Chapter 21 - say it

Lucy berlari ketepian, virgo mengikutinya dari belakang sambil membawa handuk yang habis digunakan oleh lucy. lucy memutuskan untuk mengajak virgo juga karena virgo memang butuh liburan. Dan teman-temannya juga nggak keberatan. Tapi walaupun dengan status liburan, virgo tetap saja ingin melakukan tugasnya, jadi lucy membiarkannya. Lucy menghampiri juvia yang hanya duduk di kursi dan memandangi gray. Gray sedang berperang dengan loki dan natsu membuat istana pasir sekarang. Lucy menggeleng pelan, diam-diam mempertanyakan kedewasaan ketiga temannya itu.

Lucy menghela nafas dan tersenyum. seberapa idiotnya ketiga temannya itu, mereka masih sangat berarti untuknya. Lucy mengambil minumnya dan meneguknya pelan.

"jadi kapan kau akan menyatakannya lucy?" Tanya juvia dengan senyum ramah padanya.

Lucy mengerti apa maksud juvia. lucy melihat natsu yang sedang tersenyum lepas. Ada rasa hangat saat melihat natsu sebahagia itu.

"aku nggak tahu" jawab lucy jujur. "apa aku harus mengatakannya lebih dulu?" Tanya lucy kemudian. Walaupun dia adalah orang yang sangat terbuka, buakn berarti menyatakan perasaan adalah hal yang mudah baginya.

Juvia tertawa pelan. "kau yakin kau yang mengatakannya lebih dulu? Kupikir natsu sudah mengatakannya jauh lebih dulu. Benarkan lucy?"

Lucy tersenyum dan mengingat kejadian beberapa bulan lalu. Sebenarnya saat natsu mengatakannya perasaannya pertama kali, itu seperti bukan pernyataan cinta. Well, lucy nggak menilai bagaimana natsu mengatakannya, dia menilai bagaimana natsu memperlakukannya, membuktikan kalau dia benar-benar mencintainya. Pipi lucy memerah.

"jadi aku hanya perlu menjawab pernyataan natsu kan?" Tanya lucy pada juvia.

"tepat sekali" jawab juvia pasti. dia menatap lucy yakin dan memberikan semangat lucy tanpa perlu mengatakannya.

Lucy tersenyum dan melihat ke arah natsu yang tersenyum lebar dan melambai ke arahnya. lucy melambai balik. Ini nggak akan sulit.

"tuan putri"

Lucy menoleh kearah virgo yang memanggilnya.

"hmm?"

Virgo menyodorkan posel lucy. Lucy mengerutkan keningnya, tapi selanjutnya tertawa membaca apa yang dibacanya. Dia menerima pesan dari levy.

From : levy (08xxxxxx)

Lu-chan… tlong aku TT^ berat sekali. Dan elfman menggila karena g ada mira atau lisanna.

Mungkin levy sedang istirahat. Dan waktu istirahat nggak akan lama. Jadi Lucy cepat-cepat membalas pesannya.

To : levy (08xxxxxx)

Bersabarlah levy-chan ^_~ oh ya? Kemana lisanna?

Tak lama kemudian levy membalas.

From : levy (08xxxxx)

Lisanna sakit. Semoga dia cepat sembuh

Lucy membacanya, ada ekspresi terkejut pada wajahnya. Terakhir dia melihat lisanna kemarin sore saat dia membeli perlengkapan liburan di minimarketnya. Lisanna terlihat baik-baik saja. Tapi mungkin saja lisanna diam. Ah- semoga dia cepat sembuh. Doanya dalam hati.


Lucy nggak bisa menatap wajah natsu saat natsu menghampirinya. Nggak bisa saat nanti dia akan menyatakan cintanya! Lucy benar-benar gugup. Banyak sekali yang ada dipikirkannya. setelah lucy mengatakannya, Lalu apa? Apa yang akan berubah dari hubungan mereka? mereka sudah terbiasa menjadi teman? Jadi apa yang akan berubah?. Melihat muka lucy yang terlihat blank, loki menggodanya, tapi lucy hanya melihatnya sebentar dan mengacuhkannya. Respon lucy itu mendapatkan acungan jempol dari bibi lavia dan tawa temannya karena lucy sudah terlihat sangat immune dengan cara flirting loki.

Hari mulai terasa sangat panas, akhirnya mereka semua memutuskan untuk kembali masuk ke villa, ke kamar masing-masing dan beristirahat sebentar. sore nanti mereka semua akan pergi ke gazebo di pinggir pantai. Bibi lavia akan membawakan mereka makanan spesial disana. mungkin itulah saat yang tepat untuk mengatakannya ke natsu. lucy membanting tubuhnya ke arah bed nyaman di kamarnya dan menghembuskan nafas panjang. dia tidak hanya gugup. Dia benar-benar gugup. Lucy bahkan sempat berpikir kalau dia tidak perlu mengatakannya ke natsu, lagipula mereka merupakan teman baik bahkan saat ada permasalahan seperti masalah perjanjian lisanna dulu. Apa ada perbedaan kalau memang nanti dia sudah menjadi pacar natsu? apa ini bukan masalah status saja? Lucy menghela nafas dan mengingat-ingat kembali bagaimana terganggunya dia saat lisanna mendekati natsu. dia sadar, bahkan status pun penting.

Lucy meraih ponsel di sakunya dan mengetik dengan cepat.

To : natsu (08xxxxxxxx)

Aku ingin bicara denganmu nanti.

Jantungnya berdegup semakin cepat.


Natsu mengamati ponselnya dan mengerutkan dahinya. Ada apa?. Tanyanya dalam hati. dia sedikit merasa khawatir dengan apa yang akan dikatakan lucy. dia ingin membalas pesan lucy, tapi mengurungkan niatnya. Dia akan tahu nanti saat jamuan makan di gazebo pinggir pantai miliknya nanti. natsu menghembuskan nafas panjang, dia yakin lucy sudah mulai mempunyai perasaan untuknya, jadi dia ingin mencoba keberuntungannya lagi waktu liburan ini. dia akan menyatakan cintanya lagi. dia sedikit optimis kalau lucy akan menerimanya kali ini. well, ditolak sekali lagi nggak akan begitu menyakitkan kan? . natsu tertawa pelan tapi kemudian dia terdiam, natsu menatap langit-langit kamarnya dan melihat ke arah pantai di luar jendala. Ada mendung yang terlihat menggelayut dilangit.

"sepertinya nggak akan ada sunset hari ini." katanya pelan. "bukan sore yang romantis untuk menyatakan cinta" kata natsu lalu tertawa.


Lucy terbangun oleh suara petir yang menggelegar dilangit. Dia melihat ke arah jendelanya dan mendapati hujan yang terlihat sangat deras. Ombak lautnya meninggi dan pepohonan disekitar pantai bergerak sesuai angin yang kencang. Lucy terduduk dan memakai jaketnya, udaranya cukup dingin walaupun dia dalam ruangan. Ada suara ketukan dipintunya, lucy membuka pintu kamarnya dan disambut oleh virgo.

"selamat sore, tuan putri."

"sore, virgo. Kau sudah selesai membantu bibi lavia? Apa ada yang perlu aku bantu?"

"sepertinya semuanya sudah selesai. Aku baru akan membangunkan tua putri karena yang lainnya sudah menunggu di ruang makan"

"ah. Iya aku akan segera turun. Aku cuci muka dulu"

Lucy turun dan mendapati ruang makan memang sudah penuh. Ada satu kursi kosong disamping natsu dan lucy secara otomatis menempati satu kursi tersebut. Meja makan mereka sangat ramai, tapi Natsu yang sudah merasakan kehadiran lucy sejak lucy turun tangga, melihat kearah lucy dan tersenyum.

"kita akan bicara nanti" bisik lucy yang diikuti anggukan natsu.

Natsu nggak melewatkan bagaimana pipi lucy merona merah setelahnya.


Hujan masih belum reda juga, jadi mereka berlima memutuskan untuk tetap didalam rumah. Mereka berlima berada di ruang tengah. Gray dan loki bermain kartu sedangkan juvia hanya membaca majalah yang dibawanya dari magnolia. natsu dan lucy melihat ke arah acara musik yang sebenarnya tidak merupakan fokus konsentrasi mereka. dua orang itu sekali-kali melirik satu sama lain. tapi saat pandangan bertemu, lucy mengubah posisi duduknya gugup.

"ummm...aku akan ke dapur, aku akan mengecek virgo"

Juvia mengangguk. Loki dan gray terlalu serius dengan permainannya sehingga mereka tidak merespon. Tak lama setelah lucy menghilang ke dapur natsu beranjak dari tempat duduknya dan mengikuti lucy. lucy tidak ke dapur, tapi dia ke ruang tamu. Lucy duduk disana dan melihat ke arah jendela yang mengarah ke pantai. Hujan masih sangat deras.

"apa yang ingin kau bicarakan?"

Lucy menoleh ke arah natsu dan tersenyum. dia menggeser duduknya sedikit untuk memberikan tempat bagi natsu.

"umm... kau tahu..."

Natsu tertawa. "aku nggak tahu" natsu menyela lucy berniat menggoda lucy.

"NATSU!" lucy berteriak dan meninju natsu di bahunya. "aku mau bicara serius..." gumam lucy

"oke... oke... aku mendengarkan..." kata natsu dengan senyum lembut sambil mengelus bahunya yang sedikit sakit. Dalam keadaan apapun, jangan pernah meremehkan kekuatan lucy. itu motto hidupnya.

Lucy menarik napas panjang. "aaa... umm... natsu"

"ya?"

"kau tahu kau pernah mengatakan kau .. umm... menyukaiku kan?" kata lucy pelan dan natsu hampir saja tidak bisa menangkap apa yang dikatakannya.

Senyum natsu merekah. "ya."

"natsu...a-aku..."

Ting. tung! Lucy menghentikan kata-katanya. Dia melihat ke arah pintu depan. Kenapa saat hujan-hujan begini ada yang mengunjungi mereka. apa dia salah dengar?

"lucy... apa yang akan kau katakan tadi?" ingat natsu.

"kau nggak dengar ada bunyi bel?"

"siapa yang akan mengunjungi kita hujan-hujan begini, lagipula ini pantai pribadiku... siapa yang repot-repot datang kesini"

"ah iya... ah... natsu a-aku..."

Ting tung! Ting tung! Yap, lucy nggak salah dengar. Lucy beranjak dari tempat duduknya dan memutuskan untuk menunda apa yang dikatakannya. Natsu bisa menuggu, masih ada besok. Natsu mengikuti lucy dari belakang. Ada rasa kecewa saat lucy memutuskan untuk menunda apa yang dikatakannya, tapi semoga saja orang yang memencet belnya ini punya alasan yang tepat kenapa dia berani menunda perkataan lucy.

Lucy membuka pintu dan semenjak dia melihat siapa yang berdiri di depan pintu matanya melebar.

"Lisanna!? "

to be cont...

SELANJUTNYA akan ada update 2 chapter sekaligus, just wait ^_~

PM riri uat ngingetin^^