Chapter 21
AN: Hello kembali lagi nih di chapter 21 :) Aku ngga mau banyak ngomong deh, lagsung aja kali yah. Read and Review xx
Disclimer: Karakter ini milik tante J.K Rowling pastinya ^^
His Light and Moving Pictures
Ron duduk di dekat jendela Grimmauld Place nomor 12, melihat Muggle-Muggle sedang berjalan di luar sana yang terlihat buram karena udara dingin diluar. Walaupun Ron bisa melihat mereka semua tetapi sepertinya para Muggle itu tidak bisa melihat Ron. Bulan ini sudah memasuki pertengahan bulan Desember, dan Ron sudah diliburkan oleh George untuk liburan Natal, dan Harry juga sudah diliburkan. Sepertinya Harry sedang berada di ruang tamu, tetapi Ron tidak ingin disana, Ron ingin menyendiri dan melihat pemandangan diluar sekitar Grimmaul Place nomor dua belas ini.
Sebentar lagi Natal, tetapi Hermione bilang kalau dirinya akan merayakan Natal bersama orang tuanya tahun ini. Ron mengerti tentu saja, karena yang Ron tahu Natal tahun lalu Hermione tidak merayakan Natal bersama orang tuanya, dan… Ron sendiri. Ron masih ingat kejadian di bulan Desember tahun lalu, Ron pergi meninggalkan Hermione dan Harry, meninggalkan Hermione. Mengapa Ron tidak memikirkan ini sebelumnya? Natal lalu Ron tidak bersama mereka. Natal lalu Ron meninggalkan mereka. Apa Hermione dan Harry memikirkan ini juga? Memikirkan bagaimana Ron meninggalkan mereka bulan Desember lalu.
Ron teringat semua ini mungkin karena dirinya sedang melamun didekat jendela yang buram. Ron mendesah panjang dan mengambil Deluminator wasiat dari Prof. Dumbledore yang diberikan padanya lewat Scrimgeour akhir Juli tahun lalu dari sakunya. Ron menatap Deluminator itu. Benda inilah yang membawanya pulang. Benda inilah yang mengantarkan Ron kembali pada Hermione dan Harry, kembali pada Hermione. Ron teringat saat Scrimgeour memberikannya dan berkata ("Benda ini akan memberikannya cahaya saat gelap datang") saat itu memang Ron tidak mengerti arti yang sebenarnya dari kata-kata itu, tetapi saat Ron pergi meninggalkan Hermione dan Harry dan menyendiri disebuah Pub pagi Natal lalu Ron baru mengerti arti sebenarnya dari kata itu. "Saat gelap datang" saat Ron merasa sendiri dan tidak tahu harus pergi kemana, "Akan memberikannya cahaya" dan suara Hermione pun keluar dari Deluminator yang sedang berada disakunya, bisikan suara Hermione yang memanggil namanya dengan nada suara yang sangat menyakitkan hati Ron. Dan saat itu juga Ron mengerti bahwa, Hermione lah cahaya Ron. Hermione lah satu-satu orang yang Ron cintai selama ini. Ron memejamkan matanya. Prof. Dumbledore memang sepertinya sudah tahu hubunganku dengan Hermione.
"Ron?" terdengar suara Harry dibelakang. Ron membuka matanya tetapi Ron tidak menoleh karena tahu Harry berjalan mendekatinya dan duduk dibangku dekat Ron. "Besok kau bisa menjemput Hermione dan Ginny di King Cross 'kan?"
"Yeah tentu…"
Harry mengangguk dan melihat benda yang sedang dipegang Ron. "Sedang apa kau?"
"Merenungkan sesuatu," kata Ron memutar-mutarkan Deluminatornya. "Kau ingat benda ini?"
Harry mengangguk.
"Kurasa Natal tahun ini akan berbeda ya?" kata Ron tersenyum pada Harry.
Harry tersenyum. "Yeah, tidak ada kekhawatiran lagi tahun ini, tidak ada yang tidak senang sekarang."
Ron mengangguk, menundukan kepalanya dan hanya menatap Deluminatornya. "Harry kau ingat Natal lalu?"
Harry tersentak tetapi tersenyum. "Yeah tentu… Hari dimana kau mendengar suara Hermione yang membawamu kembali pada kami dan menyelematkan nyawaku dan mengahancurkan satu Horcrux Voldemort!"
Ron tertawa kecil dan langsung diam.
"Sudahlah," kata Harry. "Lupakan Natal lalu dan nikmati Natal tahun ini, oke?"
Ron mendongak melihat Harry yang tersenyum lebar melihatnya, Ron membalasnya. Harry memang sahabat Ron yang baik yang Ron punyai. Ron memang tidak pernah bilang padanya bahwa Ron sangat menyayanginya, masa-masa Ron selama di Hogwarts Ia habiskan bersama Harry, dan bersama Hermione juga.
"Tetapi kau benar-benar mendengar suara Hermione yang membisikkan namamu dari benda itu?" kata Harry mengambil Deluminator dari tangan Ron. "Dumbledore benar-benar hebat bisa membuat benda seperti ini." katanya memerhatikan Deluminator Ron.
"Seperti yang kau tahu, benda itu memberi cahaya saat gelap."
Harry mengangkat alisnya. "Memang itu kegunaannya 'kan? Kau bisa menyedot cahaya dan mengeluarkan cahaya itu saat gelap."
Ron tersenyum, sepertinya memang Harry belum tahu apa yang dimaksud dari kata-kata itu. "Kau tahu, saat aku meninggalkanmu dan Hermione? Aku seperti seseorang yang tidak tahu harus berbuat apa. Saat itu aku merasa mataku gelap walaupun banyak cahaya didekatku. Pikiranku kosong dan aku tidak bisa berpikir kemana lagi aku harus pergi saat itu, dan akhirnya cahaya menerangiku kembali kejalan yang benar."
"Bola cahaya kecil yang saat itu kau bicarakan?" kata Harry tenang.
"Yeah…Dan saat itu aku tahu bahwa bola cahaya kecil itu Hermione, suara Hermione lah cahayaku. Saat aku tak tahu arah pulang suara Hermione lah yang meyakinkanku dan membimbingku untuk pulang." kata Ron yang mengerjap matanya. "Walaupun Ia sendiri tidak menyadari bahwa Ia sudah membimbingku untuk pulang. Saat itu juga aku menyadari bahwa aku hanya mencintainya, Harry. Aku tidak hanya menyukainya, tetapi aku mencintainya."
Harry mengangguk dan tersenyum, menepuk bahu Ron. "Kalian benar-benar membuatku iri…Aku masih ingat bagaimana Hermione sangat merana saat kau pergi, Ron. Dia berjuang untuk kuat didepanku, tetapi dia tidak mudah untuk bisa menipuku." Harry tertawa kecil. "Kau berdua sahabat terbaikku. Aku sudah megenal kalian lama sekali, tetapi aku tidak pernah berkata seperti ini…Aku benar-benar menyayangi kalian, kalian orang yang aku sayangi setelah orang tuaku dan Sirius…" Harry mengerjap matanya dan tersenyum pada Ron.
Mulut Ron menganga, "Kami juga menyayangimu, Harry. Kau tahu itu,"
Harry mengangguk dan tersenyum lebar, memeluk Ron sekilas dan mengembalikan Deluminatornya. "Ini, simpan itu baik-baik. Dan jaga Hermione, dia kakakku kau tidak boleh menyakitinya!"
Ron tertawa kecil. "Terima kasih, Harry."
Harry menyeringai dan berdiri, berjalan menuju dapur saat diambang pintu dia berkata, "Memangnya kau tidak mau sarapan?"
Ron pun ikut berdiri dan melihat Deluminatornya, tersenyum dan memasukannya didalam sakunya dan berjalan menyusul Harry.
-RWHG-
"Harry ayo cepatlah! Kita sudah telat nih!" teriak Ron diruang tamu. Hari ini Ron dan Harry pergi untuk menjemput Hermione dan Ginny, Mr. dan Mrs. Weasley juga pergi menjemput Ginny. Memang Hermione akan pulang kerumah orangtuanya tetapi bertemu dengan Hermione sebentar sudah membuat Ron senang.
"Demi Merlin, Ron ini masih pukul satu siang!" kata Harry yang muncul dari atas. "Kereta akan sampai dua jam lagi!"
"Harry kita akan ke The Burrow dulu, dan aku yakin Mom pasti lama kalau tidak kita ingatkan. Dan bagaimana kalau keretanya datang lebih awal!?" kata Ron mendengus.
Harry memutar bola matanya. "Baiklah baiklah… Ayo!"
Beberapa menit kemudian Ron dan Harry pun sudah berada didepan The Burrow. Mereka berjalan dan mengetuk pintu yang dibuka oleh Mrs. Weasley, dia memakai gaun seperti biasa dan tersenyum saat melihat anaknya dan Harry yang berdiri diambang pintu.
"Oh Ron dan Harry…" katanya memeluk dan mencium mereka secara bergantian. "Ayo masuk."
"Dad kemana, Mom?" kata Ron melihat berkeliling. The Burrow sekarang tidak seramai sebelumnya, George sekarang tinggal ditokonya tetapi dia kadang pulang untuk mengunjungi Mom dan Dad seperti Ron dan Harry lakukan. Percy juga tinggal sendiri di flat London agar dekat dengan tempat kerjanya. Charlie sudah kembali ke Romania untuk bertemu dengan Naga-Naga kesayangannya disana beberapa bulan lalu. Tetapi saat Natal nanti mereka semua akan berkumpul bersama di The Burrow.
"Oh Ayahmu sedang digudang kesayangannya itu, aku tidak tahu apa yang dia lakukan disana." Kata Mrs. Weasley membereskan piring dimeja, "Kalian sudah makan siang?"
Harry menggeleng.
"Baiklah duduk disini aku kan membuat makanan untuk kalian," kata Mrs. Weasley tersenyum.
"Aku mau ke tempat Dad dulu," kata Ron dan segera keluar menuju gudang diseberang rumahnya. Mr. Weasley memang sering menghabiskan waktunya disana, membuat barang-barang bekas Muggle untuk bisa digunakan lagi. Mr. Weasley sangat terobsesi pada para Muggle dan tidak heran jika dirinya menyimpan barang-barang bekas Muggle digudang tersebut.
"Dad?" bisik Ron saat Ia sudah memasuki gudang tersebut. Mr. Weasley mendongak saat Ron memanggilnya, Ia duduk diujung dengan barang yang berantakan diatas mejanya.
"Ah, Ron kau sudah datang." katanya yang berpaling pada barang yang berada diatas meja.
"Apa yang Dad lakukan disini?"
"Mmh kau tahu persis apa yang kulakukan disini, Ron." Kata Mr. Weasley mengutik-ngutik barang yang tidak pernah Ron lihat sebelumnya.
"Itu apa?" tanya Ron akhirnya.
Mr . Weasley mendongak melihat dan tersenyum. "Ini tellyphone…"
"Oh yeah! Tapi itu tidak terlihat seperti telephone." Jelas saja, benda itu benar-benar terbelah-belah dan berantakan.
Mr. Weasley tersenyum. "Aku sedang mencoba memperbaikinya,"
Ron mengangguk dan memerhatikan Mr. Weasley yang dengan serius memberbaiki telephone yang berantakan itu. Beberapa saat kemudian Ron dan Mr. Weasley tetap digudang, Ron melihat jam ditangannya dan melihat sekarang sudah pukul setengah dua lewat lima belas menit. Ron tidak menyangka waktu begitu cepat, dan benda yang tadinya berantakan dihadapan Mr. Weasley sekarang sudah mulai berbentuk.
"Nah, tinggal beberapa tahap lagi dan tellyphone ini akan sempurna." kata Mr. Weasley.
"Sudahlah, Dad besok dilanjutkan lagi. Sebaiknya kita kembali sebelum Mom meneriaki ki—"
"ARTHUR! RON! APA YANG KALIAN LAKUKAN DISANA CEPAT KEMBALI MAKANAN SUDAH SIAP!"
Ron dan Mr. Weasley bertatapan satu sama lain dan tersenyum. Mr. Weasley menggelengkan kepalanya tetapi Ron masih bisa melihat senyum yang terukir diwajahnya. "Baiklah, ayo kita kembali." Mr. Weasley merangkul Ron dan berjalan bersama keluar dari gudang.
Ron, Harry, Mr. dan Mrs. Weasley makan siang bersama didapur The Burrow. Ron menikmati makan siangnya disini, karena dia merindukan masakan Ibunya. Dan dia senang akhirnya bisa bertemu dengan Hermione lagi. Apa Hermione merindukan Ron sekarang? Pasti Hermione menghabiskan waktunya dikereta hanya untuk membaca. Ron tersenyum membayangkan Hermione yang sedang membaca buku dikereta Hogwarts. Ron membayangkan dirinya bisa duduk bersebelahan dikereta Hogwarts bersama Hermione, tahun-tahun sebelumnya memang Ron dan Hermione selalu duduk bersebelahan dikereta, tetapi dulu Ron dan Hermione belum resmi menjadi pasangan.
Saat berpikir seperti ini Mrs. Weasley membereskan piring-piring yang kotor dan menaruhnya ditempat pencucian piring yang bisa mencuci piring-piring itu sendiri. Ron meminum tehnya dan merasakan perutnya sudah terisi penuh makanan yang dimasak oleh Ibunya. Mr. Weasley pergi keatas, sepertinya Ia ingin mengambil switternya, Harry hanya membaca Daily Propet yang rilis awal bulan ini. Disana hanya memberitakan Natal-Natal yang berbeda tahun ini karena Pangeran Kegelapan sudah tidak ada, memberitakan jadwal pembukaan pelatihan Auror gelombang kedua yang dibuka Januari tahun depan. Ron yang asyik bekerja dengan George tidak memikirkan ini sebelumnya. Ron akan masuk pelatihan Auror awal Januari nanti, Harry pernah bilang kalau pelatihan Auror harus mengetahui banyak mantra dan melapalkannya secara cepat jikalau ada musuh, karena butuh waktu kurang lebih tiga tahun untuk menjadi Auror resmi dan Ron akan berusaha untuk mendapatkan posisi sebagai Auror resmi di Kementrian.
"Siap untuk tahun depan?" kata Harry nyengir, dia masih memegang Daily Propet ditangannya.
"Mmh yeah kurasa…"
"Pekerjaan menjadi Auror tidak begitu sibuk menurutku, yeah kau tunjukkan saja kemampuanmu melucuti. Kuyakin kau bisa!" kata Harry tersenyum.
"Ayo anak-anak sudah waktunya ke King Cross!" kata Mr. Weasley yang sudah kembali dari atas, dan tanpa Ron sadari Mrs. Weasley pun sudah siap disebelah Mr. Weasley. Ron dan Harry berdiri mengikuti mereka keluar.
"Masa kita masih dipanggil 'Anak-anak' sih?" bisik Ron pada Harry. "Aku sudah hampir sembilan belas tahun!
Harry hanya tertawa. Mereka semua ber-disapparate ke London lalu menuju King Cross, Mr. Weasley dan Mrs. Weasley berjalan didepan Ron dan Harry. Mereka sampai di King Cross dan masuk ke palang rintang 9 ¾ di antara 9 dan 10. Ron, Harry, Mr. dan Mrs. Weasley tetap berjalan di kerumungan keramaian para keluarga siswa-siswi Hogwarts. Menurut Ron orangtua Hermione pasti menunggu Hermione diluar King Cross, karena mereka muggle dan tidak bisa memasukki peron 9 ¾ .
Kereta Hogwarts belum sampai, Ron, Harry, Mr. dan Mrs. Weasley menunggu dibangku dekat peron. Banyak orang yang melirik mereka dengan tatapan penasaran tetapi sepertinya mereka tidak memperdulikannya. Ron bersandar dibangku itu dan Harry di sebelahnya, sedangkan Mr. dan Mrs. Weasley dibangku lain disebelah mereka.
Beberapa saat kemudia Ron mendengar suara gemuru kereta dari kejauhan, dalam diam Ron tersenyum dan berdiri yang diikuti oleh Harry, Mr. dan Mrs. Weasley. Dan kepala kereta pun datang dengan perlahan dari ujung jalan, asap kereta yang tebal dengan suara keras kereta menandakan bahwa kereta akan berhenti di stasiun. Kereta pun berjalan dengan bertambah lambat dan berhenti tepat di stasiun. Orang-orang semua sudah berdiri menunggu anak-anak, keluarga atau saudara mereka yang masih berada didalam kereta. Beberapa siswa yang masih didalam kereta melambai dijendela pada keluarganya masing-masing.
Setelah kereta benar-benar sudah berhenti siswa-siswi Hogwarts mulai berkeluaran dari dalam kereta, mencari-cari keluarga yang akan menjemput mereka. Ron mencari Hermione dan Ginny dalam keramaian tetapi belum bisa melihat keduanya, mungkin mereka masih didalam mengantre untuk bisa keluar tanpa berdesak-desakan dengan siswa-siswi lain. Ron, Harry, Mr. dan Mrs. Weasley hanya tetap menunggu Hermione dan Ginny untuk keluar dari dalam kereta.
"Disini kalian rupanya," terdengar suara Ginny dan Ron pun berpaling dan melihat Ginny dan Hermione tersenyum.
"Ginny…" kata Mrs. Weasley yang langsung memeluknya. "Hermione…" yang memeluknya juga.
Ron melihat Ginny memeluk Mr. Weasley dan langsung berpaling padanya. "Hello, big brother." Memeluk Ron dan melepasnya. "Bagaimana kabarmu?"
"Baik…" gumam Ron. Dan Ginny pun berpaling pada Harry memeluknya. Ron melihat Hermione yang tersenyum padanya, Hermione mendekatinya dan memeluknya. Mereka berpelukan lebih lama dari yang lain, dan beberapa saat kemudian Hermione melepaskan pelukannya dan tersenyum manis pada Ron.
"Hermione, dear dimana orangtuamu?" tanya Mrs. Weasley lembut pada Hermione.
"Kurasa mereka ada diluar," kata Hermione tersenyum.
"Baiklah, ayo…"
Mereka berjalan melewati kerumunan disekitar peron 9 ¾ . Ron membantu Hermione mendorong kopernya agar Hermione bisa menggendong Crookshanks. Mereka sudah keluar dari peron 9 ¾ dan berjalan mencari arangtua Hermione.
"Itu mereka!" kata Hermione bergairah dan melambai pada kedua orangtuanya. Ron tersenyum karena senang melihat Hermione bisa kembali lagi kepada kedua orangtuanya. Melihat bagaimana bahagianya Hermione bisa kembali orangtuanya yang sudah tidak bisa dilihatnya karena dirinya kembali sekolah tahun ini.
Ron, Harry, Ginny, Mr. dan Mrs. Weasley berjalan dibelakang Hermione. Dan Hermione segera memeluk orangtuanya.
"Hi, Robby!" sapa Mr. Weasley bersemangat.
"Arthur!" kata Mr. Granger menjabat tangan Mr. Weasley. "Sudah lama sekali kita tidak bertemu ya?" Mr. Granger dan Mr. Weasley tetap mengobrol berdua disana, Mr. Weasley sangat bersemangat jika mengobrol dengan Mr. Granger, karena Ia bisa menanyakan apa saja benda yang unik untuk ditanyakan pada Mr. Granger.
"Molly kau terlihat kurusan sekarang ya…" kata Mrs. Granger tersenyum dan memeluk Mrs. Weasley. Mrs. Weasley hanya tertawa kecil dan mereka juga mengobrol asyik disana.
Memang, sekarang Mrs. Weasley terlihat kurusan, mungkin karena sekarang Ia sudah jarang makan, dan lebih senang menyendiri. Ron sedih memikirkan ini, mungkin Mrs. Weasley masih sering merenungkan Fred sampai sampai Ia menjadi agak lebih kurus dari sebelumnya.
"Sepertinya orangtua kita sedang reunian, Hermione." kata Ginny dan Hermione tertawa kecil.
"Dan ini pasti Ginny ya?" kata Mr. Granger mendekati Ginny, sepertinya Mr. Granger sudah selesai mengobrol dengan Mr. Weasley, Ginny mengangguk dan tersenyum pada Mr. Granger. "Dan Harry?"
"Senang bertemu denganmu, Mr. Granger." kata Harry tersenyum.
Mr. Granger tersenyum, merangkul Hermione dan melihat Ron. "Ah dan ini seseorang yang begitu spesial dimata Hermione."
"Dad!" Harry, Ginny, Mr. Granger dan Mr. Weasley tertawa sedangkan Ron dan Hermione hanya memerah.
"Bagaimana kabarmu, Ron?" kata Mr. Granger menjabat tangan Ron.
"Baik, Mr. Granger…" jawab Ron saat Mrs. Granger dan Mrs. Weasley bergabung dengan mereka. "Hi, Mrs. Granger." sapa Ron tersenyum.
"Hi, Ron, Harry dan Ginny…" kata Mrs. Granger tersenyum.
"Hermione sini biar aku yang menaruh kopermu ke bagasi," kata Mr. Granger.
"Terima kasih, Dad."
Mr. Granger membawa koper Hermione berjalan membuka bagasi mobilnya, Hermione tetap menggendong Crookshanks di atas kedua lengannya. Ron mendekatinya, tersenyum pada Hermione, jika mereka tidak ditempat ramai mungkin Ron sudah mencium Hermione dari tadi. Tidak mungkin Ron mencium Hermione didepan keluarganya dan keluarga Hermione.
Dan Mr. Granger pun kembali pada mereka dan merangkul Mrs. Granger. "Well, kurasa akan menyenangkan jika kalian datang kerumah kami untuk Natal? Bagaimana Arthur? Molly?" katanya, Hermione yang sekarang ada disebelahnya tersenyum.
Ron tersentak tetapi Ia segera membuatnya seperti orang batuk untuk tidak dilihat bahwa dirinya agak kaget. Mr. Granger mengajak keluargaku untuk merayakan Natal? Ron sebelumnya belum pernah merayakan Natal ala Muggle, dan keluarga Hermione baru saja mengajak keluarganya untuk merayakan Natal bersama. Bloody hell!
Mr. dan Mrs. Weasley saling berpandangan dan mengekspresikan wajah sedih. Ron berpendapat bahwa kedua orangtuanya itu tidak bisa datang kalau memasang wajah seperti itu. Harry dan Ginny juga hanya menatap Mr. dan Mrs. Weasley dalam diam. Ron mendengus kecil, dan melihat Hermione yang sedang menatapnyadan tersenyum padanya.
"Sori, Robby kami ingin sekali berkunjung ke rumahmu, sungguh… Tetapi yah kami tidak bisa saat Natal, kami akan mengadakan pesta di The Burrow bersama keluarga tahun ini." kata Mr. Weasley terdengar menyesal. "Mungkin setelah Natal anak-anak mau berkunjung ke rumahmu, bukan begitu Ron, Harry, Ginny?"
"Yeah tentu…" gumam ketiganya tersenyum.
Senyum Ron bertambah lebar. Walaupun Ron dan Hermione merayakan Natal di rumah orangtua mereka masing-masing tetapi setelah Natal Ron masih bisa bertemu dengan Hermione dan berkunjung ke rumahnya. Karena Natal ini memang pertama kalinya Natal tanpa adanya Fred, dan mungkin Mr. Weasley dan Mrs. Weasley ingin mengenangnya untuk Natal tahun ini dan berkumpul dengan anak-anak mereka yang kini sudah bertumbuh dewasa dan mempunyai kesibukkan masing-masing.
"Oh tidak apa-apa, mungkin lain kali kau dan Molly bisa berkunjung ke rumah kami, kalau begitu?" kata Mr. Granger tersenyum.
"Oh ya tentu, Robby," jawab Mrs. Weasley tersenyum. "Atau tidak kalian datang saja ke The Burrow di malam tahun baru, bagaimana? Aku yakin akan menyenangkan."
Ron, Harry, Ginny dan Hermione tersenyum satu sama lain. Tahun baru bersama keluarga Granger pasti akan menyenangkan sekali. Ron membayangkan bagaimana nanti ekspresi orangtua Hermione melihat The Burrow dan melihat barang-barang yang belum mereka lihat sebelumnya.
Mr. Granger menatap Mrs. Granger dan Hermione secara bergantian, untuk mendapatkan jawaban dari ekspresi wajah mereka, karena yang Mr. Granger lihat adalah ekspresi gembira dari Mrs. Granger dan Hermione. Mr. Granger tersenyum. "Baiklah kalau itu tidak merepotkan kalian."
"Tentu saja tidak, Mr. Granger." jawab Ron cepat, sepertinya Ron tidak menyadari bahwa dirinya sudah berkata seperti itu, Ron pun langsung diam tetapi yang lain hanya tertawa melihat tingkah Ron.
"Yasudah kalau seperti itu," kata Mr. Granger berpamitan pada Mr. dan Mrs. Weasley. Hermione mendekati Ron, Harry dan Ginny dan memeluk Ginny, Harry dan lalu Ron. Ron memeluk Hermione dengan erat, dalam benak Ron Ia ingin sekali mengecup bibir Hermione tetapi Ia menghapus pikiran itu dan hanya mengecup pipi kanan Hermione saat Ia dan Hermione melepaskan pelukan mereka.
Ron dan Hermione bertatapan dan saling tersenyum satu sama lain. Setelah itu Hermione memeluk Mrs. Weasley dan Mr. Weasley. Kedua orangtua Hermione sudah lebih dulu memasuki mobil, Hermione menaruh Crookshanks dibangku belakang dan berpaling dan menatap Ron, Harry dan Ginny sebelum Ia memasuki mobil. "Sampai jumpa setelah Natal."
"Sampai jumpa, Hermione." kata Harry dan Ginny bersamaan.
Hermione manatap Ron lama sebelum Ia berkata. "Sampai jumpa, Ron…"
"Sampai jumpa…" gumam Ron menatap Hermione lebih dalam seakan memberitahunya bahwa Ia masih merindukannya, Hermione tersenyum padanya dan mengangguk kecil seolah Ia mengerti apa yang dipikirkan Ron. "Selamat Natal semuanya."
"Selamat Natal, Hermione." Jawab Mr. dan Mrs. Weasley, Harry dan Ginny bersamaan. Ron hanya bisa melihat Hermione yang masuk ke mobil dan melambai pada mereka dijendela.
"Selamat Natal!" kata Mrs. Granger dari jendela mobil saat mobil itu berjalan, Mr. Granger terlihat melambai pada mereka ditempat menyetir yang dibalas oleh Mr. dan Mrs. Weasley. Keluarga Granger pun sudah hilang dari pandangan mereka.
"Baiklah ayo waktunya pulang." kata Mr. Weasley merangkul Mrs. Weasley, Harry membantu Ginny dengan kopernya dan berjalan dibelakang Mr. dan Mrs. Weasley. Ron melihat ke arah jalan mobil yang sebelumnya dilewati oleh keluarga Granger beberapa saat dan akhirnya Ia pun menyusul Harry dan Ginny yang berada didepannya.
-RWHG-
"Hermione, sayang ayo bangun hari ini Natal!" terdengar suara Mrs. Granger dikepala Hermione, tidak tahu ini nyata atau bukan Hermione mengabaikannya dan tetap memejamkan matanya. "Hermione…" terdengar lagi dan Hermione bisa merasakan ada yang mengelus-ngelus rambutnya lembut. Hermione secara perlahan membuka matanya dan melihat Ibunya sedang tersenyum padanya sambil mengelus-ngelus rambut keriting Hermione.
"Mum…" gumam Hermione yang menguap dan segera duduk di tempat tidurnya.
"Selamat Natal, sayang." kata Mrs. Granger mencium kedua pipi Hermione, heran padahal Hermione sekarang sudah berusia sembilan belas tahun tetapi Ayah dan Ibunya masih menganggap Hermione seperti anak kecil yang masih berusia sebelas tahun. Mungkin karena Hermione anak tunggal itu sebabnya kenapa kedua orangtua Hermione memanjakannya.
"Selamat Natal, Mum… Dimana, Dad? Dia tidak mengucapkanku selamat natal?"
Mrs. Granger tersenyum. "Dia ada dibawah, ayo cepat mandi dan sarapan… Hadiah sudah menantimu dibawah."
Hermione tersenyum, Ia membayangkan apa hadiah yang Ron akan berikan pada Hermione. Dan hadiah dari Harry dan Ginny juga, Hermione sangat suka Natal karena Ia bisa mendapatkan hadiah-hadiah banyak di hari Natal.
Mrs. Granger menjawil hidung Hermione. "Hey jangan melamun begitu, sayang."
Hermione tersenyum menatap Ibunya, hari ini memang hari membahagiakan bagi Hermione, bisa berkumpul lagi bersama orangtuanya untuk Natal. Sudah lama rasanya Hermione tidak merasakan kebahagian seperti ini saat Ia sedang dalam pelarian beberapa bulan lalu.
Mrs. Granger bangkit dari tempat tidur Hermione berhenti diambang pintu dan menatap Hermione. "Jangan lupa untuk membereskan kamarmu." katanya tersenyum.
"Baik, Mum…" saat bergumam seperti itu Hermione bangkit dari tempat tidurnya dan membereskannya. Tidak tahu mengapa senyum terus terukir diwajahnya, mungkin karena hari ini hari Natal? Atau mungkin Ia bisa merayakan Natal bersama orangtuanya tahun ini? Atau mungkin karena tahun ini Ia sudah resmi berpacaran dengan Ron? Atau mungkin karena Voldemort sudah dikalahkan dan Ia tidak perlu khawatir lagi pada orangtuanya karena Voldemort sudah tidak ada? Hermione mengangkat bahu, mungkin semuanya, katanya dalam hati.
Hermione sudah bergabung dengan kedua orangtuanya yang sedang meminum cokelat hangat di ruang tamu, Ia sudah mandi dan sudah merapikan kamar tidurnya. Tidak pernah berubah setiap Natal, keluarga Granger selalu menyiapkan minuman cokelat hangat di pagi Natal. Dan sepertinya Mrs. Granger sudah menyiapkan satu gelas minuman cokelat hangat untuk Hermione diatas meja, Hermione duduk bersama kedua orangtuanya dan meminum cokelat hangatnya sebelum Ia membuka hadiah-hadiah Natalnya.
"Selamat Natal, Hermione." kata Mr. Granger saat Hermione duduk didekat mereka.
"Selamat Natal, Dad."
"Tidur lelap semalam?" kata Mr. Granger.
"Iya, Dad." jawab Hermione tersenyum pada Ayahnya. Senang rasanya bisa duduk bersama kedua orangtuanya lagi disini.
"Bagaimana sekolahmu, sayang?" tanya Mrs. Granger menatap Hermione.
"Seperti biasa, Mum… Sibuk dengan tugasku sebagai Ketua Murid dan tugas-tugas sekolahku."
Mrs. Granger tersenyum manis pada anak perempuannya itu. "Hermione aku tahu kau memang sangat suka bekerja keras dan belajar, tetapi kau tidak boleh berlebihan, sayang kau harus istirahat."
"Aku tahu, Mum… Kadang aku juga hanya menghabiskan waktuku bersama Ginny di Hogwarts. Ron juga bilang aku tidak seharusnya selalu belajar saat ada waktu untuk beristirahat." kata Hermione menggigit bibir bawahnya dan segera meminum cokelat hangatnya untuk menutupi merah diwajahnya pada kedua orangtuanya yang berada didekatnya.
"Ron bilang seperti itu?" kata Mr. Granger.
Hermione mengangguk dan menaruh gelasnya kembali diatas meja. Hermione bisa merasakan orangtuanya bertatapan satu sama lain dan tersenyum, tetapi Hermione pura-pura menatap gelasnya diatas meja.
"Ron sangat mengenalmu dengan baik, ya?" terdengar suara Mrs. Granger dan Hermione tidak bisa untuk tidak menatapnya.
"Yes he is…" gumam Hermione.
"Ngomong-ngomong tentang Ron kau tidak ingin melihat hadiahnya?" kata Mr. Granger tersenyum.
"Ron memberikan apa?" kata Hermione bergairah.
"Sebaiknya kau lihat sendiri, aku belum merobeknya sedikitpun."
Hermione tersenyum dan memeluk kedua orangtuanya sebelum Ia pergi ke ruangan lain untuk membuka hadiah-hadiah Natalnya. Hermione duduk disekitar hadiah-hadiah itu. Hermione mengambil salah satu hadiahnya dan merobeknya, isinya sebuah switer lengan panjang yang bergaris-garis, Hermione tersenyum dan membaca surat yang berada didalamnya, ini dari Tania, salah satu saudara Hermione yang secara blak-blakan berkata bahwa Ia menyukai Ron. Hermione mengambil hadiah yang kedua, merobeknya dan Ia melihat sebuah kalung, tetapi sepertinya itu kalung untuk kucing, kalung tersebut terukir nama Crookshanks didepannya, ternyata itu hadiah dari nenek Hermione.
Hermione menaruh hadiah yang sudah Ia buka dan menaruhnya disebelahnya. Hermione mengambil hadiah berikutnya, hadiah dari orantuanya yang memberi Hermione syail, sarung tangan, topi wol dan beberapa cemilan kesukaan Hermione, dan hadiah dari Mrs. Weasley yang memberinya switer Weasley yang berlambang H didepannya. Hermione tersenyum dan menyentuh switer lembut buatan Ibu Ron itu dan menaruhnya dipangkuannya, selanjutnya hadiah dari Harry yang memberikannya buku 'Tata Cara Bagaimana Mengetahui Perasaan Pasangan Kalian' Hermione tersentak membaca judul buku itu, Hermione sendiri tidak mengetahui kalau ada buku seperti ini, dan tidak menyangka bahwa Harry mengasih buku seperti ini padanya. Hermione menaruh buku yang diberikan Harry disampingnya, dan mengambil hadiah Ginny yang memberinya beberapa jepitan rambut dan dua buah pena bulu baru, Hermione tersenyum dan menaruhnya disampingnya.
Hermione mengambil hadiah terakhir dan yakin bahwa hadiah ini dari Ron. Senyum Hermione semakin melebar saat Ia mengambilnya dan secara perlahan membukanya. Ada gulungan kertas-kertas didalamnya dan Hermione membukanya, Ia pikir itu berisi surat tetapi bukan, itu adalah gambar dengan tulisan tangan, apa Ron yang menggambarkan ini semua? Mulut Hermione terbuka melihat, gambar yang bergerak!.
Hermione membuka kertas yang pertama dan melihat ada beberapa orang digambar itu, Hermione yakin kalau itu gambar dirinya, Ron, Harry dan teman-teman laki-kainya. Karena ciri-ciri gambar tersebut membuktikan bahwa itu mereka, Hermione yang digambarkan memiliki rambut lebat dan membawa buku, Ron yang digambarkan mempunyai bintik-bintik dipipinya, Harry yang digambarnya memakai kacamata dan memiliki luka di dahinya. Di gambar tersebut Hermione bisa melihat gambar Ron dan ada tulisan diatas kepalanya dengan "It's Leviooosa, not Leviosar! Dia mimpi buruk, tidak heran dia tidak memiliki teman." Setelah itu gambar Harry dan teman-temannya bergerak dan tulisan berubah menjadi "Hahaha" diatas kepala mereka, dan gambar Hermione bergerak berjalan menubruk gambar Ron.
Hermione tersenyum melihat gambar itu, dan membalik kertas kedua.
Hermione melihat gambar dirinya, Ron, Harry, beberapa anak Gryffindor dan beberapa anak Slytherin di gambar itu, ada gambar seseorang yang berkata "Dasar Darah L !# ! Kotor!" Hermione tahu ini Malfoy tetapi digambar itu tidak seperti dirinya, sepertinya Ron sengaja tidak memperjelas gambar Malfoy di gambar ini, dan Hermione melihat gambar Ron mendekati gambar Malfoy yang mengacungkan tongkat dan tertulis "Kau akan menerima ini, Malfoy! Eat slugs!" dan gambar Ron pun terpental kebelakang, gambar Hermione segera berlari menghampiri gambar Ron, diatas gambar Hermione tertulis "Kau tidak apa-apa, Ron?" saat gambar Ron sedang muntah-muntah.
Hermione tersenyum, saat itu memang Ia khawatir dengan Ron, dan senang Ron membelanya. Hermione membalik kertas ketiga.
Hermione melihat gambar dirinya, Ron dan Harry dan gambar tiga orang laki-laki. Gambar Hermione tiba-tiba mendekati gambar salah satu dari laki-laki itu dan gambar Hermione menamparnya dengan keras dan tertulis "PLAAK!" dan beberapa detik setelahnya tertulis "Kau kecoa kecil yang busuk! Berengsek—Jahat!" dan gambar Hermione mengacungkan tongkatnya ke arah laki-laki itu yang Hermione tahu sekarang adalah gambar Malfoy, gambar Ron dan Harry mendekati gambar Hermione dan diatas gambar Ron tertulis "Hermione jangan!" dan gambar ketiga laki-laki itu segera berlari dan menghilang, diatas gambar Hermione tertulis "Kurasa itu bagus." dan diatas gambar Ron tertulis "Tidak bagus. Tapi luar biasa!"
Hermione tersenyum dan mengerjap matanya. Dan membuka kertas berikutnya, kertas ke empat.
Hermione melihat gambar dirinya bersama dengan laki-laki yang digambarkan buruk sekali oleh Ron (Hermione tertawa saat melihat gambar ini) Hermione tahu persis bahwa laki-laki yang bersama gambar Hermione adalah gambar Viktor Krum karena mereka terlihat berdansa sedangkan gambar Ron dan Harry bersama dua orang perempuan sedang melihat ke arah gambar Hermione dan Krum, diatas gambar Ron tertulis " ! #! !" yang menunjukan bahwa gambar Ron sedang kesal (Hermione tertawa lagi) dan gambar itu menghilang berganti menjadi gambar Ron dan Hermione, diatas gambar Ron tertulis "Dia memanfaatkanmu!" dan sekarang diatas gambar Hermione tertulis "Beraninya kau! Lagipula aku bisa menjaga diriku sendiri!" diatas gambar Ron lagi "Aku meragukannya." diatas gambar Hermione "Aku punya solusinya kalau begitu!" diatas gambar Ron "Apa?" diatas gambar Hermione "Lain kali kalau ada pesta seperti ini lagi, kumpulkan keberanianmu untuk mengajakku sebelum orang lain melakukannya! Dan jangan jadikan aku yang terakhir!" gambar Hermione pun bergerak meninggalkan gambar Ron yang hanya tertulis "?" menandakan bahwa gambar Ron tidak mengerti.
Hermione mendengus. Mungkin memang saat itu Ron belum bisa mengakui bahwa dirinya sudah menyukai Hermione lebih dari seorang sahabat. Hermione lalu membuka kertas yang kelima.
Hermione melihat gambar dirinya, Ron dan Harry di kertas itu. Gambar Hermione mendekati gambar Ron dan diatas gambar Hermione tertulis "Semoga berhasil, Ron…" dan gambar Hermione mencium pipi gambar Ron dan ada tulisan lagi diatas gambar Hermione "Dan kau juga, Harry." setelah itu gambar Hermione menjauh dan gambar Ron menyentuh pipinya yang sebelumnya dicium oleh gambar Hermione, di gambar Ron tertulis lambang 'Cinta' diatasnya menandakan bahwa gambar Ron sangat menyukai itu.
Hermione tertawa melihatnya dan segera membalik kertas yang ke enam.
Hermione melihat gambar dirinya dan beberapa gambar titik-titik bertebangan yang Hermione tahu bahwa itu adalah burung, gambar Ron bersama perempuan disebelahnya yang Hermione tahu bahwa ini adalah Lavender dan gambar Harry. Tertulis diatas gambar Lavender "Oopps" dan gambar Lavender segera menghilang, gambar Ron tertulis "Apa yang kau lakukan dengan burung-burung itu?" dan gambar Hermione pun mendekati gambar Ron, tertulis diatas gambar Hermione "Oppugno!" gambar Ron bergerak menghindari burung-burung itu, gambar Ron melihat gambar Hermione saat itu gambar Ron tertulis "?" dan segera gambar Ron pergi begitu saja.
Hermione mendengus. Dan Ia membalikan kertas terakhir, kertas ketujuh.
Hermione melihat gambar dirinya dan Ron, gambar Hermione memegang sesuatu seperti gambar piala dan gambar Ron memegang gambar seperti taring yang tajam. Gambar Ron mendekati gambar Hermione dan gambar Ron memberikan taringnya pada gambar Hermione dan tertulis "Kau yang melakukannya." gambar Ron mengambil piala dari tangan gambar Hermione saat gambar Hermione tertulis "Aku tidak bisa." dan gambar Ron tertulis "Ya kau bisa." Setelah itu gambar bergerak seperti animasi film yang pernah Hermione lihat di televisi muggle-nya, gambar dimana ada air besar yang membasahi kedua gambar Ron dan Hermione, setelah itu gambar Ron dan Hermione hanya diam berdiri digambar itu, sesaat gambar Ron menatap gambar Hermione yang berdiri disebelahnya, diatas gambar Ron tertulis "'Benakku saat hanya berdua saja dengannya di Kamar Rahasia' Aku ingin sekali menciumnya, karena aku takut aku akan mati malam ini dan tidak akan pernah bisa memberitahunya bahwa aku sangat mencintainya. Kurasa dia juga mencintaiku, tanda-tanda yang diberikannya padaku memberitahuku bahwa dia juga mencintaiku." dan setelah itu gambar Ron dan gambar Hermione bersatu dan berciuman.
Hermione mengerjap dan tersenyum melihat kertas terakhir ini, gambar-gambar itu mengulang-ngulang adegan yang Hermione lihat sebelumnya. Hermione melihatnya sejenak dan menemukan perkamen yang berisi surat dari Ron.
Dear Hermione,
Selamat Natal, Hermione. Bagaimana kau suka hadiah gambarku? Bakatku untuk menggambar memang tidak bagus, tetapi aku berusaha membuat itu agar kau ingat masa-masa kita saat pertama kali kita bersekolah di Hogwarts. Jujur saat aku menggambar ini semua aku tersenyum saat membayangkan kita saat bersekolah dulu. Aku merindukanmu. Saat kita bertemu di King Cross terasa cepat sekali, dan aku, Harry dan Ginny tidak habisnya berbicara mengenai kunjungan ke rumahmu setelah Natal. Kuharap kau baik-baik saja.
Love,
Ron
PS: Kuharap kau juga suka dengan hadiah keduaku. Memang tidak seberapa, tetapi kuharap kau suka. Sekali lagi Selamat Natal. I love you.
Hadiah kedua? Hermione memeriksa hadiah Ron lagi dan mengambil sebuah kalung yang mempunyai inisial H didepannya. Hermione menaruh satu tangan dimulutnya tidak percaya. Ron memberikannya kalung yang berinisial namanya. Kedua hadiah dari Ron benar-benar hadiah yang sangat Hermione cintai, gambar begerak yang menceritakan kisah Ron dan Hermione, dan sebuah kalung indah yang diberikan Ron padanya.
"Sebuah kalung?" kata Mrs. Granger dibelakang Hermione, Hermione melihat kedua orangtuanya sedang berjalan mendekatinya dan duduk didekat Hermione. "Dari Ron?"
Hermione tersenyum dan mengangguk.
"Aw manis sekali…" kata Mrs. Granger tersenyum.
"Dan ini benda apa, Hermione?" kata Mr. Granger mendelik dan menunjuk gambar bergerak hadiah Ron yang pertama. "Gambar ini bergerak!"
Hermione tertawa. "Iya, Dad… Itu dari Ron juga."
Mr. Granger mengambil kertas-kertas bergerak tersebut dan memerhatikannya. "Dia memberikanmu gambar bergerak?"
"Itu bukan hanya gambar bergerak saja, Dad," kata Hermione tersenyum, "Disitu menceritakan kisahku dengannya saat kita bersekolah di Hogwarts dari tahun ketahun."
Mrs. Granger mendekati suaminya dan kedua suami-istri itu melihat gambar bergerak yang diberikan Ron. "Ini Ron yang membuatnya?" kata Mrs. Granger.
"Iya," kata Hermione yang masih memegang kalung pemberian dari Ron.
"Kreatif sekali Ron ini," kata Mr. Granger tidak berpaling dengan gambar bergerak yang berada di tangannya.
Hermione hanya tersenyum dan melihat kalung yang berada di tangannya. Hermione sangat merindukan orang yang memberikan ini padanya, dan Ia tidak sabar bertemu Ron, Harry dan Ginny sebentar lagi. Hermione melihat orangtuanya yang masih asyik melihat gambar bergerak dari Ron, dan Hermione membereskan hadiah-hadiahnya dan pergi ke kamarnya untuk menaruh hadiah-hadiahnya disana. Membiarkan orangtuanya melihat gambar bergerak itu.
AN: Bagaimana menurut kalian? Kalian suka atau engga? :D Jangan lupa review, kawan.
Veny RoMione Shipper
VenyNerd_RH
