.
.
.
.
.
Normal-POV
"Aku sudah mengijinkanmu masuk. Sekarang apa lagi?!" BI berujar dengan tatapan tajam setelah membuka pintu kamar hotel dan mempersilahkan IM masuk.
"Aku lelah, ingin istirahat." Dengan tak tahu diri IM melangkah menuju ranjang yang pernah menjadi saksi bisu percintaan mereka, lalu merebahkan badanya.
"..." Tak memberi serpon BI hanya diam membisu menuju mini sofa mengambil botol soju diatas meja dan meminumnya rakus.
"Jangan terlalu banyak minum. Tak baik untuk kesehatanmu." IM mengingatkan setelah duduk bersandar pada ranjang memperhatikan beberapa botol soju yang berserakan di bawah meja.
"Hanya 7 botol. Tak terlalu banyak untuk hari ini." BI menjawab acuh
"Hanya 7 ?" IM melotot mendelik tajam pada BI, tak habis fikir bagaimana bisa dalam sehari mantan kekasihnya itu sanggup meneguk 7 soju sekaligus. Dasar sinting.
"Kau ingin mati?!" Bukan pertanyaan, melainkan gertakan
"Tidak, aku hanya ingin mabuk sampai melupakan semuanya."
"Apa itu berhasil?" IM kembali bertanya
"Tidak, 7 botol tak cukup membuatku mabuk. Dan sialnya aku malah bernasib buruk dengan kedatanganmu."
"Jadi, keghadiranku tak di inginkan." IM memicing
"Tentu saja tidak. Dan aku mulai berharap bahwa sekarang aku sedang mabuk. Aku berharap kau hanyalah delusi yang nempak di depan mataku." BI tersenyum miring, bukan seringaian melainkan suatu ejekan yang ia tujukan pada dirinya sendiri.
"Miane..." IM sekan menyesal melihat kehancuran BI dengan wajah berantakan.
"..."Tak ada respob berarti dari BI
"Kau pasti melalui hari-harimu dengan sangat sulit." IM berujar pilu sambil menyaksikan sekeliling kamar hotel dengan pandangan iba.
Benar seperti yang Jinhwan katakan, BI menghabiskan waktunya dengan kekasih bayangan. Tak ingin melupakan cintanya pada IM dengan beberapa foto yang tertata rapi di setiap sudutnya. Foto mulai dari pertama mereka bertemu, saling mengenal satu sama lain, memadu kasih, hingga ahirnya terpisah oleh kisah yang tragis.
Tak ada interaksi, hanya keheningan yang meliputi keduanya.
"Aku ingin kembali." IM memulai
"..." BI hanya menatap fokus tepat di kedua bola mata IM dari mini sofa tempat dia menyandar.
"Kembali padamu." IM seolah menjawab pertanyaa BI yang tidak terucap
"Aku tak ingin merusak kehidupan orang." BI berujar singkat
"Apa maksutmu?" IM tak mengerti
"Bukankah kau ingin memiliki keluarga utuh dan bahagian. Dekapan seorang ibu dibawah perlindungan seorang ayah. Kau tak akan mendapatkan itu bila dengan ku." BI menjelaskan
"Aku ingin dengan mu."
"Tapi aku ingin kau bahagia bersama mereka. Memiliki keluarga utuh, merasakan kehangatan sosok ayah dan ibu yang tak pernah kau dapat." BI membalas perkataan IM
"Tidak bisakah kita seperti yang dulu? Saat aku sangat bergantung padamu dan kau yang tak pernah bisa melepaskanku ? Tak bisakah? Tak bisakah kita seperti dulu?" Mata IM mulai berkaca-kaca. Mengingat bahwa BI pernah melontarkan pertanyaan itu untuk menahan kepergianya.
"Tidak, aku tak ingin kau menyesal nantinya." BI bersikeras menolak.
"Mengapa? Mengapa aku harus menyesal?!" IM sedikit berteriak kehilangan kontrol atas emosinya.
"Karena aku takut. Aku takut tak bisa membahagiakanmu, aku takut tak bisa menyenangkanmu, aku takut akan melukaimu lagi." BI memejam mata teringat tindak kekerasan yang dulu pernah ia lakukan pada IM.
BI tak sanggup jika harus melihat IM menangis karena ke egoisanya. Tidak, dia tak ingin melakukan kesalahan yang sama.
"Tapi kau penolongku, penjagaku, dan seumber kebahagiaan ku. Tidak ingatkah kau pernah berjanji selalu ada untukku. Tidak ingatkah kau pernah berjanji selalu menjagaku, tidak ingatkah kau pernah berjanji untuk melindungiku. Kim Hanbin , save me again. Save my live for today, tomorrow and forever." Dan kali ini setitik cairan bening benar-benar menetes dari pelupuk mata IM.
Greeep
"Hiiiks...hiiiks..." IM hanya bisa terisak kala BI berlari memeluknya diatas ranjang.
"Jangan lagi, jangan tinggalkan aku lagi. Aku membutuhkanmu. Aku sangat membutuhkanmu my angel." BI menangis dalam diam dan membiarkan airmata membasahi pipi keduanya.
"Hiiiks...hiiiks... jangan menagis. Kau terlihat jelek hiiiks." IM mengusap airmata di wajah BI setelah melepas pelukan mereka.
"Setidaknya ingusku tak keluar. (Tak) Wataaaooo " BI mengusap kepalanya yang terkena geplak IM.
"Sembarangan hiiiks." IM berujar jengkel sambil mengusap ingusnya dengan sebelah tangan.
BI hanya bisa tersenyum, bersyukur sambil memandang IM yang tengah sibuk mengusap wajahnya. Dengan berlahan dia membelai pipi IM, menyentuh halus dagunya dan menuntut agar IM menatapnya.
"I Love You Changkyuni"
"Love You Too Hanbin-ah"
Suasana romantis yang tercipta makin mengembangkan senyum keduanya. Namun Senyum BI luntur tatkala melihat bekas gigitan berwarna biru yang mulai memudar. BI mengulur tangan mengusap kiss mark itu berlahan.
"Honey, apa aku boleh bertanya?"
"Hem..." IM bergumam menanggapi pertanyaan dengan mata terpejam menikmati elusan BI
"Lee Jihoon, apa kalian sudah-..." Perkataan BI terpotong
"Sudah" Jawab IM singkat
"NE ? !" BI melotot terkejut
"Hubungan kami sudah berahir. Ada pertanyaan lagi?" IM bertanya setelah menegaskan hubunganya dengan Woozi.
BI terdiam, entah apa yang tengah ia rasakan, namun matanya seakan memancarkan suatu kesedihan. Mereka terdiam sesaat , kemudian BI melanjutkan pertanyaanya, masih mengusap bekas cinta dari Woozi yang masih nampak di leher IM.
"Apa ini bekas gigi bocah cebol itu- Wattaauuu" BI mengelus kepalanya yang jadi korban geplak IM
"Jangan mejelekkan Jihoon. Kalau kau menghina dia, itu berarti kau juga menghina seleraku" IM menasehati sambil mendelik tajam.
"Mwo..., Honey aku tidak menghina seleramu. Aku yakin seleramu itu tinggi. Yah seperti aku ini lah misalnya. Gagah, tampan, dan tidak sombong. Menurutku kau diguna-guna oleh bocah Lee itu sehingga kau– Auauauw Waaattooouuu" BI mengaduh sambil memegang tanga IM yang menjewer telinganya
"..." IM menarik tanganya setelah puas menganiaya BI
"Aiiissh Honey tega sekali. " BI meratap
"Hah..."IM menghela nafas lelah dan merebahkan tubuhnya.
"Honey..."BI berbisik menindih IM
"Hem..." IM masih memejam mata
"Bolehkah aku menghapus ini ? (Cup)" BI mengecup bekas gigitan Woozi di leher IM
"Jangan sekarang, aku lelah dan aku ingin is- Arrrrggghhh..." IM mengerang sakit saat tiba-tiba BI menggigit lehernya untuk menghapus jejak Woozi.
NC-Yang tidak berkenan silahkan Skip
"Kau milikku IM Changkyun. Today, tomorrow and forever " Bisik BI posesif
"Euuungh..."IM memejam mata meresapi gigi runcing BI yang mengukir tanda kepemilikan baru di leher, bahu hingga dada dan perutnya.
"(Sluuuurrrp) apakah (Sluurp) kau (sluurp) sudah (sluurp) yakin?" BI memberi pertanyaan dengan menjilati dada IM
"Aku sudah membulatkan tekatku, umma dan abojih...oh...shiit" IM mengumpati tingkah kurang ajar BI yang menyedot kemudian menggigit keras putingnya.
"(Pckkk) Bukan tentang Umma dan Aboji." BI melepas kulumanya pada niple IM setelah ia menyedot kencang.
"La-la-lalu... euuunngh? " IM bertanya bingung memandnag wajah BI yang masih asik bermain niple merahnya.
"Kau berhutang cerita padaku." BI menghentikan aksinya dan menatap IM tajam
"Tentang Woozi? Kalau masalah itu. Nanti akan ku ceritakan-... Arrrgghh" IM menjerit kala BI meremat kasar Jr nya. Tangan kasar BI sudah merambah masuk ke celana dalam IM
"Bukan hanya itu, tapi juga ini (Sleep)" BI menyelipkan jaritengah pada hole IM setelah meremat Jr sang kekasih.
"Aaahhh...tentang apah...euuungh lagih...oh..." IM mendesah kala BI menusuk-nusuk hole-nya makin kencang.
"Tentang wibawamu, sebagai seorang seme." BI tersenyum miring seakan mengejek.
"Shiit ! kalau begitu. Mari kita tentukan siap seme-nya. (Bruk)" IM geram dan membalik posisi.
Dengan berapi-api IM menindih BI dengan mata mengintimidasi tak lupa melucuti semua kain yang melekat pada tubuh mereka. Setelah semua terlepas, IM memposisikan diri diatas BI. Siap memulai pertarungan.
"Dengan senang hati (Sleeeb) Oh...essshh" BI mengerang nikmat.
"Aaahh sial euungh... mengapa emh sulit sekaliih aaahh (Jleep)" IM mendesah saat Jr BI benar-banar tertanam sepenuhnya di hole sempitnya.
"Hem, aku sudah berbaik hati menawarkan diri untuk pemanasan. Tapi kau memaksa dan oooh... santa saja honey ooohhh ssshh..." BI tak sanggup merasakan nikmat service dari hole ketat IM.
"Aaahh...eeuungh..." IM memejam mata sambil menaik turunkan tubuhnya (Uke on top).
"Kau jadi binal setelah menjadi seme bocah Lee ituh sshhh..." BI semakin hanyut dalam kenikmatan duniawi
" Aku sudah menjatuhkan harga diriku sebagai seme. Jadi diam dan cukup nikmati...aahh..." IM menyentak pantatnya . Disini BI Top-nya, dia sadar itu.
"Harusnya uuhh sshh...mem-mang begituh oh..., kau uke ku shiiiit..." BI tak dapat menghentikan umpatan kasar oleh tingkah binal bottom-nya
Tidak hanya diam BI ikut menggerakkan tubuhnya keatas untuk mempererat persatuan tubuhnya dengan IM. Senang, bahagia dan bangga itulah kiranya yang ada di benak BI.
Senang karena sang kekasih kembali dipelukanya
Bahagia karena badai seakan lenyap dari kisah asmaranya
Dan bangga karena telah mengembalikan gelar 'Uke' pada IM pujaan hatinya.
Biarlah mereka menikmati malam indah yang menjadi awal jalan hidup pilihan mereka.
.
.
.
.
.
Mariage
Amsterdam..,
Entah mengapa pasangan ini lebih memilih sebuah Hall salah satu Hotel mewah di Belanda untuk melangsungkan pesta dan juga upacara sakral yang sudah berlangsung 60 menit lalu. Tentu tak sedikit dana yang telah mereka keluarkan mengingat betapa menakjupkan tatanan sehingga membuat sekelompok orang yang menjadi tamu melongo.
"Daebak... daebak...daebak..." June tak henti hentinya berkata sambil matanya menjelajahi sudut ruangan.
"Wooooaaahhhh..." Donghyuk yang berjalan di belakang June memekik heboh
"OMG OMG OMG" Dan Chanwoo tak kalah heboh dari kedua hyung nya
"Auuuwww kakiku ! (Bough)" Bobby mengeplak sang pelaku yang hanya menyengir GJ. Siapalagi kalau bukan Chanwoo.
"Aissh Jinjja. Behentilah membuat ku malu." Yunhyeong memperingati member IKON yang menurutnya kampungan.
"Cukup nikmati pestanya dan jangan membuat masalah. Mengerti ?!" Pesan Jinhwan dan hanya diangguki para dongsaeng.
.
.
"Hangsongahakhumahuangihtu...(Hansol-ah aku mau yang itu) " Seungkwan berucap dengan mulut penuh makanan.
"Yang ini chagi?" Vernon menunjuk jelly yang berjejer dengan beberapa hidangan.
"Hanghikuguga... (Yang itu juga)" Seungkwan juga menunjuk brownies, dan Vernon menuruti permintaan kekasihnya setelah tersenyum hangat.
"Aiiish menjijikan, telan dulu makanan mu itu." Jeonghan berkata sadis.
"Biarkan saja hanni. Mumpung kita berada disini. Jadi biarkan dia makan sepuasnya. Lagi pula ini gratis kan hehehe" Scoups menaik turunkan kedua alisnya.
"Hah, dasar pelit." Gumam Wonwoo yang diangguki Mingyu
Sementara itu, nampak Junhui yang tengah sibuk menyuapi sang kekasih (Read Minghao).
"Hyung apa aku boleh bungkus yang ini ?" Hoshi bertanya pada appa ke 2 seventeen (Read Joshua)
"Sudah jangan banyak tanya, bungkus saja semuanya." Perintah Joshua dengan melahap buah strawberry.
"Siap komandan." DK dan Hoshi kompak
"Hyung, kalu yang ini bagaimana? Pasti mahal kalau dijual." Tanya Dino menunjuk hiasan kristal berbentuk angsa yang terletak di tangah meja.
"Bawa saja kalau kau ingin di tangkap security." Joshua mencibir kenakalan Maknae mereka.
.
.
Tak
"Yak !" V mendelik saat ada seseorang yang menyentak tanganya kasar
"Ini sepertinya lezat, Jongini mau?" Tanya Sehun mengabaikan pelototan V
"Anni Hunni. Yang itu saja." Tunjuk Kai pada makanan yang hendak di ambil Jungkook
Tap
"Jangan membuat masalah Bung ." V berujar datar sok keren
"Jangan menyentuh tangan suciku Bung." Sehun tak kalah datar melirik tangan V yang mencekalnya.
Creees
"Aaauuuwww. " V berteriak kencang saat Kai dengan brutal menggigit lenganya. Sontak membuat cekalan di tangan Sehun terlepas.
"Yak yak yak ! Jongin Sehun." Jongdae menegur kedua maknae yang tak akan pernah akur dengan V
"Dia meremat tanganku hyung..." Sehun merengek sok imut dan membuat pasangan ChanBaek mengeryit jijik.
"Chani, ayo kita pergi. Aku mual." Baekhyun berkata sadis melirik Sehun sambil menggandeng tangan namja yang lebih tinggi darinya, Chanyeol hanya menurut .
"Hyuuuung ..." Sehun menatap Kyungso yang seakan berpura tak melihatnya dan malah membelai rambut Kai sayang.
"Jongini..." Sehun menarik empati pada sang kekasih
"Shiit.." Geram Sehun saat Kai malah menerima suapan cemilan dari Kyungsoo.
"Buwahahahahaaa..." Tawa V meledak dengan menunjuk tepat di hidung seorang Oh Sehun.
"Yak !" Dengan random Sehun berusaha mengapai tangan V yang kini malah melambai-lambaikan sedotan dimuka sehun.
"Weeee...weee.." Tangan V bergerak lincah menghindari gapaian Sehun
"Aduh bikin malu saja." Suho dengan tega malah menjewer telinga maknae Exo
"Uwaaah...Junmyeon hyung daebak..." V mengacungkan 2 jempol dan sign love kearah Suho
"Aiish jinjja berhenti bertingkah kekanakan hyung." Jungkook menyeret paksa V tak menghiraukan Sehun yang masih berteriak teriak dipitingan Suho.
.
.
Beralih pada dua couple yang tengah bermesraan, oh tidah..., mereka tidak mesra sama sekali. Dapat dilihat dari pasangan Wonho-Hyungwon yang dengan udiknya mengambil gambar beribu gaya dan exspresi tanpa memperdulikan Lay salah satu member Exo yang tertenggor saat mereka berpose, kadang Lay juga menyempil di belakang mereka. Foto candid yang bagus untuk Lay jika saja dia tak sedang melahap makanan dengan mulut lebar mengangga.
"Buwaaahahahhahahaa..." Tawa pasangan gila itu setelah melihat hasilnya yang kebanyakan menyertakan gambar Lay yang malang
"Wae?" Tanya Lay datar dengan wajah khas mengantuknya.
"Bbb- buwaahhahahahaaa..." Dan Wonho-Hyungwon makin terpingkal memegangi perutnya menyaksikan wajah Lay yang kini belepotan.
"Isshh, dasar aneh." Dengan risih Lay meninggalkan kedua orang yang menurutnya sinting, kemudian menghampiri couple lainya.
"Aaaa" Jooheon membuka mulut lebar bersiap mendapat suapan dari Xiumin
Hap
Dan buah strawberry itu dilahap oleh Lay dengan wajah tanpa dosa saat berjalan diantara sela mereka berdua (Read Jooheon-Xiumin).
"Mwo" Xiumin melongo menyaksikan wajah Jooheon yang masih mengangga dengan mata sipit yang tertutup rapat.
"Hyuuuung" Dan Jooheon hanya bisa cemberut menyaksikan Lay yang sudah menjauh untuk mengganggu pasangan lain . (Mungkin)
.
.
Sementara itu di sisi ruangan nampaklah beberapa bocah tengah bermain pancuran. Bukan pancuran seperti selang. Namun sebuah tempat mencuci tangan dengan bentuk lucu seperti kuda laut dan akan menyemburkan air jika dipencet. Bukan hanya bentuknya yang lucu, namun kecanggihanya yang dapat diputar arah 180 derajat membuat bocah bocah tengil itu kegirangan.
"Hei nak, apa yang sedang kalian lakukan?" Tanya Shownu pada segerombol bocah yang sedang cekikikan.
"Hai ahjussi..." Sapa Chenle tersenyum manis
"Ahjussi ingin mencuci tangan?" Itu suara Jeno dengan memeluk Renjun yang berkedip polos
"Oh tidak, aku hanya ingin menjemput My Jisungi (Tring) " Shownu mengedipkan sebelah matanya ke arah Jisung yang berada di rangkulan Mark Lee.
"Yakin tidak mau mencoba? Ini menyenangkan lho ahjussi" Jaemin memencet kuda laut itu dengan senyum miring.
"Oh tidak. Kalian saja silahkan lakukan sepuasnya ya..." Senyum Shownu seakan mengejek tingkah kekanak-kanakan bocah-bocah tengil itu.
"Mwo enak saja, mau bersama uri-Jisungi tapi tak mau cuci tangan, tak boleh." Haechan menyilangkan kedua tanganya.
"Itu benar, ahjussi harus steril dari segala kuman kalau ingin bersama Jisungi kamii yang suci ini." Mark Lee ikut menimpali.
"Hah..." Shownu menghela nafas namun tetap menghampiri pancuran mini yang dimaksut
Bocah-bocah itu menyeringai dengan kepasrahan Shownu dan Jisung memasang wajah was-was.
Wuuuuzzzz
Craaaaaazzzzz
"Buwahhahahahaa..."
"YAK KALAIN HENTIKAN "
"Lariiiiii "
Baiklah tinggal wajah basah kuyup Shownu yang ti dinggal pergi begundal-begundal NCT
"Aiiisssh dasar bocah-bocah nakal" Gerutu Johnny memperhatikan kaburnya Haechan cs dengan dikejar Yuta
"Hyung maaf ya" Taeyong seakan menyesal
"Ya, aku sudah biasa" Shownu mengusap wajahnya kasar
"Ini" Jisung yang sedari tadi hanya termangu memberikan saputangan kearah Shownu
"Tak usah Chagi, nanti saputanganya kotor." Shownu tersenyum lembut
"Hah, berlebihan sekali." Dengan cueknya Jisung melangkah , mendekatkan diri pada Shownu dan mengeringkan jejak air pada wajah tampan Ahjussi menyebalkan itu.
"Sepertinya kita harus pergi." Bisik Jaehyun pada Taeyong dan Johnny.
"Ne, ayo." Mereka bertigapun meninggalkan pasangan beda usia itu dan bergabung dengan member NCT lainya.
.
.
"Yak kemari kalian !" Tampak Yuta dengan bringas mengejar anak-anak ayam
"Ampun hyuuuung" Itu suara Haechan yang kena jambak jambulnya
"Hahahahahahaa" Dan itu suara Winwin yang melihat Mark Lee meronta dalam pitingan Doyoung
"Makanya, jadi anak jangan nakal (Tak)" Ten menjitak segerombolan bocah yang bersembunyi di balik patung besar.
Baik, lupakan mereka dan kita beralih pada sepasang kekasih yang kini tengah tertawa geli.
"Hihihi, mereka lucu sekali" Kihyun memperhatikan tingkah konyol member NCT
"Lebih lucu lagi leader kita yang di PHP bocah ingusan. Dasar konyol (Plak) watauuuu" Minhyuk mengaduh setelah mendapat keplakan sayang dari sang kekasih
"Dasar tidak sopan " Kihyun mendelik
"Mwo? Siapa? " Tanya Minhyuk babo
"Kau" Jawab Kihyun acuh
"Aku ? Aku sopan kog. Kemarin aku menyebrangkan nenek tua di jalan."
"Memang apa hubungnya?" Kihyun mendelik lagi
"Itu bukti klau aku sopan." Minhyuk berkilah
"Aiiissh kau fikir menertawakan cinta orang itu sopan? Cinta itu suci. Kau tidak boleh menghina cinta karena itu bersangkutan dengan perasaan seseorang. Dan kau ...(Bla...bla...bla...)" Kihyun berceramah dengan memegangi dadanya.
Dan Minhyuk hanya bisa tersenyum memandang kekasihnya yang tak dapat berhenti mengomel.
.
.
Sementara itu di pusat pesta meriah
"Hiiiks...hyuuuung. ke-kenapa se-ce-pat ini hiiiks..." Woozi terbata menangis sesenggukan di pelukan IM
"Stttt Jihooni jangan menagis nanti kau jadi jelek." IM berusaha menghentikan Woozi
"Dia memang sudah jelek dari sananya. (Ngek) Auuuuwww" BI melompat memegang sebelah kakinya yang kena injak Suga.
"Selamat ya Changkyuni. Semoga kalian selalu bahagia." Suga menyalami dan memeluk IM dengan posisi Woozi tercepit diantara pelukan mereka.
"Terimakasih hyung" IM tersenyum tulus saat bertemu pandang dengan Suga
"Hiiks... hyung" Woozi melepas dekapanya pada IM
"Ne Jihooni?" IM bertanya lembut sambil membelai rambut Woozi
"Hyung tidak akan melupakan ku kan?" Woozi berhenti menangis
"Tentu saja tidak, walau hyung sudah menikah. Hyung akan tetap mengunjungimu." IM membuat kesepakatan
"Benar kah...," Woozi melirik takut pada BI yang kini menatapnya tajam, masih mengangkat sebelah kakinya.
"Aiish sudah sudah. Ayo kita cicipi hidanganya. Jangan mengusik macan yang kelaparan chagi." Suga menggiring Woozi menjauh dari IM dan tersenyum miring pada BI.
"Dadah Changkyuni hyuuuuung..." Woozi melambai manja pada IM tanpa menghirauka delikan tajam BI
"Berhenti melotot. Nanti matamu copot.(Puk)" Nasehat Gun Hee meminta perhatian BI
"Dasar pelit weeek" Tampak Woozi menjulurkan lidah mengejek BI
"YAK !" Dan BI tambah kesal, ingin rasanya memutilasi Lee Jihoon yang sedang bersandar dalam rangkulan Suga .
"Sudahlah, kalau kau seperti ini terus, tidak akan ada habisnya." Mino membantu Gun Hee mereda BI
"Bocah itu benar-benar aiiiissshh" BI mendesis masih melirik Woozi x Suga
"Hanbiiiiinniii chukkae chukkae chukkae..." Nampak beberapa member Winner menyalami BI dan IM, Seunghoon yang paling heboh.
"Terimakasih...terimakasih..." IM merespon senang
"Woooaaahhh Kuda laut. Ahirnya kau laku juga Buwahahahaaa" Lisa datang dengan membawa kejengkelan bagi BI
"Sialan kau Gajah Thailand!" BI kembali mendesis tajam
"Omo omo...Kuda Laut mulutnya..." Lisa tersenyum miring
"Aiiisshh Kalian. Jaga sikap kalian." Jisoo mendelik tajam pada BI dan mencubit lengan Lisa
"Aaauuuw auuuw appo chaggi" Lisa mengeluh pada sang kekasih
"Maaf ya..."Jisoo tersenyum. IM tersenyum kikuk melihat kedatangan member Black Pink yang berurutan memberi ucapan selamat.
"Mereka memang begitu. Santai saja Oppa tampan (Tring)" Jennie mengedipkan mata pada IM
"Eheeem" BI berdehem melirik Rose
"Oh maafkan dia." Rose pun menarik Jennie yang masih bersikap centil menggoda IM
"Jangan ganggu dia. Suaminya galak" JB mendekat sambil merangkul Yongjae yang membawa rangkaian bunga mawar.
"Selamat ya Changkyuni " Jinyoung memeluk IM dan menyerahkan bunga dari Yongjae
"Wah..., bunga yang indah." IM bergumam mengagumi bunga di tanganya
"Seindah orangnya (Nyut) Watauuuuw" Jackson mengaduh karena cubitan Bambam
"Hehehe maafkan dia" Bambam menyadari pelototan seram dari BI
"Aku rasa kalian salah memilih bunga." Jinhwan datang menyahuti keakraban member Got7 dengan BI x IM.
"Benarkah? Maaf kami tidak menanyakan dulu bunga kesukaanmu Changkyuni" Yongjae tampak meyesal
"Oh tidak. Bukan begitu maksutku. Bunga mawar sangat indah dan harum. Namun aku rasa bunga Lavender akan lebih indah dan menyenangkan." Jinhwan menekan kata 'Lavender' dengan senyum miring menatap IM.
Bukan Lavender tapi Lavend, itulah yang Jinhwan maksutkan. Hotel Lavend. Sebuah tempat dimana menjadi saksi bisu hubungan BI dan IM. Tentang peroses pengenalan satu sama lain, proses saling menguatkan, proses ke jenjang yang lebih matang , hingga tangis dan tawa yang mereka tumpahkan dalam meluapkan emosi masing-masing.
"Annyeong hyungiiii (Plak) Wattaaooo" Kim Yugyeom maknae Got7 mengaduh setelah mendapat geplakan sayang dari hyung angkatnya (Read Jinyoung)
"Kaki mu pintar sekali bocah." Delik Jinyoung pada Yugyeom yang tengah menginjak kakinya
"Sakit hyuuuung" Manja Yugyeom sok imut
"Aiiissh menjijikan." Maki Jinyoung
"Sudah lah chaggi, kasian uri-maknae kan." Mark mengelus kepala yugyeom sayang
"Mark hyung memang yang terbaik."Yugyeom memeluk Mark dramatis.
"Hentikan drama ini kumohon." BI menatap member Got7 datar.
"Hehehe mian." Yugyeom menggaruk tengkuknya
"Changkyuni hyung. Hanbini Hyung... Chukkae..."Yugyeom memeluk IM dan BI bergantian.
"Ok...ok...ohoook...ohoook... sesak babo ohoook" BI terbatuk karena Yugyeom terlalu bersemangat memeluknya.
Ingin tahu mengapa Yugyeom nampak dekat dengan keduanya? Semua bermula saat Yugyeom memintaa maaf pada BI dan IM. Maaf untuk semua kesalahanya di masalalu. Tentang kebrengsekanya membantu Woozi dalam mendapat IM dan semua pengaruh buruk yang ia beri pada IM dulu.
"Giyoumi..." IM memanggil maknae Got7 itu sambil melirik gadis cantik yang berdiri dengan senyum manis disamping Yugyeom
"Oh aku hanpir lupa. Kenalkan ini Yerin nuna, calon pacarku hyung (Nyut) Aaauuu." Yugyeom mengelus pinggangnya yang kena cubitan Yerin
"Annyeong Jung Ye Rin im ni da." Yerin Tersenyum manis memperkenalkan diri.
"Aigoo kyeopta..."Yugyeom menjerit heboh.
Dan Yerin hanya bisa tersenyum malu dengan tingkah yugyeom yang tidak tahu malu.
.
.
.
.
.
5 Years Later
"Honey, sudah hampir malam. Bukakah jam enam nanti pesawatmu akan-" Perkataan BI terpotong
"Cakama..." IM berujar manja masih memperhatikan dua sosok dari dalam mobil yang mereka parkirkan tak jauh dari sebuah rumah megah. Ah anni, bukan rumah namun lebih tepatnya 'Panti Asuhan'.
"Tapi-..."
"Aku belum memberikan bunga ini untuk umma-nim" IM mengkerucutkan bibirnya.
Ya, Umma-nim dan Aboji mereka yang sedang IM perhatikan. Ini merupakan kegiatan rutin mereka setiap hari minggu. Mengunjungi kedua orangtua, secara diam-diam tentunya. Hanya memandang dari kejauhan tanpa berani menampakkan badan.
Beberapan tahun yang lalu, setelah kepergian IM , tuan Kim menjual semua sahamnya termasuk kepemilikan saham agency. Merubah kehidupanya dengan sang istri dengan bergelut bersama anak kecil untuk terjun dalam kegiatan sosial. Panti asuhan, itu yang mereka pilih. Menjadikan rumah megah mereka sebagai istana anak-anak terlantar yang membutuhkan kasih sayang.
"Shownu appa akan marah jika kau sampai terlambat dalam persiapan konser kalian ke Jepang." BI menasehati
"Sssttttt..." IM memberi isyarat diam
Dengan segala penyamaran dari masker sampai topi, IM keluar dari dalam mobil menghampiri anak kecil yang sudah menunggu diluar pagar panti.
"Hyuuung..." Girang bocah itu
"Hai adik manis. Seperti biasa tolong berikan pada-..." Kalimat IM terpotong
"Halmoni dan haraboji !" Girang bocah itu
"Ssttt jangan kencang-kencang, nanti ada yang dengar." IM berbisik takut bersembunyi di balik pagar.
"Hyung tenang saja, aku penguasa disini. Tak akan ada yang berani mengadu." Bocah itu berbangga diri.
"Aigoo jangan seperti itu. Apa kau seorang pembulli." IM memicingkan matanya.
"Anni...aku ini baik hati. Aku tidak membuli" Celoteh bocah yang kira kira berusia sepuluh tahun itu.
"Hahaha... ne ne. Hyung mengerti. Oh, ya kita sudah enam kali bertemu. Tapi hyung belum tahu nama mu . siapa nama mu adik manis?" Tanya IM
"Samuel..., Kim samuel" Jawab bocah berparas bule itu tegas.
Ya, semua berawal dari IM dan BI yang suka meninggalkan bunga didepan pagar. Hanya sebuket bunga warna-warni tanpa selembar pesan. Sampai bocah nakal kurang kerjaan yaitu samuel menemukan bunga itu dan menjadi pengantar bunga pada ibu panti mereka yang sering disapa dengan sebutan 'Halmoni' oleh anak-anak asuhnya.
IM yang sudah hafal dengan kegiatan bocah bule itu dalam memungut bunganya, langsung memanggil dari kejauhan agar bocah itu mendekat. Samuel sempat takut bahkan berlari saat IM yang dalam mode penyamaran mendekat. Siapa yang tidak takut bila ada orang berpakaian serba hitam menggunakan masker dan topi ala penjahat mendekat.
Namun rasa penasaran di hati Samuel sepertinya lebih besar dari ketakutanya. Dengan nyali yang cukup besar, Samuel memberanikan diri menghampiri seseorang yang selalu berdiri di belakang pohon besar depan pagar istana mereka. Dan segala prasangka buruk serta kecurigaan Samuel dibayar dengan sebuah cokelat manis pemberian IM. Tentu IM punya seribu cara manis dalam menyampaikan rasa terimakasih. Menggunakan cokelat sebagai imbalan dan upah tutup mulut agar Samuel tidak menceritakan kegiatan mengintipnya.
"Kim Samuel ?" IM membeo
"Ne, namaku Kim Samuel hyung."
"Em..., bukankah pemilik panti asuhan ini Tuan Kim. Apa kau anak dari tuan kim?" IM bertanya takut-takut. Sungguh dia tidak akan bisa menerima kenyataan kalau saja bocah ini anak tuan Kim dari wanita simpanan lain.
"Ne, aku anaknya. Kami semua yang ada disini anak Halmoni dan haraboji." Samuel berkata polos
"Hah..." Dan IM bernafas lega.
"Baiklah Samuel. Seperti biasa ya, tolong berikan pada Halmoni dan-..." Perkataan IM terpotong lagi
"Dan katakan 'Aku menemukan ini di depan pagar'. Iya kan !" Samuel tersenyum riang.
"Oh...anak pintar. Ini cokelat kesukaan mu." IM memberi sekotak cokelat.
"Uwaaaah... terimakasih hyung..."
"Ok. Hyung harus pulang. Byeee." IM bergegas menuju mobil
"Hyung !"
"Ne?" IM berbalik merasa jaketnya ditarik dari belakang
"Aku belum tahu nama hyung." Samuel mengedip polos.
"..." Sempat terdiam, IM ragu untuk berucap
Sejenak ia termenung dengan pertanyaa Samuel. Dengan sendu dia menatap sepasang suami istri yang tengah bercengkerama. Dari kejauhan nampak umma-nya yang menyiram tanaman di taman dengan beberapa anak kecil yang berlarian riang. Tak jauh dari sana tampak juga aboji-nya yang bercanda tawa diatas kursi roda dengan bocah balita dalam pangkuanya.
"Hero." IM berujar mantap
"Hero? Itu nama hyung?" Samuel nampak tak yakin.
"Yes, I can be your hero . Hahaha" IM tertawa kecil namun masih terdengar oleh telinga samuel.
"Aneh, seperti lagu Monsta X saja. I can be your hero, I can be your hero, I can be your hero. Na na na na na na" Dan samuel bernyayi tak jelas sambil berjalam masuk pekarangan Panti dengan menggendong sebuket bunga.
.
.
.
Tidak semua kisah berahir bahagia,
Disaat pagi mulai tiba, maka sang malam mencekam akan muncul disisi lainya.
Begitu pula dengan kehidupan, tak akan bisa berjalan dengan satu arah.
Ada hitam, ada putih. Ada gelap, ada terang . Ada duka dan ada bahagia.
Memang kita tak dapat menggenggam secara bersamaan.
Melepaskan salah satunya, untuk memutuskan sebuah pilihan.
Namun kita tak pantas juga untuk menyesalinya, karena disetiap kisah, pasti terdapat banyak hikmah.
.
.
END
.
.
.
.
.
Haiiii Readers..,
Ahirnya...
Setelah sekian lama Mimin digantung oleh kepastian dari Author (Abaikan)
Ahirnya selesai juga kisah cinta bahagia yang Mimin idam-idamkan dan Author ulur-ulurkan (Apalah)
Jujur nih, beberapa hari sebelum up ini chapter Mimin sempet ribut sm si-Author.
Yah konflik perang batin antara Happy Ending & Sad Ending. Sebenernya si-Author ngotot buat ni FF jadi Sad Ending, tapi Mimin ngak terima guys. Secara chingudeul banyak yg PM minta Happy End. Author juga pernah janjikan kalau badai pasti berlalu, masak badainya jadi badai topan tsunami. Kan nanti pada kecewa..., Terutama Mimin (Plak)
Ok fix ini couple
Hanbin x changkyun / BI x IM / BIM
Minhyuk x Kihyun / Minhyun
Wonho x Hyungwon
Jooheon x Xiumin
Shownu x Jisung
Suga x Woozi / Yoongi x Jihoon ( Suzi )
Taehyung x Jungkook / Vkook
Vernon x Seungkwan / Verkwan
Seungcheol x Jisoo x Jeonghan / Scoups x Joshua x Jeonghan (Seungjihan)
Sehun x Jongin / Sehun x Kai / Sekai
Yugyeom x Yerin
.
Terimakasih untuk semua yang sudah mengikuti dan mendukung FF ini BlackSwan3012 , Buzlague , aafnjyh , , xxiianp , Altha Angela , Daedan , Ryuka Zu , SwaggxrBang , Ryuu , baozi167 , Risris Monbeb , Baebae Bobby , someonelol , Guest , Afyb , Arqueenley , Ecaafriska , Kyunmi , byunrinhee , kim lily , lhjksymhimjhlv , nandassi , blinkcloud , Siffa , viie , kimmi , Lolli , selly marie , Momooon , ikoooooooneeexxx , Kukuuuu , selly , iKyun , Guest , Wookiewook , NaimChup , Habibahjeon , YoyoLIm , Aquuu, Yoshimma, Kyuyu, Mazazo, HanbeeenKim, IMimChang, MomoShim, UlfaKwon , Nainmei , Kyu007 , Leesila, Lisssa , Kimkim03 , AmazzonPark , Monna , Aquariushi , BLlovers , AhzurraChu , Wenxixi dan readers yang belum sempat review
Maaf untuk semua kesalahan baik tokoh, latar, alur, tema, couple ,penulisan nama, dan segala jenis typo...,
Gomawooooooo.
