Sweet Moonlight

Disclaimer : Inuyasha belongs to Rumiko Takahashi. But Sesshy is Mine ekekee~


Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya Sesshomaru dan Kagome telah bergabung kembali dengan Inuyasha dan kawan-kawan. Mereka telah mengatur rencana untuk melanjutkan perjalanan esok hari karena malam ini mereka akan berkemah untuk menyiapkan perbekalan dan beristirahat sejenak. Inuyasha yang memiliki indera yang sangat tajam dapat merasakan sesuatu yang sedang mengintai kawanannya. Tidak salah lagi, ia melihat Ginkotsu dan Bankotsu sedang mengamatinya dari kejauhan. Inuyasha yang sedang bersandar di atas sebuah pohon langsung berlari menuju anggota Shichinintai yang sedang bersembunyi. Sesshomaru pun merasakan hal yang sama, ia langsung bangun dari posisinya dan bergegas menyusul Inyasha.

"Kau tunggulah di sini." Sesshomaru menatap wanita yang berada di sampingnya.

"Tapi Sesshomaru…" Belum sempat Kagome melanjutkan perkataannya, Sesshomaru meraih bibir Kagome dan menciumnya.

"Aku akan kembali." Sesshomaru mencium bibirnya dengan singkat dan melepasnya. Ia sudah berjanji akan kembali secepatnya.

Kagome menggerutu kesal karena tidak diperbolehkan untuk pergi bersama Sesshomaru dengan alasan keselamatannya. Ia pun berbalik arah untuk kembali ke tempatnya berkemah. Tidak diduga ternyata anggota Band Of Seven Renkotsu menghampiri dan melancarkan serangannya. Ia mencoba bertahan dan menghindar dari serangan pria itu, namun Renkotsu berhasil menendang perut Kagome dengan keras dan melukainya. Tubuhnya semakin terdesak akibat terkena tendangan keras di bagian perutnya, ia memutuskan untuk pergi berlari menyusul Inuyasha dan Sesshomaru. Setelah lelah berlari akhirnya Kagome menemukan Sesshomaru dan Inuyasha yang sedang bertarung melawan Bankotsu dan Ginkotsu. Ia melihat perubahan warna mata Sesshomaru menjadi merah dengan iris biru dan tanda garis magenta di kedua pipinya menjadi lebih bergerigi dan tajam. Untuk mengakhiri pertempurannya, Sesshomaru mengeluarkan Dokkasou miliknya yang menyebabkan Ginkotsu tidak bisa berkutik dan akhirnya tewas.

Kagome berlari menghampiri Sesshomaru dengan harapan bahwa kekasihnya akan senang melihat ia berada di sana. Sesshomaru masih dengan wujudnya yang terlihat menyeramkan dan merasakan kehadiran seseorang di belakangnya. Refleks, Sesshomaru langsung memutar badannya dan mencakar bagian kiri lengan Kagome hingga mengeluarkan darah. Sesshomaru terpana dan tidak percaya bahwa ia telah melukai Kagome dengan tangannya. Kagome kaget dan mencoba menghentikan darah yang keluar dari tangannya dengan memegangnya. Ia memandang Sesshomaru dengan perasaan sedih dan menangis hingga tubuhnya terjatuh. Belum sempat tubuhnya menyentuh tanah, Inuyasha datang menangkap tubuh Kagome dan mendekapnya dengan erat. Inuyasha menatap Kagome dan langsung membawanya pergi dari tempat itu.

Inuyasha membawa Kagome yang terluka dan mereka telah sampai di kediaman nenek Kaede. Lukanya langsung di obati dan di balut dengan perban. Kagome masih terguncang dengan apa yang baru saja ia alami. Ia memikirkan Sesshomaru dan langsung mencarinya. Ia bisa merasakan bahwa Sesshomaru akan menyalahkan dirinya sendiri karena telah membuatnya terluka. Tidak butuh waktu lama, akhirnya Kagome menemukan Sesshomaru sedang berdiri di bawah sebuah pohon dengan mata yang terpejam. Ia memberanikan diri untuk menghampirinya.

"Bagaimana lukamu?" Sesshomaru membuka mata dan merasakan kehadiran Kagome di belakangnya. Ia bertanya tanpa menatapnya.

"Tidak terasa sakit sedikit pun. Aku sudah meminum semua ramuan dan lukanya juga sudah di olesi dengan obat." Jawab Kagome sambil tersenyum dengan bangga.

"Aku kehilangan kendali saat bertarung dan mencium bau darah. Lain kali mungkin akan lebih parah dari luka di lenganmu." Sesshomaru berbicara dengan nada datar dan masih tidak menoleh sedikit pun ke arah Kagome.

"Sesshomaru, aku baik-baik saja. Jangan mengkhawatirkan aku." Kagome mencoba membuat Sesshomaru mengerti bahwa ini bukanlah murni kesalahannya.

"Apa kau tidak melihat akibat dari perbuatanku?" Sesshomaru menatapnya dan meraih tangan Kagome yang terluka. Jika ia meleset sekali saja mungkin ia telah berhasil merobek jantung Kagome dalam hitungan detik.

"Sesshomaru…" Kagome menatap mata Sesshomaru dengan kesedihan yang berkecamuk di hatinya.

"Takdir kita berhenti di sini." Sesshomaru berucap pelan.

"Mengapa kau seperti ini? Jika kau bilang berakhir maka semuanya akan berakhir? Jika kau memutuskan hubungan maka semua perasaan berakhir begitu saja? Bagaimana kau bisa Sesshomaru!" Kagome terlalu kesal mendengar kata yang terucap dari bibir sang Daiyoukai dan mulai meneteskan air mata.

"Hanya ini yang bisa Sesshomaru ini lakukan. Kau mungkin akan mati." Sesshomaru tidak bisa menahan emosinya untuk tidak mengungkapkan isi hatinya. Ia tidak ingin Kagome mati apalagi jika bersama dengannya.

"Itukah sebabnya kau hendak pergi dariku sekarang?" Tanya Kagome sedih.

"Luka akan menutup dan sembuh seiring berjalannya waktu, tetapi kematian bukanlah sesuatu yang bisa dipulihkan. Jika Sesshomaru ini harus benar-benar kehilanganmu, maka Sesshomaru ini tidak bisa menanggungnya." Sesshomaru menguatkan hatinya dan pergi meninggalkan Kagome. Sesshomaru merasakan sakit di dadanya dan membiarkannya.

"Apa kau tahu saat ini kata-katamu lebih merobek hatiku?" Teriak Kagome sambil menangis melihat Sesshomaru pergi meninggalkannya seorang diri.

Kagome tersungkur lemas di tanah, ia menangis sekuat tenaga dan masih tidak percaya bahwa Sesshomaru telah pergi meninggalkannya. Mengapa semua ini berakhir begitu cepat? Apakah benar ia tidak bisa hidup bersama dengan Sesshomaru? Inikah takdir mereka berdua? Semua hal manis yang ia terima tidak bisa dimusnahkan begitu saja dan ia pun teringat akan janji Sesshomaru yang mengatakan bahwa ia tidak akan pergi dari sisinya. Hatinya terluka dan batinnya begitu pedih. Ia tidak bisa membayangkan esok hari tanpa hadirnya Sesshomaru. Membayangkannya saja sangat sulit, apalagi jika ia harus mengalaminya. Ia pun berharap segera terbangun dari mimpi buruknya dan menemukan Sesshomaru berada di sampingnya lagi.


Yoosh~ finally their romance ends. Sorry i am not in a good mood. Sedih juga yaa di tinggal sama demon lord tampan macam Sesshomaru. Review are welcome. Masih penasaran? Still with me^.^