James Buchanan Barnes & Wanda Maximoff adalah karakter milik Marvel, tidak ada keuntungan komersil yang didapat dari pembuatan karya ini.
Wanda akhirnya mengetahui siapa lelaki itu. Ia menjelajah puri tadi sore, menemukan lebih banyak jawaban di sudut-sudut. Di pintu untuk menuju ke gudang samping, di sudut, terkubur sedikit di pojok tembok, ia menemukan sepasang dog tags. Jari Wanda menyusuri ukirannya dengan hati-hati.
Barnes, James.
Buchanan.
DOB 10/03/17
"James."
Wanda nyaris melompat. Ia menepuk-nepuk dadanya sambil berbalik. "Harusnya kau bisa muncul dengan lebih ramah."
Bayang-bayang itu menjadi semakin nyata. "Aku hantu, mau bagaimana lagi?" Wanda bisa bertaruh laki-laki itu tersenyum. "James. Sedikit sekali orang yang memanggilku dengan nama itu. Kau boleh melakukannya."
"James." Nama itu terasa begitu asing sekaligus 'berbeda' di lidahnya. Ia tidak pernah punya teman yang bernama James sebelumnya. "Tidak boleh 'Bucky'?"
"Terserah padamu." Bayangan itu berpindah tempat, mendekati tembok. "Teman-temanmu tidak jadi datang?"
"Yah, akhirnya memang begitu." Wanda bersandar pada tembok. "Mereka sibuk dengan urusan masing-masing. Tapi aku sudah terbiasa menghabiskan liburan sendiri."
"Aku ada di sini."
Wanda mengulum senyumnya. Walaupun bukan manusia, paling tidak sosok yang satu ini bersahabat dan tidak membuatnya bermimpi buruk. Tiga hari belakangan sudah jadi bukti bahwa Bucky tidak berniat untuk macam-macam. Bucky mungkin sama kesepiannya. Berada di puri ini selama lebih dari tujuh puluh tahun menyingkirkan segala kata bosan dari pikirannya—semuanya sudah lebih dari itu.
"Aku akan berada selama setengah bulan di sini. Kau boleh bercerita, James, jika kau tidak keberatan."
"Cerita tentang kematianku?" Bucky menggeleng. "Membosankan, Wanda. Kisah klasik tentang tentara pengecut yang terpojok sendirian. Misi terakhirku adalah di Italia Tengah, sebelum akhirnya aku tersesat menuju hutan ini. Bagaimana jka cerita tentang apa yang terjadi di tahun 40an sebelum aku berangkat?"
"Kedengarannya menarik." Senyuman Wanda terkembang cerah. "Ayo kita ke ruang tengah saja. Hantu pun butuh tempat duduk yang layak."
Bucky tertawa. "Percayalah, aku sudah menjelajahi puri ini sampai bosan."
#
