AKATSUKI KELILING DUNIA

Chapter 21. Rusia

DesclaimerbyMasashiKishimoto

Genre : Humor/Adventure

Rating : K+

Summary : Akatsuki mendapatkan hadiah keliling dunia secara gratis bersama Naruto si tourguide ceroboh dan Sasuke si pilot dadakan./ "TOBI! JANGAN SAKITI UANGKU! Kau kan anak baik! Cepat bebaskan uang itu! Selamatkan istrikuu!"/ "Heh? Tobi tidak membuangnya. Tobi hanya membebaskannya seperti yang Kakuzu senpai katakan. Sekarang uang-uang itu sudah bebas berterbangan! YEAY! TOBI MEMANG ANAK BAIK!"

.

.

.

Akatsukics tiba di bandara dengan terengah-engah. Mereka segera berjalan cepat menuju pesawat Konoha Air, berjaga-jaga kalau para security itu mengejar mereka sampai bandara. Saat tengah berlari, Itachi sekilas melihat beberapa orang menderek barang-barang yang sangat banyak. Salah satu koper yang mereka derek terasa familiar di mata Itachi. Namun karena dia sedang fokus berlari, Itachi pun mengabaikannya.

Langkah Akatsuki harus terhenti begitu memasuki kabin pesawat. Mereka melihat sesosok penampakan bercadar yang sedang membereskan uang ke dalam koper lusuh. Seharusnya orang itu ada di ruang kokpit. Apa jangan-jangan dia mati kehabisan napas dan menjadi hantu penghuni kabin? Oh yang benar saja, Kakuzu kan tipe orang yang tidak mudah mati.

"K-k-ka-kakuzu?" tanya Pein terbata-bata. Pria bercadar itu pun mengalihkan perhatiannya dari koper.

"Kenapa kalian berdiri disana?" tanya Kakuzu heran.

"Apa kau sudah menemukan kopermu, un?" tanya Deidara basa-basi.

"Tidak, tapi aku mendapatkan uangku 2 kali lipat," ucap Kakuzu sambil membereskan kembali uang-uangnya. Akatsuki tampak bernapas lega kemudian membubarkan diri, sebagian orang kembali duduk di kabin dan sebagian orang pergi ke kamar.

"Untunglah dia tidak marah, un," bisik Deidara.

"Tapi perasaanku tetap tidak enak," balas Sasori.

"Itukan hanya perasaanmu, un!"

"Kau tidak marah kita tidak mengajakmu pergi tadi?" tanya Hidan heran. Ia kemudian duduk di samping Kakuzu.

"Tidak. Pergi dengan kalian hanya buang-buang waktu. Waktu adalah uang!"

Tak lama setelah itu, Tobi terlihat hilir mudik di depan kabin. Hal itu pun memancing emosi Kisame yang sedang mencari sesuatu di kursinya.

"Kau ini sedang apa sih, Tobi? Dari pada kau bulak balik begitu, sebaiknya kau bantu cari majalah ilmu perikananku!"

"Maaf senpai, tapi Tobi juga sedang sibuk mencari lolipop Tobi yang hilang," elak Tobi sambil terus mondar-mandir. Tak lama kemudian datanglah Itachi, pemuda dengan dua garis keriput itu tampak mencari sesuatu di kursinya.

Kisame yang melihatnya pun merasa terharu, "Kau memang sahabat terbaikku, Itachi. Kau bahkan langsung datang untuk membantu mencari majalahku."

"Kau ini bicara apa? Apa kau lihat krim anti agingku? Seingatku aku simpan di sekitar sini? Tapi tidak ada," ucap Itachi sambil mengobrak-abrik kursinya.

"Apa? Krim keriputmu juga hilang?" tanya Kisame heran. Manusia berwajah hiu itu pun memasang pose berpikir.

"BARBIEE? BARBIEE? DIMANA KAUU?" teriak Sasori yang baru datang dari kamar. Ia langsung memeriksa setiap sudut ruangan sambil berteriak barbie.

"Hmm, barbie Sasori pun juga hilang," gumam Kisame. Ia berpikir beberapa menit sebelum berteriak "AHAA!"

Namun teriakannya itu tak cukup untuk membuat orang-orang memperhatikannya. Kakuzu masih tetap membereskan uang, Hidan masih tetap mengganggu kegiatan Kakuzu. Tobi masih tetap Hilir mudik bersama Sasori. Begitu juga dengan Itachi yang tetap memeriksa setiap kursi.

"AHAAA!" Kisame pun berteriak sekali lagi. Namun hasilnya masih tetap sama, kecuali Sasori yang berjalan ke arahnya lalu mengangkat tangan Kisame sambil menengok ketiaknya. "Barbie? Kau ada disini?" ucapnya.

"Sialan! Kau pikir ketiakku ini rawa-rawa, hah?!" omel Kisame tak terima.

"Aku hanya memastikan kalau barbie-ku tidak tersesat di sana," ucap Sasori santai.

"Ah! Alasan saja kau! Apa kau tidak dengar dari tadi aku berkata AHA?"

"Aku dengar, memang kenapa?"

"Setelah aku menganalisa keadaan di pesawat ini selama beberapa menit. Aku mendapatkan hasil yang sangat akurat yang berhubungan dengan barang-barang kita yang hilang," jelas Kisame dengan gaya sok pintar.

Sasori mengernyit heran, tumben sekali omongan Hiu ini sedikit berbobot.

"Maksudmu, kau tahu dimana barang-barang kita yang hilang?" tanya Itachi.

"Tidak, tapi coba lihat itu!"Kisame menunjuk tempat penyimpanan barang yang ada di atas kabin. Biasanya tempat itu penuh dengan ransel Akatsuki, tapi kali ini tidak ada barang apa pun di sana.

"Haah? Kemana ranselku?" pekik Itachi kemudian mengecek rak penyimpanan tersebut. Dan benar saja, tempat itu kosong.

"Mungkin tas kita dipindahkan ke ruang tidur, ayo kita cek!" seru Sasori. Ia pun menuju ruang tidur bersama Kisame dan Itachi, meninggalkan Tobi dan Hidan yang sedang mengganggu kegiatan Kakuzu.

"Senpai, apa kau lihat lolipop Tobi?"

"Tidak!"

"Mungkin lolipop Tobi terselip di antara uang-uang itu!"

"Tidak mungkin! Sudah sana pergi, kau mengganggu saja!"

"HOMINA! HOMINA! HOMINA!" seru Hidan sambil menabur garam di atas uang-uang Kakuzu.

"Woi! Apa yang kau lakukan?! Garam bisa saja merusak sel uang-uangku!" bentak Kakuzu.

"Ini mantra agar uangmu selamat dari mara bahaya!"

"Senpai, coba lihat di sebelah sana, mungkin ada lolipop Tobi."

"AAARRGGGH! MENYINGKIR KALIAN PARA PENGGANGGU!" pekik Kakuzu.


Keadaan di ruang tidur pun sama hebohnya seperti di ruang kabin. Mereka semua sibuk mencari barang hilang.

"Apa kalian juga kehilangan sesuatu?" tanya Kisame.

"Iya! Apa kau lihat buku agendaku?" tanya Naruto.

"Lempungku! Kau lihat lempungku tidak, un?" serbu Deidara.

"Teman-teman, sepertinya bukan hanya barang kalian yang hilang. Ransel kita juga hilang. Koper baju pun juga hilang," ujar Itachi.

"Huapaaa? Tas kita kan ada di kabin!" seru Konan.

"Iya tapi di sana tidak ada!" ucap Sasori.

"Artinya ada pencuri di pesawat ini!" celetuk Amaru. Sementara semua orang heboh, Zetsu malah duduk manis di depan meja. Di atas meja tersebut terdapat sebuah bunga yang ia petik dari taman bunga tadi.

"Tunggu dulu, kita cek di ruang kokpit. Mungkin saja barang kita ada disana!" ujar Naruto. Akatsuki pun berbondong-bondong pergi ke ruang kokpit. Meninggalkan Zetsu yang sedang berkencan dengan seonggok bunga.

"Kau tahu, kau begitu cantik seperti bunga~" ucap Zetsu sambil membelai bunga berwarna merah itu. Sepertinya jiwanya sedikit terganggu karena gagal PDKT dengan Sakura berkali-kali.


Braaakk!

Naruto membuka pintu kokpit dengan keras. Para penghuni kokpit yang terdiri dari Sasuke, Sakura dan Yota terperanjat kaget dan melihat ke arah pintu. Muncullah rombongan Akatsuki dengan tampang preman.

"Kenapa kalian kesini?!" tanya Sasuke sinis.

"Geledah tempat ini!" perintah Naruto.

"WOI! JANGAN SENTUH BARANG-BARANGKU DENGAN TANGAN NISTA KALIAN!" teriak Sasuke yang melihat Akatsuki mulai menggeledah ruang kokpit.

"Tenanglah, Sasuke. Kita ini sedang mencari barang yang penting!" ucap Naruto.

"Barang penting apa maksudmu? Kalau ini ada hubungannya dengan koper si kikir itu, akan aku tendang kalian satu persatu!"

"Bukan Otoutou-ku sayang. Tapi semua barang kita hilang! Bahkan rasel dan koper berisi sempakku pun hilang! Memangnya barang-barangmu tidak ikut hilang?" Tanya Itachi. Sasuke segera mengecek lokernya. Begitu ia buka, tempat itu kosong!

"KYAAAAA! DIMANA BARANG-BARANGKUU?!" Pekik Sasuke.

"Jangan-jangan barangku juga hilang!" Kini Sakura ikut histeris.

"Kita sudah geledah tempat ini. Tapi tas kita tidak ada," ucap Pein.

"Kalau begitu, ayo kita temui security bandara ini! Pasti pencurinya tertangkap cctv!" usul Konan. Akatsuki pun setuju dan segera menuju keluar pesawat melalui pintu kabin. Saat mereka tiba di kabin, Kakuzu pun bertanya, "Mau pada kemana kalian?"

"Kita akan pergi ke kantor security! Aku yakin sekali ada pencuri yang masuk ke pesawat ini!" ujar Naruto.

"Pencuri? Huakakakakakaka!"

"Kenapa kau malah tertawa, sialan!" Tanya Sasuke kesal, dan sejurus kemudian ia menyadari kalau koper dan tas Kakuzu ada di sampingnya. Itu artinya hanya barang-barangnya saja yang tidak hilang.

"Bukan pencuri, bodoh! Aku yang menjual barang-barang kalian!" aku Kakuzu. Seketika semua mata tertuju pada pria bercadar ini.

"Itu sebagai ganti rugi karena koper berisi uangku sudah hilang!" lanjutnya. Seketika semua orang memasang tampang horror sambil menatap Kakuzu.

"Kisame! Hidan! Cepat kunci semua pintu dan jendela di pesawat ini! Jangan lupa tutup jendelanya dengan kain!" ucap Pein tegas. Kakuzu tampak kebingungan dengan perintah Pein. "Itachi dan Sasori pegang Kakuzu! Dan kau Tobi cepat ambil tali!"

"E-Eh? Apa yang akan kalian lakukan? Hei! Hei! Apa-apaan ini lepaskan aku! Lepaskan!"

Tak butuh waktu lama, Kakuzu kini sudah terikat kuat pada sebuah kursi.

"LEPASKAN AKU! JANGAN SAKITI AKU! EH TUNGGU, BAIKLAH SILAKAN SAKITI AKU TAPI JANGAN SENTUH UANGKUU!" Teriak Kakuzu yang melihat koper uangnya kini ada ditangan Pein. Naruto mendorong sebuah meja tepat ke depan Kakuzu, Pein pun menaruh koper uangnya dia atas meja tersebut. Semua Akatsuki cs kini sudah berkumpul, termasuk Zetsu yang tadi sedang sibuk berkencan.

"LEPASKAN AKU! JANGAN SAKITI ISTRIKUU!" Teriak Kakuzu lagi. Namun Akatsuki cs tidak berkata sepatah kata pun. Pein mulai membuka koper kakuzu yang ada di atas meja. Terlihat banyak gepokkan uang di dalam sana.

"JANGAN AMBIL UANGKUU! ITU MILIKKU!"

"Mari kita mulai eksekusinya," ucap Pein dengan tampang serius. Yang pertama, silakan, Konan," Pein mempersilahkan Konan untuk maju ke depan.

"APA YANG AKAN KALIAN LAKUKAN, BERENGSEK?!" pekik Kakuzu yang melihat Pein memberikan segepok uang pada Konan. Gadis berambut biru itu mulai melipat satu persatu uang yang ia pegang menjadi puluhan origami.
"TIIDAAAAAKKK!" Pekik Kakuzu untuk ke sekian kalinya.

"Nah, sudah jadi! Akan aku pajang origami ini di setiap jendela!" ucap Konan kemudian mundur dari hadapan Kakuzu.

"TIDAAK! JANGAN! KEMBALIKAN UANGKUU!"

"Selanjutnya, Itachi,"

Itachi pun maju dan mendapat segepok uang. Memasukan 2 lembar uang ke dalam air kemudian ia tempelkan pada pipinya yang berkeriput.

"Menurut internet, uang berkhasiat menghilangkan stress penyebab keriput," ucapnya kemudian mundur dari hadapan Kakuzu.

"APA-APAAN KAU SIALAN? Jangan perlakukan uangku sembarangan!"

"Selanjutnya, Kisame!"

Kisame maju ke depan sambil membawa aquarium kecil berbentuk bulat. Setelah mendapat segepok uang, ia memasukkan uang-uang tersebut kedalam aquarium.

"Hmm, lumayan, untuk pengganti ikan-ikanku," gumam Kisame.

"TIDAK! JANGAN LAKUKAN ITU! APA KAU MAU ISTRIKU MATI KEHABISAN NAPAS, HAH?"

"Selanjutnya, Deidara!"

Pria berambut pirang itu segera memasukkan bubuk mesiu ke dalam selembar uang dan menggulungnya seperti petasan. Ia pun melakukan hal yang sama pada lembaran uang lainnya.

"Nah, nanti malam kita akan pesta petasan!" seru Deidara.

"Tidak! Itu namanya pembunuhan! Itu terrorisme! Lepaskan aku! Lepaaass!" kakuzu terus berontak di atas Kursi.

"Selanjutnya, Sasori!"

Sasori pun maju sambil membawa beberapa benang transparan. Kemudian ia mengikatnya pada uang-uang yang diberikan Pein.

"YOSH! ini namanya kugutsu uang," seru Sasori. Namun di mata Kakuzu itu seperti Sasori menggantung leher istri-istrinya. Ia bahkan sudah tak mampu berteriak dan hampir pingsan melihatnya.

"Selanjutnya, Tobi!"

"Yeay! Akhirnya giliran Tobi!" Tobi pun maju ke depan dan di beri segepok uang dari koper Kakuzu.

"Hmm, untuk apa ya uang ini?" gumam Tobi.

"TOBI! JANGAN SAKITI UANGKU! Kau kan anak baik! Cepat bebaskan uang itu! Selamatkan istrikuu!" pekik Kakuzu.

"AHA! Benar juga ya! Tobi kan anak baik. Maka dari itu Tobi akan membebaskan uang ini!" ujar Tobi sambil membuka salah satu jendela pesawat kemudian melemparkan uang-uang itu.

"KENAPA KAU MEMBUANGNYA, SIALAN?!" BENTAK kakuzu.

"Heh? Tobi tidak membuangnya. Tobi hanya membebaskannya seperti yang Kakuzu senpai katakan. Sekarang uang-uang itu sudah bebas berterbangan! YEAY! TOBI MEMANG ANAK BAIK!" ucapnya riang gembira. Kakuzu pun menangisi kepintaran Tobi.

"Selanjutnya, Zetsu!"

Pria belang itu datang sambil membawa pot berisi bunga yang ia petik di taman bunga. Setelah mendapat segepok uang, ia memasukkan uang-uang itu ke dalam pot berisi tanah.

"Uang bisa menjadi pupuk juga loh!"

"PERSETAN DENGAN PUPUK! MANA BISA UANG MENJADI PUPUK!"

"Selanjutnya, Hidan!"

Pria berbadan kekar itu pun maju sambil membawa minyak nyong-nyong. Sungguh merek yang tertulis di botol itu memang nyong-nyong.

"Mari kita mulai ritual menggandakan uang!" ucap Hidan. Kakuzu yang sudah pasrah kini kembali berbinar.

"SUNGGUH? KAU BISA MENGGANDAKAN UANG?"

"Ya, tentu saja! Jashin bisa melakukan apapun!" Hidan pun mengambil segepok uang yang di dapat dari Pein. Setelah itu ia meneteskan minyak berbau aneh itu pada selembar uang dan WUUSSSHHH~

Uang tersebut terbagi dua. Maksudnya terbelah dua, lebih tepatnya lagi sobek menjadi dua bagian!

"KYAAAAAAA!" Kakuzu hanya mampu berteriak sekencang-kencangnya, rasanya seperti ia melihat adegan mutilasi. Kakuzu pun pingsan beberapa detik.

"Ya! Selanjutnya, silakan Sakura!"

Gadis berambut merah muda itu pun maju dan mendapat segepok uang.

"HUAH! RASANYA AKU INGIN MELAMPIASKAN AMARAHKU!" ucap Sakura sambil melempar uang itu ke atas, dan ketika uang itu turun ke bawah dan sejajar dengan tangan Sakura, gadis itu pun menghantam uang itu dengan tangan kanannya sambil berteriak, "SHANAAROOO!"

Uang itu pun seketika menjadi serpihan kecil. Gadis itu pun membungkuk member hormat kemudian mundur dari hadapan Kakuzu yang sepertinya kena serangan ayan dadakan. Setelah kejang beberapa detik, Pein pun memanggil Sasuke untuk maju. Namun pria berambut raven itu tak kunjung maju.

"Tunggu, aku dari tadi memikirkan sesuatu. Kenapa kalian merusak uang ini?" Tanya Sasuke.

"Si kikir itu tidak akan jera jika kita menghajarnya habis-habisan! Tapi lain lagi jika kita mengeksekusi uangnya, rasanya akan sangat menyakitkan, benarkan Kakuzu?"

"SUDAH CUKUUPP! JANGAN SAKITI UANGKU LAGII!"
"Maksudku, uang ini kan di dapat dari menjual barang kita. Itu artinya uang ini milik kita kan? Kenapa kalian merusak uang kalian sendiri?" pertanyaan Sasuke sukses membuat seluruh Akatsuki cs mematung dengan mulut menganga. Otak lemot mereka mendadak nge-blank ketika mengetahui kenyataan yang memilukan ini.

"KENAPA KAU BARU BILANG SEKARANG, SIALAAN?!" teriak Pein yang telah sadar dari acara cengo-nya. Dan malam itu pun mereka semua menangisi uang-uang itu.


Pagi-pagi sekali, Pesawat konoha Air sudah meluncur di udara menuju Rusia. Mereka tiba di bandara internasional Moskow sekitar pukul 9 pagi.

Saat ini rombongan Akatsuki cs sedang luntang-lantung mencari tour guide mereka. Karena buku agenda Naruto hilang, lebih tepatnya di jual Kakuzu, jadilah mereka tidak bisa menghubungi tour guide mereka karena nomor telepon dan nama tour guidenya ada di buku tersebut.

"Bagaimana ini? Apa kita pergi saja tanpa tour guide?" tanya Sakura.

"Yah mau bagaimana lagi, dari pada kita hanya berdiri di bandara sebaiknya kita pergi saja tanpa tour guide," usul Naruto.

Akatsuki cs pun berjalan menuju keluar bandara. Saat mereka berjalan di keramaian, seorang anak kecil berambut hitam tampak memperhatikan Akatsuki hingga ia mengikuti Akatsuki sampai keluar bandara.

"Hei, kalian rombongan sirkus ya?" tanya anak kecil tersebut. Naruto celingak-celinguk memastikan kalau bocah itu tidak bertanya padanya. Tapi sepertinya tidak ada orang lain yang mirip rombongan sirkus selain mereka.

"Jangan sembarangan! Kami ini bukan rombongan sirkus!" bantah Naruto.

"Tapi pakaian kalian mirip pemain sirkus jalanan," lanjutnya.

"Whaaatt? Apa kau tidak tahu kalau jubah ini adalah pemenang lomba kostum terbaik?! Kami bahkan dapat hadiah keliling dunia karena jubah ini!" cerocos Itachi yang tak terima hasil desainnya disebut mirip rombongan sirkus.

"Halah, palingan kalian hanya di jadikan umpan promosi untuk perusahaan travel," ucap anak itu meremehkan.

'Kenapa anak ini bisa tahu?' batin Naruto.

"Hah! Terserah apa katamu, anak kecil! Kami ini sudah mengelilingi Asia dan Eropa, tahu!" kali ini Sasori ikut bersuara.

"Ya terserahlah, lalu kalian mau kemana sekarang?" tanyanya lagi.

"Kami emm, kami mau.." Naruto gelagapan karena dia pun tidak tahu mau pergi kemana.

"Ha! Dari pada kalian bingung, lebih baik kita pergi ice skating saja!" usul anak tersebut.

"Ice skating? Aku mau! Aku mau!"

"Tobi juga mau!" seru Yota dan Tobi.

"Hah, dasar bocah, un!" gerutu Deidara.

"Baiklah, sudah di putuskan! Kita akan pergi ice skating!" seru Sasori.

"Hee? Kenapa kau juga ikut-ikutan para bocah itu, un?!"

"HORE! ICE SKATING! AKU DATANG!" seru anak kecil berambut hitam tersebut.

"Heh, anak kecil! Yang akan pergi ke ice skating itu kami! Kau tentu saja tidak ikut!" celetuk Naruto.

"Huaa! Jangan begitu, Nii-chan! Please, bawa aku ke ice skating! Aku ingin pergi ke sana!" rengek anak itu sambil memeluk kaki kanan Naruto.

"Woi! Lepas! Siapa yang kau panggil Nii-chan? Aku bukan kakakmu!"

"Tidak mau! Aku mau ikuutt!"

Dan sejurus kemudian, Tobi pun ikutan memeluk kaki kanan Naruto.

"Please, senpai! Bawa dia bersama kita! Tobi yakin dia anak baik!" rengek Tobi.

"Kenapa kau malah ikut-ikutan?! Cepat menyingkir! Dan jangan panggil aku senpai! Kau itu lebih tua dari aku, bodoh!" Naruto hampir gila menghadapi dua orang gila yang kini bertengger di kedua kakinya.

"Sudah! Sudah! Kau boleh ikut!" lerai Konan.

"HOREE!" anak itu pun bersorak gembira bersama Tobi.

"Perkenalkan, namaku adalah Konohamaru!" ucap anak berambut hitam tersebut.

"Ya ampun, makin ramai saja rombongan ini," gerutu Sakura.


Rombongan Akatsuki menaiki bus menuju pegunungan daerah Moskow. Butuh waktu beberapa jam untuk sampai di tempat ini. Ternyata disana bukan hanya sebagai tempat ice skating. Mereka juga menyewakan peralatan olahraga musim dingin lain seperti peralatan ski, Ice Hokey, Boardingsnow, maupun luge atau kereta luncur.

Untuk memainkan beberapa permainan ini mereka harus pergi ke puncak bukit dengan menaiki kereta gantung. Kecuali ice skating yang hanya berseluncur di atas danau beku.

Akatsuki pun berpencar untuk memainkan permainan yang mereka inginkan seperti Kakuzu, Hidan, Kisame, dan Zetsu yang memilih untuk bermain Ice Hokey. Kemudian Deidara, Sasori, Tobi, Yota dan Konohamaru yang bermain ice skating. Lalu Naruto, Sasuke, Sakura dan Amaru bermain Ski sedangkan Pein, Konan dan Itachi memilih untuk bermain Boardingsnow.

Area Ice Hokey

Permainan melempar bola pipih dengan tongkat menuju gawang lawan ini biasanya terdiri dari 6 anggota. Namun karena hanya 4 orang yang ingin bermain ice hokey, jadilah mereka hanya 2 lawan 2.

Setelah hompimpah, mereka pun terpecah menjadi dua tim. Kakuzu dengan Kisame dan Hidan dengan Zetsu.

Bola pipih disimpan di tengah lapangan es, dalam hitungan ke tiga, Kakuzu segera memukul bola tersebut untuk lebih dekat pada gawang lawan melewati Hidan. Zetsu yang melihat itu pun segera menangkap bola pipih tersebut sebelum masuk gawang.

"Woi! Kau pikir ini main bola tangan?! Kenapa kau malah tangkap bolanya dengan tangan?!" omel Kisame.

"Loh? Memangnya tidak boleh ya?" tanya Zetsu bingung.

"Kalau kau menggunakan tangan, lalu untuk apa tongkat ini, bodoh?! Hah! Sudahlah ayo kita ulangi lagi!" gerutu Kakuzu.

Hidan dan Zetsu pun ganti posisi, Zetsu di depan dan Hidan berjaga di belakang. Saat hitungan ke tiga Kakuzu pun bersiap memukul bola tersebut, namun belum sempat tongkatnya menyentuh bola, Zetsu sudah menendang bolanya lebih dulu.

Swwiinggg~

Bola meluncur melewati Kakuzu.

"ASTAGAA! APA KAU TIDAK MENGERTI JUGA?!" bentak Kakuzu frustasi, "Sudah kubilang, ini bukan sepak bola! Jangan gunakan kakimu, sialaaan!"

"Tapi kalau aku tidak menggunakan kaki, bagaimana caranya aku berjalan?" tanya Zetsu polos. Mungkin ini efek dari kencan bersama bunga.

"Oh astaga! HIDAAN! CEPAT ASAH SABITMU! RASANYA AKU INGIN MENYAMBIT SESEORANG!" teriak Kakuzu kesal.

Area Ice skating

Deidara, Sasori, Tobi, Konohamaru dan Yota baru saja menginjakkan sepatu ice skating mereka di atas danau beku. Konohamaru langsung meluncur mengitari danau beku tersebut dengan mudah layaknya pemain profesional. Disusul oleh Yota di belakangnya. Tobi yang baru pertama main pun langsung bisa melakukannya dan membuntuti Konohamaru dan Yota.

Sementara itu, Sasori berdiri dengan kaki gemetar.

"Pelan-pelan saja, Danna! Kalau jatuh sakitnya tidak akan seberapa, un. Tapi malunya itu loh," ucap Deidara yang membantu Sasori berdiri tegak.

"Diam kau! Aku juga bisa melakukannya!" ucap Sasori sombong.

"Baguslah kalau begitu, un! Kau duluan, Danna!" ucap Deidara sambil mendorong punggung Sasori. Sasori pun meluncur dengan kecepatan penuh dengan kaki gemetaran.

"Huaaaaa! Bagaimana cara menghentikan benda ini?!" pekik Sasori yang kini meluncur dengan tangan mengepak heboh.

"Senpai, seharusnya lewat sini, berputar dengan arah jarum jam! Kau melawan arah!" ucap Tobi.

"Persetan dengan melawan arah! Cepat bantu aku berhenti sebelum aku menab-"

BRAAAAKKKK!

Sasori pun berakhir dengan menabrak tumpukan salju di pinggir danau beku.

"Oh, tidak! DANNAAA!" pekik Deidara yang langsung menghampiri Sasori yang kepalanya terperosok kedalam tumpukan salju. Saat Deidara menariknya, ternyata Sasori pingsan.

"Huaa! Bangun, Danna!" pekik Deidara lagi.

'Lebih baik aku pura-pura pingsan saja dari pada aku kalah main ice skating dari bocah-bocah itu' batin Sasori.

Puncak bukit

Setelah menaiki kereta gantung menuju puncak gunung es, Naruto dan yang lainnya pun bersiap untuk meluncur. Dengan peralatan ski masing-masing.

"Baiklah sebelum kita meluncur, kita harus mengecek peralatan yang kita pakai terlebih dahulu," ucap Sasuke. Namun baru saja kalimatnya selesai terucap, Naruto sudah meluncur duluan menuruni bukit.

"WUHUUUU! INI MENYENANGKAN LOH!" Teriak Naruto.

"TUNGGU AKU, BODOH!" Teriak Amaru dan langsung ikut meluncur di belakang Naruto.

"WOII! DENGARKAN PENJELASANKU DULU!" Pekik Sasuke.

"Sudahlah, biarkan saja mereka Sasuke. Bagaimana kalau kau mengajari aku bermain ski," ucap Sakura sok manis.

'YES! YES! YES! Untunglah mereka meluncur duluan, ini saat yang terbaik untuk PDKT dengan Sasuke, hihihi' begitulah kira-kira inner Sakura.

Sasuke menghela napas berat kemudian menyetujuinya.

"Baiklah, pertama pakai kacamata skinya dulu. Ini untuk melindungi mata kita dari angin," jelas Sasuke.

"Oh, ya ampun bagaimana ya cara pakainya? Apa begini?" Tanya Sakura yang memakai kacamata dengan posisi terbalik.

"Bukan! Itu terbalik!"

"Apa begini?"

"Bukan!"

"Begini?"

"Bukaaan!"

"Oh ya ampun, bisa kau membantuku, Sasuke?" ucap Sakura dengan memasang puppyeyes andalannya.

"Baiklah, berikan padaku!" Sasuke mengambil kacamata tersebut dari tangan Sakura, saat ia akan memakaikan kacamata tersebut, tiba-tiba seseorang mendorong Sakura dari belakang.

SWWIINGGG~

Sakura pun meluncur dengan kecepatan tinggi.

"WOII! SIAPA YANG MENDORONGKUUU?!" teriak Sakura.

"Tutup mulutmu kalau kau tidak ingin menelan salju bulat-bulat!" teriak Konan si pelaku pendorong Sakura.

Sakura yang tidak tahu cara menghentikan acara meluncurnya pun terus meluncur ke bawah bukit. Hingga dari kejauhan ia melihat seorang pria berambut pirang panjang dan seorang pria bertopeng sedang menggotong pria berambut merah.

"WOII! MENYINGKIR DARI SANAAA!" Teriak Sakura. Deidara dan Tobi pun panik dan menjatuhkan Sasori begitu saja. Mereka segera kabur menjauh dari Sakura.

Sasori yang sedang pura-pura pingsan pun membuka matanya sedikit untuk mengetahui apa yang terjadi. Dan ketika ia membuka mata….

DUAAAKKKHHH!

Sakura menabraknya dengan papan ski. Dan Sasori pun akhirnya benar-benar pingsan.

Setelah puas berseluncur dan berguling-guling di salju, mereka pun mengembalikan peralatan yang tadi mereka pinjam. Mereka semua memutuskan untuk pergi ke sauna yang berada tak jauh dari tempat itu. Ide ini mereka dapat dari selembar iklan yang Tobi pungut di jalanan. Dalam iklan itu tertulis:

MADARA SAUNA

SAUNA EKSTRIM KHAS RUSIA!

Khasiat:

Memperlancar peredaran darah

Mengencangkan dan membuat kulit menjadi elastis.

Menyegarkan tubuh dan mengeluakan racun dalam tubuh.

HARGA TERMURAH!

Setelah berjalan beberapa menit, mereka pun tiba di tempat sauna tersebut. Sebuah tempat yang terbuat dari kayu yang cukup besar. Mereka pun memasuki ruang pendaftaran.

"SELAMAT DATANG DI MADARA SAUNA! Kalian ingin mendaftar untuk berapa orang?" Tanya seorang pelayan berambut cokelat dan memakai name-tag bertuliskan KARUI.

"Ah,kami mau pesan untuk 16 orang, tiga untuk wanita dan 13 untuk pria,"ucap Naruto.

Saat Naruto melakukan pemesanan, Sasuke membaca sebuah papan pengumuman kecil yang tertempel di salah satu dinding lobby. Disana tertulis :

PERATURAN MADARA SAUNA

Orang yang sudah mendaftar tidak bisa mengundurkan diri.

Tidak diperkenankan untuk keluar dari tempat sauna sebelum acaranya selesai.

Untuk kelancaran sauna, maka semua orang wajib mengikuti perintah Madara.

Tidak disarankan untuk orang-orang bertubuh lemah, jantung lemah dan juga mental lemah. Tapi jika terlanjur mendaftar harap terima saja segala resikonya karena tidak bisa mengundurkan diri. Segala macam efek samping dari sauna ini bukanlah tanggung jawab kami.

"Kenapa perasaanku jadi tidak enak ya," gumam Sasuke setelah membaca peraturan aneh tersebut.

.

.

.

TBC


Balas Review:

Vira D Ace : Iyakah? Kalo gak salah yang ada di Australia itu tenten sama Kiba. Tapi entahlah mungkin aku lupa, hehehe

Honeymoon Hamada : Huakakak… yaah sepertinya mereka emang hobby di kejar security. Wkwk.. meskipun chouji nyebelin tapi aku mendukungnya, itu membuat hidup akatsuki lebih berwarna.. err maksudnya lebih berwarna dalam kesialan XD

Kazumaki Mikushi : Kakuzu gak mau pake bank. Katanya gak mau bayar biaya adminnya.. huakakak.. yaah bisa jadi si Kisame yang jadi mas kawinnya :v

Huehehe, salahin aja si Itachi yang malah nyasar ke Greenland XD

Okedeh, Meksiko *Dicatettakutlupa XD

Untuk Hinatanya, biar waktu yang menjawabnya yak huehehe #plaak

Euraa : Sudah di next!

Marshallia-XD : saking cerdasnya mereka gak nyadar kalo di bawah pesawat juga ada pintu. Termasuk Sasuke, mungkin dia udah ketularan otaku bur-uburnya Akatsuki.

Kagak ada yang mau beli pesawatnya kemahalan sih XD

Nyahaha, ada tuh spidol bekas ngelukis monalisa XD

Huehehe, terimakasih sudah menunggu… maafkan tidak sempat update malam minggu, semoga sabtu depan bisa update tepat waktu biar para jomblo tetep happy :v

Kowaru Naha Ga Bisa : Betul sekali, tapi barang si naru juga tetep ikutan ilang juga, wkwkwk

Namikaze Yohan396 : wuandaii, itu gejala yang sangat kronis :v harap segera temui dokter Kakuzu untuk pengobatan lebih lanjut :v

DandiDandi : Hahahaha, bagaimana penderitaan Kakuzu di chap ini? Melihat istrinya (baca: uang) di eksekusi sudah cukup menderita bukan? Wkwkwk

Hdpbgrd : wkwkwkw, bisa jadi begitu sih.. untunglah sampai saat ini dia belum bertemu dengan emas maupun berlian :v

Mungkin otak mereka mendadak beku begitu sampai di Greenland :v

Habis tiap ngebayangin muka elit Kisame rasanya saya ingin terus menistakan dia. Huahaha #plak

Makin rusuh aje ye ni ff XD setelah pulang dari rusia akan ku kirim mereka kembali ke tempat asalnya :v

Njiir cangkang Zetsu terlalu berat. Ntar malah pesawatnya yang jatoh wkwk XD

HUAHAHA, tapi sayangnya si chouji uda kabur duluan XD

Huanjeer mendadak iklan susu XD

Saya juga heran, orang bego mana yang mau beli sempaknya si Itachi? Dalem koper dia kan isinya sempak semua :v

Karena jatah di belanda harus terbagi dua karena mereka nyasar ke Greenland. Silakan salahkan saja si pilot keriput yang sudah membawa mereka nyasar ke Greenland :v

IG : fairyska21

Wattpad : Fairyska-chan

Okee terimakasih review kocaknya XD aku tunggu review selanjutnya XD

Anni93 : Hehehe, maap yak.. sekarang telatnya cuma sehari kan :v

Huehehe, iya mereka ikut sampe rusia doang, ntar saya balikin lagi ke Greenland. Habis pusing banyak orang makin rusuh XD

Nah tu dia, di chap ini Kakuzu sudah kena batunya :v

RendyDP424 : Ya ampun, Nagato aku hampir lupa XD harap bersabar ya, heheh.. oke terimakasih semangatnya…


Yosshh! Terimakasih semua yang sudah membaca, mereview, memfav dan memfoll fict ini..

sampai jumpa di chapter selanjutnyaa ^_^