Chapter 20

Hehehe banyak yang kangen author toh hihihihi, makasih udah nunggu ff abal ini. Oh ya ada yang binggung kenapa baek ada payudara, jawabannya kan kalau baek punya anak kasian dong anaknya minum susu formula, nanti gak gede gede/? Hehehehe, lagi juga dulukan mereka straight jadi di tambahin sedikit body yeoja mungkin gak terlalu masalah

Udahlah happy reading aja, maaf pendek, author ngebut kerjainnya.

.

.

.

"ada apa baek ?" tanya chanyeol

"apa tidak sakit ?" bukannya menjawab baekhyun malah balik bertanya dengan pipi yang memerah sempurna

"ah ne ? maksudmu apa baekie ?" tanya chanyeol mengusap pipi memerah baekhyun, karena tindakan chanyeol pipi baekhyun makin memerah

"itu" ujar baekhyun menunjuk penis besar yang sudah benar benar menegang tersebut

"eh ?" chanyeol hanya menatap kaget baekhyun

"apa tidak sakit jika dibiarkan seperti itu ?" tanya baekhyun memberanikan diri menatap wajah chanyeol

"eh.. gwaechana baek" ujar chanyeol dengan senyum idiotnya. Bohong jika dia tidak merasakan sakit pada alat "masa depannya" namun mau bagaimana lagi, tidak mungkin jika chanyeol langsung memasukan penisnya kelubang baekhyun, yahhh dia takut baekhyun akan makin trauma lagi padanya, lebih baik dia menahan rasa sakit yang teramat sakit dari pada harus mendapatkan teriakan menjauh dari baekhyun

"kalau begitu aku pergi dulu baek" ujar chanyeol berlalu dari hadapan baekhyun, namun lagi lagi baekhyun menahan tangan chanyeol. Walaupun ada sedikit rasa sakit di hatinya saat menahan tangan chanyeol, namun baekhyun merasakan ketidak relaannya jika harus membiarkan chanyeol menikmati service dari uke lain

"boleh aku menidurkannya ?" ucap baekhyun menundukkan kepalanya dan tangannya yang menggengam tangan chanyeol berpindah menyentuh penis kebanggaan chanyeol, apa reaksi chanyeol ? tentu saja kaget

"bolehkah ?" tanya baekhyun lagi dengan puppy eye nya mentap chanyeol

"ehh, tapi kau lagi sakit baekie" ucap chanyeol mengusap wajah baekhyun

"tak apa chanyeol-ah, aku tidak akan bertambah sakit" ujar baekhyun mentap chanyeol dengan pandangan –akan-ku-kebiri-penis-mu-jika-tidak-menyetujuinya

"ah ne ? ah ne ne tentu boleh baek" ujar chanyeol gugup lalu menelan ludahnya yang sangat susah melewati kerongkongan sempitnya

.

.

.

"ehhhh….. sehunhhh~" ini adalah desahannya seorang namja manis berkulit tan

"ish, kenapa tidak tumbuh tumbuh" ujar sehun kesal sendiri. Kenapa ? karena sudah 20 menit dia menyedot dan memijat dada kai. Namun kenapa dada kai tidak tumbuh sebuah payudara

Pletak

"Aww" ringis sehun mendapatkan sebuah hadiah dari namja yang sangat dicintainya

"kenapa menjitakku kai ?" tanya sehun mentap kai binggung

"aku namja, bodoh ! mana bisa tumbuh payudara" ujar kai kesal sendiri

"tapi baekhyun bisa, kenapa kau tidak bisa baby ?" ujar sehun dengan tampang bodohnya

"aku tidak memiliki rahim sehunieku yang bodoh, aish bagaimana mungkin aku bisa mencintai namja bodoh sepertinya" ujar kai lalu beranjak meninggalkan sehun dengan kemejanya yang masih acak acakkan

"kenapa ? memang ada apa denganku" ujar sehun dengan tampang polosnya menatap meja yang bergoyang -_-

.

.

.

"ahhhh… chaniehhhh… uhhhh" desah baekhyun menggelegar di ruang rumah sakit tersebut

"ahhh… sempithhhhh…" desah chanyeol terus memaju mundurkan penis besarnya. Kenapa baekhyun mau chanyeol memasukan penis sialannya ke dalam lubangnya ? jawabannya karena baekhyun sangat mencintai chanyeol. Ironis bukan ? seseorang yang dia cintai yang membuat dia masuk kedalam rumah sakit, mungkin jika yang di posisi baekhyun adalah luhan, saat ini chanyeol hanya meratapi penis kebanggannya yang sudah menghilang/?

"fasterhhhh… ehhhh…" desah baekhyun menggenggam kuat pinggiran ranjang dengan badan yang terantuk antuk kedepan karena sodokan penis chanyeol yang sangat kuat

"ahhh… kau selalu sempit baek ehhhh…"

Chanyeol terus menyodok lubang sempit baekhyun brutal dan tanpa ampun, untuk baekhyun tidak terlalu menjadi masalah, yahh bukankah selama ini lubangnya hanya diisi oleh si brandal chanyeol.

"ahhhh chaniehhh… kelualhhhh…" desah baekhyun merasakan akan mengeluarkan seluruh spermanya keluar

"bersamahhhhh… baekhhh" desah chanyeol mempercepat sodokannya pada lubang baekhyun

"CHANIEHHHHHHH" desah baekhyun mengeluarkan seluruh hasratnya membasahi lantai dan ranjang rumah sakit

"saranghae byun baekhhhhhh" desah chanyeol menumpahkan spermanya kedalam Rahim baekhyun

Deg

Mata sipit baekhyun membulat, dia kaget atas pernyataan chanyeol barusan, dia tidak tulikan ? tidak tidak, pendengarannya masih normal, jadi ? apakah tadi hanya halusinasinya saja atau memang kenyataan ?

"c-chanyeol ?" panggil baekhyun menatap binggung ranjang rumah sakit. Bukannya menjawab chanyeol malah melepaskan penisnya dari dalam hole baekhyun.

"m-mian baek aku kelepasan" ujar chanyeol lalu berlari keluar ruangan, meninggalkan baekhyun yang mulai merosot kebawah kasur. Pandangan baekhyun mengosong, semua terekam jelas di ingatannya. Chanyeol menyatakan cinta padanya, namun apa ? dia meninggalkan baekhyun setelah bercinta. Tapi apakah kegiatan mereka barusan cocok untuk di sebut bercinta ? kurasa tidak,

"hiks…" sebuah isakan keluar dari bibir manis baekhyun. Mengapa dia menangis ? mengapa hatinya terasa sangat sakit ? mengapa kehidupan seperti mengejeknya ? apakah tidak ada jalan yang bisa ia tempuh agar keluar dari segala kerumitan ini ? jika waktu bisa diulang, mungkin dia akan menolak tawaran untung menjadi siswa di sekolah gila ini.

Flash Back

"Baekhyun, appa tidak pernah menyangka kau bisa mendapatkan beasiswa dan bersekolah di sekolah ini" ujar appa baekhyun menatap tak percaya kepada baekhyun yang menyerahkan sebuah map kepada ayahnya

Grep

Dengan semangatnya baekhyun memeluk ayahnya. Ini adalah impian keluarganya, yaitu mendapatkan beasiswa di sekolah terkenal dengan kepastian 100% menjadi orang sukses. Tidak di pungkiri, ayah baekhyun memiliki teman yang sudah lulus dari sekolah tersebut, dan pekerjaannya saat ini menjadi professor terkenal di Europa.

"gumawo appa, sudah mendoakan baekie hiks…" ujar baekhyun memeluk erat ayahnya

"hey, anak appa yang tampan ini mengapa menangis ?" tanya ayah baekhyun menangkup pipi sintal baekhyun

"hiks… baekie takut tidak bisa bertemu appa dan eomma" ujar baekhyun dengan tangisannya. Sedangkan tuan byun hanya tersenyum menanggapi anak semata wayangnya yang sangat manja tersebut.

"bukankah kita masih bisa berhubungan lewat telfon baekie" ujar tuan byun mengusap pipi baekhyun

"hiks… ne appa hiks…" ucap baekhyun memeluk appanya kembali

.

.

.

"kau sudah memasukan barang yang kau perlukan disana nanti baek" ujar appa baekhyun menatap anaknya yang sedang menikmati sarapannya

"sudah appa" ujar baekhyun menatap appanya dengan senyum manis

"baekie" panggil nyonya byun

"ne eomma ?" tanya baekhyun menatap eommanya yang juga menatapnya

"jika disana kau mengalami kesulitan, percayalah kepada teman sekamarmu ne, eomma yakin kau akan bahagia disana" ujar eomma baekhyun menggenggam erat tangan baekhyun

"e-eomma" ujar baekhyun terbata menatap ibunya yang mengeluarkan air mata

"eomma tidak masalah jika kau mengalami gangguan seksual setelah keluar dari sana" ujar eomma baekhyun menatap anaknya dengan air mata yang berurai

"maksud eomma ?" tanya baekhyun tidak mengerti

"disana sekolah khusus pria baekie"

"ne baekie tau eomma. Lalu ?"

"dan disana kau akan mendapatkan pasangan gay"

"mwo ?"

"teman appamu sudah menceritakan segalanya kepada eomma, sebetulnya eomma ingin melarang. Namun, eomma tidak sanggup merusak kebahagiaanmu" ujar eomma baekhyun menatap baekhyun sedih

"kalau begitu aku tidak usah kesana ma, baekie tidak bisa melihat eomma bersedih" ujar baekhyun menghampiri eommanya lalu memeluknya

"anio baek" ujar nyonya byun melepas pelukan anaknya

"kebahagianmu ada disana sayang" ujar nyonya byun mengusap pipi anaknya

"tap-"

"ssttt, dengar kata eomma, jangan pernah bersedih disana ne, baekie harus selalu percaya bahwa kebahagian ikut serta dalam diri baekie" ujar nyonya byun menasehati eommanya

"ne eomma saranghae" ujar baekhyun memeluk eommanya

.

.

.

"hati hati disana baek" ujar eomma baek melambaikan tangan kepada anaknya yang sudah naik kedalam bis sekolah

"ne eomma" balas baekhyun dengan melambaikan tangannya dan tersenyum sangat manis. Sampai seseorang dengan tinggi diatas rata rata mentapnya dengan pandangan terpesona, lalu kembali memainkan gedgetnya.

FlashBack end.

.

.

.

.

Detik berganti menit, menit berganti jam dan pagi berganti malam. Seorang pemuda tampan dengan tinggi tubuh yang bisa dikatakan tidak normal sedang bersandar pada pohon besar di taman sekolah. Matanya tidak lepas dari ponselnya yang menampakkan malaikan terindahnya sedang tidur dengan nyenyak di rumah sakit. Sekelebat memori terulang di otaknya. Menahan rasa sakit yang terus berdenyut di dadanya, mengapa ? mengapa dia sangat bodoh ? dia kembali menyakiti malaikatnya. Dia kembali membuat butiran mutiara jatuh dari mata indah malaikatnya. Jika waktu bisa diulang, mungkin dia lebih baik berlari dari pada menerima tawaran baekhyun untuk menidurkan "adik"nya.

"hahhh…" helahan nafas terus keluar dari mulut namja tersebut. Apakah sebegitu beratkah beban yang dia bawa ?

TBC