Chapter 21
Taman, pukul 19.00 malam
Orihime mendatangi tempat syuting dimana ichigo sedang membuat film. mereka sudah janjian untuk bertemu dan makan malam bersama.
" kau kenal dengan perempuan itu" tunjuk senior kim pada seorang wanita berambut orange semu
"itu teman izin menemuinya,boleh?" ichigo tersipu malu saat berkata
"silahkan" senior kim menyetujui
Ichigo berlari kearah orihime yang berdiri disamping pagar taman.
"sana kau kerja saja. Aku akan menunggumu disini" orihime mengusir dengan sedikit mendorong tubuh ichigo
" tunggu aku ya" pinta ichigo sambil membelai rambut orihime dan berlalu kembali ke lokasi syuting
Pada saat ichigo membelai rambut orihime dari jauh Rukia melihatnya dan menyinggungkan bibirnya.
"oppa, kita pulang saja" rukia membalikan badannya
"kita kan baru sampai. bagaimana dengan makanan ini?" padahal Byakuya baru saja melangkahkan kakinya pada tangga terakhir itu dengan nafas sesak karena membawa satu kardus besar hamberger yang Rukia beli untuk dibagi – bagikan pada kru film.
"ayo pulang" rukia berjalan menuruni tangga
"baik" byakuya menyetujui dan matanya melihat sesosok wanita berambut orange sedang memandang ichigo
Apartemen orihime-Seoul, pukul 22.00 malam
"kau lapar sekali ya?" orihime tersenyum melihat ichigo
"ya aku belum makan dari siang" ichigo melahap semangkuk mie rebus buatan orihime
"kau mau semangkuk lagi?"
"tidak ini sudah cukup" ichigo menyeruput kuah mie sampai habis. Mukanya hampir tertutup mangkuk besar itu
"apa yang membuat kau bekerja di korea, orihime?" tanya ichigo
"tempat les bahasa korea ku membuka lowongan untuk warga Jepang yang ingin bekerja di korea sebagai pemandu wisata. Aku sangat tertarik. Aku ikuti tesnya dan aku lulus. Jadilah aku sekarang disini bersamamu, di hadapanmu" terang orihime dengan senyum sehangat mentari
Mereka berdua memutuskan untuk makan malam diapartemen orihime walau hanya mie rebus instan saja itu cukup mengenyangkan dan tak akan diomeli pelayan restoran karena mengobrol terlalu lama.
~Sedangkan ditaman...~
'Nyam,nyam,nyam' mulut byakuya dan rukia penuh dengan hamberger yang dilahapnya
"kou haruos habiskon makanan ini semoa, oppa" rukia memerintah kakanya untuk menghabiskan satu kardus hamberger yang tadi dibelinya
"ako?" byakuya terkejut mendengarnya. mulutnya masih penuh dengan melirik kardus besar disampingnya
"kou jangaon komentaor?" mata ungunya melotot pada byakuya tapi mulutnya penuh dan tetap mengunyah makanan
"baik,baik" byakuya mengangguk – angguk semangat
Apartemen orihime-Seoul, pukul 00.00 malam
"aku pulang dulu" ichigo berpamitan pada orihime yang mengantarnya kedepan pintu apartemen.
"hati – hati. Sepertinya mau akan dingin sekali" orihime agak sedikit khawatir.
" malam" ichigo tersenyum.
orihime memandangi ichigo yang sedang berjalan keluar dari pintu gerbang apartemen lewat jendela kamarnya.
"ichigo" bisiknya pelan. Sepertinya dia tak mau ditinggalkan ichigo terpecah setelah hujan turun dari langit dimalam musim dingin ini.
Ichigo berjalan perlahan tak memikirkan hujan di musim dingin ini. Pikiranya menerawang jauh. Tiba –tiba saja dia berbalik lalu berlari kembali menuju apartemen orihime. orihime juga berfikir untuk menyusul ichigo. Setelah berbelok dia bertemu wanita yang ingin sekali dipeluknya erat – mereka saling bertemu.
"ichigo" bisik orihime
"orihime" bisik ichigo
Tubuh mereka saling berdekapan kuat, walau badai akan datang mereka tak akan terpisahkan. Hujan musim dingin malah membuat mereka menjadi hangat.
"aku sangat mencintaimu, orihime" bisik ichigo ditelinga gadis itu
Orihime melepaskan pelukannya dari ichigo. Dan memandang dalam – dalam mata pemuda yang memeluknya.
"aku juga mencintaimu, ichigo"
Ichigo menaruh kedua telapak tangannya diwajah orihime. Bibir mereka saling bertautan. Mereka merasakan kehangatan sentuhan lembut pada bibir masing – berusaha tak membuat orihime kesakitan karena ciuman agresifnya. Begitu pula orihime yang menikmati setiap gerak lidah ichigo didalam mulutnya. Lama mereka berciuman. sepertinya mereka hanya perlu satu saluran nafas saja. Hujan yang turun tak membuat mereka kedinginan malah sebaliknya menjadi hangat.
