Sebelum baca saya cuma mau bilang, sebaiknya pas baca adegan Chan nyanyi coba sambil dengerin lagunya Richard Marx – Now and Forever.. lagunya pas banget dan feelnya kerasa PAKE BANGET! ^^


Main Cast

• Park Chanyeol

• Byun Baekhyun

Other Cast

• Find it yourself

Gendre : Romance, Hurt/Fluff

Rating : T menjurus M

DISCLAIMER : STORY BELONG TO AUTHOR, CAST SEUTUHNYA MILIK SM !

DON'T BE SIDERS !

WARNING : TYPO MENGHANTUI ANDA XD !

IT'S YAOI FICTION

- CHANBAEK STORY -

DON'T LIKE DON'T READ

STORY BELONG TO AUTHOR !

- HAPPY READING -

BAEKCHANNIE PRESENT

"ONE MISTAKE ONE REGRET"

Chanyeol POV

"Boleh aku duduk disini? Tempat lain sudah penuh." aku mendongak dan mendapati seorang namja bertubuh mungil yang menggunakan eyeliner sedang menatapku dengan membawa sebuah nampan.

Aku hanya mengangguk dan kembali melanjutkan makan siangku.

"Aku Byun Baekhyun. Kau?" tanyanya sambil menatapku dengan sebuah senyuman yang menurutku sangat manis.

Saat itu kau menghampiriku dengan sebuah senyuman manis milikmu, dan tanpa kusadari itu adalah awal aku merasakan getaran-getaran aneh, membuatku kembali merasakan perasaan hangat yang sudah sangat lama tak kurasa.

"Park Chanyeol." jawabku singkat .

"Kau dari jurusan mana? Aku dari jurusan seni." tanyanya lagi masih tetap memasang senyuman kearahku.

"Manajemen."

.

.

.

Semenjak saat itu, secara perlahan kau masuk kedalam kehidupanku, memberikan warna dan rasa yang berbeda. Senyumanmu adalah favoritku, senyuman yang selalu menghiasi hari-hariku, senyuman yang selalu bisa membuatku nyaman dan menenangkan hatiku.

"Kalian berdua aku undang untuk acara kesenian malam sabtu nanti." tukas Sehun ketika kami berempat sedang berkumpul di kantin kampus.

"Bagaimana Chanyeol? Kau mau ikut?" Luhan hyung menyikut lenganku sambil menatapku.

"Aku ada acara. Mian." jawabku bohong. Sebenarnya aku sedang tak berminat untuk menghadiri acara yang seperti itu.

.

.

.

"Ayolah Chanyeol.. apa kau benar-benar tidak bisa?"

Saat itu kau merajuk kearahku dengan tatapan memohon...

"Kenapa kau memaksa sekali ingin aku hadir di acara itu?" tanyaku dengan wajah malas.

"Aku ingin kau melihat performku nanti diatas panggung. Bukankah waktu itu aku berjanji suatu hari nanti aku akan bernyanyi untukmu? Kali ini aku ingin menepatinya. Ayolah Chanyeol kali ini saja."

Kau semakin merajuk kearahku layaknya seorang anak perempuan. Bahkan kau menggunakan tatapan puppy-mu untuk membujukku...

"Baiklah.. baiklah."

Dan tentu saja, aku menjadi lemah dan semakin terperangkap dalam tatapanmu itu, tatapan matamu adalah zat adiktif bagiku yang bagaikan sebuah candu hingga aku tak bisa melepaskan candu tersebut.. aku semakin terperosok dalam pesonamu.

.

.

.

Malam itu kau berdiri diatas panggung dengan senyuman manismu, menggunakan setelan berwarna biru tua, dan rambut violetmu yang dibiarkan sedikit berantakan. Saat itu juga aku tak dapat memalingkan tatapanku, aku terus menerus melihatmu dan merasakan jantungku yang berdetak dengan cepat.

Dentingan demi dentingan tuts piano yang kau bawakan semakin membuat jantungku berdetak cepat, suaramu yang mengalun indah bersamaan dengan dentingan piano yang terdengar lembut membuatku semakin merasakan udara di sekitarku menipis.

Kau terus bernyanyi menghantarkan gelombang kehangatan di dalam dadaku, melatunkan alunan melody terindah yang pernah kudengar. Suaramu bagaikan harmoni yang selalu mengalun indah di telingaku.

Dan senyuman yang kau tunjukkan sebagai akhir dari penampilanmu malam itu, membuatku merasakan ribuan kupu-kupu berterbangan di dalam perutku, membuatku semakin yakin bahwa aku mencintaimu.

Aku mencintaimu Byun Baekhyun, pesona yang kau tunjukkan selama ini berhasil membuatku semakin terperangkap dan malam itu aku hampir gila karenamu.

Author POV

Chanyeol membuka pintu kamar dengan rambut yang berantakan, ia tak bisa tidur semalaman karena memikirkan nasib pernikahannya dengan Baekhyun, sementara itu Baekhyun yang kebetulan saat ini baru saja keluar dari kamar mandi dengan kondisi rambut yang masih basah tanpa sengaja menatap kearah Chanyeol dan tatapan keduanya-pun bertemu selama beberapa detik sebelum akhirnya Chanyeol memalingkan wajahnya terlebih dahulu dan segera menuju dapur diikuti oleh Baekhyun.

Chanyeol berbalik dan nyaris bertabrakan dengan tubuh Baekhyun dan merekapun kembali bertatapan dalam keheningan pagi.

"Aku mau lewat, tolong jangan halangi jalanku." ujar Chanyeol dingin, Baekhyun-pun menurut. Ia berpindah dari posisinya dan memberikan jalan untuk Chanyeol.

- One Mistake One Regret -

Chanyeol mengunjungi supermarket siang ini, berniat membeli beberapa makanan untuk Baekhyun karena kebetulan saat ini Baekhyun sedang bertemu dengan Yoora.

"Chanyeol."

Ia berbalik begitu ia mendengar namanya dipanggil.

"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Sehun, matanya melirik kearah keranjang yang saat ini dipegang Chanyeol.

"Bukan urusanmu. Kau sendiri apa yang kau lakukan disini?"

"Aku membeli beberapa kebutuhan untuk Luhan, beberapa hari ini dia banyak makan."

Chanyeol menatap ragu kearah Sehun sebenarnya dia bingung apa yang harus dibelinya saat ini.

"Umm.. sebenarnya aku sedang butuh bantuanmu, aku ingin membeli beberapa makanan untuk Baekhyun, tapi aku bingung sebaiknya apa yang harus kubeli agar bagus untuk janinnya."

Sehun sempat tertegun selama beberapa detik lalu akhirnya ia tertawa sambil memukul bahu Chanyeol

"Sepertinya sifatmu terhadap Baekhyun mulai berubah, apa kau sudah memaafkannya?" tanya Sehun sambil mengikuti namja tinggi itu.

"Belum." jawab Chanyeol singkat.

"Lalu apa yang membuatmu berpikiran untuk membelikannya makanan sehat? Bukankah kau belum memaafkannya?" Sehun menatap Chanyeol dengan tatapan menggoda.

"Bagaimanapun juga bayi yang dikandungnya adalah anakku, jadi setidaknya aku harus bertanggung jawab."

Sehun mengangkat sebelah alisnya masih dengan tatapan yang sama sebelum akhirnya ia terkekeh kecil.

"Arraseo..arraseo." tukasnya dengan nada menggoda "Ayo biar kubantu." lanjutnya dan Chanyeolpun mengikuti Sehun.

"Aku pulang." ujar Baekhyun sambil menutup pintu apartemen miliknya, ia mendapati Chanyeol yang sedang asik menonton tv. Matanya beralih kearah kantong plastik yang ada di atas meja makan, ia mengernyitkan dahinya dan berniat mengeceknya.

"Kau yang membelinya Chanyeol?" tanya Baekhyun dengan suara pelan.

"Kebetulan tadi aku singgah ke supermarket, jadi sekalian saja aku membelinya." jawab Chanyeol tanpa mengalihkan pandangannya.

Baekhyun sedikit terkejut sebelum akhirnya ia tersenyum tipis "Gomawo."

Baekhyun merasa sikap Chanyeol hari ini sedikit lain dari yang sebelumnya, sikapnya tak sedingin kemarin. Walaupun sedikit namun hari ini Chanyeol bersikap perhatian padanya.

"Kau mau kemana?" tanya Chanyeol sambil menatap Baekhyun begitu ia melihat Baekhyun membawa mantel miliknya dan bersiap-siap keluar.

"Aku mau ke cafe appa." jawab Baekhyun sambil membalas menatap Chanyeol.

"Aku akan mengantarmu." Chanyeol bangkit dari duduknya lalu segera menyambar kunci mobil dan berjalan melewati Baekhyun.

Baekhyun mengernyitkan dahinya heran. Ada apa dengan Chanyeol, kenapa sikapnya mendadak berubah seperti ini? Apa mungkin Chanyeol sudah memaafkannya?

"Cepat masuk, aku akan menjemputmu nanti jam 9." perintah Chanyeol begitu mereka telah sampai di depan restoran ayah Baekhyun. Walaupun kedengarannya acuh namun sebenarnya ada rasa perhatian dari sikap dan perkataan Chanyeol barusan.

"Kau tidak masuk?"

"Nanti saja, aku ingin tidur di apartemen. Hubungi aku kalau kau sudah selesai." jawab Chanyeol sebelum ia menjalankan mobilnya dan meninggalkan Baekhyun yang terpaku.

"Itu mobil siapa?" tanya tuan Byun yang tiba-tiba sudah berada di belakang Baekhyun.

Sontak Baekhyun menoleh terkejut "Ah.. appa, bukan siapa-siapa." jawabnya sambil tersenyum, lalu ia segera masuk kedalam restoran.

Baekhyun POV

Ada yang aneh dengan Chanyeol hari ini. Sikapnya tak sedingin kemarin walaupun aku akui terkadang ia masih saja bersikap acuh padaku tapi apa sebenarnya yang membuat sikapnya berubah, apa dia mulai memaafkanku? Ya Tuhan aku harap pemikiranku memang benar, aku harap Chanyeol tak benar-benar membenciku..

Pukul 9 malam aku selesai bekerja di cafe appa, setelah mereka mengetahui kehamilanku mereka menjadi semakin protective dan menyuruhku untuk jangan terlalu kelelahan, bahkan eomma memaksaku untuk berhenti membantu tapi aku menolak dan memilih untuk tetap bekerja walaupun hanya beberapa jam saja.

Lonceng cafe berbunyi, aku menoleh untuk melihat siapa yang datang dan terkejut melihat Chanyeol yang sedang berjalan masuk kedalam dan menghampiri kami.

"Annyeong appa-eomma." sapanya dengan senyum hangatnya sambil menunduk hormat, kedua orang tuaku sempat dibuat terkejut dengan kedatangan Chanyeol yang tiba-tiba.

"Chanyeol, bagaimana kabarmu? Sudah lama kau tak kemari." tanya appa masih dengan tatapan terkejutnya

"Aku baik-baik saja dan syukurlah sepertinya kalian semua sehat."

"Aigoo Chanyeol kami benar-benar merindukanmu." eomma tersenyum hangat dan langsung memeluk tubuh tingginya.

"Aku juga eomma, aku merindukan kalian semua."

"Ayo duduk dulu sudah lama kita tak menghabiskan waktu bersama."

"Aaahh.." ia beralih menatapku lalu secara tiba-tiba ia menggenggam tanganku dan kembali menatap appa dan eomma "Mianhe appa-eomma kami harus pulang sekarang, kalian tahu sendiri Baekhyun pasti kelelahan mungkin lain waktu aku akan menyempatkan diri untuk berkumpul bersama kalian." jelasnya sambil tersenyum kecil

Merekapun hanya bisa menghela nafas kecewa "Yasudah kalian hati-hati dijalan."

"Baiklah appa-eomma kami pergi dulu." pamitnya sebelum menarik tanganku keluar dan mengantarku masuk kedalam mobil.

Suasana canggung menyertai kami dan membuatku melirik kearah Chanyeol yang tengah memasang ekspresi wajah datarnya. Terkadang aku heran dari mana Chanyeol belajar memasang ekspresi seperti itu.. apakah dari Sehun? Karena ekspresinya saat ini benar-benar datar dan sulit dimengerti.

"Berhentilah menatapku seperti itu Baekhyun, apa kau ingin membuat mobil ini kecelakaan?" tanyanya tiba-tiba tanpa menolehkan kepalanya dan berhasil membuatku kembali memalingkan wajahku kearah jendela dan merutuki kebodohanku.

Beberapa menit kemudian kami tiba di apartemen dan Chanyeol langsung bergegas masuk kedalam kamarnya. Karena malam ini aku merasa sangat lelah aku tak ingin terlalu memikirkan sikap Chanyeol dan segera masuk kedalam kamarku berniat mengistirahatkan tubuhku.

.

.

.

Entah sekarang jam berapa, aku merasakan tubuhku seperti sedang dipeluk dari belakang. Aku yang masih setengah mengantuk belum menyadari apa yang saat ini sedang terjadi tapi sepersekian detik kemudian aku terlonjak kaget dan nyaris berbalik namun belum sempat aku berbalik lengan itu semakin mengeratkan pelukannya.

Author POV

"Cha-Chanyeol?" ujar Baekhyun lirih namun tak ada jawaban sama sekali dari Chanyeol, namja tinggi itu hanya memejamkan matanya dan menyesapi aroma tubuh Baekhyun.

Tak lama kemudian secara perlahan bibir Chanyeol menyentuh tengkuk Baekhyun, mengecupnya secara lembut lalu ia membenamkan wajahnya diantara ceruk leher namja imut tersebut.

"Mianhe." satu kata keluar dari mulut Chanyeol setelah sekian lama mereka terdiam dalam posisi ini..

"Mianhe karena telah menyakitimu Baekhyun.. mianhe karena telah mengacuhkanmu.. mianhe karena telah membuat kalian berdua menderita.. mianhe." lanjut Chanyeol dengan lembut tepat di telinga Baekhyun.

"C-Chanyeol..." Baekhyun masih belum bisa mencerna apa yang baru saja dikatakan Chanyeol.

"Aku mencintaimu Baekhyun.. dan aku tak tahan lagi untuk bersikap dingin padamu. Aku merindukanmu Baekhyun.. aku merindukan segala yang ada padamu.. mianhe Baekhyun karena telah menyakitimu dan janin yang dikandungmu... mianhe." tubuh itupun bergetar dan ia semakin mengeratkan pelukannya sementara itu setetes air mata milik Chanyeol jatuh membasahi pipi Baekhyun.

Baekhyun merasakan matanya memanas dan ia berusaha menahan air matanya "K-kau mengetahuinya? S-sejak kapan? Siapa yang memberi tahumu?" tanya Baekhyun dengan suara bergetar.

"Sehun.. dia yang mengatakan semuanya padaku.. Mianhe Baekhyun, aku telah menelantarkanmu dan bersikap acuh padamu... mianhe."

Air mata berhasil membasahi kedua pelupuk mata Baekhyun, ia membalikkan badannya dan menatap wajah yang ada di hadapannya di tengah cahaya yang remang-remang.. Ia menyentuh wajah itu dan merasakan kedua pipi Chanyeol yang basah. Menatap kedua mata onyx tersebut lalu tersenyum kecil berusaha menahan isakannya "Aku juga Chanyeol.. mianhe karena telah mengecewakanmu.. hiks.."

Baekhyun tak dapat melanjutkan kata-katanya.. sebuah isakan kembali terdengar dari bibir mungil tersebut. Iapun langsung memeluk tubuh yang ada di hadapannya dengan erat sambil membenamkan wajahnya di dada bidang tersebut.

Chanyeol membalas pelukannya sambil mengelus kepala Baekhyun, mencium pucuk kepala namja tersebut berulang kali.

"Jangan pernah tinggalkan aku Chanyeol.. hiks.. aku takut kehilanganmu.. aku tak sanggup kehilanganmu.. hiks.. aku tak sanggup membayangkan harus hidup tanpamu.. mianhe karena sudah melukai hatimu… aku memang tak pantas mendapatkan cintamu Chanyeol… mianhe." tukas Baekhyun di sela-sela tangisannya.

"Ssshh..." Chanyeol mengangkat wajah Baekhyun dengan menyentuh dagunya lalu menatap kedua mata Baekhyun "Jangan pernah berpikiran kau tak pantas mendapatkan cintaku Baekhyun.. aku mencintaimu dan kau pantas mendapatkannya karena aku telah memutuskan untuk menyerahkan seluruh hidupku padamu."

"Aku tak akan pernah meninggalkanmu..." Chanyeol mengecup dahi Baekhyun secara lembut "Sampai kapanpun..." beralih menuju kedua matanya "aku tak akan meninggalkanmu.." lalu menuju ke pipi kanan "Aku akan selalu berada di sisimu.." beralih ke pipi kiri Baekhyun "hingga maut memisahkan kita" lalu beralih ke hidung Baekhyun dan kembali menatap namja di hadapannya dengan sebuah senyuman tulus "Karena aku sangat mencintaimu Byun Baekhyun.." dan berakhir dengan Chanyeol mengecup bibir tipis itu secara lembut.

Mengulum bibir mungil tersebut secara lembut dengan perlahan. Meresapi setiap inchi rasa manis yang diberikan oleh bibir Baekhyun, betapa Chanyeol sangat merindukan rasa manis ini. Baekhyun membalas lumatan yang diberikan oleh Chanyeol, tangan lentiknya tetap memeluk tubuh namja tinggi tersebut. Sebuah ciuman yang hanya didasari oleh perasaan cinta dan juga rindu yang mendalam tanpa adanya nafsu.. Sebuah ciuman yang hanya berlangsung selama beberapa detik namun benar-benar berarti.

Chanyeol tersenyum kearah Baekhyun.. benar-benar senyuman yang sangat Baekhyun rindukan ia tak akan pernah bosan untuk mengagumi senyuman itu.

"Tidurlah.. kau pasti sangat kelelahan hari ini." tukas Chanyeol lembut sambil mengelus kepala Baekhyun,

Baekhyun mengangguk lalu memejamkan matanya dengan tangan yang masih tetap memeluk tubuh namja tinggi dihadapannya.. Ia berharap kejadian malam ini bukanlah hanya sebuah mimpi.

·

Baekhyun menggeliat dalam tidurnya dan perlahan membuka kedua matanya, hal yang pertama dilihatnya adalah tubuh Chanyeol yang masih setia memeluknya. Ia segera mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah Chanyeol, namja tinggi itu tersenyum hangat kearahnya lalu mengecup bibir Baekhyun.

"Kau sudah bangun? Bagaimana tidurmu semalam?" tanyanya tanpa melepas pelukannya

"Kau tidak tidur semalam?" tanya Baekhyun begitu menyadari ada sedikit lingkaran hitam di bawah mata Chanyeol.

Chanyeol menggeleng lalu mengelus pipi mulus Baekhyun "Karena aku ingin mengagumi wajah cantikmu ketika tidur." jelasnya sebelum kembali mengecup bibir tersebut dan kali ini sedikit lebih lama.

Baekhyun tersenyum kecil dengan sebuah semburat merah di kedua pipinya, iapun kembali menyenderkan kepalanya di dada Chanyeol.. mendengarkan degup jantung milik lelaki yang dicintainya yang bagaikan sebuah melodi indah di telinganya.


Dengan lihai Baekhyun memasak sarapan pagi ini –atau lebih tepatnya hampir siang karena mereka kembali tertidur setelah terbangun pagi tadi- wajahnya terlihat senang dan bahagia, sesekali ia bersenandung menyanyikan beberapa bait lagu favoritnya.

Lengan kekar itu melingkar di perutnya, ia dapat mendengar hembusan nafas milik Chanyeol di telinganya. Namja tinggi itu menopang dagunya di bahu Baekhyun dengan sebuah senyuman yang tersungging di bibirnya.

"Kau tahu Baekhyun.. kau adalah orang yang paling sempurna dari semua orang yang pernah kutemui dan aku sangat beruntung bisa memilikimu." ujarnya lalu mencium leher Baekhyun hingga membuat lelaki mungil itu sedikit kegelian.

Baekhyun tersenyum lalu ia membalikkan badannya kearah Chanyeol "Kaulah orang yang membuatnya semakin sempurna Chanyeol." balasnya sambil mendongak dan melingkarkan tangannya di leher Chanyeol.

Chanyeol menarik dagu Baekhyun untuk menyatukan kedua bibir tersebut, kembali mengulumnya dengan perlahan dan semakin menarik tubuh Baekhyun kearahnya. Menikmati beberapa detik yang memabukkan sebelum akhirnya secara tiba-tiba Baekhyun melepas kulumannya dan segera berbalik, ia sedikit panik begitu mengetahui masakan miliknya hangus.

Chanyeol terkekeh kecil lalu mencium pipi Baekhyun sebelum akhirnya ia membantu namja imut itu untuk mengurus beberapa kekacauan kecil yang disebabkan olehnya. Pada akhirnya dengan terpaksa mereka harus membagi dua sarapan pagi ini, Baekhyun berniat membagi dua sarapan tersebut namun dengan cepat Chanyeol menahannya.

"Tidak usah dibagi.. kita makan bersama-sama saja." ujarnya sambil menahan tangan Baekhyun, dan dengan patuh Baekhyun-pun menuruti perintah Chanyeol lalu duduk di sampingnya.

Di tengah ketenangan yang menyelimuti keduanya, sebuah ide jahil terbesit di kepala Chanyeol. Ia meletakkan sendok miliknya lalu menatap Baekhyun.

"Kau tahu Baekhyun.. aku punya gagasan untuk membuat sarapan kita kali ini terlihat romantis dan berkesan."

Lelaki itu menoleh dengan tatapan penasaran, Chanyeol tersenyum jahil lalu akhirnya ia menyuap makanannya kedalam mulut dan mendekatkan wajahnya kearah Baekhyun.

"Kau mau apa?" tanya Baekhyun sambil menahan tubuh Chanyeol, sorot matanya berubah waspada.. Ia menangkap sesuatu yang berbahaya sebentar lagi akan terjadi padanya.

"Menunjukkan padamu bagaimana caranya membuat sarapan kita kali ini berbeda dibanding yang biasanya.." jawab Chanyeol dengan wajah polosnya.

"Aku akan menyuapi makanan yang ada di dalam mulutku ke dalam mulutmu." lanjutnya dan kali ini tatapannya berubah menjadi menakutkan –dalam artian ia seperti akan menyerang Baekhyun sebentar lagi- lalu kembali mendekatkan wajahnya kearah Baekhyun.

"PARK CHANYEOL .. APA-APAAN KAU.. AKU TIDAK MAU!" teriak Baekhyun sambil berusaha menahan tubuh Chanyeol yang semakin mendekat kearahnya.

"Ayolah baby... aku penasaran bagaimana rasanya, pasti akan sangat menyenangkan." rayu Chanyeol sambil tersenyum menyeringai kearahnya.

"AKU TIDAK MAU.. HENTIKAN PARK CHANYEOL.. YAAK HENTIKAN!" Baekhyun masih berusaha menghindar dan mendorong tubuh Chanyeol dengan wajah yang memerah.

"Ayolah sayang... kali ini saja. Kau pasti takkan melupakannya."

"Aku tidak mau.. Hentikan!" Baekhyun menutup matanya sambil tetap berusaha menolak, wajahnya kini semakin bersemu merah.

Gelak tawa terdengar dari mulut Chanyeol dan iapun tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya yang sakit. Wajah Baekhyun berubah kesal dan tanpa piker panjang ia segera melayangkan cubitan maut miliknya di lengan Chanyeol.

"Hahah... aakkhh.. sakit.. akhh ampun Baek... ampun!" Chanyeol langsung meringis kesakitan sambil berusaha melepas cubitan dari Baekhyun.

"Kau..! aku membencimu Park Chanyeol..! Dasar pervert..! raksasa bodoh..! menyebalkan..! aish!" ujar Baekhyun sambil menambah cubitannya semakin keras.

"Aaakkkhh… ampun… lepaskan..akhh..ssshh!" Chanyeol merintih kesakitan sambil tetap berusaha melepas cubitan Baekhyun yang benar-benar maut.

"Rasakan..! dasar pervert.. menyebalkan..! aku membencimu!" Baekhyun akhirnya melepas cubitan miliknya lalu ia melipat kedua tangannya didepan dada dengan wajah cemberut namun tak lama kemudian ia kembali menoleh kearah Chanyeol yang tengah mengelus lengannya yang sakit akibat cubitan Baekhyun tadi.

"Apa sakit? Apa cubitanku terlalu keras? Mianhe." ujar Baekhyun sambil ikut mengelus lengan Chanyeol dan meniupnya.

"Kau tega sekali pada suamimu sendiri, ini benar-benar sakit." keluh Chanyeol sambil berpura-pura memasang wajah kesakitan –yang berlebihan- namun sepertinya ia masih berniat untuk mengerjai Baekhyun.

"Siapa suruh kau duluan yang memulainya. Apa otak pervertmu tak bisa disembuhkan sampai mempunyai pemikiran seperti itu disaat seperti ini?!" tanya Baekhyun tanpa mengangkat wajahnya dan tetap mengelus lengan Chanyeol yang membiru.

"Jangan salahkan otakku baby.. tapi salahkan bibirmu yang selalu menggodaku hingga membuatku ingin lagi mencobanya." balas Chanyeol sambil tersenyum jahil kearah Baekhyun.

Namja imut itu menghentikan kegiatannya lalu secara tiba-tiba ia kembali menekan bekas cubitan tersebut dengan kuat sehingga berhasil membuat Chanyeol kembali meringis kesakitan.

"Aakkh..sssh!"

"Sudahlah aku mau mandi!" Baekhyun bangkit dari duduknya lalu segera membersihkan meja.

"Kau mau mandi? Bagaimana kalau kita mandi bersama?" usul Chanyeol sambil menatap Baekhyun yang ada di sebelahnya.

Namja imut itu memalingkan wajahnya "Shireo! Kau... bersihkan ini semua." suruhnya sebelum akhirnya berjalan meninggalkan Chanyeol.

"Ya Baekhyun ayolah.. sekali saja!"

"Shireo!"

"Ayolah~"

"Turuti perkataanku atau aku tak akan memberimu jatah selama setahun penuh!"

"Kalau begitu biar aku duluan yang mencuri jatahku.. aku yakin kau pasti akan menikmatinya." balas Chanyeol sambil tersenyum jahil kearah Baekhyun dan mengangkat kedua alisnya.

"Andwe.. Shireo!"

Baekhyun langsung membalikkan badannya sambil menghentak-hentakkan kakinya menuju kamar. Chanyeol hanya terkekeh sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Chanyeol POV

Hhhh.. Baekhyun, kau benar-benar menggemaskan. Kau tak pernah berubah, dari dulu reaksimu pasti seperti itu. Walaupun pada akhirnya aku harus kesakitan karena menerima cubitan maut darimu tapi itu menjadi salah satu alasan bagiku kenapa aku tak pernah bosan untuk menggodamu. Aku benar-benar menyukai wajah galakmu yang dihiasi semburat merah, benar-benar menggemaskan.

Aku membersihkan beberapa piring dan peralatan memasak yang ditinggalkan Baekhyun tadi lalu setelah itu berniat untuk mandi dan mengajaknya kembali pulang hari ini. Setelah menunggu selama kurang lebih lima belas menit Baekhyun keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah, ia menggunakan kaos berwarna putih yang terlihat agak transparan dan celana pendek berwarna biru.

GULP..! Tanpa sadar aku menelan salivaku.. Entah mengapa darahku langsung mengalir deras melihat penampilan Baekhyun pagi ini. Walaupun pakaiannya saat ini terlihat sama seperti yang biasanya namun melihat tubuhnya yang bersih dan sedikit berisi, kondisi rambutnya yang basah dan berantakan dan juga leher putihnya yang terlihat mulus berhasil memancing libidoku¾ Ah.. tidak tidak, jangan sekarang Park Chanyeol.. Bertahanlah!

"Chanyeol?" panggilnya sambil menatapku dengan tatapan puppy. Oh tidak Baekhyun, kumohon berhenti memasang tatapan seperti itu. Kumohon jangan memancingku.

"Yak Park Chanyeol!"

"Eh?!" tanpa sadar aku sedikit tergagap menanggapi panggilannya.

"Kau mau mandi? Masuklah kebetulan aku baru selesai, ah ini handuknya." iapun menyerahkan handuk yang dipakainya tadi.

Aku segera menyambar handuk yang ada di tangannya lalu segera masuk kedalam kamar mandi.

Aku mengatur deru nafasku sambil memegang dada kiriku. Kau benar-benar berbahaya Baekhyun, jangan salahkan aku kenapa aku terkadang berpikiran mesum terhadapmu kau sendiri yang menggodaku duluan. Aish, kau memang berbahaya Byun Baekhyun..!

- One Mistake One Regret -

"Baekhyun." tukasku sambil menatapnya yang tengah asik memainkan ponselnya.

"Ya?" jawabnya tanpa menolehkan wajahnya.

"Aku pikir sebaiknya malam ini kita kembali ke rumah. Masalah kita sudah selesai, jadi kupikir lebih baik kita pulang malam ini. Bagaimana?"

Ia akhirnya menghentikan aktifitasnya lalu menoleh kearahku "Kenapa tiba-tiba sekali?"

"Aku hanya berpikir lebih baik kita lebih banyak menghabiskan waktu bersama di rumah, lagipula bukankah kau tinggal disini memang hanya untuk sementara?

Ia terdiam sejenak lalu akhirnya tersenyum kecil "Baiklah kalau itu maumu, aku akan bersiap-siap malam ini."

"Apa kau tidak keberatan?"

Ia menggeleng masih dengan memasang senyuman miliknya "Tidak sama sekali." lalu mendekat kearahku dan bersandar dibahuku sambil menatapku "Aku sama sekali tak keberatan asalkan aku bisa bersamamu."

Aku ikut tersenyum kecil kearahnya lalu mengecup keningnya dan setelah itu mengelus kepalanya.

"Apa besok kau masuk kantor?" tanyanya sambil mendongak kearahku.

"Begitulah.. Memangnya kenapa?"

"Apa kau tidak bisa ijin selama beberapa hari?"

"Memangnya kenapa baby?" tanyaku sambil mengelus rambutnya secara lembut.

"Aku ingin kau menemaniku, ayolah Chanyeol seminggu saja." ujarnya sambil menatapku dengan tatapan puppy andalannya.

Aku menghela nafas pelan lalu mengangguk "Baiklah… kalau itu maumu, aku akan menemanimu." jawabku sambil tersenyum kecil kearahnya.

"Gomawo." Ia segera memelukku sambil tersenyum manis. Sangat manis..

Author POV

Mobil milik Chanyeol berhenti tepat di depan rumah miliknya dan Baekhyun. Baekhyun turun duluan lalu diikuti oleh Chanyeol dan merekapun menuju kamar milik mereka berdua.

"Istirahatlah, aku akan menyiapkan air panas untukmu." ujar Chanyeol sambil mengelus kepala Baekhyun.

Baekhyun mengangguk lalu secara tiba-tiba ia langsung mengecup bibir Chanyeol "Gomawo." ia tersenyum kecil lalu mengistirahatkan tubuhnya di tempat tidur dan meninggalkan Chanyeol yang masih terpaku karena terkejut.

Namun tak lama kemudian ia tersadar dan segera menyiapkan air panas untuk Baekhyun, beberapa menit kemudian ia keluar dari kamar mandi dan berniat memberi tahu Baekhyun namun ia mendapati lelaki mungil itu telah tertidur pulas tanpa mengganti bajunya terlebih dahulu. Chanyeol hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu mengatur posisi tidur Baekhyun dan menyelimuti tubuh tersebut.

Chanyeol beranjak dan kembali masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setengah jam kemudian ia kembali keluar dengan menggunakan piyama dan merebahkan tubuhnya tepat di sebelah Baekhyun lalu menatap wajah tertidur Baekhyun dalam diam.

Tangannya terulur untuk mengelus kepala Baekhyun selama beberapa menit sebelum akhirnya ia mendaratkan sebuah kecupan ringan di kening dan juga bibir Baekhyun.

"Aku akan menghapus setiap jejak yang ditinggalkan oleh Kai padamu dan aku tak akan membiarkan orang lain menyentuhmu kecuali aku. Park Chanyeol." ujarnya lirih sebelum ia mendekatkan tubuhnya kearah Baekhyun dan membawa tubuh mungil tersebut kedalam rengkuhannya.

Baekhyun POV

Aku sedikit terlonjak kaget dan perlahan mulai menggerakkan badanku, merenggangkan otot-ototku yang terasa kaku lalu berbalik dan sedikit terkejut begitu mendapati wajah Chanyeol yang berada sangat dekat dengan wajahku hingga nyaris membuat hidung kami bersentuhan. Aku berbalik kearahnya dan mengagumi pahatan sempurna yang ada dihadapanku.

Benar-benar tak berubah, wajahnya masih sama seperti saat aku pertama kali bertemu dengannya.. Aku tak menyangka lelaki sedingin Chanyeol pada saat itu, akan menjadi pendamping hidupku. Aku benar-benar beruntung bisa bertemu dengannya.

"Aku tahu aku ini tampan, tapi jangan menatapku seperti itu."

Aku terkejut mendengar perkataannya yang tiba-tiba, aku menjadi sedikit gelagapan dan berniat untuk bangun namun dengan cepat tangannya melingkar di pinggangku dan memeluknya dengan erat.

Iapun membuka matanya dan menatapku "Kau seperti akan menerkamku dan itu benar-benar menyeramkan." tukasnya sambil memasang wajah ketakutan namun aku dapat melihat kilat kejahilan dimatanya.

"Percaya diri sekali." balasku sambil memukul pelan dadanya lalu berbalik dan menatap langit-langit kamar.

Chanyeol masih setia memelukku, bahkan ia mulai mencium kepalaku berulang-ulang dan tangan nakalnya secara perlahan mulai menyusup kedalam bajuku. Sontak aku langsung memukul tangannya.

"Dasar pervert, masih terlalu pagi untuk melakukannya!" ujarku sambil memalingkan wajah kearahnya dan mendeathglarenya.

"Jadi kita bisa melakukannya nanti malam?" tanyanya sambil menatapku.

"Tidak! Kau harus menunggu hingga bayi ini lahir!"

"Mwo? Aish apa kau tak kasihan padaku? Mana sanggup aku menunggu selama itu." protesnya.

"Tak ada penolakan atau kau mau kutambah jadi setahun?" tanyaku sambil menunjukkan smirk kearahnya.

"YA! YA! Kenapa tak sekalian saja seumur hidup." balasnya sambil memasang wajah tak terima.

"Baiklah kalau itu maumu aku tak akan memberimu jatah seumur hidupku." balasku sambil terkekeh evil kearahnya.

Ia mempoutkan bibirnya lalu tak lama ia mengangkat alis sebelahnya dan tersenyum menyeringai kearahku "Mungkin kalau aku mencuri jatahku, pada akhirnya kau akan memberikannya padaku."

"Mwo? Andwe, shireo!" refleks aku membelalakkan mata dan menyilangkan kedua tanganku di depan dada.

"Meskipun kau menolaknya tapi aku tahu dimana letak sensitifmu sayang, dan aku yakin kau tak akan sanggup untuk menolaknya."

"ANDWE.. SHIREO!" tukasku dengan sedikit berteriak lalu sambil menggeleng.

Aku dapat mendengar kekehannya, lalu ia kembali mencium kepalaku "Aku hanya bercanda baby.. aku tak akan melakukannya tanpa seijinmu." tukasnya lalu membawaku kedalam rengkuhannnya.

Aku menyenderkan kepalaku dipundaknya, sementara tanganku mengelus dadanya. Aku memejamkan mata dan merasakan hembusan nafasnya yang hangat menerpa keningku.. Aku benar-benar merindukan kehangatan dan kenyamanan ini dan aku bersumpah aku akan selalu merindukannya.

"Aku mencintaimu Chanyeol." tukasku pelan namun dapat di dengar olehnya.

"Aku juga mencintaimu Baekhyun." balasnya sambil tetap memelukku.

Aku mendongak kearahnya dan iapun menundukkan kepalanya kearahku menunjukkan senyuman hangat miliknya, akupun mendekatkan wajahku kearahnya lalu mengecup bibirnya dengan lembut.

Chanyeol POV

"Chanyeol aku ingin ice cream."

Tiba-tiba saja Baekhyun langsung memeluk lenganku dengan manjanya.

"Ini sudah malam Baek, lagipula dingin-dingin begini masa kau mau makan ice cream..?"

"Aku ingin ice cream. Pokoknya aku mau ice cream sekarang!" ia langsung mengecutkan bibirnya dihadapanku yang disertai tatapan puppy andalannya. Oh tidak, jangan menatapku seperti itu Baekhyun.

"Besok saja ya, aku tidak ingin kau sakit." bujukku sehalus mungkin.

"SHIREO!" bentak Baekhyun tiba-tiba hingga membuatku terlonjak kaget. "Aku maunya sekarang!"

Aku langsung menghela nafas lalu mengelus kepalanya "Besok saja ya, aku janji aku akan membelinya besok tapi sekarang sebaiknya kau istirahat dulu."

Baekhyun langsung menatapku kesal lalu melepaskan pelukannya "Yasudah aku beli sendiri saja!" ujarnya lalu berniat untuk beranjak namun aku segera menahannya.

"Baiklah.. baiklah, aku akan membelinya sekarang."

.

Aku memilih untuk berjalan kaki karena kebetulan letak minimarket berada tak jauh dari rumah kami, setelah membeli beberapa barang yang dibutuhkan akupun segera kembali. Sesampainya di rumah, aku mendapati Baekhyun yang sudah tertidur pulas di dalam selimutnya. Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala lalu keluar menuju dapur dan menaruh ice cream yang kubeli didalam freezer.


Sudah beberapa hari ini tak biasanya Baekhyun bersikap sangat manja padaku, selama aku mengenalnya dia jarang bersikap seperti ini kecuali kalau dia memang ada maksud tertentu terhadapku. Aku tak masalah dengan sikapnya yang seperti sekarang, hanya saja aku sedikit heran melihat perubahan sikapnya yang seperti ini. Selain itu aku merasa Baekhyun terlihat semakin cantik akhir-akhir ini walaupun ia sedang kesal sekalipun.

"Chanyeol." Ujarnya sambil bergelayut manja melingkarkan tangannya dileherku dari belakang.

"Ada apa, hmm?" tanyaku sambil mengelus tangannya.

Ia menggeleng lalu menaruh dagunya dipundakku "Tidak apa-apa, aku hanya ingin memelukmu."

Aku melepas lingkaran tangannya lalu membalikkan kursiku, aku meraih tangan kanannya lalu menepuk pahaku menyuruhnya untuk duduk di pangkuanku.

"Ada apa hmm? Tak biasanya kau semanja ini padaku." tanyaku sambil mengelus kepalanya dengan lembut.

Ia mempoutkan bibirnya sambil menatapku "Memangnya tidak boleh aku bermanja-manja padamu?"

"Bukan begitu, aku hanya merasa tak biasanya kau bersikap sangat manja seperti saat ini."

Ia hanya mengedikkan bahunya, lalu menyenderkan kepalanya di dadaku "Aku hanya sedang ingin melakukannya, lagipula aku merindukanmu. Sudah lama kita tak menghabiskan waktu bersama seperti sekarang."

Aku tersenyum kecil kearahnya sambil mengelus punggungnya "Mulai saat ini kita dapat melakukannya setiap saat, maaf karena sempat menelantarkanmu." ujarku sambil menatapnya dengan tatapan menyesal

"Tidak apa-apa aku sudah melupakannya, kau tak perlu mengingat-ingatnya lagi." balasnya sambil kembali memelukku selama beberapa detik.

Iapun melepas pelukannya lalu kembali menatapku, aku menggenggam tangannya dan menatapnya dengan serius "Aku berjanji padamu, aku tak akan pernah menelantarkanmu lagi.. aku benar-benar sangat menyesal telah melakukannya."

Ia mengangguk sambil tersenyum kearahku dan mengelus pipiku "Aku percaya padamu Chanyeol." tukasnya sebelum akhirnya ia mendaratkan bibirnya di bibirku dan mengecupnya dengan lembut lalu kembali memelukku.

Sebuah ide tiba-tiba terlintas di benakku, akupun melepas pelukannya dan kembali menatapnya.

"Kau ingin jalan-jalan hari ini? Aku punya ide untuk mengajakmu ke suatu tempat"

"Kemana?" tanyanya sambil menatapku dengan ekspresi bingung.

Aku tak langsung menjawab pertanyaannya dan hanya menunjukkan senyum misterius milikku

Baekhyun POV

"Kita akan kemana?" tanyaku sambil mengikuti arahannya dengan mata tertutup karena ia menggunakan kedua tangannya untuk menutup kedua mataku.

"Sebentar lagi kau akan segera mengetahuinya." tukasnya sambil tetap menuntunku dari belakang.

Tiba-tiba langkahku terhenti dan tak lama kemudian aku dapat merasakan hembusan nafasnya yang hangat menerpa telingaku.

"Kau siap?" tanyanya, akupun hanya mengangguk mengiyakan.

Aku membuka mataku bersamaan dengan Chanyeol melepas kedua tangannya yang sedari tadi menutup kedua mataku dan tak lama kemudian Chanyeol memegang kedua pundakku dari belakang.

"Ini rumah siapa?" tanyaku sambil menoleh kearahnya, iapun menggenggam tanganku lalu menarik tanganku masuk kedalam sebuah rumah yang menghadap ke arah pantai.

"Kau menyukainya?" tanyanya sambil menatapku, akupun menoleh kearahnya dan mengangguk senang.

"Ini benar-benar indah Chanyeol, tapi kenapa kau membawaku kesini?"

Ia menarikku dan membawaku kedalam rengkuhan hangatnya "Mulai detik ini, ini adalah rumahmu."

Aku langsung membelalakkan mata dan langsung menoleh kearahnya "Kau serius?"

"Aku serius. Mulai saat ini, ini adalah rumahmu." jawabnya sambil tersenyum kearahku.

"Sebenarnya aku berencana menghadiahkannya untukmu tepat pada saat ulang tahun pernikahan kita kemarin, tapi karena terjadi kesalahpahaman dengan terpaksa aku harus menundanya. Maaf aku terlambat menghadiahkannya padamu."

Aku langsung berbalik kearahnya dan langsung memeluknya erat "Terima kasih.. aku sangat menyukainya... ini benar-benar indah."

"Syukurlah kalau kau menyukainya." tukasnya sambil membalas pelukanku dan membelai rambutku.

Tiba-tiba aku teringat sesuatu yang membuat raut wajahku berubah sedih, akupun melepas pelukanku dan menunduk sambil memegang tangannya.

"Maaf, aku tak bisa memberikanmu hadiah apapun untuk ulang tahun pernikahan kita kali ini. Kau selalu memberikanku hadiah yang sangat indah dan mahal, mianhe aku tak bisa membalas semua hadiah yang kau berikan padaku."

Tangannya menangkup kedua pipiku dan iapun mensejajarkan tingginya "Kau bicara apa hmm? Apa kau tak sadar, selama ini kau selalu memberikanku hadiah yang paling terindah di setiap detiknya. Bahkan hadiah yang kau berikan padaku jauh lebih mahal dari hadiah-hadiah yang selama ini ku berikan padamu dan itu adalah cintamu Baekhyun, senyumanmu, hatimu dan dirimu, itu adalah hadiah yang paling termahal dan terindah dari semua hadiah yang kumiliki..."

"Dan perlu kau tahu, sebenarnya kau telah memberikanku hadiah pernikahan yang paling terindah seumur hidupku dan itu adalah anak yang saat ini dikandung olehmu. Bagiku itu adalah hadiah yang paling berarti dan takkan pernah kulupakan untuk seumur hidupku." lanjutnya sambil tersenyum kearahku.

Mataku terasa memanas.. ya Tuhan aku benar-benar sangat beruntung bisa memilikinya, dia benar-benar lelaki yang sangat sempurna. Akupun kembali memeluknya, membenamkan wajahku di dadanya.

"Aku benar-benar sangat beruntung karena bisa memilikimu. Terima kasih atas semua yang telah kau berikan padaku." tukasku dengan suara yang agak bergetar.

"Seharusnya aku yang berterima kasih padamu karena telah mengijinkanku untuk memilikimu, kau benar-benar sempurna. Terima kasih karena telah memberiku kebahagiaan yang paling terindah dalam hidupku." balasnya sambil mencium keningku.

Aku semakin mengeratkan pelukanku menikmati kenyamanan dan kehangatan yang selalu diberikan oleh Chanyeol, tak lama kemudian ia melepas pelukannya lalu menatapku sambil mengelus kepalaku.

"Ayo kuantar kau berkeliling." ajaknya lalu menarik tanganku lalu menautkan jariku diantara jari-jemarinya.

Ia mengajakku berkeliling rumah yang memiliki nuansa sejuk dengan beberapa pohon yang tumbuh di sekitar halaman, bagian belakang rumah yang sengaja dibuat hampir sepenuhnya dari kaca semakin menambah kesejukan mata dengan berpadunya warna kebiruan dari laut dan juga hijau dari beberapa pohon yang ada, sedangkan bagian dalamnya dibuat seminimalis mungkin. Aku baru sadar ternyata rumah ini benar-benar luas walau tak bertingkat sekalipun.

"Chanyeol, boleh aku bertanya?" tanyaku sambil mendongak menatapnya menikmati suasana sore hari sambil berjalan di tepi pantai.

"Tentu." jawabnya sambil menoleh kearahku.

"Kenapa kau membelikanku rumah baru? Bukankah rumah yang kita miliki saat ini itu sudah cukup bagi kita berdua?" tanyaku lagi sambil menatapnya.

Ia menghentikan langkahnya lalu berbalik menatapku sambil memasang ekspresi berpikir "Aku hanya ingin memberikan sesuatu yang berbeda untukmu, lagipula aku rasa kau pasti sudah jenuh dengan suasana Seoul makanya aku pikir lebih baik aku memberikanmu rumah ditempat seperti ini agar kau bisa menikmati suasana baru." jelasnya sambil tersenyum kearahku tanpa melepaskan genggaman tangannya.

"Aku juga berencana untuk mengajakmu tinggal disini selama beberapa bulan kedepan selama kau hamil. Bagaimana? Kau mau?" tanyanya sambil menatapku.

Dengan antusias akupun mengangguk menyetujuinya "Tentu saja aku mau." tukasku lalu tak lama kemudian aku kembali memeluknya sambil tersenyum bahagia.

Kau telah memberiku begitu banyak kebahagiaan yang tak dapat kuhitung jumlahnya dan aku berjanji untuk menyimpan setiap kebahagiaan yang kau berikan padaku ditempat terdalam di hatiku agar aku akan selalu mengingatnya. Terima kasih Chanyeol atas segala yang telah kau berikan padaku selama ini, aku sangat mencintaimu..

Author POV

Malam itu juga mereka memutuskan untuk segera menginap di rumah tersebut. Dan saat ini Chanyeol baru saja selesai mandi, tanpa sengaja ia mendapati Baekhyun yang sedang berdiri di pinggir pantai.. iapun tersenyum kecil dan mengambil sebuah selimut lalu setelah itu ia pergi menyusul Baekhyun.

Baekhyun sedikit terkejut begitu sebuah selimut melingkar di tubuhnya dan disusul dengan sebuah pelukan hangat dari belakang. Iapun tersenyum kecil dan membiarkan Chanyeol memeluknya.

"Kenapa malam-malam begini kau masih diluar hmm? Kalau kau sakit bagaimana." tanya Chanyeol sambil menempelkan pipinya di kepala Baekhyun.

"Aku hanya ingin menikmati suasana malam lagipula aku sudah memakai mantel jadi aku tak mungkin masuk angin." jelas Baekhyun sambil terkekeh kecil.

"Tapi tetap saja Baekhyun, kau itu tidak tahan dingin. Aku khawatir kesehatanmu terganggu."

Baekhyun kembali terkekeh kecil lalu menoleh menatap Chanyeol yang tengah menatapnya "Baiklah tuan Park. Aku tak akan melakukannya lagi."

Chanyeol tersenyum kecil lalu menyubit pelan hidung Baekhyun sebelum akhirnya keduanya kembali hanyut dalam keheningan.

"Chanyeol, aku ingin bertanya sesuatu padamu." tukas Baekhyun dengan agak ragu.

"Tanya apa baby?"

"Tapi kau jangan marah dulu, aku takkan memaksamu untuk menjawabnya kalau memang kau tidak mau."

Chanyeol hanya bergumam dan mengangguk kecil tanpa melepaskan pelukannya.

"Kenapa kau tak pernah jujur padaku setiap kali aku bertanya tentang masa lalumu? Kau selalu menghindar setiap kali aku bertanya." tanya Baekhyun dengan agak takut-takut.

Chanyeol tak menjawabnya, ia sempat terdiam cukup lama hingga Baekhyun pikir ia tak akan menjawabnya, ketika ia hendak kembali membuka suaranya tiba-tiba saja Chanyeol bersuara.

"Pasti Kyungsoo yang sudah menceritakan semuanya padamu ketika aku di rumah sakit.." tebak Chanyeol sambil menghela nafas pelan.

"Aku hanya tak ingin kembali diingatkan dan mengenang masa-masa itu. Bagiku itu adalah masa yang paling sulit untuk anak seumuranku waktu itu, disaat aku sedang membutuhkan kasih sayang dari kedua orang tuaku mereka malah pergi meninggalkanku. Jujur saja, saat itu aku iri dengan teman-temanku yang bisa bermanja-manja dan menghabiskan waktu bersama kedua orang tuanya. Tapi sedikitpun aku tak pernah membenci keputusan mereka karena aku mengerti mereka melakukan itu demi kebaikan kami. Dan semenjak saat itu aku memutuskan untuk menutup diri karena aku tak ingin terlihat menyedihkan dihadapan teman-temanku." jelas Chanyeol, sama sekali tak ada kesedihan ataupun amarah dari nada bicaranya. Ia menjelaskannya secara tenang seolah-olah kembali mengenang masa kecilnya.

"Pantas saja saat kuliah kau dingin sekali, ternyata itu penyebab kau bersikap menyebalkan begitu."

Chanyeol hanya terkekeh kecil lalu menopang dagunya di pundak Baekhyun "Tapi pada akhirnya kaulah orang yang mampu membuat hatiku luluh dan bertekuk lutut dihadapanmu."

Lelaki mungil itu hanya tersenyum malu dengan pipi yang bersemu.

"Sebenarnya apa yang kau lakukan padaku sampai-sampai aku bisa seperti ini? Mencintaimu dan jatuh didalamnya." bisik Chanyeol tepat di telinga Baekhyun.

"Entahlah. Tapi bukannya aku hebat karena bisa meluluhkan hati seorang Park Chanyeol, si manusia dingin dan pelit bicara." balas Baekhyun dengan penuh percaya diri.

"Aku juga heran, bagaimana bisa aku jatuh cinta pada seorang namja cerewet dan pemaksa sepertimu"

"Yak aku tidak cerewet, dan lagi aku bukan pemaksa!" Baekhyun mempoutkan bibirnya sambil melirik kesal.

"Tapi justru itu yang membuatku selalu merindukanmu sayang." tukas Chanyeol dan diikuti oleh sebuah kecupan di pipi kanan Baekhyun.

Chanyeol menghela nafas pelan lalu semakin mengeratkan pelukannya "Jangan pernah berhenti mencintaiku Baekhyun, karena hanya kaulah satu-satunya orang yang kuinginkan untuk berada di sampingku selamanya." bisiknya sehingga membuat Baekhyun menoleh dan tersenyum kearahnya.

"Cintaku akan terus menyertaimu Chanyeol, aku akan selalu mencintaimu dan aku akan berusaha memberikan yang terbaik untukmu." balasnya sebelum akhirnya ia berbalik lalu melingkarkan tangannya dan menarik tengkuk lelaki jangkung tersebut lalu mempertemukan bibir keduanya dan mengulumnya secara lembut.

.

.

.

Seminggu telah berlalu dan Chanyeol kembali menjalani aktifitasnya sebagai seorang CEO, rapat yang dilakukan ayahnya beberapa hari lalu bertujuan untuk mengecek kinerja pekerjaan Chanyeol dalam memimpin perusahaan dan juga relasi antar perusahaan selama ini, dan tentu saja ia berhasil menyelesaikan semua urusan yang ditinggalkan oleh ayahnya dan berhasil beradaptasi dengan posisi barunya, setidaknya saat ini Chanyeol tak harus bekerja lembur seperti yang dilakukannya beberapa waktu lalu.

Hari ini adalah ulang tahun Chanyeol yang ke 28 tahun dan Baekhyun yang terbangun terlebih dulu saat ini tengah menatap wajah Chanyeol yang sedang tertidur, ia sudah memiliki rencana tersendiri untuk merayakan ulang tahun Chanyeol. Tubuh jangkung itu bergerak, perlahan merenggangkan otot-ototnya sambil membuka matanya.

Namja imut itu tersenyum kecil lalu langsung mengecup bibir Chanyeol hingga membuat namja tinggi itu sedikit terkejut.

"Happy birthday Chanyeol." ucap Baekhyun secara lembut sambil tengkurap menatap wajah Chanyeol.

Namja tinggi itu masih mengernyitkan dahinya heran berusaha mencerna maksud Baekhyun barusan, namun Baekhyun yang melihat Chanyeol yang tak beraksi apapun langsung mempoutkan bibirnya dan berpura-pura menatap kesal.

"Kau tak melupakan hari ulang tahunmu lagi kan?"

"Memangnya hari ini aku berulang tahun?" Chanyeol balik bertanya, membuat Baekhyun semakin mempoutkan bibirnya.

"Tentu saja, bagaimana bisa kau melupakan ulang tahunmu sendiri."

Chanyeol hanya terkekeh kecil lalu mengelus kepala Baekhyun "Aku hanya bercanda Baekyun. Terima kasih" tukasnya.

"Oh iya apa malam ini kau bisa pulang lebih awal? Aku ingin merayakan ulang tahunmu berdua saja." tanya Baekhyun dan kali ini ekspresi wajahnya berubah antusias.

"Hmm.." Chanyeol berpikir sejenak lalu mengangguk "Tentu saja, aku akan usahakan untuk pulang lebih awal hari ini." ia mengangguk sambil tersenyum.

"Baiklah, aku akan menunggumu." Baekhyun tersenyum senang hingga menunjukkan eyesmile miliknya "Sekarang lebih baik kau segera bersiap untuk ke kantor, aku akan menyiapkan perlengkapanmu."

Baekhyun berniat untuk bangun dari tempat tidur namun tangan Chanyeol berhasil memegangnya dan kembali menariknya hingga berhasil membuatnya terjatuh diatas dada Chanyeol.

"Kau belum memberiku morning kiss, sayang." Chanyeol menunjukan ekspresi manjanya.

"Tadi sudah kuberikan."

"Itu belum cukup, setidaknya kau harus memberiku morning kiss yang spesial di hari ulang tahunku."

"Shireo, kalau aku menuruti kemauanmu pasti pada akhirnya kau akan menyerangku." balas Baekhyun sambil berpura-pura memasang wajah waspada.

"Ayolah baby, setidaknya hanya sampai pemanasan saja."

Baekhyun membulatkan matanya padahal tadi ia hanya bercanda menolak permintaan Chanyeol, tapi mendengar perkataan Chanyeol barusan sontak membuatnya terkejut dan benar-benar menolak keinginan Chanyeol "Andwe.. shireo!" tolaknya sambil mendudukkan dirinya dan menyilangkan tangannya di depan dada.

"Ayolah Baek, bukankah hari ini ulang tahunku jadi setidaknya kau mau mengijinkanku untuk melakukannya sekali." Chanyeol bangun dari tidurnya sambil mendekati Baekhyun dengan –bepura-pura- memasang ekspresi mesum miliknya, tentu saja Chanyeol tidak serius dengan perkataannya barusan, ia hanya berniat untuk menggoda Baekhyun.

Namja imut itu langsung melempar bantal ke wajah Chanyeol "Shireo..! sudah cepat sana mandi kau tak boleh terlambat ke kantor!" ujarnya sebelum beranjak dari kamar mereka, Chanyeol hanya terkekeh melihat reaksi Baekhyun yang menurutnya benar-benar menggemaskan.

Chanyeol segera bersiap-siap ke kantor dan segera menyelesaikan sarapan miliknya setelah itu iapun berpamitan kepada Baekhyun, meninggalkan rumah tersebut.

Sepergiannya Chanyeol, Baekhyun langsung mengambil mantel serta topi miliknya lalu mengunci pintu rumah. Ia berencana untuk membuat makan malam yang spesial untuk malam ini, Baekhyun membeli beberapa bahan makanan yang akan dimasaknya malam ini. Setelah dirasanya semua keperluan sudah lengkap ia berencana pulang namun di tengah jalan ia mengingat sesuatu maka ia kembali dan masuk ke sebuah toko yang tak jauh dari supermarket tempatnya berbelanja tadi.

Sementara itu Chanyeol yang tengah sibuk dengan pekerjaannya terpaksa ia harus menundanya sebentar karena Kyungsoo yang saat ini tengah menghubunginya.

"Saengil chukkae Chanyeol." ucap Kyungsoo di seberang sana dengan semangatnya.

Chanyeol hanya terkekeh kecil "Gomawo Kyungie, bagaimana kabarmu disana?"

"Baik. Kau sendiri? Ah, bagaimana kondisi kehamilan Baekhyun?"

"Kami semua baik-baik saja disini. Lalu bagaimana dengan pengobatanmu? Apa berjalan dengan lancar?" tanya Chanyeol sambil menyenderkan tubuhnya.

"Begitulah, untungnya ada Jongin yang menjagaku selama pengobatan jadi aku merasa baik-baik—HEI JANGAN MASUKAN ITU! ITU GARAM BODOH!" teriak Kyungsoo secara tiba-tiba sehingga langsung membuat Chanyeol terkejut.

"Kau kenapa?" tanya Chanyeol bingung.

"Tidak apa-apa, si hitam ini salah memasukan bumbu.. dia malah memasukan garam, bukannya gula.. Hhhh.." Kyungsoo mengehala nafas berat di seberang sana dan tak lama kemudian terdengar Kai berteriak meminta maaf padanya sehingga membuat Chanyeol tertawa kecil.

"Ah.. kau mau berbicara dengan Jongin? Kebetulan aku harus segera menyelamatkan makan malam kami sebelum semuanya berantakan gara-gara ulahnya." Kyungsoo langsung menyerahkan ponselnya kepada Kai tanpa menunggu jawaban dari Chanyeol, namja tinggi itu dapat mendengar perdebatan kecil yang terjadi diantara Kyungsoo dan juga Kai hingga membuatnya kembali terkekeh.

Tapi tunggu, sejak kapan Kyungsoo memanggil Kai dengan sebutan Jongin?

"Chanyeol." kali ini suara berat Kai yang terdengar "Saengil chukkae, mianhe kami hanya bisa mengucapkannya lewat telpon."

"Gwenchana, aku sudah cukup senang mendengarnya." jawab Chanyeol sambil tersenyum kecil.

"Bagaimana kabar yang lain? Apa mereka baik-baik saja?"

"Begitulah.. kami semua baik-baik saja."

"Syukurlah kalau begitu."

Sebuah ketukan di pintu ruangan Chanyeol berhasil membuat namja tinggi itu menoleh dan menyahut.

"Ah Kai nanti aku akan menelpon kalian lagi, saat ini aku ada urusan."

"Baiklah.. aku tak ingin mengganggumu."

"Baiklah, sampaikan salamku pada Kyungsoo."

"Ne."

Chanyeol mematikan panggilannya lalu memasukkan ponselnya kedalam saku, iapun menyahut menyuruh orang tersebut masuk.

- One Mistake One Regret -

Hari ini Chanyeol sempat mendapat tawaran untuk merayakan ulang tahunnya di salah satu pub terkenal bersama beberapa rekan kerjanya namun ia menolaknya karena tentu saja ia lebih memilih merayakan ulang tahunnya hanya berdua bersama Baekhyun malam ini,

Saat ia memasuki rumah, Baekhyun telah menyambutnya dengan sebuah senyuman yang menurutnya benar-benar manis. Namja imut itu tak berkata apa-apa dan hanya menuntun Chanyeol untuk segera ke kamarnya.

"Cepat bersihkan dirimu, aku tunggu kau dibawah. Ingat jangan lama-lama." perintah Baekhyun sambil menaruh tas milik Chanyeol di atas tempat tidur lalu membantu namja tinggi itu membuka dasinya.

Chanyeol hanya terkekeh dan mengangguk menurut, Baekhyun keluar dari kamar itu dan bersamaan dengan itu Chanyeol langsung membersihkan dirinya di kamar mandi. Hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk Chanyeol selesai membersihkan dirinya, iapun keluar dan yang pertama dilihatnya suasana ruang tengah yang terlihat gelap dan hanya diterangi oleh lilin yang berjejer membentuk sebuah jalan menuju teras belakang. Ia menyunggingkan senyumannya sambil mengikuti lilin tersebut hingga ia tiba di teras tersebut yang saat ini telah disulap menjadi sedemikian rupa hingga terlihat romantis dan indah.

Baekhyun menghampiri Chanyeol dengan senyuman yang masih saja manghiasi wajahnya, ia menggenggam tangan Chanyeol lalu menuntunnya untuk duduk di salah satu kursi sebelum akhirnya ia ikut mendudukkan dirinya di sisi yang lainnya.

"Kau yang menyiapkan ini semua?" tanya Chanyeol yang akhirnya membuka suaranya setelah sedari tadi ia hanya terdiam karena saking terkejutnya.

Namja imut itu mengangguk senang "Kau menyukainya? Maaf aku hanya bisa mempersiapkannya semampuku."

"Ini benar-benar indah Baekhyun, aku benar-benar terkejut dan kagum melihatnya. Gomawo." ucap Chanyeol sambil tersenyum senang.

Baekhyun hanya tersenyum kecil lalu ia menuangkan sebotol wine kedalam gelas Chanyeol dan merekapun melewatkan makan malam kali ini dengan atmosfer yang benar-benar berbeda hingga membuat keduanya menikmatinya dan larut dalam suasana romantis malam ini.

"Sekarang tutup matamu." perintah Baekhyun sambil menatap Chanyeol dengan sebuah senyuman yang mengundang penasaran.

Chanyeol mengikuti perkataan Baekhyun dan iapun memejamkan matanya, Baekhyun menunduk seperti mengambil sesuatu dari bawah meja. Benda itu lumayan besar namun tidak terlalu berat, Baekhyun berdiri di depan Chanyeol sambil memegang benda tersebut.

"Buka matamu." suruhnya dan Chanyeol menuruti perkataannya.

Mata onyx itu membesar terkejut dengan benda yang saat ini tengah dipegang oleh Baekhyun, dengan segera ia berdiri lalu menerima pemberian Baekhyun.

"Bagaimana kau tahu kalau saat ini aku sedang merindukan saat-saat aku bermain gitar dulu?" tanya Chanyeol sambil menatap Baekhyun masih dengan tatapan terkejut miliknya namun bercampur senang.

"Aku pikir kau pasti sangat merindukan hobimu bermain gitar karena sudah cukup lama kau tak memainkannya, jadi aku memutuskan untuk membelikanmu sebuah gitar agar kau bisa memainkannya kapanpun kau suka." jawab Baekhyun sambil tersenyum hingga memamerkan eye smile miliknya.

Chanyeol tak dapat membendung kegembiraan yang saat ini tengah dirasanya, ia menaruh gitar tersebut lalu membawa Baekhyun kedalam pelukannya sambil tersenyum bahagia.

"Aku benar-benar sangat menyukainya." ujar Chanyeol yang dari nada suaranya terdengar bahwa ia benar-benar menyukai gitar pemberian Baekhyun, wajar saja ia sangat senang mendapat hadiah seperti itu karena sudah sekian lama ia tak menyentuh ataupun memainkan benda tersebut saking sibuknya dan tentu saja ia benar-benar tak menyangka Baekhyun akan membelikannya hadiah yang selama ini diidam-idamkannya.

"Syukurlah kau menyukainya, aku senang mendengarnya." balas Baekhyun dalam pelukannya lalu tak lama kemudian Chanyeol melepaskan pelukannya sambil menggenggam tangan lentik Baekhyun "Lagipula aku merindukan permainan gitarmu, aku ingin melihatmu bermain gitar lagi." lanjut Baekhyun sambil mendongakkan kepalanya menatap Chanyeol.

"Kau ingin aku memainkannya sekarang?" usul Chanyeol dengan wajah senang miliknya.

Baekhyun langsung mengangguk senang, Chanyeol mengambil gitar tersebut lalu menarik kursinya hingga berhadapan dengan kursi Baekhyun. Ia mulai memetik gitarnya membentuk sebuah nada yang terdengar lembut dan indah, awalnya Baekhyun penasaran lagu apa yang saat ini sedang dibawakan oleh Chanyeol namun sedetik kemudian senyuman Baekhyun merekah.. ia mengingat lagu ini, ini adalah lagu yang pernah dibawakan oleh Chanyeol pada saat ulang tahun pernikahan mereka yang pertama.

Whenever I'm weary
From the battles that raged in my head
You made sense of madness
When my sanity hangs by a thread
I lose my way, but still you
Seem to understand
Now & Forever,
I will be your man

Sometimes I just hold you
Too caught up in me to see
I'm holding a fortune
That Heaven has given to me
I'll try to show you
Each and every way I can
Now & Forever,
I will be your man

Now I can rest my worries
And always be sure
That I won't be alone, anymore
If I'd only known you were there
All the time,
All this time.

Chanyeol tetap memetik gitar tersebut sambil sesekali manatap kearah Baekhyun yang saat ini tak henti-hentinya menyunggingkan senyuman miliknya. Alunan setiap petikan yang dihasilkan oleh Chanyeol semakin membuat suasana diantara keduanya bertambah romantis dan diselimuti kehangatan dan juga kenyamanan. Sesekali Baekhyun ikut bergumam menyanyi mengikuti alunan nada dari gitar Chanyeol.

Until the day the ocean
Doesn't touch the sand
Now & Forever
I will be your man

Now & Forever,
I will be your man

Chanyeol menghentikan permainannya sambil menatap Baekhyun dan tersenyum hangat, ia meletakkan gitarnya lalu menggenggam jemari lentik Baekhyun. Menautkan kedua tangan tersebut sementara wajahnya mendekat kearah Baekhyun, mempersempit jarak diantara keduanya sebelum akhirnya mendaratkan bibir tebalnya di bibir kissable milik Baekhyun.

Chanyeol mulai melumat bibir tersebut secara perlahan tanpa terkesan terburu-buru dan dibalas oleh lumatan lembut dari Baekhyun. Beberapa menit berlalu sebelum Baekhyun melepas ciuman miliknya lalu menatap wajah Chanyeol sambil tersenyum kecil.

"Saengil chukkae, Chanyeol" ujar Baekhyun dengan lembut sambil menatap sepasang mata onyx yang ada di hadapannya.

"Terima kasih kerena tetap mencintaiku hingga detik ini." balas Chanyeol, lalu ia membawa tubuh Baekhyun kedalam pelukannya. "Aku akan mencintaimu selamanya." lanjutnya sebelum akhirnya ia mendaratkan sebuah kecupan manis di kening Baekhyun lalu kembali memeluk tubuh mungil tersebut.

Setelah sekian lama mereka harus menghadapi rintangan yang berat untuk menguji kekuatan cinta mereka.. kini kedua hati itupun kembali bersatu, saling melepaskan kerinduan satu sama lain dengan keheningan, saling mengungkapkan perasaan cintanya melalui mata, sentuhan dan juga hati. Setiap detik.. cinta diantara keduanya semakin tumbuh, membuahkan beberapa rasa, kenangan, dan warna. Ujian demi ujian akan menghampiri keduanya untuk membuktikan seberapa besar kekuatan cinta yang dimiliki oleh mereka.

Bersamamu adalah waktu yang terindah dalam hidupku...

Bersamamu adalah waktu yang paling berharga untukku...

Bersamamu adalah memori yang takkan pernah kuhapus...

Mencintaimu adalah janji seumur hidupku...

Mencintaimu adalah hal yang ingin kulakukan setiap hari...

Mencintaimu adalah suatu hal yang selalu ingin kupersembahkan untukmu...

Kau membuatku sempurna...

Kau membuatku mengerti akan artinya cinta dan ketulusan...

Kau membuatku menghargai bagaimana rasanya memiliki dan mencintai...

Kau adalah segalanya bagiku...

Kau adalah cinta terakhirku...

Aku akan selalu mengucapkan 'Aku mencintaimu' setiap saat dan aku tak akan pernah bosan untuk mengatakannya...

Terima kasih karena telah memberikan kebahagiaan yang paling terindah dalam hidupku...

Terima kasih karena telah mengijinkanku untuk menjadi bagian hidupmu..

Terima kasih kerena telah membuatku lemah dan jatuh dalam pesonamu...

Aku mencintaimu.. tetaplah bersamaku hingga maut menjemput...CB-

-END-


a/n : akhirnya tamaaaattt *tebar kolor* fyuuh akhirnya selesai juga fanfic super panjang ini -_- gimana? Masih kurang puas?

Jujur aja saya paling demen sama chapter ini, feelnya lebih dapet.. mungkin karena chapter yang sebelumnya isinya konflik mulu -_-v *mian kalo konfliknya kepanjangan kayak kereta, saya khilaf(?)*

Butuh sequel? Poling dulu... kalo banyak yang mau saya lanjutin sequelnya, kalo kurang saya ga lanjutin ^^

Karena ini last chap jadi saya minta reviewnya yang panjang ya ^^ *banyak mau* kasih pendapat kalian mengenai fanfic ini dari chapter awal sampe akhir.. ditunggu

Sekian

With Love, Baekchannie