Bleach © Tite Kubo
Bleach Fanfic Story – Dragon Ice and Wolf of Black Snow
Soul Society Arc
-I do not own Bleach-
Don't Like, Don't Read
Warning : TYPO, OOC, OC, AU, Etc
- Chapter 19 -
"Apa kau tidak akan menolong mereka dulu, Taichou?" tanya Matsumoto sambil berlari.
Mereka berdua bisa merasakan ledakan Reatsu dari berbagai arah terutama di bukit Sokyoku. Toshiro terdiam, "aku tidak perlu melakukannya. Para Ryoka itu tidak akan membiarkan apapun terjadi pada Rukia. Mereka datang dari jauh hanya untuk menyelamatkannya." Senyuman kecil terlihat disudut bibir kapten itu, membut Matsumoto melebarkan matanya ketika melihat dan semakin lebar saat mendengar kalimat selanjutnya.
"Akatsuki juga akan melindungi mereka..." sambung kapten itu.
.
Ketika itu di bukit Sokyoku...
Para Kapten berkumpul seperti yang biasa mereka lakukan, hanya kali ini tidak semua ada disana. Hanya sedikit kapten yang datang saat itu, Soutaichou, Unohana, Soifon, Kyoraku dan Byakuya. Mereka semua datang dengan wakil kapten mereka sendiri. Menanti eksekusi untuk dimulai sebagaimana apa yang harus mereka lakukan. Yaitu melihat seluruh eksekusi itu hingga akhir.
Soutaichou mulai berbicara, mengumumkan kesalahan dan hukuman pada Shinigami tersebut. Dia menanyakan permintaan terakhir dari Rukia. Gadis itu meminta agar para Ryoka dikirimkan kembali ke tempat mereka dengan aman. Soutaichou menyanggupi hal itu, Isane melihat dengan sedih dan bersalah. "Kejamnya, dia bilang kalau dia tidak akan berencana membiarkan satu pun dari mereka untuk hidup" kata Isane.
Unohana segera memotongnya, "itu tidak kejam, Isane. Itu adalah kebaikan, sejak akhir darinya tidak bisa dihindari."
Eksekusi itu hampirlah dimulai, semua kapten terlihat cukup serius saat itu. Rukia dibawa ke puncak tiang eksekusi diikuti oleh munculnya Burung api.
Kikou...
Bentuk asli dari tombak Sokyoku dan pengeksekusi dari hukuman akhir. Dia akan membakar seluruh bagian dari terdakwa tanpa ada yang tersisa. Baik tubuh maupun jiwa dari seseorang. Semua kapten melihat dengan sedikit terpesona semenjak hal itu hampir tidak pernah dilakukan.
Burung api itu melesat ke langit memamerkan bentuk tubuhnya yang terbuat dari api sempurna. Dia berputar sebelum melihat kearah Rukia yang sudah ada di puncak tertinggi. Mata gadis itu sedikit mengeluarkan air mata saat ingatannya ketika hidup kembali terputar. Mengucapkan setiap rasa terima kasih pada semua orang yang sudah masuk ke dalam hidupnya. Rukia sudah menerima semuanya dan berpikir kalau itu adalah akhir dari hidupnya.
Burung api itu mengepakkan sayapnya dan maju. Jarak mereka semakin dekat, bahkan Rukia bisa merasakan hawa panasnya. Lalu saat itulah seseorang datang entah darimana, berdiri diantara Rukia dan burung api itu. Mengejutkan semua orang disana ketika seharusnya Rukia tereksekusi. Gadis itu sendiri membuka matanya kembali sebelum menahan nafas terkejut. Seseorang telah menghentikan Kikou pada saat terakhir dan berdiri didepannya. Rambut jingga dan mata yang lembut, Rukia bisa mengenali itu bahkan meski dari kejauhan.
Ichigo yang telah menyelesaikan latihan Bankai-nya segera menghentikan Sokyoku dengan zanpakutou-nya. Rukia terlihat tidak percaya, "Ichigo..."
"Yo!" sapa pemuda itu mudah.
Semua orang dibawah terlihat terkejut saat burung api itu berhenti. "Dia menghentikannya! Kekuatan penghancur Sokyoku sama dengan satu milyar kekuatan zanpakutou. Dan terhenti dengan satu saja? Siapa dia?!" kata Soifon.
Kyoraku mengangkat topinya, "Nanao-chan... itu pasti orang yang dikatakan oleh penyusup sebelumnya..."
"Ya..." Nanao mengangguk "dia terlihat sama dengan laporan para kapten."
"Sungguh... setelah semua, dialah satu-satunya yang berhasil tepat waktu." Kapten itu tersenyum lebar, sepertinya dia senang ada yang berhasil mencegah eksekusi. Byakuya yang di sebelah kapten itu terlihat sangat terkejut. Tidak sempat berpikir pemuda yang sebelumnya dengan mudah dia kalahkan bisa menjadi sangat kuat dalam beberapa hari. Sokyoku mulai terbang mundur yang menyebabkan Ichigo sedikit kehilangan keseimbangannya.
"Ichigo!" kata Rukia dengan khawatir pada temannya itu.
"Jadi dia mengambil langkah untuk yang kedua? Baiklah, lakukan!" Ichigo berkata dengan tenang sebelum dia terkejut ketika seorang muncul diantara Sokyoku dan dirinya. Secara samar namun cukup jelas untuk dilihat. Para kapten lain termasuk Soutaichou bisa melihatnya. Mata mereka kembali melebar dan beberapa dari mereka membuka mulut karena terkejut.
"Tidak mungkin..." kata Isane tidak percaya.
Kyoraku melebarkan mata dan mengangkat topinya lebih tinggi, "Seperti mimpi..."
"B-bagaimana?!" Soifon gemetar sekarang. Selain itu tidak ada yang bergerak, Soutaichou membuka matanya. Dia juga terkejut melihat siapa yang berdiri diantara Sokyoku dan membantu Ichigo.
"K-Kau..." Ichigo terkejut.
.
.
.
Seekor serigala hitam raksasa berdiri dengan dua kaki belakangnya. Matanya tampak merah bagai darah dan ekornya sangatlah panjang hingga sampai turun ke tanah. Ukurannya sama seperti dengen Tengen saat dalam bentuk bankai-nya. Tubuh serigala itu tampak sangat samar sama seperti hantu. Namun bulu kehitamannya tetap terlihat megah dan asli. Ichigo berbisik pada dirinya sendiri menyebutkan sebuah nama.
"Tsuki-san..."
Akatsuki tersenyum dalam wujud serigalanya, "pekerjaanmu sudah selesai, Anak muda..." katanya dengan suara menggema dan penuh nada bijak. Suara itu sangat lembut terdengar di telinga semua orang dan membuat setiap shinigami disana merinding hingga ke tulang. Tangannya diulurkan kedepan perlahan tepat pada burung api tersebut. "Sekarang giliranku melakukan permintaan tuanku..." Burung itu berhenti sebentar sebelum tiba-tiba es hitam membekukan seluruh api itu dan membuatnya jatuh ke tanah.
"Tidak mungkin, dia bisa membekukannya?!" seru Nanao diikuti suara jatuh yang keras didepan mereka.
Ketika itulah Ukitake datang bersama Kiyone dan Sentarou dengan Shunpo. Dia segera melemparkan tali ke leher Sokyoku yang membeku dan tampak berusaha kembali ke wujud sebelumnya. Semua orang melihat dia dan Kyoraku bekerja sama menghancurkan sokyoku menggunakan segel penghancur dari klan shihoin. Isane terkejut melihat Sentarou dan adiknya Kiyone ada disana untuk membantu.
"Ukitake-taichou?! Kiyone juga?!" katanya heran dengan apa yang dilakukan oleh salah satu kapten itu.
Kyoraku tersenyum, "yeah, pria tampan ini telah membuatku lama sekali menunggu."
"Kyoraku-Taichou!" seru Isane.
"maaf, lama menunggu" jawab Ukitake.
Soutaichou membuka matanya lebar karena tidak percaya kalau dua muridnya kesayangannya melakukan hal semacam itu. Melanggar peraturan dan menghancurkan segel agung.
"Hentikan mereka! mereka ingin menghancurkan Sokyoku!" seru Soifon yang langsung mengenali segel itu. Ukitake dan Kyoraku segera mengirimkan Reiatsu mereka dan menghancurkan burung api raksasa itu.
Saat itu udara yang panas berubah menjadi dingin. Akatsuki tampak menghilang sedikit demi sedikit ketika Ichigo kembali dan melepaskan Rukia dengan menghancurkan tiang besar tersebut. Akatsuki mengangkat tangannya dan mengirimkan sebuah udara dingin pada Ichigo dan Rukia. Perlahan luka Ichigo kembali menutup dibalik perban dan rasa sakitnya menghilang. Mata orange itu melebar, Akatsuki hanya tersenyum kecil.
"Kau adalah anak yang baik, Ichigo-kun. Takdir telah memilihmu untuk menjadi Shinigami yang bisa membersihkan dosa-dosa kami di masa lalu. Tetaplah pada jalanmu..." Serigala itu semakin tidak terlihat kemudian lenyap dalam salju hitam. Ichigo mendengar bisikan pelan di telinganya pada saat yang bersamaan.
"Anak muda..."
.
.
.
.
Oh! permintaan Toshiro berhasil! Akatsuki tidak akan pernah menyerah! Yeah! tunggu chapter selanjutnya ya!
Please Review!
