Chapter 21
Disclaimer : Naruto [Masashi Kishimoto]
One Piece [Eiichiro Oda]
Created by : Kurosaki D Jasmine
Rated : M
Warning : Typo (s), Miss Typo (s), ABAL, TIDAK SESUAI ALUR, GAJE DLL OOC, OC, Alternative Universe and Etc.
Don't like, Don't read ..
Ide ini dihasilkan oleh imajinasi otak Author sendiri, jadi harap maklum jika masih banyak kesalahan
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Two Years Ago
Naruto kini berdiri di mangrove 8 dengan Tsunade dan Jiraiya yang berada dibelakangnya
"Teknik teleportasi itu benar-benar hebat sekali, bisa mengantarku dalam sekejap!"Naruto berkata dengan kagum karena dirinya baru saja melewati gerbang emas yang tercipta seketika oleh Tsunade dan Jiraiya
"Itu adalah teknik rahasia klan kami! Bahkan padamu pun, kami tidak akan mengajarinya!"
"Baik-baik, tapi sekarang ini, aku harus ucapkan terima kasih pada kalian selama 2 tahun ini! Dan selamat berjumpa lagi"Naruto berkata dengan tersenyum pada Tsunade dan Jiraiya yang juga tersenyum"Lalu Tsunade-chan, apa kau mau minum-minum lagi denganku?"
"Kau cuman ingin memanfaatkan kondisi mabukku bukan"Tsunade membalas dengan menatap tajam Naruto, yang ditatap tajam malah cengengesan
"Bocah sialan! Lebih baik kau menjadi kuat untuk bisa melampauinya! Yah walau berita menyebutkan bahwa ia melemah, itu sulit dipercaya! Tapi jika kau kalah dengan begitu mudah olehnya, aku tidak akan memaafkanmu!"Jiraiya berkata dengan senyum lebar yang terpampang diwajahnya
"Tentu saja, aku pasti akan melampaui Menma-nii! Dan juga sampai ketemu lagi!"Naruto berjalan sembari mengatakannya'Sekarang ini aku berhasil menguasai kekuatan Senju dan Uchiha, namun tidak sepenuhnya! Tapi itu wajar, namun sekarang ini kekuatanku pada buah iblis mungkin hanya sekitar 20 persen akibat keluarnya Rasyad dari tubuhku waktu itu! Ahhh aku tidak tahu harus berterima kasih atau tidak, berkat dirinya keluar dari tubuhku aku bisa mengendalikan kekuatan Selene dengan lebih baik daripada sebelumnya bahkan jauh lebih baik tapi dengan keluarnya Rasyad aku bahkan hanya bisa menggunakan 1/5 atau 1/10 dari kekuatannya! Hahh benar-benar sial!'Naruto membatin dengan melihat kebawah, karena berita buruk dan baik yang menimpanya berada pada satu penyebab yang sangat menyebalkan
Dhuar
"AH disana"Naruto melihat kearah Mangrove 23 yang terjadi ledakan, dimana Luffy berada sekarang ini, ia langsung saja berlari ke tempat itu untuk segera menemui Luffy tapi ia terhenti merasakan seseorang yang dikenalnya juga berada disana"Untuk apa ia disini? Dan juga mengapa ia bisa bersama Luffy? Apa jangan-jangan ia yang melatihnya?"Naruto bertanya entah kepada siapa dengan raut wajah yang bermasalah merasakan kekuatan orang itu, ia lalu berbalik dan berjalan kearah lain dengan tersenyum"Mungkin aku kekapal dan berpura-pura terkejut saja!"Naruto menggumam dengan pelan
Other Place
"Silent-sama, keberadaan Kaisar Palsu sudah ditemukan!"
"Siapkan pasukan untuk menculiknya! Pastikan kalian mendapatkannya hidup-hidup, karena tidak ada gunanya jika kalian membunuhnya selain mendapat uang 270 juta berry!"
"Baik"Pelayan itu langsung pergi dari Silent yang sedang duduk dengan raut wajah yang menyeringai senang
"Koutei, jangan pikir kau bisa lari dari cengkramanku lagi! Kau hanya beruntung 2 tahun yang lalu karena ada Kizaru yang muncul tiba-tiba, jika ia tidak ada kau pasti sudah berada digenggamanku dan kudapatkan Sharingan dengan sel tubuhmu! Dan menjadi abadi"Silent berkata dengan raut wajah yang menyeringai sangat senang
Dalam Laut
Sunny Go
"Hmm, aku tidak mengerti! Mengapa ia bisa begitu mudahnya terhanyut didalam air?"Naruto berkata dengan heran melihat Menma, orang yang merupakan O'noshi itu dibawa air begitu saja, lalu ia teringat perkataan Jiraiya yang mengatakan O'noshi itu tidak mewaspadai apapun kurasa itulah penyebabnya"Hahh tidak kusangka orang yang ingin kulampaui adalah orang yang sama konyolnya dengan Luffy!"Naruto mendesah dengan heran melihat tingkah Menma yang enak saja
"Hoi Naruto, siagalah! Sekarang ini kita berada dalam keadaan darurat karena tidak tahu kapan kita akan diserang oleh monster-monster laut yang berada disini?"Chopper berkata dengan bergetar tubuhnya pada Naruto
"Bukannya kau sudah berlatih selama 2 tahun ini"Naruto berkata dengan tampang datar
"Tentu saja, tapi kita saat ini berada didalam laut, dan juga aku ini tidak bisa berenang tahu! Jadi aku pasti tidak bisa berbuat apa-apa jika masuk kedalam air"
"Baik, tidak berguna sekali!"Naruto berkata dengan pedasnya
"Naru-kun, tidak boleh bersikap seperti itu! Chopper-san itu ketakutan jadi wajar ia bertingkah seperti itu, jadi tolong bantu ia ya?!"Anisa, orang yang berjanji dengan Naruto saat kecil dan juga merupakan kakak dari Robin, berkata dengan lembutnya pada Naruto yang langsung tunduk
"Baiklah"Naruto membalas dengan lesu, karena yang dikatakan Anisa tidak bisa dibalasnya'Disisi lain, kembalinya Anisa dan menepati janjinya padaku membuatku senang! Namun disisi lain, ternyata aku ini terlalu bebas sampai tidak mau dikekang! Ahhh aku tidak mengerti sebenarnya apa yang kuinginkan? Selene tidak pernah mengekangku, ia selalu berkata dengan lembut namun perkataannya 2 tahun yang lalu tentang lebih mengutamakan diriku daripada temanku membuatku kesal dan membalasnya balik dengan keras, sejak saat itu aku tidak pernah bertemu dengannya lagi! Padahal ada yang ingin kutanyakan!'Naruto membatin dengan memegang kepalanya
"Apakah ada bagian yang sakit?"Anisa bertanya dengan bingung melihat Naruto yang memegang kepalanya
"Tidak kok, hanya aku masih tidak percaya kita bisa bertemu lagi! Dan juga aku tidak percaya kau berada didalam kelompok bajak laut Menma-nii ditambah lagi! Kau masih sama, tidak, mungkin kau telah tumbuh atau berhenti, yah pokoknya kau jadi lebih dewasa daripada sebelumnya dan itu membuatku terkejut!"Naruto membalas dengan tersenyum
"Begitu, kalau begitu kau juga sama! Tapi ini membuatku senang, sekarang kita bisa terus bersama bukan"Anisa berkata dengan senyumnya yang tulus dan lembut membuat Naruto tidak berkutik dibuatnya
"Anisa-san sangat mubazir sekali untuk Naruto-san"Brook menceletuk dengan ringannya pada Naruto yang langsung terdiam
"Benar sekali Brook! Lelaki kurang ajar sepertinya lebih baik dengan... dengan siapa ya?"Ussop memikirkan siapa kandidat wanita yang cocok untuk Naruto dengan bingung
"BERISIK! BILANG SAJA KALIAN IRI!"Naruto berteriak dengan kesal pada Brook dan Ussop yang langsung ditatap balik dengan kuat
"YEAH, TENTU SAJA KAMI IRI! MENGAPA ORANG YANG PALING MENJENGKELKAN DARI KITA ADALAH ORANG YANG PALING MENDAPATKAN WANITA PALING PERTAMA DAN JUGA SANGATLAH BAIK!"Ussop dan Brook membalas dengan berteriak dan wajah mereka yang menangis melihat Naruto yang langsung jawdrop dan berlutut ditanah
"Apa aku seburuk itu?"Naruto berkata dengan aura suram yang sangat kuat pada dirinya
"Tidak juga kok! Tapi yah jangan meniru tingkah Senchou ya, atau nanti aku akan marah"Anisa duduk disamping Naruto dengan berbicara lembut, Naruto yang sedang suram dikatai seperti itu tentu saja senang dan segera melihat wajah Anisa dengan wajahnya yang seperti ingin menangis
"Oh ya, apa maksud dari jangan meniru tingkah Menma-ii?"Naruto bertanya dengan bingung, namun segera saja Anisa langsung menunduk
"Tolong jangan menanyakan itu Naru-kun! Aku jadi teringat masa kelamku"Anisa berkata dengan wajah yang melihat kebawah
"Kalau dilihat lagi, O'noshi itu mirip Luffy ya! Walau ia lebih pintar dari Luffy, yah walau dilihat dari tingkahnya yang membahayakan diri dengan mudah seperti itu membuatku semakin yakin jika ia dalah kakak asli Luffy"
"Hal yang seperti itu belum bisa dianggap membahayakan diri Ussop-san!"Anisa berkata dengan wajah yang melihat kebawah"Seingatku dulu hanya karena kami kekurangan kapal saat berlayar kami pergi ke markas angkatan laut dan permisi mengambil makanan, dan yang paling parah ditempat itu ada Eiyuu Garp yang juga sedang makan! Tentu saja kami semua hampir mati hanya karena hal konyol itu"
Naruto memeluk Anisa yang terus saja menunduk melihat kebawah"Maaf ya, mengingatkanmu hal buruk seperti itu"Naruto berkata dengan pelan pada Anisa yang langsung tidak melihat kebawah karena merasakan Naruto memeluknya
"Tidak apa, itu sudah biasa!"
"GAHHHHH AKU IRI SEKALI MELIHATNYA!"Ussop berteriak dengan frustasi menjambak rambutnya
"BENAR SEKALI USSOP-SAN! AYO KITA RENCANAKAN UNTUK MEMBUANG NARUTO-SAN KEDALAM DASAR LAUT"Brook berkata dengan semangat yang berapi-api pada Ussop yang juga sama semangat
"Oi aku mendengarnya"Naruto berkata dengan datar pada mereka berdua yang menatap dirinya sangat tajam bagai silet yang menyayat kulitnya, bagai gunting yang memotong syarafnya, bagai pisau yang menusuknya dan bagai pedang yang memotong tubuhnya"Oho kalian menantangku bertarung! Baiklah kuladeni kalian berdua"Mereka bertiga siap bertarung dengan penuh kewaspadaan dan siaga
"O..oi"Nami berkata dengan suara yang tidak percaya atau gugup
"Jangan memanggil kami sekarang ini! Kami tengah sibuk!"Ussop, Brook dan Naruto bersiap tempur
"Hal ini lebih penting dari pertempuran bodoh kalian!"Nami berteriak dengan kesal pada mereka bertiga yang langsung melihat apa yang dilihat Nami, yang ternyata hanya sebuah kapal dengan layar Flying Ducthman
"Gouuuhhhhhh!"Sekarang Brook yang berteriak
"BERISIK!"Naruto dan Ussop menimpali teriakan Brook dengan kesal, karena dari tadi terus saja berteriak tidak jelas, mau Nami atau Brook
"I...Itu!"Brook menunjuk kapal itu dengan lengan tulang yang gemetaran"Flying Dutchman"
"Ya Terus?"Naruto dan Ussop menimpali dengan ringannya
"Itu artinya, kapal legenda 1000 tahun silam Naruto! Dan juga dilihat dari kapalnya, sepertinya memang 1000 tahun silam, lalu kayu yang digunakannya juga adalah salah satu kayu adam dari 7 jenis kayu adam yang ada didunia! Bukannya kau ingin memecahkan misteri dunia! Jika hal seperti ini saja kau tidak tahu, kau tidak akan bisa memecahkannya loh"
"Berisik! Dan juga kapan kau kembali Menma-nii?! Luffy, Sanji dan Zoro juga kenapa aku tidak sadar jika kalian sudah kembali kekapal ini"Naruto melihat mereka berempat dengan datar
"Baru saja, dan juga Luffy tadi menjinakan gurita itu sehingga kapal ini bisa bergerak lebih cepat! Dan juga apa kau tidak melihat jika ada raksasa yang mau menghancurkan kapal ini dengan sekali pukul tadi"Ucapan Menma membuat Naruto melihat sekitar, dan benar saja ada raksasa kembung yang terkapar dengan muka bonyok
"Kurasa aku terlalu emosi dengan perkataan Ussop tadi sampai aku tidak sadar dengan sekelilingku"Naruto berkata dengan jawdrop
"Ya ampun, teknik itu bukan untuk diingat tapi untuk digunakan! Sepertinya jalanmu masih panjang ya"
"Jangan berkata sesuatu yang bijak seperti itu! Entah kenapa terdengar menjijikan bagiku!"
"Kalau begitu! Jika kau hanya mengingat teknik itu tidak ada gunanya, dan sepertinya kau tidak bisa mencapainya!"
"Apa-apaan nada dan gaya bicaramu itu? Kau terdengar seperti sedang berusaha menjatuhkan mentalku!"
"Memang begitu bukan!"Naruto hanya mendesah kecil lalu ia melihat sekeliling untuk menemukan kapal Flying Dutchman namun tidak ketemu, dan juga mengapa kapal ini bergerak dengan sangat cepat?
"Oi kapal tadi kemana?"
"Apa yang kau tanyakan disaat genting begini?"Ussop bertanya dengan bingung sembari tubuh yang berkeringat karena panas disini
"Yah karena tadi kapal legenda kupikir ada sesuatu yang menarik! Dan juga apa suhu disini memang sepanas ini? Kurasa tadi sangat dingin bukan, walau tidak terlalu terasa sih!"Naruto membalas dengan tenangnya seolah tidak tahu situasi
"Kapal tadi pergi setelah melihat Senchou, Naru-kun! Jujur saja, Senchou itu lebih menakutkan daripada hantu! Jadi yah aku heran mengapa kau bisa tetap berdiri dan melihat Senchou dengan santai begitu!"Anisa menjawab dengan memegang kepalanya heran
"Yah kurasa kau ada benarnya juga! Tapi mengapa kita bisa dikejar erupsi gunung dalam laut?! Apa kelompok ini begitu sial? Atau kau yang menularkannya Menma-nii?!"Naruto mendelik pada Menma yang mengangkat kedua tangannya
"Sayang sekali aku tidak punya kutukan kesialan! Orang yang punya disini adalah Dewa Kesialan Luffy bukan, jadi pasti ia! Lagipula jika ada yang bisa kutularkan mungkin itu hanya kutukan tersesat!"
Naruto melihat Luffy yang tengah tertawa dengan kencang dan senangnya tidak mendengar perkataan Menma, Luffy juga sedang bersama wanita yang diakui tercanting seantero lautan, Kaizoku Jotei Boa Hancock"Benar juga, yang kau katakan masuk akal!"
"Tidak, perkataannya sama sekali tidak masuk akal!"Ussop dan Anisa menyangkal dengan kompak perkataan Naruto yang mengerti
"Tentu saja masuk akal, karena kita punya Dewa Kutukan dan Kesialan, sudah pasti hal ini akan menimpa kelompok kita"Naruto mendesah memegang kepalanya melihat Luffy dan Ussop
"APA-APAAN TATAPANMU ITU?"Ussop dan Luffy nyolot bareng melihat Naruto yang malah baling melihat tajam
"Kata-katamu itu tadi terlalu berlebihan Naru-kun! Cobalah lebih lembut, tapi jangan kau pikir Senchou itu lembut, ia itu pemaksa yang menyebalkan! Jadi jangan kau contoh dia"Anisa berkata dengan memegang tangan Naruto
"Oi Anisa, kenapa daritadi aku merasa jika kau sedang menjelek-jelekkanku?"
"Apakah memang tidak terasa sekali kah?"Anisa bertanya balik pada Menma yang menghela nafas
"Benar juga, sudah wajar jika orang-orang membenciku dan juga lebih baik kalian waspada karena didepan kita adalah jurang hitam yang mungkin akan jadi kuburan kita!"Menma berkata dengan berbaring dilantai dan menutup matanya
"Ia santai sekali! Apa O'noshi memang semenakutkan itu sampai ia tidak takut mati tenggelam disini?"Chopper berkata dengan melihat Menma ngeri
"Tidak juga, pasti ia cuman orang bodoh yang tidak tahu situasi!"Sanji berkata dengan pedasnya
"Tidak, aku juga sebenarnya setuju dengan perkataan Sanji-san! Tapi yah kurasa tenggelam tidak akan bisa membunuh Senchou! Jika terjatuh dengan kecepatan tinggi dilangit tidak bisa membunuhnya, apalagi cuman tenggelam yang akan membuatnya bergerak leluasa!"Anisa berkata dengan wajah yang berpikir
"Bukannya tekanan laut disini sangat tinggi?"Brook berkata dengan jawdrop
"Aku bahkan masih ingat, dimana ia terhimpit dibebatuan, tidak atau diantara 2 jurang dan masih hidup apalagi masih bisa tertawa seperti orang bodoh yang tidak sadar jika kondisinya itu gawat"
"Kurasa susah juga menjadi krunya"Naruto berkata dengan sweatdrop mendengar perkataan Anisa
"Begitulah!"
"Oi daripada kalian bicara santai begitu, lebih baik kalian hancurkan bebatuan itu! Jika kau melakukannya longsor didasar laut ini akan semakin besar"
"Kau itu ingin kuhajar ya"Naruto membalas perkataan Menma dengan cepatnya, Menma sendiri hanya tertawa kecil mendengarnya
"Entah, aku hanya kepikiran saja!"
Dunia Baru
Other Place
"Heh bocah bodoh sialan itu! Dia menghilang dan muncul seenaknya! Sebenarnya apa yang dia pikirkan? Dan juga ia mempunyai adik, rasanya lucu sekali! Mendengar ia memiliki seseorang yang bisa dijaga! Padahal kau adalah orang yang tidak mengenal belas kasihan ataupun cinta, O'noshi!"Lelaki yang penuh dengan otot dan wajah yang menyeringai senang melihat koran ditangannya
"Gaban-sama, apakah ada sesuatu yang terjadi?"
"Tidak ada apa-apa! Hanya melihat wajah bocah bodoh sialan itu! Aku hanya jadi ingin membunuhnya, dan juga apa persiapannya sudah selesai?!"
"Yeah, tinggal penyesuaian dan kita bisa berangkat menuju Elbaf!"
"Yosh, kalian bersiaplah! Kita akan menuju Elbaf!"Gaban dan orang itu pergi dari tempat ini dengan menyeringai senang
Pulau Manusia Ikan
Naruto kini tengah berada dipangkuan Anisa yang tengah menjadi bantal tidur baginya
"Naruto, bangunlah! Kita harus segera pergi dan bertemu yang lain!"Anisa berkata dengan membelai kepala Naruto yang tidur dipangkuannya
"Enghh 10 menit lagi"
"Ahaha nanti kaptenmu itu marah loh!"
"Siapa yang peduli dengan Luffy?"Naruto membalas dengan ketus pada Anisa yang hanya tersenyum
"Kalau begitu, bantulah aku belanja! Aku setidaknya ingin melakukan hal ini denganmu, walau aku tidak tahu apa rasanya akan sama dengan yang kubayangkan atau tidak?"Naruto langsung bangun mendengarnya
"Ayo pergi!"Naruto langsung bangun dengan penuh bersemangat'Ini adalah kencan pertamaku! Mana mungkin aku akan mengabaikannya?!'Naruto membatin dengan penuh semangat akan apa yang ia alami saat ini
"Ne Naruto, apa kau bisa melihat itu dengan Sharinganmu itu?"Anisa menunjuk kearah pantas dengan menyipitkan matanya
"Yeah, tentu bisa"Naruto segera saja melihat kearah yang ditunjuk Anisa dan sweatdrop"Itu Kaizoku Jotei! Mengapa ia bisa terdampar disana?"
"Kurasa kita akan pergi berbelanja bertiga!"Anisa berkata dengan berjalan pergi
"Hahhh"Naruto menghela nafas panjang'MENGAPA IA BISA BERADA DISANA? KARENANYA RENCANA KENCANKU GAGAL TOTAL SEKARANG!'Naruto membatin dengan menangis keras dalam hatinya karena gagal kencan, tapi ia urungkan dan menghampiri Anisa saja
Naruto sekarang tengah melihat Anisa yang tengah berusaha membangunkan Hancock dengan menampar pipinya pelan
"Disini ada Luffy"Seolah sinyal, Hancock langsung saja membuka matanya dan melihat sekitar"Responnya cepat sekali jika menyangkut Luffy! Tapi yah aku jadi heran sebenarnya apa yang ia sukai dari Luffy ya?"
"Dimana Luffy?"Hancock bertanya dengan melihat sekeliling dengan penuh antusias
"Dia tidak ada disini"Perkataan itu membuat semangat Hancock down seketika
"Sudahlah, Boa-san lebih baik kita pergi dan menyejukan diri dengan belanja! Mungkin saja Luffy-san akan terpikat olehmu nanti jika kau memakai gaun atau sesuatu yang cocok denganmu"Perkataan Anisa hanya diangguk pelan oleh Hancock, ia berdiri dan membersihkan pakaiannya yang kotor, yah sebenarnya basah juga
"Air Flush"Angin besar mengitari mereka bertiga dan mengeringkan pakaian mereka dengan sekaligus dan cepatnya
"Wah kau hebat sekali Naru-kun! Bisa melakukan hal seperti itu, coba saja Senchou bisa melakukan hal seperti itu bisa segala sesuatu bakal mudah"Anisa berkata dengan kagum melihat pakaiannya yang tadi basah sudah kering
"Itu hanya hal biasa, lagipula kenapa kau sepertinya sangat tidak suka dengan Menma-nii, karena terus membandingkannya denganku!"
"Kau akan tahu jika bersama dengannya lebih lama dariku! Tapi yah aku sarankan untuk tidak melakukannya, karena kepalamu pasti gila jika melakukannya! Tapi ayo kita pergi"Anisa berkata dengan tersenyum ringan pada Naruto, tapi ajakan Anisa tidak ditanggapi oleh Hancock ataupun Naruto yang berdiam dengan siaga
"Ya ampun, siapa orang-orang tidak sopan yang kurang ajar ini?"Hancock berkata dengan mengibaskan rambutnya kebelakang
"Entah, mungkin hanya pemburu hadiah yang sudah kehilangan akal sehatnya"Naruto menanggapi dengan entengnya
"Lightning Cloud"Awan yang terbentuk sepenuhnya dari petir namun kecil melayang dengan cepat menuju bagian kiri Naruto, namun awan petir itu tidak mengenai apapun dan mengenai air
Szzz Dhuar
Ledakan besar terjadi pada area air itu, gelombang kejutnya terasa oleh tubuh mereka bertiga dengan kuat
"Hehh rupanya kau cukup kuat juga! Kupikir kau hanya orang yang mudah terpancing emosi"Hancock berkata dengan tersenyum sinis
"Begitukah, yah itu juga wajar karena aku sudah menunggu untuk bisa bertemu Nisa-chan lagi! Mana mungkin aku akan diam jika mereka mengejek Nisa-chan seperti itu! Tapi mereka keras kepala juga ya"Naruto melihat orang-orang yang keluar dari air dengan baju hitam dan senjata yang beraneka ragam dipunggung mereka
"32 Orang, apakah aku perlu menghadapi mereka sendiri?"
"Apa? Kau tidak sanggup melakukannya sendiri!"Ucapan tantangan dari Hancock hanya mendapat angkatan tangan dari Naruto
"Ya ampun, aku jadi heran sebenarnya sifatmu ini bagaimana?! Saat bersama Luffy kau manis sekali tapi saat tidak bersama Luffy kau menakutkan ya! Tapi yah kurasa aku sendiri sudah lebih dari cukup jika hanya berurusan dengan mereka"Naruto melihat 32 orang itu dengan datar
"Stabing"
Sruk Crash Crak Thrk
Mayoritas orang-orang itu terkena telak serangan dari Naruto yang berasal dari dalam tanah, darah mereka terciprat kesana-sini akibat serangan Naruto yang tiba-tiba saja dari tanah
"Tinggal 7 orang lagi! Kurasa akan kuhadapi dengan tanganku sendiri saja"Naruto melihat sisanya dengan datar, lalu ia menghilang dan muncul dibelakang orang-orang itu dan melakukan serangan dengan cepat
Szz Srak
Naruto memotong mereka dengan pedang petirnya, namun tidak ada serangan luar yang nampak dari Naruto, mereka hanya berteriak setelah menerima serangannya
"Kau memotong bagian dalam mereka dan membiarkan bagian luarnya tetap utuh! Tidak kusangka kau ini S, Naru-kun"Anisa berkata dengan memeluk dirinya sendiri
"Tidak-tidak, aku melakukannya cuman ingin mencari tahu! Lagipula mereka tidak akan mati bukan"
"Tapi mereka akan tersiksa selama hidupnya, sepertinya kau benar-benar S"Hancock berkata dengan tersenyum angkuh pada Naruto yang dibalas tatapan tidak suka
"Siapa yang peduli? Ayo kita segera pergi saja menuju tempat yang kalian inginkan itu!"
==================TO BE COUNTINUED=================
Yah maaf aku terlambat Up, yah karena saat baru masuk sekolah aku langsung diberi tugas menumpuk dan waktu 2 minggu habis untuk mengerjakan semua tugas itu ditambah lagi sekolanya Full Day, jadi setelah mengerjakan tugas yang numpuk itu aku jatuh sakit sehingga fic ini terabaikan dan juga untuk v1 kurasa akan hiatus sementara sampai fin ini bisa nyusul
