Title : Please, Don't Leave Me Alone
Genre : Brothership and Family
Rating : Fiction K+
Cast : Kyuhyun, Super Junior member, Jungwon, Yoon Shi Yoon, Kim Bum, Lee Hong Ki, Onew, Song Jong Ki
Disclaimer : All them belong to themselves and GOD. I own only the plot.
Warning : Not YAOI. It's pure friendship, brothership, and complicated family relationship.
Summary : Aku akan selalu bersamamu!/ Ssst.. Tidurlah Kyu../ Kyu apa yang kau lakukan!/ Hyung, ada apa dengannya?!/ Hyung, Aku lelah.../ Aku harus ikut jadwal latihan menari besok!/ 2 MINGGU LAGI ITU PENAMPILAN TERAKHIRKU!
.
"Please, Don't Leave Me Alone" part 21
.
Kyuhyun POV
"Ada apa denganmu Kyu? Bisakah kau fokus dulu saat menari? Kau mengacaukan formasi yang lain.." Eunhyuk hyung berkata dengan tegas padaku.
"Mianhe hyung.. " jawabku singkat sambil memijit pelan kepalaku. Sakitnya benar – benar tidak tertahankan.
"Kau sakit?" Tanya Siwon hyung khawatir.
"Aku tidak apa – apa kok.. hanya sedikit pusing hyung.." Ucapku acuh tak acuh.
"Kalau begitu kita istirahat saja dulu" Siwon hyung memutuskan sepihak.
"Tidak hyung! Tidak usah.. Aku tidak apa – apa.. Ayo kita lanjutkan lagi.."
"Istirahat 10 menit. Tidak ada penolakan." Leeteuk hyung akhirnya mengakhiri semua perdebatan.
"Tapi hyung.." belum sempat aku memberikan pendapatku, Jae Won hyung membuka pintu dengan tergesa – gesa dan langsung menatapku dengan tatapan yang tidak bisa kujelaskan.
"Bisa ikut aku sebentar Kyu?" Tanyanya dengan wajah serius. Hal ini cukup membuatku untuk berhenti bernapas. Dengan langkah perlahan aku mendatangi Jae Won hyung. Ia pun membawaku ke tangga darurat. Selama 10 menit kami duduk di anak tangga dalam diam.
Aku hanya bisa menatapnya dengan setenang mungkin. Dengan segala tingkah lakunya sejak membuka pintu untuk mencariku, aku sudah dapat memperkirakan apa yang akan dikatakan oleh Jae Won hyung. Berkali – kali aku menatap matanya, tapi tidak sepatah kata pun ia keluarkan. Ia hanya menatapku dengan tatapan yang mengatakan 'kau tidak boleh pergi!'.
"Kyuhyun-ah…" Satu kata pertama yang ia keluarkan dengan suara bergetar.
"Hmm?" Aku tersenyum tipis dengan wajah yang kubuat setenang mungkin, "Aku benar – benar harus pergi hyung?" Aku langsung bertanya tepat pada pokok pembicaraan.
"Kyu.." Jae Won hyung sudah tidak bisa berkata apa – apa lagi.
"Bagaimana mungkin setelah semua kekacauan yang kubuat, SM masih tetap mempertahankanku.. Ini bagus kan hyung? Seluruh cara yang kupilih berjalan sesuai rencana.. Sekarang Super Junior akan aman dari ancaman yang diberikan Appa nya Siwon hyung.." Aku menghembuskan nafas berat yang sejak lama bersarang di paru – paru dan terus mendesak ingin keluar.
Aku menatap langit – langit menahan air mata yang menyelinap jatuh tanpa seizinku. Seluruh kenanganku bersama seluruh hyungku terus berputar di otakku.
"Aku tahu bahwa semua akan seperti ini.." air mata yang sejak tadi tertahankan akhirnya mengalir juga, "Tapi, kenapa tetap saja berat bagiku untuk meninggalkan hyung – hyung ku?" Aku menenggelamkan wajahku pada lengan yang kuletakkan diatas lututku.
"Kyuhyun – ah.. Aku benar – benar sudah berusaha semampuku untuk mempertahankanmu.." Jae Won hyung memelukku dengan erat.
"Aku takut hyung.. Aku takut sendirian.. Aku benar – benar tidak tahu harus ke mana setelah ini.. Aku takut.." Aku terus mengungkapkan seluruh ketakutanku dalam tangis yang tak bisa kukendalikan lagi.
"Kau akan tinggal bersamaku.. Kau tidak akan kubiarkan sendiri.. Tenanglah Kyu" Jae Won hyung mengusap – usap punggungku.
"Aku takut hyung.. tolong aku.." ungkapku semakin lemah.
"Jangan takut Kyu.. Tenanglah.. Kenapa badanmu bergetar seperti ini?" Jae Won hyung melepaskan pelukannya dan berusaha menatap wajahku yang masih menunduk. Ia mengangkat wajahku dan memaksa agar mataku menatap kedua matanya yang sama merahnya dengan mataku.
"Lihat aku! Kau harus percaya padaku bahwa kau tidak akan sendirian! Aku akan selalu bersamamu! Aku akan selalu ada di sampingmu! Mengerti! Bisakah kau percaya padaku sekali ini saja?!" Jae Won hyung sedikit mengencangkan eratan tangannya pada lenganku. Aku hanya bisa diam dan tidak mampu menjawab apapun.
"Kyuhyun-ah JAWAB AKU! Kau percaya padaku kan?!" Ia kembali berteriak. Aku hanya bisa mengangguk lemah. Setelah melihat anggukan yang kuberikan, ia pun kembali memeluk tubuhku yang gemetar.
"Tenangkanlah dirimu Kyu.. Aku sangat kaget melihat tubuhmu yang gemetar seperti ini.." Jae Won hyung berbisik lembut di telingaku.
Setelah kutenangkan diriku, aku berusaha melepaskan pelukan hangat Jae Won hyung.
"Kapan aku dapat tampil untuk terakhir kalinya?" tanyaku dengan suara serak.
"2 minggu lagi Kyu…"
"Arra.." Aku bergumam pelan, "Lebih baik Jae Won hyung kembali ke tempat latihan, aku akan mencuci muka dulu di kamar mandi.." Saranku.
"Baiklah.. Kau tidak apa – apa kutinggal sendiri? Wajahmu pucat Kyu.." Jae Won hyung terlihat khawatir.
"Gwenchana.." jawabku lemah.
"Baiklah.. sampai bertemu di van Kyu.. Kalau ada apa – apa segera hubungi aku.. Arra?"
Aku tidak menganggapi pertanyaannya dan langsung pergi menuju Kamar Mandi.
.
Di dalam kamar mandi, aku menatap miris sebuah wajah pucat yang terpantul dari cermin persegi.
"Hei.. Kau benar – benar menyedihkan! 2 minggu lagi.. Kau bukan lagi siapa – siapa! Kau hanyalah seorang Cho Kyuhyun, anak gila harta, pembual besar, anak miskin yang bahkan sekarang ditinggal pergi ayahmu sendiri.. Daebak! Aku bahkan tak mau mengenal seseorang semenyedihkan dirimu! Hahaha.." tawaku miris. setelah itu kuhidupkan keran air dan kubasuh mukaku dengan kasar, berharap bahwa semua ini hanya mimpi, dan air dingin ini akan segera membangunkanku dari mimpi yang teramat buruk ini.
"Aaaargh! Kau harus segera bangun Cho Kyuhyun! Aaargh!" Aku berteriak histeris, yang sebenarnya tidak akan mengubah apapun. Justru teriakkanku semakin memperparah rasa pening di kepalaku.
Setelah menenangkan diri selama beberapa menit, aku pun segera menyusul menuju van. Seluruh hyungku sepertinya sudah berada di dalam van. Kupaksa badan yang sudah tak berdaya ini untuk berakting seolah semua baik – baik saja.
Kyuhyun POV end
.
Leeteuk POV
Kulihat dari jendela dalam van, bahwa Kyuhyun sedang berjalan dengan wajah menunduk. Mataku terus mengikuti setiap langkahnya, hingga tiba – tiba batang hidungnya menghilang. Kutunggu derap langkahnya saat menaiki van, tapi sudah 5 menit berlalu dan tak kunjung kudengar hal itu. Akhirnya kuputuskan untuk turun dan mencari dongsaeng kecilku.
Betapa kagetnya saat kulihat Kyuhyun sedang berjongkok dan menyenderkan punggungnya di pintu van supir, sambil mencengkram perutnya dan merintih kesakitan.
"Kyu! Gwenchana?!" Aku berteriak panik. Namun, Kyuhyun tidak menggubrisku dan justru memuntahkan sesuatu. Ia berusaha memuntahkan sesuatu, namun yang dapat ia keluarkan hanya air. Aku tahu bahwa dia belum makan sejak pagi. Pasti kondisi lambungnya sedang bermasalah saat ini.
"Kyu! Astaga! Ini pasti karena kau belum mengisi perutmu sejak tadi pagi.." Aku berkata cemas sambil membelai lembut punggungnya. Namun, saat kucoba menyentuh punggungnya lebih lama, ia menggeliat untuk menyingkirkan tanganku. Setelah itu, ia berusaha bangkit, namun kembali oleng.
"Hey.. hey.. Hey.. Gwenchana? Apa kita perlu ke rumah sakit?" tanyaku menawarkan.
"Tidak perlu." Jawabnya singkat, sambil bergerak masuk ke dalam van. Aku pun menyusulnya dari belakang.
.
Saat berada di dalam van, aku memposisikan diriku untuk duduk bersebelahan dengan Kyuhyun. Hal ini kulakukan agar aku dapat mengawasinya dengan lebih leluasa. Sedangkan, dongsaeng – dongsaengku yang lain sudah terlelap dalam mimpinya karena kelelahan.
Kulihat Kyuhyun terus memegangi perutnya dengan ekspresi wajah menahan sakit. Ingin rasanya tanganku menggenggam tangan pucatnya dan mencoba untuk mengurangi rasa sakit yang dideritanya. Tapi, aku dapat menjamin bahwa ia akan menepis tanganku dan berusaha menjauh dariku. Situasi seperti ini benar – benar membuatku sesak.
Aku berusaha mengalihkan pandanganku dari Kyuhyun sejenak. Rasa khawatir yang bersarang di dadaku benar – benar membuatku sulit bernapas. Kutatap pemandangan di luar jendela van dan berusaha memasukkan oksigen sebanyak yang kubisa. Aku berusaha untuk menenangkan diriku. Saat rasa tenang mulai menghampiriku, tiba – tiba ada suatu beban berat bersandar pada pundakku.
Aroma yang selama ini kurindukan, hangat tubuhnya yang sempat menghilang dariku, helaian rambut yang sudah cukup lama tak ku belai.. Magnaeku, dongsaeng kecilku, Cho Kyuhyun menyandarkan kepala kecilnya pada pundakku. Kubelai setiap helai rambut halusnya dengan lembut. Aku merindukanmu, dongsaeng kecil. Senyum tipis terurai pada bibirku.
"Mianhe.." Kyuhyun berkata pelan dengan suara parau nya.
"Ssst.. Tidurlah Kyu.." Kuulurkan tangan kiriku hingga dapat melingkari seluruh pundaknya, "Aku lah yang seharusnya meminta maaf padamu.. Aku benar – benar jahat padamu Kyu, Iya kan?"
Kyuhyun tidak menjawab pertanyaanku. Pasti dia terlalu lelah untuk berbicara saat ini.
"Tidurlah Kyu.." Kubelai kembali rambut hitamnya dengan penuh sayang.
"Aku takut.." Kyuhyun berbisik pelan padaku, "Aku bermimpi bahwa aku sendirian, benar – benar sendiri.." Suaranya saat ini bergetar. Kurasakan tetesan air hangat jatuh ke tanganku. Kyuhyun menangis.
"Sssst.. Itu hanya mimpi buruk.. Kau tidak perlu takut! Aku tidak akan pernah meninggalkanmu sendirian"
"Tapi mimpi itu terlihat begitu nyata.." Suara Kyu sudah tidak terlalu bergetar, "Apakah jika aku tidur malam ini, dan bangun kembali esok pagi, mimpi ini akan berakhir? Apakah bisa hyung?"
Pertanyaan Kyuhyun justru membuatku teringat akan hasil rapat SM yang keluar hari ini. Apakah hasil rapat tersebut berhubungan dengan pertanyaan Kyuhyun? Apakah hasil rapat SM merupakan… Tidak! Bahkan untuk membayangkannya saja sudah terlalu menakutkan bagiku.
"Bagaimana jika aku tidak terbangun keesokan paginya dan terjebak dalam mimpi buruk ini?" Kyuhyun bergumam pelan dengan suara lemahnya.
"Kyuhyun!" Aku mengangkat wajah Kyuhyun dari pundakku dan menatapnya tajam, "Apakah kau mengetahui sesuatu yang belum kuketahui? Apakah kau menyembunyikan sesuatu dariku? Jawab aku Kyu!" Tanyaku dengan nada tinggi dan wajah penuh kecemasan. Bahkan suara kerasku membuat member lain terbangun. Namun, kyuhyun hanya menatapku dengan wajah datar dan mata lelahnya.
"Aku resmi dikeluarkan dari SM Entertainment." Jawab Kyuhyun dengan nada lemahnya. Dengan suara selemah ini pun sudah cukup membuat jantungku berhenti sejenak.
"Mwo!" Eunhyuk yang sudah terbangun dari tidurnya terlonjak tak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Apa – apaan ini? Kenapa semua begitu mendadak! Kau bercanda kan Kyu?" Siwon juga berteriak marah.
"Bagaimana bisa mereka memutuskan hal seperti ini tanpa meminta persetujuan dari kita! Apa – apaan ini!" Donghae memukul keras jendela van di sampingnya untuk melampiaskan amarahnya.
Ketika semua orang saling berteriak mengeluarkan umpatan dan kekesalannya akan keputusan sepihak yang dibuat SM, van yang mereka tumpangi berhenti mendadak. Hal ini membuat suara teriakan tiap member menjadi hening sejenak. Yang kemuadian disusul oleh suara berat sang manajer.
"Seluruh pemegang saham SM sudah menyetujui keputusan ini, kalian tidak dapat melakukan apa – apa. Lebih baik kalian diam dan menyetujui hal ini, jika tidak, kalian yang akan merasa susah" ucap Jae Won hyung bijaksana.
"Tapi.. Bagaimana dengan Kyuhyun?! Mereka bahkan tidak mendengarkan pembelaan dari Kyuhyun! Mereka bahkan tidak mengetahui apapun!" Sudah tak kuasa kutahan amarahku yang memaksa untuk meluap.
"Mereka mengetahui segalanya! Sebanyak apapun usaha yang kalian kerahkan, kalian tidak akan bisa mengalahkan keputusan pemegang saham! Kalian tidak tahu bagaimana kejamnya dunia hiburan! Jadi, sementara ini satu – satunya cara yang harus kalian pilih adalah diam dan menerima keputusan mereka!" Jae Won hyung balas berteriak. Seluruh member berusaha menahan emosinya masing-masing, termasuk diriku.
"Hyung.." Suara lemah milik orang yang tak ingin kami lepas mengisi van yang sunyi senyap seketika, "Aku lelah.." Ucapnya dengan wajah pucat menahan sakit yang dihadapkan padaku, "Aku ingin tidur, bisakah kau bangunkan aku besok pagi dan membebaskanku dari mimpi buruk ini? Aku takut hyung.."Suara Kyuhyun kian melemah dan sayup – sayup matanya tertutup, dan dirinya jatuh ke dalam pelukanku.
"Kyu.." Kupeluk tubuh dongsaeng kecilku erat, "Tenanglah.. akan kulakukan berbagai cara untuk mempertahankanmu.. Kau percaya padaku kan?" Tidak ada jawaban dari magnaeku, "Hey Kyu, kau mendengar apa yang kuucapkan kan? Kyuhyun.." Kupanggil kembali magnaeku.
Aku menatap mata setiap member penuh arti. Lalu dengan segera, kuangkat tubuh lemah magnaeku dan kutatap wajahnya yang tak berdaya dengan mata yang tertutup rapat.
"Hey Kyu.. Kau baik – baik saja?" ucapku dengan takut. Namun, tidak ada respon dari Kyuhyun.
"Hyung, ada apa dengannya?!" Siwon berteriak penuh khawatir.
Dengan ragu, Donghae memegang kening Kyuhyun dan mengelap keringat yang membasahi tubuhnya, "Badannya panas sekali!" ucap Donghae shock.
Aku menatap wajah magnaeku dengan penuh kekhawatiran. Kembali kupeluk magnaeku dengan sangat erat dan tak ingin melepaskannya.
Namun, tiba – tiba Jae Won hyung turun dari mobil dan membuka pintu van bagian penumpang, tepat di bagian aku dan Kyuhyun duduk, sambil membawa kotak P3K dan sebotol air mineral.
Ia membuka kotak P3K tersebut, dan mengambil sebuah botol yang didalamnya terdapat pil – pil berwarna merah muda. Ia berusaha membuka botol tersebut dengan tangan yang bergetar. Berkali – kali ia berusaha membukanya, namun tangannya yang bergetar membuatnya semakin sulit.
"Bisa aku membantumu hyung?" Siwon mengambil alih botol obat tersebut dan mengeluarkan 1 pil ke telapak tangannya. Dengan segera ia memberikan pil tersebut padaku.
Aku menerimanya dan segera memasukkan obat tersebut ke dalam mulut Kyuhyun, dan langsung memaksa Kyuhyun membuka mulutnya untuk memasukkan air mineral yang akan membantu obat tersebut masuk ke dalam tubuhnya.
"Buatlah posisi tidurnya senyaman mungkin," Jae Won hyung melepaskan jaket yang ia kenakan, dan menutupkan jaket tersebut ke dada Kyuhyun, "Akan kuusahakan kita sampai di dorm dalam waktu 15 menit"
Jae Won hyung pun segera bergegas duduk di tempat duduk supir dan membawa van ini secepat yang ia bisa.
Leeteuk POV end
.
Author POV
Sesampainya di basement dorm kami, Siwon segera menyiapkan punggungnya untuk membawa Kyuhyun ke dorm. Terasa deru nafas pelan dan hangat dari sang magnae di bagian belakang leher Siwon. Untuk mempersingkat waktu, seluruh member segera menaiki lift. Namun, karena jumlah member yang terlalu banyak, maka lift yang mereka gunakan berbunyi – tanda bahwa beban terlalu berat.
"Yesung, Shindong, Donghae, dan aku akan naik nanti. Yang penting bawa dulu Kyuhyun ke kamarnya dan segera kompres dengan air hangat, arra?" Leeteuk memberi komando kepada Sungmin, Ryeowook dan juga Siwon. Mereka bertiga pun mengangguk mengerti.
Setelah Siwon, ryeowook, sungmin, dan juga Kyuhyun naik ke atas. Giliran member lainnya yang bergegas menggunakan lift. Namun, saat seluruh member sudah masuk ke dalam lift dan pintu lift tertutup secara otomatis, ada seseorang yang berlari dan menahan pintu tersebut tertutup.
"Apakah kalian baru saja pulang? Kalau begitu waktuku untuk berkunjung sangat tepat.." Sapa nyonya Dae Hee kepada seluruh member di dalam lift tersebut.
"Oh.. Anyeong ahjumma.." Leeteuk tersenyum ramah, walaupun hatinya masih terlalu mencemaskan Kyuhyun.
"Di mana Siwon? Apakah dia tidak pulang bersama kalian?"
"Siwon sudah tiba di dorm lebih dulu.." Leeteuk menjawab tanpa penjelasan lebih lanjut.
"Begitukah?" Nyonya Dae Hee tersenyum lembut.
Namun, Donghae justru tidak tahan melihat senyum di wajah Nyonya Dae Hee. Ia mengeluarkan napas dari mulut dengan keras, berusaha mengatur emosinya.
"Kyuhyun sakit." Donghae berkata dengan dingin, "Siwon yang menggendongnya, oleh karena itu ia harus tiba di dorm terlebih dahulu" Donghae menatap wajah Nyonya Dae Hee dengan dingin dari balik pantulan pintu lift yang terbuat dari logam.
"Jika ahjumma merasa tidak ada yang bisa dilakukan di dorm, lebih baik ahjumma kembali pulang. Karena kami akan sibuk masing – masing mengawasi kondisi dongsaeng kecil kami" Donghae berkata to the point. Dan seketika itu pula pintu lift terbuka, dan keempat member di dalam lift itu segera berjalan cepat menuju dorm mereka.
Nyonya Dae Hee masih berdiri kaku di depan pintu lift. Entah apa yang harus ia lakukan saat ini. Namun, di balik kekakuannya tersembunyi rasa cemas akan kondisi anak kandungnya. Ia berjalan ragu mengikuti langkah cepat Donghae dan member lain menuju dorm.
.
Di dorm
"Ryeowook, apakah Kyuhyun sudah sadar?" Leeteuk yang masuk ke dorm pertama kali, langsung menangkap sosok Ryeowook yang sedang menyiapkan kompres di dapur.
"Belum hyung.. Panasnya masih terlalu tinggi.." Jawab Ryeowook penuh kekhawatiran. Tanpa basa basi, seluruh member yang baru tiba di dorm, segera berlari menuju kamar sang maknae.
.
Siwon POV
Dongsaeng kecilku terlihat sangat pucat. Keringat dingin tidak berhenti membasahi tubuhnya yang terlalu panas bagi orang normal. Napasnya juga tersengal – sengal tak teratur. Kyu, kenapa semuanya jadi seperti ini? Maafkan aku.. Semua tindakan yang kau pilih pasti karena desakan yang pernah kuberikan padamu.. Iya kan? Kenapa kau harus menderita sendirian seperti ini?
Aku menggenggam erat tangan pucat Kyuhyun dan menunduk menahan tangis.
"Siwon-ah, bagaimana keadaan Kyuhyun?" Donghae bertanya khawatir.
"Masih seperti ini.." ucapku parau.
Setelah Ryeowook datang membawa peralatan kompres, Leeteuk dan Donghae sibuk mengompres Kyuhyun. Ryeowook dan Sungmin duduk diam memperhatikan wajah pucat dongsaeng mereka. Sedangkan member lain beristirahat di kamar mereka masing – masing.
Tiba – tiba langkah kaki seorang wanita dengan high heels nya berhasil menarik perhatian beberapa member.
"Omma.. Kau datang?" aku kaget dengan kedatangan eomma di tengah malam, "Anak kandungmu sedang membutuhkanmu.. Kyuhyun-ie sakit" ucapku dengan tampang khawatir, "Temuilah dia.." Bujuk diriku penuh harap pada eomma yang masih berdiri kaku di ambang pintu kamar Kyuhyun.
Sang omma yang mendengar keadaan Kyuhyun, mulai berjalan dengan perlahan. Aku menuntun omma mendekati Kyuhyun. Awalnya omma ragu, namun aku tersenyum berusaha meyakinkanomma.
"ahjumma.." sapa Leeteuk ragu. Begitu juga dengan Donghae dan Sungmin.
Namun, ommaku hanya fokus pada keadaan Kyuhyun. Tanpa disadari air mata menetes dari kedua mata indahnya, namun ia segera menghapus air mata tersebut dan pergi meninggalkan kamar Kyuhyun.
"Omma!" Aku berusaha mengejar sang omma.
.
Author POV
Malam harinya, saat semua orang di dorm sudah mulai tertidur, Kyuhyun dengan wajah pucatnya terbangun karena rasa sakit di perutnya yang tak tertahankan. Kyuhyun menatap wajah Leeteuk yang tertidur dengan posisi duduk di samping tempat tidurnya.
.
Kyuhyun POV
Saat kulihat wajah hyung tertuaku, ada beban sangat berat di dadaku. Aku ingin mengatakan pada seluruh hyungku suatu saat nanti, di saat aku benar – benar akan meninggalkannya, "Mianhe.. Gomawo.. Saranghae.." Sejak awal, aku sudah tidak sopan untuk bergabung bersama kalian tanpa izin, dan kali ini aku juga harus meninggalkan kalian dengan cara yang sama.
Kugerakkan telapak tanganku perlahan menuju wajah lelah leader ku. Namun, saat jarak tanganku sudah sangat dekat dengan wajahnya, rasa sakit di perutku kembali menyerang, dan membuat telapak tanganku berpindah untuk mencengkram perutku yang teramat sakit.
"Appo.." bisikku sepelan mungkin sambil meringkuk kesakitan.
Namun, tiba – tiba suara Jae Won hyung berputar di otakku "2 minggu lagi..". Ya, benar! Penampilanku 2 minggu lagi. Aku harus menampilkan yang terbaik di saat itu. Aku tidak boleh ketinggalan sesi latihan 1 kali pun, termasuk besok. Kondisiku tidak boleh seperti ini..
Dengan sisa tenaga yang kupunya, kulangkahkan kakiku menuju dapur secara perlahan tanpa membangunkan hyung – hyungku. Dinding – dinding menjadi penopang jalanku menuju dapur yang terlihat sedikit berputar di mataku.
Saat tiba di dapur, aku langsung membuka kulkas dan mengambil botol orange juice. Dengan segera kuminum beberapa teguk orange jus tersebut, namun tidak perlu menunggu lama, perutku segera menolaknya masuk dan memaksanya untuk keluar.
"Hueek.." kumuntahkan orange jus tersebut di wastafel tempat cuci piring. Setelah kucuci mulutku hingga bersih, kulangkahkan badan lemasku menuju rice cooker. Kuambil nasi tersebut langsung dengan tanganku tanpa berpikir panjang dan memasukkannya secara paksa ke dalam mulutku. Setelah kukunyah hingga lembut, belum sempat nasi ini masuk ke dalam kerongkonganku, lagi – lagi ada sesuatu yang memaksanya untuk dimuntahkan.
"Hueek…" perutku terasa sangat perih saat ini, "Hueek.. Jebbal, jangan seperti ini.. Hueek.." Bahkan kakiku saat ini sudah tak kuat untuk menopang badanku, hingga akhirnya badanku terduduk lemas di lantai.
"Kyu! Gwenchana?! Apa yang kau lakukan di sini?!" Sekilas wajah Siwon hyung tertangkap oleh mataku yang sedikit kabur.
"A..ku ha..rus ma..kan sesuatu hyu..ng" ucapku parau. Entah dapat tenaga dari mana, aku segera merangkak kembali menuju kulkas dan mengambil satu botol air mineral. Kubuka tutup botol tersebut dan langsung memasukkan seluruh isinya tanpa mengkompromikan dengan perutku yang terus menolak.
"Kyu apa yang kau lakukan! Apa kau sudah gila!" Siwon hyung segera mengambil botol air minum yang masih menempel di mulutku.
"Uhuk.. Uhuk.." alhasil aku pun terbatuk.
"Kyuhyun-ie! Kau ini kenapa?" Siwon mencoba untuk mendekatkan wajahnya ke wajahku. Kulihat kerutan di dahinya yang menunjukkan bahwa ia khawatir dengan keadaanku. "Apa kau sangat lapar? Kau ingin memakan sesuatu?"
"Hyung.. aku sudah mencoba meminum orange jus dan memakan nasi, tapi semua itu tidak dapat diterima oleh perutku.."
"Tapi, kondisi asam lambungmu yang seperti ini tidak baik jika diberi air mineral terlalu banyak" Siwon hyung mengelus rambutku pelan.
"Bantu aku hyung.. Bantu aku untuk sembuh.." Aku berkata lirih
"Aku pasti membantumu kyu.. Hal yang paling kau butuhkan adalah istirahat, jadi sekarang kita kembali dulu ke kamar dan aku akan memasakkan sesuatu untukmu.. oke!"
"Aku ingin sembuh sekarang hyung! Aku harus ikut jadwal latihan menari besok!"
"Kyu.. kondisimu yang seperti tidak mungkin digunakan untuk menari.. Kau harus membiarkan tubuhmu istirahat beberapa hari" Siwon kembali mengelus rambutku
"Aku tidak mau tahu! Aku harus latihan besok! Aku harus sembuh sekarang!" Tanpa pikir panjang, aku langsung berdiri dan kembali membuka rice cooker. Kuambil nasi – nasi itu dengan tanganku dan langsung memasukkannya ke dalam mulutku seperti sebelumnya.
"Kyu!" Siwon hyung menatap tingkah lakuku dengan kaget.
"Hueek.." Kembali aku memuntahkan nasi – nasi itu dari perutku di wastafel. Saat ini tubuhku sudah benar – benar menyerah. Aku berjongkok di depan wastafel dan menundukkan wajahku kesal.
"Kyu.. gwenchana?" Tanya Siwon hyung khawatir sambil turut berjongkok dan menyentuh pundakku lembut.
.
Author POV
"Apa yang harus kulakukan agar aku bisa ikut latihan besok hyung? Bantu aku.." bisik kyuhyun parau.
"Kau tidak akan diizinkan untuk mengikuti jadwal latihan menari besok.. Aku yakin Jae Won hyung dan member lain juga akan setuju denganku" Siwon berkata dengan lembut. Namun, ucapan lembut Siwon dibalas dengan hentakan tangan Kyuhyun yang mendorongnya hingga jatuh.
"Aku harus ikut latihan besok hyung! Tidak tahukah seberapa pentingnya itu bagiku?! Waktuku tinggal 2 minggu lagi! Penampilan terakhirku hanya tinggal 2 minggu lagi hyung! 2 MINGGU LAGI! 2 MINGGU LAGI ITU PENAMPILAN TERAKHIRKU!" Kyuhyun berteriak dengan keras hingga membuat Siwon kehabisan kata – kata.
"Aku tidak akan membiarkannya!" Suara lain datang mendekati mereka berdua, "Aku tidak akan membiarkanmu keluar dari Super Junior tanpa seizin kami!"
"Tidak ada yang bisa kau lakukan hyung.." Kyuhyun menjawab pasrah kata – kata hyungnya.
"Pasti ada yang bisa kulakukan.. Aku seorang leader di sini! Pasti ada sesuatu yang bisa kulakukan!" Leeteuk sedikit berteriak melihat kepasrahan Kyuhyun.
"Pilihanmu hanya dua hyung.. Membiarkanku pergi atau menentang mereka untuk mempertahankanku.. tapi saat kau memilih pilihan kedua, mungkin akan terjadi hal yang lebih mengerikan dari ini semua, hyung.." Mata Kyuhyun mulai memerah, "Dengan begitu, pilih saja pilihan pertama dan BANTU AKU UNTUK SEMBUH! Jebbal.."
.
To Be Continued
Wah maaf yaa baru update lagii, ini udah lebih panjang kan ya?
Oia, maaf sebelumnya kalo chapter sebelumnya banyak typo. Soalnya diupload nya beda format gitu ternyata.. tapi udah dibenerin kok
Seperti biasa, pantengin terus chapter – chapter selanjutnyaa ok!
.
Terima kasih buat semua reader
Gomawo buat reviewnya:D
Maaf masih belum bisa bales review nya satu – satu
Tapi jangan bosen – bosen untuk nulis review yaa, kadang menginspirasi author untuk nulis kelanjutannya dan memberi semangat untuk terus melanjutkan ceritanya
Ditunggu reviewnya untuk chapter 21 nya yaa
