Secret Chamber
Melihat sosok Serena yang berlari,bisa dipastikan gadis itu tahu dimana pintu masuk kamar rahasia. "Kalian beritahu guru, aku akan menyusul Serena" perintah Draco yang segera menyusul Serena. Langkah kakinya membawanya pada toilet tak terpakai. Draco bisa mendengar Serena berbicara dengan hantu Mrytle.
"Oh Serena, katakan siapa pria tampan itu"kata Hantu Mrytle membuat Draco mendadak merinding. Serena hanya memberikan senyuman. "Mrytle ini wastefel yang kau maksud?"tanya Serena. Jari - jemari menyusuri keran, ia bisa merasakan tanda berbentuk ular. Serena membuka pintu masuk menuju kamar rahasia dengan menggunakan bahasa parseltounge.
Ron,Blaise,Daphne dan Hermione bergabung dengan mereka sambil mengacungkan tongkatnya ke guru pertahanan ilmu hitam mereka. Draco menaikkan salah satu alisnya. "Ia berniat kabur"jawab Ron.
"Sangat bertanggung jawab"kata Serena dengan nada mencela.
"Crabbe dan Goyle memberitahu guru yang lain"kata Daphne.
"Professor kami sudah membuka pintu menuju kamar rahasia untuk anda. Anda yang mendapat kerhormatan pertama kali"kata Draco.
"Anak - anak, tak perlu seperti ini"kata Lockhart sambil memikirkan cara lari dari situ. Blaise yang sudah kesal langsung menendang Lockhart hingga ia terjatuh ke lubang dimana kamar rahasia berada. "Ops"respon Blaise tanpa rasa bersalah.
"Aku hidup"teriak Lockhart dari bawah.
"Masih menjadi fansnya,Granger?"kata Daphne. Wajah Hermione memerah. "Aku akan turun"kata Serena.
"Aku ikut"balas Draco.
"Aku juga, Ginny adikku"sambung Ron.
"Jangan lupakan aku, harus ada yang mengawasi Lockhart"kata Blaise.
"Aku dan Daphne disini kalo kalian butuh sesuatu"kata Hermione.
Time skip.
Ketika Serena sampai di dasar lubang, Lockhart sudah mengacungkan tongkat sihir padanya. "Miss Evans, kurasa petualanganmu dan teman - temanmu sampai disini."kata Lockhart. Mata Serena mengawasi sekelilinginya, ia bisa melihat banyak tulang belulang manusia.
"Bukankah tugasmu menjaga siswa professor"kata Serena.
"Itu tidak ada di deskripsi pekerjaan"jawab Lockhart.
"Anda pengecut"kata Serena.
"Well, hanya kau dan aku yang tahu mengenai hal ini. Aku sangat pintar dalam mantra pengubah ingatan kau tahu. Sudah banyak penyihir yang mencobanya. "balas Lockhart. Draco berdiri di belakang Serena. "Jangan bilang buku - buku yang kau tulis itu bukan berdasarkan pengalamanmu Professor"kata Draco. Blaise dan Ron bersembunyi.
"Kau pikir aku berani"kata Lockhart. Ia pun mulai merapalkan mantra. Dengan cepat teriakan Experilliamus dan stupfey , terdengar di ruangan itu. Empat mantra yang diucapkan Serena dan yang lain membuat Lockhart jatuh pingsan.
Sialnya benturan mantra tersebut membuat dinding batu berjatuhan memisahkan antara Blaise,Ron dan Draco,Serena.
"Blaise, Ron kalian tidak apa - apa?"tanya Serena.
"Kami baik - baik saja. Kalian lanjutkan saja"jawab Ron.
Draco dan Serena kembali dihadapkan dengan pintu yang memiliki motif ular. Serena melakukan hal yang sama dengan keran tadi. Begitu pun terbuka, Draco dan Serena segera berlari menuju ke tubuh Ginny yang terbaring dengan buku diary Riddle disebelahnya.
Severus Snape bersama Minerva McGonagall dengan langkah terburu - buru mereka menuju toilet Mrytle. Kedua guru tersebut, mendapati Hermione dan Daphne sedang mengeluarkan Proffesor Lockhart yang tengah tak sadarkan diri dengan bantuan Blaise dan Ron. "Ada apa ini?"tanya Minerva McGonagall.
"Professor Lockhart berusaha memberikan jampi memori pada kami professor"jawab Blaise.
"Lalu dimana Miss Evans dan tuan Malfoy?"tanya Severus menahan amarahnya.
"Mereka ada dimana ada batu besar yang mehalangi kami"jawab Ron. Tanpa basa - basi lagi Severus langsung turun ke kamar rahasia, sementara Minerva memanggil professor Filius.
Sesampainya dibawah, Severus mendapati Serena dan Draco saling bantu membantu membawa Ginny. Kecuali Ginny, mereka semua terluka. "Ayah"kata Serena.
"Kalian semua baik - baik saja?"tanya Severus.
"Kami baik - baik saja. Serena tergigit Basilik."jawab Draco.
"Aku baik - baik saja. Air mata Fawkes menolongku."sahut Serena.
"Itu keputusan ku untuk menilai. Bagaimana keadaanmu nona muda"jawab Severus yang segera menggendong Ginny.
Hospital Wings.
Serena terbangun di hospital Wings. Teman - temannya berada disekelilingnya. Lucius dan Narcissa Malfoy pun ada disana tak lupa Arthur dan Molly Weasley. Molly memeluk Serena yang baru saja terbangun dengan ucapan terima kasih. "Hentikan Molly, Serena masih harus menghadapi hukumannya di musim panas nanti. "kata Severus.
"Professor Snape setidaknya kehidupan Hogwarts kami penuh warna bersama Serena"kata Blaise "Entah bagaimana kehidupan pernikahan Draco nanti"
"Setidaknya tidak membosankan"sahut Draco.
"Bisa dipastikan semua ini scheme yang di rencanakan oleh Senior Nott"kata Albus Dumbledore. "Aku ingin berbicara denganmu Severus dan Lucius.".
"Draco, bagaimana keadaanmu?"tanya Serena.
"Seperti yang kau lihat. Aku baik - baik saja."jawab Draco. Narcissa membelai rambut Draco dan Serena. "Aku bangga pada kalian. Tapi jangan lakukan lagi."kata Narcissa.
