Urban Legend

Wristband

From Korea

.

VIXX's Ken

.::.

.

.

Ken mengangguk perlahan.

Namja bernama asli Lee Jaehwan menatap pada layar handphone-nya. Tadinya ia iseng untuk mencari tahu tentang rumah sakit dimana ia berkerja sekarang sebagai perawat, sudah sekitar tiga bulan. Tetapi ia malah mengetahui tentang seluk beluk rumah sakit.

Well, ini kali pertamanya bekerja menjadi perawat. Ia belum terlalu mengetahui tentang hukum di rumah sakit.

Di Korea, terdapat peraturan yang berlaku di semua rumah sakit. Ketika pasien masih hidup, gelang berwarna putih diikatkan di lengan kanan mereka. Gelang itu berisi nama pasien serta informasi lainnya. Namun ketika pasien meninggal, gelang itu dilepas dan digantikan dengan sebuah gelang merah yang diikatkan di lengan kiri sebelum jenazahnya dibawa ke kamar mayat.

Kemudian Ken tersadar sesuatu. Dia harus segera pulang ke rumahnya. Maka, Ken memasukkan handphone-nya ke dalam saku celananya, kemudian menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya.

Jam dua dini hari.

Pantas saja ia merasa lelah. Apalagi dengan kegiatan yang begitu menyibukkan sejak tadi. Ah, Ken ingin segera pulang ke rumahnya kemudian memejamkan mata.

Ken berjalan di koridor, menuju lift. Ia baru sadar bahwa sekelilingnya sudah sangat sepi. Pasti banyak perawat yang sudah pulang. Teman baiknya, Hongbin, juga sudah pulang, tetapi sekitar tiga jam yang lalu. Biasanya mereka pulang bersama, karena rumah mereka satu arah.

Tetapi sekarang sendiri.

Ken sampai di depan lift, kemudian menekan tombol turun. Beberapa detik setelah itu pintu lift terbuka. Di dalamnya ada seorang wanita tua. Ken melangkah masuk dan tersenyum. Kemudian pintu lift menutup. Ken menekan tombol B1 untuk mengambil motornya.

Ken berdiri di samping wanita tua itu, yang tampaknya hendak turun ke basement juga.

Ken menatap pintu lift dan menunggu. Sampai ketika lift berhenti di basement, pintu terbuka. Saat Ken hendak melangkah keluar, ia melihat ada seorang laki-laki yang berdiri di depan pintu.

Tetapi...

Deg!

Wanita tua yang bersamanya hendak melangkah keluar tetapi Ken menariknya masuk. Dengan panik ia menekan tombol lantai lima dan pintu lift menutup.

"Hei, ada apa denganmu?"

Wanita tua itu tampak marah dengan apa yang Ken lakukan. Ken berusaha menenangkan dirinya seraya mengusapi dadanya.

"Hh... Anda beruntung karena saya tidak membiarkan Anda keluar... hh.." ujar Ken. Ia menatap wanita tua itu. "Anda tidak melihat, di tangan kiri pria tadi ada gelang merah?"

Wanita tua itu menatap Ken.

"Berarti dia sudah meninggal!" lanjutnya panik.

Ken sendiri begitu kaget ketika melihat gelang yang melingkar di tangan kiri laki-laki itu. Baru kali ini ia pulang larut, jadi mungkin memang ada penunggu rumah sakit ini dan Ken tidak tahu. Tetapi setidaknya dia sudah selamat sekarang.

"Gelang merah?" Wanita tua itu mengangkat tangan kirinya. "Maksudmu seperti ini?"

.

.

.

.

No basa basi

Maaf ya, buru-buru berangkat u,u

Mind to RnR?