SYMBOL OF REVENGE
Chapter#21
ULQUIORRA VS SIEGFRIED & GEORG
Rate: M
.
.
.
Disclaimer: Naruto [Masashi Kishimoto], High School DxD [Ichie Ishibumi]
Genre: Fantasy, Adventure, Action, Romance, Drama, Martial Art
Warning: Typo, gaje mungkin, masih jauh dari kata sempurna, OOC
Pairing: ?
Summary:
Penyelamat? Pahlawan? Ksatria? Tidak… Aku tidak tertarik menjadi sesuatu semacam itu… Hanya dendam.. Dendam yang kubawa sejak perang besar antara Kerajaan Kerajaan besar.. Perang yang menghancurkan kebahagiaanku… Dendam ini berubah menjadi sumber kekuatan.. Dan dengan kekuatan ini, akan kutuliskan namaku di kepala para Raja itu.. diriku sebagai symbol pembalasan dendam..
Ide ini muncul setelah author mendengarkan lagu opening No Game No Life.. Entah kenapa.. Padahal gak ada hubungannya sama cerita ini..
Jangan lupa review, favorite follow!
.
.
.
.
.
Naruto dan Ino kini singgah sementara di salah satu kota yang ada di jalur utama menuju ke Ibukota Kerajaan Archangel. Sudah beberapa hari mereka lalui. Mereka berhasil membebaskan para imigran yang dijadikan budak dan pergi tanpa memperkenalkan identitas mereka pada masyarakat disana. Intinya mereka sama sekali tidak meninggalkan jejak. Para korban imigran yang diculik dan bersiap dijual sebagai budak pun mau menutup mulut mereka mengenai identitas Naruto dan Ino.
Kota Amagi, sebuah kota yang letaknya tak begitu jauh dari Ibukota. Mungkin hanya memakan waktu sekitar kurang lebih sehari lagi untuk sampai ke Ibukota jika dari sini. Alasan mengapa Naruto memilih untuk singgah sementara disini juga karena ada informasi yang harus dia dapatkan. Sejak awal pun sebenarnya Naruto memilih dan datang ke Kerajaan Archangel bukannya tanpa tujuan atau hanya sekedar ingin mengetahui seperti apa Kerajaan Archangel sebenarnya.
Dia memiliki tujuan lain yang harus dicapainya. Ada sebuah benda yang Naruto inginkan dan kebetulan benda itu bersarang di Kerajaan Archangel. Informasi yang Naruto inginkan di kota ini adalah seputar benda itu. Tentu saja karena Naruto menginginkannya, benda itu bukanlah benda biasa yang mampu didapatkan oleh orang biasa.
"Naruto-kun, sebenarnya untuk apa kita ke tempat semacam ini?" tanya Ino sambil melihat ke sekelilingnya.
"Maafkan aku, Ino. Meski kau tidak nyaman tapi aku akan menjagamu dan tolong tunggu sebentar lagi," jawab Naruto sambil menatap Ino.
Di sekeliling mereka dipenuhi oleh laki laki bertampang sangar, sadis dan kini tengah memandang penuh nafsu kepada gadis blonde yang bersama Naruto. Tempat itu mirip seperti sebuah bar meski letaknya berada di bagian terdalam kota Amagi atau tepatnya berada di bagian sisi gelap kota tersebut. Bagian kumuh yang diisi gelandangan dan penjahat. Sejujurnya Naruto sendiri awalnya tidak benar benar mengetahui keberadaan tempat ini. Dia hanya mendapatkan informasi mengenai tempat ini dari seorang informannya saat dia ada di Aincrad.
"Fufufu.."
"Gadis itu cantik sekali,"
"Mungkinkah harus kita nikmati dia..?"
Beberapa ujaran tak sopan mulai terdengar disana. Ino sendiri benar benar merasa tidak nyaman dengan hawa keberadaan mereka di sekitarnya. Bahkan sejujurnya Naruto sendiri benar benar ingin menghancurkan tempat ini karena tatapan nafsu orang orang ini mengingatkannya kejadian yang disaksikannya saat masih kecil. Dimana Bunda yang menjaga nya di panti asuhan harus diperkosa oleh pasukan Kerajaan Silver.
"Mereka benar benar menjijikkan…"
Umpat Naruto dengan ekspresi yang menunjukkan bahwa ia kini tengah dibuat jijik. Tak berselang lama, seorang pria berjubah yang memakai tudung muncul di hadapan Naruto dan Ino. Bahkan tanpa diperintah, orang tersebut segera menarik kursi dan duduk.
"Maaf aku terlambat… Apa aku membuatmu menunggu lama?"
Orang itu bertanya kepada Naruto. Sedangkan Naruto tampaknya tidak begitu peduli dengan keterlambatan pria di hadapannya. Dia sekarang hanya membutuhkan informasi secepatnya.
"Tidak masalah jika kau benar informan yang akan memberitahuku letak dimana 'benda' itu berada,"
"Kukatakan saja langsung kalau benda yang kau inginkan sekarang ada di Istana Kerajaan Archengel," bisik informan itu yang nampaknya begitu tergesa gesa.
Naruto sendiri tidak begitu terkejut mendengar letak keberadaan benda yang ia cari di Kerajaan ini sekarang ada di tangan para bangsawan yang ada di Istana.
"Jadi benar mengenai rumor yang mengatakan bahwa [Four Archangel] sampai bekerja sama untuk mendapatkan benda itu dari salah satu [World Ancient Temple] yang ada di Kerajaan ini,"
[World Ancient Temple] adalah salah satu dari 4 Legenda Terbesar di dunia selain [Holy Ground], [Apocalypse Magic Scroll] dan satu legenda lagi. [World Ancient Temple] seperti namanya merupakan sebuah candi yang berdiri di berbagai belahan dunia baik di benua utara, timur, barat dan selatan yang jumlahnya sedikit. Setiap candi menyimpan sebuah harta tak ternilai yang menyaingi benda benda yang hanya bisa di dapatkan di daratan suci atau [Holy Ground] seperti [Longinus].
Namun untuk membuka segel yang melindungi candi tersebut akan membutuhkan kekuatan yang sangat besar. Bahkan Kerajaan Archangel sampai harus menggunakan kerja sama dari keempat pemimpinnya. [Four Archangel] untuk membuka segel tersebut. Tentu saja Naruto menginginkan harta tersebut. Dia rela harus membuat masalah dengan keempat orang pemimpin Kerajaan ini demi benda yang bagaikan harta dunia itu.
"Aku sendiri awalnya tidak percaya ada orang yang cukup bodoh sepertimu yang berniat untuk mencuri benda tersebut dari Kerajaan,"
Naruto tidak membalas perkataan informan ini.
"Aku memiliki peta Istana Kerajaan dan juga tahu letak dimana benda itu disimpan. Jujur saja aku sebenarnya tidak ingin menyerahkan info segila ini kepadamu karena jujur saja sangat sangat sulit mendapatkannya tapi rekanku di Aincrad mengatakan padaku untuk menyerahkannya padamu,"
Informan itu menyerahkan sebuah gulungan yang mirip sebuah peta sederhana yang menggambarkan kondisi denah Istana Kerajaan. "Aku mengerti…" jawab Naruto dengan santai.
"Ah… ya.. satu lagi. Info ini benar benar masih baru, tapi beberapa hari yang lalu… Kaisar Sakra dari Kekaisaran Sakra, Paduka Rizevim dari Kerajaan Silver dan Yang Mulia Vasco Strada dari Kerajaan Symphonia datang ke Kerajaan ini dan menjalin semacam kerja sama, aliansi atau semacamnya,"
Jujur info yang barusan lebih mengejutkan daripada info mengenai benda yang dicari oleh Naruto. Dia tak bisa menutupi raut wajahnya yang terkejut. "Kerja sama…? Sakra?"
Yang ada dipikiran Naruto sekarang adalah untuk apa Sakra berada di Kerajaan ini? Membuat aliansi dengan Archangel yang menurutnya sendiri merupakan Kerajaan yang memiliki perbedaan signifikan dalam hal kekuatan di Benua Utara. Apakah Sakra juga mengincar benda yang sekarang berada di genggaman [Four Archangel]?
"Kurasa tujuanmu di Kerajaan ini tidak akan berjalan semulus yang kau pikirkan… Menerobos Istana dengan kondisi dimana tamu tamu itu masih singgah di Kerajaan ini sangatlah berbahaya,"
Ya itu jelas misi bunuh diri. Sejujurnya Naruto tidak masalah bahkan bila dia harus berhadapan dengan satu atau dua orang dari [Four Archangel] namun dia harus menghadapi Rizevim dan Strada? Terlebih lagi Sakra? Dia sadar akan kekuatan nya sekarang yang masih terbatas. Dia yang sekarang belum mampu untuk membunuh Sakra dalam duel satu lawan satu apalagi jika lawannya bukan hanya Sakra tapi juga penguasa penguasa negara lain?
Setidaknya Strada mungkin setara dengan Azazel sedangkan Rizevim bahkan lebih kuat dari Azazel. Mereka jelas bukan lawan yang mudah untuk dihadapi.
"Ini akan mengganggu rencanaku… Berapa lama mereka singgah di Kerajaan ini?"
"Aku tidak tahu pasti berapa lama mereka singgah… tapi info yang kudapat mengatakan bahwa Kaisar Sakra sudah melewati perbatasan dan hendak menyebrangi lautan. Nampaknya dia memang tak berniat singgah sejak awal. Sedangkan Paduka Rizevim juga akan kembali secepatnya jadi kurasa yang akan tinggal lebih lama lagi adalah Yang Mulia Strada. Lagipula Kerajaan Symphonia letaknya bersebelahan dan Kerajaan itu sendiri juga merupakan pecahan dari Kerajaan Archangel,"
Naruto sebenarnya tertarik dengan aliansi yang dibentuk oleh keempat Kerajaan ini. Dia harus mencari tahu tujuan mereka membentuk aliansi ini karena kemungkinan besar di masa depan, aliansi ini akan mengganggunya. Dia masih belum memiliki pasukan besar yang cukup untuk menghentikan mereka.
"Meskipun bebannya berkurang setelah Sakra dan Rizevim meninggalkan Kerajaan ini tapi tetap saja tingkat kesulitannya lebih besar daripada target awalnya karena kehadiran Strada,"
Belum lagi Naruto masih harus mempertimbangkan pengawal Strada yang mungkin saja punya beberapa kemampuan yang akan menyulitkannya.
"Kalau begitu aku harus pergi sekarang,"
"Ya.. terima kasih atas info nya. Kuharap kita bisa bekerja sama lagi di masa depan," kata Naruto serius.
"Aku mengerti,"
Namun saat informan itu akan beranjak pergi dari kursi nya, Naruto tersadar bahwa orang orang di bar itu mulai bergerak mengepung mereka dari berbagai arah. Tujuan mereka tak lain adalah merampas barang barang Naruto dan Ino… serta memuaskan nafsu mereka dengan tubuh Ino. Di mata Naruto mereka hanyalah sekumpulan sampah yang diberikan akal dan nafsu meski keduanya tak digunakan dengan baik oleh para sampah bejat ini.
Totalnya mungkin ada sekitar belasan orang yang sama sama memberikan sebuah senyuman jahat dan licik serta pandangan bejat kepada Ino. Ino yang menyadari berbagai tatapan yang ditujukan kepadanya langsung bersembunyi di belakang Naruto sambil menggenggam erat jubahnya.
"Tidak usah terburu buru pergi kawanku… bagaimana kalau kita bersenang senang dulu?" tanya salah satu dari orang orang itu.
Nampaknya informan itu mulai khawatir dengan keslamatannya. Dia menoleh ke arah Naruto seperti meminta bantuan dan tentu saja Naruto tidak akan melupakan hutangnya kepada informan ini atas informasi yang telah diberikan.
"Tenang saja… biar aku yang urus," kata Naruto sambil menjetikkan jarinya dan seketika keluar lah lingkaran sihir di langit langit bar tersebut.
"Lingkaran sihi!? Dia seorang penyihir!"
Itulah respon dari orang orang sampah tersebut. Mereka dibuat ketakutan hanya dengan sebuah jentikkan jari dan lingkaran sihir yang muncul setelahnya. Sudah Naruto duga sebelumnya kalau mungkin orang yang bisa menggunakan sihir di Kerajaan ini terbatas jumlahnya dan bisa dikatakan langka.
"Terbakarlah kalian sampah…"
"Mohon ampuni aku!"
"S-Seseorang tolong aku!"
Hanya dalam sekejap saja, Naruto membuat api yang muncul dari lingkaran sihir itu dengan cepat menerjang para manusia sampah itu satu persatu. Dari bawah hingga ke atas mereka terbakar dan tak menyisakan sedikitpun bagian tubuh kecuali debu yang dihasilkan setelah pembakaran tubuh mereka sendiri. Pemilik bar yang sedari tadi hanya menyaksikan pertunjukkan gila yang dibuat Naruto sekarang benar benar terlihat ketakutan. Meski begitu dia tidak bertindak. Naruto memutuskan untuk tidak menyentuh nya karena dia hanya seorang pria tua tak berdaya yang juga tak bisa menolong dirinya dan Ino.
"Hmm… Kekuatan sihir yang mengagumkan. Seperti yang diharapkan dari pria pemimpin [White Wolf]," kata informan itu sambil melihat debu debu disana.
"Aku dan kelompokku tidak lagi memakai nama itu… aku akan lebih suka jika tuan informan memanggil kami dengan nama [Night Crow],"
"[Night Crow]… bagus juga, kalau begitu terima kasih atas bantuannya. Aku harus pergi sekarang… semoga berhasil dengan rencana gilamu.."
Setelah mengatakan itu, informan itu pergi meninggalkan bar. Kemudian Naruto memutuskan untuk segera pergi menuju Ibukota sambil menunggu Rizevim meninggalkan Kerajaan ini dan memulai aksi nya untuk merebut benda yang tersimpan di dalam [World Ancient Temple].
"Ino setelah ini mungkin kita akan dihadapkan pertempuran besar besaran yang bahkan mungkin saja akan membuat terkejut semua orang di seluruh dunia,"
"A-Aku tidak apa apa… aku akan mengikuti Naruto-kun bahkan meski aku harus pergi ke neraka sekalipun bersamamu," kata Ino tertunduk sedikit dengan wajah merona malu.
Naruto hanya tersenyum mendengarnya. Ia memalingkan wajahnya ke arah karavan yang akan pergi menuju ke Ibukota Kerajaan. Dia tidak begitu tahu kappan tepatnya mereka akan sampai ke Ibukota namun yang pasti dia tidak akan mundur hanya karena kehadiran Vasco Strada yang merupakan mantan pahlawan Kerajaan Archangel.
'Vasco Strada… kakek tua itu memutuskan untuk meninggalkan Kerajaan ini. Dia pasti mengetahui banyaknya kebusukan yang ditutupi Kerajaan ini. Lantas dia tidak berusaha mengubahnya dari dalam dan justru membentuk sebuah Kerajaan baru. Dan sekarang dia yang notabene nya adalah pengkhinat justru bisa dengan mudah bekerja sama dengan Kerajaan ini lagi. Semua ini cukup aneh…' batin Naruto mengubah ekspresinya sedingin es.
.
.
.
.
.
xxx0xxx
Di sebuah wilayah di perbatasan Kerajaan Aincrad dan Kerajaan Silver. Tempat yang dilalui oleh Ulquiorra sekarang merupakan wilayah tak berpenghuni atau ditinggalkan. Terdapat cukup banyak sisa sisa rumah yang sudah tak layak untuk dihuni. Kondisi disana mirip seperti kondisi dimana telah terjadi perang bertahun tahun sebelumnya. Rumah rumah yang tersisa bentuknya penuh dengan abu, tak terawat, dihancurkan, dibakar dan lain lain.
Semua itu tak menarik perhatian Ulquiorra karena yang menjadi tujuannya berada disini adalah mengunjungi sebuah makam dengan batu niisan bertuliskan 'Griselda'. Nama itu adalah nama Bunda yang merawat Naruto, Ulquiorra, Ultear dan Rossweisse.
"Bunda…" panggil Ulquiorra sedikit lirih di hadapan batu nisan tersebut.
Ulquiorra kembali mengingat lagi adegan dimana dia hanya bisa melihat ketika Griselda saat itu hanya bisa pasrah ketika harus diperkosa oleh prajurit Kerajaan Silver. Seketika dia murka dan tak bisa menahan kekuatan sihirnya sendiri. Setetes air mata perlahan keluar dari bola mata nya, dia kembali mengendalikan emosinya saat itu.
"Kami bersumpah akan membalas perbuatan mereka kepadamu, Bunda,"
Ulquiorra membalikkan tubuhnya membelakangi batu nisan Griselda. Ekspresi wajahnya berubah… dia melirik ke kanan dan ke kiri. Dalam hati dia terkejut dengan pemandangan yang tak biasa ini. Dia sekarang sudah dikepung oleh belasan hingga puluhan prajurit berarmor dan bersenjata kan semacam tombak sihir. Sudah jelas mereka adalah musuh namun semua itu tak cukup untuk membuat perhatian Ulquiorra berhenti disana.
Dua orang kembali muncul di tengah tengah kerumunan prajurit yang menghadangnya. Wajah mereka nampak tidak asing di mata Ulquiorra karena dia sering melihatnya di buku daftar buronan yang paling dicari di dunia.
"Akhirnya kami menemukan salah satunya…"
"Asal kau tahu… butuh waktu lama bagi kami untuk melacak kalian bertiga,"
Ulquiorra tak paham apa maksud dari ucapan mereka berdua pada awalnya. Namun dia sadar kemudian bahwa yang mereka maksudkan adalah dirinya, Naruto dan Ultear. Artinya… orang orang ini mengetahui identitas dirinya dan kedua temannya sebagai [Night Crow] atau dulunya lebih kerap disapa dengan julukan [White Wolf]. Kelompok yang telah mengacaukan pesta Kerajaan Aincrad dan membantai klan Senju dalam satu malam.
"Kalian… Siegfried dan Georg dari kelompok Cao Cao.."
Kata Ulquiorra mengeluarkan pedangnya dari lingkaran sihir yang tercipta di sampingnya. Dia menggenggam pedangnya erat sambil memperhatikan Siegfried dan George dengan tajam.
"Kau… kalau tidak salah namamu… Ulquiorra," kata Siegfried mengeluarkan salah satu pedangnya.
"Kalian bilang sebelumnya akhirnya kalian menemukan kami? Bukankah kalian sudah tahu keberadaan kami sejak kalian mengundang kami dengan surat itu?" tanya Ulquiorra bersiap untuk bertarung.
"Kau salah… meski mereka tahu keberadaan kalian di Aincrad namun mereka tidak tahu pasti siapa kalian. Oleh karena itu, mereka mengirimkan undangan dengan [Akatsuki] sebagai perantara nya. Hingga kini pun sebenarnya [Akatsuki] masih bungkam dengan keberadaan kalian."
"Mereka…? Jadi kalian bukan bagian dari [Dark Research Tower]?"
"Tidak… Kami hanya beraliansi dengan mereka sekarang,"
Ulquiorra sudah mengetahui hal ini akan terjadi jika mendengar prediksi Naruto sebelumnya tentang undangan yang mereka dapat dari [Dark Research Tower]. Dia menyadari ketika tak hanya mereka saja yang diundang ke pertemuan itu namun juga [Akatsuki]. Satu yang pasti adalah [Prince of Heaven] ingin mengumpulkan semua kelompok kriminal dunia paling terkenal untuk berkumpul di satu tempat dalam satu nama naungan [Dark Research Tower].
Entah apa tujuannya mengumpulkan orang orang ini… namun yang jelas Ulquiorra sekarang cukup terkejut bahwa mereka bisa membujuk Cao Cao untuk ikut bekerja sama dalam rencananya. Atau lebih tepatnya dia harus menanyakan apa rencana [Prince of Heaven] hingga bisa membuat Cao Cao dan kelompoknya bekerja sama? Yang pasti rencana mereka akan mampu menggetarkan nama [Dark Research Tower] di dunia dan membuatnya menjadi sebuah momok yang ditakuti orang orang yang hidup di dunia ini.
"Jadi apa tujuan kalian bertemu denganku sambil membawa pasukan sebanyak ini?"
Tanya Ulquiorra melirik ke pasukan Georg dan Siegfried yang sudah berada di samping kanan dan kirinya sambil menggenggam tombak sihir mereka masing masing. Terlihat juga beberapa dari mereka mulai bersiap saat Ulquiorra memperjelas lirikan tajamnya kepada mereka.
"Kami sebenarnya tidak datang untuk bertarung, kami hanya ingin memintamu dan kelompokmu untuk mempertimbangkan undangan yang kami ajukan," kata George setelah membetulkan posisi kacamatanya.
"Sebenarnya…? Lalu apa yang akan kalian lakukan jika aku menolak undangan kalian lagi?"
Nampaknya Georg hanya bisa menghela nafas mendengarnya. Pada awalnya dia tidak ingin melakukan ini karena dia tahu bahwa Ulquiorra adalah orang yang merepotkan dan tak ada juga peluang pasti untuk memenangkan pertarungan melawan orang di hadapannya.
"Aku bukanlah pemimpin [Night Crow] lagipula pemimpinku sudah mengatakan bahwa dia tidak tertarik dengan kalian,"
"Huft… Apa boleh buat kalau begitu," jawab Siegfried sambil mengeluarkan satu pedangnya dari dimensi penyimpanan senjata miliknya.
"Setidaknya aku tahu ini akan terjadi," kata Georg mengeluh.
Ulquiorra nampak sudah menyiapkan beberapa lingkaran sihir yang bisa diaktifkan kapan saja dalam pertarungan yang akan dihadapinya kali ini. Lawannya benar benar tidak mudah. Meski kali ini lawannya tidak sekuat ketika malam pesta namun lawannya kali ini memiliki persiapan untuk melawannya dan cara untuk menghentikan pergerakannya setidaknya.
"[Balmung] dan [Nothung]… dua pedang iblis yang katanya merupakan salah satu harta dari [Holy Ground]," kata Ulquiorra menyebutkan dua pedang yang digenggam Siegfried.
"Rupanya kau tahu banyak ya…" kata Siegfried yang mengayunkan [Balmung] ke belakang dan tercipta lah sebuah hempasan angin dahsyat yang cukup untuk menumbangkan pepohonan yang ada di belakangnya.
"[Balmung] memiliki kemampuan untuk menghasilkan elemen angin semacam angin topan yang dahsyat hanya dengan mengayunkan nya saja sedangkan [Nothung] terkenal dengan ketajamannya yang luar biasa…" jawab Ulquiorra yang kemudian ikut mengayunkan pedangnya ke arah Georg dan Siegfried lalu terciptalah sebuah gelombang hitam yang akhirnya ditangkis oleh Siegfried.
Ulquiorra nampaknya tidak tergesa gesa menggunakan [Lost Artifact] miliknya yaitu [Hollow Mask] karena dia rasa akan cukup dia atasi dengan teknik pedang serta sihir yang dia kuasai selama ini.
"Majulah…" kata Ulquiorra pelan.
Pasukan yang dikomandoi oleh Georg langsung menyerang Ulquiorra tanpa ampun. Namun satu persatu pasukan justru dihajar habis oleh Ulquiorra tanpa ampun. Dia tak hanya menggunakan teknik berpedang namun kemampuan bela diri ditambah dengan berbagai macam sihir penetrasi yang digunakan untuk mempertajam setiap serangannya baik itu serangan fisik maupun serangan dengan pedangnya.
"Sudah kuduga tak ada gunanya juga menggunakan pasukan sebanyak ini untuk melawannya. Akan lebih efektif kalau aku yang melawannya sejak awal…" kata Siegfried perlahan maju namun secara pasti akselerasi langkahnya semakin cepat hingga akhirnya langkah biasa itu berubah menjadi sebuah lesatan cepat ke arah Ulquiorra.
Kedua pedang mereka berbenturan saat Ulquiorra menyadari adanya serangan dari Siegfried. Dengan sudut tajam dari pedang katana nya dia mampu menahan tebasan Siegfried yang cukup tiba tiba.
"[Balmung] dan [Nothung] ku mungkin tidak akan cukup…" kata Siegfried dalam posisi menghantamkan kedua pedangnya ke pedang Ulquiorra meski mampu ditahan dengan baik oleh pria berwajah datar itu.
Setelah itu, mereka bertukar tebasan dan tangkisan pertahanan berkali kali. Kemampuan pedang keduanya berada di tingkat yang benar benar berbeda dengan prajurit apalagi dengan orang orang biasa. Bahkan mungkin saja hanya satu dua orang saja di Kerajaan Aincrad yang mampu mengimbangi skill berpedang mereka.
"Seperti yang diharapkan dari ahli pedang yang dipilih langsung oleh Cao Cao…" kata Ulquiorra.
"Kau sendiri juga sama… bisa mengimbangi permainan pedangku. Kau mungkin salah satu lawan terkuat yang pernah kuhadapi selama ini,"
Siegfried mundur selangkah dan mengayunkan pedang [Balmung] ke tanah dan menyeretnya lagi ke atas seperti melakukan sebuah tebasan. Gesekan [Balmung] di tanah barusan menimbulkan semacam angin penghancur yang membawa serta bebatuan besar yang ikut terseret bersama tebasan angin tersebut.
Namun dengan sangat mudah Ulquiorra membelah tebasan itu menjadi dua melewati tubuhnya. Ulquiorra maju menghentakkan kaki kanannya lebih dulu ke depan dan menghunuskan pedangnya ke arah Siegfried.
"Benar benar menyeramkan! Tapi ini belum selesai…" kata Siegfried menghindari tebasan samping dari Ulquiorra.
Begitu seterusnya hingga Ulquiorra membuat Siegfried semakin mundur. Namun pada satu momen, Siegfried berhasil mengembalikan keadaan. Kini gilirannya menekan Ulquiorra hingga membuatnya kewalahan. Momen kembali berpihak kepada Ulquiorra saat ia menemukan celah.
"Hanya segini…?"
Ulquiorra menangkis dua pedang itu ke atas lalu kembali menghunuskan pedangnya dengan cepat.
"Aku yang akan memberikanmu rasa sakit pertama kali di pertarungan ini..!" kata Ulquiorra pelan namun benar benar tegas dan mengancam.
Dari punggung Ulquiorra muncul sebuah lingkaran sihir yang mengaluarkan semacam asap hitam. Asap hitam itu membentuk sebuah sayap iblis berwarna hitam dengan ukuran yang disesuaikan dengan tubuh manusia. Dalam sekali kedipan mata, Ulquiorra meningkatkan seluruh statistik kekuatannya hingga ke batas level yang mampu membuat Siegfried dengan dua pedangnya harus menerima kondisi dimana dia terlempar hingga belasan meter.
"Ukhh… sepasang sayap iblis berwarna hitam…"
"Seperti julukannya [The Great Black-Winged Demon]…" kata Georg mengamati situasinya saat ini.
Siegfried tidak akan menyerah hanya karena serangannya barusan dikembalikan oleh Ulquiorra dengan mudah. Dia membenahi posisi tubuhnya lalu dengan sebuah hentakan kaki dan genggaman erat di kedua tangannya terhadap dua pedangnya, Siegfried mengaktifkan artefak kuno miliknya.
"[Twice Critical]!"
Sepasang tangan berbentuk aura muncul di balik punggungnya. Ulquiorra yang masih berurusan dengan pasukan George nampaknya juga masih sempat terkejut melihat artefak kuno Siegfried yang barusan diaktifkannya. Dia tahu untuk apa kedua tangan yang berbentuk aura kekuatan dari artefak kunonya itu. Kedua tangan buatan itu mengaktifkan semacam lingkaran sihir dimensi penyimpanan dan mengambil dua pedang lagi yang perlahan keluar dari dalam lingkaran sihir tersebut.
"[Tyrfing] dan [Dainsleif]…"
"Kau benar benar tahu banyak tentang pedang rupanya padahal aku belum pernah menggunakan pedang ini sebelumnya kecuali saat aku bertarung melawan [Prince of Heaven] dulu," kata Siegfried selaku pemilik kedua pedang tersebut.
"Meski kau tidak menunjukkan dua pedang itu ke dunia sekalipun… kita semua tahu bahwa kedua pedang itu adalah pedang iblis yang juga dikatakan berasal dari [Holy Ground]…"
Kata Ulquiorra kembali memasang kuda kudanya saat ia rasa kalau Siegfried akan kembali menerjangnya. Sebelumnya dia harus menyingkirkan pasukan Georg yang mengganggunya seperti nyamuk.
"Biar kuhabisi dulu para nyamuk pengganggu ini," kata Ulquiorra kemudian memejamkan matanya sambil menghunuskan pedangnya.
Dalam satu kali sapuan angin, Ulquiorra menebas semua prajurit yang datang kepadanya dengan kecepatan bagaikan kilat yang muncul sekejap kemudian disusul sebuah petir. Ulquiorra menghabisi semua prajurit dengan cara yang sama. Dia menerjang seperti kilat dan di akhir dia menimbulkan suara gemuruh dahsyat yang tercipta dari setiap tebasan yang dilakukannya.
"U-Ughh.." rintihan prajurit yang terakhir tumbang karena teknik pedang Ulquiorra.
Sejujurnya Siegfried barusan benar benar kagum dengan teknik yang ditunjukkan Ulquiorra. Dia bukanlah tipe pengguna pedang semacam katana namun dia benar benar mengagumi pendekar pedang semacam Ulquiorra yang mampu mempertontonkan kepiawaiannya bermain katana dengan bumbu bumbu kekuatan sihir dan fisiknya. Buktinya adalah ekspresinya sekarang yang benar benar berbanding terbalik dengan ekspresi panik dari Georg.
"Dia bahkan belum menggunakan artefak kuno nya…"
"Ya… Dan itu menarik! Akan kupaksa dia menggunakan artefak kuno nya!" kata Siegfried kembali melesat ke arah Ulquiorra kali ini dengan empat pedangnya.
Ulquiorra bersiap siap menerima serangan dari empat pedang secara terus menerus. Suara pedang itu berbenturan beberapa kali bahkan dalam selang waktu yang hanya sedetik. Benar benar mengesankan jika dilihat dari bagaimana Ulquiorra menghadapi serangan empat pedang iblis sekaligus dengan hanya mengandalkan satu pedangnya yang dinamakan [Murcielago].
"Kau bahkan masih sanggup menahan serangan empat pedang iblis sekaligus…" kata Siegfried sambil terus mengayunkan keempat pedangnya kepada Ulquiorra.
Meski begitu, lama kelamaan Ulquiorra semakin terdesak karena keempat pedang itu memiliki karakteristik serangan yang berbeda beda. Kekuatan penghancur, angin dahsyat, ketajaman luar biasa dan bahkan mampu mengeluarkan pilar es dari tanah. Saat ini Siegfried belum mengeluarkan semua kekuatan dari masing masing pedangnya. Dia hanya mengeluarkan kekuatan badai angin dari [Balmung] dan ketajaman luar biasa dari [Nothung].
'Aku harus ambil kesempatan ini!' batin Ulquiorra.
[Cero]!
Sebuah cahaya ungu kehitam hitaman muncul di jari telunjuk tangan kirinya. Cahaya itu membuat Siegfried terkejut disaat dia masih sibuk memberikan serangan beruntun yang tak ada habisnya. Ulquiorra menembakkan cahaya laser berwarna ungu kehitam hitaman itu pada momen yang begitu tepat. Tak hanya momennya saja yang tepat tapi konsentrasi sihir yang dilepaskan juga begitu bagus. Jika cahaya itu mengenai Siegfried… itu akan memberikan luka fatal padanya.
[Dimension Lost]
Sebuah gerbang dimensi berukuran mini aktif tepat di hadapan Siegfried. Gerbang dimensi itu langsung menelan serangan Ulquiorra seketika. Ulquiorra mengerutkan dahinya dan menyadari ulah siapa itu. Matanya tertuju kepada Georg yang berada cukup jauh di belakang Siegfried dan kini tengah mengangkat tangannya ke depan dengan posisi telapak tangan menghadap ke arah Siegfried dan Ulquiorra.
"Kau bisa berterima kasih nanti…" kata Georg.
"Hmm… jika yang barusan mengenaiku, aku pasti sekarat.."
"Oleh karena itu, sebaiknya kau tidak main main setelah ini," kata Georg menasehati.
"Maafkan aku tapi aku harus segera menagkhiri pertarungan kita,"
Siegfried nampaknya serius dengan kuda kudanya. Dia menggenggam erat keempat pedangnya yang mulai dialiri semacam kekuatan di setiap sisi pedangnya. Dia membuatnya tampak seperti keempat pedang akan menyatukan kekuatannya dan menciptakan semacam kombinasi serangan. Ulquiorra menghindari serangan pertama yang berasal dari [Balmung] namun serangan berikutnya diisi oleh ketajaman pedang [Nothung]. Alhasil, Ulquiorra kembali menghindar ke tempat yang diinginkan Siegfried.
"Ini…"
"[Dainsleif]…"
Pedangya mengeluarkan semacam sihir yang menciptakan pilar pilar es yang muncul seketika dari dalam tanah yang dipijak oleh Ulquiorra. Ulquiorra melompat menghindari pilar pilar es yang akan membekukan gerakannya tapi serangan tak selesai sampai disana karena Siegfried masih belum menggunakan salah satu pedangnya.
[Tyrfing]
Dia mengayunkan pedangnya ke arah Ulquiorra yang berada di udara. Gerakan Ulquiorra saat ini terbatas meskipun dia menggunakan sayap juga untuk terbang. Kesempatan itu dimanfaatkan dengan baik oleh Siegfried untuk membuat serangan penghancur dari [Tyrfing].
Daya ledaknya sunggu luar biasa tapi ketajaman dari tebasan nya juga cukup mengejutkan. Ulquiorra yang tak bisa menghindar dalam posisi seperti itu nampak menutupi wajahnya dengan tangan kiri sembari mengucapkan [Hollow Mask]. Muncul lah sebuah topeng berwajah iblis yang menutupi seluruh bagian wajahnya. Energy nya meluap luap dan kini energy tersebut tengah bersinkronisasi dengan [Murcielago]… pedang milik Ulquiorra.
[Cero]
Kali ini Ulquiorra menembakkan [Cero] dari dahinya. Daya serangnya jauh melebihi serangan Siegfried barusan. Serangan Siegfried dengan mudah dilenyapkan oleh [Cero] milik Ulquiorra. Dengan gerakan cepat dan ekspresi yang sedikit panik, Georg mengangkat tangannya menciptakan lubang dimensi lagi untuk melenyapkan [Cero] milik Ulquiorra yang menuju ke arahnya.
"Yang barusan…" kata Siegfried.
"Ya… Dia sudah mengaktifkan artefak kuno miliknya…"
Ulquiorra terbang turun secara perlahan sambil menampakkan wujud artefak kuno atau lebih tepatnya [Hollow Mask] yang dia gunakan bukanlah artefak kuno melainkan sebuah artefak buatan modern yang diciptakan oleh Naruto dengan berbagai komponen. Naruto, Ulquiorra dan Ultear bukanlah orang orang yang diberikan berkat oleh langit ataupun dewa dengan kekuatan tersembunyi atau kekuatan besar dalam tubuh mereka sejak lahir.
Mereka harus berusaha, berjuang dan menciptakan kekuatan mereka sendiri meskipun harus diakui bahwa ketiganya memiliki bakat intelektual dan sihir yang jarang dijumpai di benua ini.
"Ini pertama kalinya aku melihat artefak semacam itu… Jika artefak itu bahkan mampu menyaingi [Boosted Gear], [Divine Dividing], [Canis Lykaon] dan [Zenith Tempest]… Apakah artinya klasifikasinya sekelas dengan [Longinus]?"
Tanya Georg entah kepada siapa namun dia nampaknya benar benar tertarik dengan [Hollow Mask] yang digunakan Ulquiorra saat ini meski wajahnya menunjukkan ketidaksenangan karena dia harus bertarung melawan musuh yang ia rasa benar benar merepotkan karena memiliki banyak tipu daya dan sihir yang tak ia ketahui sebelumnya.
"Siegfried… Berhati hatilah, aku akan mendukungmu dengan berbagai sihir tapi kau tidak boleh lengah begitu saja…"
"Aku tahu… kurasa sekarang juga saatnya aku menggunakan pedang [Demon Emperor Gram]…"
[Balance Breaker, Chaos Edge Asura Ravage]
Dua tangan yang tercipta dari pembentukan aura sihirnya muncul lagi di punggung Siegfried. Dia mengeluarkan lagi sebuah pedang yang memiliki kekuatan besar. Jauh lebih terasa kekuatannya disbanding dengan keempat pedang iblis lain, namanya adalah [Gram]. Pedang itu merupakan pedang iblis terkuat yang pernah diciptakan dengan daya hancur yang sama dengan [Durandal] yang merupakan pedang suci milik [Vasco Strada]… Yang Mulia Raja dari Kerajaan Symphonia. Tentu saja, Ulquiorra dapat mengetahuinya hanya dengan sekilas melihatnya.
Dia kembali mengernyitkan alisnya ketika mendapati lawannya mengeluarkan satu lagi pedang yang benar benar merepotkan. Mungkin pertarungan ini memang tidak sesulit ketika dirinya harus menahan Itachi, Tobio, Issei, Dulio dan petinggi petinggi Aincrad namun dia tidak berani meremehkan perpaduan antara [Dimension Lost] dan [Demon Emperor Gram]. Jika dibandingkan dengan pertarungan nya yang sebelumnya melawan beberapa [Longinus] ini seharusnya tidak seberapa tapi sekali lagi dia tahu seberapa cerdik Georg yang memiliki pengetahuan sihir lebih banyak daripada pengguna [Longinus] yang sudah jadi lawannya.
"Dari kabar yang beredar bahkan Tobio dan Dulio tidak mampu membuatmu sampai menggunakan [Balance Breaker] kan? Kalau begitu biar kami yang membuatmu pertama kali menggunakan [Balance Breaker] di pertarungan!"
"Kalian memang benar… tapi bukan berarti mereka tidak mampu. Aku hanya beruntung karena pemimpinku datang dan menghadapi mereka,"
"Itu berarti pemimpinmu benar benar monster sampai berhasil membuat tiga pengguna [Longinus] teratas seperti Vali, Dulio dan Tobio sekarat! Cao Cao pasti kesal jika mendengarnya," kata Georg sambil membayangkan reaksi yang akan dibuat Cao Cao jika tahu pemimpin [Night Crow] seorang diri lah yang membuat sekarat ketiga pengguna [Longinus] itu.
"Biar kukatakan saja… pemimpinku mungkin setara atau mungkin setingkat di atas [Prince of Heaven] dalam hal kekuatan kalau dia serius…" kata Ulquiorra memberikan serangan serangan balasan atas sihir sihir yang dilancarkan oleh Georg.
Dia semakin mendekat ke arah Siegfried seiring berjalannya waktu dan Siegfried sendiri nampaknya sedikit terpancing ketika mendengar kemampuan Naruto sedikit diatas [Prince of Heaven]. Pasalnya Siegfried sendiri pernah dikalahkan dengan mudah oleh [Prince of Heaven].
"Sieg! Jangan lengah!"
Siegfried mengembalikan kesadarannya dan menatap intens Ulquiorra yang datang kepadanya, dia mengayunkan keempat pedangnya secara berirama dan masih menyimpan [Emperor Gram] di sisi belakang. Nampaknya dia menunggu momen yang tepat untuk mengaluarkan pedang iblis terkuat itu. Tapi sayangnya Ulquiorra mampu mengimbangi keempat pedang itu dengan semakin baik. Adanya [Hollow Mask] sampai saat ini hanya diketahui meningkatkan segala statistik kemampuan Ulquiorra hingga ke level yang mengerikan… belum diketahui kemampuan lainnya. Sedikit mirip dengan [Twice Critical] pada umumnya seperti milik Siegfried yang merupakan artefak sub spesies.
Perbedaannya [Twice Critical] hanya mampu meningkatkan kekuatan penggunanya hingga dua kali lipat dalam waktu yang sesaat. Sedangkan [Hollow Mask] mampu meningkatkan kekuatan Ulquiorra berkali kali lipat dalam waktu yang sama dengan penggunaan masa [Hollow Mask] nya. Bisa dikatakan bahwa [Hollow Mask] ini mirip dengan [Boosted Gear] milik Issei jika dipandang dari segi efektivitas yang sudah diketahui.
Tapi sebenarnya masih ada lagi kemampuan dari artefak ini yang disimpan Ulquiorra sampai sekarang karena dia berniat mengaluarkan kemampuan itu hanya disaat bertemu lawan yang benar benar mengharuskan dia menggunakannya.
'Bagaimana mungkin Siegfried dengan empat pedang bisa dibuat bertahan seimbang dengan hanya mengandalkan perlawanan satu pedang dari pihak lawannya?' batin Georg yang kembali melihat adegan yang sulit untuk dipercayainya.
Siegfried dengan keempat pedang iblisnya tidaklah lemah bahkan keempat pedang iblis yang digunakannya memiliki daya hancur yang mengerikan namun dihadapan Ulquiorra kini… semua itu seperti ditekan ke dalam sehingga keempat pedang itu tak mampu digunakan secara bebas dan efisien dalam penggunaan kekuatannya.
'Alur permainan pedang ini sejak tadi tidak pernah berhembus ke arahku… Aku juga semakin ditekan agar tidak menggunakan [Emperor Gram] disaat seperti ini!' kata Siegfried dalam hati sambil terus mengayunkan keempat pedangnya dengan kecepatan yang mengerikan.
Sayangnya ayunan Ulquiorra kini empat kali lebih cepat dan lebih efektif dari empat ayuanan pedang iblis dari Siegfried. Hal itulah yang membuat Ulquiorra mampu bertahan sekaligus menyerang hanya dengan menggunakan [Murcielago]. Sebelumnya ketika melawan Tobio, Itachi, Dulio dia tidak bisa menunjukkan kemampuan berpedangnya yang seperti ini karena semua lawannya adalah lawan tipe kekuatan yang menyulitkan dia untuk bergerak. Terlebih tak hanya satu tipe kekuatan namun semuanya.
Lawannya Siegfried kali ini merupakan tipe teknik berpedang dengan dorongan kekuatan pada pedangnya. Tentu Ulquiorra tidak mau kalah dengan orang yang mengandalkan gaya bertarung yang sama dengan dirinya. Sihir sihir tipe penghancur jatuh satu persatu dari langit namun dengan gesitnya, Ulquiorra membaca pergerakan kemana Georg akan menjatuhkan sihirnya sehingga Ulquiorra mampu bertahan dari semua sihir yang diarahkan kepadanya.
"Sekarang, Siegfried!"
[Emperor Gram, Destruction Slash]
Siegfried menebaskan pedang [Emperor Gram] yang diselimuti aura merah membara. Tebasan itu melesat cepat ke arah Ulquiorra yang masih sibuk menangani sihir sihir yang berjatuhan ke arahnya. Ulquiorra mendadak berhenti sejenak tepat lalu menghunuskan pedangnya lagi.
Lalu dalam momen sekejap, dia kembali membelah tebasan Siegfried menjadi dua dan terus melesat melewatinya. Momen itu terasa begitu lama untuk Siegfried dan Georg. Mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat barusan karena jujur setelah tebasan itu melewati danau yang tak jauh dari sana… Air di danau seolah terbelah menjadi dua membentuk sebuah jalan hingga akhirnya tebasan itu berhenti setelah bertabrakan dengan sudut danau lainnya. Bahkan daya ledaknya pun masih terasa begitu besar setelah menabrak permukaan tanah lagi. Itu membuktikan bahwa daya hancur dari [Emperor Gram] sendiri memang luar biasa.
Tapi sekali lagi, di hadapan Ulquiorra… tebasan itu seolah guyonan belaka. Ulquiorra berdiri tegak dengan tatapan tajam lurus ke depan mengarah pada Siegfried dan Georg sedangkan Georg yang paham betul situasinya nampaknya berniat untuk benar benar serius menggunakan [Dimension Lost].
"Siegfried… ada kemungkinan…"
"…Sebutkan.." jawab Siegfried kepada Georg.
Georg menatap Ulquiorra dengan mata yang begitu serius.
"…Jika kita tidak berhasil kabur dari pertarungan ini… mungkin kita akan tewas malam ini,"
TBC
.
.
.
Salam sejahtera kepada kita semua para penghuni ffn yang masih tersisa. Kembali lagi dengan Shiba setelah sekian lama… mungkin hampir lima bulan tidak update Symbol of Revenge dan kebanyakan pasti berpikir bahwa fic ini tidak akan ada lanjutannya. Namun tanpa diduga duga saia kembali ke hadapan kalian semua dengan chapter baru.
Ini semua karena kata kata salah satu teman saia yang kukenal dari ffn, Chinaldy. Kalo gak gegara orang ini saia gak akan update mungkin. Saia sadar kalau saia ngelanggar komitmen mau update fic bergiliran dua minggu sekali tapi susah… kesibukan kuliah ternyata lebih mengerikan daripada yang saia duga.
Ya.. selanjutnya mohon dukungannya saja. Maaf jika update nya mengecewakan… saia memang sampah.. ukhh.. tapi kalian para flamer itu bahkan lebih biadab dari para sampah. Jadi kenali diri kalian… yah itu saja mungkin. Update selanjutnya? Hmm ntahlah… tapi aku memang menunggu arc ini karena arc ini bakal jadi awal perseteruan antara Naruto dkk, Dark Research Tower dan aliansi besar Sakra.
Kalau ada yang menanyakan bagaimana dengan Rossweisse? Gimana balas dendam ke Kerajaan Silver sama Aincrad nya? Saya cuma bisa bilang.. Yakinlah… perannya Rossweisse disini benar benar salah satu yang paling besar sampai akhir. Mungkin juga dia bakal jadi salah satu lawan terakhir di fic ini…
See you in next chapter
