang sedang sibuk memancing ikan di dalam kolam renang yang di sediakan,
"ahhh aku gagal lagi" desahan kecewa dari bocah itu terdengar lucu,
"hay nak" panggil Chanyeol, dan anak itu menoleh ke arah Chanyeol,
"an-anyeong ajjushi, ajjuma" sapa anak itu imut,
"aish~ imut sekali, boleh kami tau namamu?" tanya Baekhyun pada namja kecil itu,
"Ja-Jackson imnida" kata anak itu,
"akh~ Jackson, kau mirip dengan suamiku ini" kata Baekhyun,
Dan anak kecil itu memperhatikan wajah Chanyeol,
"iya, tapi telingaku tak selebar ajjushi itu" kata anak itu polos,
Dan Baekhyunpun tertawa mendengar perkataan Jackson, berbeda dengan Chanyeol yang malah mengerucutkan bibirnya kesal.
"di mana orangtuamu?" tanya Chanyeol,
"di rumah" jawabnya santai, bisa di bilang bocah ini mudah sekali akrab pada orang lain,
"lalu kau kesini dengan siapa?" tanya Baekhyun kaget,
"sendiri" jawabnya singkat,
Dan sepasang suami istri ini hanya manggut-manggut mendengarnya.
"hey maukah kau menemani kami jalan-jalan di sini, istriku sedang hamil, dan dia sangat suka denganmu" kata Chanyeol, sebenarnya percakapan mereka bisa di bilang seperti percakapan antar namja yang seumuran,
Jackson yang tua seperti Chanyeol, atau malah Chanyeol yang seperti bayi? Hahahah,
"aku tak bisa percaya begitu saja pada orang asing paman" kata anak itu,
"oke, namaku Park Chanyeol dan dia Byun aka Park Baekhyun istriku, jadi kami bukan orang asing lagikan?" tanya Chanyeol,
"tunggu sebentar, paman Park Chanyeol? Dari keluarga Park, pemilik Park Corp?" tanya anak itu,
"iya, itu perusahaan appaku yang aku jalankan sekarang" jawab Chanyeol bingung, kenapa anak kecil sepertinya mengetahui perusahaannya,
"appaku bekerja di sana" kata anak itu tersenyum senang,
"oh, jadi kalau seperti itu kami bukan orang asing lagi kan?" tanya Chanyeol,
"ne~ paman dan bibi bukan orang asing" jawab anak itu.
"jadi? Kau mau menemani kami jalan-jalan?" tanya Chanyeol,
"tentu" jawab anak itu dengan mengeluarkan senyuman lima jarinya,
"paman dan bibi mau kemana?" tanya anak itu,
"eemmm bisakah kau panggil kami daddy dan moomi?" tanya Baekhyun,
"eh? Ba-baiklah" jawab anak itu,
Chanyeol segera menggendong anak itu,
"aku akan menggendongmu" kata Chanyeol dan Baekhyun tersenyum melihatnya,
Semoga Chanyeol menyayangi anaknya juga seperti ini- batin Baekhyun.
"ayo kita main itu" tunjuk Chanyeol pada permainan tembakan air, yang sasarannya adalah gambar-gambar alien berjalan,
"ayooooo" pekik anak itu girang,
Baekhyun menggangguk sebagai jawaban.
Chanyeol membayar dua pistol,
"siapa yang bisa memenangkan permaian itu, akan moomie beri hadiah" kata Baekhyun,
"baiklah" kata dua namja berbeda usia itu bersamaan,
Mereka terus beradu, pertandingan ini berlangsung sangat sengit,
Sampai akhirnya,
"yeeeeyyyyyyyyyyy" pekik salah satu namja,
Namja yang lainnya hanya mempoutkan bibirnya kesal,
"sudahlah sayang, kau kalah" kata Baekhyun berbisik dan mencium pipi Chanyeol kilat,
"jadi apa yang Jackson inginkan dari moomie?" tanya Baekhyun,
"eemmmmm Jackson ingiiiiinnn" lama anak itu berpikir, sampai anak itu menunjuk penjual maianan yang sedang ramai,
"kau mau itu?" tanya Baekhyun melihat ke arah kerumunan itu,
Anak itu mengangguk antusias,
"baiklah, ayo kita kesana" kata Baekhyun, berjalan menggandeng tangan Jackson, Chanyeol yang melihat semakin memajukan bibirnya kesal.
Ternyata yang di jual di sana adalah mainan helicopter,
Baekhyun memilihkan helicopter yang menurutnya bagus dan awet, yang ternyata helicopter paling mahal di tempat itu,
"ini, apa kau suka?" tanya Baekhyun,
"ne gomawo moomie~" kata anak itu sambil memelih Baekhyun yang sedang berjongkok di depannya,
Chanyeol yang tadinya kesal, kini tersenyum bahagia melihat kedekatan Baekhyun dengan anak kecil.
Lama mereka bermain di sana, Chanyeol yang sedang menggendong Jackson merasakan bawa anak ini sudah sangate lelah,
Sebelum anak itu tertidur di gendongan Chanyeol, Chanyeol menanyakan alamat rumahnya,
Chanyeol menidurkan Jackson di jok bagian belakang,
Chanyeol melihat Baekhyun tak henti-hentinya tersenyum,
"apa ada yang membuatmu sangat senang sayang?" tanya Chanyeol,
"iya, aku harap anak kita nanti lucu seperti dia ya Yeol" kata baekhyun,
"ya, semoga" kata Chanyeol,
Dan Chanyeol menginjak gas untuk segera berangkat menuju rumah Jackson.
Chanyeol terus mengenggam tangan Baekhyun, dan sesekali menciumnya,
Tak lama Chanyeol berhenti di sebuah rumah yang tak terlalu besar dan tidak bisa di bilang kecil pula,
Chanyeol turun dan menggendong Jackson, Baekhyun juga turun,
Baekhyun lebih dulu berjalan memasuki pagar dan mengetuk pintu rumah itu,
"permisi" teriak Baekhyun,
Dan seorang yeoja paruh baya, yang lumayan Cantik membukakan pintu, dengan diikuti namja paruh baya di belakangnya,
"iya nona cari siapa?" tanya yeoja itu,
Namja di belakangnya mengamati penampilan Baekhyun yang menggunakan gaun simple,
"aku ingin-" perkataan Baekhyun terpotong, karena namja di hadapannya kaget melihat atasannya,
"Tuan Park" kata namja itu,
Namja itu segera mengambil anak yang ada di gendongannya, dan memberikan kepada istriya, lalu membungkukkan badan berkali-kali,
"aku dan istriku bertemu dengan anakmu di pasar malam tadi, dan istriku sangat menyukainya, jadi maaf membawanya pulang saat sudah larut" kata Chanyeol sambil melingkarkan satu tangannya di pinggang Baekhyun,
"ah, ne tuan tak apa" jawab namja itu gugup,
"kau mengenaliku dari jauh? Tapi aku belum pernah mengurus perusahaan appa yang ada di Korea" kata Chanyeol,
"ah, anda sangat mirip dengan ayah anda, jadi saya mengenali anda dengan mudah" jawab namja itu,
"silahkan masuk" ajak yeoja tadi yang beru kembali menidurkan anaknya ke kamarnya,
"tak usah kami harus segera pulang" kata Chanyeol,
"oh ya, ini mainan Jackson" kata Baekhyun memberikan kotak yang berisi mainan tadi,
"tapi dia tak memiliki mainan seperti ini" jawab ibu Jackson,
"kami yang memberikannya" jawab Baekhyun,
"ah khamsahamnida" kata yeoja itu membungku,
"baiklah, kami harus segera pergi, sampaikan salam kami pada Jackson, selamat malam" kata Chanyeol, dan membawa Baekhyun kembali kemobilnya.
Saat di perjalanan Baekhyun kembali mengingat kejadian tadi,
"Yeol, apa Jongin benar-benar sudah berubah?" tanya Baekhyun ragu,
"aku akan memastikannya sayang, dan aku yang akan menanyakan sendiri apa tujuan dia ingin menikahi Kyungsoo" jawab Chanyeol,
"ya semoga, jujur aku masih sedikit trauma, tapi aku akan berusaha memaafkannya jika dia benar-benar berubah" kata Baekhyun,
"iya aku tau kau sangat baik sayang" kata Chanyeol, mengusap surai panjang istrinya.
Baekhyun dan Chanyeol tiba di kediaman Park,
Di ruang keluarga terdapat appa, eomma dan Kyungsoo,
"Yeol Baek kami ingin berbicara pada kalian" kata eomma Chanyeol,
"eomma Baekhyun lelah, jadi biarkan dia istirahat, dia sedang mengandung" kata Chanyeol,
Mereka paham bagaimana Chanyeol sangat mengkhawatirkan Baekhyun,
Setelah mengantar Baekhyun ke kamarnya, Chanyeol duduk bersama keluarganya di ruang keluarga,
"ada apa eomma?" tanya Chanyeol,
"eomma ingin bertanya, ada apa dengan Baekhyun dan Jongin? Apa mereka memiliki hubungan khusus dulu?" tanya eomma Chanyeol,
Chanyeol menghela nafas, bingung dengan apa yang harus dia jelaskan,
"eomma, appa, Kyungsoo, begini Baekhyun dan Jongin tak memiliki hubungan apapun, tapi dulu mereka punya satu masalah, yang sulit aku jelaskan, yang pasti aku akan membereskan masalah ini secepatnya" jawab Chanyeol,
"baiklah jika kau tak bisa menjelaskannya, tapi appa harap kalian bisa selesaikan ini secepatnya" kata appa Chanyeol.
Chanyeol melihat ke arah Kyungsoo yang menundukan kepalanya,
Terlihat sangat sedih, eomma dan appa Park mengerti bahwa kedua anaknya ini butuh waktu untuk mengobrol, jadi mereka memutuskan untuk segera masuk ke kamar, tanpa mengganggu.
"Soo" panggil Chanyeol duduk di sebelah Kyungsoo,
Kyungsoo tak menyahut sama sekali,
"Soo oppa tau kau sedih" kata Chanyeol,
"tapi jika kau benar-benar yakin Jongin mencintaimu, dia tak akan melepaskanmu apapun yang terjadi, seperti oppa yang mempertahankan Baekhyun bagaimanapun caranya" kata Chanyeol,
Kyungsoo menatap kakaknya dengan raut wajah sedih,
"oppa hiks" Kyungsoo menangis dan Chanyeol segera merengkuh tubuh adik tersayangnya ini,
"tenanglah, hey adik seorang Park Chanyeol tidak boleh cengeng" kata Chanyeol menenangkan Kyungsoo,
"aku takut hiks, aku takut Jongin hiks tidak benar-benar mencintaiku" tangis Kyungsoo,
"dari mana kau bisa menyimpulkan seperti itu?" tanya Chanyeol,
"buktinya dia hiks tidak menceritaka hal apapun hiks soal Baekhyun eonnie hiks" jawab Kyungsoo,
"semua orang punya privasi, jadi selagi Jongin belum siap, tak masalah untuknya tidak memberitahukannya padamu" kata Chanyeol, dan Kyungsoo mengangguk mengerti maksud oppanya ini,
"ya sudah oppa, aku ingin istirahat, selamat malam oppa" kata Kyungsoo beranjak dari duduknya dan masuk ke kamarnya.
Chanyeol masuk ke kamarnya, dan mendapati Baekhyun yang sedang terduduk melamun di atas ranjang,
"belum tidur chagi?" tanya Chanyeol,
"ah Yeol, belum" jawab Baekhyun,
"mau aku dongengi lagi?" tanya Chanyeol duduk di samping Baekhyun,
"ani~ hanya ingin di temani" jawab Baekhyun,
"baiklah, ayo kita tidur" kata Chanyeol dan membaringkan badannya diikuti Baekhyun.
"Yeol~" panggil Baekhyun,
"iya sayang" jawab Chanyeol,
"aku mau kau segera menyelesaikan masalah kita dengan Jongin, kasian Kyungsoo dia sangat mencintai Jongin" kata Baekhyun,
"iya sayang, besok aku akan menghubunginya, dan kita akan bertemu dengannya, apa kau siap?" tanya Chanyeol,
Baekhyun menghela nafas sejenak, "aku siap Yeol" jawab Baekhyun,
"baiklah, sekarang kau harus segera tidur, tak baik ibu hamil tidur terlalu larut" kata Chanyeol mengusap punggung Baekhyun yang sedang dia peluk,
"ne~ jaljayo Yeollie" kata Baekhyun,
"ne~ nado jaljyo chagi, aegya~" jawab Chanyeol dan mereka tertidur dengan posisi saling berpelukan.
PAGINYA
"yeoboseo" Chanyeol sedang menghubungi seseorang di sebrang sana,
Namja yang menjawab di sebrang telepon menjawab dengan ragu,
"aku Park Chanyeol" kata Chanyeol dengan suara dinginnya,
"bisa kita bertemu saat jam makan siang"
"alamat restoran akan aku kirim"
"baiklah" Chanyeol mengakhiri panggilannya.
Chanyeol menatap Baekhyun yang masih terlelap, hari sudan menunjukkan pukul 8 pagi,
Tapi Baekhyun masih terlelap,
"kau seperti puppy, chagi" gumam Chanyeol.
Chanyeol mengusap sura cokelat Baekhyun,
Dan mencium kening Baekhyun,
"pagi istriku sayang, pagi anak appa" kata Chanyeol sebelum mencium perut rata Baekhyun,
Chanyeol menuruni ranjang dan bergegas membersihkan diri, dia merasa tak enak dengan keluarganya jika bangun terlalu siang (memangnya kenapa? Toh itu rumahnya, hehehe),
Saat memasuki kamar mandi Chanyeol berdiri menghadap pantulan dirinya di depan cermin besar,
"bagaimana jika Jongin menginginkan Baekhyun kembali?" gumamnya,
Segala hal memenuhi pikiran Chanyeol, dari Jongin yang akan merebut Baekhyun, Jongin yang akan menyakiti hati adik kesayangannya, Jongin yang akan melakukan hal dulu pada Baekhyu, dan Baekhyun yang masih trauma dengan semua hal mengenai Jongin,
Chanyeol memutuskan untuk berdiam diri di bawah pancuran air shower, membiarkan aliran air itu mengalir membawa semua ketakutannya.
20 menit Chanyeol menghabiskan waktu untuk membersihkan dirinya,
Chanyeol keluar dengan menggunakan bathrobe, menatap istrinya yang mulai bergerak gelisah di atas ranjang,
Sepertinya akan terbangun-batin Chanyeol,
Chanyeol mendekati Baekhyun, dan berjongkok di depannya (Baek tidur menyamping ya),
Perlahan mata yang selalu memandang Chanyeol dengan cinta itu terbuka,
Baekhyun tersenyum dengan mata sayunya melihat suami yang paling dia sayangi di hadapannya,
"pagi Yeollie" sapa Baekhyun dengan suara khas orang bangun tidur,
"pagi sayang" jawab Chanyeol dengan senyuman yang mengembang di bibirnya,
"morning kiss" lanjut Chanyeol,
"aish~ kau ini, aku baru bangun, biarkan aku mandi dan sikat gigi dulu" jawab Baekhyun,
"ani~ aku maunya sekarang" rengek Chanyeol,
Terdengar dengusan cukup keras dari Baekhyun tapi setelah itu dia mendudukan dirinya diatas ranjang,
"kemarilah" titah Baekhyun pada Chanyeol, Baekhyun menepuk sisi ranjang yang muat untuk Chanyeol duduki,
Chanyeol segera menurut dan duduk menyamping menghadap Baekhyun,
Chanyeol segera menarik pinggang Baekhyun dan mendekatkan wajah mereka,
"saranghae aegya" gumam Chanyeol dan mempertemukan bibir keduanya,
Mengecup berkali-kali bibir yang terasa manis menurut Chanyeol,
Menjilat bibir itu, dan meminta akses lebih memasuki goa hangat itu,
Baekhyun yang mengerti segera membuka sedikit bibirnya untuk akses daging tak bertulang itu,
Seperti biasa Chanyeol mengabsen setiap bagian dari goa itu,
Hingga perang lidah terjadi di antara keduanya,
Saliva mengalir dari sela bibir Baekhyun, entah itu milik siapa,
"eungh" lenguh Baekhyun karena merasa geli dengan lidah Chanyeol,
Tiba-tiba
"EONNIEEEEE" pekik seorang yeoja yang masuk dengan seenaknya ke dalam kamar ChanBaek,
Baekhyun dengan refleks mendorong tubuh Chanyeol, dan pastinya Chanyeol terjungkal ke belakang,
Chanyeol masih mematung tiduran mendengar suara yang ternyata,
"aigo apa yang sedang kalian lakukan? Oppa kenapa kau tak menggunakan baju, ahhh mataku terkontaminasi" pekik Kyungsoo,
Kyungsoo segera berlari keluar meninggalkan sepasang suami istri itu,
Baekhyun masih duduk mematung, Chanyeol bangkit dan
"KYUNGSOOOOOOOOOO" teriak Chanyeol,
"kau tak apa chagi?" tanya Chanyeol dengan nada khawatir,
Baekhyun masih diam, Chanyeol menghapus saliva yang ada di bibir sampai dagu Baekhyun,
"CHANYEOL KAN SUDAH AKU BILANG NANTI SAJA" pekik Baekhyun, Chanyeol membulatkan matanya mendengar teriakan Baekhyun,
"mian chagi" jawab Chanyeol,
"chagi jangan teriak-teriak, nanti terjadi sesuatu dengan kandunganmu" kata Chanyeol.
Baekhyun menetralkan rasa kagetnya akibat kejadian tadi,
"ya sudah, aku ingin mandi" kata Baekhyun bangkit dar ranjang,
Chanyeol mempoutkan bibirnya,
"yasudah, oh ya Baek nanti kita akan bertemu dengan Jongin saat jam makan siang" kata Chanyeol dan Baekhyun menghentikan langkah kakinya, dan berbalik menatap Chanyeol,
"benarkah?" tanya ragu,
"ne~ apa kau belum siap?" tanya Chanyeol bingung,
"ani, aku siap asal ada kau" jawab Baekhyun dengan senyumannya, dan memasuki kamar mandi.
Chanyeol segera menggunakan pakaiannya dan keluar dari kamar,
Baekhyun sedang berdiam diri di dalam bathup,
Kau harus siap Baek, setiap orang memiliki kesalahan, dia sudah berubah- batin Baekhyun,
Baekhyun segera membasuh seluruh tubuhnya dan keluar dar kamar mandi, tidak ingin mandi terlalu lama, dia takut jika bayi yang di kandungannya kenapa-kenapa,
Baekhyun menuruni tangga menggunakan celana di bawah lutut dan kaos orange lengan panjang, tidak terlihat jika dia sedang hamil.
Baekhyun duduk di sebelah Chanyeol berhadapan dengan Kyungsoo dan eomma Chanyeol,
"mian eomma aku tak membantu membuat sarapan" kata Baekhyun terdengar bersalah,
"tak apa sayang, eoma mengerti" kata eomma Chanyeol,
Dan akhirnya mereka berlima sarapan dengan tenang,
"oh ya eomma, aku dan Baekhyun nanti akan makan siang di luar ya, kami ada perlu sebentar" kata Chanyeol,
"baiklah, jangan lama-lama dan jauh-jauh, Baekhyun tak bleh terlalu lelah" jawab eomma Chanyeol,
"aku ikut ya oppa, aku akan menjaga eonnie selagi oppa menyelesaikan urusan oppa" kata Kyungsoo,
"aish~ kami yang ada perlu Soo, bukan hanya aku" jawab Chanyeol, Kyungsoo hanya mempoutkan bibirnya saat mendapatkan ocehan dari kakaknya itu,
"eonnie boleh ya aku ikuuuuttttt" rengek Kyungsoo pada Beakhyun,
"mian Soo aku tak bisa mengajakmu untuk yang kali ini" jawab Baekhyun,
"aaaaaakkkkhhhh kalian semua menyebalkan, oppa dan eonni akan pergi saat jam makan siang, Jongin juga ada keperluan saat jam makan siang dan akan dapat pergi sore hari, siapa lagi nanti yang pergi" pekikan kecewa gadis ini cukup keras,
Karena Jongin memang akan pergi bersama kami Soo- batin Chanyeol,
"sudahlah, besok kita akan berbelanja keperluan Chanyeol di Paris, agar dia tak sibuk membeli bahan makanan, kau boleh ikut" kata Baekhyun,
"baiklah, gomawo eonnie" jawab Kyungsoo,
"kalian kalau di lihat-lihat mirip ya, wajah kalian mirip" kata eomma Chanyeol,
"jinjja?" tanya Kyungsoo tak yakin,
"tidaklah eomma, masih cantik dan imutan Baekhyun" kata Chanyeol menanggapi,
"yak! Oppa kau jahat" teriak Kyungsoo,
Chanyeol hanya tertawa melihat adiknya ini,
"tapi jika di lihat dengan seksama, memang kalian mirip" kata Chanyeol,
"apa jangan-jangan yang anak eomma Baekhyun ya bukan Chanyeol" kata eomma Chanyeol,
"aish~ eomma kenapa eomma bilang begitu, eomma tak suka memiliki anak sepertiku?" tanya Chanyeol di buat-buat melas,
"hahahaha tentu eomma hanya bercanda Yeol, mana mungkin eomma tak suka memiliki anak namja yang tampan, pintar, nakal dan mesum ini" kata eomma Chanyeol, dan ketiga yeoja yang ada di sana tertawa melihat wajah Chanyeol yang di tekuk.
"hahahaha sudahlah sayang, jangan di tekuk seperti itu, kau sangat jelek" kata Baekhyun sambil mengusap pipi Chanyeol,
"popo" kata Chanyeol menunjuk bibirnya,
"yak! Park mesum, jangan minta itu di sini" teriak Kyungsoo,
Dan Chanyeol hanya mengelurakan cengiran khasnya.
Kini Chanyeol dan Baekhyun sedang duduk di ruang Tv, Park appa sedang bekerja di kantor, Park eomma sedang menonton acara kesukaannya di kamar, Kyungsoo? Entah gadis itu kemana yang pasti dia tadi izin keluar untuk menemui temannya,
"Yeol, apa ka sudah mengirimkan alamat restorannya ke Jongin?" tanya Baekhyun pada Namja yang sedang tiduran di pahanya,
Baekhyun memainkan rambut Chanyeol sedangkan Chanyeol hanya menatap Tv,
"sudah chagi" jawab Chanyeol masih focus pada acara music kesukaannya,
"Yeolliiieeeeeeeee~" panggil Baekhyun manja,
"ne chagi" Chanyeol segera manatap Baekhyun,
"aegya ingin appa memainkan music" kata Baekhyun dengan suara bayinya,
Chanyeol terkikik mendengar suara Baekhyun,
"baiklah kajja, kita ke kamar" ajak Chanyeol,
Baekhyun segera menggeleng dan menarik tangannya yang akan di pegang oleh Chanyeol,
"aku ingin di taman belakang" kata Baekhyun,
"baiklah, ayo aku antar ke taman dulu, baru aku mengambil gitar" kata Chanyeol melingkarkan satu tangannya di pinggang Baekhyun dan berjalan ke arah taman belakang,
Baekhyun sudah duduk di ayunan yang ada di sana, ayunan berwarna putih yang beratap (kaya di roommate tapi kalo ini warna putih),
Chanyeol berlari ke dalam kamar untuk mengambil gitarnya.
LOVE
Tak lama Chanyeol keluar dengan membawa sebuah gitar dan bantal kecil untuk pegangan Baekhyun,
Chanyeol mengambil satu kursi dan di taruh di depan Baekhyun, dia duduk berhadapan dengan Baekhyun,
"kau mau aku yang bernyanyi atau kau yang bernyanyi?" tanya Chanyeol,
"aku ingin kau dulu yang bernyanyi" jawab Baekhyun,
"kau ingin lagu apa?" tanya Chanyeol pada yeoja yang sedang menatapnya ini,
"apapun" jawab Baekhyun dengan senyumannya,
"baiklah" jawab Chanyeol.
Chanyeol mulai memainkan gitarnya, petikan demi petikan,
I do believe all the love you give
All of the things you do
Love you, Love you….
I'll keep you safe, don't you worry
Chanyeol memetik gitarnya sambil tersenyum menatap Baekhyun,
I wouldn't leave, wanna keep you near
Cause i feel the same way too
Love you, Love you….
Want you to know that I'm with you
Suara bass Chanyeol terdengar di telinga Baekhyun, walaupun suaranya agak berat tapi namja ini menyanyikan lagunya dengan penuh penghayatan,
I will love you and love you and love you
Gonna hold you and hold you and squeeze you
I will please you for all time
Baekhyun sesekali menggerakan bibirnya untuk ikut menyanyikan lagu itu,
I don't wanna lose you and lose you and lose you
Cause I need you and need you and need you
So I want you to be my lady
You've got to understand my love….
Baekhyun memejamkan matanya, meresapi setiap kata yang Chanyeol nyanyikan,
You are beautiful, beautiful, beautiful, beautiful, beautiful, beautiful girl
You are beautiful, beautiful, beautiful, beautiful, beautiful, beautiful girl
Chanyeol tersenyum senang melihat istrinya menikmati lagu yang dia bawakan,
Petikan-petikan gitar yang terdengar indah dan suara Chanyeol membuat Baekhyun bahagia lahir di dunia,
I will love you and love you and love you
Gonna hold you and hold you and squeeze you
I will please you for all time
I don't wanna lose you and lose you and lose you
Cause I need you and need you and need you
So I want you to be my lady
You've got to understand my love….
You are beautiful, beautiful, beautiful, beautiful, beautiful, beautiful girl
You are beautiful, beautiful, beautiful, beautiful, beautiful, beautiful girl
Lagu yang dimainkan Chanyeol berhenti bersamaan dengan petikan gitar Chanyeol,
Baekhyun membuka matanya perlahan, dan tersenyum saat melihat Chanyeol tersenyum padanya,
"gomawo" kata Baekhyun memeluk Chanyeol, setelah Chanyeol menurunkan gitarnya,
Chanyeol membalas pelukan sang istri,
"kau suka?" tanya Chanyeol, Baekhyun menjauhkan badannya dan menatap mata suami tercintanya ini,
"tentu" jawab Baekhyun dan mencium kilat bibir Chanyeol.
"sekarang giliran aku yang menyanyi" kata Baekhyun girang,
"ne~ kau ingin lagu apa?" tanya Chanyeol,
"aku ingin lagu My Love" jawab Baekhyun,
"baiklah" Chanyeol mengangkat gitarnya lagi dan memainkan lagu yang Baekhyun inginkan,
Baby my love
Geunare uri apeun gieok
Geudaeegen geureoke
Baraejigo baraejineun
Tto dareun ibyeorui heunjeogigetjyo
Namgyeojin uri apeunsangcheo
Nae sesangen neomudo
Sojunghago sojunghaetdeon
Dan hana ppunin geudaeui heunjeok
Suara merdu Baekhyun terdengar
Da ijeotda haetjyo
Ani ijeuncheok haryeo haetgetjyo
Oraen gieok soge geudael dama dugoseo
Chamawatdeon I sigandeul
Deoneun geureoji motae nohaboryeo haetjiman
Chueogiran mal soge ajikdo nan
Seoseongigo isseotjyo
Baby my love
Geunare urin apeungieok
Geudaeegen geureoke
Baraejigo baraejineun
Tto dareun ibyeorui heunjeogigetjyo
Namgyeojin uri apeun sangcheo
Nae sesangen neomudo
Sojunghago sojunghaetdeon
Dan hana ppunin geudaeui heunjeok
Geureoke geudae son nochi anko
Nae maeum geudaeege malhaetdamyeon
Still need you, want you
Stay by my side
Uri hamkkeyeosseulkkeol
Baby mine, baby mine
Geurium geu maeumsoge geudaeneun
Meongose boyeodo
Dareun sarangeuro miwohaedo
Gyeolguk geudaejyo
Baby my love
Geunare urin apeun gieok
Geudaeegen geureoke
Baraejigo baraejineun
Tto dareun ibyeorui heunjeogigetjyo
Namgyeojin uri apeun sangcheo
On sesangen neomudo
Sojunghago sojunghaetdeon
Dan hanappunin geudaeuiheunjeog
LOVE
Petikan jari Chanyeol di senar gitarnya berhenti dengan bibirnya yang tersenyum merekah menatap Baekhyun puas akan suara merdu istrinya.
"suaramu bagus" puji Chanyeol, Baekhyun tersenyum manis.
"masih ingin bernyanyi hmm? "
"anni, aku ingin…. melihat mu menari" ucap Baekhyun menjeda perkataanya dan melanjutkannya dengan cepat.
''MWO?" Pekik Chanyeol menatap Baekhyun yang tersenyum sumringah.
"apa tidak ada yang lain? Aku tidak bisa melakukan itu'' ucap Chanyeol membujuk, sungguh dia tidak bisa melakukan permintaan istrinya.
"tidak ada, cepatlah aku ingin melihatnya jebal~"
"ku mohon pinta yang lain saja ne~" bujuk Chanyeol dengan wajah memelasnya,
"tidak mau, ini keinginan anakmu. Kau harus menurutinya"
"asishhh…jinja..baiklah-baiklah, sebentar saja ne~" pinta Chanyeol,
Tubuh Chanyeol meliuk-liuk dengan kaku dan terliat sangat lucu untuk Baekhyun.
''yak berhentilah tertawa, aku sudah bilang aku tidak bisa melakukannya" Chanyeol menghentikan gerakan-gerakan anehnya.
"haha….baiklah, kau terlihat aneh seperti itu…duduklah!" titah Baekhyun kemudian menarik tangan Chanyeol.
"aku tahu ini bukan keinginan aegya kan? ini pasti keinginan mu, berhentilah tersenyum-senyum seperti itu" Chanyeol mempoutkan bibirnya.
"yak kau menjijikan yeol"
"wae..wae…ada apa dengan mu hari ini eoh? Puas membuatku malu eoh?'' sulut Chanyeol pada Baekhyun, sementara Baekhyun hanya terkikik geli dengan matanya yang terlihat menyipit karena tidak bisa mengehentikan tawanya.
"haha..mianhe…akh perutku.."
"Gwenchana…? Yaa ini karena kau tertawa terlalu berlebihan''
"akhh...Perutku sakit Yeol" raut wajah Baekhyun terlihat menahan sakit.
''Baek, kita pegi ke rumah sakit ne! kajja" ucap Chanyeol panik dia segera mengalungkan sebelah tangan mungil Baekhyun di bahunya.
"akhhh Yeol perutku…haha.." Tangan Baekhyun memegang perutnya dan kembali tertawa.
"yakkk kau mengerjai ku eoh? Kau membuatku serangan jantung , janggan bertingkah seperti itu lagi aku tidak suka" Chanyeol menatap Bakhyun tajam.
"haha, ishhh kau ini…kau terlalu protective"
"kau pikir aku bercanda eoh? Kau berhasil membuatku kesal hari ini"
Hening
"mianhe~" ucap Baekhyun lembut mengusap tangan Chanyoel. Chanyeol merengkuh tubuh Baekhyun lembut,
"jangan membuatku khawatir" ucap Chanyeol sambil menciumi pucuk kepala Baekhyun
"nde, aku minta maaf''
LOVE
Baekhyun sedang merapikan kemeja yang Chanyeol gunakan,
Chanyeol mengenakan kemeja kotak-kotak berwarna cokelat dengan aksen putih di bagian kotaknya, dan mengenakan celana hitam,
Baekhyun menggunakan dress berwarna cokelat dengan renda di bagian bawahnya yang berwarna cream, menggunakan pita hitam dengan polkadot putih, persis seperti seorang anak junior high school.
"apa kau akan menggunakan itu?" tanya Chanyeol dengan matanya yang mengarah pada bandu di kepala Baekhyun,
"iya, wae?" tanya Baekhyun bingung,
"kau ingin menggoda Jongin?" tanya Chanyeol sedkit kesal,
"ani, aku hanya ingin terlihat cantik hari ini, apa itu salah?" tanya Baekhyun,
"bukan begitu Baek, tapi-"
"aku hanya ingin terlihat cantik di sampingmu Yeol" jawab Baekhyun menundukkan wajahnya,
Chanyeol tertegun mendengar ucapan Baekhyun, Chanyeol segera mendekatkan Baekhyun dan merengkun pundaknya dengan satu tangan dan mengangkat dagu Baekhyun dengan satu tangannya,
"mian ne, aku tak tau jika itu alasannya, kajja kita berangkat" kata Chanyeol dan mencium kilat bibir tipis Baekhyun.
LOVE
Baekhyun saat ini sedang bersenandung kecil mengikutii alunan music yang keluar dari pemutar music yang ada di mobil mereka, Chanyeol menggerakkan badannya ke kiri dan ke kanan mengikuti nyanyian Baekhyun,
Tak lama mobil yang mereka gunakan berhenti di depan sebuah restoran besar.
Chanyeol memeluk pinggang Baekhyun dengan tangan kirinya, berjalan memasuki restoran itu,
Setelah menemui salah satu pelayan, mereka berdua di antar oleh pelayan tersebut ke ruangan VVIP yang ada di restoran itu, bahwa ternyata orang yang akan mereka temui sudah menunggu.
Pelayan itu pergi setelah mengantar mereka sampai di depan pintu ruangan yang cukup besar,
"kau siap sayang?" tanya Chanyeol menatap Baekhyun,
Baekhyun menarik nafas panjang, dan menghembuskannya perlahan,
"ne Yeol aku siap" jawab Baekhyun.
Pintu itu Chanyeol ketuk kemudian membukanya,
Dan sudah ada namja berkulit tan yang duduk menyamping,
"hai Yeol, Baek" sapa namja itu,
"hai Jongin, kau sudah lama?" tanya Chanyeol memasuki ruangan itu,
Menarik kursi untuk Baekhyun duduki dan duduk di samping Baekhyun, berhadapan dengan Jongin,
"bagaimana kalau kita pesan makanan dulu?" tanya Jongin,
"baiklah" jawab Chanyeol.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
.
miannnnnn kalo dikit, lama lagi publishnya, dan gak bisa bales review satu-satu, tapi aku janji bakal bales review bareng chap depan,
dan HAPPY BIRTHDAY BAEKHYUUUUUUUNNNNNNNNNNNN
semoga panjang umur, nambah solid sama EXO, langgeng sama Chanyeol, nambah imut, dan nambah nambah semuanya,
ya udah cukup untuk chap ini, semoga para readers semua gak ada yang kecewa AMIIINNNN
oke see you next chap
pay pay :)
