OTP by AMEUMA

Disclaimer Tadatoshi Fujimaki

Request for SkipperChen

Kalah

-Midorima x Akashi drabble-

Midorima dan Akashi, sama-sama pintar, sama-sama di klub basket, sama-sama dere-tapi yang satu tsundere, yang satu yandere.

Semua orang akan menyangka mereka adalah teman baik. Atau bukan.

Mereka akan terlihat berjalan bersama dan atau mengobrol. Tapi, sebenarnya, di waktu luang, Midorima dan Akashi akan bertanding shogi dan kemudian akan dimenangkan oleh Akashi-tentunya.

"Akashi," panggil Midorima, ketika mereka selesai melakukan pertandingan shogi di suatu ruangan.

Akashi yang sedang membereskan barangnya, hendak pulang, menengok kearah Midorima.

"Ada apa, Shintarou?" tanya Akashi sambil mengambil tasnya untuk diselempangkan.

Satu gerakan membuat Akashi tersudut di ruangan tersebut. Dan membuat Midorima melakukan kabe-don.

"Shintarou?"

"Suatu saat aku pasti akan mengalahkanmu-nodayo," ucap Midorima, arogan.

Bisa juga dia berbicara seperti itu pada Akashi. Mungkin Midorima sudah lelah kalah-terus-dalam permainan shogi.

"Coba saja kalau kau bisa, Shintarou."

Akashi mendongakkan wajahnya, memandang lurus pada sang surai hijau yang lebih tinggi darinya.

Saling bertemu pandang, membuat Midorima makin mencondongkan badannya. Kinerja otak dan badan sudah tak sejalur. Mungkin saat ini adalah 'suatu saat' yang dimaksud untuk mengalahkan Akashi.

Beberapa senti lagi saja, Midorima akan menyentuh bibir sang surai merah. Lalu ia mengecupnya pelan.

"Aku menang-nodayo," ucap Midorima. Ia tersenyum puas.

Akashi tersenyum meremehkan.

"Bukannya kau kalah, Shintarou?"

Akashi melipat tangannya di dada, mereka masih saling pandang.

Alis Midorima terangkat sebelah, tak mengerti.

"Tidak, Akashi. Aku menang-nanodayo," ucap Midorima teguh.

Akashi mendengus. Lama kelamaan posisi kabe-don itu membuat lehernya sakit. Terus mendongak melihat kearah Midorima, tentu saja membuat lehernya pegal.

Ia pun mendorong pelan dada Midorima, membuat lelaki itu mundur dan membuka akses jalan untuk Akashi.

"Kau kalah karena kau yang menciumku," ucap Akashi.

Sejak kapan mereka membuat aturan 'yang mencium duluan, yang kalah'? Atau mungkin Akashi kebanyakan membaca manga atau menonton drama? Mungkin saja.

"Sejak kapan ada aturan seperti itu-nodayo," Midorima membenarkan kacamatanya dan mendekati sang sosok merah, tak terima atas pernyataan kaptennya tersebut.

"Sejak hari ini," ucap Akashi tersenyum-atau menyeringai, yang membuat Midorima tak bisa berkata apa-apa lagi.

Perintahnya adalah absolut, Midorima tahu itu. Midorima ikut alur saja, kemana Akashi akan membawanya.

Sosok itu pun keluar dari ruangan tersebut dan meninggalkan Midorima dalam ruangan. Ketika ia berada diluar ruangan tersebut, ia berbalik menatap sang shooter.

"Pulang bersama, Shintarou."

Apa itu sebuah tawaran?

Midorima tersenyum.

"Kau kalah, Akashi. Kau mengajak aku pulang duluan-nodayo," lalu seulas lengkungan tersungging pada bibir Midorima.

"Ini perintah, Shintarou. Bukan ajakan."

"Dan kau tahu, perintahku absolut," lanjut Akashi arogan.

Midorima mendengus, tapi senyuman masih belum bisa terhapus dari wajahnya.

"Suatu saat aku akan mengalahkanmu, Akashi," gumam Midorima.

"Aku bisa mendengarmu, Shintarou."

::::