Disclaimer @ Masashi Kishimoto
Genre : Adventure, Family
Rate : T/M ( percakapan or pertarungan)
Warning : Gaje, Typo, Abal, Ooc, OC, Garing, alur berantakan, Semi Cannon, and anymore
vvvvv
vvv
v
Chapter 21
Dalam waktu satu jam sudah banyak peserta ujian yang telah keluar meninggalkan ruangan tes, bahkan nyaris setengah dari peserta yang menempuh tes tahap pertama. Morino Ibiki benar- benar bertangan dingin, mengusir semua peserta yang melakukan kesalahan. Tak salah jika Konoha menjadikannya sebagai Jounin Tokubetsu di bagian divisi intel dan penyiksaan.
Syuuttt!! jlebb!!
Sebuah kunai melesat diatas kepala Sasuke, tentu bocah Uchiha itu menautkan alisnya. Rupanya kunai tadi tertancap dimeja belakang Sasuke, dan Genin tersebut sempat protes.
"Ini maksudnya apa, aku tidak membuat kesalahan sama sekali!". protes keras bocah Genin itu.
"Kau kira aku bodoh, bocah! Aku adalah Jounin pengawas mataku selalu jeli, kalian tidak bisa menipuku. Kau dan timmu keluar!!!". bentak Ibiki dengan sangat menyeramkan.
Beberapa peserta ujian yang tersisa memandang horor Jounin bermuka seram itu, walau banyak yang bergidik ngeri. Namun ada pula yang menganggapnya biasa-biasa saja, seperti Naruto.
Bocah bersurai merah memutar-mutar penanya, iris violetnya melirik kanan kiri. Menma masih menggunakan elemen Hyotonnya menjadi bola-bola beku yang sangat kecil seperti kaca, yang ia sebar di seluruh ruangan, dengan seperti itu ia bisa mengintai lembar jawaban para peserta lewat pantulan bola-bola es tersebut. "Kenapa punya Sai banyak yang belum di isi. Dan Ini lagi...jawaban macam apa ini, dasar nenek sihir". keluh Menma dengan kedua rekannya.
Dibangku yang didudukinya Sakura tampak tak tenang, gadis bersurai pink tampak khawatir bukan dengan ujian ini tapi dengan kedua rekannya terlebih bocah bersurai kuning. Memang saat ini Naruto terlihat tenang tapi jika sekali bertingkah bisa diluar nalar, tidak bisa ditebak. 'Aku harap kau tidak berbuat yang tidak-tidak Naruto, melalui ujian Chunin ini pula akan aku buktikan, bahwa aku juga bisa berdiri disamping kalian, bukan dibelakang kalian berdua'. Batin Sakura, emeraldnya melirik kebelakang, tempat dimana Naruto berada yang tampak seperti tertidur.
Yang sedari tadi Shikamaru nampak menguap, tapi mendadak pikirannya menemukan keanehan. "Ini bukanlah soal yang mestinya dikerjakan oleh Genin, tapi mengapa tiga orang disana dan di pojok itu sepertinya lancar dan tanpa hambatan dalam mengerjakan. Aku harap Ino dan Chouji tidak cepat mengeluh..merepotkan". gumam lirih bocah Nara. Otak jeniusnya bekerja keras.
"Kalian mengerjakan soal yang sangat mudah saja sudah mengeluh, kalian pikir mudah menjadi seorang shinobi. Butuh pengalaman panjang untuk menjadi Shinobi yang sesungguhnya. Nyawa adalah taruhannya didalam setiap misi, kalau perlu mengorbankan nyawa sendiri demi keberhasilan misi itu. Lantas sekarang apa yang bisa desa kalian harapkan dari generasi macam kalian!!!". tegas Ibiki.
bisik-bisik peserta langsung terhenti, terdiam seribu bahasa tak berani mengomentari Jounin pengawas bermuka sangar, "Hanya kalian tim-tim terbaik dari desa asal kalian, itu tidak bisa menjadi modal dan menjamin keberhasilan suatu misi. Apalagi kerja sama tim macam bocah ingusan seperti kalian!!, desa hanya membutuhkan shinobi-shinobi yang berkompeten mendedikasikan nyawa mereka demi desa yang mereka cintai, suatu keberhasilan misi menjadikan shinobi itu sebagai pahlawan, walapun tanpa terukir di batu peringatan. Lantas apa yang ada dihadapanku sekarang ini, sekumpulan generasi pecundang yang mungkin mempermalukan nama desa kalian sendiri!!!". lanjut Ibiki yang membuat kuping peserta menjadi panas, emosionalnya terlihat ketika Ibiki menyorot tajam mereka.
"Dan aku paling tidak suka, jika ada orang seorang berbuat seenaknya!!". tegas Ibiki, mengetahui ada yang tengah tertidur dikala mulutnya menerangkan panjang lebar, melempar kunai kearah peserta tersebut.
Syuttttt!!!
Tappp!!!
sebuah jari kelingking masuk celah lubang gagang kunai, menangkap kunai tersebut lantas memutar-mutarkan sebagai mainan. " Aku tidak tidur Ibiki-san". ujar dingin bocah pirang yang masih memejamkan mata, Narutolah yang dimaksud Ibiki.
tentu kejadian tersebut membuat semua mata para peserta tersentak, kaget luar biasa. Bagaimana tidak kaget menangkap sebilah kunai dengan mata terpejam, tentu itu bukan gaya seorang Genin.
"Hohh!!..ternyata kau menyimak bocah!!. Baguslah, tetap saja kau seorang pecundang. Tampaknya kau tidak takut terhadapku bocah !!". tegur Ibiki tak menurunkan tekanan mentalnya.
iris saphire Naruto terbuka, "Hn, mengapa harus takut padamu?, kau kira dirimu Shinigami. Sedari tadi kau membual tentang nyawa dan desa, sama sekali aku tidak bersimpatik bahkan itu sebuah lelucon. Terlebih ujian bodoh yang sekarang di ikuti oleh kaum pecundang yang takut timnya tidak lolos, lagi pula point-point yang kau dengungkan sedari tadi hanyalah sebuah nilai, yang tidak berguna dalam pertarungan Shinobi sesungguhnya".
"Lantas, lolos tidaknya aku juga tidak peduli". imbuh datar Naruto yang nampak tenang, melipatkan siku tangannya sebagai sandaran dagu.
Semua pasang mata mengerjap, mendengar lontaran Naruto. Mereka tidak mengira ada yang berani dan sangat lancang terhadap pengawas ujian, terutama para Rookie sangat terkejut bahwa pemikiran teman pirangnya terlalu ekstrim, sangat sulit untuk diprediksi. Tapi tidak dengan Tim 7 yang sudah tau, rekan pirangnya mempunyai pemikiran yang sangat kritis.
"Kau anggap itu sebuah lelucon bocah, lantas mengapa kau ada disini. Mengikuti ujian yang kau anggap ujian bodoh!!". gertak Ibiki mencoba memprovokasi emosi bocah Uzumaki.
"Hahaha..kalau aku bilang menumpang tidur disini pasti kau tidak akan percaya". tawa garing Naruto, seakan menyindir Ibiki. "Aku hanya peduli pada rekanku, tidak mau menjadi penghambat cita-cita mereka". iris saphire terus berkilat tajam, namun tidak ada rasa emosi apa pun.
"Dobe/N-Naruto". gumam lirih kedua rekannya bersamaan.
"Sungguh alasanmu itu sangat lucu bocah!, Kau menganggap ujian ini sangat konyol". Ibiki membuka tudung Hitai-ite kepalanya, tampak kepala botak penuh bekas luka. Membuat seluruh peserta bergidik, membayangkan saja sudah begitu mengerikan.
"Yang kalian lihat ini adalah tanda dedikasiku untuk desa, banyak rekan-rekanku yang mati menjalankan misi, namun aku selamat tapi tidak berlangsung lama musuh menangkapku. Mereka menyiksaku agar aku membuka suara, tapi tidak sepatah kata pun aku membocorkan informasi itu. Nyawaku adalah taruhannya, dan itu demi desaku desa Konoha tempat yang sekarang kalian mengikuti ujian Chunin. Lantas apa akan kau perbuat untuk desamu, bocah!!". tegas Ibiki menyorot tajam bocah Uzumaki.
Naruto sama sekali tidak terpancing kata-kata Ibiki, justru ia yang memprovokasi Jounin pengawas tersebut. "Mengorbankan nyawa untuk desa..hahaha alasan konyol, justru kecoa yang berbuat bodoh akan hal itu". tawa sinis nan dingin terlontar, membuat Ibiki menaikan alis, sungguh bocah pirang itu tak mempan diserang secara psikis.
"Kau pasti tau cerita tentang seorang bocah berusia empat tahun, yang sangat suka sekali mencorat-coret wajah patung Hokage. Atas keonaran yang ditimbulkan para penduduk desa beramai-ramai menghakimi bocah polos itu, menyiksa, memukul, menusuk dengan senjata tajam, dan masih banyak yang lainnya hingga bocah itu sekarat, berminggu-minggu lamanya bocah polos itu terbaring sekarat dirumah sakit. Bukan hanya sekali tapi berkali-kali, lantas apakah salah bocah itu?, yang hanya mau menarik simpati warga?!, apakah adil hukuman yang tak seberapa yang dilakukannya malah hampir merenggut nyawanya. Bahkan pemimpin desanya pun bungkam mengetahui akan hal itu. Dan itu adalah nyata!!". terang Naruto, yang membuat suasana ruang ujian Chunin mendadak hening, ikut terbawa suasana cerita bocah pirang. Hanya suara bisikan ikut mengomentari.
"Lalu, andai kata bocah polos itu masih hidup dan menjadi Shinobi desa itu, masih pantaskah melindungi dan mengorbankan nyawa untuk desa dan penduduk yang telah menyiksanya hingga sekarat. LALU TANGGAPAN KALIAN APA JIKA MENJADI BOCAH ITU!". lantang Naruto mengeraskan suaranya dibagian akhir dengan tersenyum sinis. Bocah pirang sengaja memancing emosi peserta ujian Chunin.
"Cih, aku akan membalas dendam jika menjadi anak itu!".
"Mereka sangat kejam, dosanya tidak terampuni".
"Para penduduk juga harus merasakan apa yang dirasakan oleh anak itu!".
"Anak itu sudah sangat menderita, tidak sepantasnya menjadi shinobi desa yang terkutuk!".
cercaan keras sebagai tanggapan para peserta ujian dan kegaduhan menyeluruh diruangan. Tentu membuat Ibiki Morino sedikit kelimpungan, ternyata bocah pirang itu bukanlah bocah yang bisa diprovokasi, malah sebaliknya memprovokasi dan melibatkan seluruh emosi tiap peserta .
Sasuke memandang datar dengan menyeringai, menatap bocah pirang dari arah belakang. 'Hn, kau menyinggung kehidupan dirimu di masa lalu, Dobe. Yang aku herankan mengapa kau bisa bertahan sejauh ini dan apa yang akan kau lakukan selanjutnya..itulah kenapa aku ingin mengikuti jalanmu. Sesuatu yang sangat besar, yang tidak dimiliki oleh orang lain'. Benak Sasuke menilai rekan Uzumakinya.
"Bagaimana Ibiki-san?, mengapa aku mengatakan ujian teori ini sangat bodoh dan konyol..kalian pengawas, menaruh Shinobi yang bukan seorang Genin asli yang berpura-pura menjadi seorang Genin dan mengerjakan soal sedemikian lancarnya, tentu itu sangat aneh bagi seorang Genin yang menyadarinya. Aku prediksikan ketiga Shinobi itu adalah seorang Jounin pengawas". ujar datar Naruto dengan menyobek kertas lembar jawaban, tentu hal ini membuat Ibiki seperti diremehkan.
Lagi-lagi ulah bocah pirang, membuat para peserta terperangah dan bertanya-tanya. Mereka ingin mengetahui, bagaimana bisa bocah pirang itu tau dan cara apa yang dipakainya.
Mata Ibiki tak menyiratkan rasa keterkejutannya, "Bagaimana kau bisa seyakin itu, bocah!! kalau ada tiga Jounin yang menyamar menjadi Genin!". tantang Ibiki.
"Hn, sangat mudah. Apa ada seorang Genin mempunyai chakra sebesar Jounin?, kalau bukan seorang Klan tertentu, dan seingatku hanya ada satu Klan yang mempunyai chakra khusus dan besarnya chakra bisa menyamai Bijuu, walapun dia masih seorang Genin. Tanpa ku jelaskan pun kau pasti tau". ungkap Naruto.
Ibiki sesaat terhenyak. 'Ya karena kau lah salah satu dari anggota Klan itu, dan hanya seorang tipe sensorik sensitif bisa mengukur besarnya chakra'.
"Lantas kesimpulan apa yang kau dapatkan sekarang. Tentu semua yang disini ingin mendengarkan bukan!". ujar Ibiki tak mau menerima kekalahannya, memang sedari tadi dirinya sudah merasa terpojok oleh argumen bocah Uzumaki.
"Aku tidak ingin menjelaskan nanti di kira sombong, mungkin bocah nanas merepotkan itu atau si pantat ayam mau menambahkan". pungkasnya datar, Naruto kembali memejamkan mata. Sudah sangat bosan dengan ujian konyol ini.
tentu semua peserta cekikikan dengan ucapan Naruto. Sedangkan dua bocah yang disinggung mengutuk keras kelakuan bocah pirang, berbuat seenaknya. Tapi sifat Uchiha yang pendiam walaupun jenius untuk semantara tak berkomentar, membuat Shikamaru mendengus.
"Hahh..kau sungguh merepotkan Naruto". keluh bocah nanas dengan menghela nafas. "Sebenarnya aku juga merasa ada yang janggal dengan ketiga Genin yang berada dipojokan itu, tentu pihak pengawas sengaja menempatkan mereka sebagai acuan untuk para Genin mencontek dengan cara tidak sampai ketahuan olehmu atau pun ketiga Genin palsu itu. Jadi tes ini_".
"Hn, ujian yang bodoh. Intinya hanya mengambil informasi tanpa ketahuan dari pihak pengawas, dan semua soal ini tidak ada manfaatnya sama sekali, terasa sangat tidak dimengerti oleh Genin". pungkas Sasuke yang telah memotong ucapan bocah nanas.
"Hahh..merepotkan". kembali Shikamaru mengeluh kelakuan bocah Uchiha.
"Sepertinya kalian sangat yakin dengan kesimpulan kalian, memang benar Ujian tahap pertama hanya untuk mencuri informasi dari setiap peserta agar tidak ketahuan oleh kami. Dan selamat kalian semua lolos, berhak melanjutkan ke tahap ujian selanjutnya!!". ujar tegas Ibiki.
"Yahhh..!!!, dengan seperti ini jalan menjadi Hokage menjadi lancar dan aku pasti bisa!!" teriak lantang nan semangat bocah bersurai merah.
tentu semua peserta Tim kegirangan setelah mendengar pernyataan Morino Ibiki.
Prankkk!!
Kaca jendela ruangan pecah akibat lemparan batu, tentu Ibiki hanya menggelengkan kepala akan kelakuan rekannya. Muncul seorang Kunoichi bersurai ungu gelap, terbalut mantel krem, melekat pakian jaring-jaring khas shinobi yang melekat ditubuh seksinya.
"Aku tak mengira peserta yang tersisa masih banyak!, apa kau kurang tegas menatar mereka Ibiki!!". ujar sinis sosok Kunoichi tersebut.
"Tidak juga!!, mungkin saja faktor keberuntungan mereka. Dari 350 tim yang ada, sekarang tersisa 150 tim dan itu tugasmu selanjutnya mengugurkan mereka. Jadi aku serahkan sepenuhnya kepadamu, Anko!". tegas Ibiki.
"Ya, memang sudah sepantasnya untuk bersenang-senang dengan mereka". lontar Anko penuh seringaian, membuat Ibiki kembali menggelengkan kepala. Jounin tokubetsu itu sudah tau maksud Kunoichi bertubuh sintal tersebut.
"Aku hanya mengingatkanmu dengan bocah Genin yang disebelah sana, bocah itu sedikit licin". telunjuk Ibiki menuding seorang bocah Genin.
Sepintas Anko malah menyeringai lebar, menatap bocah pirang yang sedang memejamkan mata. "Hooo..aku tak menyangka Ramen no Gaki mengikuti ujian ini, tentu tak masalah Ibiki..sudah lama aku tidak bermain-main dengannya". seringian sadis terpampang.
"Sepertinya kau mengenal betul bocah itu". komentar Ibiki, membuat Anko menyeringai lebar.
"Hahaha..hanya seorang bocah yang sering keluar masuk kandang ular". pungkas Anko tersenyum misterius.
"Mohon perhatiannya!!. Bagi kalian semuanya, peserta tim ujian Chunin. Segera ikut denganku untuk melanjutkan ujian ke tahap kedua yang akan di laksanakan di hutan kematian, dan aku menunggu kalian disana!!". Anko berujar lantang, disertai kepulan asap menandakan dia menghilang dengan shunshin.
Para peserta ujian segera berpindah tempat mengikuti intruksi panitia pengawas, menuju Shi no Mori atau hutan kematian untuk mengikuti ujian tahap kedua.
Dari arah belakang sosok berkaca mata bersurai perak dikuncir, terus mengamati Tim 7. 'Kalian memang sangat menarik Naruto-kun, Sasuke-kun. Pantas saja si luwak tua itu sangat berambisi sekali dengan kalian berdua, dan aku tidak heran akan kejeniusan kalian dengan kejadian tadi'. pikirnya dengan tersenyum misterius.
~00000~
Hutan kematian (Shi no Mori)
Tampak para peserta memandang ngeri dengan hutan yang ada didepannya, begitu banyak pohon-pohon besar berdiri dengan kokoh nan lebat daunnya. Auranya terasa begitu sangat menyeramkan terlebih bagi orang yang baru melihatnya, tapi tidak dengan orang yang sudah terbiasa. Seperti bocah pirang menganggapnya hal ini biasa saja, pasalnya hutan kematian salah satu tempat latihannya.
Di depan pintu gerbang hutan kematian para peserta Tim ujian Chunin tahap kedua berkumpul, mereka sedang menunggu intruksi dari pimpinan panitia pengawas tahap kedua.
"Hutan ini sangat menyeramkan sekali". celoteh gadis bersurai pink.
"Kau benar forehead, hutan ini sangat menakutkan". timpal gadis Yamanaka.
"Kalian para gadis selalu saja menganggapnya berlebihan, tidak sepertiku seorang Hokage masa depan. Justru itu adalah tantangan, yang terkuatlahlah yang berkuasa". sarkas Menma, lantas membanggakan dirinya.
"Bilang saja kau juga takut Menma!". celutuk bocah bersurai jabrik coklat, dengan anjing kecil putih bertengger diatas kepala.
"Hahh..kau lagi anak anjing!. Entah mengapa aku ingin sekali menghajarmu!!". tegur Menma keras.
"Lagi-lagi kalian berdua!!. Apa kalian sudah bosan hidup..Hahh!!". tegas keras gadis Sarutobi dengan mata melotot, yang membuatnya terlihat lebih menyeramkan daripada hutan kematian. Dan tentunya membuat kedua bocah jabrik berbeda warna rambut bergidik ngeri.
"Hihihi..Menma-kun, Kiba-kun". si gadis Hyuuga terkikik geli.
"Bakar saja mereka Naoki-chan!!". timpal Ino mendukung.
"Memang benar hutan ini sangat menyeramkan..kraukk!!". gumam Chouji entah pada siapa, yang asyik dengan snacknya.
para angkatan Rookie berkumpul menjadi satu, walaupun berbeda Tim namun rasa kebersamaan mereka tidaklah berkurang.
"Sedari tadi aku tidak melihat Shikamaru, Naruto, Sasuke, Sai, dan Shino. Kemana mereka?". lontar Kiba yang merasa janggal.
"Hahh..makanya jangan terlalu memikirkan makanan anjingmu, beginikan jadinya kau ketinggalan informasi!". sindir bocah bersurai merah.
"Sialan kau Menma!". sungut Kiba.
"Mereka sedang mengurus adminitrasi ke panitia pengawas, dan entah tadi mereka akan mengambil apa?". timpal Sakura
"Sepertinya itu mereka!". ujar Chouji menudingkan jarinya yang bengkak, arah sebuah kerumunan disebuah pos jaga hutan kematian.
kelima bocah itupun mendekat ke arah para Rookie dengan setiap bocah mengenggam sebuah bendera berwarna merah, kecuali Naruto karena satu Tim dengan Sasuke. Dalam sekejap, maka para anggota Rookie pun berkumpul ketika kelima bocah Genin kembali.
"Apa kau yakin Sasuke, kita tak perlu di pecah atau kita berjalan sendiri-sendiri sesuai dengan tim masing-masing". lontar bocah berkulit pucat dengan tersenyum palsu.
"Hn, itu terserah kalian". gumam datar sang Uchiha.
"Merepotkan, ada baiknya jika kita bersama-sama toh warna bendera kita sama. Empat tim akan terasa lebih baik dari pada berjalan sendiri-sendiri, menjadi satu akan terasa lebih kuat. Infomasi kekuatan musuhpun kita tidak punya, bayangkan saja jika berhadapan dengan musuh yang lebih kuat. Masalah pasangan bendera kita bisa bahu-membahu mencarinya bersama". cetus Shikamaru menyampaikan pendapatnya.
"Aku sangat setuju dengan pendapatmu, Shikamaru". sahut datar si bocah Aburame. Serempak keempat Genin masing-masing Tim menoleh ke arah bocah pirang yang tengah duduk dibatu besar.
merasa diperhatikan Naruto menaikan alisnya. "Hn". gumamnya dengan ambigu, tentu mereka bingung dengan maksud Naruto. Apa artinya, lantas dengan sedikit membuka suara Naruto mengulang.
"Hn, apa kalian sudah mendapatkan persetujuan dari personal tim kalian. Kalau untuk Tim 7 tak usah diragukan". ujar Naruto terkesan datar. "Untuk yang belum mengerti lebih baik dijelaskan terlebih dahulu, daripada nantinya kebingungan. Perbedaan pendapat pasti ada". imbuhnya dengan logis.
"Hn". gumam Sasuke.
"Sebenarnya apa yang kalian rundingkan, dan kesepakatan tentang apa ini?!". lantang Kiba meminta penjelasan, entah dirinya belum paham apa yang mereka bahas. Ya harap dimakhlumi diantara semua angkatan Rookie, Kiba lah otaknya yang paling lemot.
"Aku tidak setuju!! Tim 6 adalah yang terkuat, tidak butuh bantuan dari Tim terlemah di angkatan Rookie". tolak keras Menma, nadanya sedikit emosi. Tak bisa dipungkiri permusuhan Naruto dan Menma bukanlah rahasia dikalangan para Rookie.
"Aku setuju!". pungkas Naoki, tentu ulahnya membuat Menma melotot.
"Kami para gadis juga setuju". timpal Ino dan Sakura, sedang Hinata hanya menganggukan kepalanya saja.
"kraukk..aku juga setuju..kraukk". tambah Chouji, walau pun dirinya belum paham. Terlalu asyik dengan cemilan keripik kentangnya.
"Sebenarnya apa yang kalian bicarakan!!". teriak frustasi Kiba, seakan putus asa.
"Hahh..merepotkan".
"Biar aku saja Shikamaru". gumam datar Shino, memberikan penjelasan rekan bocah anjingnya. "Begini Kiba jadi dengarkan dengan seksama, aku tidak akan mengulangnya untuk kedua kali".
"Jumlah peserta Tim yang lolos ada 150 Tim, dan itu dibagi menjadi tiga golongan sesuai dengan warna bendera yang telah di dapat para setiap Tim. Ada warna merah, Hijau ,dan Kuning. Berhubung kita para Rookie mendapatkan bendera yang sama yaitu warna merah, kami bermaksud saling bekerja sama untuk mendapatkan kedua pasangannya yaitu Kuning dan Hijau. Tentu pihak lawan tidak bisa dianggap remeh, terlebih kita juga tidak tau kekuatan musuh. Maka akan terasa ringan bukan kalau 4 Tim bekerja sama". terang Shino walau terasa datar.
Kiba hanya menganggukan kepala, entah paham atau tidak para Rookie tidak tau. "Aku sangat setuju, walaupun sedikit paham maksud kalian!". tutur Kiba, membuat semua orang menepuk jidatnya.
Menma merasa terkhianati oleh kedua rekannya, membuat bocah bersurai merah tersulut emosi. Iris violetnya menatap tajam Naruto seakan ingin mengulitinya hidup-hidup. "Aku bilang tidak setuju..ya tidak setuju!!, Dan kau hanyalah bocah lemah yang merasa sok berkuasa!!, Aku menantangmu bertarung, Sialan!!!". bentak keras Menma, jarinya menuding bocah pirang.
Semua para Rookie menatapnya seakan tak percaya, terlalu kaget untuk mencerna. Keadaan langsung menjadi panas ketika bocah pirang sudah mengeluarkan katana keperakannya.
"Hn, kau kira aku takut denganmu!!, kalau kau meminta rasa sakit, dengan senang hati aku akan memberikannya. Brengsrekk!!". Katana keperakan ia tudingkan, Iris saphire Naruto berkilat tak kalah tajam.
Semua Rookie bertambah panik terutama Sakura dan Naoki, tentu keduanya masih ingat insiden di Nami no Kuni. Kedua gadis tersebut mencoba mencegah agar bentrokan kembali tak terjadi, dengan meminta bantuan teman sesama Rookie nya.
"Kumohon Sasuke-kun hentikan Naruto". lontar Sakura raut wajahnya terlihat khawatir.
"Kalian jangan diam saja, cepat bantu aku memisahkan mereka!". teriak keras Naoki.
Para Rookie sontak saja mencekal lengan kedua bocah yang sedang beradu mulut, memeganginya erat-erat agar tak lepas. Menengahi keduanya.
"Hahh..merepotkan, sudahlah Naruto. Kau tak perlu berlebihan". tawar Shikamaru, tangannya tak lepas dari jaket hitam Naruto.
"Hn, aku yakin kau masih waras Dobe. Kita bergerak sendiri saja, seperti biasa". lugas Sasuke menambahkan.
Menma yang dicekal oleh Kiba dan Shino masih memberontak, menatap tajam kedua bocah tersebut. "Lepaskan aku, sialan!!, biar dia tau, bagaimana rasanya jutsuku!!". teriak Menma kalap.
"Sudahlah Menma, tidak penting kau berantem dengan teman sendiri!!". Suara Kiba tak kalah nyaring.
"Gunakan akal jernihmu, kau mau Timmu tercoret dari daftar peserta, cuma gara-gara masalah sepele". sarkas datar Shino.
Naruto masih menatap tajam bocah bersurai merah, lantas cekalan Sasuke dan Shikamaru pun di kebaskan agar terlepas. "Cih, hanya bermulut besar saja. Sakura, Teme, kita pergi!!". Naruto menyarungkan kembali katana peraknya dan diselipkan dibelakang punggung. Bergegas pergi meninggalkan para Rookie.
"Hn". suara ambigu Sasuke dengan mengikuti langkah Naruto, disusul Sakura.
Tim 7 menuju arah kerumunan peserta yang tampak berkumpul di depan pintu gerbang pos, sang panitia pengawas ujian sedang memberikan intruksi pengarahan kepada para peserta Tim.
"Perkenalkan namaku Anko Mitarashi, aku adalah ketua pengawas ujian Chunin tahap kedua. Sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan para peserta dibagi menjadi 3 golongan sesuai dengan warna bendera yang kalian pegang...Dengan begini ujian Chunin tahap kedua dimulai!!". teriak Anko.
"Dan satu lagi dalam ujian ini kalian diperbolehkan saling membunuh antar saling tim peserta, semoga kalian berhasil!!". imbung Anko lantang, tampak para peserta terlihat antusias tak sabar untuk menenangkan ujian tahap kedua.
Mata Anko melirik kearah kerumunan, menemukan sesuatu yang menarik baginya. "Hohoho..Ternyata kau disini Gaki..heh!, kenapa timmu belum mulai". ujarnya lekas, melemparkan kunai kearah Naruto yang tengah menyender dibawah pohon.
syutttt...trangg!!!
lajur kunai tertangkis batu kecil yang dilemparkan Naruto, alhasil kunai pun membelok dan menancap ditanah. "Hn, masih saja liar kau nona ular". ucapnya datar, tidak sama sekali melirik sosok pelempar kunai.
"Terlalu dingin sekali sifatmu yang tak pernah luntur...ahhh terlalu mengesankan, Ramen no Gaki". suara seksi terlontar menggoda, tangan menjulur untuk menggapai bocah pirang, Namun kilatan hijau..
Sringg!!!
Tubuh Naruto sudah tergantikan Sasuke, otomatis tangan Anko menyentuh kepala pantat ayam, membuat Anko terkejut. "Hoh, kau sungguh agresif, Gaki!!".
Namun di lain pihak si bocah Uchiha mendumel tidak jelas, tubuhnya diteleport rekan pirangnya. Umpatan keras tak terelakan. "Sialan kau Dobe!!". sarkas bocah Uchiha, iris onik meloto tajam.
Sebuah tangan mencabut kunai yang menancap ditanah, lantas memberikannya ke sang pemilik. "Aku kembalikan, apa ini punyamu...". nadanya terkesan manis, namun cenderung misterius.
"Ahh..terima kasih". ujar Anko lantas menerima kunai.
lidah panjang bercabang menjilati tengkuk Anko. " Hm..mereka sangat menarik. Ah..maksudku sangat menarik sekali". pungkasnya kemudian, sebuah seringaian dibalik wajah yang tertutupi topi jerami. Lidah panjang menempel ditelinga Anko.
Sakura cengo dengan kelakuan sosok bertopi jerami. "Itu sangat menjijikan dan dia sangat menyeramkan". gumamnya lirih.
"Cih, sialan kau Dobe, kau telah mengumpankan aku, bodoh!!". Kesal Sasuke dengan mengutuk tindakan Naruto.
"Hn, hiburan". ujar Naruto dengan Inosen, kakinya melangkah meninggalkan pos pintu gerbang hutan kematian.
Tim 7 bergegas masuk kedalam hutan kematian, semakin jauh melangkah masuk semakin terasa aura menyeramkan. Seulas seringaian tercipta dibibir tipis Naruto, akan ada hal yang sangat menggelitik nantinya. Mereka terus meloncati dahan pohon-pohon besar.
"Hn, sepertinya akan ada hal yang sangat menarik sekali. Siapkan mentalmu Teme". lontar datar bocah Uzumaki menyeringai.
"Cih, siapa peduli, kalau kau pun ada sesuatu yang mengesankan". ujar Sasuke masih kesal dengan Naruto.
"Hah..kalian itu selalu saja". Sakura mengeluh dengan tingkah kedua rekannya.
~00000~
Pohon-pohon besar nan kokoh yang menjulang keatas membuat sinar matahari hanya sedikit memancarkan cahayanya, menembus kedalam hutan kematian karena lebatnya daun-daun pohon.
para Rookie yang terdiri dari tiga tim masih terus meloncati dahan, Tim 8 sebagai mata karena spesialis shinobi pelacak. Pengguna Doujutsu Byakugan, serangga chakra, dan penciuman bau tentu menguntungkan para Rookie sebagai sensor, jikalau ada pergerakan musuh mendekat.
"Ini semua salahmu Menma!!, andai saja kau tidak mengajak ribut mungkin saja Tim 7 masih ada disini, terlebih aku tidak jadi berduaan dengan Sasuke-kun!". lontar keras Ino mendecak kesal. Rencananya gagal bisa bersamaan dengan pujaan hati.
"Ya benar, ini karena mu!!, semua menjadi terpecah. Seharusnya kita bersatu, tentu akan berpengaruh dengan kekuatan dan pertahanan tim kita!". timpal Naoki.
"Sudahlah kalian!!, aku sedang malas untuk membahasnya!!". tepis Menma menyahut bosan.
" Merepotkan, masih saja". komentar Genin bersurai nanas.
"Memang dasar Menma, tidak bisa diandalkan!". timpal bocah anjing.
"Mungkin saja Menma-san sedang menstruasi, makanya dia selalu emosian". celutuk bocah berkulit pucat, tersenyum palsu mengejek rekannya.
"Sialan kalian!". umpat Menma mendelikan mata.
gadis bersurai indigo pendek, raut wajahnya terlihat panik. Mata Byakugannya masih terus aktif, " Teman-teman, ada pergerakan". nada lirih Hinata memperingatkan keseluruh Rookie.
"Kau benar Hinata, seranggaku mengidentifikasi sepertinya mereka 6 orang, datang dari arah timur hutan". cetus datar Shino.
Para Rookie langsung memasang badan penuh siaga, mata mereka mewaspadai keadaan sekitar.
Syuttttt...syutttt...!!!!!
jlebbbbb..jlebbb..jlebbb!!
"AWAS..SEGERA MENGHINDAR, ITU KUNAI PELEDAK!!". lontar Menma keras.
Duaaarrrr..Duaaarrrr...Duarrrr!!!
Benar saja serangan kejutan untuk para Rookie, dengan terpaksa mereka menghindari mencari perlindungan, melompati ke dahan pohon yang lebih tinggi. Asap mengepul di udara hasil ledakan keras, membuat jarak pandang berkurang.
"Hahaha..ternyata Genin-Genin lemah dari Konoha!!". lantang keras dari balik kepulan asap.
"Lebih baiknya kalian menyerahkan bendera kalian jika ingin selamat!".
"Tidak usah banyak omong lebih baik kita serang mereka!".
Semua para Rookie memasang kesiagan, guna menunggu datangnya serangan kembali. Benar saja dari balik kabut muncul semburan bola api menyerang para Rookie...
Katon Goukakyu no Jutsu
Wurshhh!!!
sebagai antispasi, Menma yang mempunyai elemen Suiton segera merapal segel tangan dengan cepat. Siap menyerang balik dari balik asap...
Suiton teppoudama no jutsu
Byurrr!!! Syuutttt!!!
Dari dalam retakan tanah timbul air mengucur deras, menyembul ke udara dan membentuk bola air besar yang langsung melesat dengan gesitnya, siap beradu dengan semburan bola api musuh.
Syuuttttt!! Wurssshh!!!
Blaaaaarrrrrrrr...nyesssss!!!
Kedua jutsu berbeda elemen berbenturan diatas udara dan menimbulkan uap bercampur kepulan asap ledakan kunai, semakin menyamarkan musuh. Mendadak Menma dikejutkan serangan baru, sebuah tangan dengan menggenggam kunai hampir saja merobek tubuhnya, namun seseorang dari arah belakang menghantam sosok musuh tersebut.
Juuken
Wushh!! Duaggghh!! Blarrr!!!
Tubuh si penyerang terpental keras dan menghantam beberapa pohon besar, pukulan tapak suci khas Klan Hyuuga berhasil menyelamatkan Menma. Iris violet melirik kebelakang, "Arigatou Hinata-chan..tadi itu benar-benar hebat". lontarnya penuh senyum, dengan memuji sang gadis.
"M-Menma-kun". cicit Hinata, wajahnya sudah merona karena pujian Menma.
Tampak kabut uap air sudah mereda, terlihat lima Genin ber Hitai-ite Kusakagure. Salah satu dari mereka sudah terkapar, akibat serangan gadis Hyuuga dengan mengunci jalur tanketsunya.
"Hm, tim Genin dari Kusagakure", gumam Shino.
"Merepotkan..sepertinya benar kau Shino". timpal Shikamaru.
"Sepertinya kalian tidak selemah yang kami kira!". ujar salah satu Genin.
"Jumlah kalian 9 orang, namun jumlah tidak mempengaruhi pertarungan ini". ujar Genin lainnya.
Dua orang Genin Kusagakure merapal segel tangan hendak menyerang para Rookie, mereka melesat dengan meloncat ke udara.
Doton Ganchuso
Suiton Suibachi
Krakk..krakk!! wushh..wushhh!!
byurrr..syuuutt!!! syuuurrrtttt!!
Tombak-tombak lancip tanah melesat kearah para Rookie disusul serangan baru, semburan air yang deras dari salah satu tangan Genin Kusagakure. Shino segera melepaskan serangganya dibantu oleh Naoki yang sudah merapal segel tangan. Keduanya membuat jutsu yang bersifat defensif...
Doton Doryuuheki
Mushi Kame no Jutsu
Krakkk..krakkk!!!
ngungg...ngungg!!
muncul retakan tanah yang membentuk sebuah benteng melindungi para Rookie, serangga-serangga Shino berterbangan dan berkumpul, ikut menyelubungi dan membentuk dinding pertahanan.
Blarrrrrrrrrr!!!! Byuurrrrr!!!!
Kedua serangan tim Genin Kusagakure menabrak dinding pertahanan para Rookie. Dengan masih melihat keadaan seperti ada kesempatan membalas serangan, Shikamaru lantas merapal segel tangan berburu dengan waktu, sebelum tim musuh menyerang kembali.
Kagemane Kubi Shibari no Jutsu
trapp..trappp!!!
Bayangan hitam yang diciptakan Shikamaru terus memanjang, mengejar kelima Genin Kusagakure dan lantas mengikatnya erat. Mengunci pergerakan para lawan, "Menma, Kiba, Chouji serang mereka!!". lantang keras Shikamaru yang sedang menyilangkan jari, mempertahankan jutsunya.
Gatsuga
Nikudan Sensha
Rasengan
Wurshhh!!
srakkk..srakkk!!!
Zwuingg!!!
Putaran bor angin melesat hasil kolaborasi Kiba dengan anjingnya. Disusul Chouji yang menggelinding dipermukaan tanah, membentuk tubuhnya menjadi bulat seperti bola, Menma meloncat dengan bola spiral biru ditelapak tangannya, lantas ketiga Genin membenturkan Jutsunya masing-masing ketubuh para Genin Kusagakure yang masih terperangkap bayangan hitam.
Blarrrrrrrr!!!!! Brakkkkkk!! Duuuaarrrr!!!
Ledakan keras terjadi akibat banyaknya serangan, tubuh kelima Genin Kusagakure terpental keras dengan tubuh remuk redam, tergeletak tak berdaya diatas permukaan tanah. Asap masih mengepul efek dari Rasengan Menma, bocah bersurai merah pun mendekat ke tubuh para Genin Kusa mencari kedua bendera yang berbeda warna.
"Hm..lemah, kalian pikir kami shinobi rendahan macam kalian!". Menma menendang salah satu tubuh yang tersungkur, tangannya menggapit 2 bendera warna kuning.
"Kerja yang bagus Menma!". lontar Kiba dengan cengiran wajah, menandakan kepuasan.
~00000~
Diatas sebuah dahan pohon yang besar Naruto menghentikan lajunya membuat kedua rekannya terheran, lantas menduduk diri dengan bersandar pada pohon tersebut.
"Apa ada dari sekian banyaknya peserta ada yang menuju kemari Naruto?". celutuk Sakura merasa penasaran.
"Hn". timpal Sasuke
Si bocah pirang hanya menggeleng, menautkan alisnya. "Hn, sesuatu yang lebih dari itu". ujar Naruto, lekas memunculkan satu shuriken dari sarung tangannya, lalu melemparnya ke atas pucuk dedaunan yang lebat.
Syuuttt!! pyuurr!!
sebuah burung kecil berwarna hitam langsung mencair terkena shuriken Naruto, menetes kebawah diantara rimbunnya daun. Tentu mereka bertambah heran.
"Hn, begitu rupanya, mereka sudah memulai pergerakannya". gumam Sasuke seakan tau maksud Naruto.
"Seperti di malam waktu itu, sewaktu di Nami no Kuni". pungkas Naruto.
"Mungkin itu benar Dobe, salah satu informan dari kaki tangannya". timpal Sasuke dengan menebak. 'Jadi benar si mayat hidup itu, permainan apalagi yang akan dilakukannya'. terka batin Sasuke.
Sakura terlihat cengo, dirinya tidak mengerti apa yang dibahas oleh kedua rekannya. "Sebenarnya apa yang kalian bicarakan sih?". gumam gadis pink seakan penasaran.
"Lupakan saja, daripada nanti kau bertambang bingung Sakura". sahut datar Naruto, dan membuat gadis bersurai gulali mendengus.
"Hn". timpal bocah Uchiha ikut mengiyakan bocah bersurai pirang.
Angin semilir dipedalaman hutan kematian kian terasa beberapa daun kering berguguran, rambut kuning ikut berkibar karena hempasan angin. Naruto diam sesaat lantas bibirnya kembali menyeringai lebar. "Hn, ada tamu yang ikut mendengarkan pembicaraan kita". ujarnya lekas, iris saphire melirik seakan memberi petunjuk kedua rekannya.
Segera saja bocah Uchiha melesatkan beberapa kunai yang sudah ditempeli kertas peledak, melayang dengan cepat kearah rerimbunan balik pohon-pohon besar.
Syuuttt...syuuutttt!!!!
Stabbbb!! stabbb!!!
Duuaaaarrrr...Duuuaarrrr!!!!
Ledakan keras disertai asap yang mengepul membuat beberapa pohon hancur, dan ada beberapa sosok bayangan yang menghindar ketika serangan terjadi, meloncat ke dahan pohon yang lebih tinggi.
"Tampaknya ada beberapa serangga yang telah lancang". sarkas datar Sasuke menatap tajam ke arah tim Genin yang berani menguping.
"Sepertinya mereka tim Genin dari Otokagure, Sasuke-kun". ucap Sakura, meneliti dengan seksama Hitai-ite berlambang tanda bunyi yang melingkar dikepala mereka.
Tim Genin Otokagure menatap tajam Tim 7, mereka merasa diremehkan akibat ucapan Sasuke sebelumnya, diantaranya memasang posisi siaga siap menyerang.
"Kata-katamu itu sungguh menyakitkan, Uchiha-san!". sangkal salah satu Kunoichi tim Otokagure, bersurai hitam panjang.
"Kita langsung serang mereka saja, Kin!". Sarkas keras sosok yang seperti landak, kepalanya penuh perban.
"Aku yakin tuan sepertinya akan senang, Dosu!". komentar sosok berjabrik hitam, Hitae-ite model seperti Yamato, membingkai wajahnya.
"Benar juga!, tapi lihat saja mereka sepertinya sangat lemah Zaku". timpal Kin Tsuci.
Tim 7 hanya menyimak perbincangan mereka, Naruto menaikan alis sepertinya ia sedikit menyadari. "Sepertinya mereka suruhan seseorang, dan kau juga lumayan cukup terkenal pantat ayam!, sampai mereka mengetahuimu". sindir Naruto akan rekan Uchihanya.
"Cih, tidak ada alasan untuk siapa mereka berkerja". sanggah Sasuke.
Diantara ketiga Genin Otokagure melompat kearah Tim 7, mengacungkan tangannya setinggi mungkin.
Zankuha
Swuing!!! Wushh!!
mendapat serangan dadakan Sasuke maupun Naruto meloncat, tampak tangannya menarik lengan Sakura. Muncul bunyi keras yang memekakan telinga dan menghancurkan pepohonan..
Blarrrrrr!!
Naruto mengorek telinganya yang berdenging akibat jutsu serangan Genin Otokagure, menapakan kaki disalah satu pohon. Setelah menghindari serangan tersebut, disampingnya Sakura terlihat khawatir. " Kau tidak apa-apa Naruto". ujarnya memastikan dengan memperhatikan bocah pirang.
"Hn, hanya sedikit berdenging ditelingaku". lontarnya, Naruto mencabut katananya dibelakang punggung. Iris saphirenya menatap lurus kearah musuh. "Kalian sungguhan mengajakku menari,Heh!". pungkasnya dengan merapal segel sebelah tangan.
Shunshin no Jutsu
Sringg!!
Kilatan putih menghilang dan muncul kembali diatas Tim Genin Otokagure dengan memberikan hantaman keras, menyerang telak tubuh ketiga Genin..
Duakkk!!! Duakkk!!!! Duakkk!!
Ketiga Genin Oto itu terpantal keras akibat serangan yang mendadak tanpa diketahui ketiganya, terhempas ke segala arah. Beberapa pohon hancur efek benturan dengan tubuh mereka, mereka tergeletak bergelimpangan diatas tanah.
"Ugh..c-cepat s-sekali s-serangannya, b-bahkan a-aku t-tidak b-bisa m-melihatnya". lengkuhan rasa sakit yang dirasakan sosok yang terlihat mirip landak.
"K-kau benar D-Dosu, sekali pukul saja dampaknya tidak bisa dibayangkan". gumam lemah Zaku merasakan tubuhnya remuk redam.
"Hn, kenapa kalian semua suka tiduran diatas tanah, bukankah tadi ingin mengajakku menari!!!".
Ketiga Genin Oto menolehkan kepalanya ke sumber suara, nada meremehkan jelas terdengar. Sosok bocah bersurai pirang dengan posisi terbalik seperti menggantung diatas dahan pohon, bersedekap tangan menggenggam katana putih. Sedangkan diatasnya dahan dua rekannya berada.
"Brengsekk kau, kami akan membalasmu!!". nada geram sang Kunoichi bersurai hitam mengepalkan tangannya.
Naruto malah menyeringai mendengar lontaran keras sang Kunoichi bersurai hitam, Sasuke yang berada diatasnya hanya diam, begitu juga dengan Sakura.
"Hn, aku tunggu seranganmu, jangan buat aku kecewa!". nadanya seakan menantang, Naruto semakin memprovokasi trio Oto.
"Sialan kau brengsrekk!!, rasakan ini!!". Kin Tsuci melemparkan senbon-senbonnya kearah Tim 7, melesatkan dalam jumlah banyak.
Kage Senbon no Jutsu
Syuttt...syuttt...syuttt!!!
Melihat banyaknya senbon yang bertebaran di udara dengan melesat cepat, Naruto mengayunkan Katana keperakannya, Sasuke mengeratkan kedua genggaman gagang kunai. "Cih, serangan yang menyedihan". gumam bocah Uchiha siap menangkis serangan.
Trankk..trankk...trankk..trankk!!!
Naruto menebas-nebaskan katananya secara menyilang, menangkis semua senbon. Suara dentingan logam terdengar, begitu juga dengan Sasuke mengayunkan kedua kunainya secara bersamaan.
Trankkk..trankk..trankkk!!
Iris shapire Naruto menyipit menatap salah satu senbon yang terlihat berbeda, ada sebuah lonceng kecil menggantung. Seakan tau, segera menutup kedua telinganya. "Tutupi telinga kalian!!". lontar keras Naruto, memperingatkan kedua rekannya.
Nginggg!!!
Suara keras terdengar nyaring, Naruto dan Sasuke sudah menutupi kedua kupingnya dengan tangan, tapi tidak dengan Sakura tubuhnya oleng nyaris jatuh kebawah permukaan tanah.
Tappp!!
Tangan berlapis sarung tangan hitam menangkap tubuh Sakura, Naruto segera menariknya keatas dahan pohon. Oniks Sasuke menyipit, "Apa dia terkena Genjutsu suara tadi, Dobe?". ujarnya.
"Hn, tampaknya dia telat menutup telinganya". komentar Naruto dengan melepas segel Genjutsu. Tak berapa lama gadis pingki pun tersadar.
"Naruto, Sasuke". gumam lirih Sakura
"Hn". ambigu Sasuke, sedang Naruto menganggukan kepalanya.
Kyomeisen
Ngiiiingg!!! Wushh!!!
Ledakan gelombang suara meluncur ke arah Tim 7, namun kilatan hijau menghilang berserta kedua rekannya, ketika serangan melesat dan hanya mengenai pohon saja.
Blarrrrrrrr!!!
Dosu terlihat syok targetnya menghilang tanpa bekas, matanya membelalak hanya pohon hancur saja yang dilihatnya. Kilatan hijau muncul disampingnya dengan sabetan katana...
Sring!!!
jrashhhh!! brukk!!
"Argghhh!!".
Dosu menjerit keras ketika lengan kirinya terputus, tertebas benda tajam hingga menggelepar diatas tanah. Kedua rekannya kaget bukan main mendapati Dosu berlumuran darah segar.
"Dosu!!".
Duakkk!!!
Bayangan hitam menendang keras tubuh Zaku, bocah Oto tersebut tersungkur diatas tanah akibat serangan mendadak. Sasuke sang pelaku menapak kakinya dipermukaan tanah, berjalan kearah Zaku.
"Katakan siapa yang menyuruh kalian!". gertak dingin Sasuke, oniksnya seakan menindas.
Dengan mengusap darah dimulut, Zaku menatap nyalang bocah Uchiha. "Ughh..persetan denganmu Uchiha!, sampai kapanpun tidak akan pernah kukatakan!!". lontar keras Zaku dengan mengarahkan telapak tangannya kearah Sasuke.
Zankuha
Swuing!!! Wushh!!
Blarrrrr!!!
Klak!!
Seonggok batang pohon hancur akibat terkena gelombang suara, serangan tersebut tidak mengenai target. Rupanya bocah Uchiha itu menggunakan kawarimi, Zaku berusaha mendirikan tubuhnya namun sesuatu menembus jantungnya...
Chidori Eiso
Ctrett...zipppp...zippp!!!
Srattt!! Crashh!!
"Arghhhh!!".
Sinar laser biru panjang menusuknya dari arah belakang, lalu menyilang secara horisontal. Zaku kembali tersungkur di atas ditanah dengan tubuhnya terbelah menjadi dua, mati secara mengenaskan.
"Cih, serangga yang lemah". gumam Sasuke dengan menyudahi jutsunya.
Mata Kin Tsuci melotot lebar kedua rekannya telah tumbang, terlebih melihat Zaku. "Zaku!, Keparat kalian!!, aku akan membunuh kalian sebagai balasan!!". teriak murka kunoichi tersebut dengan menatap nyalang.
"Zaku!!". lantang Dosu yang sudah berdiri dengan tubuh lunglai, menoleh kembali kearah Naruto menatapnya tajam. "Aku juga akan membunuhmu..Sialan!!". menggerakan satu tangannya yang masih utuh. Lengan kanan yang terdapat gelang penuh lubang mengeluarkan gelombang suara dalam jumlah besar.
Dai Kyomeisen
Ngiiiingggg!!!!
Wushhhh!!!!
Iris saphire Naruto menyipit akibat angin yang ditimbulkan gelombang suara, bibirnya menyeringai tipis. "Percuma sekeras apapun usahamu, namun_". Naruto menjeda kalimatnya. jentikan jari akhir dari segalanya bagi Dosu Kinuta...
Raifuu Kyuuin Jikukan
Crettt!!! Srepppp!!!!!
Pusaran angin berpercikan petir hijau muncul di depan Naruto, dalam hitungan detik menghisap gelombang suara tanpa sisa. "Kecoa mati pada akhirnya dengan bunuh diri..fufufu!". sambung ucapannya kembali. Dengan jentikan jari pula muncul pusaran angin berpercikan petir diatas Dosu, memuntahkan kembali gelombang suara.
Wusshhh!!! Nginggg!!
Duaaaarrrrrr!!!!
Ledakan keras terjadi, Dosu mati dengan cara mengenaskan tubuhnya hancur lebur oleh jutsunya sendiri. Ceceran daging berhamburan dipenuhi darah merah kental, membuat yang melihatnya pasti akan memuntahkan isi perut.
Walau sedang bertarung dengan Sakura, Kin melirikan matanya sesaat setelah mendengar ledakan besar, raut wajahnya tampak pucat pasi. "Dosu!!". teriaknya lantang ingin menjangkau ke tempatnya, namun ia lupa kalau sedang bertarung.
Sakura mengepalkan tinjunya, melayangkan pukulan ke arah Kin Tsuci. "Mau kemana jalang, lawanmu disini!!". Sakura meloncat kearah lawan penuh chakra.
"Shannaro!!".
Duakkkk!! Blarrr!!
Pohon hancur bertumbangan oleh pukulan monster Sakura, ternyata Kin meloncat kebelakang untuk menghindar. Dengan masih mengatur nafasnya yang memburu, Kin Tsuci kembali melompat dan siap menghujamkan senbon penuh amarah, terlebih ia tidak terima atas kematian kedua rekannya.
"Kalau pun kedua temanku mati, kau pun harus mati..gadis sialan!!". luapan emosi berkilat dimata Kin Tsuci.
Wushhh!!!
Trangg!!!
Sakura menepis senbon dengan kunai keperakan yang ia ambil dari tas kecil dibelakang pinggang. Di tangan Kin Tsuci, senbon muncul kembali mengayunkan ke bahu Sakura...
Sratttt!!! Trangg!!
tangan mungil dengan kunai keperakan digenggaman, menyilang ke atas udara menangkis kembali senbon. Sakura melirik sekilas ke pangkal senbon terdapat bel kecil tergantung, seakan tau fungsi bel tersebut Sakura lantas melompat untuk menghindar...
"Hahaha...ternyata matamu jeli juga". tawa sinis Kin dengan merapal segel tangan.
Genjutsu no Kage Senbon
Ngingggg!!!!! Wushhh!!!
Sebagai tindakan, sebelumnya Sakura sudah menyumpal kedua lubang telinganya dengan percaan perban kecil. Ledakan gelombang suara hampir menjangkau Sakura, sebagai antisipasi Sakura mengalirkan chakranya kebilah kunai keperakan.
Hien
Slashhh!!! Syuuttt!!
Kunai keperakan sudah diselimuti chakra biru, lantas Sakura melemparkannya kearah Kin, memecahkan gelombang suara. Tentu gelombang suara juga berasal dari chakra, maka chakra pula yang mampu melawannya.
wushh!!! jlebbb!!
"Arghhh!!!". Teriakan keras menandakan kesakitan, dada kiri Kin tertembus kunai chakra yang dilesatkan Sakura.
Naruto yang memperhatikan Sakura bertarung bibirnya tersenyum tipis. 'Rupanya dia semakin mahir menggunakannya, perkembangan tingkatnya mulai ada kemajuan. Gadis yang menarik'. Benak bocah pirang mengomentari. Kunai keperakan dipunyai Sakura adalah pemberian Naruto saat misi di Nami no Kuni.
Tak memberikan kesempatan lawan, Sakura melesatkan pukulan monsternya yang penuh chakra. "Kau pikir aku akan terkena lagi Genjutsu sialanmu!!, tapi saat ini aku yang akan mengalahkanmu..jalang!!". Sakura melompat kearah Kin Tsuci yang tengah bangkit, tertunduk memegangi bahunya.
"Shannaro!!".
Duaggghhh!!! Blaaarrrrrr!!!
Kawah kecil tercipta dengan retakan dipermukaan tanah, asap debu mengepul ditengahnya sosok tubuh Kunoichi Otogakure tergelatak, mati akibat pukulan monster Sakura.
Sasuke mendekat kearah Naruto dengan membawa bendera berwarna hijau, yang diambilnya dari Zaku. "Hn, hari telah menjelang sore. Apa masih kita terus melanjutkan?". gumam datar bocah Uchiha.
"Nanti saja kita pikirkan, menara pusat masih jauh". ujar Naruto menatap rekan gadis pingki yang tampak telah mengakhiri pertarungannya.
"Itu harus Naruto, sebentar lagi hari terang menjadi gelap. Itu sangat beresiko jika melakukan perjalanan ditengah hutan yang gelap". lontar Sakura menyampaikan pendapat.
"Terlebih para peserta lain juga pasti beristirahat, sia-sia saja kalau pun kita tidak menemukan bendera yang lainnya". imbuh Sakura langsung.
"Hn, wajar karena malam hari mereka tidak akan melakukan pergerakan". ujar datar Sasuke.
bibir tipis bocah pirang menyeringai, membuat kedua rekannya bingung sesaat. "Hn, itu menurut pendapat kalian...dalam hitungan beberapa jam dimulai dari sekarang, akan ada suatu hal yang menarik terjadi". pungkas Naruto meloncat keatas dahan pohon guna meneruskan perjalanannya.
tampak kebingungan diraut wajah Sasuke dan Sakura, mereka tidak paham apa yang dimaksud Naruto. Mereka berdua pun meloncat kearah dahan pohon, mengikuti laju bocah Uzumaki.
'Informasi apa yang kau dapatkan dari sensorikmu Dobe, setelah kau mengobservasi seluruh Shinobi yang ada dihutan kematian ini. Tampaknya hal besar..jika kau sudah memperingatkan. Aku harus berhati-hati'. Batin Sasuke menerka, iris Oniknya menatap punggung bocah pirang dari belakang.
~00000~
Senja hari menjelang petang matahari mulai tenggelam, tampak langit Konoha dihiasi rona jingga yang menjalar keseluruh angkasa, menambah kesan teramat indah untuk tidak dilewatkan. Begitu juga dengan dua sosok berbeda usia yang tengah berdiri diatas bukit Hokage.
"Apa ada yang ingin anda bicarakan Sandaime-sama?". tanya Jounin bermasker, menutup buku bersampul orange lantas menyimpannya di tas kecil ninjanya.
hembusan asap cerutu mengepul diudara terbawa angin senja, kakek tua terbalut jubah berwarna putih menyipitkan matanya akan silau warna jingga dilangit. "Beberapa hal yang mungkin akan membuatmu sedikit jantungan mendadak, Kakashi". ujarnya lekas
Membuat Jounin bermasker mengurut keningnya. "Sesuatu hal". pungkasnya penuh tanya akan rasa kebingungan.
Dari balik jubah putihnya yang dikenakan, Hiruzen mengeluarkan sebuah gulungan. "Seminggu yang lalu ada seorang utusan Shinobi Kirigakure dengan membawa dua gulungan, mereka mengajak pihak Konoha untuk beraliansi, menjalin kerjasama baru dengan Konoha".
"Bukankah mereka sedang terlibat perang saudara". potong Kakashi cepat.
"Aku belum selesai, Kakashi!". lontar si kakek tua, suaranya agak ditinggikan membuat Kakashi menciut. "Dua gulungan itu berisi informasi alasan kenapa mereka mau menjalin kerjasama. Dua gulungan itu berisi informasi yang berbeda, aku mengambil gulungan yang satu ini disaat yang tepat ketika mereka baru sampai di Konoha, bahkan Minato pun tidak tau. Entah mengapa disaat membaca gulungan ini aku merasa bangga dan juga rasa khawatir dalam bersamaan". Hiruzen melamparkan gulungannya kearah Kakashi.
"Dan kurasa kau juga perlu tahu, karena kau sebagai orang yang tepat untuk membimbingnya". ungkap Hiruzen.
Mata Kakashi tampak melotot membaca gulungan baris demi baris. "N-Naruto". gumamnya lirih, semakin kebawah semakin membulat sempurna mata Kakashi, tentu dibarengi dengan rasa syok yang luar biasa. "I-ini t-tidak m-mungkin S-Sandaime-sama, k-kalau Naruto sekuat itu, mustahil jika..". komentar Kakashi dengan tergagu, menutup kembali gulungan. Omongannya terpotong oleh kakek tua.
"Tadinya aku juga akan menyangkal hal itu, Kakashi. Tapi itu adalah kenyataan, disaat umurnya yang masih muda Naruto-kun mampu mencapai level tertinggi dalam sejarah dunia Shinobi. Bahkan tidak ada Shinobi Konoha yang mampu melakukan hal itu disaat umurnya masih terbilang bocah". pungkas Sandaime Hiruzen.
"Mengalahkan seorang Kage yang juga seorang Jinchuuriki dan juga melawan Bijuu seorang diri, lalu bertarung dengan pria bertopeng yang juga dalang dari serangan Kyuubi 12 tahun yang lalu. Dan menjadi seorang pahlawan di desa Kirigakure..itu sungguh sangat-sangat mustahil, sangat sulit dipercaya". ungkap Jounin bermasker menggeleng-gelengkan kepalanya, masih merasakan rasa tak percayanya.
"Hahaha..Itu belum seberapa Kakashi, masih banyak rahasia yang belum terkuak tentang Naruto-kun. Bocah nakal itu banyak menyembunyikan kemampuannya, bahkan aku sendiri pun tidak mampu untuk menjabarkannya. Padahal aku sendiri yang telah mengasuhnya semenjak dia lahir". terang Hiruzen terkekeh, menertawakan dirinya sendiri.
"Ya memang begitulah Sandaime-sama, Naruto memanglah bocah penuh bakat. Yang aku takutkan adalah kalau ia salah jalan, terlebih anda tau sendiri sikap dan sifatnya seperti apa. Selalu kritis pemikirannya yang cenderung berbuat lebih dan sangat susah untuk ditebak". komentar Kakashi.
mata Hiruzen menerawang ke langit senja, bibirnya sibuk dengan ritual asap nikotinnya. "Untuk itulah aku menyuruhmu kesini Kakashi, aku memintamu bukan tidak ada alasan. Selalu ada pagi hari tentu ada pula saatnya menjelang senja hari, begitulah siklus didunia ini, dan begitu pula dengan umur manusia". Sandaime menjeda kalimatnya membuat Kakashi tertegun sesaat.
"Aku merasa umurku sudah sangat tua ya kan Kakashi...hahaha". Hiruzen masih sempat-sempatnya terkekeh. "Masih banyak hal yang ingin aku curahkan untuk Naruto-kun, tapi semua itu tidaklah mungkin. Aku mesti membutuhkan orang lain guna membimbing dan selalu menuntun ke arah jalan hidupnya, maupun jalan dunia Shinobinya. Kau adalah sosok yang tepat untuk itu, kehidupan masa lalumu pun sama tapi berbeda dalam arti sebuah keyakinan". imbuh Hiruzen.
"A-Aku tidak akan membantahnya kalau soal itu Sandaime-sama. Namun Naruto tetaplah Naruto yang mempunyai jalan tersendiri untuk menyikapi sebuah arti hidup". ujar Kakashi
"Tapi kalau itu untuk murid-muridku akan aku lakukan yang terbaik, sebagai tanggung jawab karena aku adalah Sensei mereka. Bukan hanya Naruto tapi semua yang ada di Tim 7". lanjut Kakashi kembali.
"Mungkin ucapanmu itu benar, namun perlu kau ketahui kau sudah mengenal lebih tentang Naruto, bahkan semenjak bocah nakal itu belum dilahirkan. Kau juga yang menjaga Khusina saat hamil dulu, tentu kau mempunyai pertimbangan tersendiri". pungkas Sandaime.
"Itu hanya soal waktu saja yang bisa menjawab Sandaime-sama, aku tidak memungkiri akan hal itu. Ucapan anda seperti sebuah amanah...entah mengapa aku merasa tidak akan mampu dan yakin. Namun akan aku lakukan sebisaku, selama nafasku masih berhembus". tutur terang Kakashi.
"Hahaha..aku yakin kau pasti mampu Kakashi, yakinlah pada dirimu sendiri!". lontar Hiruzen terkekeh, membuat Kakashi menggarukan kepalanya akan tingkah kakek tua.
Langit desa Konoha mulai menggelap, hari sudah malam tampaknya mereka berdua masih belum beranjak. Terlalu asyik membahas segala macam hal mulai dari Tim 7, ujian Chunin hingga masalah keamanan desa.
~00000~
Dibawah antara pohon-pohon besar lebih tepatnya diantara akar-akar pohon, Tim 7 tengah beristirahat. Dua orang bocah berbeda surai tengah duduk bersandar pada batang pohon, tampak juga seorang gadis bersurai merah muda tengah tertidur pulas meringkuk memeluk lututnya.
Hanya suara jangkrik dan binatang liar yang menemani kedua Genin tersebut. Gelap dan sunyi begitulah suasana malam dihutan kematian, api unggun kecil menjadi sumber kehangatan akan dinginnya malam. Disekitar Naruto tampak beberapa bungkus cup ramen bekas, pertanda ia telah menghabiskan semua bekal makanannya.
si bocah Uchiha juga memegang buah tomat segar yang bagian atasnya sudah setengah dimakan. "Hn, kau membuat api unggun bukankah itu akan mengundang perhatian musuh datang kemari, Dobe". ujarnya lekas dengan menghabiskan sisa buah segarnya.
alis Naruto mengernyit, mendengar ulasan Sasuke. "Itulah tujuanku". jawab Naruto singkat menyengir dibibir tipisnya.
Kepala pantat ayam menggeleng-geleng akan kelakuan sahabat pirangnya. "Lantas kalau musuh datang kemari dan kau akan memenggal kepala mereka". timpal Sasuke, sudah mengetahui tabiat teman pirangnya yang tidak pernah berubah.
"Hn, begitulah..hahaha". tawa Naruto terkekeh, iris shapirenya menyipit.
"Hn, sedari sore padahal banyak tempat untuk beristirahat yang kita lalui, kenapa malah memilih tempat ini?, lalu apa ada hubungannya dengan perkataanmu sebelumnya?". Sasuke mengemukakan rasa penasarannya yang ditahan, semenjak habis pertarungannya dengan Trio Otokagure.
"Hn, Aku yakin sensorikmu pasti menjangkau keanehan chakra tiap peserta ujian Chunin dihutan ini, bahkan jauh diluaran desa Konoha". imbuh Sasuke lagi.
Sontak Naruto terdiam sesaat, raut mukanya berubah serius. "Hn, tampaknya kau menyadarinya..Heh pantat ayam!. Memang dari seluruh hutan kematian ini adalah titik temu, terlebih dari sekian banyak peserta ada tiga chakra yang tampak tidak normal, untuk dua orang bisa dipastikan mereka Jinchuuriki. Nah chakra yang satunya lagi tak perlu kau pertanyakan". ungkap Naruto membuat mata Sasuke membulat.
"Pasti ada suatu alasan, mengapa dia bisa menyusup diantara peserta ujian Chunin..Dan aku menunggu untuk itu..fufufu". sambung Naruto dengan tawa misterius.
sesaat Sasuke memang terperangah dengan penjelasan Naruto. "Hn, kau tidak bercandakan, Dobe". ujarnya lekas.
"Memang apa aku pernah membual". tukas Naruto, menarik katana peraknya yang berada dibalik punggung. Tentu Sasuke tau dengan maksud katana diloloskan dari sarungnya.
"Memburu tikus lagi, sepertinya straregimu tepat..Heh". gumam Sasuke.
"Hn". pungkas Naruto ambigu disertai tubuhnya menghilang dengan kilatan hijau.
"Cih, sialan kau Dobe, bersenang-senang sendiri". umpat Sasuke, mau tak mau ia pun mengikuti Naruto dengan cara Shunshin terbakar api.
Rerimbunan pohon menjadi tempat yang sempurna untuk berkamuflase, kalau di lihat dengan teliti ada beberapa Shinobi bertengker diatas dahan pohon.
"Apa mereka tidak mengetahui kita Taicho?". ujar sosok shinobi bertopeng putih polos.
"Mereka belum menyadarinya, mungkin_". ucapan ketuanya terpotong, ketika kilatan hijau muncul didepannya dan menghantam keras tubuh tersebut.
Sringg!!
Duaggghhh!! Blarrrr!!
Tubuh ketua gerombolan tersebut terhempas kebelakang, terpental kebawah dan membentur permukaan tanah. Tentu semua anak buahnya terkejut akan kejadian serangan mendadak, mata mereka dibalik topeng polos memandang sekitar bersiaga penuh..
"Apa yang terjadi?". gumam salah satu sosok bertopeng polos.
"Entahlah, waspada saja!". lontar yang lainnya.
Sring!!!
Jrash..jrashhh..jrashh!!!
"Arrrrggghhhhh!!!".
brukk..brukk!!
Dari atas pohon beberapa tubuh dan kepala manusia berjatuhan dari atas pohon, kilatan hijau muncul kembali dengan teriakan lolongan kesakitan manusia. Bahwa rekan mereka telah tewas dengan cara mengenaskan, mati oleh serangan misterius. Suasana yang tadi hening kini lebih lebih hening nan senyap, serangan tersebut menjadi teror kematian untuk mereka.
Sringg!!!
jrashh..jrashhh!!!
"Arrggghhh!!!".
brukkk!! brukkk!!
kembali beberapa tubuh dan kepala berjatuhan dari atas pohon, mayat-mayat bergelimpangan dipermukaan tanah. Suasana malam hari yang gelap menjadi sempurna, mendukung untuk melancarkan serangan misterius.
"Hn, rupanya kalian tidak ada jeranya juga!!!". lontar keras dari arah sebrang atas pohon.
Mata mereka membulat dibalik topeng, menolehkan kepala memandang sosok pirang dalam kegelapan, ya itu adalah sosok sang target mereka dalam misi.
"Naruto Uzumaki, atas perintah Danzo-sama. Kami akan menangkapmu dan Uchiha Sasuke, terpaksa kami menggunakan kekerasan jika kau menolak!!". lantang keras Ketua Anbu Ne.
pofftt!!
Sosok bersurai raven muncul didekat Naruto yang langsung menyela suaranya. "Hn, aku bosan dengan pernyataan kalian setiap kalian ingin menangkap kami. Bilang pada si luwak tua itu, kami butuh hiburan lebih!!".
"Ne..mereka juga membawa kecoa-kecoa yang payah 3 kali lipat dari yang seperti biasanya". timpal Naruto.
"Hn". ambigu Sasuke menatap tajam gerombolan Anbu Ne yang berjumlah 50 orang lebih.
"Hn, baguslah untuk menari biar tambah semarak...fufufufu!!". jiwa liar Naruto kembali mendidih, semangat akan rasa haus darah berkobar. Pegangan gagang katana kini ia eratkan, katana yang sudah berlumuran darah. Meloncat kearah gerombolan Anbu Ne disertai kilatan hijau.
Raifuu Jikukan
Sringgg!!!!
Sasuke tak mau ketinggalan dari rival pirangnya, dengan dua kunai dalam genggaman ia pun melompat kebawah menerjang gerombolan Anbu Ne..
Wushhh!!
Trangg!!! Trangg!!!
Suara dentingan logam terdengar keras antara kunai dan tanto beradu. Sasuke semakin agresif, rasa bertarungnya berkobar sama seperti rekan pirangnya. Dengan lompatan rapat-rapat kaki Sasuke menjaga jarak, mengatur pergerakan kaki untuk bertarung. Dua kunai ia tebaskan menyilang...
Syatttt..syattt!!
crassshhh..crashh!!!
"Aaaarrggghhh!!".
Empat orang langsung terkapar bersimbah darah diatas tanah, Dua kunai ia belokan arah lajurnya ketika sebuah tanto menyerangnya dari arah belakang, melompat keatas seakan melakukan gerakan salto dan melempar dua kunai sembarang arah...
Syutt!! stabb..stabbb!!
Sratttt!!!
Sekali sentakan pada kawat baja yang sudah terhubung dengan kunai, lompatannya semakin meninggi keatas udara disertai rapalan segel sebelah tangan dan menyemburkan jutsunya kearah tali baja...
Katon Ryuuka no Jutsu
Wurshhh!!! Slarrpp!!!
Api besar merambat melalui kawat baja, sebelumnya kawat baja itu sudah ditengah diantara para gerombolan Anbu Ne. Api semakin merambat cepat melalui kawat dan selanjutnya...
Blaaaarrrrrr!!!!
"Aaaarrrrggghhh!!!".
kobaran api membakar hebat para Anbu Ne, semakin berkobar menghanguskan tubuh lawan. Kilatan hijau menyambar para Anbu Ne diatas kepala mereka, sekali sabetan tubuh para Anbu Ne merasakan sakit yang luar biasa...
Sring!!!
Jrasshh..jrashhh!!!
"Aaarrrrggghhh!!!".
Tubuh-tubuh baru bergelimpangan diatas tanah, badan mereka tampak tidak jelas terpotong-potong katana tajam yang semakin tajam dengan di aliri elemen Fuuton. "Fufufu..menarilah para kecoa, aku tunggu serangan menyedihkan kalian!". tawa riang haus darah terdengar meremehkan mereka...
Doton Doryou Dango
Fuuton Reppushou
Krakkkk..Krakkk!!! Slashh!!
Wushhh!!!
Dua serangan jutsu berbeda elemen melesat ke arah Naruto, bola tanah dan dua belati angin meluncur diatas udara. Iris biru melirik sekilas kearah samping dimana datangnya serangan. " Hn, masih saja mengenaskan..serius lah kalau kalian ingin menyerang!". bibir tipis menyeringai, menganggap serangan bukanlah apa-apa.
memutar tubuh dengan mengangkat katana perak lebih tinggi siap menebaskan dengan menyilang...
Shiroi no Ken Shogai Gaeshi
Sreppp!!!
bilah katana perak berubah warna menjadi biru, Naruto melapisinya dengan chakra biru, lantas menyabetkan katananya kearah serangan jutsu lawan..
Syaattt!!!
Wushh slashh!!
Duaaaaarrrrrrr!!!
Katana keperakan bercakhra biru membelah bola tanah dan menepis serangan belati angin hingga ledakan keras terjadi diatas udara, Naruto semakin menyeringai melihat reaksi para Anbu Ne. Tangan yang masih terbebas dari gagang katana segera merapal segel sebelah tangan...
Fuuton Renkuudan no Jutsu
Wurshh!!!
Syuttttt!!! Wushhh!!!
Bola-bola angin besar didalamnya berisi belati-belati angin atau bola angin bersayat muncul di depan telapak tangan Naruto, melesat dengan cepat kearah kawanan para Anbu Ne, meluncur bagaikan kecepatan suara melintas di udara...
Duuaaaarrrrr!!! Duaaarrrrrr!!!
crashh!!! crashh!!!
Serangan Naruto menghantam tepat kawanan para Anbu Ne, ledakan-ledakan keras terjadi diudara hingga menimbulkan hembusan angin bersayat tajam, bahkan pohon-pohon sekitarnya bertumbangan akibat hembusan angin tajam. Tubuh mereka hancur lebur dengan terpotong-potong. Darah kental kembali membasahi permukaan bumi.
mata Naruto mengkilat tajam, masih banyak sisa para Anbu Ne. "Hn, hasilnya belum memuaskan". komentarnya menyeringai.
Sabaku Soso
Wushh..pyurr..Blarrr!!!
muncul serangan pasir menghantam para Anbu Ne dari balik rerimbunan pohon, serangan pasir langsung menewaskan mereka dalam sekejap. Naruto maupun Sasuke hanya menyipitkan matanya, akan kedatangan sosok pengganggu rasa senangnya.
"Hn, tampaknya semakin menarik saja Dobe". gumam datar Sasuke.
"Sama saja, tidak akan membawa pengaruh apapun". komentar Naruto sesaat, masih menunggu sosok yang belum muncul juga. 'Tampaknya kau masih malu-malu juga, belum menampakan dirimu ular busuk..percuma saja bersembunyi dariku'. Pikir Naruto dengan menyeringai sadis.
BERSAMBUNG
Thanks to:
Awy77 Andrian, Fitriana Sumbawati, AKANO EIJI, th0822626, Tegar 1, galdot, Vhazer Gremory, Yadi, The Dark King Rises, nick name, Firman597, adam muhammad 980, Kokonoe201, FhiengkyePsycho, Irfai1891, YAMI M MH, muhammad khoirudin66, Annur Azure Fang, dhyan an, Neko-one, Dark-Night-404, Abu Amar Al ma'rufs, Naruto no Ramen, LordOfVermilion, edyhahodobe, Loray 29 alus, Uzumaki's Naruto'Cchi, Muhammad Kamil, Ashuraindra64, Yudi wisesa, Aoki D Hagane, Ayo3sunny, Arinasution5, and anymore...
Author Note:
Yooooo..kembali lagi dengan menyapa and menghibur para Reader-san!!!, semoga baik and sehat selalu dalam lindungan Allah swt...
Untuk para-Reader-san yang belum mengetahui tentang Sharingan Naruto lebih baik baca dari chapter awal, maka anda semua akan mengetahui siapa saja yang tau...dan alurnya juga agak-agak meresap gimana gituu...hahaha :V
Tunggu saja pertarungan final ujian Chunin..gw udah nyetting yang lebih seru, antara siapa melawan siapa ...supriselah...hahahaha
kekuatan Naruto sedikit demi sedikit mulai unjuk gigi broo...tidak seperti di cannon yang tiap musuh baru pasti Naruto akan berlatih jutsu baru..dan ane sendiri kecewa.
terima kasih yang sudah mengoreksi alur percakapannya, hahaha...maaf memang Author hanya bisa membuat bahasa dan tulisan baku..hahaha maklum aja Author bukan seorang punjangga atau pun anak yang doyan karya sastra.
Terima kasih yang udah membaca karya sampah ane, ffn yang penuh ceritanya gaje, ancur berantakan. Semoga menghibur anda semua para Reader-san.
Follow and Fav bagi yang belom...hahaha promisi dikit :V, jangan lupa tinggalkan jejak.
See next chapter...
