Love Me Right
Cast :
Jung Hoseok
Kim Taehyung
Jeon Jungkook
Park Jimin
Main cast :
Park (Kim) Chanyeol as Taehyung stepfather
Byun (Kim) Baekhyun as Taehyung mother
Park (Kim) Chanhyun as Taehyung sister
Kim (Jung) Minseok as Hoseok mother
Kim (Jung) Jongdae as Hoseok father
Kim Mingyu from Seventeen
Jeon Wonwoo from Seventeen
Ahn Hani from EXID
Genre : Romance, drama, hurt/comfort.
Rate : T
Boys Love, Yaoi, Shounen ai, Mpreg, OOC, typo
NB : Disini anggep aja kalo uke nya bisa nyusuin ya, dan kalo readersdeul pada jijik atau aneh bisa langsung di close aja. Yoonbi juga ga maksain ko, tergantung readersdeul aja enaknya gimana hehe.
RnR
.
.
.
Hana
Dul
Set
.
.
.
Happy reading
.
.
.
Sinar matahari pagi mencoba masuk melalui jendela kamarnya. Merasa tidur tampannya terusik namja itu menggunakan selimutnya untuk menutupi wajahnya. Tak sampai di situ, suara tangis bayi kini juga ikut mengusik tidurnya. Ia menyingkirkan selimutnya. Matanya menatap malas kearah boks bayi yang ada di seberang tempat tidurnya, kemudian kepalanya menoleh ke samping yang kosong.
"Hoamm.." tanganya terulur mengambil ponselnya yang tergelatak di atas meja untuk melihat jam.
Ia terbangun dari tidurnya dan berjalan pelan kearah boks bayi tersebut. Tangannya beralih menggendong bayi perempuan berumur dua bulan yang sedang menangis mencari ibunya (mungkin) atau haus. Bibir terus mengeluarkan kata-kata penenang untuk meredakan tangis bayi perempuan itu.
"Kau pasti haus. Baiklah ayo kita kebawah mencari eomma mu." Seakan mengerti perkataan ayahnya, bayi itu berhenti menangis. Namja itu turun ke bawah bersama bayinya dan mencari istrinya kedapur.
.
Seorang namja manis tengah sibuk memotong bawang di dapur besar miliknya. Tubuh rampingnya bergerak kekiri dan kekanan untuk mengaduk atau memasukkan bumbu-bumbu dapur ke dalam masakannya.
"Hiks… hiks.. Ma… huwee.." pergerakannya terhenti saat telinganya mendengar suara tangisan bayi dari belakang tubuhnya. Namja itu menoleh dan tersenyum, meminta suaminya untuk menjaga bayi mereka sebentar.
"Tae seperti Seokhyun haus. Bisa kau tinggal dulu, biar aku yang meneruskannya."
"Sebentar lagi selesai hyung… Hyunie dengan Appa sebentar ya sayang, eomma harus menyiapkan sarapan untuk Appa mu … bawa saja keruang tamu hyung, ajak Seokhyun menonton Pororo. Aku yakin ia akan berhenti menangis."
Hoseok berjalan keruang tamu tanpa menjawab perkataan istrinya. Kemudian ia duduk di sofa dan menyetel TV menggunakan remot. Jarinya bergerak di atas remot TV miliknya mencari acara kartun 'Pororo' yang di katakan istrinya tadi.
"Ma… Ma… Hikss…" Hoseok tersenyum saat bayinya berhenti menangis. Bayi itu melebarkan matanya senang saat Kartun kesukaannya terpampang jelas di depannya.
"Kau menyukainya ? Apa kau mau jika Appa membelikan bonekanya untukmu." Bayi itu tersenyum lebar menampilkan gusi nya yang belum di tumbuhi gigi satupun, seakan paham akan ucapan ayahnya. Hoseok menoleh saat Taehyung duduk di sampingnya. Meski istrinya belum mandi dan masih memakai pakaian tidurnya dengan lengkap, tapi dimatanya Taehyung masih cantik seperti biasanya. Bayi itu mencondongkan tubuh mungilnya kearah sang ibu. Taehyung mengambil alih Seokhyun dari gendongan suaminya dan mendekapnya di dadanya yang masih tertutup pakaian tidurnya. Taehyung bangun dari duduknya bergegas berjalan ke kamarnya. Namun Hoseok menahannya dengan menarik pakaian tidurnya.
"Kau mau kemana ?"
"Tentu saja kekamar, memang kenapa hyung ?"
"Disini saja Tae aku ingin melihatmu menyusui Seokhyun."
"Shileo.. nanti yang ada kau malah menggangguku. Kemarin kau juga yang membuatnya menangis gara-gara perbuatanmu. Aku tidak mau itu terjadi lagi hyung." Taehyung berlalu begitu saja meninggalkan suaminya.
"Ya! apa salahnya aku kan juga suamimu… Ya! Jung Taehyung."
.
Mingyu memberhentikan mobilnya di parkiran sebuah butik terkenal yang berada di kota Seoul. Ia segera buru-buru turun dan membukakan pintu mobil sebelahnya untuk calon istrinya. Keduanya memasuki butik bersama-sama. Wonwoo menggandeng lengan Mingyu mesra, membuat para pengunjung dan pegawai butik menatap mereka gemas.
"Permisi tuan ada yang bisa saya bantu?" seru seorang pegawai butik yang menghampiri mereka berdua.
"Bisa aku bertemu dengan Jessica noona."
"Oh.. jadi anda tuan Mingyu. Mari ikut saya tuan." mereka berdua berjalan mengikuti pegawai butik itu menuju ruangan Jessica.
Tok..
Tok..
Tok..
"Masuk" Mingyu membuka pintu ruangan Jessica setelah mendengar intruksi dari sang penghuni ruangan, setelah sebelumnya Wonwoo berterima kasih kepada pegawai butik itu.
"Anyeong noona."
"Mingyu ya. Apa kabar." Wonwoo menatap datar Jessica yang memeluk calon suaminya. Sepertinya ia sedang cemburu sekarang. Jessica tersenyum dan mengalihkan tatapannya kepada Wonwoo yang berdiri di samping Mingyu.
"Apa ia calon istrimu Mingyu ya ?" Mingyu menoleh sekilas kearah Wonwoo dan tersenyum bangga.
"Aigoo… manis sekali."
"Anyeonghasaeyo noona Jeon Wonwoo imnida."
"Ah.. seharusnya Kim Wonwoo, bukankah sebentar lagi kalian akan menikah ?"seru Jessica gemas melihat Wonwoo yang tampak malu-malu.
"Nde.. noona."
"Chagi perkenalkan ini Jessica noona, senior ku sewaktu SHS dulu." Wonwoo hanya tersenyum dan membungkukkan sedikit tubuhnya.
"Ah iya, jam Sembilan nanti aku harus kesekolah Sinbi, akan ada sebuah acara disana, ia bisa marah jika aku tidak datang. Silahkan duduk Mingyu ya Wonwoo ya." Jessica membuka lemari kaca yang berada disamping meja kerjanya, ia mengeluarkan map berwarna biru berisi sebuah kertas-kertas penting.
"Tiba-tiba saja aku merindukan putrimu noona. Oh iya, berapa umurnya sekarang noona ?"
"Lima tahun, baru saja kemarin ia masuk TK Gyu. Kenapa, apa kau ingin bertemu dengan Sinbi? "
"Hmm.. mungkin lain kali noona. Ada hal yang lebih penting yang harus aku lakukan." Mingyu tersenyum kearah Wonwoo dan menggenggam telapak tangan mungil calon istrinya itu.
Perempuan berambut blonde itu kembali ke meja kerjanya dan membuka map yang tadi diambilnya. Wonwoo mengerutkan dahinya bingung setelah melihat sebuah gaun pengantin yang tampak anggun dan megah, bukannya sebuah tuxedo yang terlihat manis. Berbeda dengan Mingyu, namja itu tersenyum bangga dan menatap kagum gaun hasil rancangan seniornya.
"Bagaimana, apa kau menyukainya ?"
"Ya, aku sangat menyukainya noona."
"Mi…Mingyu kau tidak akan menyuruhku untuk memakai gaun itu di pernikahan kita bukan ?"
"Tentu sayang ini memang untukmu."
"Mengapa ? apa kau tidak suka Wonwoo ya.?"
"A..aku menyukainya noona, hanya saja aku kan laki-laki, mana bisa aku memakai gaun itu." jawab Wonwoo tidak ingin membuat Jessica sedih.
"Tentu kau bisa Wonwoo ya. Pernikahan sesama jenis di Korea masih illegal, hanya ini satu-satunya cara agar pernikahan kalian tetap berlangsung." Ujar Jessica lembut.
"Kau pasti akan terlihat cantik dengan gaun itu. Kau juga tidak ingin membuat aegya tidak nyaman bukan didalam sini, maka dari itu aku sengaja memesan gaun ini pada Jessica noona." Wonwoo menatap lembut Mingyu saat namja tan itu meletakkan tangannya di atas perutnya.
"Noona bisa kau perluas sedikit di bagian perut, ku rasa Wonwoo tidak akan nyaman bila terlalu sempit seperti ini." lanjutnya.
"Baiklah, sepertinya bayi kalian tumbuh dengan cepat. Wonwoo ya bisa noona mengukur perut dan pinggangmu sebentar.?"
"Nde.. noona." Jessica mengambil meteran yang berada di laci meja kerjanya, kemudian menyuruh Wonwoo berdiri tegak sambil meregangkan tangannya.
"Aku akan menambahkan 3 senti saja, terlalu besar juga tidak enak di pandang." Jessica mencatat hasil ukurnya pada kertas yang bergambar rancangan gaunnya untuk Wonwoo.
"Baiklah terima kasih noona, sampaikan salamku pada Sinbi."
"Ya akan ku sampaikan pada putriku. Oh iya kapan pernikahan kalian akan berlangsung ?"
"Mungkin minggu depan. Aku pasti akan mengantar undanganku untukmu."
"Baiklah akan ku tunggu."
"Kalau begitu kami permisi noona."
"Ya hati-hati."
.
"Huwe… huwee…"
"cup.. cup.. sudah ya menangisnya eomma disini sayang, sekarang Hyunie tidur saja ne. sshh.."
"huwee..huweee…"
"Wae ? kau lapar ne ?" Taehyung membuka kancing teratas kemejanya dan menyodorkan putingnya ke mulut Seokhyun. Taehyung menepuk pelan pantat Seokhyun setelah bayi itu mulai tenang.
"Aku pulang." Taehyung menolehkan kepalanya kearah pintu dan memberikan isyarat agar suaminya tidak berisik.
"Aahh…" Taehyung meringis saat Seokhyun melepas mulutnya tiba-tiba ketika melihat ayahnya berjalan mendekat kearah ibunya. "Jangan di lepas tiba-tiba sayang, nanti kau tidak bisa makan lagi." bayi itu menatap ibunya polos, seakan mengerti apa yang ibunya bicarakan.
"Mianhae.. apa Seokhyun menyakitimu lagi Tae ?" Taehyung tersenyum dan menggeleng.
Bayi itu menoleh kearah Heosok dan tersenyum lebar. "Kau ingin bersama Appa ? Baiklah bermainlah dulu sebentar, eomma akan menyiapkan air panas untuk Appa mu mandi."
"Nanti saja Tae, aku yakin kau pasti lelah mengurusnya seharian. Duduklah dulu disini sebentar, apa kau tak mau menyambut suamimu pulang ?"
"Baiklah Hyung." Hoseok melepas jas dan dasinya. Poninya di tata keatas, menambah kadar ketampanan ayah satu anak itu. Hoseok mengambil putrinya di pangkuan istrinya, mencium bayi berumur dua bulan itu dengan sayang.
"Hyung." panggil Taehyung lembut.
"Ada apa sayang." Tiba-tiba saja pipinya memerah saat Hoseok menjawabnya dengan panggilan 'sayang' yang terdengar manis ditelinganya.
"Apa besok kau libur hyung?"
"Aniyo… wae ?"
"Ah.. itu. Minseok eomma tadi menelponku dan menyuruh kita untuk bermain kesana. Eomma juga bilang bahwa ia juga merindukan Seokhyun."
"Baiklah kita kesana besok."
"La.. lalu bagaimana dengan perkerjaanmu.?"
"Besok kau ikut aku kekantor Tae, aku ada rapat dengan para manager. Tidak lama, hanya satu jam, nanti kau tunggu diruanganku saja. Setelah rapat selesai kita kerumah eomma, jadi sekalian agar aku tidak bolak balik menjemput kalian. Aku juga ingin mengajak Seokhyun bermain keluar, sepertinya ia bosan dirumah terus. Benar begitu princess Jung ?" bayi itu melebarkan senyumnya saat Hoseok mengajaknya berinteraksi.
"ya aku mengerti hyung. Aku kebelakang dulu ne, kau harus mandi sekarang hyung, tubuhmu bau dan lengket" Taehyung beranjak dari tempatnya. Saat ia akan melangkah ke kamarnya, sebuah tangan menariknya hingga jatuh kembali kesofa dan dengan isengnya meremas pantat Taehyung yang tampak berisi.
"Ahhh…. Ya! hyung apa yang kau lakukan."
"Tak sia-sia aku sering meminta jatahku. Kau semakin seksi dan montok saja Tae." Hoseok menyeringai dan itu berhasil membuat Taehyung terkejut sekaligus takut. "Atau bagaimana kalau kita mandi bersama saja, kita buat little Jung lagi." lanjutnya dengan nada menggoda sambil menambah remasan pada pantat montok istrinya.
"Ahhh… Ya! shireo, kau pikir aku kucing hyung." Taehyung menjauhkan dirinya dari Hoseok dan berjalan meninggalkan suaminya dengan pipi yang memerah.
"Sepertinya kali ini Appa gagal memberikanmu adik Seokhyunah." Bayi itu kembali mengerjapkan matanya polos tak mengerti apa yang di bicarakan ayahnya.
.
Jungkook menutup mulutnya rapat-rapat saat Jimin menyodorkan sesendok nasi didepan wajahnya.
"Ayo sayang makan. Aku tidak ingin kau sakit."
"Shireo, mulutku rasanya pahit hyung."
"tiga sendok sa.."
"Shireo.. percuma saja, nanti aku pasti akan muntah lagi."
"Satu sendok saja, ayolah sayang apa kau tidak kasihan dengan si kembar, pasti mereka kelaparan didalam sini." Jungkook menjauhkan tangannya dari mulutnya dan mengusap perutnya. Tanpa disadari kini air mata telah jatuh membasahi pipinya.
"Hiks.. maafkan Umma nak, Umma tidak bisa menjadi ibu yang baik untuk kalian.. hikss.."
Jimin meletakkan piringnya di atas meja samping tempat tidurnya dan memeluk istrinya yang sedang dalam mode mood swing nya itu.
"Ssthh.. ulljima chagia. Kau adalah istri dan ibu yang baik bagi mereka, jadi jangan berkata seperti itu lagi ne." Jungkook menganggukan kepalanya dan menyamankan tubuhnya di dada bidang suaminya.
"Baiklah sekarang kau makan ne, sepertinya si kembar mulai lapar."
Jungkook mulai membuka mulutnya dan mengunyah makanannya dengan pelan.
Satu sendok
Dua sendok
Tiga sendok
Empat sendok
Lima sendok
"Hoekk…"
"Ayo sedikit lagi, aku yakin kau pasti bisa."
Enam sendok.
"Huwekk…" Jungkook segera berlari kekamar mandi karena sudah tak kuat menahan gejolak yang berasal dari perutnya. Jimin segera mengajar istrinya dan memijat tengkuk istrinya agar lebih rileks.
"Hiks… "
"Kenapa menangis lagi sayang ?"
"Hyung.. eotteokhae. Aku memuntahkan semuanya, pasti mereka kelaparan sekarang. Hikss.. aku memang bukan ibu yang baik hyung."
"Shhtthh… Geumanhae. Ini hal yang wajar sayang umur kandunganmu juga masih muda. Nanti jika mual mu sudah reda, kita makan lagi ne. Sekarang ayo kita kekamar."
"Hyung"
"Apa lagi Nyonya Parkku yang manis."
"Gendong!" Jimin tesenyum dan membungkukkan tubuhnya membelakangi Jungkook.
"Aku tidak mau seperti itu. Aku mau kau menggendongku dengan cara bridal hyung."
Jimin menyelipkan kedua tangannya di leher dan paha Jungkook. Mengangkat dengan hati-hati malaikatnya. Jungkook mengalungkan tangannya dileher Jimin. Mencuri satu kecupan di bibir sexy sang suami.
"Mulai nakal eoh ?" Jungkook tertawa dan menyembunyikan wajahnya yang meemerah di leher Jimin.
"Kau tidak lupa dengan si kembar kan hyung." Jimin tertawa dan menempelkan keningnya ke kening Jungkook.
"Mana mungkin aku lupa dengan calon anak-anakku."
"Saranghae."
"Nado saraghae Park Jungkook."
Jungkook merasa mejadi laki-laki paling beruntung sedunia karena mendapatkan pria seperti Jimin. Di saat morning sickness nya tiba-tiba kambuh. Jimin sengaja tidak ke kantor dan menemaninya seharian di rumah. Benar-benar suami idaman bukan. Jungkook berharap semoga saja kebahagiaan akan selalu menghampiri hidupnya dan juga keluarga kecilnya kelak.
.
.
.
TBC
.
.
.
Omo! Meanie mau nikah, btw ntr Yoon di undang ga ya ? wkwkwk…
Heol.. ada yang setuju kalo misal Seokhyun punya dede lagi di umurnya yang masih kecil itu ? btw Jimin suami siaga banget ya, mau dong punya suami kek bang Chim gtu. Yoon tikung bisa x ya wkwkwkwk…
Ciee.. yang udah lumutan nunggu update wkwkwk ? heheh becanda guys, baru kelar tugas jadinya buru-buru lanjut deh biar ga lupa hehehe.. atau lebih lengkap lagi baca di bio ya hhehehe
Hope you like it guys…
200517
11 : 25
